Jurnal Dampak
Not a member yet
193 research outputs found
Sort by
Peningkatan Ekologi Lahan di Universitas Negeri Malang melalui Rating tool Greenship Kawasan
The environment is a place to carry out life, activities and providers of important elements such as oxygen, water and food. As a result of poor environmental quality such as temperature that is too high, low humidity and air pollution, it makes the living and working environment uncomfortable. Green Building Council Indonesia published Greenship Neighborhood that can be a reference in implentation of sustainable area. The components of land ecological enhancement consist of green open space, micro climate, land revitalization, flora and fauna. The area of State University of Malang (UM) with a total area of 416,203 m² becomes a small city that affects users of the area or the surrounding area. UM through the rating tool greenship area has very good land ecological quality. The green basic area with 28.12% fulfills the prerequisites, and the green area for the public is categorized as sufficient with 28.12% of the area. Very good habitat conservation by fulfilling the aspects of maintaining 95.84% of the area's large trees, using 99.385% of provincial local plants, and reforestation. Land revitalization is still in the sufficient category with 60% have been done. The microclimate aspect is categorized as very good with the lowest temperature isotherm in the area and efforts to apply it are carried out in all public areas of the area. Productive land area is categorized as very good with the dominance of 50% of production plant species spread over the entire area and the availability of special production land Keywords: Green Area, Campus, Greenship, Sustainability ABSTRAK Lingkungan adalah tempat untuk menjalani kehidupan, aktivitas, dan penyedia elemen penting seperti oksigen, air, dan makanan. Akibat kualitas lingkungan yang buruk, seperti suhu yang terlalu tinggi, kelembaban rendah, dan polusi udara, membuat lingkungan tempat hidup dan bekerja menjadi tidak nyaman. Green Building Council Indonesia menerbitkan Greenship Neighborhood yang dapat menjadi referensi dalam pelaksanaan area berkelanjutan. Komponen peningkatan ekologi tanah terdiri dari ruang terbuka hijau, iklim mikro, revitalisasi tanah, flora, dan fauna. Area Universitas Negeri Malang (UM) dengan luas total 416.203 m² menjadi sebuah kota kecil yang memengaruhi pengguna area atau area sekitarnya. UM melalui alat penilaian area greenship memiliki kualitas ekologi tanah yang sangat baik. Luas area dasar hijau sebesar 28,12% memenuhi persyaratan, dan area hijau untuk masyarakat dikategorikan sebagai cukup dengan 28,12% dari area tersebut. Konservasi habitat yang sangat baik dengan memenuhi aspek mempertahankan 95,84% dari pohon besar area tersebut, menggunakan 99,385% tanaman lokal provinsi, dan program penghijauan. Revitalisasi tanah masih dalam kategori cukup dengan 60% telah dilakukan. Aspek iklim mikro dikategorikan sebagai sangat baik dengan isoterma suhu terendah di area tersebut, dan upaya untuk menerapkannya dilakukan di semua area publik area tersebut. Luas tanah produktif dikategorikan sebagai sangat baik dengan dominasi 50% spesies tanaman produksi tersebar di seluruh area dan ketersediaan lahan produksi khusus. Kata Kunci: Kawasan hijau, Kampus, Greenship, KeberlanjutanÂ
Potensi Tanaman Lokal Sebagai Agen Bioremediasi Merkuri (Hg) Pada Lahan Bekas Tambang Emas Di Sarolangun, Jambi
