Jurnal Dampak
Not a member yet
    193 research outputs found

    Evaluasi Pengelolaan Air Limbah Domestik Gedung Kuliah Bersama Universitas Andalas

    Get PDF
    Domestic wastewater management on university campuses is a crucial aspect of supporting sustainable development. As a center of academic and non-academic activities, Universitas Andalas produces a significant volume of domestic wastewater from the daily activities of its 31,549 academic community members as of 2023. One of its key facilities is the Shared Lecture Building complex, consisting of 10 buildings (A–J), which applies a separated wastewater management system: greywater from floor drains and washbasins is discharged directly into the nearest drainage, while blackwater from toilets is channeled into septic tanks. Currently, Universitas Andalas lacks comprehensive data and planning related to its Domestic Wastewater Management System (SPALD), despite Government Regulation No. 22 of 2021 requiring domestic wastewater to be safely treated before discharge into water bodies. This study aims to evaluate and provide recommendations for an effective and efficient SPALD, specifically for the Shared Lecture Buildings. The method used involves field observations to collect data on the existing conditions. The results show that of the 19 septic tanks observed, 36.84% did not meet vent pipe requirements, 21.05% did not follow the appropriate desludging interval, and 42.11% lacked inspection openings. Furthermore, the effluent from these septic tanks is directly discharged into drainage channels without further treatment, posing a risk of contamination to surrounding water bodies and groundwater. This study is expected to serve as a basis for improving septic tank systems in accordance with SNI 2398:2017, so that wastewater management at Universitas Andalas can operate more optimally and sustainably.   Keyword: domestic wastewater; blackwater; greywater; SPALD; Universitas Andala

    Kajian Pengolahan Sampah Makanan Menggunakan Larva Black Soldier Fly di Kampus Universitas Andalas

    Get PDF
    Pengolahan sampah makanan belum dilakukan di Pusat Pengolahan Sampah Terpadu (PPST) Kampus Universitas Andalas Limau Manis. Untuk itu dilakukan kajian terhadap pengolahan sampah makanan menggunakan Larva BSF dari aspek teknis, ekonomi dan lingkungan. Kajian aspek teknis dilakukan dengan menganalisis timbulan, komposisi, karakteristik sampah makanan yang berasal dari kantin dan Instalasi Gizi Rumah Sakit Universitas Andalas serta menganalisis kebutuhan lahan dan fasilitas. Kajian aspek ekonomi dilakukan dengan menghitung biaya investasi dan operasional, biaya pendapatan dari penjualan produk dan menganalisis kelayakan investasi. Kajian aspek lingkungan dilakukan dengan penilaian dampak lingkungan yang dilakukan responden yang terdiri dari tenaga peneliti dan praktisi dalam pengolahan sampah makanan dengan Larva BSF. Dari hasil kajian aspek teknis, ekonomi dan lingkungan diperoleh pengolahan sampah makanan menggunakan Larva BSF layak diterapkan di PPST Universitas Andalas dengan kapasitas pengolahan sebesar 112 kg/h dan kebutuhan lahan 9 m2. Biaya investasi yang dibutuhkan sebesar Rp13.117.000 dengan biaya operasional Rp38.006.400. Pendapatan dari penjualan produk diperkirakan sebesar Rp62.186.880. Hasil kelayakan investasi diperoleh nilai NPV Rp88.739.978, BCR 1,512, IRR 183%, dan PP 1 tahun 6 bulan.  Dari kuisioner diperoleh penilaian untuk dampak positif lebih besar dibandingkan penilaian untuk dampak negatif. Untuk itu direkomendasikan adanya kegiatan pemilahan sampah makanan di sumber, penyediaan parasarana dan sarana, peningkatan kadar air sampah makanan serta kerjasama dalam pemasaran produk yang dihasilkan. Kata Kunci: larva Black Soldier Fly, kajian teknis, kajian ekonomi, kajian lingkungan, sampah makana

