Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti
Not a member yet
192 research outputs found
Sort by
KINERJA PETUGAS DALAM PENYEDIAAN BERKAS REKAM MEDIS RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT TK.II dr.SOEPRAOEN MALANG
Abstrak
Pendahuluan: Prosedur Pelaksanaan Standar penyediaan dokumen rekam medis pelayanan rawat jalan adalah 10 menit. Berdasarkan survey awal menggunakan sampel sebanyak 230 berkas rekam medis rawat jalan, menunjukkan bahwa dalam penyediaan berkas rekam medis rawat jalan rata-rata 20–30 menit, tidak sesuai dengan standart. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui faktor yang berhubungan dengan kinerja petugas dalam penyediaan berkas rekam medis rawat jalan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif analitik design penelitian yang digunakan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah yaitu petugas admission dan perekam medis yang berjumlah 61 orang. Menggunakan analisa bivariat tabel silang (contingency) antara variabel bebas dan variabel terikat dengan uji chi square test. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa dari 61 responden faktor kompetensi (pengetahuan berhubungan dengan kinerja petugas (P Value = 0,008, POR = 5,800), dan komunikasi berhubungan dengan kinerja petugas (P Value = 0,011, POR = 5,111). Kesimpulan Ada faktor hubungan kompetensi (pengetahuan dan komunikasi) dengan kinerja petugas dalam penyediaan berkas rekam medis rawat jalan.Abstract
Introduction: Standard Implementation Procedure for providing medical record documents of outpatient services is 10 minutes. Based on the initial survey using a sample of 230 files of outpatient medical records, showed that in the provision of outpatient medical records on average 20 - 30 minutes, not in accordance with the standard. The purpose of this study is to determine the factors related to the performance of officers in the provision of outpatient medical records.Method: The research method used is quantitative analytical research design used cross sectional study. The population in this study was admission officers and medical recorders numbering 61 people. Using contingency bivariate analysis between free variables and variables bound to chi square test. Result: The results of the study can be known that from 61 respondents competency factors (knowledge related to officer performance (P Value = 0.008, POR = 5,800), and communication related to officer performance (P Value = 0.011, POR = 5.111). Conclusion: The conclusion of this study is that there are factors related to competence (knowledge and communication) with the performance of officers in the provision of outpatient medical records
PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG DAMPAK PERNIKAHAN DINI BAGI KESEHATAN REPRODUKSI
Introduction In today’s era, we still encounter many early marriages (marriage to adolescents under the age of 20). One of the reasons is the lack of knowledge about the impact of early marriage on reproductive health. Without them realizing that early marriage can have a big impact on reproductive health (especially the uterus) is not yet perfect, leading to abortion or miscarriage. The purpose of this study was to determine the knowledge of young women about the impact of early marriage on reproductive health. Methode This study used a descriptive research design conducted at RW 07, Pandanwangi Sub-District, Malang on 11 – 20 December 2020 with an average monthly population of 65 young women and a sample of 40 young women. Sampling used was accidental sampling. Data analysis using univariate analysis. Questionnaire measurement tools and data processing in the form of editing, coding, scoring, tabulating, and percentage. Results The results showed half of them had less knowledge about the impactof early marriage on reproductive health as many as 20 respondents (50%), nearly half had good knowledge as many as 12 respondents (30%), and a small proportion had sufficient knowledge as many as 8 respondents (20%). These results are most likely due to factors that influence knowledge, namely age, education and sources of information. Conclusion Seeing the results of this study, it is hoped that young women will be more active in participating in extension activities in order to increase knowledge about the impact of early marriage on reproductive health.