Mercury is one of toxic heavy metal and can be accumulated in human and animal’s bodies. The sources of mercury pollution are the natural sources and anthropogenic activities, like illegal gold mining. The aim of this study was finding potential indigeneous plants as agents in remediation process of ex-gold mining sites. It was conducted in Limun District, Sarolangun Regency, Jambi. The sampling location was 5-year-old ex-mining sites. It used purposive sampling method. Vegetation analysis was used to find out the dominant plants living in those. The measurement of mercury contamination was conducted in soil and plant using Inductively Coupled Plasma (ICP). Based on the survey results, there were 15 species of plants in the sampling sites. The 3-most dominant species were Phragmites sp., Melastoma sp., and Scleria sumatrana The INP value were 51,96; 41,78; and 21,93 respectively. Moreover, the value of BAC, TF, and BCF of Phragmites sp. were 0,1; 0,194; and 0,516 respectively, whilst those were 0,06; 0,25; and 0,26 for Melastoma sp. The same analysis was calculated for Scleria sumatrana, with BAC, TF, and BAF value as many as 0,076; 0,755; and 0,100 respectively. According to those, it could be concluded that Phragmites sp. had a better ability to remediate ex-gold mining sites compared to the others. Keywords: Bioremediation, mercury, indigenous plants, PETI (Unlicensed Gold Mining) ABSTRAK Mercury adalah salah satu logam berat beracun yang dapat mengakumulasi di tubuh manusia dan hewan. Sumber polusi merkuri berasal dari sumber alami dan aktivitas antropogenik, seperti pertambangan emas ilegal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan tanaman asli potensial sebagai agen dalam proses remediasi situs bekas penambangan emas. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun, Jambi. Lokasi pengambilan sampel adalah situs bekas penambangan emas berumur 5 tahun. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Analisis vegetasi digunakan untuk menentukan tanaman dominan yang hidup di area tersebut. Pengukuran kontaminasi merkuri dilakukan pada tanah dan tanaman menggunakan Inductively Coupled Plasma (ICP). Berdasarkan hasil survei, terdapat 15 spesies tanaman di lokasi pengambilan sampel. Tiga spesies yang paling dominan adalah Phragmites sp., Melastoma sp., dan Scleria sumatrana. Nilai INP masing-masing adalah 51,96; 41,78; dan 21,93. Selain itu, nilai BAC, TF, dan BCF dari Phragmites sp. adalah 0,1; 0,194; dan 0,516 secara berturut-turut, sedangkan nilai-nilai tersebut adalah 0,06; 0,25; dan 0,26 untuk Melastoma sp. Analisis yang sama dihitung untuk Scleria sumatrana, dengan nilai BAC, TF, dan BAF sebanyak 0,076; 0,755; dan 0,100 secara berturut-turut. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa Phragmites sp. memiliki kemampuan yang lebih baik dalam remediasi situs bekas penambangan emas dibandingkan dengan tanaman lainnya. Kata Kunci: Bioremediasi, merkuri, tanaman lokal, PET
Simulasi Dispersi dan %Fatality Gas Buang SO2 dan CO2 Hasil Pembakaran Low Rank Coal PLTU Independent Power Producer (IPP) Lombok Timur (50 MW) Menggunakan Gaussian Model
The combustion of coal in coal-fired power plants produces air pollution such as SO2, NOx, CO2, and particulates. The Sembelia Coal-Fired Power Plant, located on Sambelia Road, Padak Guar, East Lombok, West Nusa Tenggara, managed by PT. Lombok Energy Dynamic, utilizes 200,000 tons/year of young coal to generate 50 MW of electricity. This poses a significant potential for environmental pollution. This research aims to simulate the potential dispersion of SO2 and CO2 emissions into the environment and the % fatality resulting from the combustion of coal at the Sembelia Coal-Fired Power Plant using the Gaussian Model. The research was conducted through literature review and direct observations at the Sembelia Coal-Fired Power Plant. Subsequently, the study calculated the simulation potential of SO2 and CO2 