Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti
Not a member yet
192 research outputs found
Sort by
KHARAKTERISTIK DATA KUNJUNGAN BALITA DI POSYANDU ANGGREK DESA PALAAN DI WILAYAH PUSKESMAS NGAJUM KABUPATEN MALANG
Anak balita merupakan generasi penerus bangsa yang harus tetap dilakukan pemantauan pertumbuhan
dan perkembangan dengan baik agar tetap tercapai status gizi yang baik. Upaya yang dilakukan untuk
menanggulangi masalah gizi pada balita antara lain melalui pemantauan pertumbuhan yang diselenggarakan
di Posyandu. Dalam Renstra Kementrian Kesehatan 2010–2014 dan Instruksi Presiden No 3 tahun 2010 telah
ditetapkan bahwa pada tahun 2014 sekurangnya 80% anak di timbang secara teratur di Posyandu. Presentase
kunjungan Balita ke Posyandu (D/S) di Jawa Timur sebesar 84,2% di Kabupaten Malang wilayah kerja Puskesmas
Ngajum sebesar 59,8%. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kunjungan
balita di Posyandu Anggrek Desa Palaan Wilayah Kerja Puskesmas Ngajum Kabupaten Malang. Metode yang
digunakan adalah Deskriptif. Subyek penelitian pada penelitian ini adalah ibu yang mempunyai balita umur 1–
5 tahun sebanyak 11 subyek. Penelitian dilakukan pada tanggal 5 Februari–5 Maret 2014. Metode pengumpulan
data menggunakan kuesioner. Analisa data yang dilaksanakan dengan penilaian dan klasifikasi. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi kunjungan balita di Posyandu yaitu pendidikan ibu menengah
atas (46%), faktor pekerjaan ibu sebagai buruh sebanyak 46%, faktor umur sebagian besar pada umur 31–40
tahun (55%), faktor pengetahuan Posyandu sebagian besar cukup (55%), faktor jarak posyandu sebagaian
besar dengan jarak tempuh 500–1000 meter (55%). Kesimpulan dari penelitian ini faktor tertinggi yang
mempengaruhi kunjungan balita di Posyandu adalah faktor pengetahuan, pendidikan dan pekerjaan ibu. Saran
untuk penelitian selanjutnya agar subyek dapat ditambah sehingga mewakili hasil penelitian yang lebih baik
lagi.
Kata Kunci: faktor, kunjungan posyandu, ibu balit
PENERAPAN SENAM NIFAS UNTUK NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA IBU NIFAS (Studi Kasus Pada Ny. ”A” di BPM ”D” Mendalan Wangi Wagir)
Nyeri punggung merupakan gejala pascapartum dan perubahan ini tidak segera kembali ke kondisi normal
sehingga punggung bawah mungkin tetap merasakan nyeri hingga kekuatan otot dan sendi kembali normal.
Nyeri punggung yang biasanya dirasakan di awal masa nifas dapat diredakan dengan senam nifas Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui perubahan setelah penerapan senam nifas untuk mengurangi nyeri punggung bawah
pada ibu nifas di BPM ”D” Wagir Malang. Penelitian ini menggunakan teknik penelitian studi kasus dengan
subyek penelitian 1 orang yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Pada Nopember s.d Desember 2013. Peneliti
melakukan senam nifas selama 10 hari dengan mengobservasi nyeri punggung sebelum penerapan senam nifas
dan sesudah penerapan senam nifas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diterapkan senam nifas, skala
nyeri punggung menurun dari skala nyeri sedang menjadi tidak nyeri. Dapat disimpulkan jika senam nifas dapat
menurunkan nyeri punggung ibu nifas. Diharapkan setelah adanya penelitian ini, ibu nifas dapat memahami
manfaat senam nifas untuk menurunkan nyeri punggung yang selanjutnya dapat digunakan sebagai salah satu
cara menurunkan nyeri punggung bawah pada ibu nifas.
Kata Kunci: nyeri punggung, ibu nifas, senam nifa
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG DIIT 3J SEBAGAI SALAH SATU UPAYA UNTUK MENSTABILKAN KADAR GULA DARAH
Diabetes adalah suatu sindroma yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah yang disebabkan
karena penurunan sekresi insulin atau autoimmune. Tingginya kadar gula darah tersebut sering disebabkan
karena pola makan/diet yang yang tidak teratur. Sehingga memerlukan pengendalian pola makan/diet teratur
melalui managemen ”Diit 3J” yaitu dengan mengatur Jadwalmakan, Jumlah makanan dan Jenis makanan.