Keywords: Young Women Knowledge, Early Marriage, Health ReproductionPendahuluan Di era sekarang masih banyak kita jumpai pernikahan dini (pernikahan pada remaja di bawah usia 20 tahun). Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan tentang dampak pernikahan dini bagi kesehatan reproduksi. Tanpa mereka sadari bahwa pernikahan dini dapat berdampak besar bagi kesehatan reproduksi (khususnya rahim) belum sempurna, sehingga memicu terjadinya abortus atau keguguran. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan remaja putri tentang dampak pernikahan dini bagi kesehatan reproduksi. Metode Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif yang dilakukan di RW 07 Kelurahan Pandanwangi Kota Malang pada tanggal 11 – 20 Desember 2020 dengan populasi sejumlah 65 remaja putri dan sampel sejumlah 40 remaja putri. Sampling yang digunakan accidental sampling. Analisa data menggunakan analisis univariat. Alat ukur kuesioner serta pengolahan data berupa editing, coding, scoring, tabulating, dan presentase. Hasil penelitian menunjukkan setengahnya memiliki pengetahuan kurang tentang dampak pernikahan dini bagi kesehatan reproduksi sebanyak 20 responden (50%), hampir setengahnya memiliki pengetahuan baik sebanyak 12 responden (30%), dan sebagian kecil memiliki pengetahuan cukup sebanyak 8 responden (20%). Hasil tersebut kemungkinan besar dikarenakan faktor yang mempengaruhi pengetahuan yaitu usia, pendidikan, dan sumber informasi. Kesimpulan Melihat hasil penelitian ini, diharapkan remaja putri lebih aktif mengikuti kegiatan penyuluhan agar dapat meningkatkan pengetahuan tentang dampak pernikahan dini bagi kesehatan reproduksi.
Kata Kunci: Pengetahuan Remaja Putri, Pernikahan Dini, Kesehatan Reproduks
STUDY THE RIGHTS OF ACCESSIBILITY OF BLIND PATIENTS TO MEDICAL RECORD FILES IN HOSPITALS
Pendahuluan Kesenjangan infomasi bagi penderita tunanetra terjadi karena adanya keterbatasan pada indera pengelihatan. Permasalahan yang ada saat ini adalah belum adanya Rumah Sakit yang menyediakan berkas rekam medis braille. Hal ini penting karena penyandang tunanetra yang menjadi pasien di suatu Rumah Sakit memiliki hak untuk mengetahui data medisnya. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara secara yuridis aksesibilitas pasien tunanetra terhadap berkas rekam medis. Metode yaitu pendekatan yuridis normatif dengan metode deskriptif kualitatif, data sekunder didapatkan dengan studi kepustakaan. Hasil Hak akses informasi medis dan persetujuan tindakan kedokteran merupakan hak pasien tunanetra yang termasuk kategori cakap dan kompeten berdasarkan peraturan yang berlaku, hal ini juga sesuai dengan ketentuan kerahasiaan rekam medis sehingga pasien tunanetra berhak mengakses secara langsung informasi medis di Rumah Sakit, . Kesimpulan Rumah Sakit wajib menghormati dan melindungi hak-hak pasien Pasien terkait akses informasi, persetujuan tindakan kedokteran dan kerahasiaan data medis pasien di berkas Rekam Medis sesuai dengan peraturan perundang-undangan tidak terkecuali bagi pasien tunanetra, hal ini sesuai dengan UU Penyandang Cacat dan Permenkes Persetujuan Tindakan Kedokteran. pada akhrirnya penelitian ini hanya terbatas pada kajian yuridis terhadap fenomena yang ada, diharapkan dalam penelitian selanjutnya dapat dirancang berkas rekam medis braille guna memfasilitasi pasien tunanetra.Introduction Information gaps for blind people occur due to limitations in the sense of sight. The problem that exists today is that there is no hospital that provides braille medical record files. This is important because blind people who are patients in a hospital have the right to know their medical data. This study aims to examine juridically the accessibility of blind patients to medical record files. Methode a normative juridical approach with qualitative descriptive methods, secondary data obtained by literature study and compared with statutory regulations. Results The right to access medical information and consent to medical action are the rights of blind patients who are categorized as competent and competent based on applicable regulations, this