UMT Journal Management System
Not a member yet
    3693 research outputs found

    The Use of Kahoot Application as a Learning Media to Improve Students' Vocabulary Mastery in Seventh Grade SMP Negeri 1 Ciomas

    Get PDF
    The use of technology in education has become an integral component. This study aimed to investigate the effectiveness of the Kahoot application as a learning medium for seventh-grade students at SMPN 1 Ciomas in the academic year 2023/2024. The study employed a qualitative-quantitative approach through Collaborative-Classroom Action Research conducted in two cycles. The research sample consisted of 27 students from class VII E. Data were collected through participatory observation, pre-tests, post-tests, and closed questionnaires. Data analysis results indicated pre-test and post-test values at a significance level of 5% with degrees of freedom of 26 and a t-table value of 2.056, where the t-value for Cycle I was higher than the t-table (6.421 > 2.056) and for Cycle II was also higher than the t-table (9.593 > 2.056). Observations showed a significant increase in student participation levels, shifting from "Fair" in Cycle I to "Very Good" in Cycle II. Questionnaire responses were highly positive, with an average score of 82.24%, indicating student satisfaction and engagement with the Kahoot application. Overall, this study concludes that the Kahoot application could be used as an alternative learning medium or tool to enhance students' vocabulary at SMPN 1 Ciomas.Keywords: Kahoot Application, Vocabulary Mastery, Action Research

    Canva Talking Presentation In Enhancing Speaking Proficiency: Students’ Perceptions

    Get PDF
    This study aimed to explore students’ perceptions regarding the implementation of Canva talking presentation as a digital language learning tool. It adopted a case study design to respond the research problem with mixed-method approach. A questionnaire consisted of 27 statements was used to collect quantitative information focuses on students' opinions of Canva talking presentations in learning. Additionally, qualitative methods as interviews were used to understand students' experiences with Canva talking presentations, exploring the causes, challenges, and overall learning process. The study employed 28 students as participants. The study found that 82.2% of students were motivated to improve their English, and 85.7% felt more confident. Most students mentioned the project helped improve their vocabulary (82.1%) and overall English skills (96.4%). Canva Talking Presentation helps improve students' speaking skills but needs some adjustments. Students faced issues with technical problems, pronunciation, grammar, and repeating to be accurate, showing areas to improve.Keywords: canva talking presentation, speaking skills, students’ perceptio

    Student’s Perception Towards the Use of ICT in Improving English Speaking Skill in Boarding School

    Get PDF
    The main problem in this study is the use of teaching methods that are still conventional in Islamic boarding schools in learning English. This causes students to feel bored and less motivated to participate in English learning activities in Islamic boarding schools so innovation is needed in learning English by applying information and communication technology (ICT). This study aimed to investigate students’ perceptions of using information and communication technology (ICT), such as LCD Projectors and Microsoft PowerPoint, to improve English speaking skills at the boarding school. The study was conducted at a boarding school in Bangkalan, involving 42 students, consisting of 24 science students and 18 social science students. The method was descriptive qualitative, with data collected through a Google Form questionnaire. The results showed that the majority of students, 54.94%, had a positive view of using ICT, considering it effective in improving speaking skills and boosting confidence. In addition, the use of ICT was also found to increase student engagement and create a more interactive learning environment. The results of this study provide recommendations that the use of ICT in English learning in Islamic boarding schools is effective for use as a learning medium.

