Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti
Not a member yet
192 research outputs found
Sort by
PENGARUH PEER GROUP EDUCATION TENTANG SADARI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI MENGENAI SADARI (PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI) DI SMAN 1 GONDANG KABUPATEN MOJOKERTO
ABSTRAK
Pendahuluan: kanker payudara adalah keganasan umum yang sering terjadi terhadap perempuan. Populasi di seluruh dunia dan ini adalah salah satu perempuan kematian menyebabkan .Deteksi dini pada kanker payudara benar-benar penting sejak tingkat pemulihan yang tinggi sekitar ( 80-90 % ) melalui kegiatan perawatan payudara . Dengan cara pendidikan peer group , pesan sensitif mampu ini akan dilepaskan secara terbuka dan mudah , sehingga remaja lebih tinggi pengetahuan tentang kesehatan reproduksinya .Tujuan dari ini belajar di menyelidiki pengaruh perawatan payudara peer group pendidikan mengenai terhadap pengetahuan perawatan payudara pada remaja putri di SMAN 1 gondang kabupaten mojokerto . Metode: Studi ini menggunakan metode penelitian pre-experimental dengan satu kelompok pre dan post .Jumlah responden sampel sebanyak 29 orang .Variabel independen adalah pendidikan peer group dan variabel dependen adalah tingkat pengetahuan perawatan payudara pada remaja putri . Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah dilakukannya edukasi. Hasil dan Diskusi: Setelah melakukan pendataan data diolah melalui beberapa hal termasuk mengedit , pengkodean , penilaian dan menabelkan dengan Cross Tab .Temuan mengungkapkan, terdapat pengaruh pendidikan peer group perawatan payudara terhadap pengetahuan perawatan payudara pada remaja putri di SMAN 1 Gondang kabupaten Mojokerto .Pencapaian tingkat pendidikan peer group perawatan payudara terhadap pengetahuan perawatan payudara sebelum pendidikan peer group sebagian kecil responden memiliki pengetahuan yg luas ( 20,7 % ) dan setelah pendidikan peer group dilakukan hampir seluruhnya dari responden memiliki pengetahuan yang luas ( 86,2 % ) .Kesimpulan : terdapat peningkatan pengetahuan perawatan payudara pada remaja putri di SMAN 1 gondang kabupaten Mojokerto. Fenomena ini terjadi karena kelompok responden mengikuti proses edukasi melalui proses diskusi yang baik.
Kata Kunci: Kanker Payudara, Perawatan Payudara, pendidikan Peer grou
STUDI FENOMENOLOGI: PENGALAMAN KELUARGA PASIEN DALAM BERKOMUNIKASI DENGAN PERAWAT DI PRIORITAS 2 (P2) INSTALASI GAWAT DARURAT
Abstrak
Pendahuluan: Instalasi Gawat Darurat (IGD) adalah bagian terdepan dan sangat berperan di rumah sakit, Permasalahan tersering di IGD adalah jumlah pasien dan keluarga yang datang melebihi kapasitas, lamanya waktu tunggu, dan penggunaan ambulan sebagai sarana layanan pre hospital. Pasien dan keluarga yang dibawa ke IGD mempunyai persepsi bahwa sakit yang dialami bersifat parah, Persepsi tersebut tidak sepenuhnya benar karena pasien yang masuk ke IGD bervariasi dari kasus P1, P2 atau P3. Penanganan pasien di P2 adalah tindakan menyetabilkan kondisi dan mengobservasi pasien. Tindakan observasi yang dilakukan idealnya selama 2 jam, tetapi yang sering terjadi, obsevasi yang dilakukan sering memanjang dan lama, pasien tanpa diberikan tindakan apapun. Komunikasi untuk menjelaskan bahwa kondisi pasien termasuk prioritas 2 yang mempunyai waktu tunggu 30 menit – 2 jam jarang diberikan sehingga membuat keluarga merasa tidak terurus.Tujuan penelitian : Mengekplorasi pengalaman keluarga pasien gawat darurat prioritas 2 (P2) dalam berkomunikasi dengan perawat di Iinstalasi Gawat Darurat.Desain penelitian : Kualitatif dengan pendekatan fenomenologi interpretatif yang melibatkan 6 keluarga pasien prioritas 2 (P2) di Instalai Gawat Darurat RS Wava Husada Malang. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis dengan menggunakan analisa tematik Braun & Clarke. Hasil penelitian : Penelitian ini menghasilkan 6 tema dari hasil analisis data yang dilakukan. Tema yang ditemukan adalah penanganan menyetabilkan pasien lebih utama, kebutuhan keluarga terhadap komunikasi tidak terpenuhi, pasien dan keluarga merasa terabaikan, kesulitan keluarga berkomunikasi dengan perawat, keluarga tidak bisa menolak atuan yang berlaku dan keluarga berharap bisa berkomunikasi dengan perawat. Kesimpulan dan saran: Keluarga menganggap bahwa penanganan pasien lebih utama daripada komunikasi, adanya perasaan terabaikan dan baik keluarga maupun pasien terhadap proses pemberian layanan di IGD. Kesulitan keluarga berkomunikasi dengan perawat dan keengganan perawat memberi penjelasan kepada keluarga menjadi hambatan tersendiri bagi keluarga. Keluarga mempunyai harapan agar perawat lebih komunikatif, memberi penjelasan tentang kondisi pasien dan menjelaskan kepada eluarga perawat penanggung jawab pasien. Menjalankan komunikasi 2 arah merupakan tantangan untuk keluarga maupun perawat, diperlukan kejelasan aturan dan adanya SOP tentang isi komunikasi yang disampaikan kepada keluarga.