is also in accordance with the provisions of confidentiality of medical records so that blind patients have the right to directly access medical information at the hospital Conclusion Hospitals are obliged to respect and protect the rights of patients Patients with regard to access to information, consent to medical action and confidentiality of patient medical data in Medical Record files in accordance with statutory regulations, including for visually impaired patients, this is in accordance with the Disability Law and the Minister of Health Approval of Action Medical. In the end, this research is only limited to a juridical study of the existing phenomena, it is hoped that in future studies a braille medical record file can be designed to facilitate blind patients
PENGARUH MOTIVASI, KOMPETENSI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN REKAM MEDIS DI RSJ Dr. RADJIMAN LAWANG
Rumah sakit merupakan salah satu fasilitas kesehatan tempat masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan. Salah satu tenaga di rumah sakit yang sangat berpengaruh terhadap mutu layanan rumah sakit adalah karyawan dengan pelayanannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi, kompetensi dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan rekam medis di RSJ Radjiman Lawang. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan rekam medis yang bekerja sebagai karyawan rekam medis di RSJ Radjiman Lawang sebanyak 102 orang. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi linier Hasil penelitian menunjukkan motivasi, kompetensi dan lingkungan kerja secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja karyawan rekam medis (n= 67,120 ; p = 0,000). Sedangkan secara parsial ada pengaruh antara motivasi terhadap kinerja karyawan rekam medis (n = 9,710 ; p=0,023), antara kompetensi terhadap kinerja karyawan rekam medis (n=5,894 ; p =0,000), dan antara lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan rekam medis (n= 5,237; p = 0,000). Sedangkan untuk persamaan regresinya adalah Y=1,721+0,518X1+1,072X2 + 0,137X3, dimana Y adalah kinerja, X1 adalah motivasi, X2 adalah kompetensi dan X3 adalah lingkungan kerja. Sedangkan nilai Adjusted R Square 0,783 artinya variabel motivasi, kompetensi dan lingkungan kerja mempengaruhi kinerja karyawan rekam medis sebesar 78,3% sedangkan sisanya 21,7% dipengaruhi oleh variabel lainnya yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Kesimpulan Manajemen RSJ Radjiman Lawang perlu melakukan kiat-kiat untuk meningkatkan motivasi, kompetensi dan memperhatikan lingkungan kerja yang dapat meningkatkan kinerja karyawan rekam medis. Peningkatan kinerja rekam medis dapat memberikan dampak meningkatnya mutu pelayanan rumah sakit
PENGARUH LOCUS OF CONTROL DAN DUKUNGAN SEBAYA TERHADAP RESIKO DEPRESI PADA ORANG DENGAN HIV/AIDS DI KDS FRIENDSHIP PLUS KOTA KEDIRI
Pendahuluan: Kejadian HIV/AIDS cenderung semakin meningkat dengan angka kematian yang tinggi, epideminya saat ini telah melanda seluruh negara serta semua lapisan penduduk, masalah sosial akan lebih memperberat kondisi psikis ODHA dalam stress dan depresi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh locus of control dan dukungan sebaya terhadap resiko depresi di KDS Friendship plus Kota Kediri. Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 23 – 24 April 2020. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simpel random sampling sebanyak 45 subjek penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner, analisis mengunakan regresi linier berganda. Hasil: Pengaruh locus of control p=0.001 (29.8%). Pengaruh dukungan sebaya p=0.001 (52%). Pengaruh locus of control dan dukungan sebaya (p=0.001<0.005), 54% resiko depresi pada ODHA di pengaruhi oleh faktor locus of control dan dukungan sebaya, nilai koefisien regresi (b) locus of control -0.79 dan nilai koefisien regresi (b) dukungan sebaya – 1.07 (LoC b = -0.31;CI 95% = -0.674 s/d -0.42; p = 0.001; dukungan sebaya b = -0.89; CI 95% =-1.26 s/d -0.53, p=0.001). Kesimpulan: Ada pengaruh locus of control dan dukungan sebaya terhadap resiko depresi pada ODHA.