    Kemampuan Unit Koagulasi-Flokulasi untuk Menurunkan Total Fosfat dan COD dalam Pengolahan Air Sungai Menggunakan Koagulan Fe2(SO4)3 dan Al2(SO4)3

    Get PDF
    Sungai merupakan salah satu sumber daya air yang memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Namun, meningkatnya pencemaran akibat limbah domestik, industri, dan pertanian telah menyebabkan penurunan kualitas air sungai, termasuk Sungai Jagir yang merupakan bagian dari Sungai Brantas di Kota Surabaya. Sungai Jagir yang termasuk dalam bagian DAS Kali Surabaya menampung beban pencemaran domestik di sepanjang kali sebesar 75.48 ton per hari. Salah satu parameter utama pencemaran adalah tingginya kadar Chemical Oxygen Demand (COD) dan total fosfat, yang berkontribusi terhadap fenomena eutrofikasi dan peningkatan beban pencemar organik disebabkan oleh dekomposisi alga yang menurunkan kadar oksigen dalam perairan. .Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas proses koagulasi-flokulasi dalam menurunkan kadar Chemical Oxygen Demand (COD) dan total fosfat dengan koagulan ferri sulfat Fe2(SO4)3 dan aluminium sulfat Al2(SO4)3. Proses pengolahan dilakukan dengan susunan reaktor koagulasi-flokulasi, lalu ke bak sedimentasi untuk diendapkan. Data yang diuji dan dianalisis meliputi sumber air baku meliputi air baku musim panas dan air baku musim hujan, jenis koagulan meliputi koagulan ferri sulfat Fe2(SO4)3  dan aluminium sulfat Al2(SO4)3, dan gradien kecepatan pada unit koagulasi meliputi 802,2  dan 701,48  . Analisis sampel parameter COD menggunakan metode spektrofotometer uv-vis dan parameter total fosfat menggunakan pada EPHA Method 365.3. Hasil yang didapatkan pada persentase efisiensi penyisihan rata-rata pada parameter COD menggunakan air baku musim hujan, terdapat koagulan Al2(SO4)3 dengan gradien kecepatan 701,48 , Al2(SO4)3 dengan gradien kecepatan 802,2 , koagulan Fe2(SO4)3  dengan gradien kecepatan 701,48 , Fe2(SO4)3  dengan gradien kecepatan 802,2 , secara berturut-turut 22.03%, 30.51%, 60.7%, dan 68.4%. Kemudian pada air baku musim panas secara berturut-turut 65.40%, 70.48%, 83.3%, 88.1%. Hasil yang didapatkan pada persentase efisiensi penyisihan rata-rata pada parameter total fosfat menggunakan air baku musim hujan, terdapat koagulan Al2(SO4)3 dengan gradien kecepatan 701,48 , Al2(SO4)3 dengan gradien kecepatan 802,2 , koagulan Fe2(SO4)3  dengan gradien kecepatan 701,48 , Fe2(SO4)3  dengan gradien kecepatan 802,2 , secara berturut-turut 73.18%, 80.16%, 54.36%, dan 59.22%. Kemudian pada air baku musim panas secara berturut-turut 94.87%, 97.58%, 96.15%, 96.77%. Kata Kunci: Koagulasi-Flokulasi, Chemical Oxygen Demand, Total Fosfat, Koagulan Fe2(SO4)3, Koagulan Al2(SO4)

    Pemanfaatan Proses Anaerobik untuk Pengolahan Air Limbah Indusri Gula: Studi Variasi Inokulum dan pH