    Arabic Language Learning Activities for Early Childhood Using Habit-Formation and Singing Methods

    Get PDF
    This study aims to explore the effectiveness of the habit-formation and singing method in learning Arabic for early childhood at TK IT Bunayya 7. With a descriptive qualitative approach, this study observed the learning activities carried out by teachers and the interactions of children during the learning process. The habit-formation method was applied through repetition of simple vocabulary and phrases in daily activities, while the singing method was used to introduce vocabulary and sentence structures in a fun way. The results showed that the combination of these two methods succeeded in creating an interactive and fun learning atmosphere, increasing children's memory of Arabic vocabulary, and building their confidence in using the language. This study concluded that the application of the habituation and singing method was not only effective in language acquisition, but also supported children's psychological development, making it a learning model that is worthy of being applied in early childhood education

    GAYA BAHASA DALAM NOVEL KOMPONIS KECIL KARYA SOESILO TOER: KAJIAN STILISTIKA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan berbagai gaya bahasa yang terdapat dalam novel Komponis Kecil karya Soesilo Toer. Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Komponis Kecil karya Soesilo Toer dengan jumlah 170 halaman. Data penelitian ini berasal dari dialog atau kutipan novel Komponis Kecil karya Soesilo Toer yang mengandung gaya bahasa tertentu. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis isi. Teknik analisis data yang digunakan terdiri dari empat tahap, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah ditemukan berbagai gaya bahasa dalam novel Komponis Kecil karya Soesilo Toer, yaitu a) 12 gaya bahasa pertautan mencakup 5 majas sinekdoki, 2 majas metonimi, dan 5 majas eufemisme; b) 80 gaya bahasa perbandingan meliputi, 25 majas personifikasi, 30 majas metafora, dan 25 majas simile; c) 76 gaya bahasa pengontrasan mencakup 15 majas ironi, 16 majas sarkasme, 10 majas paradoks, 5 majas litotes, dan 30 majas hiperbola; d) 35 gaya bahasa repetisi yang mencakup 12 majas repetisi, 5 majas paralelisme, 10 majas anafora, 3 majas polisindenton, dan 5 majas asindenton; serta e) 15 gaya bahasa bentuk lain, yaitu 10 majas retoris dan 5 majas antitesis. Gaya bahasa yang paling dominan adalah gaya bahasa perbandingan. Fungsi gaya bahasa dalam novel tersebut adalah memberikan kesan hidup, tidak monoton, indah, memperkuat isi, serta memperkuat suasana cerita dan pencerminan tokohnya. Kata kunci: Gaya Bahasa, Karya Sastra, Nove

    INTERAKSI ANALITIK RELASI PENGUASAAN KOSAKATA DAN PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR DENGAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN NARATIF SISWA SDN DI JAKARTA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan relasi penguasaan kosakata dan pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar dengan keterampilan menulis karangan naratif siswa kelas IV Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey dan teknik korelasi yang dilakukan untuk menjawab hipotesis, yaitu: ada tidaknya (1) relasi penguasaan kosakata dengan keterampilan menulis karangan naratif, (2) hubungan pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar dengan keterampilan menulis karangan naratif, (3) hubungan penguasaan kosakata dan pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar secara bersama-sama dengan keterampilan menulis karangan naratif. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik proportional random sampling. Sampel penelitian yaitu siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri di Kelurahan Ujung Menteng Jakarta Timur dengan jumlah 160 siswa. Instrumen yang digunakan berupa angket dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) adanya relasi antara penguasaan kosakata dengan keterampilan menulis karangan naratif, dengan rhitung 0,648 > rtabel 0,155, (2) adanya hubungan antara pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar dengan keterampilan menulis karangan naratif, didapat rhitung 0,486 > rtabel 0,155, (3) adanya hubungan antara penguasaan kosakata dan pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar secara bersama-sama dengan keterampilan menulis karangan naratif, dengan koefisien korelasi ganda sebesar 0,652 dan koefisien determinasi 0,348 yang berarti besarnya kontribusi penguasaan kosakata dan pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar secara bersama-sama dengan keterampilan menulis karangan naratif sebesar 65,2%. Dengan demikian secara umum dapat disimpulkan bahwa untuk meningkatkan keterampilan menulis karangan naratif dapat dilakukan dengan meningkatkan penguasaan kosakata dan pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar.Kata kunci: Interkasi Analitik, Penguasaan Kosakata, Perpustakaan Sebagai Sumber Belajar, Keterampilan Menulis Karangan Narati