Kata kunci: Dukungan Sebaya, Locus of Control, Resiko DepresiIntroduction: HIV/AIDS incidence tends to increase with a high mortality rate, the epidemic has now hit all countries as well as all levels of the population, social problems will further complicate the psychic condition of ODHA in stress and depression. The purpose of this study was to analyze the influence of locus of control and peer support on the risk of depression in KDS Friendship plus Kediri City. Methode This type of research is observational analytics with a cross sectional approach. This research was conducted on 23 – 24 April 2020. Sampling was done with simple random sampling techniques as many as 45 research subjects. Data collection techniques using questionnaires, analysis using multiple linear regressions. Results Effect of locus of control p=0.001 (29.8%). Effect of peer support p=0.001 (52%). The influence of locus of control and peer support (p=0.001<0.005), 54% risk of depression in ODHA is influenced by locus of control and peer support factors, regression coefficient value (b) locus of control -0.79 and regression coefficient value (b) peer support – 1.07 (LoC b = -0.31; CI 95% = -0.674 to -0.42; p = 0.001; peer support b = -0.89; CI 95% =-1.26 to -0.53, p=0.001). Conclusion There is a locus of control and peer support influence on the risk of depression in ODHA.
Keywords: Depression Risk, Locus of Control, Peer Suppor
PERILAKU IBU DALAM PENCEGAHAN COVID-19 PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR
ABSTRAK
Pendahuluan Covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Coronavirus jenis baru dan ditetapkan sebagai pandemi. Covid-19 juga dapat menyerang anak-anak. Peran ibu dalam mencegah Covid-19 pada anak sangat diperlukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi gambaran perilaku ibu tentang pencegahan Covid-19 pada anak usia sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Populasinya adalah ibu yang memiliki anak usia sekoalh dasar di RT 08 RW 01 Desa Panggungrejo sebanyak 40 ibu. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling dan jumlah sampelnya sebanyak 40 responden. Data dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan kuisioner. Variabel pada penelitian ini adalah perilaku ibu tentang pencegahan Covid-19 pada anak usia sekolah dasar. Penelitian dilakukan pada tanggal 23 dan 24 Desember 2020. Hasil penelitian menunjukkan hampir seluruhnya perilaku responden masuk dalam kategori baik yaitu 31 ibu (78%), sebagian kecil masuk dalam kategori cukup yaitu 8 ibu (20%), dan sebagian kecil dalam kategori kurang yaitu 1 responden (2%). Hal ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain pendidikan, sikap dan kepercayaan (percaya tidaknya adanya Covid-19 pada anak dan setuju tidaknya adanya pencegahan Covid-19 pada anak), serta pernah tidaknya mendapat informasi Covid-19.Mel Kesimpulan Melihat hasil penelitian ini maka perlu untuk mempertahankan perilaku ibu yang baik dan meningkatkan perilaku yang cukup dan kurang dengan membentuk sikap yang positif mengenai pencegahan Covid-19 pada anak.
Kata kunci: pencegahan Covid-19 pada anak usia sekolah, perilaku ibu.ABSTRACT
Introduction Covid-19 is an infectious disease caused by a new type of Coronavirus and is designated as a pandemic. Covid-19 can also affect children. The role of mothers in preventing Covid-19 in children was very necessary. The purpose of this study was to identify a description of maternal behavior regarding the prevention of Covid-19 in elementary school-aged children. Methode in this research was descriptive. The population was 40 mothers who have elementary school age children in RT 08 RW 01 Panggungrejo Village. The sampling technique used in this study was total sampling and the number of samples was 40 respondents. The data in this study were taken using a questionnaire. The variables in this study were maternal behavior regarding the prevention of Covid-19 in elementary school-aged children. The study was conducted on December, 23th-24th 2020. Results The results showed that almost all of the respondents' behavior was in the good category, namely 31 mothers (78%), a small portion was in the sufficient category, namely 8 mothers (20%), and a small part was in the poor category, namely 1 respondent (2%). This can be influenced by several factors, including education, attitudes and beliefs (believing whether or not there is Covid-19 in children and agreeing to prevent Covid-19 in children), and whether or not you have received Covid-19 information Conclusion Seeing the results of this study, it is necessary to maintain good maternal behavior and increase sufficient and insufficient behavior by forming a positive attitude regarding the prevention of Covid-19 in children.
