Jurnal Dampak
Not a member yet
    193 research outputs found

    PENGEMBANGAN PENGELOLAAN SAMPAH PERKOTAAN DENGAN POLA PEMANFAATAN SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT DI KABUPATEN TANAH DATAR

    Get PDF
    There was a lack attention regarding municipal solid waste management in Tanah Datar Regency, West Sumatera. Current condition shows that the achievement of waste management services is only 3.71% of the total waste generation, with a generation unit of 3.646 l /cap / day. Questionnaires results suggest that the limited facilities, infrastructures and community participations result in low achievement of the waste management service. Developing solid waste management in Tanah Datar Regency for 20 years would become a solution for this case. This program is divided in three stages: Stage I (2016-2020), Stage II (2021-2025) and Stage III (2026-2035 ). Planning program covers development of service levels, technical and non technical aspects of solid waste. There are five zones for area development, Zone A, B, C, D and E. Community participation can be developed by applying community-based TPS 3R through Solid Waste Bank (SWB) system. Solid waste handling includes composting using Takakura Method and Rotary Kiln, and recycling for dry waste. Achievement of recycling in Zone A would reach 20% in the end of design period since Zone A is priority. This application aims to minimize the amount of waste entering the municipal landfill and extend its lifetime. Keyword: Solid waste Management, Technical Aspects, Non-Technical Aspects, 3R, Tanah DatarAbstrakMasalah persampahan di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat belum mendapat perhatian yang serius dari pemerintah. Hal ini dapat dilihat dari rendahnya praktik pemanfaatan sampah dan tingkat pelayanan yaitu 3,71% dengan satuan timbulan 3,646 l/orang/hari. Berdasarkan pengolahan data hasil kuisioner, dapat disimpulkan bahwa minimnya jumlah sarana dan prasarana serta partisipasi masyarakat juga menjadi faktor yang menyebabkan sampah belum dapat ditangani dengan baik. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan melakukan studi pengembangan pengelolaan sampah di Kabupaten Tanah Datar selama 20 tahun yang dibagi atas tiga tahap yaitu Tahap I (2016-2020), Tahap II (2021-2025) dan Tahap III (2026-2035) Perencanaan meliputi pengembangan tingkat pelayanan serta aspek teknis dan non teknis persampahan. Perencanaan daerah pelayanan dibagi atas lima zona yaitu Zona A, B, C, D dan E. Peningkatan partisipasi masyarakat dapat dilakukan dengan pembangunan TPS 3R yang berbasis masyarakat dengan sistem Bank Sampah. Pengolahan yang dilakukan berupa pengomposan untuk sampah basah dengan metode Takakura Susun dan Rotary Kiln serta daur ulang untuk sampah kering. Penerapan daur ulang  di Zona A direncanakan mencapai target 20% di akhir periode desain karena Zona A merupakan zona prioritas. Penerapan daur ulang ini bertujuan untuk meminimalisir jumlah sampah yang masuk ke TPA dan memperpanjang umur pakai TPA.Kata Kunci: Pengelolaan Sampah, Aspek Teknis, Aspek Non Teknis, 3R, Tanah Data