Kata Kunci: pengalaman keluarga, komunikasi, perawat, IGD
Abstract
Introduction:Emergency Department (ED) is front part and plays an important role in the hospital. The most common problems in the ED is the number of patients and families who come exceed the capacity, waiting time, and the use of an ambulance as a tool pre-hospital services. Patients and families were taken to the ED have the perception that their pain is severe and worst than other, the perception is not entirely correct because patients admitted to the ED vary from case P1, P2 or P3. The management of patients in P2 is stabilizing action and observe the patient’s condition. The act of observation performed ideally for +2 hours, but is often the patient observation is prolong and without any treatment. Communication to explain that the patient’s condition is included in the priority 2, which has a waiting time approximately + 2 hours is rarely given makes the family feel abandoned. Purpose: explore of Patient’s Family in Communicating with Nurses in Priority 2 (P2) The Emergency Department.
Specifically researchers wanted to explore the patient’s family perceptions about communication in the ED, the patient’s family feeling while communicating, barriers in communication and family expectations related to communication in the ED nurse. Design This qualitative intepretive research using phenomenological approach. The study was conducted in the emergency department Wava Husada Hospital Malang. Participants in this study are 6 patient’s family with priority 2 in the ED.Data were collected through in depth interviews with open-ended questions and analyzed using thematic analysis Braun & Clarke. Result : This study produced six themes, namely 1) Stabilizing patient more important, 2) families’ access to information are not met, 3) patient and family feel
neglected, 4) family accepts the rules in the forced, 5) family difficulties communicating with nurses, 6) family hopes able to communicate with nurses. Conclusion:Family assume stabilizing the patient more important than communication, patient and family feel neglected in emergency service. family difficulties communicating with nursesand illustrates families’ access to information are not met. family hopes able to communicate with nurses,give explanation about patient condition and expain to family which nurse who responsible to patient . Doing 2 ways
comunication is challenge for family or nurse, it should be supported by clear rules and SOP are socialized to nurses about therapeutic communication.
Keywords: family experience, communication, nurse, emergency departmen
AKUPUNKTUR METODE JIN’S 3 NEEDLES UNTUK MENGURANGI NYERI MIGRAIN
Abstrak
Migrain merupakan gangguan sakit kepala yang menyerang hanya pada satu sisi bagian
kepala.Rasa sakitnya semakin hebat bila melakukan aktivitas fisik.Perempuan lebih sering terkena
serangan migrain dibanding laki-laki. Penyakit ini lebih banyak menyerang pada orang usia
poduktif daripada remaja maupun tua. Manajemen migrain akut cukup dengan pengobatan sakit
kepala ringan, sedangkan pada kasus berat perlu waktu yang relatif lama dan penyesuaian dosis
obat yang diberikan. Namun demikian masih berisiko terhadap peningkatan dampak negatif yang
besar. Oleh karena itu pengobatan dengan akupunktur menjadi alternatif terpilih karena
menggunakan pendekatan alami dan minim efek samping. Desain penelitian ini berbentuk preexperimental
design dengan pretest-posttest design. Sampel penelitian ini adalah penderita migrain
yang berkunjung ke Laboratorium Akupunktur Terpadu Program Studi Akupunktur Poltekkes RS
dr. Soepraoen Malang sebanyak 10 orang. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara
dengan pedoman berbentuk checklist yang dilaksanakan mulai tanggal 3 sampai dengan 28
Februari 2014. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling. Uji hipotesis
menggunakan Uji Wilcoxon’s Signed Ranks Test. Hasil uji hipotesis menyatakan bahwa t hitung
lebih kecil dari pada t tabel. Kesimpulannya H0 ditolak, yang berarti ada pengaruh yang dirasakan
penderita migrain setelah diberi perlakuan terapi Akupunktur metode Jin’s 3 Needles.
