Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti
Not a member yet
    192 research outputs found

    PERILAKU IBU DALAM PENCEGAHAN ANEMIA ANAK PRASEKOLAH BERBASIS HEALTH PROMOTION MODEL

    Get PDF
    ABSTRAK Pendahuluan Anemia defisiensi besi adalah anemia yang timbul karena kekurangan zat besi (Fe). Besi merupakan elemen mikronutrien yang penting, jika kekurangan akan manghambat pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan, rentan terserang penyakit karena penurunan imunitas. Prevalensi tertinggi pada akhir masa bayi dan awal masa kanak-kanak (prasekolah). Zat besi bagi anak sangat penting sehingga perlu upaya pencegahan primer defisiensi besi melalui pemberian makanan sehat. Peran keluarga (ibu) sangat penting karena usia prasekolah belum mampu memenuhi kebutuhan gizi secara mandiri, sehingga perlu bantuan dari keluarga. Perilaku ibu dalam pemenuhan gizi anak dapat diidentifikasi dengan pendekatan teori Health Promotion Model (HPM). HPM merupakan perspektif teori yang mengeksplorasi perilaku ibu dalam pencegahan anak prasekolah. Metode Rancangan penelitian deskriptif eksploratif design dengan sampel 25 responden yaitu ibu dari anak prasekolah di PAUD An Nur Sawahan Turen Malang melalui teknik sampling purposive. Pengumpulan data menggunakan instrumen. Data yang diambil yaitu demografi meliputi usia ibu, suku, motivasi dan data khusus perceived benefit, peceived barrier, perceived self efficacy, activity related affect. Hasil penelitian motivasi 64% kuat dan data khusus perceived benefit 60% memiliki persepsi positif tentang manfaat pencegahan anemia, peceived barrier 52% mempersepsikan adanya hambatan, perceived self efficacy 68% mempunyai persepsi yang kuat tentang kemampuan diri, activity related affect 64% memiliki sikap yang kuat dalam pencegahan anemia. Diskusi Tenaga kesehatan diharapkan melakukan pendampingan kepada keluarga melalui kader kesehatan tentang praktek pencegahan anemia dan pengoptimalan program meja 4 di Posyandu Balita untuk memberikan pendidikan kesehatan tentang pentingnya zat besi. Kata kunci: perilaku, pencegahan anemia, health promotion model ABSTRACT Introduction Iron deficiency anemia is anemia resulting from a lack of iron (Fe). Iron is an important micronutrient elements. Anemia in children will gradually hinders the growth and development of intelligence, vulnerable to disease because of decreased immunity. The highest prevalence are in late infancy and early childhood (preschool). Iron is very important for children thus it needs primary prevention of iron deficiency through the administration of healthy food for children. The role of the family (the mother) is very important since preschool ages have not been able to meet the nutritional needs independently, so it needs the help of the closest environment that is family. Mother's behavior in the child nutrition meet can be identified with the theoretical approach of Health Promotion Model (HPM). HPM is a theoretical perspective that explores the behavior of mothers in the prevention of pre-school children anemia. Method The design of descriptive was exploratory design study with a sample of 25 respondents namly mothers of preschool children in Early Childhood Education Program of An Nur Sawahan Turen Malang through purposive sampling techniques. Collecting data used instruments. Data taken were demography include maternal age, ethnicity, motivation and specific data perceived benefit, perceived barrier, perceived self-efficacy, activity related affect. Result The results of motivational research was 64% strong and specific data of perceived benefit was 60% have a positive perception of the benefits of prevention of anemia, perceived barrier was 52%, perceived self-efficacy was 68% have a strong perception of self-efficacy, activity related Affect was 64% have strong attitude in the prevention of anemia.DiscussThe health worker is expected to provide guidance for families through health volunteers in terms of anemia prevention practices and optimization of program in integrated services for children under five years old in providing health education about the importance of iron. Keywords: mother behavior, anemia prevention, health promotion model

