Jurnal POETIKA
Not a member yet
    187 research outputs found

    MENELUSUR TRADISI: RENAISSANCE DALAM NATIVE AMERIKA DAN PERSPEKTIFNYA TERHADAP KEMATIAN DALAM KARYA LESLIE MARMON SILKO

    Full text link
    Pemaknaan terhadap kematian dalam kehidupan manusia biasanya ditangkap hanya dalam tataran kematian fisik sebagai sebuah fenomena alam. Sementara itu, tradisi dan budaya hadir dengan potensi signifikan untuk memengaruhi dan membentuk adat serta protokol upacara kematian. Dalam konteks ini, Native Amerika memandang konsep kematian sebagai bagian dari tradisi dan warisan adat. Namun demikian, proses kolonisasi dan asimilasi dalam tatanan sosial Native Amerika telah mencapai sengketa yang rumit. Terkait dengan pergerakan renaissance dalam kehidupan Native Amerika, bias yang terjadi terhadap perspektif dalam memandang kematian diurai melalui penelusuran ujung konsep dari kematian itu sendiri yang sangat erat berkaitan dengan tradisi Native Amerika. Mekanisme dekolonisasi terhadap konsep kematian sebagai sebuah self-determination terhadap identitas kelompok sosial Native Amerika  diambil dari refleksi karya sastra karangan Leslie Marmon Silko. Kajian ini menggunakan konsep analisis wacana dalam paradigma poskolonialisme. Manifestasi atas hasil penelitian merupakan: 1) Perspektif terhadap kematian menurut lensa Native Amerika dipandang sebagai tame death. 2) Kematian dipandang sebagai sebuah mekanisme penyeimbang kehidupan sosial jika ditarik dari nilai-nilai kehidupan kelompok Native Amerika. 3) Protokol upacara kematian dilaksanakan dalam sistem tribal ditemukan sebagai sebuah resistensi Native Amerika dalam menolak asimilasi dan dominasi kulit Putih. Hal tersebut didukung adanya sebuah gerakan determinasi dan artikulasi identitas kelompok Native Amerika. Kata kunci: Kematian, Tradisi, Renaissance dalam Native Amerika The subtle meaning of death on people’s life tends to generally depict the idea of natural phenomenon. Meanwhile, tradition and culture exist within their significant potency to influence the nurture of death customs and protocols. In this context, Native American deal with the concept of death as a particular tradition of their tribal legacy. However, colonization and assimilation process on their social order had transformed the Native American perspective on death into an advancement dispute.Concomitant to Native American renaissance movement, bias on the perspective of death is elucidated by tracing the root of death’s concept which is emanated from Native American tradition. The mechanism of decolonizing death’s perspective against White’s concept is represented in Native American literary works by Leslie Marmon Silko. As a consequence, the research employs critical discourse analysis on post-colonialism paradigm.The results of the work manifest: (1) Perspective on death through Native American lens considered as a tame death. (2) Death additionally scrutinized as social balance mechanism according to Native American value. At last, (3) Funeral protocols performed in tribal system essentially expounds the resistance of Native American people against the assimilation and White domination. Keywords: Death, Tradition, Renaissance, Native American Movement

    PENALARAN MORAL ANAK DALAM CERITA PADA MAJALAH BOBO DAN HARIAN KOMPAS

    No full text
    Children's stories in Bobo Magazine and Kompas Daily represent both levels of praconventional and conventional moral reasoning. From these two levels of moral reasoning, there are three stages of a child's moral reasoning, namely moral reasoning for obedience of punishment, relativist-instrument moral reasoning, and moral reasoning of a good child. Of these three moral reasoning, the dominant moral reasoning of children is the relativist-instrument and the orientation of a good child, while obedience reasoning does not dominate. This shows that mutual moral awareness of children is transactional and existential, namely children are conditioned to do good because they want to get a prize, and awareness of their desire to be good children. With the reality of such children's stories, our children who read children's stories wake up to the realization that I am doing good because of the gifts and awareness to be a good child

