Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti
Not a member yet
192 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG KEJANG DEMAM DENGAN PENANGANANNYA
Abstrak
Latarbelakang, Kejang Demam adalah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rektal lebih dari 380C) yang disebabkan oleh suatu proses ekstrakranium (Soetromenggolo, 2000:245). Penanganannya
meliputi 3 hal, yaitu pengobatan fase akut, mencari dan mengobati penyebab, pengobatan profilaksis terhadap berulangnya kejang demam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan perawat tentang kejang demam dengan penanganannya. Metode penelitian, desain penelitian ini menggunakan metode korelatif. Metode sampling yang digunakan adalah total sampling. Variable independent dalam penelitian ini pengetahuan tentang kejang demam, sedangkan variabel dependen penanganan kejang demam. Sampel yang diambil
berjumlah 12 responden yaitu Perawat Paviliun Nusa Indah Rumah Sakit Militer Malang. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 10 April–07 Mei 2015. Metode pengumpulan dalam penelitian ini menggunakan kuisioner tertutup untuk variable independent dan observasi langsung kepada perawat yang memberikan penanganan kepada pasien kejang demam yang dijumpai oleh peneliti pada saat itu juga untuk variabel dependen. Setelah ditabulasi, data dianalisa menggunakan Uji Rank Spearman dengan tingkat kemaknaan 5%. Hasil penelitian terdapat hubungan yang
bermakna antara pengetahuan tentang kejang demam dengan penanganannya di Paviliun Nusa Indah Rumah Sakit Militer Malang, dengan hasil nilai rho () hitung (0,808) > rho() tabel (0,591). Kesimpulan, Berdasarkan hasil penelitian agar keterkaitan hubungan antara pengetahuan dan penaganan kejang demam agar lebih bermakna, maka pihak RS hendaknya memberi kesempatan perawat untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan.
Kata Kunci: pengetahuan perawat, kejang demam
Abstract
Introduction, febril convulsion are convulsions that occur in the increase in body temperature (a rectal temperature of more than 380C) which is caused by a process ekstrakranium (Soetromenggolo, 2000:245).
Treatment includes three things, namely the treatment of the acute phase, find and treat the cause, prophylactic treatment against the recurrence of febris convulsions. This study aims to determine the relationship between
nurse’s knowledge about the treatment of febris convulsions. Methode ,this study design using correlative method. The sampling method used was total sampling. The independent variable in this study knowledge of febris convulsions, while the dependent variable is of febris convulsions.Samples taken amounted to 12 respondents, Nurse Pavilion Nusa Indah Malang Military Hospital. Data collection is done on 10 April–07 May 2015. The collection method in this research using questionnaires closed for the independent variable and direct observation to the nurses who provide treatment to patients with febris convulsions that were found by investigators at the time also for the dependent variable. Once tabulated, the data were analyzed using Spearman Rank test with significant level of 5%. Results are a significant relationship between knowledge of febris convulsions to the treatment in the pavilion Nusa Indah Malang Military Hospital, with the result rho values calculated (0.808)> rho table (0.591).
Discussion, Based on the results of research in order to link the relationship between knowledge and febris convulsions order to be meaningful, then the hospital should allow nurses to develop their knowledge and skills.
Keywords: knowledge of nurses, febris convulsion
HUBUNGAN PENGETAHUAN REMAJA PEROKOK TENTANG ROKOK DENGAN PERILAKU MEROKOK DI SMA N 01 SINGOSARI, MALANG
Abstrak
Selama abad 20 ini merokok nampaknya sudah tidak menjadi sesuatu yang aneh lagi. Aktivitas merokok tidak hanya didominasi oleh laki-laki saja, bahkan merambah pada wanita dan remaja. Kita tahu bahwa masa remaja adalah masa transisi antara masa anak dan dewasa. Karakter mencari jati diri yang mendorong remaja untuk mencoba sesuatu yang baru. Dengan cara berinteraksi dengan kelompok sampai melakukan aktivitas bersama kelompoknya. Merokok dapat menjadi sebuah cara bagi para remaja agar mereka tampak bebas dan dewasa saat mereka menyesuaikan diri dengan teman sebaya yang merokok. Desain penelitian ini menggunakan desain penelitian Deskriptif Korelasional dengan tujuan mencari hubungan antara pengetahuan remaja perokok tentang rokok dengan perilaku merokok. Terdiri dari 2 variabel yaitu variabel pengetahuan remaja tentang rokok dan perilaku merokok. Populasinya adalah semua siswa laki-laki yang merokok yang berjumlah 36 orang. Metode sampling yang digunakan adalah Total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 36 orang yaitu semua siswa laki-laki yang merokok di SMA N 01 Singosari, pada bulan Februari 2009. Data dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan kuisioner dan checklist. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Remaja yang mempunyai pengetahuan cukup baik tentang rokok, mempunyai perilaku perokok ringan sebanyak 11 responden (64,7%). Dengan adanya hasil penelitian ini diharapkan perlu adanya pemberian bimbingan pada remaja perokok tentang rokok terutama tentang kerugian merokok.