concentrations for varying distances. At the end of the study, the potential dispersion and % fatality due to SO2 and CO2 emissions were also calculated at four points around the power plant.The research findings indicate that the dispersion of SO2, with a dispersion mass of 0.096 kg/second, increases from 2,000 to 46,000 meters, ranging from 6.876x10^-46 ppm to a concentration of 1.276x10^-5 ppm. Afterward, it decreases to 0 ppm, resulting in a % fatality of 0%. The potential dispersion of CO2 into the environment, with an exit mass of 8.252 kg/second, increases from 2,000 to 58,000 meters, from a concentration of 62.47x10^-63 ppm to a concentration of 7.9x10^-4 ppm. Subsequently, the CO2 concentration decreases to 0 ppm, with a % fatality of 0%. The dispersion calculations at four points around the Sembelia Coal-Fired Power Plant indicate that it is safe from SO2 and CO2 dispersion, resulting in a % fatality of 0%. Keywords: Air Pollution, Coal youth, Gaussian Model, Dispersion Potential, %Fatality ABSTRAK Pembakaran batubara pembangkit listrik tenaga batubara menghasilkan polusi udara seperti SO2, NOx, CO2 dan juga Partikulat. PLTU Sembelia yang berada di Jalan Raya Sambelia, Padak Guar, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat Sambelia yang dikelola oleh PT. Lombok Energy Dinamic menggunakan 200.000 ton/tahun batubara muda untuk menghasilkan 50 MW listrik. Ini bisa menjadi potensi besar pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mensimulasikan potensi dispersi gas buang SO2 dan CO2 ke lingkungan serta %fatality akibat pembakaran batubara PLTU Sembelia menggunakan Gaussian-Model. Penelitian ini dilakukan dengan studi literatur dan observasi langsung ke PLTU Sembelia. Setelah itu, penelitian ini dilakukan dengan menghitung potensi simulasi konsentrasi SO2 dan CO2 untuk variabel jarak. Pada akhir penelitian, perhitungan potensi dispersi dan%fatality oleh gas SO2 dan CO2 juga dihitung pada empat titik di sekitar pembangkit listrik. Hasil penelitian ini adalah dispersi SO2 dengan massa dispersi 0,096 kg/detik dari jarak 2.000 hingga 46.000 m meningkat dari 6,876x10-46 ppm hingga konsentrasi 1,276x10-5 ppm. Setelah itu turun menjadi 0 ppm. % Fatality yang dihasilkan adalah 0%. Dan potensi dispersi CO2 ke lingkungan dengan massa keluar 8,252 kg/detik meningkat pada jarak 2.000 hingga 58.000 m, dari konsentrasi 62,47x10-63 ppm hingga konsentrasi 7,9x10-4ppm. Selanjutnya konsentrasi CO2 berkurang menjadi 0 ppm. %Fatality yang dihasilkan adalah 0%. Untuk perhitungan dispersi di empat titik di sekitar PLTU Sembelia dapat dikatakan aman dari dispersi SO2 dan CO2, dan%fatality yang dihasilkan adalah 0%. Kata Kunci: Polusi udara, batubara muda, Gaussian-Model, Potensi dispersi, %fatalit
Persepsi Mahasiswa UIN Walisongo Terhadap Pemilahan Sampah (The Perception of UIN Walisongo Student Toward Waste Segregation)
Indonesia is a country with a higher population growth rate and is directly proportional to the waste produced. Likewise, the growth of students of UIN Walisongo Semarang is getting more and more years. Efforts that can be made as a solution to overcome this by selecting waste. This research observes the behavior of students towards waste segregation efforts on campus. Especially waste management by the faculty. This research method uses quantitative analysis research methods, namely in-depth data analysis in the form of numbers. Data collection methods used in the form of a questionnaire using Google form that we spread through social media. Based on the results of the study, the general knowledge of students about waste sorting is largely aware of various types of waste, according to them most need to be organized in terms of