    UNBEATEN TRACKS IN JAPAN : LETTER I Tinjauan Women Travellers and Travel Writing

    Full text link
    This research aims to show the influences of the power of discourse: genre, gender, and colonialism in Unbeaten Tracks in Japan by Isabella Lucy Bird. Some travel writing’s paradigms were used as theoretical background in this research, such Sara Mills and Carl Thompson. As an object of the research, the novel became the source of primary data. Another historical and cultural literary and also literary review of Unbeaten Tracks in Japan as secondary data. The result of the research examined that contestation of discourses implied the way of the author to preserve his stories

    MASALAH CINA, MASALAH CINTA: POSISI ORANG TIONGHOA DALAM DI KAKI BUKIT CIBALAK KARYA AHMAD TOHARI

    Full text link
    e-width: 0px; "> For the duration of the New Order era (1966–98), the position of Chinese Indonesians was considereda problematic question: they were not “Pribumi” (native), but also not entirely Chinese. This “Chinese Problem”was discussed by a variety of speakers and writers, including several authors of literary works. In Di Kaki BukitCibalak (1977), Ahmad Tohari presents two ethnic Chinese characters, Nyonya Wibawa and Mulyani, the first asthe employer and the second as the lover of the main character, Pambudi. By applying Goldmann’s theory of geneticstructuralism, we show that through his depiction of the physical and behavioural aspects of the characters, Toharipromotes an assimilationist approach as the only possible solution to the Chinese problem (if it can be solved): thedichotomies between ethnic Chinese and Native Indonesians must be erased. However, Tohari continues to differentiatethe ethnic Chinese by positioning them as persons who must only act to support the welfare of the Pribumi.Keywords: “The Chinese Problem”, Ahmad Tohari, position of Chinese Indonesians, Di Kaki Bukit Cibala

    Pemaknaan dan Transmisi Mantra Tri Sandhya Pada Remaja Hindu Bali Di Daerah Malang

    Full text link
    Tulisan ini mengulas makna dan transmisi mantra Tri sandhya. Mantra Tri Sandhyamerupakan salah satu bentuk sastra lisan yang ada di Bali. Mantra Tri Sandhya merupakan mantra yang dimiliki oleh orang Hindu Bali yang dalam kehidupan sehari-hari. Pada saat ini, mantra Tri Sandya mulai dilupakan dan jarang oleh remaja Hindu Bali. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini dilakukan untuk (1) membaca makna mantra Tri Sandhya: (2) mantra transmisi Tri Sandhya pada remaja Hindu Bali yang tinggal di Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengambil data dalam bentuk kalimat bukan angka-angka. Sumber data dari penelitian ini adalah Mantra Tri Sandhya. Penelitian ini menggunakan pendekatan Semiotika dengan teori Riffaterre. Semiotika untuk mengkaji tanda-tanda yang ada dalam mantra, Tri Sandhya, dapat dipahami makna dari mantra Tri Sandhya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mantra makna Tri Sandhya dan mantra transmisi Tri Sandhya pada remaja Hindu Bali di wilayah Malang saat ini

    Pengaruh Aspek Sosio-Kultural Masyarakat Loloan terhadap Struktur dan Makna Syair Burdah Melayu di Bali

    Full text link
    Syair Burdah Melayu merupakan bentuk tradisi lisan yang saat ini masih terlestari. Syair Burdah Melayu tercipta karena terjadi akulturasi budaya masyarakat pendatang di Loloan, Bali. Perpaduan antara budaya pendatang membentuk absurditas dalam struktur Syair Burdah Melayu. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna dan bentuk syair Burdah Melayu Loloan dengan aspek sosio-kultur yang mempengaruhinya. Masalah yang dianalisis adalah makna dan variasi bentuk pada syair Burdah Melayu. Teori yang digunakan adalah teori strukturalisme dinamik oleh Mukarovsky dan Vodicka dikombinasikan dengan teori semiotik oleh Charles Sander Pierce untuk menjelaskan makna dan bentuk syair Burdah Melayu yang dipengaruhi oleh sosio-kultur masyarakat Loloan Barat. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan menggunakan kata-kata untuk mendiskripsikan hasil analisis puisi. Dari hasil analisis diketahui bahwa bentuk Syair Burdah Melayu dipengaruhi oleh unsur budaya lain seperti Arab, Jawa, dan Melayu sehingga bentuk Syair ini seolah terpisah tapi sebenarnya satu kesatuan utuh