Kata Kunci: pengetahuan, remaja perokok, perilaku meroko
SENAM YOPHYTTA DALAM UPAYA PERBAIKAN INSOMNIA, KELELAHAN DAN TEKANAN DARAH PADA IBU HAMIL BERBASIS TEORI ROY Yophytta Exercise Improvement Efforts In Insomnia, Fatigue And Blood Pressure Of Pregnant Women Based On The Roy’s Theory
ABSTRAK
Latarbelakang: kehamilan banyak dihubungkan dengan perubahan psikologis dan psikososial. Berbagai perubahan yang dialami oleh ibu hamil seperti gangguan tidur dan kelelahan banyak menjadi keluhan dari ibu hamil. Resiko lain yang sering dialami oleh ibu hamil adalah peningkatan tekanan darah, terutama pada trimester III. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh senam yophytta terhadap insomnia, kelelahan dan tekanan darah ibu hamil berbasis teori Roy.Metode; penelitian ini menggunakan metode pre eksperimental dengan pre post test design. Subyek penelitian menggunakan 9 wanita hamil dan program latihan senam yophytta ini dilaksanakan selama 1 bulan, subyek penelitian akan mendapat pre test dan post test, instrument penelitian yang digunakan adalah kuesioner KSPBJ-IRS for CFQ untuk pengukuran insomnia dan kelelahan, kemudian subyek akan dilakukan pemeriksaan kadar kortisol dan pengukuran tekanan darah. Hasil dan Analisis: hasil penelitian menunjukan hasil yang signifikan antara insomnia dan kelelahan dengan nilai 0,008, nilai untuk kadar kortisol 0,019, untuk nilai tekanan darah systole dan diastole adalah 0,006 dan 0,004. Dimana signifikansi nilai beda antara insomnia, kelelahan dan tekanan darah sebelum dan sesudah perlakukan. Kesimpulan dan saran: senam yophytta merupakan salah satu latihan pada wanita hamil sebagai bentuk respon adaptasi atau sebuah koping mekanisme untuk menghadapi masalah/keluhan selama kehamilan. Terutama pada trimester III yaitu insomnia dan kelelahan serta mencegah hipertensi pada kehamilan atau pre eklamsia/eklamsia. Senam yophytta dapat mengurangi insomnia, kelelahan dan stabilisasi tekanan darah pada wanita hamil
Kata Kunci: Senam Yophytta, Insomnia, Kelelahan, Kadar Kortisol , Tekanan darah, Kehamila
AKUPUNKTUR PADA RHINITIS ALERGI DENGAN MENGGUNAKAN METODE JIN’S THREE NEEDLES
ABSTRAK
Rhinitis Alergi adalah reaksi hipersensitivitas pada saluran pernafasan yang menimbulkan peradangan pada selaput lendir hidung. Penanganan rhinitis alergi yang menggunakan obat-obatan masih menyisakan dampak negatif cukup banyak. Oleh karena itu pengobatan melalui akupunktur metode Jin’s 3 Needles menjadi pilhan tepat. Sebagai penelitian pendahuluan, desain pre-experimental design dengan pretest-posttest design dipilih dalam perancangan penelitian ini. Sebanyak 5 responden dipilih peneliti dengan menggunakan teknik Aksidental Sampling. Terapi akupunktur dilakukan di Prodi Akupunktur RS Tk. II dr. Soepraoen Malang selama 2 minggu. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dengan check list keluhan responden dan lembar observasi keluhan responden. Data yang terkumpul diolah menggunakan Statistik Deskriptif Persentase. Variabel independent pada penelitian ini adalah terapi Akupunktur pada titik Ying Xiang (LI20), Shang Ying Xiang alias Bi Tong (Ex. HN 8), dan Yin Tang (Ex. HN 3), sedangkan variabel dependentnya adalah Rhinitis Alergi yang datanya diangkakan dalam daftar keluhan responden. yang berarti bahwa ada perbedaan antara keluhan awal dengan keluhan akhir setelah diterapi akupunktur sebanyak 6 kali terapi. Jadi, metode Jin’s Three Needles bermanfaat untuk mengurangi keluhan Rhinitis Alergi.