Tujuan penelitian adalah mengetahui pendidikan kesehatan tentang diit 3J sebagai salah satu upaya untuk
menstabilkan kadar gula darah pada kelompok penderita DM tipe 2. Desain penelitian adalah deskriptif
komparatif jenis penelitian studi kasus yang dilakukan melalui pendekatan kualitatif dan didukung data
kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 21–24 Juni 2014 di wilayah kerja Puskesmas Wagir
Kabupaten Malang. Metode sampling yang digunakan adalah purposive sampling kepada 6 reponden penderita
DM tipe 2 dengan pola makan tidak terkontrol, perilaku konsumsi obat anti diabetes, aktivitas fisik dan tidak
mempunyai komplikasi. Data penelitian diambil menggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi.
Dan kemudian dianalisis menggunakan metode triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan kadar
gula darah penderita DM sebelum melakukan diit 3J tinggi mencapai 409 mg/dL. Sedangkan kadar gula darah
penderita DM sesudah melakukan diit 3J menurun menjadi 354 mg/dL. Perbandingan tersebut menunjukkan
bahwa kadar gula darah penderita DM mengalami penurunan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pendidikan
kesehatan tentang diit 3J sebagai salah satu upaya untuk menstabilkan kadar gula darah pada kelompok
penderita DM tipe 2.
Kata Kunci: pendidikan kesehatan, Diit 3J, kestabilan gula dara
PEMBERIAN AIR REBUSAN DAUN KATUK (Sauropus adrogynus (L) Merr) SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI (Studi Kasus pada Ny ”T” dan Ny ”V” di BPM ”SW” Pakisaji)
ASI merupakan nutrisi alamiah terbaik bagi bayi karena mengandung kebutuhan energi dan zat yang
dibutuhkan selama enam bulan pertama kehidupan bayi. Ada beberapa ibu yang mengalami masalah dalam
pemberian ASI. Masalah yang utama adalah karena produksi ASI tidak lancar. Salah satu upaya untuk
menggalakkan pemberian ASI eksklusif yaitu dengan teknik pemberian air rebusan daun katuk. Tujuan penelitian
ini adalah untuk mengetahui peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui dengan pemberian air rebusan daun
katuk yang diminum 3x sehari (150 cc dalam 1x minum) selama 15 hari. Jenis penelitian ini adalah penelitian
deskriptif observasional dengan rancangan penelitian non eksperimen studi kasus dengan subyek penelitian 2
orang responden yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi yaitu ibu post partum hari ke 3 yang mengalami
kurangnya kuantitas produksi ASI. Peneliti memberikan asuhan berupa pemberian air rebusan daun katuk yang
diminum 3x sehari selama 15 hari, serta pengumpulan data menggunakan lembar observasi, SOP dan pedoman
wawancara. Berdasarkan hasil observasi didapatkan bahwa terjadi peningkatan produksi ASI dalam waktu 15
hari yang awalnya kuantitas produksi ASI kurang hingga pengeluaran produksi ASI yang optimal dengan
kriteria pengeluaran ASI dalam perharinya 50–120 ml. Dengan dilakukannya penelitian ini diharapkan hasil
penelitian ini dapat menambah pengetahuan bagi ibu menyusui mengenai manfaat daun katuk yang salah satu
manfaatnya yaitu dapat memperlancar produksi ASI.
Kata Kunci: daun katuk, ibu menyusui, produksi AS
PENERAPAN METODE TENS SEBAGAI UPAYA MENURUNKAN INTENSITAS NYERI PADA IBU PRIMIGRAVIDA DENGAN INPARTU KALA I FASE AKTIF (Studi Kasus pada Ny ”N” dan Ny ”R” di BPM ”S” Poncokusumo - Malang)
Nyeri persalinan sebagai kontraksi miometrium, merupakan proses fisiologi dengan intensitas yang berbeda
pada setiap individu. Nyeri persalinan disebabkan adanya regangan segmen bawah rahim dan serviks serta
iskhemia otot rahim. Salah satu cara untuk mengatasi nyeri persalinan dengan penerapan metode TENS. Metode
TENS adalah teknik menghilangkan rasa nyeri sederhana dan non invasif, yang telah digunakan secara luas di
dunia medis.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiefekPenerapan Metode TENS Sebagai Upaya menurunkan
Intensitas Nyeri Pada Ibu Primigravida Dengan Inpartu Kala I Fase Aktif menggunakan teknik penelitian Oneshot
case study. Subyekdalam penelitianiniadalahdua orang yang sesuai kriteria inklusi di BPM ”S”
Poncokusumo-Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan penerapan metode TENS terjadi
penurunan intensitas nyeri persalinan pada ibu primigravida inpartu kala I fase aktif yang diberikan selama 15
menit saat ada kontraksi dan dilakukan observasi intensitas nyeri persalinan sebelum dan setelah dilakukan
penerapan metode TENS dengan menggunakan instrumen pengukuran nyeri yaitu skala bourbonis. Diharapkan
ibu inpartu dapat melakukan penerapan metode TENS dengan tepat dan benar dengan bantuan petugas kesehatan,
karena metode TENS merupakan salah satu alternative yang dapat digunakan sebagai upaya menurunkan
intensitas nyeri pada persalinan sehingga ibu merasa rileks dan dapat mempercepat persalinan.