    TREN PENELITIAN NARATOLOGI DALAM PENGEMBANGAN LITERASI DI INDONESIA:STUDI LITERATUR REVIU

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis tren penelitian naratologi dalam pengembangan literasi di Indonesia melalui studi literatur sistematis terhadap 64 artikel ilmiah dari jurnal terindeks SINTA 1 dan 2 pada periode 2020–2025. Metode yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif dengan pendekatan analisis konten naratif, diklasifikasikan ke dalam empat aspek utama: jenis penelitian, subjek kajian, metode pengumpulan data, dan jenis analisis. Hasil studi menunjukkan bahwa pendekatan kualitatif mendominasi secara signifikan, dengan fokus utama pada eksplorasi struktur cerita, makna tersirat, serta konteks ideologis dalam teks. Teks karya sastra masih menjadi objek utama, namun terdapat perluasan subjek ke arah media baru seperti pidato, percakapan, transliterasi video, dan teks graffiti. Metode wawancara dan studi dokumen merupakan teknik pengumpulan data yang paling banyak digunakan, sedangkan analisis naratif dan tematik menjadi pendekatan analitis paling dominan. Temuan ini memperlihatkan arah perkembangan naratologi di Indonesia ke pendekatan interdisipliner dan pascaklasik yang lebih reflektif. Studi ini menyimpulkan bahwa naratologi memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan literasi kritis, baik dalam konteks pendidikan formal maupun dalam budaya literasi masyarakat secara luas. Kata Kunci: Naratologi, Literasi, Literatur Revi

    GASTRONOMI NUSANTARA SEBAGAI STRATEGI PENGENALAN DAN PELESTARIAN BUDAYA INDONESIA PADA PEMELAJAR BIPA

    No full text
    Tujuan penelitian ini 1) mendeskripsikan keberagaman gastronomi Nusantara, dan 2) mendeskripsikan strategi pengenalan dan pelestarian gastronomi Nusantara sebagai budaya Indonesia pada pemelajar BIPA. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini dengan sumber data dari tujuh buku cerita anak terbitan 2018–2020. Data yang dikumpulkan mencakup kata, frasa, kalimat hingga wacana tentang nama kuliner Nusantara, daerah asal, dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Data dikumpulkan melalui teknik baca dan catat. Kemudian, data dianalisis dengan teknik alir yang mencakup reduksi, penyajian, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gastronomi Nusantara merepresentasikan dinamika sosial, sejarah, dan budaya masyarakat Indonesia. Integrasi dalam pembelajaran BIPA membuat pemelajar memahami bahasa dalam konteks budaya, memperkaya wawasan, dan meningkatkan keterampilan komunikasi. Promosi melalui media sosial dan festival kuliner dapat memperluas daya tarik gastronomi Nusantara di tingkat global. Mahasiswa BIPA berperan sebagai agen budaya yang memperkenalkan gastronomi Nusantara melalui gastrodiplomasi di negara asal. Gastronomi Nusantara dapat terus dikenalkan, dilestarikan, dan diperkuat sebagai sarana diplomasi budaya Indonesia di tingkat internasional.Kata kunci: Gastronomi Nusantara, budaya, Indonesia, BIP

