Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti
Not a member yet
192 research outputs found
Sort by
PENGARUH HYPNOPARENTING TERHADAP KEJADIAN PICKY EATER PADA ANAK PRASEKOLAH DI TK ISLAM TERPADU BINA INSANI KECAMATAN MOJOROTO KOTA KEDIRI
ABSTRAKPendahuluan : Picky eater merupakan salah satu faktor yang berpengaruh pada status gizi anak. Berdasarkan survey pendahuluan pada bulan januari di TK Islam Terpadu Bina Insani Kecamatan Mojoroto Kota Kediri Tahun 2015 dari 10 responden didapat hasil 6 (60%) anak mengalami picky eater dan 4 (40%) anak tidak mengalami picky eater. Teknik pola asuh yang bekerja langsung pada alam bawah sadar anak untuk mendisiplinkan anak secara mudah tanpa paksaan bisa dilakukan dengan cara hypnoparenting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh hypnoparenting terhadap kejadian picky eater pada anak prasekolah di TK Islam Terpadu Bina Insani Kecamatan Mojoroto Kota Kediri Tahun 2015.Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian quasy-eksperiment dengan rancangan controlgroup pretest post test. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah anak usia prasekolah sejumlah 28 responden. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah: total populasi. Uji statistik yang digunakan untuk penelitian ini adalah uji anova friedman.Hasil analisa responden yang diberi perlakuan sebelum hypnoparenting sebagian kecil mengalami picky eater sedang, responden yang tidak diberi perlakuan sebagian kecil mengalami picky eater sedang, responden yang diberi perlakuan setelah hypnoparenting hampir setengahnya mengalami picky eater ringan, responden yang tidak diberi perlakuan sebagian besar mengalami picky eater ringan. Berdasarkan uji anova friedman yang telah dilakukan diperoleh informasi bahwa nilai P adalah 0,020 dan α (0,05) maka (P < α). H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya ada pengaruh hypnoparenting terhadap kejadian picky eater pada anak prasekolah di TK Islam Terpadu Bina Insani Kecamatan Mojoroto Kota Kediri Tahun 2015. Kesimpulan :Berdasarkan hasil penelitian hypnoparenting dapat menangani masalah picky eater karena hypnoparenting menggunakan prinsip kerja hypnosis (komukasi dengan otak) sering digunakan para orang tua sebagai sarana dalam membentuk kepribadian anak dan potensi anak.ABSTRACTIntroductions : Picky eater is one of the factors that affect the nutritional status of children. Based on a preliminary survey in January in TK Islam Terpadu Bina Insani Kecamatan Mojoroto Kota Kediri 2015 from 10 respondents obtained the results of 6 (60%) children have a picky eater and 4 (40%) children do not have a picky eater. The purpose of this study was to determine the effect hypnoparenting to picky eater incidence in preschool aged in TK Islam Terpadu Bina Insani Kecamatan Mojoroto Kota Kediri 2015.Methods :This study used quasy experimental – control group pretest posttest design, the population used in this study are mothers and preschoolers, 28 respondents. The sampling technique used in this study are total population. The statistical test used for this study is the ANOVA test friedman.Result : Analysis results of the respondents treated before hypnoparenting small proportion being experienced picky eater, while respondents were not given the treatment that small proportion being picky eater, respondents treated after hypnoparenting nearly half experiencing mild picky eater and respondents who were not treated mostly experienced mild picky eater. Based on ANOVA test friedman, which has been carried out, there was information that the P value is 0,020 and α (0.05) then (P <α), which means that H0 rejected and H1 accepted which means no effect hypnoparenting to picky eater incidence in preschool aged in TK Islam Terpadu Bina Insani Kecamatan Mojoroto Kota Kediri 2015.Conclutions : Based on the research results, hypnoparenting can reduce the picky eater incidence, because hypnoparenting using hypnosis working principle (commucation with brain) often used by parents as a tool in shaping the personality of the child and the child's potential