waste sorting because of the importance of waste segregation. Most of the students' behavior toward waste sorting has behaved in the form of disposing garbage in its place. The completeness of waste sorting facilities for most of each faculty building does not yet have an adequate trash bin. Students' expectations of waste segregation include the improvement of trash facilities by providing various types of garbage bins supported by the campus Keywords: Perception, Behavior, Waste Sorting, Students ABSTRAK Indonesia adalah negara dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi, yang sebanding dengan jumlah sampah yang dihasilkan. Begitu juga, pertumbuhan jumlah mahasiswa di UIN Walisongo Semarang semakin tahun semakin bertambah. Upaya yang dapat dilakukan sebagai solusi untuk mengatasi hal ini adalah dengan melakukan pemilahan sampah. Penelitian ini mengamati perilaku mahasiswa terhadap upaya pemilahan sampah di kampus, khususnya pengelolaan sampah oleh fakultas. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian analisis kuantitatif, yaitu analisis data mendalam dalam bentuk angka. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa kuesioner yang disebarkan melalui Google Form melalui media sosial. Berdasarkan hasil penelitian, pengetahuan umum mahasiswa tentang pemilahan sampah sebagian besar menyadari berbagai jenis sampah, menurut mereka sebagian besar perlu diatur dalam hal pemilahan sampah karena pentingnya pemisahan sampah. Sebagian besar perilaku mahasiswa terhadap pemilahan sampah berupa membuang sampah pada tempatnya. Kelengkapan fasilitas pemilahan sampah untuk sebagian besar gedung fakultas belum memiliki tempat sampah yang memadai. Harapan mahasiswa terkait pemisahan sampah termasuk peningkatan fasilitas tempat sampah dengan menyediakan berbagai jenis tempat sampah yang didukung oleh kampus. Kata Kunci: Perserpsi, perilaku, pemilahan, sampah, mahasisw
PENGOLAHAN DAN OPTIMALISASI BIOPLASTIK BERBAHAN DASAR PATI SINGKONG
Biodegradable plastic is a type of plastic that can be broken down by microorganisms into water and carbon dioxide gas as its final products after it has been used and disposed of in the environment, without leaving behind any toxic residue. Due to its ability to return to nature, biodegradable plastic is considered an environmentally friendly material. Cassava peel, obtained from cassava plant products (Manihot Esculenta Cranz), is a major food waste in developing countries. As the cassava cultivation area expands, it is expected that the production of cassava tubers will increase, resulting in a higher amount of cassava peel waste. Typically, every kilogram of cassava can produce approximately 20% cassava peel waste. The relatively high starch content in cassava peel makes it suitable for the production of biodegradable plastic films.Keywords: Bioplastic, Biodegradable, Cassava Starch, Biotechnology. ABSTRAK Plastik biodegradabel adalah plastik yang dapat terurai oleh aktivitas mikroorganisme menjadi hasil akhir berupa air dan gas karbondioksida, setelah habis terpakai dan dibuang ke lingkungan tanpa meninggalkan sisa yang beracun. Karena sifatnya yang dapat kembali ke alam, plastik biodegradabel merupakanbahan plastik yang ramah terhadap lingkungan. Kulit umbi singkong yang diperoleh dari produk tanaman singkong (Manihot Esculenta Cranz) merupakan limbah utama pangan di negara-negaraberkembang. Semakin luas areal tanaman singkong diharapkan produksi umbi yang dihasilkan semakin tinggi yang pada gilirannya semakin tinggi pula limbah kulit yang dihasilkan. Setiap kilogram singkong biasanya dapat menghasilkan 20% kulit umbi. Kandungan pati kulit singkong yang cukup tinggi, memungkinkan digunakan sebagai pembuatan film plastik biodegradasi. Kata kunci: Bioplastik, Biodegradabel, Pati Singkong, Bioteknolog