Keywords: mother’s behavior, prevention of Covid-19 in school-age children
The Differences of Back Pain Scale Reduction of Pregnant Women in 3rd Trimester with Pregnant Exercice and Without Pregnant Exercise at Seduri Village, Mojosari-Mojokerto
Pendahuluan Pada kehamilan sering muncul keluhan salah satunya nyeri punggung yang banyak dialami oleh Ibu hamil di trimester tiga. Selama pandemi covid-19 terkait dengan kebijakan pemerintah bahwa pasien hamil yang tidak urgent, tidak perlu konsultasi serta senam hamil ditiadakan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan penurunan skala nyeri punggung pada ibu hamil trimester III dengan senam hamil online dan tanpa senam hamil di Desa Seduri Kecamatan Mojosari-Mojokerto.
Metode Desain yang digunakan adalah Quasy Eksperiment dengan menggunakan pendekatan two group pre-post test design.Populasi dalam penelitian ini adalah semua Ibu hamil di Desa Seduri sebanyak 40 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total sampling, terdiri dari 20 kelompok kontrol dan 20 kelompok perlakuan. Penelitian dilakukan selama 3 minggu. Senam hamil online menggunakan Google meet selama 2x/minggu dan pengumpulan data menggunakan lembar observasi.
Hasil Uji komparasi menggunakan Independent t-test, dan didapatkan hasil t hitung 0.085(sig>0.05) berarti ada perbedaan penurunan skala nyeri punggung bawah pada Ibu hamil yang melakukan senam hamil dan yang tidak melakukan senam hamil.
Kesimpulan Senam hamil perlu dilakukan oleh Ibu di rumah selama pandemi Covid 19 karena memberikan efek rileks pada tubuh, sehingga membantu mengeluarkan hormone endorphin yang membuat Ibu bahagia.
Kata kunci: Kehamilan, Senam hamil, Nyeri punggung.Introduction In pregnancy, complaints often arise, one of them is back pain which is experienced by many pregnant women in the third trimester. During the Covid-19 pandemic related to government policies that pregnant women who are not urgent, do not need consultation and pregnant exercise is eliminated. The purpose of this study is different the reduction of back pain scale in third trimester pregnant women with exercise and without exercise at Seduri, Mojosari-Mojokerto.
Methode Design uses Quasy Experiment with two groups pre-post test. Population are 40 pregnant women in 3rd trimester in Seduri. Sampling uses total sampling, consist of 20 control groups and 20 treatment groups. The research for3 weeks. Online pregnant exercise uses Google meet for 2x / week and data collection uses observation sheets.
Results Comparative test uses Independent t-test, and result of t count was 0.085 (sig> 0.05), it means there is difference in the reduction back pain scale in pregnant women who do online pregnant exercise and those who do not do pregnant exercise.
Conclusion Pregnant exercise needs to be done by mothers at home during pandemic because it has a relaxing effect on the body, and release endorphin that make them happy.
Keywords: Pregnancy, Pregnant Exercice, Back Pai
PEMAKAIAN PRODUK FEMININE DAILY CARE PADA REMAJA WANITA DI DUSUN SONGSONG DESA ARDIMULYO KECAMATAN SINGOSARI KABUPATEN MALANG
Feminine Daily Care is a hygiene product for female genital area which used by women to clean their genital area when they face several conditions such as secrete mucus or when their genitals smells bad. Feminine daily care that commonly used among teenagers are panty liners, herbal sanitary pads, betel leaf, and feminine soap. The use of feminine daily care product is not recommended to be used every day because there is the normal flora inside female genital area (Ryani, 2018). The effect that may occur due to the overuse of feminine daily care product are infection and dangerous for genital area. The purpose of this research is to find out the attitude of teenagers at Dusun Songsong Desa Ardimulyo about the use of feminine daily care product.