    PEMBERIAN VITAMIN B6 SEBAGAI UPAYA MENGURANGI KECEMASAN PADA REMAJA AKHIR DENGAN PREMENSTRUASI SYNDROM

    Get PDF
    ABSTRAK Pendahuluan Salah satu masalah kesehatan reproduksi yang banyak dialami wanita usia reproduktif adalah terjadinya premenstruasi sindrom yang merupakan gangguan siklus yang umum terjadi pada wanita ditandai dengan gejala fisik dan emosional yang konsisten, terjadi selama fase luteal pada siklus menstruasi. Berbagai metode penanganan premenstruasi sindrom dapat dilakukan, baik farmakologi maupun non farmakologi.Terapi meliputi pemberian progesteron, kontrasepsi oral, vitamin B6 dan diuretika. Vitamin B6 dibutuhkan untuk mengontrol produksi zat serotonin pada otak yang dapat mengurangi kecemasan yang merupakan salah satu gejala psikologi yang timbul saat premenstruasi sindrom terjadi. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi kecemasan pada remaja akhir dengan premenstruasi sindrom dengan pemberian vitamin B6 di Karangtaruna Cemara Bhakti. Metode penelitian yang akan digunakan adalah deskripsi observasional dengan pendekatan studi kasus. Subyek penelitian dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 1 subyek penelitian. Observasi dilakukan pada remaja akhir yang mengalami premenstruasi syndrom. Pemberian vitamin B6 sebanyak 10 mg selama dua minggu. Pengumpulan data menggunakan lembar wawancara, SOP, SAP, dan instrumen HARS. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terjadinya penurunan kecemasan yang dialami Nn. “S” dengan premenstruasi syndrome setelah pemberian vitamin B6. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terjadi penurunan kecemasan pada remaja “S” setelah pemberian vitamin B6 dari kecemasan sedang menjadi kecemasan ringan. Kata kunci : Remaja, kecemasan, premenstruasi sindrom, vitamin B6 ABSTRACT Introduction One of reproductive health problems experienced by a lot of women of reproductive age is the occurrence of premenstrual syndrome, which is a common cycle disorders in women is characterized by physical and emotional symptoms that consistently occur during the luteal phase of the menstrual cycle. Various methods of handling premenstrual syndrome can be done, both pharmacological and non pharmacology. Therapy include progesterone administration, oral contraceptives, vitamin B6 and diuretics. Vitamin B6 is needed to control the production of serotonin in the brain substance that can reduce anxiety which is one of the psychological symptoms that arise when premenstrual syndrome occurs. The aim of research to identify anxiety in the late teens with premenstrual syndrome by administering vitamin B6 in Karangtaruna Fir Bhakti. The research method to be used is the description of the observational case study approach. Subjects were selected based on inclusion and exclusion criteria as much as 1 study subjects. Observations made in the late teens who experience premenstrual syndrome. Giving vitamin B6 10 mg for two weeks. Collecting data using the questionnaires, SOP, SAP, and HARS instruments. The results of this study showed a decrease in anxiety experienced by Ms. "S" with premenstrual syndrome after administration of vitamin B6. The conclusion of this study is the decrease anxiety in adolescents "S" after the administration of vitamin B6 from anxiety is becoming mild anxiety. Keywords: Teen, anxiety, premenstrual syndrome, vitamin B

    PENGARUH METODE COURSE REVIEW HORAY TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP DAN PRAKTIK PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA ANAK USIA SEKOLAH

    Get PDF
    Pembelajaran PHBS anak usia sekolah berbeda dengan pembelajaran pada orang dewasa karena anak usia sekolah masih berada pada fase operasional konkret. Anak usia sekolah lebih menyukai pebelajaran dengan kondisi yang menyenangkan dan dilakukan dalam bentuk permainan. Salah satu metode yang bisa dilakukan adalah dengan metode Course Review Horay dimana dalam metode ini menggunakan metode permainan yang membuat anak lebih aktif dalam berpartisipasi dalam kegiatan serta mampu menyerap lebih banyak pemahaman tentang materi yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode Course Review Horay terhadap pengetahuan, sikap dan praktik Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada anak usia sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimental dengan desain penelitian menggunakan One Group Pretest-Posttest Design. Sampel terdiri dari 48 responden yang diambil secara purposive sampling. Variabel yang diukur adalah adalah tingkat pengetahuan, sikap dan praktik tentang PHBS sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan PHBS melalui metode Course Review Horay. Dari data uji statistik Paired t-test didapatkan hasil p value pada variabel tingkat pengetahuan, sikap dan praktik sebesar 0.003, 0.025, 0.040 (