    ANALISIS ISOPHLET KONSENTRASI DAN ESTIMASI POTENSI PENURUNAN KARBON MONOKSIDA DI KOTA MEDAN

    Get PDF
    This study aims to map the concentration of carbon monoxide (CO) in Medan city and to estimate the potential reduction in carbon monoxide in some streets of Medan by applying mass transit based on simulation. This research was conducted by sampling CO in the 12 (twelve) points in Medan by grab sampling. CO concentration was analyzed using NDIR methods by CO Monitor tools. The results showed the concentration of CO in Medan between 1145.2 mg/m3 - 27484,7 mg/m3. This condition is still below the national ambient air quality standard of Government Regulation No. 41, 1999 (30,000 mg/m3). Based on the concentration isophlet map that points that have the highest concentration located in the surrounding roadside such as at Jl. SM Raja. To reduction the CO concentration in the ambient air around the roadside is necessary to plan programs and policies related to transportation. If the scenarios or simulation with application of the concept of mass transportation such as BRT CNG and  BRT Diesel in some streets of Medan then will be able to reduce CO emissions of about 25.02% to 29.44%. Keywords: vehicle emissions, carbon monoxide, map isophlet, mass transitABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk memetakan konsentrasi gas karbon monoksida (CO) di Kota Medan dan melakukan estimasi potensi penurunan karbon monoksida di beberapa ruas jalan Kota Medan dengan menerapkan transportasi massal berbasis simulasi. Penelitian ini dilakukan dengan pengambilan sampel CO di 12 (dua belas) titik di Kota Medan secara grab sampling. Konsentrasi CO dianalisis menggunakan metode NDIR dengan alat sampling yaitu CO Monitor. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi CO di Kota Medan antara 1145,2 mg/m3 – 27484,7mg/m3. Kondisi ini masih dibawah baku mutu udara ambien nasional Peraturan Pemerintah No. 41 tahun 1999 (30.000 mg/m3). Berdasarkan peta isophlet konsentrasi tersebut bahwa titik-titik yang mempunyai konsentrasi tertinggi berlokasi di sekitar jalan salah satunya seperti di Jl. SM Raja. Untuk menurunkan konsentrasi CO di udara ambien di sekitar jalan perlu dilakukan perencanaan program dan kebijakan terkait transportasi.  Apabila dilakukan skenario atau simulasi penerapan konsep transportasi massal berupa BRT CNG dan BRT Diesel di beberapa ruas jalan Kota Medan akan mampu mengurangi beban emisi CO sekitar 25,02% sampai dengan 29,44%. Kata kunci : emisi kendaraan, karbon monoksida, peta isophlet, transportasi massal

    PENGARUH VARIASI KONSENTRASI LOGAM MANGAN (Mn) TERHADAP EFISIENSI PENYISIHAN LOGAM BESI (Fe) PADA ADSORPSI MENGGUNAKAN SERBUK KULIT JAGUNG SEBAGAI ADSORBEN

    Get PDF
    This research aims to analyze the effect of Mn concentration on the removal efficiency of Fe from aqueous solution by maize husk as adsorbent. Batch experiments were carried out at ambient temperature with the optimum condition for Fe removal i.e. 4 of pH solution, 0,075-0,250 mm of adsorbent diameter and 20 g/L of adsorbent dose with 60 min of contact time and 100 rpm of agitation speed. The variation of Mn concentration in the aqueous solutions were Fe>Mn, Fe=Mn, and Fe<Mn. The results showed that the removal efficiencies of Fe in those variation of concentration were 98,55%; 95,64%; 94,19%, while the removal efficiencies of Mn were 80,29%; 87,30%; 89,71%, respectively. The results indicated that the competitive adsorption of Fe and Mn occurred in maize husk as adsorbent and affected the diffusion properties of those metal ions for the adsorption sites on the adsorbent. The removal efficiency of Fe decreased as the Mn concentration increased in the solution. However, the removal efficiencies of Fe were still higher than Mn in all variations of concentration. This may due to the condition that used in the adsorption process was the optimum condition of Fe adsorption onto maize husk and also to the ionic radii of Fe that is smaller than Mn, thus Fe ions reached the adsorption site faster than Mn. Keywords: adsorption, competition, Fe, Mn, maize husk ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsentrasi logam Mn dalam air terhadap efisiensi penyisihan logam Fe pada proses adsorpsi menggunakan adsorben kulit jagung. Penelitian dilakukan dengan sistem batch pada temperatur kamar dan kondisi optimum adsorpsi Fe yaitu pH adsorbat 4, diameter adsorben 0,075-0,250 mm dan dosis adsorben 20 g/L dengan waktu pengamatan sampai 60 menit dan kecepatan pengadukan 100 rpm. Larutan yang digunakan berupa larutan artifisial dengan variasi konsentrasi Fe>Mn, Fe=Mn, dan Fe<Mn. Dari hasil penelitian didapatkan efisiensi penyisihan Fe pada variasi konsentrasi Fe>Mn, Fe=Mn, dan Fe<Mn berturut-turut adalah 98,55%; 95,64%; 94,19% dan penyisihan Mn sebesar 80,29%; 87,30%; 89,71%. Hasil ini menunjukkan bahwa terjadi kompetisi adsorpsi antara Fe dan Mn pada adsorben kulit jagung, sehingga mempengaruhi proses difusi ion-ion logam tersebut untuk mencapai sisi aktif dari adsorben. Efisiensi penyisihan Fe semakin menurun dengan semakin meningkatnya konsentrasi Mn dalam larutann, namun efisiensi penyisihan Fe tetap lebih tinggi dari Mn pada semua variasi konsentrasi. Hal ini disebabkan selain karena proses adsorpsi dilakukan pada kondisi optimum penyisihan Fe dengan adsorben kulit jagung, juga karena jari-jari ion Fe yang lebih kecil dari Mn sehingga ion Fe cenderung lebih cepat teradsorpsi pada sisi aktif adsorben.Kata kunci: adsorpsi, Fe, kompetisi, Mn, kulit jagun