    PSIKOANALISIS KARAKTER TOKOH PADA CERPEN ANAK THE VELVETEEN RABBIT KARYA MARGERY WILLIAMS

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fase psikologis tokoh Velveteen Rabbit (Kelinci Beludru) dalam cerpen The Velveteen Rabbit menggunakan teori psikoanalisis Jacques Lacan. Metode penelitian yang digunakan yakni deskriptif kualitatif. Data yang diteliti berkaitan dengan kutipan berupa narasi, dialog, kalimat, teks menunjukan psikoanalisis dari teks cerpen The Velveteen Rabbit (Kelinci Beludru). Sumber data yaitu cerpen The Velveteen Rabbit karya Margery Williams. Teknik pengumpulan data ini dilakukan dengan studi pustaka yaitu dengan baca dan catat teks cerpen The Velveteen Rabbit (Kelinci Beludru) melalui sumber-sumber yang tertulis yang berkaitan dengan penelitian. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan pendekatan psikoanalisis Jacques Lacan untuk mendeskripsikan fase imajiner, simbolik dan real dalam teks. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fase imajiner tercermin dalam keinginan The Velveteen Rabbit untuk menjadi “nyata” melalui pembentukan identitas diri atau gambaran diri dengan citra ideal yang dibayangkan dan tidak sepenuhnya sesuai dengan kenyataan. Fase simbolik terlihat dari pengakuan cinta anak sebagai makna simbolik melalui proses interaksi ke dalam dunia bahasa dan norma sosial untuk memperoleh rasa identitasnya yang memberikan The Velveteen Rabbit (Kelinci Beludru) pemahaman baru tentang eksistensinya sebagai lebih dari sekadar mainan. Fase ril tampak dalam momen traumatik saat The Velveteen Rabbit (Kelinci Beludru) dibuang, yang mengakibatkan transformasi akhir menjadi “nyata.”Kata kunci: Psikonalisis, Karakter tokoh, Cerpe

    Self-Disclosure in Toxic Relationship in Victims of Affairs Under the Suspicion of Rifka Annisa Foundation

    No full text
    Infidelity can occur due to a lack of quality interpersonal communication between partners. This study aims to analyze communication patterns in toxic relationships and how communication is used as a strategy in dealing with infidelity in victims of infidelity who are under the auspices of the Rifka Annisa Foundation. The theory used in this study is the theory of relationship stages, where relationships occur gradually, moving from initial contact to deeper intimacy and sometimes even shifting to damage. This study uses a qualitative approach. Data collection was carried out through documentation, observation, and in-depth interviews with six people. In this study, data analysis was carried out interactively. The results of the study found that self-disclosure plays an important role in the stages of toxic relationships. However, if there is a decrease in self-disclosure, it can lead to potential conflict and injustice. Self-disclosure is related to the victim's perception of injustice in understanding the complexity of interpersonal conflict because interpersonal communication built between partners tends to be manipulative, and responses to infidelity vary, including proactive efforts to improve relationships, focus on self-well-being, seek help from a counselor and break off relations with a partner.Keyword: Interpersonal Communication, Relationship Stages, Self-Disclosure, Toxic RelationshipABSTRAKPerselingkuhan dapat terjadi akibat kurangnya kualitas komunikasi interpersonal antara pasangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi dalam hubungan toksik dan bagaimana komunikasi digunakan sebagai strategi dalam menghadapi perselingkuhan pada korban perselingkuhan yang berada di bawah naungan Yayasan Rifka Annisa. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori tahapan hubungan, dimana hubungan terjadi secara bertahap, bergerak dari kontak awal menuju keintiman yang lebih dalam dan terkadang bahkan bergeser ke arah kerusakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, observasi, dan wawancara mendalam terhadap enam orang. Dalam penelitian ini, analisis data dilakukan secara interaktif. Hasil penelitian menemukan bahwa pengungkapan diri memegang peranan penting dalam tahapan hubungan toksik. Namun, apabila terjadi penurunan pengungkapan diri, maka dapat menimbulkan potensi konflik dan ketidakadilan. Pengungkapan diri terkait dengan persepsi korban tentang ketidakadilan dalam memahami kompleksitas konflik interpersonal karena komunikasi interpersonal yang dibangun antara pasangan cenderung manipulatif, dan respons terhadap perselingkuhan bervariasi, termasuk upaya proaktif untuk meningkatkan hubungan, fokus pada kesejahteraan diri, mencari bantuan dari konselor dan memutuskan hubungan dengan pasangan.Kata Kunci: Komunikasi Antarpribadi, Tahapan Hubungan, Pengungkapan Diri, Hubungan Beracu

    3,229

    full texts

    3,693

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UMT Journal Management System
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