Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti
Not a member yet
    192 research outputs found

    Pemanfaatan Ekstrak Buah Bit Merah (Beta vulgaris) sebagai Sensor Anion

    Get PDF
    Pendahuluan: Keberadaan senyawa beracun terdiri dari ion-ion senyawa anorganik yang dapat mengontaminasi lingkungan dan sangat berbahaya bagi kehidupan perairan dan kesehatanmanusia. Senyawa betalain yang berasal dari ekstrak buah bit merah (Beta vulgaris) adalah contoh dari senyawa kimia yang diprediksi memiliki sifat sebagai senyawa sensor terhadap nion beracun. Metode: Buah bit merah diekstraksi dengan metode maserasi menggunakanpelarut etanol. Ekstrak etanol buah bit diujikan terhadap larutan anion NO3-, SO42-, CN- dan Cl dengan konsentrasi 1.000 ppm dan 10.000 ppm. Hasil: Hasil pengujian ekstrak buah bit merah sebagai sensor anion pada konsentrasi 10.000 ppm, didapatkan perubahan warna menjadi ungu pada larutan ion CN-. Berdasarkan hasil analisis spektrofotometer UV-Visible diketahui bahwa larutan ion CN- yang ditambahkan ekstrak buah bit merah menunjukkan nilai λmaks 575 nm, sedangkan ekstrak buah bit merah menunjukkan nilai λmaks 525 nm. Sedangkan untuk hasil pengujian anion yang lain tidak menunjukkan perubahan warna yang berbeda dibandingkandengan ekstrak buah bit merah. Kesimpulan: Ekstrak buah bit merah dapat digunakan untuk mendeteksi kandungan anion CN- pada konsetrasi 10.000 ppm. Kata kunci: Beta vulgaris, bit merah, sensor anoin, spektrofotometer UV-Visible

    Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku tentang Pola Hidup Sehat dan Pengaruhnya Terhadap Status Kesehatan Mahasiswa S1 Taruna Angkatan 1 Setelah Satu Tahun Pendidikan

    Get PDF
    Introduction: The admission of undergraduate students from the Defense University (IDU) has been running for one year. The student cadets have undergone a period of lecture education and are provided with lodging facilities accompanied by physical health training including regular exercise and providing good nutrition. Researchers want to measure the knowledge, attitudes, and behavior of Military Medical Faculty Indonesian Defense University Republics of Indonesia’’s cadets on 1st Grade, after one year of education to determine the knowledge of the attitudes and behavior of Military Medical Faculty Indonesian Defense University Republics of Indonesia’s cadets after 1 year of study about healthy living. This research is were descriptive-analytic study with cross-sectional design. Methods: The research used a quantitative design method with the instrument of a questionnaire about knowledge and attitude using google form. Results: The result of this study were knowledge of healthy lifestyle among student were 85%, healthy lifestyle attitude was 95%, and healthy behavior was 72%. Hypothesis testing with chi-square obtained a p-value of 0.005. This shows that there is a relationship between the level of knowledge about a healthy lifestyle with a healthy lifestyle behavior. The results of this study are expected to produce outputs in the form of input for making policies in the military education held by TNI and the Ministry of Defense of the Republic of Indonesia. Conclusion: This research can also be used to continue to improve the educational process of the Indonesian Defense University undergraduate student cadets in the future.Pendahuluan : Penerimaan mahasiswa program sarjana dari Universitas Pertahanan (Unhan) sudah berjalan selama satu tahun. Para mahasiswa taruna telah menjalani masa pendidikan perkuliahan dan diberikan fasilitas penginapan yang disertai dengan pelatihan kesehatan jasmani termasuk olahraga teratur dan pemberian nutrisi yang baik. Peneliti ingin mengukur pengetahuan, sikap, dan perilaku taruna FK Unhan kelas 1 setelah menempuh pendidikan selama satu tahun untuk mengetahui pengetahuan sikap dan perilaku taruna FK Unhan. Taruna Republik Indonesia setelah 1 tahun belajar tentang hidup sehat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Metode : Penelitian ini menggunakan metode desain kuantitatif dengan instrumen angket pengetahuan dan sikap menggunakan google form. Hasil: Hasil penelitian ini adalah pengetahuan tentang pola hidup sehat pada mahasiswa sebesar 85%, sikap hidup sehat sebesar 95%, dan perilaku hidup sehat sebesar 72%. Pengujian hipotesis dengan chi square diperoleh nilai p value sebesar 0,005. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan tentang pola hidup sehat dengan perilaku hidup sehat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan output berupa masukan untuk pengambilan kebijakan di bidang pendidikan militer yang diselenggarakan oleh TNI dan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. Kesimpulan : Penelitian ini juga dapat digunakan untuk terus meningkatkan proses pendidikan taruna mahasiswa sarjana Unhan di masa yang akan datang

