DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
Not a member yet
277 research outputs found
Sort by
Memahami Kesia-sian dalam Kitab Pengkhotbah
Abstract: This paper is an attempt to understand a phrase in the book of Ecclesiastes which is often-misunderstood that "a lot of learning makes the body to be weary." Using the biblical approach, it argued that the tone of skepticism in the book needs to be re-understood. The phrase does not justify the lazy nature; Instead it becomes a rebuke and an invitation for believers not to rely on human reason and wisdom but to rely on God, the owner of life. Abstrak: Tulisan ini merupakan usaha memahami sebuah ungkapan dalam kitab pengkhotbah yang seringkali disalahpahami yaitu “banyak belajar melelahkan badan.” Dengan memanfaatkan pendekatan biblika, saya berpendapat bahwa nada skeptis dalam kitab ini perlu dipahami ulang. Ungkapan tersebut tidak membenarkan sifat malas; justru ia menjadi teguran sekaligus ajakan bagi orang beriman agar tidak mengandalkan akal budi dan hikmat manusia melainkan tetap bersandar kepada Allah, sang pemilik kehidupan
Penderitaan Kristus Sebagai Wujud Solidaritas Allah Kepada Manusia
Abstract: This article is a contemporary theology study about an idea of suffering God. Although there were some notion of suffering God in the church history, yet this remain important to be reconstructed today’s in considering the suffering of believers nowadays. This article is a literature research using methodology with qualitative approach, considered developing phenomenons surrounded churches, and analyzed it with biblical reflection of an idea of God’s suffered. As the conclusion, with biblical and theological phenomenon analysing, the suffered of Christ must be understood from a big God’s plan upon human being.Abstrak: Tulisan ini merupakan sebuah kajian Teologi Kontemporer tentang ide Allah yang menderita. Walaupun ada banyak pendapat atau pemikiran teologis tentang Allah yang menderita di sepanjang sejarah gereja, namun ide ini tetap penting untuk dikaji kembali pada masa kini, dengan mempertimbangkan konteks penderitaan orang percaya di masa kini. Penelitian ini merupakan literasi dengan menggunakan metode pendekatan yang bersifat kualitatif, mempertimbangkan fenomena yang berkembang di sekitar gereja, dan menganalisisnya dengan pendekatan refleksi biblikal atas ide Allah yang menderita tersebut. Pada akhirnya, melalui analisis biblikal dan fenomena teologis, maka penderitaan Kristus harus dipahami dari sebuah rancangan Allah yang besar atas manusia
(R)Evolusi Guru Pendidikan Agama Kristen dalam Mentransformasi Kehidupan Siswa
If we look deeper, one of the most important issues in the education world is that we (as teachers) are not doing the education in the real sense, but merely teach as a formality. Transformation happens only on transfer of knowledge that only involves the role of science teachers and students ignorance. So, the teacher does not give an understanding to the students, but only move a formula or proposition for students to memorize which then will be issued if necessary. Therefore, it is necessary to have r(evolution) which is not only good, but more importantly, can transform the lives of students. We are fully aware that this time, the teacher is an agent of change which has the task of both institutional and non-institutional. Teacheris a person who daily teach spiritual values, norms, morals, ethics, and positive character habituation.Jika kita melihat lebih dalam, salah satu permasalahan terpenting dalam dunia pendidikan sesungguhnya adalah kita (sebagai guru) tidak sedang melakukan tugas pendidikan dalam arti sesungguhnya, namun hanya sekedar mengajar secara formalitas. Transformasi yang terjadi hanya sebatas transfer ilmu yang hanya melibatkan peran keilmuan guru dan kebodohan murid. Dalam proses mengajar yang demikian, guru tidak memberikan pemahaman kepada anak didik, namun hanya memindahkan sejumlah rumusan atau dalil kepada siswa untuk dihafal yang kemudian akan dikeluarkan jika diperlukan. Oleh sebab itu, diperlukan adanya r(evolusi) yang tidak hanya baik, tetapi yang lebih penting, yaitu dapat mentransformasi kehidupan siswa. Kita sadar sepenuhnya, bahwa saat ini, guru merupakan satu-satunya agen perubahan yang memiliki tugas baik secara institusional maupun non-institusional. Gurulah yang setiap hari mengajarkan nilai rohani, norma, moral, etika, serta pembiasaan karakter positif