Studi Timbulan Sampah dan Desain Tempat Penampungan Sementara saat Kondisi Pandemik Covid-19 di Lingkup Kampus: Studi Kasus di Universitas Muhammadiyah Kendari
The case of garbage accumulated during the COVID-19 pandemic in front of the University of Muhammadiyah Kendari (UM Kendari) Campus showed a drastic change in the volume of waste accumulation. The emergence of lockdown regulations and online learning processes show a small amount of garbage collected, but from the other side, there needs to be anticipation when starting normal lectures. Based on these conditions, this study aims to determine the amount of waste generated by the UM Kendari campus during the covid-19 pandemic and to plan a temporary disposal site (TPS) for waste in accordance with technical standards. The method used in this study is a statistical analysis to calculate waste generation, at the TPS location in front of the Kendari UM campus. The data required include volume and weight of waste, the composition of waste, profile data of UM Kendari, buildings, students, lecturers, staff and the surrounding community as well as other supporting data for waste management. The results showed that the waste in the UM Kendari campus environment consisted of several compositions of organic waste 51.60%, inorganic waste 48.36%, B3 waste 0.16%. The planned waste TPS adopts a sorting system method based on source, semi-fixed laying with structural components consisting of; 3 partitions bucket/bin trash can made of fibre/iron plate, 3 compartments for bin holder made of bricks. Effective dimensions of bucket/bin 1.0 m × 0.5 m × 1.0 m; and dimensions of the seat body 2.16 m × 1.38 m × 1.29 m; while the dimensions of the TPS unit area are 3.16 m × 2.88 m. Keywords: Garbage, Kendari University, COVID-19, campus, Waste Collection Point (TPS) ABSTRAK Kasus penumpukan sampah selama pandemi COVID-19 di depan Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari (UM Kendari) menunjukkan perubahan drastis dalam volume akumulasi sampah. Munculnya peraturan lockdown dan proses pembelajaran online menyebabkan jumlah sampah yang terkumpul menjadi sedikit, namun di sisi lain, perlu ada antisipasi saat memulai perkuliahan normal kembali. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah sampah yang dihasilkan oleh kampus UM Kendari selama pandemi covid-19 dan merencanakan tempat pembuangan sementara (TPS) untuk sampah sesuai dengan standar teknis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik untuk menghitung generasi sampah, di lokasi TPS di depan kampus UM Kendari. Data yang diperlukan meliputi volume dan berat sampah, komposisi sampah, data profil UM Kendari, bangunan, mahasiswa, dosen, staf, dan masyarakat sekitar serta data pendukung lainnya untuk pengelolaan sampah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampah di lingkungan kampus UM Kendari terdiri dari beberapa komposisi sampah, yaitu sampah organik 51,60%, sampah anorganik 48,36%, dan sampah B3 0,16%. TPS sampah yang direncanakan mengadopsi metode sistem pemilahan berdasarkan sumber, penempatan semi-fiks dengan komponen struktural yang terdiri dari; 3 ember/tempat sampah berbahan serat/lembaran besi, 3 kompartemen untuk penahan ember yang terbuat dari bata. Dimensi efektif ember/tempat sampah adalah 1,0 m × 0,5 m × 1,0 m; dan dimensi tubuh tempat duduk adalah 2,16 m × 1,38 m × 1,29 m; sementara dimensi area unit TPS adalah 3,16 m × 2,88 m. Kata Kunci: Sampah, UM Kendari, covid-19, kampus, TP
Persebaran Emisi Karbon Dioksida (CO2) dari Aktivitas Permukiman di Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik.