Kata Kunci: intensitas nyeri persalinan, metode TEN
HUBUNGAN BEBAN KERJA DAN KINERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RSSA MALANG
Rumah sakit merupakan salah satu pelayanan kesehatan yang senantiasa dituntut dapat memberikan
pelayanan yang berkualitas kepada pasien salah satu pelayanan yang dijadikan andalan rumah sakit adalah
pelayanan keperawatan. Pelayanan keperawatan yang bermutu tergantung pada jumlah tenaga perawat, beban
kerja perawat dan kinerja perawat di suatu rumah sakit. Beban kerja merupakan sejumlah tugas-tugas yang
harus diselesaikan dalam jangka waktu tertentu, sedangkan kinerja adalah hasil pelaksanaan suatu pekerjaan,
baik bersifat fisik atau material. Rumah sakit Saiful Anwar Malang merupakan salah satu rumah sakit tipe A,
dimana rumah sakit ini menjadi rujukan bagi rumah sakit lain di sekitarnya hingga sering terlihat jumlah pasien
melebihi kapasitas ruangan rumah sakit, dan dirawat di luar ruangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui hubungan antara beban kerja dan kinerja perawat dalam pemberian pelayanan keperawatan di
ruang rawat inap rumah sakit saiful anwar Malang. Penelitian ini berlangsung selama satu bulan. Desain
penelitian ini dengan desain cross sectional. Populasinya adalah perawat yang bekerja di ruang rawat inap
Rumah Sakit Saiful Anwar Malang. Sampel yang diambil sebanyak 40 orang dengan teknik pengambilan sampel,
random sampling. Teknik pengolahan data dengan Corelation Sperman Rho. Hasil penelitian diadapatkan 22
perawat mempunyai beban kerja sedang, 17 perawat mempunyai beban kerja berat, 25 perawat mempunyai
kinerja cukup, dan 14 perawat mempunyai kinerja baik, dan ada hubungan yang signifikan antara beban kerja
dan kinerja perawat (p= 0,022 ) dan (r= 0,098). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa ada hubungan
antara beban kerja dan kinerja perawat dalam pemberian pelayanan kesehatan di ruang rawat inap Rumah
Sakit Saiful Anwar Malang. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar peneliti selanjutnya mengambil
data secara observasi.
Kata Kunci: beban kerja perawat, kinerja perawat, ruang rawat ina
PEMBERIAN TERAPI MUSIK KLASIK DALAM MENGURANGI GANGGUAN ISTIRAHAT TIDUR PADA IBU HAMIL TRIMESTER III BPM ”O” Kecamatan Pujon Kabupaten Malang)
Pada ibu hamil trimester III umumnya mengalami perubahan fisiologis, salah satunya yaitu kesulitan tidur
Salah satu penanganan gangguan istirahat tidur dengan terapi musik klasik yaitu dengan cara mendengarkan
musik klasik setiap hari sebelum tidur malam. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui penurunan skor
gangguan istirahat tidur pada ibu hamil trimester III setelah diberikan terapi musik klasik. Jenis penelitian ini
adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan rancangan penelitian studi kasus. Subyek penelitian ini adalah 2
orang yaitu Ny ”R” dan Ny ”S” yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Fokus penelitian ini adalah pemberian
terapi musik klasik untuk mengurangi gangguan istirahat tidur pada ibu hamil trimester III selama 1 bulan.
Teknik pengumpulan data berupa lembar observasi PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Index) dan metode manajemen
asuhan kebidanan.Berdasarkan hasil observasi setelah pemberian terapi musik klasik didapatkan hasil yaitu
skor gangguan istirahat tidur pada Ny. ”R” dari skor 13 menurun menjadi skor 5 dan pada Ny. ”S” dari skor 13
menurun menjadi skor 4. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terjadi penurunan skala gangguan
istirahat tidur pada ibu hamil trimester III antara 8–9 skor. Berdasarkan hal tersebut Terapi Musik Klasik dapat
digunakan ibu hamil trimester III untuk mengurangi gangguan istirahat tidur.