HUBUNGAN POLA KOMUNIKASI ORANG TUA DALAM MEMBERIKAN PENDIDIKAN SEKS DENGAN PENGETAHUAN SEKS REMAJA AWAL DI SMP PGRI 01 DAMPIT
Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan pola komunikasi orang tua dalam memberikan pendidikan seks dengan pengetahuan seks remaja awal di SMP PGRI 01 Dampit. Saran: pihak sekolah dapat membentuk forum wali murid dan menjelaskan pentingnya pendidikan seks bagi remaja, selain itu juga dengan tetap memberikan pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah
PENGARUH PEMBERIAN ANTIBODI MONOKLONAL HUMAN ZONA PELUSIDA 3 (Mab hZP3) SEBAGAI KANDIDAT IMUNOKONTRASEPSI TERHADAP KUALITAS FOLIKEL PRE ANTRAL DAN ANTRAL PADA OVARIUM Mus musculus
ABSTRAKPendahuluan : Metode kontrasepsi dengan menggunakan vaksin yang saat ini sedang gencar dikembangkan adalah imunokontrasepsi. Metode kontrasepsi ini dikembangkan sebagai kontrasepsi alternative yang aman, efektif dan reversible. Imunokontrasepsi menggunakan glikoprotein pada zona pellusida 3 (ZP3) mamalia dapat diharapkan karena keberadaan ikatan antibodi spesifik pada antigen ZP3 yang dapat menghambat fertilitas dan tidak menimbulkan kerusakan.Target kontrasepsi adalah pencegahan terjadinya pembuahan antara sperma dan ovum yang disebut dengan fertilisasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui pemberian antibodi monoklonal human Zona Pellucida 3 ( Mab hZP3) sebagai kandidat imunokontrasepsi terhadap kualitas folikel pre antral dan antral ovarium mencit Mus musculus .Metode : Penelitian yang akan digunakan adalah true experiment posttest only control group design. Replikasi penelitian mencit sebanyak 48 ekor dan dikelompokkan menjadi 12 yaitu kontrol (adjuvan), kelompok perlakuan (Mab hZP3 dosis 20 μg, 40 μg dan 60 μg), pengorbanan mencit masing masing kelompok dilakukan pada hari ke 10, 15 dan 20. Pengamatan kualitas folikel pre antral dan antral ovarium mencit melalui pemeriksaan hematoksilen dan eosin.Hasil dan Diskusi :Hasil analisis deskriptif menunjukkan struktur folikel yang normal dan tidak terdapat perbedaan struktur folikel pre antral dan antral pada ovarium mencit. Hasil yang sama juga terlihat pada observasi periode waktu 10-20 hari. Hal ini terkait erat dengan spesifitas monoklonal antibodi yang dihasilkan.Kesimpulan :Mab hZP3 berpeluang cukup baik sebagai sediaan imunokontrasepsi bagi wanita karena aman dan tidak mengganggu proses folikulogenesis
Diskripsi Klien cedera kepala yang mengalami trauma mayor
Cedera kepala adalah trauma yang menjadi salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan akibat trauma (Madikian & Giza, 2006; Tjahjadi et al., 2013). Kejadian cedera kepala meningkat tajam terutama karena meningkatnya penggunaan kendaraan bermotor (Lee et al, 2015). Tingginya angka kejadian cedera kepala akan berdampak pada peningkatan beban kerja dokter maupun perawat yang bertugas di IGD sehingga berdampak pada penurunan kualitas pelayanan dan dapat menurunkan outcome perawatan klien cedera kepala (Li et al, 2014). Dibutuhkannya kesiapan dan kewaspadaan tim perawatan khususnya di IGD agar dapat mencegah kondisi terburuk yang dapat terjadi pada klien cedera kepala. Desain penelitian yang digunakan adalah