    ANALISIS VARIASI SPASIAL KONSENTRASI SULFAT DI SUNGAI BATANG ARAU, PADANG, SUMATERA BARAT

    Get PDF
    This study aimed to obtain a more comprehensive analysis of sulfate concentration of in Sungai Batang Arau, Padang. In addition to concentration profile of sulfate, correlation analysis between sulfate and environmental parameters (flowrate-Q, temperature-T, pH, DO and electrical Conductivity-EC) and spatial variation analysis of sulfate along the river were also performed. The analysis showed sulfate concentration tended to increase from upstream to downstream. Sulfate concentrations ranged from 25.9 to 115.1 mg / L and were below the quality standard (400 mg / L). Spearman Rank Correlation analysis showed a relative strong correlation of sulfate and significant with Q (r=0.581, p=0.000), T (r=0.448, p=0.008), and DHL (r=0.411, p=0.008) and no correlation with pH (r=-0.194, p=0.231) and DO (r=-0.279, p=0.081). Result of spatial analysis with a one-way ANOVA at 95% confidence level indicated that there was no a significant variability of sulfate concentration at the sampling stations (p> 0.05) except for S1 with S7 and S8. Moreover, cluster analysis grouped 8 sampling stations into two clusters, low and moderate polluted, based on similarities of sulfate characteristics.  Keywords: Batang Arau, sulfate, correlation analysis, spatial variation analysisABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap tentang konsentrasi sulfat dan parameter lingkungan (debit, Q; pH, temperatur, T; dissolved oxygen, DO; dan daya hantar listrik, DHL) di Sungai Batang Arau, Padang. Selain menyajikan profil konsentrasi dan membandingkannya dengan baku mutu pada Peraturan Gubernur Sumatera Barat No. 5 Tahun 2008, analisis korelasi antar parameter dan variasi spasial konsentrasi sulfat di sepanjang sungai juga dilakukan. Hasil analisis menunjukkan konsentrasi sulfat cenderung meningkat dari hulu ke hilir sungai begitu juga dengan parameter lingkungan. Nilai konsentrasi sulfat secara rata-rata berada pada rentang 25,9-115,1 mg/L dan berada di bawah baku mutu (400 mg/L). Analisis korelasi Rank Spearman menunjukkan bahwa parameter sulfat berkorelasi cukup kuat dan signifikan dengan Q (r=0,581, p=0,000), T (r=0,448, p=0,008), dan DHL (r=0,411, p=0,008) dan tidak berkorelasi dengan pH (r=-0,194, p=0,231) dan DO (r=-0,279, p=0,081). Analisis spasial dengan one-way ANOVA pada tingkat kepercayaan 95% menunjukkan perbedaan lokasi sampling tidak mengakibatkan perbedaan konsentrasi sulfat yang signifikan (p>0,05), kecuali antara titik S1 dengan S7 dan S8. Lebih lanjut, analisis spasial dengan menggunakan analisis klaster mengelompokkan titik sampling ke dalam dua klaster, yaitu klaster 1 yang terdiri dari titik S1 sampai titik S7 dan klaster 2 (S8) yang menggambarkan perubahan konsentrasi pencemar sulfat dari konsentrasi rendah ke konsentrasi sedang.Kata kunci: Batang Arau, sulfat, analisis korelasi, analisis variasi spasia

    PEMANFAATAN KOMPOS DARI LIMBAH BAGLOG JAMUR TIRAM (Pleurotusostreatus) SEBAGAI MEDIA TUMBUH TANAMAN SAWI HIJAU (Brassica rapa var. parachinensis L.)

