UMT Journal Management System
Not a member yet
3693 research outputs found
Sort by
To What Extent Do Online News Platforms Frame Environmental Issues? A Content News Analysis In Indonesia's Dompu Maize Development Program
This article examines how online news frames environmental issues in the corn development program in Dompu, West Nusa Tenggara, Indonesia. Furthermore, this article uses qualitative-exploratory research to analyze the news content with the analytical knife of Robert M. Entmen's framing model. Then, the data analysis tool uses NVivo 12 Plus to code the data and distribute terms and words that correlate with the framing of online news. The findings showed that certain aspects of the maize development program were more prominent, in general, the national online media emphasized elements of “make moral judgment” and “treatment recommendation”. In contrast, the local online media emphasized “define problem” and “diagnose cause”. Both online media explicitly instructed how environmental issues in Dompu Regency are important for environmental journalists. Thus, this implies differences in framing between national and local online media, and illustrates that environmental journalists have an important role in framing environmental issues.Keyword: Media framing, Online news, Environment issues, Corn program, Dompu. ABSTRAKArtikel ini meneliti bagaimana berita online membingkai isu lingkungan dalam program pengembangan jagung di Dompu, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Lebih lanjut, artikel ini menggunakan penelitian kualitatif-eksploratif untuk menganalisis konten berita dengan pisau analisis model framing Robert M. Entmen. Kemudian, alat analisis data menggunakan NVivo 12 Plus untuk mengkodekan data dan mendistribusikan istilah dan kata-kata yang berkorelasi dengan pembingkaian berita online. Temuan penelitian menunjukkan bahwa aspek-aspek tertentu dari program pengembangan jagung lebih menonjol, secara umum, media daring nasional menekankan unsur “make moral judgment” dan juga “treatment recommendation”. Sebaliknya, media daring lokal menekankan pada unsur “define problem” dan “diagnose cause”. Kedua media daring tersebut secara eksplisit menginstruksikan bagaimana isu lingkungan di Kabupaten Dompu menjadi penting bagi jurnalis lingkungan. Dengan demikian, penelitian ini menyiratkan adanya perbedaan pembingkaian antara media daring nasional dan lokal, dan menggambarkan bahwa jurnalis lingkungan memiliki peran penting dalam membingkai isu-isu lingkunganKata Kunci: Pembingkaian media, Berita online, Isu lingkungan, Program jagung, Dompu
Digital Transformative Resilience: Measuring Urban Governance Capacity to Improve Quality Public Services
Population growth, increasing needs, and community demands for the quality of digital-based public services through the Electronic-Based Government System (SPBE) are challenges that must be considered by the Malang City Government. An in-depth exploration of the government's capacity in the digital governance process needs to be carried out. The aim is to see the extent to which the government is able to meet the needs of the community and ensure the resilience of the digital transformation that has been developed. This research was conducted in Malang City because it has interesting conditions including population, several advantages and potentials, adequate infrastructure, government and community readiness, and SPBE index achievements. The research method used was qualitative analysis through a case study in line with Cresswell's qualitative design. The data triangulation method was applied to ensure data validity. Data analysis in qualitative research aims to minimize bias and misinterpretation when constructing arguments. Then the conclusion is drawn and the results are presented in the form of narrative information. The result is that government governance in implementing SPBE in Malang City has strived to have a capacity that is in accordance with the needs and demands of society. This means that the government seeks the resilience of digital transformation amid the challenges and threats that continue to arrive. This is evidenced through regulatory support that builds the realization of integrated SPBE, strengthening policies, governance, management, and also SPBE services. The SPBE achievement index continues to increase and public services are of higher quality. However, proactive, adaptive, responsive, and dynamic innovations