    Dekonstruksi Femininitas dalam Novel-novel Karya Eka Kurniawan: Dari Pekerjaan Sampai Kecantikan

    Full text link
    One of the stereotypes of gender is femininity in which it is closely related to women. Femininity with passive characteristic is constructed to limit their moves. In Eka Kurniawan’s novels, the femininity is unstable. It brings an assumption that he is conducting the femininity deconstruction. This research is aimed to find out and to explain the femininity deconstruction in Eka Kurniawan’s novels.  Three Eka Kurniawan’s novels were chosen as the data source of this research, they were Cantik Itu Luka, Lelaki Harimau, and Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas. This research used critical discourse analysis method with post-modern feminism approach. There are seven forms of femininity deconstructions in Eka Kurniawan’s novels such as feminine jobs, feminine images, feminine habits, feminine symbols, feminine principles, feminine desire, and beauty. Femininity deconstruction shows that femininity has strengths and weaknesses. Femininity is conveyed and practiced either by men and women characters in his novels. Through femininity deconstruction, Eka Kurniawan draws images of how femininity is being deconstructed and how the characters in his novels questioning, rejecting, and or making use of femininity

    PARADOKS NARASI PENYELAMATAN KESEIMBANGAN EKOSISTEM DALAM NOVEL KAILASA KARYA JUSUF AN KAJIAN EKOKRITIK

    Full text link
    Abstrak             Penelitian ini membahas karya sastra yang membawa isu alam dan lingkungan tereksploitasi melalui sistem pertanian sebagai sarana merawat bumi. Perusakan lingkungan pertanian Desa Kailasa merupakan pokok permasalahan tokoh Yahya dalam penyelamatan alam dan lingkungan. Adanya gerak komunal petani yang bersifat antroposentris membuka kontestasi untuk mengakses sumber daya alam. Alam dimanfaatkan untuk mendapatkan keuntungan besar, baik pihak petani maupun pihak lain yang berkepentingan, akan tetapi tidak ada keseimbangan area pertanian jangka panjang. Melalui sudut pandang ekokritik mencermati narasi penyelamatan ekosistem dalam kontestasi kepentingan ekologis. Penelitian ini menggunakan teori ekokritik yang bertolak pada pandangan Cheryll Goltfelty. Metode yang digunakan deskriptif kualitatif. Antroposentris membuat alam dan lingkungan Kailasa terdegradasi terlihat dari manusia yang mengekploitasi alam. Teridentifikasi masyarakat Kailasa mengalami pergeseran kesadaran eko ke kesadaran ego, perubahan tersebut dilatarbelakangi oleh hidup yang berorientasi pada materi untuk kepentingan ekonomi. Ada kecenderungan yang mengarah ke kesadaran eko, terlihat pada generasi baru setelah lima belas tahun terjadi kontestasi, akan tetapi hanya berubah pada tanaman polikultur (tanaman carika). Narasi yang diuraikan terlihat mewakili pemikiran ekosentrisme yang melindungi dari kejahatan antroposentris, akan tetapi terdapat paradoks dalam memperjuangkan ekosistem yang direpresentasikan. Teridentifikasi dari masyarakat Kailasa yang tetap menggunakan cara pandang antroposentris walaupun alam dan lingkungan telah mengalami degradasi. Kata Kunci : ekologi,  ekosistem, antroposentris, ekosentris, ekstensifikas, intensifikasi, kontestasi.     Abstract This research discusses a literature that brings the issue about nature and environmental issues exploited by a farming system as means of caring for the earth. Environment represented in the novel entitled Kailasa by Jusuf AN as a form of ecology criticism and how the narrative of ecosystem rescuse in the contestation of ecological. The purpose of this research is to identify environmental damage and what attitude that should be taken as an act of saving nature and the environment in contestation of acosystem diversity. The destruction of the agricultural environment of Kailasa Village is the main issue of Yahya's character in saving nature and the environment. The anthropocentric nature of farmers' communal movements opens contestation to access natural resources. Nature is used to gain big profits, both farmers and other interested parties, but there is no balance of long-term agricultural areas. Through an ecocritical point of view, look at the narrative of saving ecosystems in the contestation of ecological interests. This research uses an ecocritism in literature that depart from the view of Cheryll Goltfelty. The method used is descriptive kualitative to dissect the problem. Anthropocentric make Kailasa nature and environment degraded which can be seen from humans who exploit nature. It is identified that there is a shift of eco to ego consiousness in Kailasa communitty while the change is motivated by material-oriented life for the sake of the economy. After nature is degraded, there is a tendency to back eco consiousness. Seen in the new generation after fifteen years of contestation, but changed on polyculture plants (carica). Narrative described appears to represent the ecocentric thinking that protects evil anthropocentris, but there is a paradox in the struggle for represented ecosystems. It is identefied from Kailasa community that they keep the antrhoposentric perspective though nature and the environment has been degraded.Keywords: ecocritic, ecosistem, antrophocentric, ecocentric, extensification, intencification, contestation