diskriptif. Metode sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Sampel yang diambil 96 data rekam medis klien cedera kepala. Untuk data usia, nilai ISS klien dilakukan analisa dengan nilai median sebagai ukuran pemusatan dan minimum-maksimum sebagai ukuran penyebaran. Untuk data jenis kelamin, mekanisme cedera, dan mortality klien dilakukan analisa dengan menghitung distribusi frekuensi dan presentasi masing-masing kelompok. Jumlah klien laki-laki yang mengalami cedera kepala (70 orang atau 72.9%) lebih banyak dibandingkan jumlah klien perempuan (26 orang atau 27.1%). Pada data klien cedera kepala yang meninggal, didapatkan bahwa klien perempuan (22 klien atau 69%) yang meninggal jumlahnya lebih banyak dibandingkan jumlah klien laki-laki (10 klien atau 31%) yang meninggal akibat cedera kepala. Median usia klien cedera kepala adalah 37 tahun dengan rerata 38.31 (20-63). Pada data klien cedera kepala yang meninggal didapatkan hasil bahwa jumlah klien terbanyak yang mengalami cedera kepala pada kelompok usia 20 – 40 tahun yaitu 57 klien atau 60%. Pada data mortality klien didapatkan bahwa jumlah klien yang hidup hingga hari ke 7 perawatan (64 klien atau 66.7%) lebih banyak dibandingkan dengan jumlah klien yang meninggal (32 klien atau 33.3%). Kecelakaan lalu lintas (82 atau sekitar 85.4%) adalah mekanisme cedera yang paling sering terjadi dibandingkan dengan mekanisme cedera jatuh dari ketinggian (7 kejadian atau 7.3%) atau benturan dengan benda tumpul (7 kejadian atau 7.3%). Kecelakaan lalu lintas juga merupakan mekanisme cedera dari semua klien yang meninggal pada penelitian ini. Score ISS klien cedera kepala adalah 21 dengan rerata 24 (17-38), score ISS klien cedera kepala yang meninggal memiliki rata-rata 24. Klien cedera kepala didominasi oleh laki-laki dengan kisaran usia 20-40 tahun, yang diakibatkan oleh kecelakaan lalu lintas dan dengan rata-rata 33,3% berdampak pada kematian
STUDI KORELASIONAL PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU IBU DALAM PENCEGAHAN TB PARU PADA ANAK DI POLI ANAK RUMAH SAKIT TK II dr. SOEPRAOEN
ABSTRAK
Latarbelakang: penyakit TB paru yang sering timbul pada usia anak disebut infeksi primer,
sebagai orang tua seharusnya dapat mengenali tanda penyakit tuberculosis sehingga orang tua
dapat melakukan tindakan pencegahan ataupun penatalaksanaan secara dini pada penyakit
tuberkulosis karena penyakit ini bila tidak diobati sedini mungkin dan setepat-tepatnya dapat
timbul komplikasi yang berat dan reinfeksi pada usia dewasa.Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu tentang TB paru dan perilaku ibu dalam
pencegahan Tb paru pada anak. Metode: desain penelitian ini menggunakan korelasional dengan
pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang mengantar
anaknya berobat ke Poli Anak RS TK II dr. Soepraoen Malang dengan jumlah rata-rata35/hari,
besar sampel penelitian berjumlah 32 orang yang sesuai kriteria sampel, menggunakan teknik
quota sampling. Penelitian dilakukan pada tanggal 18-29 Agustus 2013 data diolah dengan uji
statistic chi kuadrat dengan α 0,05. Hasil penelitian: berdasarkan uji analisis didapatkan x2 hitung
= 19,44 dan x2 tabel 5,991. Oleh karena x2 hitung > x2 tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima,
artinya ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang TB paru anak dengan perilaku
pencegahan terhadap TB Paru pada anak. Saran: program promosi kesehatan dalam pengendalian
penyakit TB paru pada anak, sehingga dapat dilakukan tindakan preventif dan early diagnosis
sehingga dapat mencegah kecacatan dan menurunkan angka kematian akibat penyakit TB paru pada anak.