Kata Kunci : Akupunktur, Jin’s 3 Needles, Rhinitis Alerg
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI RUMAH SAKIT BANTUAN LAWANG
ABSTRAK
Pendahuluan:;Ketuban Pecah Dini (KPD) merupakan masalah yang dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas perinatal serta menyebabkan infeksi pada ibu. Penting mengidentifikasi resiko yang menyebabkan KPD pada ibu hamil sejak dini agar dapat dilakukan upaya antisipasi dan mencegah terjadinya KPD. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian ketuban pecah dini pada ibu hamil trimester III. Metode: Desain penelitian ini menggunakan desain deskriptif, populasinya adalah ibu hamil trimester III dengan KPD, penentuan jumlah sampel menggunakan tehnik accidental sampling dengan sampel sebanyak 13 ibu hamil trimester III. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan pada tanggal 18 Mei 2015 sampai 14 Juni 2015 di RS Ban Lawang. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner.
Hasil dan analisis: hasil penelitian dianalisis secara deskriptif dengan presentase dan hasil menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya KPD pada ibu hamil trimester III di RS Ban Lawang yang paling banyak faktor infeksi (18.96%), faktor trauma (18.22%), faktor riwayat KPD yang lalu (15.99%), faktor sosial ekonomi (15.24%), faktor usia (12.27%), faktor paritas (9.67%), dan yang terakhir faktor gemeli dan malpresentasi (4.83%).
Diskusi:berdasarkan hasil diatas dapat disimpulkan bahwa faktor yang paling berpengaruh adalah faktor infeksi yang mempengaruhi kejadian KPD pada ibu hamil trimester III di RS Ban Lawang.
Kata Kunci : faktor, ketuban pecah dini, ibu hamil, trimester III
ABSTRACT
Introduction: Premature rupture of membranes (PROM) is a problem that can improve perinatal morbidity and mortality and cause an infection in the mother. Important identified risks that cause KPD in pregnant women early in order to do an effort to anticipate and prevent the KPD. This study aims to identify the factors that influence the incidence of premature rupture of the third trimester pregnant women.
Methode:This study design using a descriptive design, its population was third trimester pregnant women with PROM, determination of the number of samples using the technique accidental sampling with a sample of 13 third trimester pregnant women. Implementation of this research was conducted on May 18, 2015 until June 14, 2015 in RS Ban Lawang. Data collection method used is by filling out the questionnaire.
Result and analysis: The results of this study indicate that factors that influence the occurrence of KPD in third trimester pregnant women in RS Ban Lawang most factors of infection (18.96%), factor trauma (18:22%), factors history KPD ago (15.99%), social factors economy (15:24%), the age factor (12:27%), parity factor (9.67%), and the latter factor gemeli and malpresentation (4.83%).
Discussion: It concluded that the most influential factor is the factors that affect the incidence KPD infection in pregnant women in the third trimester RS Ban Lawang.