The high level of population density in Menganti District is a potential contributor to CO2 carbon dioxide emissions. The resulting carbon emissions are from the transportation, energy, agriculture, livestock and solid waste. The formulation of the problem of this research is how much the value of carbon emissions generated from settlement activities in Menganti District and how to map the carbon footprints generated from settlement activities in Menganti District. The purpose of this study was to determine the value of carbon emissions and to map the value of carbon emissions. Based on the data obtained, the emission value of the Animal Husbandry Sector is 461.78 tons CO2-eq / year, the Waste Sector is 1537.01 tons CO2 / year, the Agriculture Sector is 2523.68 tons CO2-eq / year, the Transportation Sector is 2607, 86 tons CO2-eq / year and the Energy Sector 11203.96 tons CO2-eq / year. The results of the mapping of the highest carbon emission value for residential activities in Menganti District are Kelurahan Menganti with a range of 12275.03-16904.7 tonnes of CO2-eq /  year, the largest contributors are from the Transportation Sector, Energy Sector, Agriculture Sector and Solid Waste Sector. This has resulted in high carbon emissions in Kelurahan Menganti Keywords: Carbon emissions, CO2, Carbon Footprint, Settlements ABSTRAK Tingginya tingat kepadatan penduduk di Kecamatan Menganti menjadi potensi sebagai salah satu penyumbang emisi karbondioksida CO2. Emisi karbon yang dihasilkan yaitu dari sektor transportasi, energi, pertanian, peternakan dan persampahan. Rumusan Masalah dari penelitian ini adalah berapa nilai emisi karbon yang dihasilkan dari kegiatan permukiman di Kecamatan Menganti dan Bagaimana pemetaan jejak karbon yang dihasilkan dari kegiatan permukiman di Kecamatan Menganti. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui nilai emisi karbon dan pemetaan nilai emisi karbon. Berdasarkan data yang diperoleh, nilai emisi dari Sektor Peternakan sebesar 461,78 ton CO2-eq/tahun, Sektor Persampahan sebesar 1537,01 ton CO2/tahun, Sektor Pertanian sebesar 2523,68 ton CO2-eq/tahun, Sektor Transportasi sebesar 2607,86 ton CO2-eq/tahun dan Sektor Energi sebesar 11203,96 ton CO2-eq/tahun. Hasil Pemetaan nilai emisi karbon tertinggi aktivitas permukiman di Kecamatan Menganti adalah Kelurahan Menganti dengan range 12275,03-16904,7 ton CO2-eq/tahun, penyumbang terbesar yaitu dari Sektor Transportasi, Sektor Energi, Sektor Pertanian dan Sektor Persampahan. Hal ini mengakibatkan tingginya Emisi Karbon di Kelurahan Menganti Kata Kunci: Emisi karbon, CO2, Jejak Karbon, Permukima
Estimasi Perubahan Kualitas Air Sungai Bedadung Berdasarkan Status Mutu Air
Bedadung River is one of the strategic rivers located in the Bedadung watershed in Jember Regency. One of the utilization of Bedadung River is used as one of the raw water sources for the PDAM Jember Regency. A large number of population activities around the river can increase the amount of domestic waste entering the river. This study aims to find out the estimated changes in water quality of Bedadung River based on water quality status. This study uses the pollution index method to determine water quality status and estimation using the simple linear regression model. The measurement results obtained the condition of the water quality status of Bedadung River in 2016-2019 classified as a category of lightly polluted. Indicated by the value of the pollution index in order 3,500; 2,072; 2,117; 1,929 ranges from 1.0 to 5.0. Based on the estimated data using simple linear regression obtained equation model Ŷ = 104.87 -0.0012X + ei. The result of the equation shows that the variables of population growth are negatively related to changes in the water quality of the Bedadung River. Where each population growth increases by 1 unit, the pollution index will decrease by -0.0012. Conversely, if the pollution index increases by 1 unit, then population growth will decrease by 104.87. Based on the coefficient of determination R² = 0.6945 shows that the change in water quality of Bedadung River by 69.45% is influenced by population growth and the remaining 30.55% is influenced by other variables. Keywords: Water