    PEMBERIAN TELUR AYAM REBUS PADA REMAJA PUTRI USIA 19 TAHUN YANG MENGALAMI ANEMIA DEFISIENSI BESI

    No full text
    ABSTRAK Pendahuluan Anemia defisiensi besi adalah anemia yang timbul akibat kosongnya cadangan besi tubuh. Anemia pada remaja putri dikarenakan gaya hidup yang dinamis dan adanya fase menstruasi tiap bulan. Tanda khas pada anemia defisiensi besi menunjukkan hasil laboratorium H

    HUBUNGAN KADAR GULA DARAH DENGAN PENGENDALIAN EMOSI PADA PASIEN DIABETES MELLITUS RAWAT INAP (Relationship Blood Glucose Level with Emotional Control for Diabetes Mellitus Patients in Hospital Ward)

    Get PDF
    ABSTRAKPendahuluan : Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit metabolik yang menimbulkan dampak pada fisik dan psikologis pasien. Emosi manusia diatur oleh sistem limbik otak, yang sekaligus mengatur sistem endokrin dan fungsi sistem saraf otonom, suasana hati marah, depresi bisa melalui sitem limbik dan sitem saraf otonom mempengaruhi sekresi hormon insulin.Metode : Penelitian ini termasuk jenis penelitian observasional dengan desain cross sectional. Variabel penelitian adalah kadar gula darah dan pengendalian emosi dengan skala data interval. Data disajian secara deskriptif berupa prosentase, tabulasi frekuensi/cross tabulasi serta analisis dengan uji korelasi pearson product moment, yang terlebih dulu dilakukan uji normalitas. Bila data tidak berdistribusi normal maka digunakan uji korelasi Spearman.Hasil : Hasil uji normalitas dengan menggunakan Kolmogorov Smirnov didapatkan nilai p < 0.05 sehingga kesimpulannya distribusi data tidak normal. Kemudian digunakan uji non parametrik korelasi Spearman, yang didapatkan nilai p (0.000) < α (0.05).Diskusi : Terdapat hubungan antara hubungan antara kadar gula darah dengan pengendalian emosi. Kekuatan hubungan bersifat sedang dan memiliki arah negatif (-0.715), artinya hubungannya bersifat terbalik yaitu bila kadar gula darah tinggi maka pengendalian emosi akan rendah, sebaliknya bila kadar gula darah rendah maka pengendalian emosi akan tinggiABSTRACTIntroduction: Diabetes mellitus (DM) is a metabolic disease that causes physical and psychological impact on the patient. Human emotions are governed by the limbic system of the brain, which also regulate the endocrine system and the autonomic nervous system function, angry mood, depression can be through the limbic system and the autonomic nervous system affects the secretion of the hormone insulin.Methods: This research was an observational study with cross sectional design. Variable research was blood sugar levels and control emotions with scale interval. Data analyzed by descriptive statistics in the form of a percentage, frequency tabulation/cross tabulation and analyzed by spearman correlation test, because data was not normally distributed.Results: The results of the test for normality using Kolmogorov-Smirnov, is p value <0.05 so that the conclusions the data distribution is not normal. Then use a non-parametric Spearman correlation test, the p value (0.000) <α (0.05).Discussion: There is a relationship between the blood sugar levels with emotional control. Strength of the relationship is moderate and had a negative direction (-0,715), meaning that the relationship is inverted. If the blood sugar level is high, so the emotional control will be lower. Whereas the blood sugar level is low, the emotional control will be high

    INGKAT KETERGANTUNGAN PASIEN ASMA SETELAH DIBERIKAN ALAT BANTU NAFAS SEDERHANA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WAGIR KABUPATEN MALANG