Keywords: Factors Affecting Premature Rupture Membrane
PENGEMBANGAN DESAIN PENDIDIKAN KESEHATAN JIWA KOMUNITAS PADA ANAK USIA TODDLER MELALUI VIDEO PEMBELAJARAN
ABSTRAK
Pendahuluan Keperawatan jiwa komunitas adalah pelayanan keperawatan yang komprehensif yang berfokus pada masyarakat yang sehat jiwa, rentan terhadap stress (resiko gangguan jiwa), dan dalam tahap pemulihan serta pencegahan kekambuhan (gangguan jiwa). Aktivitas pada pencegahan primer adalah kunjungan rumah untuk memberikan pendidikan kesehatan tentang perkembangan anak sesuai usia. Tujuan pemanfaatan media dalam proses pembelajaran adalah mengefektifkan dan mengefisienkan proses pembelajaran. Metode Desain yang digunakan dalam artikel ini adalah desain produk berupa media pembelajaran. Alat-alat yang digunakan dalam pembuatan video adalah alat pengeras suara microphone dan alat rekam handycam Sony Tipe DCR-SR65 dengan resolusi kamera 4MP. Cara penggunaannya tinggal menekan tombol Rec dan kita arahkan ke objek. Selanjutnya scene yang diperoleh diolah menggunakan software camtasia studio8. Hasil didapatkan sejak di unggah pada tanggal 23 Desember 2014 telah tayang sebanyak 84 kali, disukai oleh 27 orang, dan tidak satupun viewer yang tidak menyukai. Diskusi Dari 84 kali penayangan menunjukkan bahwa penggunaan media video dalam pembelajaran paling tidak sampai saat ini masih cukup diminati oleh kalangan masyarakat. Terbukti dengan hampir seluruh komentar sebanyak 8 orang mengatakan”video ini menarik dan cocok untuk orang awam”.Untuk itu diperlukan pengembangan lebih lanjut penggunaan video pembelajaran karena sesuai untuk mengahadapi tantangan pada dunia kesehatan saat ini.
Kata Kunci: kesehatan jiwa komunitas, pendidikan kesehatan, toddler, video pembelajara
LITERATURE REVIEW: INTERVENSI KEPERAWATAN TERKINI UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN TINDAKAN MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN/PENGENDALIAN MALARIA
ABSTRAK
Tujuan: Malaria adalah penyakit infeksius yang sering terjadi di negara tropis – subtropis. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah literatur, artikel dan dokumen hasil penelitian yang mengidentifikasi efektivitas intervensi keperawatan dalam bentuk kegiatan pendidikan/ promosi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan tindakan masyarakat dalam pencegahan/pengendalian malaria. Metode: Penelusuran artikel penelitian di beberapa database mengguna-kan kata kunci tertentu dalam periode tahun 2010-2015. Hasil penelusuran didapatkan 50 artikel menggunakan intervensi keperawatan, hanya 15 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Peneliti menilai 15 artikel tersebut dengan Duffy’s Research Appraisal Checklist Approach dan didapatkan 7 artikel termasuk kategori superior paper sehingga baik untuk dianalisis lebih jauh. Analisis kritis terhadap 7 artikel dilakukan berdasarkan desain, populasi dan sampel, sampling, perlakuan, parameter, temuan dan kesimpulan. Hasil dan pembahasan : Literature review menunjukkan bahwa intervensi keperawatan terkini dalam bentuk kegiatan pendidikan/promosi kesehatan sangat bervariasi dari segi metode, komponen, durasi, individu yang terlibat, spesifisitas dan efektivitasnya. Intervensi keperawatan dimaksud terdiri dari kegiatan pelatihan, kampanye, kursus, workshop, diskusi kelompok fokus, dan praktik mengajar di kelas. Analisis statistik menunjukkan semua metode ini dapat meningkatkan pengetahuan dan tindakan masyarakat dalam pencegahan/ pengendalian malaria secara signifikan. Kesimpulan: Intervensi keperawatan terkini dalam bentuk kegiatan pendidikan/ promosi kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan dan tindakan masyarakat dalam pencegahan/pengendalian malaria secara signifikan.