    Get PDF
    Peluang budidaya jamur tiram putih (Pleurotusostreatus) cukup diminati oleh masyarakat karena usaha ini memiliki kelebihan diantaranya adalah  modal murah, cepat perkembangbiakan dan cukup menguntungkan., tetapi limbah baglog yang dihasilkan belum maksimal dimanfaatkan. Pemanfaatan limbah dapat dijadikan kompos, dengan menggunakan aktivator alami dan dosis tertentu.Penelitian dilakukan di SMAN 1 Palembang dari bulan Januari sampai Mei 2015. Kriteria kompos yang baik adalah dengan aktivator pukan sapi 10% dengan waktu pengomposan selama satu bulan, komposisi kompos yang dihasilkan: C-Organik 28,96, N-Total 1,30, pH 7,91, C/N 22, dan KTK 75. Komposisi media tumbuh tanaman sawi hijau (Brassica rapa var. parachinensis L.) yang baik adalah K3 (60 tanah : 40 kompos) v/v, Tanah tersebut tergolong tanah masam dengan pH 4,56.Kandungan C-organik tergolong rendah (1,01gkg-1). Kandungan Nitrogen tanah tergolong rendah yaitu sebesar 0,10 gkg -1. Kandungan P tersedia tanah tergolong sedang dengan kandungan sebesar 10,35 mgkg-1. Kandungan basa tanah berupa K sebesar 0,51cmolckg-1 (tinggi); Na sebesar 0,11 cmolckg-1 (rendah); Ca sebesar 1,18 cmolckg-1  (sangat rendah), dan Mg sebesar 0,45 cmolckg-1 (rendah). Rasio C/N tanah tergolong tinggi yaitu sebesar 10. Kapasitas Tukar Kation (KTK) tanah tergolong rendah sebesar 15,23 cmolckg-1, kejenuhan Al tergolong rendah yaitu sebesar 13,7 %, serta kejenuhan basa yang tergolong sangat rendah yaitu sebesar 14,77 %. dapat dilihat dari jumlah daun mulai bertambah pada minggu ke empat berjumlah 4 lembar, luas daun 252,5 cm2, biomassa basah 42,22 gram, dan biomassa kering 2,46 gram. Jumlah klorofil 51,4 (daun atas/muda) dan 36,8 (daun bawah/tua)Katakunci: aktivator, baglog, budidaya, klorofil ,limbah,  pukan.