Analisis Kata Murtad dalam Kitab Ibrani 6:4-6
The term of “fall way” in Hebrews 6:4-6 has been debated by theologians in distinguished perspectives. This study aims to describe and analyze the word of apostasy in Hebrews 6:6, so it would give a biblical undestanding, according to both authors’ purpose of writing this book and its first readers. The result of this analysis would give a contribution to pragmatic and theological thought at present time. The conclucion of this study is, that the word of “fall away” in Hebrews 6:4-6 is not related to salvation at all. That word is closely related to reward, because it mostly refers to a Christian commitment. Thus, in certain point, believer could be in position of fall away, where that believer keep himself away from living relationship with Jesus the lorf. That situation doesn’t affect believers’ salvation, but the lost of his reward which shall be received before judgement seat of Christ. Makna kata “murtad” dalam Kitab Ibrani 6:4-6 telah lama diperdebatkan oleh para sarjana Alkitab dalam spektrum teologis yang beragam. Penelitian ini bermaksud untuk menganalisis dan mendeskripsikan kata “murtad” dalam Ibrani 6:6, sehingga menghasilkan pemahaman makna kata yang alkitabiah, yang sesuai dengan maksud penulis kitab Ibrani, serta yang dipahami oleh pembaca pertamanya. Hasil analisis akan memberikan kontribusi pemikiran teologis dan pragmatis pada masa kini. Kesimpulan dari penelitian ini menjelaskan bahwa kata “murtad” dalam Ibrani 6:4-6 sama sekali tidak berhubungan dengan keselamatan. Kata tersebut berhubungan erat dengan upah, karena lebih mengacu kepada komitmen orang Kristen. Dengan demikian, pada situasi atau titik tertentu, orang percaya dapat berada pada posisi “murtad”, bahwa orang tersebut melakukan tindakan menjauhkan diri dari persekutuan yang hidup dengan Tuhan Yesus. Keberadaan tersebut tidak mempengaruhi keselamatan orang percaya, namun berkaitan dengan risiko hilangnya pahala atau upah yang akan diterima orang-orang percaya di hadapan takhta pengadilan Kristus
Penerapan Metode Demonstrasi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Agama Kristen Materi Pembelajaran Sakramen Perjamuan Kudus VIII SMP Negeri 17 Surakarta, Tahun 2015/2016
This article aims to increase affective, psychomotor and cognitive domain of learning achievement with subject Sakramen Perjamuan Kudus for students grade VIII in State Junior High School 17 Surakarta at semester 2, year 2015/2016 by using demonstration method. This article used a method of clasroom action research which subject is all Christian students of grade VIII State Junior High School 17 Surakarta, year 2015/2016. The research found affective domain increasing from 14.1% at first cycle to 92.4% at second cycle. There were increasing up to 85.3% in psychomotor domain at second cycle, which means students resulted is accomplished, because it gained 0.3% over 85% achievement indicator. In cognitive domain increasing tehre were 15 (88.2%) students at second cycle accomplished, which over than 85%. Those were indicated that demonstration method usage to improve learning was success. By the result of this research, author recommends teacher will use demonstration learning method in teaching subject Sakramen Perjamuan Kudus.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar afektif, psikomotorik dan kognitif materi Sakramen Perjamuan Kudus bagi peserta didik kelas VIII SMP Negeri 17 Surakarta semester 2 Tahun 2015/2016 melalui metode demonstrasi. Metode penelitian tindakan kelas menggunakan subyek adalah siswa Kristen kelas VIII SMP Negeri 17 Surakarta tahun ajaran 2015/2016. Dari penelitian didapatkan peningkatan hasil belajar afektif dari 14,1% menjadi 92,4%. Pada hasil belajar psikomotorik siklus kedua mencapai 85,3%, yang berarti ada peningkatan sebesar 0,3% di atas indikator pencapaian 85%. Peningkatan hasil belajar kognitif pada siklus kedua mendapatkan hasil sebanyak 15 peserta didik (88,2%) tuntas. Ketuntasan ini menandakan bahwa perbaikan pembelajaran pada siklus kedua dengan menggunakan metode demonstrasi dinyatakan berhasil. Dari Hasil penelitian tindakan kelas ini maka peneliti merekomendasikan penggunaan metode demonstrasi untuk mengajarkan materi Sakramen Perjamuan Kudus