Kata Kunci: pencegahan malaria, pendidikan kesehatan, promosi kesehatan, pengetahuan, tindakan pencegahan
ABSTRACT
Introduction : Malaria is an infectious disease frequently present in tropical – subtropical country. This study aimed to critically review the literatures, articles, and research related documents measuring the effectiveness of nursing intervention in term of health education/ promotion program for improving public knowledge and preventive actions in malaria prevention. Methodology: Research article searches across multiple major databases using certain keywords were done by period of 2010-2015. Searching results found 50 articles using nursing intervention, there were 15 articles matched to inclusion criteria. Based on Duffy’s Research Appraisal Checklist Approach, 7 articles belong to superior paper category which worth for further analysis. Critical appraisal was done based on design, population & sample, sampling, intervention, parameter, result, and conclusion. Result and Discussion: Literature review showed that recent nursing intervention in term of health education/promotion program were varied based on method, components, duration, parties involved, specificity, and efficacy. Nursing intervention consists of training, campaign, course, workshop, focus group discussion, and classical teaching practices. Result showed that all of those methods could improve public knowledge and preventive actions significantly based on statistical analysis. Conclusion: Recent nursing intervention in term of health education/promotion program could improve public knowledge and preventive actions significantly in malaria prevention.
Keywords: Malaria prevention, health education, health promotion, knowledge, preventive actio
LITERATURE REVIEW STRATEGI MENJAGA HIGH QUALITY CPR (HQCPR) PADA SETTING PRE, INTRA, DAN POST ATTEMPTS
ABSTRAK
Pendahuluan : Kasus henti jantung adalah penyebab kematian tertinggi (26,3%) diikuti oleh penyakit infeksi, pernafasan, pencernaan, neoplasma dan kecelakaan lalu lintas (Susiana, 2009) (Supriyono, 2008). Penanganan henti jantung selalu melibatkan cardiopulmonary resuscitation. Keberhasilan CPR juga dipengaruhi oleh kualitas CPR yang diberikan, High-quality CPR adalah landasan dalam pemberian resusitasi untuk mencapai Return of Spontaneus Circulation (ROSC) (Meaney, 2010). Banyak kasus pemberi CPR (compressor) mampu memberikan CPR berkualitas hanya di siklus-siklus awal tetapi ketika siklus itu berlanjut kualitas CPR yang diberikan semakin menurun. Tujuan dari studi ini adalah bagaimana strategi menjaga CPR yang diberikan tetap berkualitas pada setting pre, during dan post attemps. Metode : Peneliti menggunakan pendekatan kajian pustaka dalam penelitian ini. Peneliti mengumpulkan dan menyaring artikel berbasis buku dan elektonik yang berhubungan dengan pencegahan hipoglikemia pada sumber ScienceDirect, Highwire, Sagepub, NCBI, Creative Commons Attribution License, Elsevier, BioMed Central, and CPD Module, dan Google. Penyaringan artikel didasarkan pada bentuk artikel dan tahun publikasi. Peneliti menggunakan literature dengan kriteria format fulltext dan terbit antara tahun 2009 sampai dengan 2014. Analisis dilakukan dengan komparasi topic utama pada setiap artikel dan menarik kesimpulan secara umum terhadap topic utama yang teridentifikasi.Hasil dan diskusi: strategi pre attemps adalah pelatihan dan pembimbingan kepada tenaga kesehatan yang terkait dengan tujuan yaitu mengetahui teknik yang benar dalam HQCPR. Strategi intra attemps dengan menggunakan pendekatan tim resusitasi yang terdiri dari (1) Compression technician, (2) Monitor technician, (3) Ventilation technician, dan (4) Medication technician. Sedangkan strategi post attemps adalah mengevaluasi keseluruhan proses selama tindakan resusitasi apakah ada masukan, diskusi kasus atau ucapan terima kasih dan bahkan kritikan.Kesimpulan : Dalam penanganan SCA sangat diperlukan HQCPR dan meliputi diperlukan strategi untuk menjaga agar HQCPR dapat diberikan terus menerus terdiri dari 3 macam yaitu pre, intra dan post attempts.