    Get PDF
    ABSTRAK Alat bantu nafas sederhana di rancang secara sederhana dengan prinsip penghangat dan pelembab bagi penderita gangguan saluran pernafasan. Penderita asma sering mengalami keluhan sesak sehingga menyebabkan kebutuhan dasar/aktifitas sehari-hari terganggu seperti makan minum, aktifitas berjalan pemenuhan BAB atau BAK dan istirahat. Pemberian alat bantu sederhana di rancang secara sederhana dari bahan water pump aquarium dimodifikasi dengan humidifier yang berfungsi sebagai pelembab udara dan penghangat untuk mengurangi respon alergi dan sesak pada pasien asma. Kemudahan alat sederhana ini dapat dibawa kemana-mana serta bisa dipakai sewaktu-waktu sesuai dengan kebutuhan pasien asma. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran kemandirian pasien asma setelah diberikan alat bantu nafas sederhana di Wilayah Kerja Puskesmas Wagir. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Wagir Kabupaten Malang dengan responden sejumlah 30 orang penderita asma. Rancangan penelitian menggunakan diskriptif. pengukuran kemandirian menggunakan index barthel yang meliputi kemampuan pemenuhan aktifitas makan, mandi, perawatan diri, berpakaian , BAK/BAB dan mobilitas. Analisis data menggunakan prosentase dan disajikan dalam tabel distribusi frekwensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemandirian setelah menggunakan alat bantu nafas sederhana. Dari tingkat ketergantungan mandiri 3% meningkat menjadi 10% setelah menggunakan alat bantu nafas sederhana.Termasuk ada peningkatan aktifitas dari katagori ringan 17% menjadi 30%. Penurunan kategori aktifitas berat sebelum menggunakan 20 % menurun menjadi 17%. Rekomendasi berdasarkan pemberian alat bantu nafas sederhana dapat membantu untuk meningkatkan kemandirian pasien asma dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Penggunaan alat bantu sederhana ini sangat efektif dan ekonomis dapat digunakan sebagai salah satu alternatif bagi penderita asma. Keyword : tingkat ketergantungan, Pasien Asma, alat bantu nafa

    ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETERLAMBATAN DALAM MENGATASI PASIEN STROKE SAAT MERUJUK KE RSUD JOMBANG

    Get PDF
    ABSTRAK Pendahuluan: Stroke adalah serangan otak yang timbul secara mendadak ditandai adanya gangguan aliran darah karena adanya sumbatan atau pecahnya pembuluh darah tertentu di otak. Keberhasilan penanganan stroke sangat tergantung dari kecepatan, kecermatan dan ketepatan terhadap penanganan awal atau waktu emas dalam penanganan stroke adalah ± 3 jam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa faktor yang memepengaruhi keterlambatan dalam penanganan rujukan pasien stroke ke RSUD Jombang. Metode : Penelitian ini menggunakan methode Survey Cross Sectional merupakan suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor resiko atau efek melalui observasi. Responden berjumlah 60 orang yang didapatkan dengan metode rule of thumb. Hasil dan Analisa : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat korelasi keterlambatan pasien stroke saat merujuk ke RSUD Jombang diantaranya jarak rujukan didapatkan signifikasi p value 0.021 dan pendampingan rujukan didapatkan p value 0.026. Berdasarkan uji regresi logistik disimpulkan bahwa ke 2 faktor mempunyai korelasi yang sama dengan keterlambatan pasien stroke dengan OR jarak rujukan sebesar 2.42 dan OR Pendampingan sebesar 2.27 serta diperkirakan keterlambatan pasien stroke sebesar 23.4%. Diskusi dan kesimpulan: Diantara variabel independen 6 faktor yang berpengaruh terhadap variabel dependen hanya ada dua variabel yang memiliki korelasi yaitu jarak rujukan dan pendampingan petugas saat melakukan rujukan ke RSUD Jombang. Kedua fakor memiliki kekuatan dan pengaruh yang sama saat melakukan rujukan pada kasus stroke ke RSUD Jombang. Kata Kunci: Stroke, Keterlambatan, Rujukan, Faktor yang mempengaruhi ABSTRACT Background: Stroke is a brain attack which occur suddenly marked by the interruption of blood flow due to blockage or rupture of blood vessels of the brain. The success of stroke treatment is highly dependent on the speed, accuracy and precision of the handling of the initial or the golden time in the treatment of stroke is ± 3 hours. This study aims to determine some of the factors that affect delays in the handling of a stroke patient referrals to hospitals Jombang. Method: This study uses a method Cross Sectional Survey is a research study to study the dynamics of the correlation between risk factors or the effects through observation. Respondents were 60 people who obtained the rule of thumb method. Result and Anlisys : The results of this study indicate that there is a correlation delay time stroke patients referred to hospitals Jombang include a reference distance obtained significance p value of 0.021 and referral assistance obtained p value 0.026. Based on logistic regression test concluded that to two factors have the same correlation with the delay of stroke patients with a referral by the distance OR OR 2:42 and 2:27 as well as the assistance of an estimated delay of 23.4% of stroke patients. Discussion and summary: Among the independent variables six factors that only two variables affect the dependent variable they are referral time and advocacy officer when making referrals to Jombang General Hospital. Both factor have the same power and influence when making reference to the Stroke case at Jombang General Hospital. Keywords : Stroke, Delay, Referral, Factors affectin