need to be developed in the face of rapid social changes in society. Pertambahan jumlah penduduk, peningkatan kebutuhan, dan tuntutan masyarakat terhadap kualitas layanan publik berbasis digital melalui Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) menjadi tantangan yang wajib diperhatikan Pemerintah Kota Malang. Eksplorasi mendalam terhadap kapasitas pemerintah dalam proses tata kelola digital perlu dilakukan. Tujuannya adalah untuk melihat sejauh mana pemerintah mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan memastikan ketahanan transformasi digital yang telah dikembangkan. Penelitian ini dilakukan di Kota Malang karena memiliki kondisi yang menarik diantaranya jumlah penduduk, beberapa keunggulan dan potensi, infrastruktur yang memadai, kesiapan pemerintah dan masyarakat, serta capaian indeks SPBE. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kualitatif melalui studi kasus yang sejalan dengan desain kualitatif Cresswell. Metode triangulasi data diterapkan untuk memastikan keabsahan data. Analisis data dalam penelitian kualitatif bertujuan untuk meminimalkan bias dan kesalahan interpretasi saat mengkonstruksi argumen. Kemudian penarikan kesimpulan dilakukan dan hasilnya disajikan dalam bentuk informasi naratif Hasilnya tata kelola pemerintah dalam pengimplementasian SPBE di Kota Malang telah diupayakan memiliki kapasitas yang sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat. Artinya pemerintah mengupayakan ketahanan transformasi digital di tengah tantangan dan anacaman yang terus berdatangan. Hal ini dibuktikan melalui dukungan regulasi yang membangun perwujudan SPBE terintegrasi, penguatan kebijakan, tata kelola, manajemen, dan juga layanan SPBE. Indeks capaian SPBE pun terus meningkat dan layanan publik semakin berkualitas. Meskipun demikian inovasi proaktif, adaptif, responsif, dan juga dinamis perlu terus dikembangkan dalam menghadapai perubahan sosial masyarakat yang cukup pesat
Perancangan Sistem Parkir Otomatis Berbasis Plc Mitsubishi Fx3u Ditaman Rekreasi
The growth in the number of vehicles in urban areas and limited parking spaces available further exacerbate the problem of finding empty parking spaces. Inefficient parking management can result in congestion, waste of time, and increased security risks for parked vehicles. To overcome this problem, this research focuses on the design and implementation of an automatic parking system based on Mitsubishi's Programmable Logic Controller (PLC) which is designed to increase parking efficiency, vehicle safety and user comfort.The automatic parking system developed utilizes proximity sensors to detect and monitor the availability of parking spaces in real-time. This sensor detects the presence of vehicles in each parking slot and sends status information to the PLC control unit. To providevisual information to users, the system is equipped with two indicator LEDs: a green LED indicating that the parking space is still available, and a yellow LED indicating that the parking area is full. This system design ensures that all components function synergistically to optimize the parking process. The use of Mitsubishi PLC as the main control ensures the stability and reliability of the system in processing sensor data and controlling indicators. With this system, dependence on human labor can be reduced, and the risk of operational errorsthat are common in manual parking systems can be minimized.The results of this research show that this automatic parking system has succeeded in reducing the time needed to find a parking space, increasing the level of vehicle safety with clear status indicators, and providing a more efficient solution compared to conventional parking methods. Implementation of this system not only provides practical benefits for parking managers and vehicle users, but also has the potential to be applied on a wider scale in various urban environments
From Cognition To Spirituality: A Comparative Study Of James J. Gross And Abdallah's Concept Of Emotion Regulation