    Subaltern, Politik Etis, dan Hegemoni dalam Perspektif Spivak

    Full text link
    Istilah subaltern merujuk pada populasi yang secara sosial, politik, dan geografis ditundukkan oleh suatu kelompok yang menguasai mereka. Dari sana kita memahami bahwa selalu ada praktik hegemonik dalam diskusi subaltern yang mana suara mereka selalu dimanipulasi secara etis sebagai bagian dari praktik politik suatu kelompok untuk mendominasi. Itu mengapa kelompok subaltern merupakan alat dari suatu praktik hegemonik yang melambangkan dominasi politik, militer, sosial, dan bahkan kultural oleh suatu kelompok di atas kelompok lainnya. Karena hegemoni bersifat tak langsung, maka praktik ini biasanya dioperasikan melalui hal-hal yang bersifat ideologi dan cenderung etis terhadap kelompok yang akan dikuasai, dan dalam kajian teoretis Spivak, kelompok subaltern adalah kelompok yang suaranya selalu direpresentasikan, sementara representasi hanyalah alat untuk menuju dominasi nyata. Oleh karena itu, topik mengenai subaltern adalah mengenai bentuk praktik politik etis kelompok hegemon terhadap kelompok subaltern yang menjelaskan adanya hegemoni yang bertopeng. Kata Kunci: Subaltern, Politik Etis, Hegemoni, dan Spivak

    REALITAS POLITIK PADA ERA RESTORASI MEIJI DALAM NOVEL HANAUZUMI

    No full text
    Hanauzumi adalah salah satu bentuk genre karya sastra berupa novel yang menjelaskan perjuangan dan perlawanan Ginko Ogino sebagai tokoh utama perempuan dalam upayanya memenuhi hak-haknya selama era Restorasi Meiji. Penelitian ini bertujuan untuk mencari dan mendeskripsikan wujud realitas politik pada masa pemerintahan Meiji yang banyak dialami tokoh utama, dengan pendekatan Analisis Isi yang terkandung di dalam novel Hanauzumi. Hegemoni kekuasaan yang terjadi pada zaman pemerintahan Shogun tercermin dari praktik politik yang dijalankan dengan menutup Jepang dari pengaruh dunia luar untuk melanggengkan kekuasaannya. Pemerintahan Shogun pada akhirnya tidak bisa mempertahankan kekuasaannya karena dihadapkan dengan kemajuan zaman yang terus berubah. Kemudian muncul era Restorasi Meiji, yaitu diadopsinya pemikiran-pemikiran Barat melalui kebijakan modernisasi negara oleh pemerintah Jepang dengan meniru secara besar-besaran apa yang dilakukan oleh negara Barat dalam membangun negara. Benturan-benturan terkait dengan realita politik pada masa inilah yang sering dialami oleh tokoh utama novel ketika dia berupaya memperoleh hak-haknya sebagai perempuan dan warga negara

    176

    full texts

    187

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal POETIKA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