The research conducted using descriptive study. The population of the study was 270 teenagers at Dusun Songsong Desa Ardimulyo. The sampling method used in this research was purposive sampling, and the sample of the study was 65 girl teenagers from Dusun Songsong Desa Ardimulyo on January 2021. The variable measured in this research was the attitude of teenagers in using feminine daily care. The data collected by using questionnaire through Google Form. Univariat analysis was used in this research.
The data from the research described the attitude of teenagers at Dusun Songsong Desa Ardimulyo towards the use of feminine daily care product as follows: 9 teenagers (14%) showed good attitude towards the use of feminine daily care product, half of the teenagers, 23 teenagers (35%) showed fair attitude and most of the teenagers, 33 person (51%) showed low attitude towards the use of feminine daily care product. The factors that probably affected the result of the data are: age, menarche age, education level, and their understanding about the information about the product.
Based on the result of the research, the researcher hoped that teenagers could gain better understanding about the use of feminine daily care product and establish good behavior.
Keywords: attitude, teenagers, the use of feminine daily care.Feminine Daily Care adalah produk kebersihan untuk organ kewanitaan yang umumnya wanita menggunakan untuk pembersih vagina saat keluar lendir yang berlebihan atau keluar bau dari vagina. Dalam hal ini pemakaian produk feminine daily care yang digunakan dikalangan remaja adalah pantyliner, pembalut herbal, daun sirih, sabun pembersih kewanitaan. Penggunaan feminine daily care ini tidak direkomendasikan untuk dipakai setiap hari. Hal ini dikarenakan adanya flora normal yang terdapat di dalam alat kelamin wanita (Ryani, 2018). Perilaku pemakaian produk feminine daily care yang berlebih bisa mengakibatkan infeksi yang bahaya untuk organ reproduksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku remaja dalam pemakaian produk feminine daily care di Dusun Songsong Desa Ardimulyo.
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah remaja di Dusun Songsong Desa Ardimulyo dengan jumlah 270 remaja. Sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling sebagian remaja wanita di Dusun Songsong Desa Ardimulyo yang sesuai kriteria inklusi dan eksklusi sejumlah 65 remaja wanita pada bulan Januari 2021. Variabel yang diukur adalah perilaku remaja dalam pemakaian produk feminine daily care Data penelitian ini diambil menggunakan kuisioner melalui google form. Analisa data menggunakan analisis univariat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja memiliki perilaku dalam pemakain produk feminine daily care sebagian kecil dengan kategori baik yaitu 9 orang (14%), hampir setengahnya dengan cukup 23 orang (35%), sebagian besar kategori kurang 33 orang (51%). Hasil tersebut dimungkinkan karena dipengaruhi lima faktor yaitu, usia, usia menarche, pendidikan, pemahaman informasi yang didapat dan sumber informasi.
Berdasarkan hasil penelitian diharapkan remaja lebih memahami informasi tentang dampak penggunaan produk feminine daily care, agar terciptanya perilaku yang baik.
Kata Kunci: Perilaku, Remaja, Pemakaian Produk Feminine Daily Care
 
ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT (Studi di Rumah Sakit Panti Nirmala dan Rumah Sakit Militer di Malang)
Rumah Sakit Panti Nirmala merupakan salah satu Rumah Sakit Swasta di Malang, adalah Rumah Sakit yang sudah terakreditasi , melayani semua lapisan masyarakat yang memerlukan jasa pelayanan Rumah Sakit. Sedangkan Rumah Sakit Militer merupakan satu-satunya rumah sakit militer di Malang sudah terakreditasi , adalah Rumah Sakit, disamping melayani Militer juga melayani masyarakat umum.