Kata kunci: pengetahuan,ibu, perilaku pencegahan, TB paru
ABSTRACT
Introdution: Pulmonary tuberculosis disease that often arise of the child is called a primary
infection, as parents should be able to recognize the signs of tuberculosis so that parents can take
precautions or early prompt treatment of pulmonary tuberculosis because the disease if not
treated early will can be of severe complications and reinfection in adulthood phase. The
research purpose was to determine the relationship between maternal knowledge about
pulmonary tuberculosis and maternal preventive behaviour of pulmonary tuberculosis. The
population in this study were all accompanied her mother was invited at Poli anak RS TK II dr.
Soepraoen Malang and sample size was 32 people with quota sampling. The study was
conducted on 18-29 August 2013 and data were processed with chi squared test with α = 0.05.
Result: The based on the study were X2=19.44 > X2 table = 5.991 table, so Ho rejected and Ha
accepted, its meaning that there is a relationship between maternal knowledge about children
with pulmonary tuberculosis preventive behavior of child. Discuss: health promotion program
for control of pulmonary tuberculosis disease of child, so it can be carried out preventive and
early diagnosis so as to prevent disability and reduce morbiditas number from pulmonary
tuberculosis disease of child.
Keyword: knowledge, mother, preventive behavior, pulmonary tuberculosi
PENGARUH LINGKUNGAN, CITRA PERGURUAN TINGGI, MOTIVASI DAN PROSPEK TERHADAP KEPUTUSAN MAHASISWA MEMILIH KULIAH DI POLTEKKES RS dr. SOEPRAOEN MALANG
ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan di Politeknik RS dr. Soepraoen Malang yang bertujuan untuk
mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh lingkungan, citra perguruan tinggi, motivasi dan
prospek ke arah keputusan mahasiswa dalam memilih kuliah di dr politeknik. Soepraoen Malang
dan untuk mengetahui variabel yang dominan yang mempengaruhi keputusan mahasiswa dalam
memilih dr politeknik. Soepraoen. Dengan menggunakan teknik jenis sampling probabilitis
pengambilan sampel menggunakan random sampling sederhana sebanyak 55 responden sebagai
perwakilan dari populasi keputusan mahasiswa dalam memilih kuliah di dr politeknik. Soepraoen
Malang. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dengan
menggunakan analisis regresi linier berganda dibantu program komputer SPPS for windows
dapat ditarik kesimpulan dan persamaan yang diperoleh dari hasil perhitungan dapat terdiri dari
beberapa persamaan regresi linier sebagai berikut: Y = 16,542+ 0,300X1 + 0,046X2 - 0,405X3 -
0026 X4 + e.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa masing-masing variabel independen, faktor
lingkungan dan citra universitas parsial, memiliki efek positif. Faktor lingkungan, citra
perguruan tinggi, motivasi dan prospek secara bersamaan memiliki pengaruh yang signifikan
terhadap keputusan siswa dalam memilih perguruan tinggi di Politeknik RS dr. Soepraoen
Malang. variabel lingkungan, citra perguruan tinggi, motivasi dan prospek mampu memberikan
kontribusi 21,6% terhadap variabel keputusan, sehingga sisanya ditentukan oleh variabel lain
yang tidak diteliti.
Kata Kunci: Lingkungan, Citra Pendidikan Tinggi, Motivasi, Prospek, Keputusan
ABSTRACT
This research was conducted at the Polytechnic dr. Soepraoen Malang which aims to identify and
analyze the influence of the environment, the image of higher education, motivation and
prospects towards the decision in choosing a college student at the Polytechnic dr. Soepraoen
Malang and to determine the dominant variable influencing the decision polytechnic students in
choosing dr. Soepraoen. By using the technique of sampling probabilities sampling using simple
random sampling as 55 respondents representative of the population in the student's decision to
study at the Polytechnic dr. Soepraoen Malang. The results show based on the results of research
and discussion by using multiple linear regression analysis computer program assisted SPPS for
Windows can be deduced and the equation obtained from the calculation results can be
comprised of multiple linear regression equation as follows: Y = 16,542+ 0,300X1 + 0,046X2 -
0,405X3 - 0026 X4 + e. The results of this study concluded that each independent variable,
environmental factors and the partial image of the university, has a positive effect.