Kata Kunci : Akupunktur, Jin’s 3 Needles, Nyeri Migrai
PENGARUH AKUPUNKTUR JIN’S 3 NEEDLES (LAOGONG, SHENMEN, NEIGUAN) TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PENDERITA NYERI PERGELANGAN TANGAN
ABSTRAK
Nyeri pergelangan tangan adalah peradangan di daerah sendi pergelangan tangan, terutama
pembengkakan pergelangan tangan sisi ulnar yang disebabkan oleh pembengkakan tendon otot
ekstensor karpi ulnaris. Agar tidak terjadi akibat yang lebih buruk maka nyeri pergelangan tangan
perlu ditangani dengan baik, salah satunya dengan terapi akupunktur di titik Laogong, Shenmen,
dan Neiguan. Desain penelitian ini menggunakan Pre-experimental Design dengan Pretes and
Posttest Design. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 10 orang yang diambil menggunakan teknik
Quota sampling. Data yang terkumpul dari hasil wawancara diolah menggunakan Skala Nyeri
Bourbanis. Sebelum mendapatkan perlakuan terapi akupunktur tingkat nyeri pergelangan tangan
responden semuanya berada pada skala Nyeri Sedang. Setelah diterapi akupunktur sebanyak 12
kali intensitas nyeri hampir semua penderita mengalami penurunan. Sebanyak 7 orang menempati
skala nyeri Ringan, 2 orang merasa Tidak Nyeri, dan 1 orang nyerinya masih berskala Sedang.
Dihitung dengan menggunakan Uji Wilcoxon’s Signed Ranks Test pada α = 0,05 didapatkan hasil t
hitung = 0. Hasil t hitung dibandingkan dengan t tabel, maka didapatkan nilai dari t tabel (10) = 11.
Jadi t hitung (0) < t tabel (11) yang berarti bahwa ada pengaruh yang signifikan. Kesimpulannya,
Akupunktur Jin’s 3 needles dapat menurunkan intensitas nyeri pergelangan tangan.
Kata kunci: Nyeri Pergelangan Tangan, Akupunktur Jin’s 3 Needles, Intensitas Nyeri
PENGARUH MENGUNYAH PERMEN KARET TERHADAP PERCEPATAN KEMBALINYA PERISTALTIK USUS PADA PASIEN PASCA APPENDIKTOMI
ABSTRAK
Pemakaian anestesi pada tindakan apendiktomi berefek relaksasi otot-otot khususnya terjadi penurunan peristaltik usus. Pada keadaan pasca operasi tanpa kompltkasi, normalnya peristaltik usus kembali ± 24 jam pasca operasi. (Long. 1996) Pada pasien pasca apendiktomi tindakan keperawatan yang diutamakan yaitu mengobservasi kembalinya fungsi pencernaan.
Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh mengunyah permen karet pada percepatan kembalinya peristaltik usus pada pasien pasca appendiktomi. Penelitian ini menggunakan rancangan quasy experiment dengan pre post test design with control group. Populasi penelitian ini adalah pasien pasca appendiktomi sesuai kriteria sampel, teknik sampling menggunakan purposif sampling dan jumlah sampel 10 orang dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan dan 5 kelompok kontrol. Penelitian dilakukan di ruang rawat inap bedah RST Malang, mulai Desember 2012 sampai dengan Januari 2013. Variabel dalam penelitian ini adalah variabel dependen peristaltik usus dan variabel independennya mengunyah permen karet. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen lembar observasi dengan indikator flatus dan bising usus, kemudian data dianalisis dengan menggunakan uji T dengan α=0,05.