    Get PDF
    Air limbah proses pengolahan gula yang dikumpulkan berasal dari pabrik gula X dari di Selangor. Inokulum mikroba diperoleh dari mikroflora yang terdapat dalam lumpur sedimentasi pada instalasi pengolahan air limbah. Proses pengolahan dilakukan dalam kondisi gelap, dengan parameter operasi utama meliputi pH, ukuran inokulum, dan suhu temperatur. Parameter yang diamati mencakup kebutuhan oksigen kimiawi (COD), total padatan tersuspensi (TSS), pH, dan produksi biogas. Inokulum diinkubasi selama dua hari menggunakan substrat berupa air limbah pengolahan gula, dengan pH disesuaikan menjadi 5,0 untuk menghambat aktivitas bakteri metanogenik. Pengolahan dilakukan dalam vial tertutup dengan volume kerja sebesar 10 mL. Studi pendahuluan menunjukkan bahwa waktu optimum pengolahan adalah 60 jam, berdasarkan efisiensi penurunan COD dan volume biogas yang dihasilkan. Dalam eksperimen utama, parameter operasi divariasikan, yaitu ukuran inokulum (10%, 20%, 30%) dan temperatur (30°C, 35°C, 40°C). Proses ini mampu menurunkan COD hingga 82%, serta mikroflora yang digunakan menunjukkan kemampuan menghasilkan biogas hingga 1,6 mL per 10 mL limbah. Penurunan pH selama proses pengolahan diamati sebagai akibat aktivitas bakteri penghasil asam (asidogenik). Selain itu, terjadi peningkatan signifikan pada TSS, dengan kenaikan maksimum mencapai 460%, yang mengindikasikan pertumbuhan mikroba dan akumulasi biomassa. Kata Kunci: air limbah pabrik gula, microflora, pengolahan anaerobik, penyisihan COD, ukuran inoculum

    Studi Kerentanan dan Kapasitas Adaptasi Dampak Perubahan Iklim pada Masyarakat Pesisir Kecamatan Soropia

    Get PDF
    Kabupaten Konawe terdiri dari 27 kecamatan, beberapa kecamatan diantaranya Kecamatan Soropia yang memiliki wilayah pesisir. Masyarakat kecamatan Soropia rentan terhadap dampak perubahan iklim karena tinggal di pesisir pantai yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi tingkat kerentanan terhadap dampak perubahan iklim pada masyarakat pesisir Kecamatan Soropia.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Bagian kuantitatif dari penelitian ini adalah untuk menentukan wilayah implementasi perubahan iklim dengan menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP). Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif, ditinjau dari permasalahan dan tujuan penelitian.Hasil kajian menunjukkan bahwa tingkat kerentanan di 3 desa yang berada di kawasan pesisir Kecamatan Soropia adalah 2 atau lebih rentan. Hal ini didasarkan pada penilaian indikator keterpaparan, sensitivitas dan kapasitas adaptif