Kata Kunci: kehamilan, gangguan istirahat tidur, terapi musik klasi
BIMBINGAN TEKNIK DAN POSISI MENERAN YANG BENAR PADA IBU PRIMIPARA UNTUK MENURUNKAN RISIKO RUPTUR PERINEUM di BPM ”S” KEC. NGAJUM
Dalam persalinan normal ruptura perineum seringkali terjadi terutama pada primigravida, dimana
persalinan merupakan pengalaman pertama dan pasien tidak tahu cara dan posisi meneran yang benar. Tujuan
penelitian untuk mengetahui bimbingan teknik dan posisi meneran yang benar sebagaimetodemenurunkan
resiko ruptura perineum padaprimipara. Metode penelitian merupakan studi kasus, dengan subyek penelitian
sebanyak dua orang yang dipilih berdasarkankriteria inklusi, diberikan perlakuanbimbingan teknik dan posisi
meneranyang benar mulai kala I fase aktif dan dilakukan observasi pada kala II. Pengumpulan data menggunakan
wawancara, lembar observasi, dan partograf. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti pada bulan
Desember 2014 didapatkan bahwa pasien Ny.”B” dengan nilai proses meneran yang cukup di mana ada beberapa
teknik yang belum bisa dilakukan pasien pada kala II selama 50’ didapatkan pasien mengalami ruptura perineum
derajat dua, sedangkan pasien NY.”F” dengan nilai proses meneran yang baik selama dua jam pada kala II
didapatkan pasien tidak mengalami ruptura perineum. Dapat disimpulkan bahwa cara dan posisi meneran yang
benar dapat meminimalkan resiko ruptura perineum dengan kriteria-kriteria tertentu, sehingga diharapkan
bidan dapat memberikan bimbingan seja TM III dan kala I fase aktif sehingga pada kala II dapat terjalin
hubungan yang kooperatif dalam proses pimpinan persalinan antara pasien dan bidan.
Kata Kunci: persalinan, ruptura perineum, teknik dan posisi menera
PENGARUH PEMBERIAN DIET RENDAH INDEKS GLIKEMIK DAN DIET TINGGI KALSIUM TERHADAP PENURUNAN BERAT BADAN PENDERITA OBESITAS (Studi Kasus pada Klub Jantung Sehat RS. Militer Kota Malang)
Obesitas adalah salah satu masalah gizi, yang ditandai oleh pertambahan jumlah lemak tubuh dan kenaikan
berat badan. Metode diet penurunan berat badan antara lain diet rendah indeks glikemik dan diet tinggi
kalsium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh pemberian diet rendah indeks glikemik
dan diet tinggi kalsium terhadap penurunan berat badan penderita obesitas di Klub Jantung Sehat RS. Militer
Kota Malang. Desain penelitian Eksperimental dengan pendekatan replikasi dan kontrol. Sampel dibagi menjadi
3 kelompok yaitu:kontrol (n=9), diet rendah indeks glikemik (n=9) dan diet tinggi kalsium (n=9). Hasil penelitian
menunjukkan bahwa pada terapi dietrendah indeks glikemik, tinggi kalsium maupun pengurangan kalori sebagai
kontrolterdapat perubahan penurunan berat badan secara signifikan sebelum dan sesudah perlakuan (t-test,
PERUBAHAN INTENSITAS NYERI TENGKUK AKIBAT HIPERTENSI PADA LANSIA DENGAN IMPLEMENTASI TEKNIK RELAKSASI OTOT PROGRESIF (Studi Kasus di Poli Jantung RS. Militer Kota Malang)
Hypertension is a disease afflicting many societies in Indonesia and every year experience increased. Symptoms
are often perceived ranging from dizziness, neck pain and sleep difficult. The public generally still use
medical therapy to resolve the issue. However, as an alternative, the public can use the progressive muscle
relaxation technique to reduce pain at the nape. This research design using design case studies. Research subject
is the elderly aged 45–59 years of age. Have blood pressure 140/90 mmHg accompanied by pain in nape with
Lighter scale - is being conducted at the heart poly dr soepraoen hospital. The focus of this research is an effort
lose pain nape clients with progressive muscle relaxation technique. This research Data taken with the use of
interviews, physical examinations and observations. After the data is collected and then analyzed the content of
the material analysis. The results showed a progressive muscle relaxation Technique can be used as an alternative
to lower Pain Nape. On the first day the pain scale was reduced from 5 to 3, on the second day the pain scale was
reduced from 4 to 2, and on the third day the pain scale was reduced from 4 to 2. See the results of this research
community can use the technique of Progressive muscle relaxation as an alternative action to lower non pharmacological
pain nape.
Keywords: progressive muscle relaxation techniques, pain nape, hypertensio