Environmental factors, the image of higher education, motivation and prospects simultaneously have a significant influence on the decision in choosing a college student at the Polytechnic dr.
Soepraoen Malang. Environment variables, the image of the college, motivation and prospects
are able to contribute 21.6% of the decision variables, so the determined by other variables not
examined.
Keywords: Environment, Image Of Higher Education, Motivation, Prospect, Decisio
PEMBERIAN EXTRA VIRGIN OLIVE OIL (EVOO) UNTUK MENGATASI DIAPER RASH (RUAM POPOK) PADA BAYI USIA 1-12 BULAN
ABSTRAK
Pendahuluan Diaper rash atau ruam popok merupakan ruam merah terang yang disebabkan oleh
iritasi dari kulit terkena urin atau kotoran yang berlangsung lama di bagian mana saja dibawah
popok anak. Untuk menyembuhkan diaper rash (ruam popok) dapat diberikan terapi
nonfarmakologi yaitu extra virgin olive oil (EVOO). Manfaat pemberian extra virgin olive oil
(EVOO) yang mengandung fenol dan asam esensial dapat melawan ruam pada pantat bayi. Tujuan
penelitian untuk mengetahui pemberian Extra Virgin Olive Oil (EVOO) dalam mengatasi diaper
rash (ruam popok) pada bayi usia 1-12 bulan. Metode penelitian yang akan digunakan adalah
deskripsi observasional dengan pendekatan studi kasus. Subyek penelitian dipilih berdasarkan
kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 2 subyek. Penelitian dilakukan dengan setiap hari dengan
mengolesi Extra Virgin Olive Oil (EVOO) sebanyak 4 kali selama ≤ 7 hari. Pengumpulan data
menggunakan lembar pengkajian, observasi, SOP, dan dokumentasi foto. Hasil penelitian dan
observasi tentang penanganan diaper rash (ruam popok) didapatkan bahwa pada subyek pertama
dinyatakan sembuh dalam 4 hari dan pada subyek kedua dinyatakan sembuh dalam 7 hari. Dari
hasil penelitian terbukti extra virgin olive oil (EVOO) dapat menyembuhkan diaper rash (ruam
popok). Dengan dilakukannya penelitian ini diharapkan bayi usia 1-12 bulan yang mengalami
diaper rash (ruam popok) dapat memberikan extra virgin olive oil (EVOO) untuk menyembuhkan
diaper rash (ruam popok).
Kata kunci : Bayi usia 1-12 bulan, diaper rash, extra virgin olive oil (EVOO)
ABSTRACT
Introduction Diaper rash is bright red rash caused by irritation of the skin exposed to urine or feces
that lasted long in any part of a child's diaper below. To heal diaper rash can be given non
pharmacological therapy with extra virgin olive oil (EVOO). The health benefits of extra virgin
olive oil (EVOO) containing phenol and essential acids can fight a rash on a baby's bottom. The aim
of the research is to find out the provision of Extra Virgin Olive Oil (EVOO) in dealing with diaper
rash in infants aged 1-12 months. The research method to be used is the description of the
observational case study approach. Subjects were selected based on inclusion and exclusion criteria
as much as 2 subjects. Research carried out by every day by smearing Extra Virgin Olive Oil
(EVOO) 4 times for ≤ 7 days. Collecting data using sheet assessment, observation, SOP, and photo
documentation. Results of research and observations on the handling of diaper rash found that in
the first subject was declared cured in 4 days and on the second subject was declared cured within 7
days. From the results of the study proved to be extra virgin olive oil (EVOO) can heal diaper rash.
By doing this research is expected to infants aged 1-12 months who have diaper rash can provide
extra virgin olive oil (EVOO) to heal diaper rash.