    Evaluasi Kinerja Instalasi Pengolahan Air Minum (IPA) Universitas Andalas

    Get PDF
    Universitas Andalas Water Treatment Plant (WTP Unand) is a water treatment plant that serves the drinking water needs of Universitas Andalas with a 90 L/second capacity. WTP Unand has been operating for decades so it is necessary to evaluate the performance and operation of the drinking water treatment system to ensure the quantity and quality of the treated water. This study aims to measure the performance of the Unand WTP unit, analyze the quality of production water produced based on Permenkes No.2/2023 standards for drinking water quality parameters, and analyze the design of the Unand WTP at development discharge. The future flow rate is determined based on the Master Plan of Universitas Andalas in 2030. Based on the analysis of current water demand (year 2023), the flow rate distributed is insufficient. Of the existing water treatment units in WTP Unand, only the Slow Sand Filter (SSF) unit meets the design criteria of the Indonesian National Standard (SNI) 3981: 2008, while the WTP package unit and the Rapid Sand Filter (SPC) unit do not meet the design criteria according to SNI 6774: 2008 at existing and future flow rates. The water quality analysis of WTP Unand found that Total Dissolved Solid (TDS), turbidity, and Total Coliform parameters did not meet the quality standards. The omission of coagulation and disinfection is one of the reasons why some water quality parameters are not compliant. Evaluation of the design criteria of the WTP unit at an increased discharge of 32 L/sec was not fulfilled, so further resizing and redesign of the treatment unit were required.Keywords: Drinking Water Quality, Evaluation, Performance, Water Treatment Plant (WTP) ABSTRAKInstalasi Pengolahan Air Universitas Andalas (IPA Unand) merupakan instalasi pengolahan air yang melayani kebutuhan air bersih Universitas Andalas dengan kapasitas 90 L/detik. IPA Unand sudah beroperasi beberapa dekade sehingga perlu dilakukannya evaluasi kinerja serta operasional sistem pengolahan air minum untuk menjamin kuantitas dan kualitas air yang diolah. Penelitian ini bertujuan mengukur kinerja unit IPA Unand, analisis kualitas air produksi yang dihasilkan berdasarkan standar Permenkes No.2/2023 untuk parameter kualitas air minum dan analisis desain IPA Unand pada debit pengembangan. Debit pengembangan ditentukan berdasarkan Master Plan Universitas Andalas di tahun 2030. Berdasarkan analisis kebutuhan air Universitas Andalas eksisting, debit aliran air yang didistribusikan masih tidak mencukupi kebutuhan. Dari unit-unit pengolahan air yang ada di IPA Unand, hanya unit Saringan Pasir Lambat (SPL) yang memenuhi kriteria desain SNI 3981:2008, sementara pada unit paket IPA dan pada unit Saringan Pasir Cepat (SPC) tidak memenuhi kriteria disain menurut SNI 6774:2008 pada debit eksisting maupun pengembangan. Hasil analisis kualitas air pengolahan IPA Unand ditemukan parameter Total Dissolved Solid (TDS), kekeruhan, dan Total Coliform tidak memenuhi baku mutu. Tidak dilakukannya koagulasi dan desinfeksi merupakan salah satu alasan mengapa beberapa parameter kualitas air tidak memenuhi syarat. Evaluasi kriteria desain unit IPA pada peningkatan debit sebesar 32 L/detik tidak terpenuhi, sehingga diperlukan perubahan dimensi dan desain ulang unit pengolahan lebih lanjut.Kata kunci: Evaluasi, Kinerja, Kualitas Air Minum, Instalasi Pengolahan Air (IPA

    Analisis Potensi Pemanfaatan Air Hujan dan Perancangan Sistem Pemanenan Air Hujan (SPAH) pada Gedung Rektorat Universitas Andalas

    Get PDF
    This research aims to analyze the potential of utilizing rainwater at the Rectorate Building of Universitas Andalas by examining both its quantity and quality, and by proposing an appropriate rainwater harvesting system (RWHS) design. The quantitative assessment employed 20 years (2003–2022) of maximum daily rainfall data collected from the Batu Busuak Station as the primary reference, supported by three additional stations. Based on a planned roof catchment area of 53.25 m², the calculated runoff discharge is 0.00013 m³/s, indicating that rainwater has considerable potential to serve as an alternative water source. The quality of rainwater shows that parameters such as temperature, dissolved oxygen (DO), chemical oxygen demand (COD), biochemical oxygen demand (BOD), turbidity, iron (Fe), and manganese (Mn) comply with the water quality standards set by the Regulation of the Minister of Health No. 2 of 2023 and Government Regulation No. 22 of 2021. However, the rainwater exhibits an acidic pH (4.14 ± 0.53) and elevated Escherichia coli levels (34.03 ± 41.86 MPN/100 mL), which exceed permissible limits and require treatment prior to use. The selection of suitable treatment technologies was conducted using the Simple Additive Weighting (SAW) method. The analysis showed that sand–calcite filtration system combined with chlorination as the most effective option, achieving a score of 95.90. This system is recommended for non-potable applications, specifically for toilet flushing, with an estimated water demand of 4.93 m³ and a ground tank capacity of 5 m³. The total estimated cost of the proposed RWHS is approximately IDR 26,258,000. Keyword: rainwater, rainwater quality, Log Pearson Type III, Simple Additive Weighting, Rainwater Harvesting Syste