    Coding, Karakteristik Relationship of the Characteristics of Coding Officers to Accuracy of the Coding of Diagnoses in the Kartika Husada Donomulyo Clinic

    No full text
    Pendahuluan: Dewasa ini kebutuhan pelayanan rekam medis wajib diselenggarakan sebagai bukti proses pelayanan yang diberikan pada pasien. Nakes yang bertanggung jawab dalam kegiatan pengkodean merupakan petugas rekam medis yang mendapatkan jobdisk sebagai petugas coding. Pelaksanaan pengkodean diagnosis harus lengkap dan akurat sesuai dengan arahan ICD-10. Pelaksanaan kodefikasi diagnosis harus jelas, benar, lengkap dan akurat sesuai dengan arahan ICD-10. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik petugas coding terhadap ketepatan pengkodean diagnosis. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Variable penelitian ini yaitu karakteristik petugas dan ketepatan pengkodean diagnosis, sampel dalam penelitian seluruh petugas rekam medis yang ada di Klinik Kartika Husada Donomulyo. Hasil: Hasil yang diperoleh yaitu nilai p value = 0,046, sehingga p value 0,046 < nilai α = 0,05 diartikan H1 diterima yang menghasilkan adanya hubungan antara karakteristik petugas dengan ketepatan coding di Klinik Kartika Husada Donomulyo. Kesimpulan: Karakteristik individu masing-masing yang terdiri dari umur, jenis kelamin, pendidikan, masa kerja, dan status kepegawaian mempengaruhi ketepatan pengkodean diagnosis di Klinik Kartika Husada Donomulyo.Introduction: Nowadays, the need for medical record services must be held as evidence of the process of services provided to patients. Health worker who is responsible for coding activities is a medical record officer who gets a jobdisk as a coding officer. Implementation of the diagnosis coding must be complete and accurate in accordance with the icd-10 directives. The purpose of this study is to determine the relationship of the characteristics of coding officers to the accuracy of coding diagnoses. Methods: Quantitative research method with cross sectional approach. Variables in this study are the characteristics of the officers and the accuracy of the diagnosis coding, samples in the study of all medical record officers at the Kartika Husada Donomulyo Clinic. Results: The result obtained is a p value = 0.046, so that a p value of 0.046 < a value of α = 0.05 is interpreted as H1 received which results in a relationship between the characteristics of officers and accuracy of coding at the Kartika Husada Donomulyo Clinic. Conclusion: Individual characteristics of each consisting of age, gender, education, length of service, and staffing status affect the accuracy of the encoding of the diagnosis at the Kartika Husada Donomulyo Clinic

    Kecanduan Gadget di Masa Pandemi covid-19 pada Siswa Kelas XII MIPA SMAN 1 Sutojayan Kabupaten Blitar

    Get PDF
    Adanya pandemi Covid-19 menuntut adanya pembelajaran secara daring dengan menggunakan gadget ternyata menimbulkan dampak negatif yaitu siswa terstimulasi mengakses aplikasi lain sehingga  meningkatkan kenyamanan dan kemampuan eksplorasi siswa pada penggunaan internet. Hal ini meningkatkan resiko kecanduan pada siswa. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat kecanduan gadget di masa pandemi Covid-19 pada siswa kelas XII MIPA SMAN 1 Sutojayan Kabupaten  Blitar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasinya seluruh siswa kelas XII MIPA SMAN 1 Sutojayan Kabupaten Blitar dengan total 176 orang. Jumlah sampel 122 responden, dengan teknik sampling proportional random sampling. Variabel yang diteliti adalah tingkat kecanduan gadget di masa pandemi Covid-19. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner SAS (Smartphone Addiction Scale). Analisa data menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berada pada tingkat kecanduan sedang yaitu 93 responden (75%), sebagian kecil berada pada kategori kecanduan berat dan ringan yaitu 23 responden (20%) dan 6 responden (5%). Hasil penelitian itu dimungkinkan karena adanya sarana dan prasana yang disediakan orang tua di rumah, untuk mencari informasi,mengerjakan tugas, bermain game dan menonton vidio/film/vlog. Oleh karena itu, pemberian konseling kepada orang tua dan siswa tentang cara bijak penggunaan gadget serta kontrol diri dan selektivitas dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Pembinaan dan pengawasan orang tua sangat dibutuhkan untuk menurunkan resiko kecanduan pada siswa