Keywords: Infants aged 1-12 months, diaper rash, extra virgin olive oil (EVOO
THE POTENTIAL OF PSYCHOSOCIAL HEALTH INDICATORS THAT EFFECTS TO CHRONIC RENAL FAILURE (CRF) PATIENT WITH COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY (CBT) BASED
Introduction: Chronic Renal Failure (CRF) is classified as a chronic disease that is due to take place throughout the life of the patient. Stress experienced by patients occur due to patient awareness that the disease can’t be cured, the patient difficulty adapting to the conditions and limitations experienced by many patients. Cognitive Behavior Therapy (CBT) is a therapy used to modify thoughts, feelings and behaviors by emphasizing the role of brain to analyzing, deciding, asking, doing and deciding so that it can change the feelings and thoughts from maladaptive become adaptive. Methods: This study included quasy experimental research. The method used the provision of CBT intervention and FGD (Focus Group Discussion) through 5 sessions. Data collection was done by means of interviews, questionnaires and participatory techniques. Results: Wilcoxon test for depression scale get p (0.00) < (0.05) and self efficacy p (0.00) < (0.05). As for the self-esteem of data analyzed by the McNemar test get p (0.00) < (0:05). Discussion: There is a change in degree of decreased depression psychosocial as well as increased self-efficacy and self-esteem. Result of statistical analysis shows significant differences between before and after the intervention CBT. This can happen because the CBT helps individuals to identify thoughts and beliefs are dysfunctional, negative, no correct and self-critical characteristic and transform them into positive thoughts
NILAI SKOR GLASGOW COMA SCALE, AGE, SYSTOLIC BLOOD PRESSURE (GAP SCORE) DAN SATURASI OKSIGEN SEBAGAI PREDIKTOR MORTALITAS PASIEN CIDERA KEPALA DI RUMAH SAKIT SAIFUL ANWAR MALANG
ABSTRAK
Pendahuluaan: Cidera kepala menjadi masalah bagi kesehatan masyarakat karena dapat
menyebabkan kematian, kecacatan, dan mengurangi waktu produktif. Cidera kepala memiliki
tingkat mortalitas yang tinggi, sehingga dibutuhkan metode prognosis cidera kepala dengan
penilaian awal yang akurat dengan harapan dapat memprediksi keluaran dan tata laksana yang
sesuai dengan kondisi pasien. GAP Score adalah salah satu skoring sistem fisiologis yang dapat
digunakan sebagai prediktor mortalitas pasien cedera kepala. Sistem ini lebih mudah digunakan
dan memberikan informasi prediktif yang berharga dari kondisi pasien. Tujuan penelitian ini
untuk mengetahui apakah nilai GAP score dan saturasi oksigen dapat menjadi prediktor dalam
memprediksi mortalitas pasien cidera kepala di Rumah Sakit Saiful Anwar Malang. Metode:
Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan studi retrospektif. Sampel
dalam penelitian ini berjumlah 96 orang yang didapatkan dari data rekam medis pasien cedera
kepala yang masuk pada periode Januari hingga Desember 2015 di RSSA Malang. Sampel yang
digunakan sebanyak 96 sampel sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil dan analisis :
Uji Mann-Whitney pada penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna
antara nilai GAP Score, dan saturasi oksigen dengan mortalitas pasien cidera kepala dalam 7
hari perawatan dengan p value dari semua variabel independen < 0,05. Hasil Uji regresi logistik
menunjukkan bahwa persamaan GAP Score memiliki nilai p value Uji Hosmer and Lemeshow
= 0,938 dengan AUC = 0,921 yang dapat memprediksi mortalitas 92,1% pasien cidera kepala.