This research discusses the comparison of the concept of emotion regulation according to James J. Gross from the perspective of cognitive psychology and Abdallah Rothman from the perspective of Islamic psychology based on spirituality. Emotion regulation is an important ability in maintaining mental health and quality of life, which in Western psychology is understood as a cognitive and behavioral process, while in Islamic psychology it is associated with spiritual and religious dimensions. This study uses a comparative qualitative approach with the method of literature study and content analysis of the main works of both figures, namely Handbook of Emotion Regulation and Developing a Model of Islamic Psychology and Psychotherapy. The results show that Gross emphasizes cognitive strategies such as cognitive reappraisal and expressive suppression to adaptively manage emotions, while Rothman places the qalb at the center of emotion regulation and emphasizes spiritual practices such as tawbah, dhikr, and tawakal. Both approaches have similarities in the goal of achieving well-being, but differ in the basic paradigms and strategies used. The integration of these two paradigms offers a more holistic and applicable understanding of emotion management, especially in a multicultural and religious society like Indonesia
ANALISIS DAMPAK PENGGUNAAN GADGET TERHADAP KARAKTER SISWA SEKOLAH DASAR
Latar belakang penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah gadget dapat memberikan dampak pada karakter anak Sekolah Dasar, sehingga tujuan dari penelitian ini anatara lain untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan gadget kepada karatkter anak Sekolah Dasar. Jenis penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif, dengan metode pengumpulan data melalui wawancara observasi, dan dokumentasi secara langsung. Analisis data menggunakan teknik Miles dan Huberman (Harahap, 2021), yang mencakup pengumpulan data, reduksi data, analisis, serta verifikasi untuk memahami dampak penggunaan gadget terhadap karakter religius anak di Sekolah Dasar. Penelitian ini menunjukkan bahwa dampak penggunaan gadget pada karakter anak Sekolah Dasar memberikan dampak negatif dan juga positif. Di antara dampak positif lain yang terlihat yaitu anak lebih melek terhadap perkembangan zaman, namun diantara dampak postif gadget tersebut menimbulkan lebih banyak dampak negatif, yaitu anak menjadi individu yang individualistis, malas belajar, lambat berpikir, mengucapkan kata-kata yang tidak sopan, dan tidak disiplin . Hal tersebut sangat mempengaruhi karakter anak, sehingga anak lebih suka menghabiskan waktunya bersama gadget dan penggunaan gadget yang kurang pengawasan dari orang tua yang memberikan dampak negatif bagi anak, menjadikan anak tidak dapat mengontrol prilakunya. Kata Kunci: gadget, karakter, siswa, dan sekolah dasa
PERANCANGAN FILM PENDEK “KEMBALI” MENGENAI PENTINGNYA KOMUNIKASI INTERPERSONAL SEORANG ANAK DAN AYAHNYA
ABSTRAKFilm adalah industri yang tidak pernah berakhir, realitas dapat diciptakan melalui film Ceritanya disajikan dalam bentuk media audio-visual yang dinilai mampu memberikan informasi lebih detail kepada masyarakat, sehingga tidak mengherankan jika media ini populer dan dijadikan sebagai sarana hiburan. Menurut Lestari, film pendek merupakan film yang menyajikan realita melalui banyak cara dan tujuan. Tetapi harus diakui bahwa film pendek tidak pernah lepas dari tujuan penyebaran informasi, pendidikan dan opini publik. Konsep dari film pendek antara lain membangun suatu alur cerita yang berdasarkan pada kenyataan yang ada. Sinematografi merupakan sebuah gaya penyutradaraan salah satunya film pendek yang mencakup perlakuan sineas terhadap kamera serta stok filmnya. Teknik pengumpulan data dokumentasi film pendek diperoleh peneliti melalui project atau sebuah karya film hasil dari karya peneliti sendiri yaitu mengenai pentingnya komunikasi interpersonal dalam hal ini adalah anak dan ayahnya. Hasil perancangan film pendek mengenai pentingnya kominkasi interpersonal seorang anak dan ayahnya didapatkan berupa film pendek yang berjudul “Kembali”. Film pendek “Kembali” ini merupakan kisah seorang ayah yang mengidap penyakit skizo ringan yang diakibatkan oleh kurangnya komunikasi interpersonal dengan anaknya. Meskipun mengidap skizo ringan, sang ayah bisa kembali sehat setelah anaknya sadar dan ingin mengembalikan suasana rumah seperti dulu.Kata Kunci: Film, Film Pendek, Sinematografi, Film Pendek “Kembali”.ABSTRACTFilm is a never ending industry, reality can be created through film or thinking deeper. The story is presented in the form of audio-visual media which is considered capable of providing more detailed information to the public. According to Lestari, short films are films that present reality through many methods and purposes. The concept of a short film includes building a storyline based on existing