    IDENTIFIKASI TINGKAT FAMILY BURDEN ORANG TUA ANAK TYPE 1 DM (T1DM) DI IKADAR KOTA MALANG

    Get PDF
    Type 1 Diabetes mellitus atau T1DM adalah salah satu penyakit yang terjadi sejak masa anak dan remaja. Mereka membutuhkan bantuan untuk bertahan hidup dengan mengandalkan injeksi insulin. Keluarga dari anak T1DM diminta untuk berkomitmen dan mendukung perubahan gaya hidup. Kondisi ini dapat mengakibatkan keterbatasan, ketidakmampuan, kecacatan, komplikasi maupun pengalaman yang tidak menyenangkan yang dirasakan orang tua disebut sebagai family burden atau beban keluarga. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif yang bertujuan mengidentifikasi family burden orang tua anak T1DM. Yang dilaksanakan melalui kunjungan rumah pada orang tua yang tergabung di IKADAR Kota Malang pada bulan Juni-Juli 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua yang memiliki remaja T1DM yang berusia 10-19 tahun. Sampel diambil dengan metode total sampling sejumlah 25 responden. Data yang diperoleh selanjutnya ditabulasi dan di analisis serta disajikan datanya dalam bentuk mean, modus, median, min-mak. Dari data uji statistik deskriptif didapatkan hasil sebagian besar responden tidak ada burden sejumlah 14 orang(56%), burden ringan sejumlah 9 orang(36%) dan burden sedang sejumlah 2 orang (8%). Tidak ada burden keluarga dimungkinkan dipengaruhi oleh jenis kelamin, umur, lama terdiagnosa, dan lama tergabung di Ikadar. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar keluarga senantiasa aktif mencari sumber dukungan utamanya melalui kelompok

    PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN TURI MERAH TERHADAP JUMLAH MAKROFAG PADA MENCIT NIFAS YANG DIINFEKSI Streptococcus agalactiae

    Get PDF
    Pendahuluan: Periode postpartum membawa risiko tinggi untuk terjadinya infeksi yang dapat menimbulkan sepsis jika tidak diidentifikasi dan segera diobati. Pada saat masa nifas akan terdapat perlukaan-perlukaan kecil pada daerah organ reproduksi, dimana hal ini akan menimbulkan munculnya bakteri patogen melalui jalan lahir yaitu vagina dan jalan lain saat persalinan maupun setelah persalinan. Strain bakteri yang paling umum diisolasi pada infeksi masa nifas salah satunya yaitu bakteri gram positif Streptococcus agalactiae. Bahan obat alami sebagai alternatif antibiotik salah satunya adalah ekstrak daun turi merah yang terdapat kandungan saponin, flavonoid dan tanin sebagai efek antibakteri. Objektif : Membuktikan pengaruh ekstrak daun turi merah (Sesbania grandiflora L. Pers) pada mencit nifas (Mus musculus) yang diinfeksi Streptococcus agalactiae. Metode : Jenis metode penelitian yang akan digunakan adalah true experiment posttest only control group design. Replikasi penelitian mencit sebanyak 28 ekor dan dikelompokkan menjadi 4 yaitu kontrol (Streptococcus agalactiae), kelompok P1 (Streptococcus agalactiae dan ekstrak daun turi merah dosis 125 mg/kg/BB), kelompok P2 (Streptococcus agalactiae dan ekstrak daun turi merah dosis 250 mg/kg/BB) dan kelompok P3 (Streptococcus agalactiae dan ekstrak daun turi merah dosis 500 mg/kg/BB). Pengukuran jumlah makrofag dilakukan dengan metode immunohistokimia. Hasil : Hasil analisis secara keseluruhan menunjukkan pemberian ekstrak daun turi merah mampu menurunkan jumlah makrofag pada mencit nifas yang diinfeksi Streptococcus agalactiae. Kesimpulan : Pemberian ekstrak daun turi merah pada mencit nifas yang diinfeksi Streptococcus agalactiae berpengaruh signifikan menurunkan jumlah makrofag. Oleh karena itu ekstrak daun turi merah dapat bermanfaat untuk meningkatkan imunitas tubuh agar tidak terjadi infeksi pada masa nifas berlangsung

