Jurnal Dampak
Not a member yet
    193 research outputs found

    STUDI TIMBULAN, KOMPOSISI, KARAKTERISTIK, DAN POTENSI DAUR ULANG SAMPAH NON DOMESTIK KABUPATEN TANAH DATAR

    Get PDF
    Kabupaten Tanah Datar belum memiliki data dasar persampahan, maka dilakukan penelitian untuk menentukan besaran timbulan, komposisi, karakteristik fisika (berat jenis), karakteristik kimia (kadar air, volatile, fixed carbon, abu, rasio C/N), dan potensi daur ulang sampah non domestik yang dihasilkan dari kawasan komersil, institusi, pelayanan kota, industri, dan fasilitas umum lainnya.  Jumlah sampel dan metode sampling ditentukan berdasarkan SNI 19-3962-1994. Rata-rata besaran timbulan sampah dalam satuan volume untuk faktor pembagi luas areal dan jumlah jiwa berturut-turut adalah 0,4093 L/m2/hari; 2,4646 L/orang/hari; serta sampah khusus pertanian 161,3852 L/m2/hari. Komposisi sampah terdiri atas sampah makanan 55,55 %; kertas 14,25 %; plastik 10,14 %; tekstil 4,98 %; karet 2,82 %; halaman 3,10 %; kayu 2,35 %; kaca 2,01 %; logam ferrous 2,45 %; logam non ferrous 1,61 %; dan sampah lain-lain 0,73 %. Berat jenis sampah sebesar 0,0909 kg/L. Kadar air sampah terbesar adalah industri kecil 52,66 % dan rasio C/N terbesar adalah sisa makanan 28,84. Komponen sampah berpotensi daur ulang adalah sampah kertas 71,60 %; plastik 94,90 %; sisa makanan 80,27 %; kaca 94,77 %; logam ferrous 53,82 %; logam non ferrous 83,07 %; kayu 75,77 %; dan halaman 100 %. Rata-rata potensi daur ulang sampah sebesar 72,02 %. Kata kunci: Timbulan sampah, Komposisi sampah, Karakteristik sampah, Potensi daur ulang sampah, Sampah non domestik Kab. Tanah Datar.

    PENGARUH VEGETASI DALAM MEREDAM TINGKAT KEBISINGAN LALU LINTAS JALAN RAYA DI KAWASAN TAMAN WISATA ALAM (TWA) PUNTI KAYU PALEMBANG

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh vegetasi terhadap tingkat kebisingan. Sumber kebisingan berasal dari suara kendaraan yang melintas di jalan raya tersebut. Alat yang digunakan untuk meredam tingkat kebisingan dalam penelitian ini adalah Sound Level Meter (SLM). Posisi SLM kejalan raya diatur dengan jarak 20 m, 40 m, dan 60 m. Pengaruh waktu selama satu hari mulai pukul 07.00 sampai 17.00 terhadap kebisingan dilakukan untuk mendapatkan profil (pola) tingkat kebisingan selama satu hari di jalan raya Kol. H. Barlian Km. 07 Palermbang. Dari hasil penelitian ini didapat bahwa parameter vegetasi yang berperan dalam meredam vegetasi yaitu kerapatan vegetasi dan tinggi batang bebas cabang. Dimana hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh kebisingin (Y) terhadap parameter vegetasi yaitu kerapatan  vegetasi (X1) dan tinggi batang bebas cabang (X2) terlihat pada persamaan Y = 58.4 - 7.6 X1 - 1.186 X2. Parameter vegetasi mempunyai kontribusi besar terhadap pengurangan intensitas kebisingan adalah kerapatan vegetasi yaitu mampu mengurangi kebisingan 7.6dB(A) dan tinggi batang bebas cabang dapat mengurangi kebisingan sebesar 1.186 dB(A).  Kata kunci : Kebisingan, vegetasi, kendaraan dan jara

    KEANEKARAGAMAN SPESIES LALAT (DIPTERA) DAN BAKTERI PADA TUBUH LALAT DI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR SAMPAH (TPA) DAN PASAR