Quality, Bedadung River, Pollution Index, Simple Linear Regression ABSTRAK Sungai Bedadung merupakan salah satu sungai strategis yang terletak di daerah aliran sungai Bedadung di Kabupaten Jember. Salah satu pemanfaatan Sungai Bedadung adalah sebagai salah satu sumber air mentah untuk PDAM Kabupaten Jember. Banyaknya aktivitas penduduk di sekitar sungai dapat meningkatkan jumlah limbah domestik yang masuk ke sungai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkiraan perubahan kualitas air Sungai Bedadung berdasarkan status kualitas air. Penelitian ini menggunakan metode indeks pencemaran untuk menentukan status kualitas air dan estimasi menggunakan model regresi linier sederhana. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa kondisi status kualitas air Sungai Bedadung pada tahun 2016-2019 tergolong dalam kategori sedikit tercemar. Hal ini ditunjukkan oleh nilai indeks pencemaran sebesar 3,500; 2,072; 2,117; 1,929 yang berkisar antara 1,0 hingga 5,0. Berdasarkan data yang diestimasi menggunakan regresi linier sederhana, diperoleh persamaan model Ŷ = 104,87 -0,0012X + ei. Hasil dari persamaan tersebut menunjukkan bahwa variabel pertumbuhan penduduk berhubungan negatif dengan perubahan kualitas air Sungai Bedadung. Artinya, setiap peningkatan pertumbuhan penduduk sebesar 1 unit akan mengakibatkan penurunan indeks pencemaran sebesar -0,0012. Sebaliknya, jika indeks pencemaran meningkat sebesar 1 unit, maka pertumbuhan penduduk akan mengalami penurunan sebesar 104,87. Berdasarkan koefisien determinasi R² = 0,6945 menunjukkan bahwa perubahan kualitas air Sungai Bedadung sebesar 69,45% dipengaruhi oleh pertumbuhan penduduk dan sisanya sebesar 30,55% dipengaruhi oleh variabel lain. Kata Kunci: Kualitas Air, Sungai Bedadung, Indeks Pencemaran, Regresi linier sederhan
SEBARAN KEBISINGAN BANDAR UDARA ADI SUMARNO MENGGUNAKAN SOFTWARE MATLAB
Noise is an unwanted sound that comes from a business or an activity in a certain time level that can cause health problems and comfort. The level of aircraft noise exposure around Adi Sumarmo International Airport can cause disruption to residents living in close proximity to the airport. The creation of airport noise maps is urgently required to identify residential areas that are affected in certain areas. The aircraft noise contour is created by the model using Matlab Software. This study use LWECPN as the evaluation indicator for aircraft noise according to Government Regulation No.40 of 2012. It is recommended that the noise level in cultural and educational areas should be less than 70 dB, whereas the level at other living areas should be no more than 75 dB. The method used in this study consisted of several processes: modeling steps, programming steps, and modeling validation. Based on the aircraft noise simulation of Adi Sumarmo Airport it was found that the regional coverage of area with LWECPN > 80 dB was 4,13 km2, including 1,16 km2 residents living and 5 educational buildings, LWECPN 75-80 dB was 2,27 km2 including 1,912 km2 residents living and 5 educational buildings, and LWECPN 70-75 dB was 6,4 km2 including 8 educational buildings. Keywords: Noise, Modelling, Validation ABSTRAK Kebisingan merupakan suara yang tidak dikehendaki yang berasal dari dari usaha atau suatu kegiatan dalam tingkat waktu tertentu yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan dan kenyamanan. Tingkat kebisingan yang dihasilkan pesawat dari Bandar Udara Internasional Adi Sumarmo dapat menyebabkan gangguan terhadap permukiman penduduk yang berada di sekitarnya. Pembuatan peta sebaran kebisingan penting dilakukan untuk mengidentifikasi permukiman yang terkena dampak kebisingan tersebut. Peta kontur kebisingan dihasilkan dari model yang dibuat dengan menggunakan software Matlab. Pada penelitian ini indeks kebisingan yang digunakan yaitu WECPNL yang sesuai dengan PP No. 40 Tahun 2012. Dalam indeks kebisingan WECPNL, tingkat kebisingan diharuskan kurang dari 70 dB untuk kawasan sekolah, dan tidak lebih dari 75 dB untuk kawasan permukiman penduduk. Metode yang dipakai dalam penelitian ini terdiri dari beberapa tahapan, yaitu tahap permodelan, tahap pemrograman, dan validasi model. Berdasarkan hasil simulasi kebisingan pesawat di Bandar Udara Adi Sumarmo, terdapat kawasan tingkat kebisingan dengan WECPNL > 80 dB seluas 4,13 km2 yang terdiri dari 1,16 km2 untuk kawasan permukiman dan terdapat 5 bangunan sekolah yang berada pada kawasan tersebut. Selain itu luas total kawasan tingkat kebisingan dengan WECPNL 75-80 dB sebesar 2,27 km2 yang terdiri dari kawasan permukiman seluas 1,912 km2 dan terdapat 5 bangunan sekolah. Pada kawasan tingkat kebisingan WECPNL 70-75 dB mencakup luas wilayah sebesar 6,4 km2 dimana pada kawasan tersebut terdapat 8 bangunan sekolah. Kata Kunci: Kebisingan, Permodelan, Validasi