    Analisis dan Pemetaan Tingkat Kebisingan di Kawasan Kampus Universitas Sumatera Utara

    Get PDF
    Analisis dan pemetaan tingkat kebisingan dilakukan pada Kampus Universitas Sumatera Utara (USU). Pengukuran kebisingan dilakukan pada 19 titik yang mewakili hari kerja dan hari libur dengan menggunakan Sound Level Meter (SLM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kebisingan, pemetaan pola sebaran tingkat kebisingan serta menentukan upaya pengendalian yang dapat dilakukan. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa nilai kebisingan pada Kampus USU menunjukkan nilai 30,98 – 76,54 dB(A). Jika dibandingkan dengan baku mutu, tingkat kebisingan Kampus USU telah melebihi batas kebisingan kawasan institusi pendidikan, yaitu 58 dB(A). Peta pola sebaran tingkat kebisingan menunjukkan bahwa kebisingan di Kampus USU didominasi oleh zona merah. Zona merah menunjukkan bahwa intensitas kebisingan Kampus USU cukup tinggi. Upaya pengendalian kebisingan yang direncanakan adalah pemasangan media penghantar berupa pemasangan pagar batako dan penanaman tanaman yang dapat mereduksi kebisingan hingga 25 dB(A). Kata Kunci: Kampus USU, kebisingan, pemetaan, pengendalian kebisinga

    Penyisihan Nitrat Menggunakan Kolom dengan Media Biochar dan Busa Poliuretan

    Get PDF
    This study examined the removal of nitrate from wastewater using column adsorption method with variations in the ratio of biochar and polyurethane foam, as well as variations in flow rate. The results showed that the highest adsorption capacity was obtained at a flow rate of 30 mL/min compared to other flow rate variations. At that flow rate, the nitrate sorption capacity reached 4.10 mg/g with biochar, 0.20 mg/g using biochar : polyurethane foam (1 : 1) media, and 13.12 mg/g using biochar : polyurethane foam (2 : 1) media. The biochar : polyurethane foam (2 : 1) media showed the highest nitrate adsorption capacity, which was caused by an increase in the contact time of the flow in the media due to more polyurethane foam volume. This study concludes that sufficient contact time between the contaminant and the adsorption media in the column is a key factor for nitrate removal optimization in addition to the adsorbent material used.Keywords: Adsorption, Biochar, Polyurethane foam, Nitrate ABSTRAKPenelitian ini mengkaji penyisihan nitrat dari limbah cair menggunakan metode adsorpsi kolom dengan variasi rasio biochar dan busa poliuretan, serta variasi laju alir. Hasil penelitian menunjukkan kapasitas adsorpsi tertinggi diperoleh pada laju alir 30 mL/menit dibandingkan variasi laju alir lainnya. Pada laju alir tersebut, kapasitas sadorpsi nitrat mencapai 4,10 mg/g dengan biochar, 0,20 mg/g menggunakan media biochar : busa poliuretan (1 : 1), dan 13,12 mg/g menggunakan media biochar : busa poliuretan (2 : 1). Media biochar : busa poliuretan (2 : 1) menunjukkan kapasitas adsorpsi nitrat paling tinggi, yang disebabkan oleh peningkatan waktu kontak aliran dalam media akibat kandungan busa poliuretan yang lebih banyak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa waktu kontak yang cukup antara kontaminan dan media adsorpsi dalam kolom merupakan faktor kunci untuk optimasi penyisihan nitrat selain material adsorben yang dipakai.Kata kunci: Adsorpsi, Biochar, Busa poliuretan, Nitra

    Kajian Pengelolaan Effluent Treatment Plant (ETP) PT. Wilmar Nabati Indonesia Padang dan Potensi Pemanfaatan Lumpur IPAL