    PENGELOLAAN LINGKUNGAN REHABILITASI DRAINASE PADA IRIGASI GUNUNG NAGO DISEPANJANG JALAN ALAI-BYPASS KOTA PADANG

    Get PDF
    Akibat bencana alam gempa bumi Sumatera Barat 30 September 2009 terjadi kemacetan di sepanjang jalan Alai-Bypass yang berdampingan dengan drainase Irigasi Gunung Nago di Kota Padang. Selanjutnya Pemerintah berkaitan dengan kegiatan mitigasi bencana, membuat jalur evakuasi tsunami dengan melaksanakan pelebaran jalan Alai-Bypass yaitu memperbaiki sistem drainase Irigasi Gunung Nago sepanjang 2 km dengan penutup beton.Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) merupakan kajian mengenai dampak besar dan penting suatu kegiatan yang diperlukan sebagai proses pengambilan keputusan. Penerapan dilapangan kajian Amdal pada kegiatan ini belum sepenuhnya diterapkan.Penelitian dilakukan dengan  menganalisa dokumen kontrak apakah didalamnya diatur mengenai Amdal, melakukan survai menggunakan pendekatan wawancara dan observasi lapangan untuk mengamati dampak yang terjadi serta mengklasifikasikan dampak yang terjadi. Hasil penelitian, selama pelaksanaan kegiatan terdapat dampak negatif dan positif. Kegiatan ini tidak sepenuhnya menerapkan kajian Amdal, sehingga terjadi beberapa dampak negatif yang dirasakan masyarakat berupa penurunan kualitas udara 74%, 100% masyarakat mengalami kemacetan lalulintas, penurunan kualitas air 65%, penurunan pendapatan masyarakat yang memiliki usaha sebesar 65%, 81% aksesibiltas masyarakat terganggu. Sedangkan dampak positif berupa kesempatan kerja bagi masyarakat disekitarnya dan drainase berfungsi optimal.Saran kepada pengambil kebijakan, pada kegiatan yang sifatnya rehabilitasi yang memungkinkan terjadi dampak kepada masyarakat, diperlukan kegiatan Amdal, utamanya kegiatan di perkotaan. Kata kunci: rehabilitasi, drainase, Amdal, dampak positif dan negati

    EVALUASI DIMENSI UNIT ISTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK RUMAH SAKIT dr. ERNALDI BAHAR KOTA PALEMBANG

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan menganalisa karakteristik air limbah domestik serta mengevaluasi kriteria teknis bangunan unit pengolahan air limbah domestik yang ada di RS ERBA apakah sudah memenuhi standar. Dilakukan di wilayah Rumah Sakit dr. Ernaldi bahar yang berlokasi di Jalan Tembus Terminal Km 12 No 2 RT 20 RW 04 Kecamatan Alang-Alang Lebar Kota Palembang dari bulan November 2014 - Maret  2015. Metode Peneliti melaksanakan penelitian pada air limbah domestik, bangunan IPAL domestik dan tangki septik ruang rawat inap menggunakan metode observasional, Metode komparatif (perbandingan) mengacu pada Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor : Kep-58/MENLH/12/1995 dan Kriteria Desain bangunan unit pengolahan air limbah berdasarkan pada Kriteria Teknis Prasarana & Sarana Pengolahan Air Limbah PU. Hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas effluen limbah cair IPAL domestik rumah sakit telah memenuhi standar baku mutu limbah cair yang dikeluarkan oleh KepMen LH No.Kep-58/MENLH/12/1995 kecuali untuk parameter amoniak (NH3N) tinggi. debit air limbah melebihi kapasitas tampung pada IPAL domestik dan tangki septik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah strategi perencaaan teknis dimensi pada bangunan bak kontrol,  IPAL STP Biotech dan Tangki Septik. Kata kunci : Air limbah, Evaluasi IPAL Domestik, Tangki Septi

    FITOREMEDIASI LOGAM TIMBAL (Pb) DENGAN MENGGUNAKAN HYDRILLA VERTICILLATA DAN NAJAS INDICA

    Get PDF
    Fitoremediasi merupakan salah satu upaya mereduksi cemaran Timbal (Pb) dari perairan dengan memanfaatkan tumbuhan. Hydrilla verticillata dan Najas indica merupakan tumbuhan air yang tergolong submerge yang banyak dijumpai di Sumatera Selatan. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Riset Terpadu PascaSarjana Universitas Sriwijaya. Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial dengan 2 faktor, yaitu macam jenis tanaman yaitu Hydrilla verticillata dan Najas indica, serta macam konsentrasi yaitu kontrol, 5 mg/l, 10 mg/l, 15 mg/l.  Perlakuan ini dilakukan dengan 3 kali ulangan. Analisa kandungan Pb didalam tumbuhan dan di dalam air dilakukan pada hari ke – 5, hari ke – 10, hari ke – 15 dan hari ke – 20 dengan metode analisa AAS yang dilakukan di di laboratorium penelitian Jurusan Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Sriwijaya. Hasil yang diperoleh dari analisa laboratorium dilakukan Analisis Varian (ANAVA), jika berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji Duncans (DNMRT) pada taraf 5% dan dilakukan perhitungan kecepatan penyerapan Hydrilla verticillata dan Najas indica. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hydrilla verticillata dan Najas indica  memiliki kemampuan meremediasi timbal (Pb). Hydrilla verticillata memiliki ketahanan lebih baik dalam mengakumulasi timbal jika dibandingkan Najas indica, Hydrilla verticillata memliki kemampuan bertahan lebih lama dalam meremediasi timbal daripada Najas indica, sebaliknya Najas indica memiliki kemampuan meremediasi terhadap timbal (Pb) lebih cepat daripada Hydrilla verticillata.   Kata kunci: fitoremediasi, timbal (Pb), Hydrilla verticillata, Najas indica