Hasil penelitian diperoleh pada kelompok perlakuan menunjukan peristaltik usus timbul 1jam ke-3 sejumlah 1 orang (20%), peristaltik usus timbul 1 jam ke-4 sejumlah 2 orang (40%) dan peristaltik usus timbul 1jam ke-5 sejumlah 2 orang (40%) sedangkan pada kelompok kontrol menunjukan 5 orang (100%) peristaltik muncul setelah 1jam ke-5. Hasil uji T hitung (4,54) > T tabel (1,86) artinya ada pengaruh mengunyah permen karet dengan percepatan peristaltik usus. Percepatan peristaltik usus pada pasien pasca appendiktomi dapat dilakukan dengan upaya mengunyah permen karet. Pada penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk memperhatikan beberapa faktor pendorong dan penghambat timbulnya peristaltik usus dan melakukan restriksi sampel, serta peningkatan jumlah sampel agar supaya hasil penelitian dapat digeneralisasikan
Kata Kunci: Mengunyah permen karet, peristaltik usus, pasca appendiktom
PENGARUH KEMAMPUAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PERAWAT
Abstrak
Perawat merupakan salah satu tim pelayanan kesehatan terbesar yang dituntut untuk meningkatkan mutu pelayanan di rumah sakit. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh kemampuan dan motivasi kerja terhadap kinerja perawat di Instalasi Rawat Inap RSU Dr. Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional study. Responden adalah seluruh perawat di instalasi rawat inap RSU Dr. Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto yang berjumlah 89 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis stastistik menggunakan uji regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan perawat, motivasi kerja dan kinerja perawat sangat baik. Ada pengaruh antara kemampuan dan motivasi secara simultan
terhadap kinerja perawat (p = 0.000). Koefisien determinasi pengaruh variabel kemampuan dan motivasi secara bersama-sama terhadap kinerja perawat sebesar 94.7% (adjusted r2 = 0,947). Namun dalam analisis parsial, hanya motivasi yang memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja perawat (p = 0.000), kemampuan sementara menunjukkan
tidak ada pengaruh terhadap kinerja perawat (p = 0.437). Penelitian ini menyimpulkan bahwa adalah penting untuk menjaga motivasi dan meningkatkan kemampuan perawat untuk meningkatkan kinerja perawat.
Kata Kunci: kemampuan, motivasi kerja, kinerja perawat
Abstract
Nurse is one of the largest health care team required to improve the quality of care in hospitals. The objective of this study was to determine the influence of ability and motivation on work performance of nurses in inpatient units of Dr. Wahidin Sudiro Husodo Hospital Mojokerto. This is a cross-sectional study. All nurses in inpatient units of Dr. Wahidin Sudiro Husodo Hospital as many as 89 people were recruited to complete the study. The instrument used was a self-developed questionnaire. A multiple linear regression was used in the statistical analysis. The results showed that nurses ability, motivation and work performance is very good. There is
asimultaneous influence of ability and motivation on the work performance of nurses (p = 0,000). Variation on work performance variable is explained by ability and motivation variable by 94.7% (adjusted r2=0,947). However, in the partial analysis, only motivation that has a significant influence on work performance (p =0,000) whilst ability shows no influence on work performance (p=0,437). This study concludes it is essential to maintain nurses’ motivation and to improve nurses’ abilityto increase their work performance.
Keywords: ability, motivation, work performanc
PENCEGAHAN HIPOGLIKEMIA PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2
ABSTRAK
Latar belakang: Kondisi hipoglikemia yang berat merupakan keadaan kegawat daruratan yang memerlukan deteksi dini dan penangan segera untuk mencegah terjadinya kerusakan organ tubuh. Penangannan keadaan hipoglikemia pasien dengan diabetes tipe 2 sangat diperlukan. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengidentifikasi upaya pencegahan terjadinya hipoglikemia. Metodologi : Peneliti menggunakan pendekatan kajian pustaka dalam penelitian ini. Peneliti mengumpulkan dan menyaring artikel berbasis elektonik yang berhubungan dengan pencegahan hipoglikemia pada sumber Sagepub, NCBI, Creative Commons Attribution License, Elsevier, BioMed Central, and CPD Module, using ScienceDirect dan Google. Penyaringan artikel didasarkan pada bentuk artikel dan tahun publikasi. Peneliti menggunakan literature dengan kriteria format fulltext dan terbit antara tahun 2010 sampai dengan 2015. Analisis dilakukan dengan komparasi topic utama pada setiap artikel dan menarik kesimpulan secara umum terhadap topic utama yang teridentifikasi. Hasil: prinsip dasar penanggulangan hipoglikemia pada pasien diabetes mellitus tipe 2 meliputi monitor kadar gula darah secara mandiri secara intensif, peningkatan pengetahuan tentang upaya pencegahan hipoglikemia dan pelibatan keluarga dalam rangkaian pengobatan.