Persamaan saturasi Oksigen memiliki nilai p value Uji Hosmer and Lemeshow = 0,870 dengan
AUC = 0.880 dapat memprediksi mortalitas sebesar 88%, dan persamaan GAP score dan
saturasi Oksigen memiliki nilai p value Uji Hosmer and Lemeshow = 0,967 dengan AUC =
0.965 dapat memprediksi mortalitas sebesar 96,5%. Diskusi dan kesimpulan: Secara statistik
terdapat perbedaan AUC antara persamaan tersebut, dengan kesimpulan bahwa gabungan
antara akurasi skoring GAP dan akurasi saturasi oksigen secara statistik dapat meningkatkan
akurasi dalam memprediksi kematian. Gabungan antara akurasi skoring GAP dan akurasi
saturasi oksigen secara statistik dapat meningkatkan akurasi dalam memprediksi mortalitas
pada pasien cidera kepala.
Kata kunci : GAP Score, Saturasi Oksigen, Mortalitas, Cedera Kepala.
ABSTRACT
Background: Head injury is a problem for public health because it can cause death, disability,
and reduce a person's productive time. Head injuries have high mortality, requiring a method
of head injury prognosis with early and accurate assessment in the hope of predicting outcomes
and governance in accordance with the patient's condition. GAP Score is one of physiological
scoring system that can be used as predictors of mortality of patients with head injury. This
system is easier to use and provide valuable predictive information of the patient's condition.
Patients who suffered a head injury requiring adequate oxygen supply to meet the needs of
brain metabolism that required ongoing monitoring of the oxygen saturation in order to prevent
the occurrence of secondary trauma that can worsen the condition of patients with head injury.
The purpose of this study to determine whether the value GAP scores and oxygen saturation
can be a predictor for predicting mortality in patients with head injury Saiful Anwar Hospital
in Malang. Method: This type of research is observational analytic retrospective study. The
sample in this study amounted to 96 people were obtained from medical records head injury
patients who entered the period January to December 2015 in RSSA Malang. The samples used
were 96 samples in accordance with the inclusion and exclusion criteria. Result and Analysis :
The results of the Mann-Whitney test analysis showed that there was significant relationship
between the value of GAP Score, and oxygen saturation of patients with head injury mortality
within 7 days of treatment with p value of all the independent variable
Faktor Pendukung Timbulnya Gestasional DM pada Ibu Hamil di BPS
Gestasional Diabetes Mellitus (GDM) menjadi masalah kesehatan masyarakat sebab penyakit ini berdampak langsung pada kesehatan ibu dan janin. Angka GDM di Indonesia sangat sukar ditemukan karena kurangnya kemampuan dalam melakukan deteksi dini pada ibu hamil. Kondisi diatas biasanya mulai terjadi pada kehamilan 24 minggu dan pada sebagian penderita akan kembali normal setelah melahirkan, namun hampir setengah angka kejadiannya, diabetes akan muncul kembali.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui adanya factor resiko gestasional diabetes mellitus.pada Ibu hamil. Metode penelitian menggunakan deskriptif . Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang control ke BPS A dan B Kabupaten Malang kurang lebih 50 orang, sampel berjumlah 30 orang, diambil menggunakan purposive sampling. Instrument pengumpulan data menggunakan lembar chek list berupa penilaian resiko GDM kemudian data yang diperoleh diolah dengan prosentase dan diinterprestasikan ke dalam distribusi frekuensi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa factor pendukung resiko gestasional diabetes mellitus pada riwayat obstetric responden adalah pernah mengalami melahirkan bayi macrosomia (43%), riwayat abortus berulang (25%), riwayat pre eclampsia (14%), Polihidramnion (11%) dan IUFD (7%). sedangkan factor medis gestasional diabetes mellitus pada ibu hamil adalah riwayat keluarga yang menderita DM (49%), peningkatan BB berlebihan (38%), riwayat menderita DM sebelumnya (8%) dan usia >35 tahun (5%). Sedangkan rerata kadar glukosa acak responden adalah 173,5, glukosa puasa 117,57 dan TTGO 155,8. Berdasarkan hasil penelitian diatas utnuk meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan ibu dan janin selama fase kehamilan sampai dengan persalinan, perlu adanya screening awal saat ANC untuk mengidentifikasikan adanya gangguan metabolism glukosa seperti gestasional diabetes mellitus