Kata Kunci : High Quality CPR, Henti jantung, Pre Intra Post Attemp
HUBUNGAN ANTARA FREKUENSI IBU MENYUSUI PADA BAYI 0-6 BULAN DENGAN KELANCARAN ASI (STUDI DI PUSKESMAS BULULAWANG KABUPATEN MALANG)
ABSTRAK
Sebagian faktor yang mempengaruhi kelancaran ASI adalah frekuensi ibu menyusui.Semakin sering ibu menyusui,semakin lancar pengeluaran ASI. Berdasarkan studi pendahuluan pada tanggal 1 dan 2 April 2009 di Puskesmas Bululawang Malang terhadap 10 orang responden menyusui yang memiliki bayi usia 0-6 bulan, didapatkan 3(30%) orang frekuensi menyusui cukup dengan hasil bayi tidak rewel setelah disusui. Dan sisanya 7 (70%) orang frekuensi menyusui kurang dengan hasil bayi tetap rewel setelah disusui Tujuan dari penelitian iniadalah mengidentifikasi hubungan antarafrekuensi ibumenyusui pada bayi usia0-6bulan dengan kelancaran ASI .Metode Jenis penelitian adalah desain analitik dengan pendekatan yang bersifat crosssectionalsurvey.Sampelnya adalah ibu menyusui yang memiliki bayiusia 0-6 bulan di Puskesmas Bululawang Malang yang memenuhi kriteria inklusi dengan jumlah 50orang responden. Tekhnik sampling yang digunakan adalah consecutivesampling.Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode wawancara langsung yang dilengkapi dengan kuisioner yang berjumlah 20 pertanyaan.Hasil Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar frekuensi menyusui berkategori cukup kelancaran ASI lancar sebanyak 72%. sedangkan sebagian kecil frekuensi menyusui berkategori cukup, kelancaran ASI tidak lancar sebanyak 6%. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil uji statistik korelasis pearmen rank bahwa, rhohitung = 0,623 (pvalue=0,000) dimana pvalue lebih kecil dari α=0,01.Diskusi Sehingga terdapat korelasi antara frekuensi ibu menyusui pada bayiusia 0-6 bulan dengan kelancaran ASI. Kesimpulan dari penelitian adalah semakin sering frekuensi ibu menyusui, maka produksi atau pengeluaran ASI juga semakin lancar.Saran yangdiberikan kepada Puskesmas Bululawang Malang yaitu agar meningkatkan informasi tentang cara-cara atau usaha dalam meningkatkan kelancaran ASI
Kata kunci:ASI, Ibu menyusui, frekuensi meyusui, kelancaran AS
PENGARUH AKUPUNKTUR METODE JIN’S 3-NEEDLES TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PENDERITA NYERI PUNGGUNG BAWAH
ABSTRAK
Nyeri Punggung Bawah atau Low Back Pain (LBP) adalah perasaan nyeri di daerah lumbosakral dan sakroiliakal, nyeri ini juga sering disertai penjalaran sampai ke tungkai kaki. Nyeri ini sudah umum di kalangan masyarakat dan bahkan hampir semua masyarakat pernah menderita Nyeri Punggung Bawah. Pada stadium dini nyeri ini bisa hilang dengan sendirinya, namun banyak juga yang berlarut-larut sampai memerlukan tindakan lanjutan. Upaya untuk mengurangi nyeri pada Punggung Bawah dapat dilakukan dengan Akupunktur Metode Jin’s 3-Needles. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Akupunktur Metode Jin’s 3-Needles Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pada Penderita LBP. Desain Penelitian ini mengunakan pre-experimental design dengan pretest-posttest design dengan sampel 10 responden melalui teknik Purposive Sampling. Responden mendapat perlakuan terapi akupunktur sebanyak 12 kali. Teknik pengumpulan data menggunakan Skala Ukur Nyeri Bourbanis dan Lembar Status Pasien. Data yang terkumpul diuji menggunakan Wilcoxon’s Signed Ranks Test. Hasilnya adalah intensitas nyeri sebelum dilakukan terapi akupunktur masuk pada skala Nyeri Sedang 8 responden dan 2 responden berskala Nyeri Berat. Setelah diterapi akupunktur menjadi 6 responden pada skala Tidak Nyeri dan 4 responden berskala Nyeri Ringan. Uji hipotesis dengan α 0,05 menghasilkan t hitung = 0, sehingga nilai t hitung (0) < t tabel (11) yang berarti ada penurunan intensitas nyeri pada penderita LBP. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi masukan untuk pengembangan kajian tentang Pengaruh Akupunktur Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pada Penderita LBP dan sebagai alternatif terapi dalam menurunkan nyeri kasus-kasus nyeri yang lain.
Kata kunci: Nyeri punggung bawah, Akupunktur Jin’s 3-Needles, Penurunan Skala Nyer