Kesimpulan: peningkatan aktitifitas pendidikan kesehatan dalam rangka pencegahan hipoglikemia di komunitas serta penguatan terhadap pasien merupakan tugas utama perawat.
Kata kunci: Hipoglikemia, Pencegahan Hipoglikemia, Diabetes Mellitus Tipe
PENERAPAN POSISI DUDUK BERSANDAR KE DEPAN DAN RELAKSASI SENTUHAN UNTUK MENURUNKAN INTENSITAS NYERI INPARTU KALA I FASE LATEN IBU PRIMIGRAVIDA (Studi kasus pada Ny “L” di BPM “W” Kecamatan Wagir Kabupaten Malang)
ABSTRAK
PendahulanNyeri persalinan disebabkan adanya kontraksi uterus yang mengakibatkan dilatasi dan penipisan serviks dan iskemia pada uterus. Nyeri yang dirasakan ibu adalah nyeri somatik yang dirasakan pada daerah perineum akibat peregangan pada jaringan perineum, tarikanperitoneum dan daerah uteroservikal saat kontraksi yang dapat mengakibatkan kelelahan pada saat mengejan. Puncak nyeri persalinan terdapat pada kala I fase aktif. Untuk mengurangi nyeri persalinan dapat diberikan terapi non farmakologis yaitu perubahan posisi ibu duduk bersandar ke depan dan relaksasi sentuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek posisi duduk bersandar kedepan dan relaksasi sentuhan untuk menurunkan intensitas nyeri inpartu kala I fase laten pada ibu primigravida. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasional dengan pendekatan studi kasus.Subyek penelitian 1 orang yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian dilakukan dengan observasi intensitas nyeri inpartu pada kala I fase laten ibu primigravida dengan penerapan posisi duduk bersandar ke depan dan relaksasi sentuhan. Pengumpulan data menggunakan lembar wawancara, pengkajian, observasi, patograf, SOP dan dokumentasi.Hasil penelitian intensitas nyeri inpartu pada subyek penelitian mengalami penurunan.Terbukti bahwa perubahan posisi dan sentuhan dapat menurunkan intensitas nyeri inpartu kala I yang mengalami nyeri sedang.Diskusi Dengan dilakukannya penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan tambahan pada ibu inpartu yang mengalami nyeri pada kala I karena perubahan posisi dan relaksasi dapat menurunkan intensitas nyeri persalinan.
Kata Kunci: Nyeri persalinan, Posisi duduk sentuha
HUBUNGAN ANTARA KONSUMSI MINUMAN BERENERGI YANG MENGANDUNG KOMBINASI TAURIN DAN KAFEIN DENGAN ANGKA KEJADIAN GAGAL GINJAL KRONIS
Abstrak
Latarbelakang, Minuman berenergi banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Terutama kandungan kafein dan taurin yang berada di dalamnya. Seiring dengan banyaknya masyarakat yang mengkonsumsi minuman berenergi, angka kejadian gagal ginjal juga semakin meningkat. Penelitian ini dibuat dengan tujuan mengetahui ada tidaknya hubungan konsumsi minuman berenergi dengan angka kejadian gagal ginjal kronis. Metode, Penelitian ini studi korelasi dengan pendekatan retrospektif. variabel dependen yaitu konsumsi minuman berenergi yang mengandung kombinasi kafein dan taurin. dan variabel independennya adalah angka kejadian gagal ginjal kronis.Populasi dalam penelitian ini adalah pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa sebanyak 27 orang dengan menggunakan total sampling. Pengumpulan data menggunakan checklist dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi, tabulasi silang dan grafik untuk mengetahui adanya hubungan antara konsumsi minuman berenergi yang mengandung kombinasi kafein dan tauri dengan angka kejadian gagal ginjal kronis.Hasil penelitian menunjukkan lebih dari setengah responden yaitu 20 responden atau 74% mempunyai riwayat konsumsi minuman berenergi dan sebagian kecil 7 orang responden (26%) yang tidak mempunyai riwayat konsumsi minuman berenergi. sebagian besar responden yaitu 15 responden (55%) masuk dalam kategori GGK stadium 4, dan tidak satupun responden yang masuk dalam kategori stadium 1. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa ada hubungan konsumsi minuman berenergi dengan angka kejadian gagal ginjal kronis. dibuktikan dari data tabel silang/cross tabulation didapatkan
hasil 8 orang responden (53%) menderita GGK stadium 4, masuk dalam kategori selalu dalam riwayatnya mengkonsumsi minuman berenergi, Kesimpulan, diusahakan masyarakat tidak mengkonsumsi minuman berenergi dan perbanyak konsumsi air putih serta tetap menjaga pola hidup sehat sebagai upaya untuk menekan angka kejadian gagal ginjal
kronis.
