Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti
Not a member yet
    192 research outputs found

    Hubungan Usia Menarche dengan kejadian Menopuse pada ibu menopause Usia 40-55 Tahun Di Posandu Lansia Mawar di Kec. Poncokusumo Kab. Malang

    No full text
    ABSTRAK Pendahuluan: Menarche (Haid pertama) merupakan haid yang pertama kali terjadi perdarahan pada dinding rahim dan yang dikenal dengan istilah darah haid. Haid pertama tanda kesiapan biologis, dan tanda siklus masa subur telah dimulai. Menarche adalah menstruasi yang dialami pertama kali oleh seorang perempuan. Sedangkan Menopause merupakan suatu kondisi dimana menstruasi berhenti secara permanen. Pada kondisi ini terjadi penurunan sekresi estrogen oleh folikel ovarium sehingga menimbulkan respon peningkatan sekresi gonadotropin dari hipofise, yaitu FSH (Follicle Stimulating Hormone) dan LH (Luteinising Hormone). Folikel yang tersisa tidak lagi sensitif terhadap peningkatan FSH dan LH ini, sehingga kadar estradiol tetap rendah, hal ini mengakibatkan menstruasi terhenti. Perubahan pada saat menopause dapat berupa penurunan produksi hormon seks wanita yaitu estrogen dan progesterone dari indung telur. Keluhan menopause sangat bervariasi pada wanita. Menopause berhubungan dengan menarche, semakin dini menarche terjadi, makin lambat menopause timbul, sebaliknya makin lambat menarche terjadi makin cepat terjadinya menopause. Metode: Penelitian ini menggunakan desain korelasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu-ibu menopause berjumlah 49 orang, dan sampelnya adalah sebagian ibu-ibu yang mengalami menopause yang memenuhi kriteria inklusi dengan teknik metode purposive sampling berjumlah 46 orang. Instrumen yang digunakan adalah lembar wawancara, analisis data secara bivariat dengan uji statistik menggunakan Rank Spearman. Dari hasil uji statistik Rank spearman didapatkan hasil p value = .000 dengan nilai signifikansi 0,05 karena nilai p < 0,05 ( .000 < 0,05). Kesimpulan: Kesimpulan pada penelitian ini adalah ada hubungan usia menarche dengan kejadian menopause pada ibu menopause usia 40-55 tahun di Posyandu Mawar Kecamatan Poncokusuma Kab. Malang. Kata Kunci: Usia Menarche, Kejadian Menopause, Ibu Menopause Usia 40-55 Tahu

    PENGARUH TERAPI DINGIN CRYOTHERAPY TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA FRAKTUR EKSTREMITAS TERTUTUP

    Get PDF
    Latar Belakang : Fraktur atau patah tulang merupakan gangguan penuh atau sebagian pada kontinuitas struktur tulang. Keluhan utama yang sering ditemukan pada pasien fraktur adalah nyeri. Terapi dingin secara klinis dapat meningkatkan ambang nyeri, mencegah pembengkakan dan menurunkan performa motorik local. Salah satu cold therapy adalah cryotherapy. Cryotherapy merupakan penggunaan es (ice pack) dan air es dalam pengobatan cedera dan modalitas pengobatan yang umum digunakan dalam pengelolaan cedera.. Secara fisiologis es mengurangi aktivitas metabolisme dalam jaringan sehingga mencegah kerusakan jaringan sekunder dan mengurangi nyeri ke sistem saraf pusat. Tujuan Penelitian : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas Cryotherapy Ice Pack terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien fraktur tertutup. Metodologi Penelitian : Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen pre dan post test dan rancangan yang digunakan adalah rancangan one group pretest and postest design.. Sampel pada penelitian ini adalah pasien dengan fraktur terutup di ruang trauma centre RSUP DR. M. Djamil Padang sebanyak 12 orang. Teknik purposed sampling digunakan dalam penentuan sampel. Instrument yang akan digunakan pada penelitian ini adalah lembar observasi untuk menentukan nyeri yang dirasakan oleh responden. Analisa data menggunakan uji statistik yaitu Paired sample T Test . Hasil Penelitian : Hasil penelitian didapatkan p value 0, 00 (p value< 0,05) sehingga ada pengaruh terapi dingin cryotherapy terhadap penurunan nyeri pasien dengan ekstremitas tertutup. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mengevaluasi efek dari terapi dingin cryotherapy pada penurunan nyeri pasien dengan fraktur ektremitas tertutup