Studi Kualitas Kompos Dengan Pemanfaatan Air Lindi Tempat Pemrosesan Akhir Sampah
Waste can become a source of environmental pollution if it is not properly utilized and processed. The processing facilities at the Final Disposal Site (TPA) generate residue known as Leachate. Leachate is produced through the degradation process of waste and is known to contain nutrients, heavy metals, xenobiotics, and organic matter. Therefore, there is a need to utilize the leachate from the Bandengan TPA located in Jepara Regency for the composting of organic waste. The process of making organic waste compost with the addition of leachate as a bioactivator can effectively accelerate the composting process and reduce the C/N ratio, the percentage of sugars as bacterial nutrients, process temperature, and the size of the materials. This study aims to assess the quality of utilizing residues from waste management, including leachate and organic waste, to produce compost that is safe for environmental and agricultural purposes. Samples were taken using purposive sampling at three locations, namely: Inlet channel of the wastewater treatment plant (WWTP), WWTP pond, and Outlet channel at the Leachate Treatment Plant (WWTP). The method used for converting organic waste into compost is the Open Windrow Method. Evaluating the quality of the compost obtained, it was found that the optimum leachate for composting and is safe for soil, as indicated by the Germination Index (GI), originates from the WWTP outlet channel. The Leachate Treatment Plant at the Bandengan Landfill in Jepara has a series of technologies to reduce heavy metals contained in the leachate. Therefore, the leachate that is discharged into the environment and water bodies is safe for the sustenance of living organisms within them. Keywords: Leachate, WWTP, Compost, Open Windrow, Landfill ABSTRAK Sampah bisa menjadi sumber pencemaran lingkungan jika keberadaannya tidak dimanfaatkan serta diolah dengan baik. Pengolahan yang terdapat di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) menghasilkan residu berupa Air Lindi. Air lindi berasal dari proses degradasi sampah yang diketahui mengandung nutrien, logam berat, xenobiotik dan bahan organic. Oleh karena itu, perlunya dilakukan suatu pemanfaatan air lindi TPA Bandengan yang terletak di Kabupaten Jepara yang berguna dalam kegiatan pengomposan sampah organik. Proses pembuatan kompos sampah organik dengan penambahan air lindi sebagai bioaktivator secara efektif dapat mempercepat proses pematangan kompos dan mampu menurunkan rasio C/N, prosentase gula sebagai nutrisi bakteri, suhu proses dan ukuran bahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas dari pemanfaatan residu dari pengelolaan sampah berupa air lindi dan sampah organik menjadi kompos yang aman untuk media lingkungan dan media pertanian. Pengambilan sampel uji diambil dengan menggunakan purposive sampling pada tiga lokasi antara lain: Saluran inlet IPAL, Kolam IPAL, Saluran Outlet di Instalasi Pengamanan Lindi (IPAL). Metode yang akan digunakan dalam pemanfaatan sampah organik menjadi kompos menggunakan Metode Open Windrow. Meninjau kualitas kompos yang didapatkan bahwa air lindi yang optimum untuk pengomposan dan bersifat aman untuk tanah serta melihat Indeks Perkecambahan (IP) berasal dari saluran outlet IPAL. Instalasi Pengolah Air Limbah TPA Bandengan Jepara memiliki rangkaian teknologi untuk mereduksi logam berat yang terkandung pada air lindi tersebut. Sehingga, air lindi yang akan diteruskan ke lingkungan dan badan air aman untuk kelangsungan makhluk hidup didalamnya. Kata Kunci: Air Lindi, IPAL, Kompos, Open Windrow, TP