    UJI PERSAMAAN LANGMUIR DAN FREUNDLICH PADA PENYERAPAN Mn(II) OLEH KOMPOSIT Fe3O4-ZEOLIT

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan mengetahui metode adsorpsi yang sesuai untuk menentukan kapasitas serap maksimum Mn(II) oleh komposit Fe3O4-zeolit pada larutan uji menggunakan persamaan Langmuir dan Freundlich. Konsentrasi Mn(II) pada larutan dikur dengan alat Spektroskopi Serapan Atom (SSA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum untuk proses adsorpsi yaitu pada saat berat komposit 0.4 g Fe3O4 -zeolit dan lamanya waktu kontak 60 menit pada kecepatan pengadukan 100 rpm. Koofisien determinan (R2) untuk persamaan Langmuir yaitu 0.934 dan lebih besar dari R2 dari persamaan Freundlich. Artinya penyerapan Mn(II) pada larutan oleh komposit Fe3O4-zeolit ditentukan dengan mengikuti persamaan Langmuir. Kapasitas penyarapan maksimum Mn(II) pada larutan uji yaitu sebesar 181,8 mg/g. Sehingga, komposit Fe3O4 -zeolitdapat direkomendasikan untuk mengurangi Mn(II) pada air ataupun air limbah. Kata kunci : Mn(II), adsorpsi, AAS, Langmuir, Freundlic

    KEMAMPUAN BATU APUNG SEBAGAI ADSORBEN PENYISIHAN LOGAM BESI (Fe) AIR TANAH

    Get PDF
    Air tanah sebagai salah satu sumber air baku biasanya memiliki kandungan logam besi (Fe) yangrelatif tinggi sehingga perlu diolah.. Salah satu alternatif pengolahan yang dapat dilakukan adalahadsorpsi. Salah satu material yang dapat digunakan sebagai adsorben adalah batu apung. Batuapung banyak terdapat di alam dan belum banyak dimanfaatkan, salah satunya di Sungai Pasak,Pariaman Timur. Sehubungan dengan itu perlu dilakukannya penelitian penyisihan Fe air tanahmenggunakan batu apung sebagai adsorben. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kemampuanbatu apung sebagai adsorben penyisihan Fe air tanah. Penelitian dilakukan secara batch denganvariasi dosis adsorben, waktu kontak, diameter adsorben, pH adsorbat dan konsentrasi adsorbat padalarutan artifisial dan sampel air tanah. Konsentrasi Fe diukur dengan Spektrofotometer Serapan Atom(SSA). Hasil penelitian menunjukkan, kondisi optimum penyisihan Fe pada larutan artifisial terjadipada : dosis adsorben 0,03 g/l, waktu kontak 1 jam, diameter adsorben < 149 ?m, pH adsorbat 5 dankonsentrasi adsorbat 15 mg/l. Efisiensi penyisihan Fe pada larutan artifisial sebesar 91,25% dengankapasitas penjerapan 45,63 mg/g dan pada sampel air tanah sebesar 81,78% dengan kapasitaspenjerapan 40,41 mg/g. Persamaan isoterm terpilih adalah isoterm Langmuir dengan kapasitasserapan maksimum Fe 38,43 mg/g. Dapat disimpulkan, penggunaan batu apung sebagai adsorbenmampu menyisihkan Fe dengan baik.Kata kunci: Air tanah, logam besi (Fe), adsorpsi, batu apung, batc

    185

    full texts

    193

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Dampak
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