    Pengaruh Dukungan Suami dan Status Pekerjaan Ibu Terhadap Pola Menyusui Bayi Usia 0-3 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Ciptomulyo Kota Malang

    Get PDF
    Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan sekaligus minuman dengan komposisi sempurna bagi bayi untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Air Susu Ibu memiliki banyak manfaat dalam berbagai aspek serta mampu menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi. Data Dinas Kesehatan Kota Malang menunjukkan bahwa proporsi pola menyusui eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Ciptomulyo hanya 57,2% dan belum memenuhi target pemerintah yakni 80%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan suami dan status pekerjaan ibu terhadap pola menyusui bayi usia 0-3 bulan di wilayah kerja Puskesmas Ciptomulyo Kota Malang. Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dipilih menggunakan metode purposive sampling, dengan jumlah 64 responden. Pengumpulan data menggunakan kuisioner. Analisis hasil penelitian menggunakan uji Chi-Square. Hasil analisis data menunjukkan terdapat pengaruh dukungan suami terhadap pola menyusui bayi usia 0-3 bulan (p value = 0.004), nilai koefisien korelasi sedang (0.413). Semakin banyak ibu yang mendapat dukungan suami, maka semakin banyak ibu yang memiliki pola menyusui eksklusif. Selain itu, hasil analisis juga menunjukkan bahwa terdapat pengaruh status pekerjaan ibu terhadap pola menyusui bayi usia 0-3 bulan (p value = 0.000), nilai korelasi sedang (-0.432). Artinya, ibu bekerja akan semakin kecil kemungkinannya untuk memiliki pola menyusui eksklusif. Kata Kunci: dukungan suami, status pekerjaan ibu, pola menyusui, ASI

    EFFECT OF FAMILY CHILDREN MODIFIED MODEL ON FAMILY EMPOWERMENT IN MALANG ELEMENTARY SCHOOL

    No full text
    Background: Malnutrition and over nutrition in school-age children is a serious problem because it will continue into adulthood which is a risk factor for various metabolic and degenerative diseases such as cardiovascular disease, diabetes mellitus, cancer, osteoporosis, etc. In children with malnutrition and over nutrition can also cause a variety of health problems that interfere with the quality of life such as disorders of leg growth, sleep disturbances, stop breathing for a moment and other respiratory disorders. The high number of malnutrition and over nutrition in Indonesia needs to get easy and affordable treatment by quality health services, one of which is through family empowerment called family empowerment. The family is the first and closest person that affects the child's lifestyle. Healthy lifestyles and not determined by parenting from family or family including diet, eating behavior and children's activities. The application of a balanced lifestyle to school children is not an easy thing. This requires support from various parties, namely parents, family, teachers, health workers and other parties. Objective: The purpose of this study was to determine the effect of modified model family empowerment on the level of family empowerment. Methods: This study was a semi-experiment one group pre and post test design with 172 respondents were taken by purposive sampling technique. Family Empowerment was measured by using Family Empowerment Scale (FES) before and after family empowerment modified model. Family empowerment model was performed at one time and evaluate in 2 month to the family. Analysis of the data was analyzed using Wilcoxon Signed Rank test. Result The level of family empowerment of the control group before intervention was mostly 73 people (85%) and a good small portion was 13 people (15%) with a mean ± SD of 89.54 ± 5.91. The level of family empowerment in the treatment group in the pre-majority was 73 people (85%) and a small portion less than 3 people (3%) with a mean ± SD of 89.02 ± 5.65. After the intervention became quite large as many as 70 people (81%) and a small portion was enough as many as 16 people (19%) with a mean ± SD of 90.17 ± 5.28. The results showed that the Family Empowerment Modified model can increase the level of family empowerment ((Z= 4,226 dan α=0,000) Conclusion: According to the results of this research and because of knowledge increasing and understanding’s family about diet model. Family is the first and closest person that affects the child's lifestyle, it would be balance in nutrition fulfillment of children