    ANALGESIC EFFECTIVENESS TEST OF COMBINATION EXTRACT GINGER (Zingiberaceae officinale) AND FENCE DISTANCE (Jatropha curcas) IN Mice (Mus Musculu

    No full text
    Nyeri pada dasarnya merupakan suatu reaksi fisiologis berupa reaksi protektif tubuh sebagai mekanisme untuk menghindari stimulus yang membahayakan bagi tubuh. Masyarakat saat ini menggunakan herbal sebagai pelengkap pengobatan primer yang diterima. Jahe merupakan tanaman rimpang yang memiliki banyak khasiat, salah satunya adalah sebagai analgetik dan antiinflamasi. Jarak pagar memiliki aktivitas farmakologi diantaranya melancarkan peredaran darah, menghilangkan bengkak, menghentikan pendarahan, dan menghilangkan gatal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbandingan efek analgesik ekstrak kombinasi jahe dan jarak pagar dengan paracetamol. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan kelompok perlakuan paracetamol dan kombinasi jahe dan jarak pagar. Pada penilitian ini menggunakan lima kelompokkontrol positif, control negative, dan kelompok perlakuan yaitu kelompok diberi ekstrak kombinasi jahe dan jarak pagar dengan 3 dosis berbeda yaitu 16 mg/ 20gr BB, 32 mg/20gr BB, 48 mg/20gr BB. Efek analgesik dilihat dengan menghitung jingkatan mencit dalam 5 menit, berupa mengangkat kedua kaki depannya atau meloncat ke atas setelah diberi induksi asam asetat 1%.Hasil pengamatan menunjukkan kandungan senyawa kimia pada ekstrak kombinasi jahe dan jarak pagar terbukti memiliki efek analgesik dibanding dengan kelompok kontrol. Kata kunci: Analgesik, Paracetamol, Jahe, Jarak pagarPain in fact is a physiological reaction in the form of a protective reaction by the body for the body to avoid possible stimuli. Today's society uses herbs as a complement to accepted primary medicine. Ginger is a rhizome plant that has many benefits, one of which is as an analgesic and anti-inflammatory. Jatropha has pharmacological activities, such as bleeding, relieving swelling, and relieving itching. This study aims to compare the analgesic effect of the combination extract of ginger and jatropha with paracetamol. This research is an experimental study with a paracetamol treatment group and a combination of ginger and jatropha. This study used five positive control groups, negative control groups, and a treatment group, namely the combination of ginger and jatropha extract groups with 3 different doses, namely 16 mg / 20gr BW, 32 mg / 20gr BW, 48 mg / 20gr BW. Analgesic effect is seen by counting the distance in 5 minutes, in the form of both legs exercising or jumping up after being given 1% acetic acid induction. The results showed that the chemical compounds in the combination extract of ginger and jatropha proved to have an analgesic effect with the control group. Key words: Analgesics, Paracetamol, Zingiberaceae officinale, Jatropha curcas

    Gambaran Kemampuan Keluarga dalam Pemenuhan Personal Hygiene pada Pasien Gangguan Jiwa di Desa Bantur Kecamatan Bantur Malang

    Get PDF
    Introduksi Kesehatan jiwa adalah kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual, emosional secara optimal dari seseorang dan perkembangan ini berjalan selaras dengan orang lain Perawatan pasien dengan gangguan jiwa di masyarakat tidak hanya di tentukan oleh factor petugas kesehatan tetapi juga melibatkan keluarga sebagai orang paling dekat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kemampuan keluarga dalam pemenuhan personal hygiene pada pasien gangguan jiwa di desa Bantur Kecamatan Kecamatan Bantur Malang. Desain dalam penelitian ini adalah deskriptif. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling yaitu sejumlah 25 orang. Variabel yang diukur pada penelitian ini adalah kemampuan keluarga dalam pemenuhan personal hygiene. Hasil Penelitian menunjukkan sebagian besar keluarga pasien memiliki kemampuan keluarga yang cukup yaitu sejumlah 16 orang (64%) dan sebagian kecil keluarga pasien yang memiliki kemampuan keluarga baik sejumlah 2 orang (8%). Diskusi Hal ini dapat dipengaruhi oleh umur, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan, dan posisi dalam keluarga. Selain itu diperlukan juga pemahaman, kerja sama dan motivasi dalam keluarga. Kesimpulan Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kemampuan keluarga dalam pemenuhan personal hygiene pasien gangguan jiwa sebagian besar memiliki kemampuan keluarga cukup sejumlah 16 orang dengan presentase 64%