Kata Kunci: konsumsi minuman berenergi, kafein, taurin, gagal ginjal kronis.
Abstract
Introduction, energy drinks consumed by many people . Particularly containing caffeine and taurine that is in it. Along with the many people who consume energy drinks , the incidence of renal failure have also increased. This study was made in order to know whether there is any correlation with consumption of energy drinks incidence of chronic renal failure. Methode, research desain used correlation study with retrospektif approach. In this study dependen variabel is consumteg energy drinks and independen variabel is incident of renal failure.The population of all them patien in haemodialisa room dr Soepraoen Hospital Malang. Sampling used total sampling and number of sampel is 27 respondent. Collecting data with documnetation study and cecklist. Data analisis with distribution frequency, croostab dan correlation cahrt. Result in this research shown half the respondents, 20 respondents or 74 % have a history of consumption of energy drinks and a small portion 7 of the respondents ( 26
% ) who did not have a history of consumption of energy drinks . the majority of respondents, 15 respondents ( 55% ) fall into the category CRF stage 4 , and none of the respondents who fall into the category of stage 1. From the results of this research is that there is a connection with the consumption of energy drinks incidence of chronic renal failure . evidenced from the data tables cross / cross tabulation showed 8 respondents ( 53 %) had stage 4 CRF, in the category always in his memoirs consuming energy drinks. Conclusion, cultivated people do not
consume energy drinks and multiply the consumption of water and maintain a healthy lifestyle as an effort to suppress the incidence of chronic renal failure.
Keywords: energy drink consumpted, caffein, taurin, renal failure
penyakit ginjalnya merupakan akibat sering men
TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT DESA PAKIJANGAN KECAMATAN WONOREJO KABUPATEN PASURUAN TENTANG PENGOBATAN AKUPUNKTUR UNTUK PENYAKIT LAMBUNG
Abstrak
Ketika sakit lambung menyerang maka aktivitas seseorang tidak optimal dan produktivitasnya pun tidak maksimal bahkan jika ekstrim bisa sampai pada kematian. Salah satu yang turut berkontribusi adalah karena masyarakat belum banyak yang mengetahui apalagi memahami bahwa pengobatan akupunktur dapat dipakai untuk menyembuhkan sakit lambung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang akupunktur yang dapat dimanfaatkan untuk mengobati penyakit lambung. Penelitian yang analisisnya dilakukan dengan cara mengolah data dalam bentuk persentase ini mengambil populasi warga RT 01 RW 04 Pakijangan Wonorejo Pasuruan sebanyak 177 orang. Sebanyak 20 orang dipilih sebagai responden yang didasarkan pada ketentuan peneliti. Teknik kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini menghasilkan data bahwa responden yang berpengetahuan baik (83%) ada 7 orang, berpengetahuan Cukup Baik (71%) 6 orang, Kurang Baik (42%) 1 orang, dan Tidak Baik (1,2%) 6 orang. Sedangkan jika dirata-rata nilai pengetahuannya sebesar 56%. Kesimpulannya, pengetahuan masyarakat Pakijangan Wonorejo Pasuruan tentang akupunktur dapat dimanfaatkan untuk mengobati penyakit lambung masuk kategori Cukup Baik. Dengan demikian diharapkan agar masyarakat menambah informasi mengenai pemanfaatan akupunktur untuk penyakit lambung maupun untuk penyakit lainnya.
Kata kunci : Tingkat pengetahuan, akupunktur, penyakit lambung