    PERBEDAAN TANGGUNG JAWAB ANAK DAN ORANG TUA DALAM PENGELOLAAN DIABETES ANAK DENGAN DM TIPE 1 DI KOTA MALANG

    Get PDF
    DM tipe1 merupakan salah satu penyakit kronis terbanyak yang terjadi pada anak-anak. Pengelolaan diabetes pada anak sangatlah kompleks sehingga membutuhkan dukungan dari orang tua untuk melakukannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tanggung jawab anak dan orang tua dalam pengelolaan diabetes anak dengan DM tipe 1. Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif komparatif dan dilakukan di IKADAR Kota Malang pada Desember 2017. Sampel berjumlah 19 anak dan 19 orang tua yang diambil secara purposive sampling. Variabel yang diukur adalah tanggung jawab pengelolaan diabetes dengan menggunakan instrumen Diabetes Family Responsibility Questionnaire (DFRQ). Untuk melihat perbedaan tanggung jawab anak dan orang tua menggunakan uji t tidak berpasangan. Hasil yang didapatkan adalah skor DFRQ anak 35,6 ± 7,3 dan skor DFRQ orang tua 37,9 ± 7,7. Berdasarkan uji t tidak berpasangan didapatkan p (0.346) > 0.05 sehingga disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan tanggung jawab anak dan orang tua dalam pengelolaan diabetes anak dengan DM tipe 1. Anak dan orang tua memiliki persepsi yang sama bahwa orang tua lebih bertanggung jawab dalam pengelolaan diabetes anak. Berdasarkan hasil di atas, diharapkan perawat dapat sebagai penengah komunikasi bagi orang tua dan anak dalam pembelajaran pengelolaan diabetes anak serta mempersiapkan anak untuk mengelola diabetesnya secara mandiri

    PENGARUH PEMBERIAN JUS TOMAT (SOLANUM LYCOPERSICUM) TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI STADIUM I

    Get PDF
    PENGARUH PEMBERIAN JUS TOMAT (SOLANUM LYCOPERSICUM) TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI STADIUM

    PENGARUH TITIK AKUPUNKTUR ST 18, GB 21, CV 17 TERHADAP PENINGKATAN VOLUME ASI IBU MENYUSUI DI BPS E MALANG

    Get PDF
    Abstract Breast milk is the best food for a baby the early life, this is not only breast milk has many contains of the nutrients for the baby needs but it also contains immunologic substances that protect the baby from infection. The Indonesian Government has launched The Exclusive Breastfeeding Movement for 0-6 months infants who given breast milk only without other foods and drinks. Exclusive breastfeeding can reduce the number of infant mortality in Indonesia. Various efforts are made to increase the breast milk volume by taking drugs and herbs / traditional herbs. However, it causes some side effects. Another traditional way that is relatively safe is acupuncture therapy, which jabs acupuncture needles at some point to get the benefit for the body. This research is to determine the acupuncture points ST18, GB21, CV17 effects to increase the breastmilk volume in breastfeeding mothers. This research was conducted at “E” Midwife Private Practice in Malang. The research design used pre-experimental design with pretest-posttest design. The population of this research are all breastfeeding mothers who visited at “E” BPS in June 2016 are 35 people and samples taken as many as 15 people. The sampling technique using purposive sampling technique. From the research results has known the effect of acupuncture at point ST 18, GB 21, and CV 17 to increase the breast milk of breastfeeding mothers at E Midwife Private Practice in Malang. The calculation using SPSS statistic 21 with paired sample t test obtained result of significant value (0.00

    HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DENGAN KESEHATAN JIWA REMAJA DI SMPN KOTA MALANG

    Get PDF
    Pendahuluan: Gangguan jiwa pada anak dan remaja adalah perilaku yang tidak sesuai dengan tahapan usianya, menyimpang bila dibandingkan dengan norma budaya yang mengakibatkan kurangnya atau terganggunya fungsi adaptasi. Pada masa muda dengan perilaku gangguan dan penyalahgunaan zat, masalah hukum, agresi, menjadikan risiko tinggi bunuh diri pada remaja. Banyaknya masalah dan perilaku menyimpang pada masa remaja menunjukkan bahwa remaja merupakan kelompok risiko terhadap masalah kesehatan jiwa. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan crossectional untuk mengetahui hubungan antara dukungan social keluarga dengan kesehatan jiwa pada remaja di SMPN Malang. Sampel penelitian terdiri 94 responden. Teknik sampling mengunakan proportionate stratified random sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner dukungan sosial dan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS). Data dianalisis dengan uji korelasi Spearman rank. Hasil dan analisis: Sebagian besar responden mendapatkan dukungan sosial dari keluarga dalam kategori tinggi, yaitu sebanyak 81 responden (86,2%) dan lebih dari setengah responden memiliki kesehatan jiwa dalam kategori normal, yaitu sebanyak 55 responden (58,5%). Dari uji statistik didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,021

    ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS DALAM 12 JAM PERAWATAN PASIEN CEDERA KEPALA BERAT

    Get PDF
    Pendahuluan: Distribusi kasus cedera kepala terutama melibatkan kelompok usia produktif antara 15-44 tahun. Dampak cedera kepala akan memberikan gangguan yang sifatnya lebih kompleks seperti gangguan fungsi neurologis, kecacatan, hingga kematian. Hal ini dikarenakan kerusakan primer dan sekunder yang sering terjadi pada 6-12 jam pertama terhadap struktur anatomik dan fisiologik isi tengkorak. Tujuan penelitian mengetahui faktor-faktor yang berperan pada mortalitas dalam 12 jam perawatan pasien CKB. Metode: Penelitian dilakukan di rumah sakit Tipe A Pendidikan RSUD Dr. Moewardi di Surakarta dengan studi rekam medis menggunakan desain deskriptif korelatif pendekatan crossectional dan rancangan retrospektif. Sampel diambil dengan teknik kuota sampling sejumlah 50 sampel. Uji multivariat yang digunakan adalah analisis regresi logistik ganda. Hasil dan analisis: Hasil Uji Regresi logistik berdarakan variabel yang dapat diukur yaitu kekuatan hubungan terbesar dilihat dari hasil OR (Odd Ratio). Kekuatan hubungan terbesar yaitu diameter pupil (OR=2,76) dan terkecil yaitu nilai GCS (OR=0,044). Diskusi: Fungsi pupil yang abnormal, adanya gangguan gerakan ektraokular, pola-pola respon motorik yang abnormal seperti postur fleksor dan postru ekstensor, semuanya memprediksikan keluaran yang buruk pada pasien CK

    PENGARUH POSISI ELEVASI TERHADAP EDEMA TUNGKAI BAWAH PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI BPS “A” KECAMATAN BANTUR KABUPATEN MALANG

    No full text
    Kehamilan merupakan sesuatu yang menggembirakan, namun perlu diwaspadai adanya sesuatu kelainan/komplikasi yang menyertai. Saat pemeriksaan antenatal ada beberapa keluhan-keluhan fisiologis yang sering dialami oleh ibu hamil, dan salah satunya adalah edema pada tungkai bawah. Edema pada tungkai bawah ini di sebabkan karena peredaran aliran darah dari kaki ke jantung terhambat, maka dilakukan posisi elevasi yaitu posisi kaki di tinggikan 300 lebih tinggi dari kepala. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya Pengaruh Posisi Elevasi Terhadap Edema Tungkai Bawah Ibu Hamil trimester III di BPS “A” Kec. Bantur Kab. Malang. Penelitian ini menggunakan desain pre eksperimen, dengan menggunakan rancangan Pretest-posttest, dengan sampel ibu hamil trimester III yang mengalami edema tungkai bawah fisiologis sebanyak 7 orang. Tehnik sampling yang digunakan adalah accidental sampling. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui tingkat derajat edema sebelum melakukan posisi elevasi 2 orang (28,6%), mengalami tingkat derajat edema ringan, 3 orang (42,9%) mengalami tingkat derajat edema sedang, dan 2 orang (28,6 %) mengalami tingkat derajat edema berat. Kemudian setelah melakukan posisi elevasi 5 orang (71,4%) menjadi tingkat derajat edema ringan dan 2 responden (28,6%) mengalami tingkat derajat edema sedang. Dan hasil uji Wilcoxon signed ranks test diperoleh data yang dapat disimpulkan (Z hitung > Z tabel , H1 diterima) yaitu 2,237 > Z tabel (1,96) sehingga taraf signifikasinya < 0,05 maka H1 diterima. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh posisi elevasi terhadap edema tungkai bawah pada ibu hamil trimester III di BPS “A” Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Diharapkan bagi keluarga dapat memberikan dukungan dan motivasi karena hal tersebut salah satu faktor yang mempengaruhi kehamilan

    127

    full texts

    192

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