    MENGATASI NYERI TRIGEMINAL NEURALGIA DENGAN AKUPUNKTUR DI KLINIK AKUPUNKTUR MANDIRI “E” MALANG

    Get PDF
    Nyeri trigeminal neuralgia dirasakan sebagai sensasi sakit di wajah yang datang secara tiba-tiba dan menyebar ke area rahang, pipi dan dahi. Terapi farmakologis medis dan bedah yang ada cukup efektif dalam banyak kasus, tetapi untuk sejumlah besar pasien kurang memuaskan bahkan gagal memberikan perbaikan. Tindakan lanjutan berupa operasi sering terjadi komplikasi dan kambuhan berulang. Terapi akupunktur telah lama memiliki reputasi dalam membantu berbagai sindrom nyeri dan dilaporkan efektif untuk kasus nyeri trigeminal neuralgia. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh terapi akupunktur terhadap intensitas nyeri pasien trigeminal neuralgia di klinik akupunktur mandiri “E” Malang. Metode. Penelitian ini menggunakan desain Pre-Experimental Design dengan Pre-Test and Post-Test Design. Semua pasien trigeminal neuralgia yang datang berobat ke Klinik Akupunktur Mandiri “E” Malang pada tanggal 1-30 April 2019 sebanyak 10 orang dijadikan sebagai sampel. Pengukuran nyeri penggunakan skala nyeri Bourbanis. Teknik analisis data menggunakan uji Tanda Wilcoxon. Hasil. Terbukti signifikan ada pengaruh terapi akupunktur terhadap intensitas nyeri pasien trigeminal neuralgia di klinik akupunktur mandiri ”E” Malang. Diskusi. Memasukkan jarum akupunktur ke titik akupunktur menghasilkan sensasi de-qi, yang dapat menggairahkan semua serat aferen dari jaringan otot. Keuntungan akupunktur dibandingkan tindakan obat dan bedah adalah tidak ada risiko reaksi alergi yang mengancam jiwa dan tanpa komplikasi. Kesimpulan. Dari hasil di atas dapat dinyatakan bahwa terapi dengan jarum akupunktur dapat mengatasi nyeri trigeminal neuralgia dengan aman

    PERBEDAAN PENURUNAN INTENSITAS NYERI PADA PASIEN INPARTU KALA I FASE AKTIF DENGAN TEKNIK EFFLEURAGE DAN TEKNIK AKUPRESUR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIDOREJO KABUPATEN KEDIRI

    No full text
    Pendahuluan: Nyeri persalinan adalah suatu perasaan tidak nyaman berkaitan dengan adanya kontraksi uterus, dilatasi dan effacement serviks, penurunan presentasi, peregangan vagina dan perineum yang berakhir dikala IV persalinan. Nyeri persalinan yang tidak ditangani secara adekuat menyebabkan ketidaknyamanan ibu dan akan mempengaruhi proses persalinan. Ada beberapa cara menanggulangi nyeri persalinan yaitu dengan teknik effluerage dan teknik akupresur. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan penurunan intensitas nyeri pada pasien inpartu kala I fase aktif dengan teknik effluerage dan teknik akupresur di Wilayah Kerja Puskesmas Sidorejo Kabupaten Kediri. Metode: Penelitian quasy eksperimental dengan rancangan two group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh pasien inpartu kala I fase aktif di Wilayah Kerja Puskesmas Sidorejo Kabupaten Kediri. Sampel penelitian ini adalah 24 responden yang dipilih secara accidental sampling. Analisis data menggunakan dependent t-test dan independent t-test serta menggunakan alat ukur berupa lembar observasi skala nyeri menurut Bourbanis. Hasil: Ada perbedaan yang signifikan penurunan intensitas nyeri pada pasien inpartu kala I fase aktif antara yang dilakukan teknik effluerage dan teknik akupresur dengan nilai p-value 0,008 < a (0,05). Dari kedua teknik tersebut yang lebih efektif dalam mengurangi nyeri pada pasien inpartu kala I fase aktif adalah teknik akupresur dengan hasil nilai mean 2,50 lebih besar daripada mean teknik effluerage 1,42. Kesimpulan: Memberikan rekomendasi kepada bidan/perawat agar dapat membantu memenuhi kebutuhan ibu akan rasa nyaman dalam pengontrolan nyeri saat memberikan pertolongan persalinan. Kata kunci: Teknik Effluerage dan Teknik Akupresur, Intensitas Nyeri, Pasien Inpartu Kala I Fase AktifIntroduction: Labor pain is an uncomfortable feeling associated with uterine contractions, dilation and effacement of the cervix, decreased presentation, vaginal stretching and perineum ending during IV delivery. Pain of childbirth that is not handled adequately causes maternal discomfort and will affect the labor process. There are several ways to overcome labor pain, namely with effluerage techniques and acupressure techniques. The purpose of this study is  to know the difference in the decrease in pain intensityin inpartu patients when I active phase with effluerage techniques and acupressure techniques in the Working Area of Puskesmas Sidorejo Kediri Regency. Method:  Experimental quasy research with two group pretest-posttest design design. The population in this study is all inpartu patients during the active phase I in the Working Area of Sidorejo Health Center, Kediri Regency. The sample of this study was 24 respondents who were selected by accidental sampling. Data analysis using dependent t-test and independent t-test and using measuring instruments in the form of pain scale observation sheets according to Bourbanis. Result:  There was a significant decrease in pain intensity in inpartu patients when I was active phase between the effluerage technique and acupressure technique with a p-value value of 0.008 < a (0.05). Of the two techniques that are more effective in reducing pain in inpartu patients when I active phase is an acupressure technique with a mean value of 2.50 greater than the mean of effluerage technique 1.42. Conclusion:  Provide recommendations to midwives / nurses in order to help meet the mother's need for comfort in controlling pain when providing maternity assistance. Keywords: Effluerage Techniques and Acupressure Techniques, Pain Intensity, Inpartu Patients During Active Phase