    Get PDF
    Lalat adalah jenis Arthropoda yang termasuk ke dalam ordo Diptera. Sebagai vektor mekanis lalat membawa bibit-bibit penyakit melalui anggota tubuh seperti rambut-rambut pada kaki, badan, sayap dan mulutnya. Beberapa penyakit yang dapat ditularkan melalui makanan oleh lalat ini adalah disentri, kholera, typhoid, diare dan gatal-gatal pada kulit. berbagai macam bakteri terutama bakteri enterik seperti disentri basiler (Shigella), kolera, typhoid, paratyphoid (Salmonella),anthrax dan berbagai macam kokus. (Suraini, 2011). Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari sampai Mei 2015. Lokasi pengambilan sampel lalat di Pasar Induk Jakabaring Palembang dan TPA Sukawinatan Palembang. Di Pasar diperoleh 5 spesies lalat, yaitu Musca domestica, Chrysomia megacephala, Lucilia sp, Sarcophaga sp dan Fannia sp. Di TPA diperoleh 4 spesies lalat, yaitu Musca domestica, Chrysomia megacephala, Lucilia sp, dan Fannia sp. Dari isolasi bakteri dari permukaan luar tubuh lalat di Pasar diperoleh bakteri dari genus Proteus, Salmonella, Providencia dan Citrobacter. Sedangkan di TPA diperoleh bakteri dari genus Salmonella, Providencia, Citrobacter, Escherichia, Enterobacter dan Vibrio.  Kata kunci : jenis lalat (Diptera), Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA), Pasar, Bakteri

    HUBUNGAN ANTARA BAHAYA FISIK LINGKUNGAN KERJA DAN BEBAN KERJA DENGAN TINGKAT KELELAHAN PADA PEKERJA DI DIVISI STAMPING PT. X INDONESIA

    Get PDF
    Berbagai masalah kesehatan telah diketahui dari bahaya fisik lingkungan kerja dan beban kerja. PT. X sebagai industri besar dunia dalam perakitan mobil termasuk di Indonesia, masih menggunakan aktivitas fisik dalam melaksanakan produksinya, khususnya di kawasan pabrik. Tuntutan produktivitas dan permintaan pasar yang tinggi, PT.X ikut meningkatkan beban kerja pada karyawannya. Selain itu juga mengembangkan penggunaan teknologi yang berpotensi munculnya bahaya fisik seperti kebisingan dan panas di lingkungan kerja. Hal ini berpotensi besar mempengaruhi terjadinya kelelahan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan tingkat kelelahan pekerja dengan bahaya fisik di lingkungan kerja dan beban kerja di Divisi Stamping. Pengukuran kelelahan kerja dilakukan dengan menggunakan alat ukur waktu reaksi (reaction timer) dan alat ukur denyut nadi. Pengukuran dilakukan pada responden pekerja selama dua minggu berturut-turut. Berdasarkan hasil pengukuran rerata waktu reaksi untuk pekerja adalah 296,28 ± 36,06 milidetik dan pengukuran denyut nadi rata-rata pekerja adalah 76,7 ± 3,03 kali per menit. Hasil analisis statistik diperoleh adanya hubungan antara kelelahan kerja dengan bahaya fisik lingkungan kerja (p=0,000) dan adanya hubungan antara kelelahan kerja dengan beban kerja (p=0,000) di Divisi Stamping PT.XKata kunci: PT. X, lingkungan kerja, temperatur, kebisingan, kelelahan kerj

    KINERJA BIOSAND FILTER DALAM MENYISIHKAN TOTAL COLIFORM DI AIR TANAH DANGKAL

    Get PDF
    Kota Padang memiliki kualitas air tanah yang kurang baik di beberapa daerah karena adanya pencemar total coliform. Salah satu teknologi tepat guna yang dapat digunakan masyarakat untuk menyaring air adalah biosand filter. Biosand filter adalah saringan air menggunakan media pasir dengan penumbuhan lapisan biofilm.  Penelitian ini bertujuan untuk menguji kinerja biosand filter dalam menyisihkan pencemar total coliform dari air tanah. Dimensi reaktor biosand filter yang digunakan berukuran 30cmx30cmx90cm. Media penyaring yang digunakan adalah pasir lokal berupa pasir andesit yang mudah diperoleh di Sumatera Barat. Penumbuhan biofilm dilakukan selama 21 hari. Debit air yang digunakan adalah 0,6L/menit. Pembanding dalam penelitian ini dibuat reaktor kontrol tanpa penumbuhan biofilm. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, penyisihan total coliform pada biosand filter berkisar antara 85,45%-93,18%, sedangkan pada reaktor kontrol diperoleh penyisihan total coliform sebesar 65%-92,42%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penyisihan total coliform efektif menggunakan biosand filter.Kata kunci: Biosand filter, Batuan andesit, Total coliform, Air tanah dangka