Empat Peristiwa Penting Di dalam Kehidupan Yusuf: Sebuah Kajian Terhadap Kecerdasan Yusuf
Abstract: Through survey of 4 major events in the life of Joseph in the book of Genesis, the author wants to state that the participation of God to Joseph include a holistic aspect. God prepared him to be the leader of Israel. God changed him to become the new Joseph having intelligence in aspects of morality as well as in intellectual, spiritual, and emotional aspects. The fourth aspects of this intelligence make him an important leader and would save his people, Israel. Through this paper, the readers also can draw important lessons from Joseph's life.Abstrak:Melalui tinjauan 4 peristiwa utama kehidupan Yusuf di dalam kitab Kejadian, penulis hendak menyatakan bahwa penyertaan Allah kepada Yusuf mencakup aspek yang holistik. Allah mempersiapkan Yusuf menjadi pemimpin bangsa Israel. Allah mengubah Yusuf yang lama menjadi Yusuf yang baru yang memiliki kecerdasan bukan hanya soal moralitas tetapi juga intelektual, spiritual, dan emosional. Keempat aspek kecerdasan ini menjadikan Yusuf sebagai seorang pemimpin penting dan akan menyelamatkan bangsanya, Israel. Melalui paper ini juga pembaca dapat menarik pelajaran penting kehidupan Yusuf
Karakteristik Pentakostalisme Menurut Kisah Para Rasul
Abstract: Pentecostalism is often to be concerned with Holy Spirit baptism, Spiritual gifts or speaking in tongue. Basically, Pentecostalism is about to dynamize Christian life’s character. This article is aiming to refer the nature of Pentecostalism according to The Acts, that it is not only about speaking in tongue and other Spiritual gifts, but the characteristic. This article is a research that using text analyzis of The Book of Acts about the true charateristic of Pentecostalism. The conclusion of this biblical research is, pentecostalist characteristic is about building dynamic person who has such characters: continued steadfastly in fellowship and learning Bible, social care, enthusiastic, having favor with all the people, dare to witness, ministering with power and having intelegent ability.Abstrak: Fenomena Pentakosta sering hanya dikaitkan dengan persoalan baptisan Roh Kudus dan bahasa roh, bahkan juga dengan karunia Roh. Sejatinya, Pentakostalisme merupakan sebuah dinamisasi karakteristik kehidupan Kristen. Tulisan ini bertujuan untuk menunjukkan hakikat Pentakostalisme sesuai Kisah Para Rasul, bahwa Pentakostalisme bukan sekadar persoalan bahasa roh dan karunia roh yang lain, melainkan karakteristik. Penelitian ini bersifat analisis teks pada Kisah Para Rasul tentang karateristik Pentakostalisme yang sejati. Kesimpulannya, karakteristik pentakostalis adalah tentang membangun pribadi dinamis yang memiliki karakter: tekun bersekutu dan belajar firman, peduli sosial, antusias, disukai orang, berani bersaksi, melayani dengan kuasa dan memiliki kemampuan intelektualitas
Bahasa Lidah dalam Ibadah Bersama Berdasarkan I Korintus 14