    Get PDF
    The Effluent Treatment Plant (ETP) at PT. Wilmar Nabati Indonesia (PT. WINA) processes wastewater from crude oil (CPO) production activities, as well as serving as a domestic office, workshop, security, quality control, and Niagara equipment washing facility. ETP PT. WINA has a processing capacity of 382 m3 per day. The processing unit at ETP PT. Wilmar Nabati Indonesia is made up of a carrier channel, fat trap, Niagara, ceramic reservoir, equalization tank, chemical reactor alum, cavitation air floatation (CAF) machine, accident tank, filter press, sequencing batch reactor (SBR), reservoir tank, sand filter, oil removal, and carbon filter. The objectives of this research are to evaluate the operation and maintenance of ETP PT. WINA in accordance with the Minister of Environment of the Republic of Indonesia's regulation No. 5 of 2014, as well as to investigate the potential use of sludge from ETP PT. WINA processing that is safe to use and does not have a negative impact on the environment or human health. Operations and maintenance at PT. WINA are addressed by SOP-WINA-ETP-13-001 to SOP-WINA-ETP-010. The quality of wastewater treatment at PT. WINA's ETP has met the quality standards established by the Minister of Environment's Regulation No. 5 of 2014 Attachment XXI concerning Wastewater Quality Standards for the Cooking Oil Industry, and the effluent of PT. WINA's ETP is suitable for discharge into water bodies, namely the sea. Although the ETP effluent has met the quality standards and is suitable for discharge into water bodies, the sludge produced from PT. WINA's wastewater treatment installation has not been optimally utilized and has caused environmental problems. One alternative recommendation that can be implemented is to utilize the sludge as a raw material for paving blocks that meet the SNI-03-0691-1996 standard. Keywords: wastewater, efluen standards, Effluent Treatment Plant (ETP), paving blocks, PT. Wilmar Nabati Indonesia (PT WINA) ABSTRAKEffluent Treatment Plant (ETP) PT. Wilmar Nabati Indonesia (PT. WINA) berfungsi sebagai tempat untuk pengolahan air limbah yang bersumber dari kegiatan proses produksi pengolahan minyak mentah (CPO), domestic office, workshop, security, quality control dan pencucian alat niagara. ETP PT. WINA memiliki kapasitas pengolahan 382 m3/hari. Unit pengolahan di ETP PT. Wilmar Nabati Indonesia terdiri dari saluran pembawa, fat trap, niagara, ceramic reservoir, ekualisasi tank, chemical reactor alum, cavitation air floatation (CAF) machine, accident tank, filter press, sequencing batch reactor (SBR), reservoir tank, sand filter dan oil removal, dan carbon filter. Tujuan penelitian ini berupa melakukan kajian terhadap evaluasi operasional dan perawatan ETP PT. WINA berdasarkan regulasi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia No. 5 Tahun 2014 dan melakukan kajian potensi pemanfaatan lumpur hasil pengolahan ETP PT. WINA yang aman digunakan sehingga tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Operasional dan pemeliharaan pada PT. WINA mengacu kepada SOP-WINA-ETP-13-001 sampai SOP-WINA-ETP-010. Kualitas air hasil pengolahan air limbah di ETP PT. WINA sudah memenuhi standar baku mutu berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 5 Tahun 2014 Lampiran XXI tentang Baku Mutu Air Limbah untuk Industri Minyak Goreng, dan efluen ETP PT. WINA layak dibuang ke badan air yaitu laut. Meskipun efluen ETP sudah memenuhi baku mutu dan layak dibuang ke badan air, akan tetapi lumpur yang dihasilkan dari instalasi pengolahan air limbah PT. WINA belum dimanfaatkan secara optimal dan menimbulkan masalah lingkungan. Salah satu rekomendasi alternatif yang bisa diterapkan adalah memanfaatkan lumpur tersebut sebagai bahan baku untuk paving block yang sesuai standar SNI-03- 0691-1996. Kata kunci: air limbah, baku mutu, Effluent Treatment Plant (ETP), paving block, PT. Wilmar Nabati Indonesia (PT WINA

    185

    full texts

    193

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Dampak
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