    PENGARUH PENERAPAN PENCEGAHAN MEDICATION ERROR TERHADAP PERILAKU PERAWAT TENTANG TUJUH BENAR PEMBERIAN OBAT DI RSUI KABUPATEN MALANG

    Get PDF
    ABSTRACT Introductions: Medication errors are one of the types of errors that can lower the quality and safety of health care. Nurses play an important role in preventing medication errors due to improper administration of drugs. In general actions the administration of drugs to the act of injection is less committed to the principles 7 right medicine that is really the time and documentation for the current administration of the drug does not simultaneously but rather through a sequence of patient rooms while on documentation nurses only write action alone and missed report on how the patient's response to the drugs given. This study aimed to analyze the effect of applying the prevention of medication errors to correct the behavior of the nurses on seven drug administration. Method :This research uses experimental design approach quasy pre posttest design with control group involving 29 respondents treatment group and the control group of 29 people selected by purposive sampling. Analysis of the data by using the Wilcoxon Signed Rank Test was used to test the effect of medication error prevention models of the behavior of the nurses about seven correct administration of drugs and Mann Whitney were used to compare between the control group and the treatment group. Results: The results of statistical tests showed that improper patients (p = 0.071), improper medication (p = 0.689), not exactly the way (p = 0.79), not on time (p = 0.062), improper documentation (0.353), is not exactly a side effect (p = 0.01) and the incidence is not expected (p = 0.03). Of interventions on the application of medication error prevention to the behavior of the nurses on the principles of correct drug administration showed that it was not the right time (p = 0.000), no proper documentation (p = 0.000), not exactly adverse events (p = 0.000). Conclusion: The application of medication error prevention effect on the timeliness, accuracy of documentation, to check the accuracy of side effects. Keywords: Medication error, nurse behaviour, 7 right drug administration ABSTRAK Introduksi: Medication error merupakan salah satu tipe kesalahan yang mampu menurunkan kualitas dan keamanan pelayanan kesehatan. Perawat berperan penting dalam mencegah terjadinya medication error akibat kesalahan pemberian obat. Secara umum tindakan pemberian obat pada tindakan injeksi kurang melakukan prinsip 7 benar obat yaitu benar waktu dan dokumentasi karena saat pemberian obat tidak bersamaan melainkan melalui urutan kamar pasien sedangkan pada dokumentasi perawat hanya menuliskan tindakan saja dan melewatkan melaporkan tentang bagaimana respon pasien terhadap obat yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh penerapan pencegahan medication error terhadap perilaku perawat tentang tujuh benar pemberian obat. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasy eksperimen dengan pendekatan pre posttest design with control grup yang melibatkan 29 responden kelompok perlakukan dan 29 orang kelompok kontrol yang dipilih secara cluster sampling. Analisa data dengan menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test digunakan untuk menguji pengaruh model pencegahan medication error terhadap perilaku perawat tentang tujuh benar pemberian obat dan Mann Whitney digunakan untuk membandingkan antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Hasil: Dari hasil uji statistik didapatkan hasil bahwa tidak tepat pasien (p= 0,071), tidak tepat obat (p=0,689), tidak tepat cara (p=0,79), tidak tepat waktu (p=0,062), tidak tepat dokumentasi (0,353), tidak tepat efek samping (p=0,01) dan kejadian tidak diharapkan (p=0,03). Dari intervensi tentang penerapan pencegahan medication error terhadap perilaku perawat tentang prinsip benar pemberian obat didapatkan hasil bahwa tidak tepat waktu (p=0,000), tidak tepat dokumentasi (p=0,000), tidak tepat efek samping (p=0,000). Kesimpulan: Penerapan pencegahan medication error berpengaruh terhadap ketepatan waktu, ketepatan dokumentasi, ketepatan untuk mengecek efek samping. Kata Kunci: Medication error, perilaku perawat, prinsip 7 benar pemberian obat

    127

    full texts

    192

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