Terdapat banyak kesamaan karakteristik maupun kinerja dari kedua rumah sakit diatas, sehingga ingin diketahui apakah ada perbedaan kepuasan yang diperoleh oleh pelanggan diantara kedua rumah sakit tersebut dengan tolok ukur kualitas pelayanan yang diberikan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor kualitas pelayanan (dimensi keandalan, daya tangkap, kepastian, empati, bukti fisik) terhadap kepuasan pasien rawat inap di Rumah Sakit Panti Nirmala Malang dan Rumah Sakit Militer di Malang. Dan faktor yang paling besar pengaruhnya terhadap kepuasan pasien rawat inap di kedua rumah sakit tersebut serta perbandingan Dimensi Mutu kedua Rumah Sakit.
Penelitian ini menggunakan metode cross sectional. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada pasien rawat inap di kedua rumah sakit. Sebelum kuesioner disebar,dilakukan uji coba kepada 30 orang pasien untuk mengetahui validitas dan reliabilitas dari kuesioner. 200 orang pasien dari kedua rumah sakit dilibatkan dalam penelitian ini. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan teknis statistik regresi dan uji t-test.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh dari kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien di kedua rumah sakit. Namun tingkat kepuasan yang terbentuk ternyata tidak seluruhnya dibentuk dari kelima aspek atau atribut dari dimensi mutu. Untuk RS Panti Nirmala, kepuasan pasien terutama didapat dari kontribusi aspek reliability dan empathy. Sedangkan bagi RS Militer, kepuasan pasien didapat dari kontribusi aspek tangible, empathy dan responsibility. Selain itu, terdapat kemiripan karakterestik diantara pasien rawat inap dikedua Rumah Sakit. Kemiripan tersebut dalam hal karakteristik umur, tingkat pendidikan, dan pekerjaan. Kemiripan karakterestik responden ini berdampak kepada kemiripan persepsi dari responden tersebut dalam menilai pelayanan Rawat inap dari kedua Rumah Sakit, hal ini dapat dilihat dari kesamaan persepsi terhadap variabel tangible, reliability, assurance, emphaty dan responsibility. Kecuali aspek responsibility kedua Rumah Sakit memiliki penilaian yang sama dari responden terhadap aspek Tangible, Reliability, Assurance, dan Emphat
HUBUNGAN POLA PENGOBATAN GAGAL GINJAL KRONIK TERHADAP KEPATUHAN PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI INSTALASI HEMODIALISA RUMAH SAKIT “X” MALANG
Chronic Kidney Disease (CKD) atau penyakit ginjal kronik (PGK) didefinisikan sebagai abnormalitas struktur dan fungsi ginjal yang terjadi > 3 bulan yang berimplikasi pada kesehatan. Data di Indonesia menunjukkan bahwa pada tahun 2014 jumlah pasien gagal ginjal terminal yang menjalani hemodialisis mengalami peningkatan sejumlah 28,882 dibandingkan pada tahun 2010 sejumlah 14,833 (Persatuan Nefrologi Indonesia, 2014). Tujuan penelitian ini memperoleh data pola pengobatan pasien hemodialisa terhadap kepatuhan minum obat di Rumah Sakit “X”Malang. Penelitian ini bersifat observasional berdasarkan hasil kuesioner pasien penyakit ginjal kronik di Instalasi Hemodialisa Rumah Sakit “X” Malang pada bulan April – September tahun 2019. Metode yang digunakan adalah korelatif untuk mengatahui Hubungan Pola Pengobatan Gagal Ginjal Kronik Terhadap Kepatuhan Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di Instalasi Hemodialisa. Instrumen penelitian berupa lembar pengambilan data dan kuesioner Morisky Medication Adherence (MMAS-8). Data akan dianalisis dan di dskripsikan berdasarkan kriteria MMAS-8. Berdasarkan hasil uji Chi-square jumlah obat yang diterima responden dengan kepatuhan minum obat responden didapatkan (p=0.02) hal ini menunjukan terdapat hubungan jumlah obat terhadap kepatuhan