Abstract: Speaking in tongues in the chruch service together has become a controversy for a long time. Some considered it as a positive thing because of its special gift. Otherwise, many views of its contemporary as negatively, doubted it as from God. This article is a literature research with a qualitative approach using an exposition methode on 1 Corinthians 14. The aim of this research is to show clearly Pauline conception of speaking in to tongue amid the church service teogether. The conclusion is that speaking in tongue must be followed by a gift of interpreting, in order to edify people. Thus, the gift shall be useful amid God’s church. Abstrak: Penggunaan bahasa lidah dalam ibadah bersama telah lama menjadi sesuatu yang menimbulkan pro dan kontra. Ada yang menganggapnya sebagai sesuatu hal positif sebab dianggap sebagai salah satu dari karunia rohani yang istimewa. Akan tetapi, tidak sedikit yang memandang negatif karena meragukan bahasa lidah kontemporer memang berasal dari Tuhan. Artikel ini merupakan penelitian literatur dengan pendekatan kualitatif yang menggunakan metode eksposisi pada 1 Korintus 14. Tujuannya, untuk menunjukkan konsep Paulus tentang bahasa lidah dalam ibadah bersama sesuai dengan teks 1 Korintus 14. Kesimpulannya, bahasa lidah dalam ibadah bersama haruslah diikuti dengan karunia menafsirkan bahasa lidah, agar jemaat dapat dibangun. Dengan demikian karunia dapat berfungsi dalam gereja Tuhan
Menstimulasi Kualitas Kehidupan Rohani dalam Meningkatkan Kemandirian Belajar Mahasiswa: Studi Refleksi Daniel 6:1-4
This article has purpose to show the importance of giving stimulation from the lecturer of STT Torsina to enhance the quality of student’s living, either in intelectual, social and spiritual aspect. This research uses qualitative approach with exposition of text Daniel 1-6. Ini this biblical narrative Daniel gained the highest position after the king in Babylon kingdom. Daniel chosen was based on his self quality over anyone became candidates. The exposition of Daniel 6:1-4 giving some references made him been qualified, that is Daniel’s spiritual life quality. By this research finding giving a recommendation of stimulate spiritual living for enhance STT Torsina students’ academic quality according to Daniel. Artikel ini bertujuan untuk menunjukkan pentingnya stimulasi yang diberikan oleh para tenaga pengajar (dosen) di STT Torsina untuk meningkatkan kualitas hidup mahasiswa, baik dalam aspek intelektual, sosial dan kerohanian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menerapkan studi eksposisi kitab Daniel 1-6. Dalam narasi biblikal ini Daniel memperoleh posisi tertinggi setelah raja di negeri Babel. Pemilihan Daniel dilandaskan pada kualitas Daniel yang mengungguli siapa pun yang menjadi calon pemimpin saat itu. Kajian eksposisi Daniel 6:1-4 mereferensikan apa yang membuat Daniel berkualitas, yaitu: kualitas kehidupan rohani Daniel. Dengan temuan ini, maka penelitian recomendation sebuah stimulasi kehidupan rohani demi meningkatkan kualitas akademis mahasiswa STT Torsina sesuai dengan tokoh Daniel.
Analisis 1 Korintus 14:2-6 Tentang Karunia Berbahasa Roh dan Bernubuat
ABSTRACT. The spiritual gifts about speaking in tongue and prophecy are theological issues which getting its dynamics in both Pentecostal and Charismatic. There some frictions resulted disunity churches. This is a research which had purpose to show a distinguished function and benefit of those two gifts in church service. This research used a method of text analysis on 1 Corinthians 14:2-6 which about those two spiritual gifts, speaking in tongue and prophecy. The results of analysis are: Speaking in tongue is a gift of communicating to God with benefit of self developing, and prophecy is a gift given for stating something from God to people.ABSTRAK. Karunia bahasa roh dan nubuat merupakan isu teologis yang terus mengalami dinamika dalam tubuh Pentakosta maupun Kharismatik. Tidak sedikit terjadi friksi yang mengakibatkan perpecahan. Tujuan penelitian ini adalah menunjukkan perbedaan antara kedua karunia tersebut, termasuk manfaat dan fungsinya dalam ibadah. Artikel ini merupakan penelitian yang menerapkan metode analisis teks, khususnya 1 Korintus 14:2-6 yang membahas tentang penggunaan dua karunia tersebut. Hasil dari pembahasan didapatkan bahwa karunia berbahasa roh merupakan bahasa komunikasi yang dibangun kepada Allah dan berfungsi untuk membangun dirinya sendiri, sementara nubuat merupakan karunia yang diberikan Allah untuk menyatakan sesuatu dari Allah kepada manusia