    PENDAYAGUNAAN SUMBER DAYA GENETIK RUMPUT LAUT SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF DI MASA DEPAN

    Get PDF
     Persediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) semakin menipis dan suatu saat dapat habis sama sekali. Pemakaian energi dari BBM juga menghasilkan polusi dan berakibat pada pemanasan global. Diperlukan upaya pengadaan energi alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar yang bersumber dari fosil, sehingga perlu dikembangkan pemanfaatan energi baru dan terbarukan seperti biofuel. Akan tetapi, proses budidaya beberapa tanaman sebagai sumber biofuel memerlukan lahan cukup luas dan lahan yang tersedia lebih diprioritaskan terhadap lahan budidaya tanaman pangan. Perairan Indonesia sebagai wilayah tropika memiliki sumberdaya plasma nutfah rumput laut sebesar 6,42% dari total biodiversitas rumput laut dunia. Luas wilayah yang menjadi habitat rumput laut di Indonesia sekitar 1,2 juta hektar sehingga rumput laut memiliki potensi yang sangat besar untuk dimanfaatkan sebagai sumber bietanol tanpa harus menggunakan lahan yang dapat digunakan untuk kebutuhan pangan. Teknik  yang dilakukan adalah dengan proses hidrolisa, fermentasi,kemudian dilakukan pemurnian dengan distilasi.Kata kunci: energi alternatif, biofuel, rumput lau

    POTENSI FLY ASH SEBAGAI ADSORBEN DALAM MEYISIHKAN LOGAM BERAT CROMIUM (Cr) PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk melihat kapasitas fly ash sebagai adsorben dalam penyisihan logam kromium (Cr) dalam larutan artifisial. Konsetrasi awal Cr yang digunakan adalah adalah 1,6 mg/l merupakan konsentrasi Cr tertinggi hasil sampling pada percetakan koran “X” di Kota Padang. Adsorpsi dilakukan secara batch dengan variasi diameter adsorben, berat adsorben, waktu kontak dan kecepatan pengadukan. Dari hasil penelitian didapat kondisi optimum untuk diameter adsorben 0,14-0,075 mm; berat adsorben 1 g; pH adsorbat 2; kecepatan pengadukan 120 rpm dan waktu kontak 60 menit. Pengaruh parameter terhadap kapasitas adsorpsi adalah semakin kecil diameter partikel, maka semakin luas permukaan serapannya, peningkatan kapasitas penyerapan berbanding terbalik dengan jumlah adsorben yang digunakan, pengikatan ion logam Cr sangat efektif pada suasana asam dengan pH 2, kecepatan pengadukan yang rendah menyebabkan kurang efektifnya tumbukan yang terjadi antara adsorben dengan adsorbat dan jika sebaliknya menyebabkan struktur adsorben cepat rusak, dan pada waktu kontak menit ke-60 fly ash telah jenuh atau mencapai titik keseimbangan dalam mengadsorpsi ion logam Cr yang terdapat dalam larutanKata Kunci: Cromium (Cr), fly ash, Kapasitas Adsorps

    PREDIKSI TINGKAT EMISI GAS KARBON DIOKSIDA (CO2) DARI KEGIATAN TRANSPORTASI AKIBAT BEROPERASINYA RUMAH SAKIT PENDIDIKAN DI KAMPUS UNIVERSITAS ANDALAS LIMAU MANIS

    Get PDF
    Penelitian ini dilaksanakan untuk memprediksi pengaruh beroperasinya Rumah Sakit Pendidikan (RSP) di Kampus Universitas Andalas (Unand) Limau Manis terhadap emisi dan dispersi CO2 dari aktivitas transportasi, serta dampak lain terhadap tingkat pelayanan ruas jalan. Perhitungan volume kendaraan dilakukan di jalan-jalan yang direncanakan akan menjadi akses ke RSP Unand, yaitu Jalan Utama Gerbang Depan, Jalan Utama Gerbang Samping, dan Jalan Lingkar Selatan Unand dengan metode survei pencacahan lalu lintas. Perhitungan dispersi CO2 dilakukan menggunakan software Caline4. Hasil analisis menunjukkan bahwa volume kendaraan terbesar terdapat di Jalan Utama Gerbang Depan sebesar 1.708 smp/jam, diikuti oleh Jalan Lingkar Selatan sebesar 266 smp/jam, dan Jalan Utama Gerbang Samping sebesar 157 smp/jam. Beroperasinya RSP Unand diprediksi meningkatkan emisi CO2 dari aktivitas transportasi di Jalan Utama Gerbang Depan, Jalan Utama Gerbang Samping, dan Jalan Lingkar Selatan sebesar 76.403,77 mg/m.jam, 7.356,61 mg/m.jam, dan 11.123,31 mg/m.jam, dan diperkirakan akan terdispersi ke arah timur laut. Diperkirakan akan terjadi kenaikan konsentrasi CO2 ambien di kawasan kampus hingga 6,5 ppm, serta derajat kejenuhan ruas jalan naik hingga 0,25. Pengoptimalan Jalan Utama Gerbang Samping sebagai jalan akses utama ke RSP Unand diperkirakan dapat mereduksi emisi CO2 dari aktivitas transportasi dan menurunkan derajat kejenuhan jalan di Jalan Utama Gerbang Depan Sebesar 15.449 mg/m.jam dan 0,05, serta menurunkan konsentrasi CO2 ambien hingga 1,5 ppm.Kata kunci: Laju emisi CO2, dispersi CO2, Transportasi, RSP Unan