    DESCRIPTION OF IMPLEMENTATION OF PHARMACEUTICAL SERVICES STANDARDS IN ARJASA PHARMACY MALANG CITY

    Get PDF
    Standar pelayanan kefarmasian di apotek merupakan dasar dalam pelayanan di apotek dan sebagai tolak ukur yang dipergunakan sebagai pedoman bagi tenaga kefarmasian dalam  menyelenggarakan pelayanan kefarmasian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian pelaksanaan standar pelayanan kefarmasian di apotek berdasarkan Permenkes No.73 tahun 2016 di apotek Arjasa Malang. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan jenis penelitian deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh apoteker pengelola apotek Arjasa Malang dan sampel pada penelitian ini adalah apoteker pengelola apotek sebanyak 2 apoteker yang bersedia menjadi responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang berisi 39 pernyataan. Berdasarkan  hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan sampel penelitian sejumlah 2 apoteker. Hal ini berdasarkan petunjuk dari Direktur Apotek Arjasa Malang, apotek yang digunakan sebagai tempat penelitian adalah Apotek Arjasa 1 dan 2 dan yang beralamatkan di Karangploso dan Blimbing. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kesesuaian pelaksanaan pelayanan kefarmasian dengan Permenkes No. 73 tahun 2016 diperoleh prosentase sebesar 95,24% untuk bidang pengelolaan sediaan kefarmasian, sebesar 100% untuk pelayanan farmasi klinik.Pharmaceutical service standards in pharmacies are the basis for services in pharmacies and as benchmarks that are used as guidelines for pharmaceutical personnel in carrying out pharmaceutical services. This study aims to determine the suitability of the implementation of pharmaceutical service standards in pharmacies based on Permenkes No.73 of 2016 at Arjasa Pharmacy in Malang. This research is a non-experimental research with descriptive research type. The population in this study were all pharmacists managing the Arjasa pharmacy and the sample in this study were 7 pharmacists who were willing to become respondents. The data was collected by using a questionnaire containing 39 statements. The questionnaire was filled in by the respondent, namely the pharmacist who manages the Arjasa Pharmacy in Malang. Based on the results of the research that has been done. This is based on instructions from the Director of Arjasa Pharmacy, the pharmacy that is used as a place of research is Arjasa pharmacy 1 and 2 and which are addressed in Karangploso and Blimbing. The results of research can be concluded that the suitability of the implementation of pharmaceutical services with Health Ministry Rules of Republic Indonesia Number 73 of 2016 obtained a percentage of 95.24% in the field of pharmaceutical preparation management, 100% for clinical pharmacy services

    Analisis Faktor Ibu Yang Mempengaruhi Pencapaian Peran Ibu Primipara di BPM A Kota Malang

    Get PDF
    Menerima peran baru bagi sebagaian orang memang menyenangkan, namun dibalik perasaan senang ada berbagai hal-hal yang harus dipersiapkan dan banyak tugas yang wajib dilakukan, terutama menerima peran sebagai ibu . Perkembangan identitas peran ibu sangat dipengaruh oleh kondisi psikologis dan perilaku ibu dan bayi, sehingga pada ibu post partum primipara sangat dibutuhkan adanya dukungan dari keluarga dan petugas kesehatan untuk mengadaptasikan pada kondisi peran baru tersebut

    127

    full texts

    192

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