reality. Cinematography is a style of directing, one of which is short films, which includes the filmmaker's treatment of the camera and film stock.. Researchers obtained short film documentation data collection techniques through researcher's own work, namely about the importance of interpersonal communication, in this case the child and his father. The results of designing a short film regarding the importance of interpersonal communication between a child and his father were obtained in the form of a short film entitled "Kembali". This short film "Kembali" is the story of a father who suffers from mild schizo disease which is caused by a lack of interpersonal communication with his child. Even though he suffered from mild schizo, the father was able to return to health after his son regained consciousness and wanted to restore the atmosphere at home to how it used to be.Keywords: Films, Short Films, Cinematography, Short Films “Kembal
PERAN MEDIA SOSIAL DALAM PROMOSI DESTINASI WISATA KAMPUNG EKOWISATA KERANGGAN TANGERANG SELATAN
Abstract. In order to develop the Keranggan Ecotourism Village, it is necessary to provide social media promotion innovations such as Instagram which are carried out based on post content, so that it continues to increase interest in visits and is easily accessible online by following trends and current developments. To be able to overcome problems, a solution is needed so that social media such as Instagram develops and every day there is a feed post with interesting innovations that make tourists want to visit. The research methodology used in this research is qualitative methods with inductive data analysis, using direct and indirect participants. The research location is in Keranggan Ecotourism Village, South Tangerang by collecting observation data, interviews, documentation, and field notes. The research data analysis method uses data reduction, data presentation, and conclusion. Testing the validity of source triangulation data and technical triangulation. The role of Instagram social media plays an important role in the promotional strategy for Keranggan Ecotourism Village by utilizing digital marketing trends, attractive visual content, interaction with followers, and collaboration with academics, tourist villages can increase tourist attraction and the number of visitors, with the right strategy and use of appropriate analytical tools. Keranggan Ecotourism Village can develop and become a popular tourist destination in the digital era. The social media promotion carried out by Keranggan Ecotourism Village is Instagram with a total of 456 posts on Instagram social media, more than other social media such as TikTok, YouTube, and Facebook. With the right strategy, social media can be a potent tool for attracting tourists and building a positive image of tourist destinations, helping to attract tourists from various regions.Keywords: Social media, Instagram, Promotion, Tourist destinations, Ecotourism Villages.Abstrak. Dalam rangka pengembangan Desa Ekowisata Keranggan perlu diberikan inovasi promosi media sosial seperti Instagram yang dilakukan berdasarkan konten postingan, sehingga terus meningkatkan minat kunjungan dan mudah diakses secara online dengan mengikuti tren dan perkembangan zaman untuk dapat mengatasi permasalahan, maka diperlukan solusi agar media sosial seperti Instagram berkembang dan setiap harinya memiliki postingan feed dengan inovasi-inovasi yang menarik yang membuat wisatawan ingin berkunjung. Metodologi penelitian dalam penelitian menggunakan metode kualitatif dengan analisis data secara induktif, menggunakan partisipan langsung dan tidak langsung. Lokasi penelitian di Kampung Ekowisata Keranggan, Tangerang Selatan dengan pengumpulan data observasi, wawancara, dokumentasi dan catatan lapangan. Metode analisis data penelitian menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengujian keabsahan data triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Peran media sosial Instagram berperan penting dalam strategi promosi Kampung Ekowisata Keranggan dengan memanfaatkan tren digital marketing, melalui konten visual yang menarik, interaksi dengan followers, dan kolaborasi dengan akademisi, desa wisata dapat meningkatkan daya tarik wisata dan jumlah pengunjung. Dengan strategi yang tepat dan penggunaan alat analisis yang sesuai. Kampung Ekowisata Keranggan dapat berkembang dan menjadi destinasi wisata yang populer di era digital. Promosi media sosial yang dilakukan Kampung Ekowisata Keranggan adalah Instagram dengan jumlah postingan sebanyak 456 postingan di media sosial Instagram lebih banyak dari media sosial lainnya seperti Tiktok, Youtube dan Facebook. Dengan strategi yang tepat media sosial dapat menjadi alat yang sangat ampuh untuk menarik wisatawan dan membangun citra positif destinasi wisata membantu dalam menarik wisatawan dari berbagai daerah.Kata Kunci: Media sosial, Instagram, Promosi, Destinasi wisata, Kampung Ekowisata
Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Pada Siswa Sekolah Luar Biasa (SLB-C) Karya Ibu Kota Palembang
Self-care activities are the ability to improve health by preventing disease and overcoming illness. Intellectually Disabled Children are expected to be able to carry out self-care independently, such as through implementing Clean and Healthy Living Behaviour (CHLB). This activity aims to provide understanding and CHLB skills, through the implementation of hand wash and dispose of waste. The activity method is counselling and practice using posters, power points and educational videos. The activity was held on November 9 2023 at the Karya Ibu Palembang C Special School (SLB-C). The targets of the activity are SLBC students, teachers and parents. The results of the activity showed that students were enthusiastic in participating in the activity. The activities are fully supported by teachers and parents, as can be seen from their presence. Extension activities have been proven to improve students' ability to carry out hand wash and dispose of waste. There are challenges faced in implementing activities, there are some students who lack focus in paying attention during counselling. CHLB for Intellectually Disabled Children is important to be carried out on an ongoing basis, the role of parents and teachers is needed to support the implementation of CHLB for Intellectually Disabled Childre
NILAI SOSIAL DALAM NASKAH DRAMA ORANG PINGGIRAN KARYA IPIN CEVIN: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA
Peneliti memilih karya sastra naskah drama ini dikarenakan dalam penulisannya banyak mengandung permasalahan sosial terutama kemiskinan yang dihadapi dalam sebuah keluarga. Permasalahan ini sering terjadi dimasyarakat yang tergolong kedalam perekonomian rendah sehingga peneliti ingin menjadikan penulisan ini sebagai acuan terhadap orang tua dan masyakat luas. Penelitian ini memakai kajian sosiologi sastra dengan menggunakan metode kualitatif. Data dalam penelitian ini bersumber dari naskah drama Orang Pinggiran karya Ipin Cevin. Data diperoleh melalui teknik simak dan catat. Dalam naskah drama Orang Pinggiran karya Ipin Cevin terdapat nilai-nilai sosial diantaranya yaitu, Nilai material yang terdapat dalam naskah drama Orang Pinggian karya Ipin Cevin adalah rumah, uang, barang-barang rongsokan. Nilai vital, meliputi aktivitas mengamen menjadi salah satu mata pencaharian yang sering dilakukan oleh masyarakat dengan perekonomian rendah, hendaknya kita harus selalu menjadi orang yang selalu berbuat baik, orang miskin yang selalu dianggap sebagai sampah masyarakat. Nilai kerohanian meliputi nilai moral dan juga nilai keagamaan seperti tidak boleh membanting barang dihadapan orang tua, judi tidak akan membuatmu menjadi kaya, amarah dan cemburu bisa menjadi bomerang bagi diri kita sendiri,berbohong bukanlah tindakan yang terpuji terlebih lagi berbohong kepada orang tua, orang tua menjadi peran penting dalam keharmonisan keluarga
NURSING SERVICE QUALITY STRATEGY IN INCREASING PATIENT LOYALTY AT BUNDA SEJATI HOSPITAL TANGERANG
Health institutions such as hospitals are a form of service in the field of services so they must provide the best form of service to patients to increase patient loyalty at Bunda Sejati Hospital Tangerang. Patient loyalty is one of the key indicators of a hospital's success. When patients feel satisfied and confident in the services provided, they are more likely to return for future treatment as well as recommend the hospital to their family and friends. The purpose of this study is to analyze the quality strategy of nursing services in increasing patient loyalty at Bunda Sejati Hospital Tangerang. In this study, direct observation techniques were used, then interviews and documentation. Based on the discussion in this study, the results obtained are that the service quality strategy consists of several indicators to increase patient loyalty at Bunda Sejati Tangerang Hospital