    PENGOLAHAN KANDUNGAN COD LIMBAH CAIR PABRIK KELAPA SAWIT OLEH TYPHA LATIFOLIA DENGAN METODE FITOREMEDIASI

    Get PDF
    Limbah cair pabrik kelapa sawit meskipun sudah diolah, limbah yang dibuang ke sungai masih belum memenuhi baku mutu yang ditetapkan. Untuk itu diperlukan alternatif pengolahan secara alami dengan metode fitoremediasi yang memanfaatkan tanaman Typa Latifolia. Fitoremediasi merupakan salah satu teknologi yang secara biologi yang memanfaatkan  tumbuhan atau mikroorganisme yang dapat berasosiasi untuk mengurangi polutan lingkungan baik pada air, tanah dan udara yang diakibatkan oleh logam atau bahan organik. Penelitian bertujuan untuk melihat kemampuan sistem fitoremediasi dengan tanaman Typa Latifolia dalam mengolah kandungan COD dengan variasi kerapatan tanaman, kadar limbah, dan waktu tinggal. Pada penelitian ini digunakan bak plastik ukuran 50cm x 36cm x 31cm, media tanah dengan ketebalan 10cm, media pasir ketebalan 5cm, dan media kerikil setebal 5cm dengan variasi kerapatan tanaman Typha latifolia (0,5g/cm2; 0,75g/cm2; dan 1g/cm2), variasi kadar limbah cair kelapa sawit (20%; 60%; dan 100%), dan variasi waktu tinggal (5 hari dan 9 hari). Parameter yang dianalisis adalah COD, dengan konsentrasi sebelum pengolahan sebesar 2820-3980 mg/l, sedangkan setelah diolah konsentrasinya turun menjadi 720-2720 mg/l pada hari ke 5 dan 80-2340 mg/l pada hari ke 9. Hasil ini menunjukkan bahwa metode fitoremediasi menggunakan Typha latifolia mampu menyisihkan konsentrasi COD limbah cair pabrik kelapa sawit. Secara umum, variasi kerapatan tanaman, kadar limbah, dan waktu tinggal memberikan pengaruh yang signifikan untuk penurunan COD. Kerapatan tanaman 1 g/cm2, kadar limbah 20%, dan waktu tinggal 9 hari memberikan efisiensi tertinggi untuk masing-masing parameter pencemar. Secara keseluruhan efisiensi penyisihan BOD, COD, dan TSS yang diperoleh pada penelitian ini pada hari ke 5 berkisar antara 31,66-74,65% dan pada hari ke 9 berkisar antara  41,21-97,18%. Kata Kunci: Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit, Fitoremediasi, Typha latifolia, Kerapatan Tanaman, Kadar Limba

    STUDI REGENERASI ADSORBEN KULIT JAGUNG (Zea mays L.) DALAM MENYISIHKAN LOGAM BESI (Fe) DAN MANGAN (Mn) DARI AIR TANAH

    Get PDF
    Limbah kulit jagung terbukti dapat digunakan sebagai adsorben dalam penyisihan logam Fe dan Mn dalam air tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemungkinan regenerasi kulit jagung dengan menggunakan agen desorpsi HCl 0,1 M, NaOH 0,1 M, dan akuades, berturut-turut sebagai agen asam, basa, dan netral. Proses adsorpsi-desorpsi dilakukan secara batch selama satu jam dengan dua kali reuse adsorben. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara berturut-turut persentase desorpsi Fe dan Mn dengan menggunakan HCl 0,1 M > NaOH 0,1 M > akuades. Kapasitas adsorpsi Fe dan Mn terbesar diperoleh dari kulit jagung yang telah didesorpsi dengan akuades yaitu 0,329 mg Fe/g g dan 0,246 mg Fe/g dan 0,094 mg Mn/g dan 0,096 mg Mn/g, masing-masing pada reuse I dan reuse II. Pada percobaan menggunakan air tanah asli dengan agen desorpsi akuades, diperoleh kapasitas adsorpsi Fe dan Mn dari air tanah asli adalah sebesar 0,433 mg Fe/g dan 0,430 mg Fe/g dan 0,044 mg Mn/g dan 0,043 mg Mn/g, berturut-turut pada reuse I dan reuse II. Penelitian menunjukkan bahwa akuades merupakan agen terbaik untuk regenerasi kulit jagung yang telah digunakan dalam penyisihan logam Fe dan Mn, ditinjau dari kapasitas adsorpsi yang dihasilkannya.Kata kunci: adsorpsi, kulit jagung, Fe, Mn, regeneras

    185

    full texts

    193

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Dampak
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