Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia)
Not a member yet
150 research outputs found
Sort by
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN EXO OLO TASK UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA
Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih rendahnya kualitas aktifitas belajar dan hasil belajar peserta didik Kelas VIII.1 pada mata pelajaran IPS di SMPN 1 Pasaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta menganalisis penerapan model pembelajaran Exo Olo Task untuk meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa pada materi Interaksi keruangan dalam kehidupan di negara – negara Asean. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII.1. Pengumpulan data dibantu oleh seorang guru IPS lainnya sebagai observer / kolaborator melalui kegiatan observasi, tes hasil belajar siswa serta mendokumentasikan proses pembelajaran berlangsung.Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Ditemukan adanya peningkatan aktivitas belajar peserta didik kelas VIII.1 setelah diterapkan model pembelajaran Exo olo task pada setiap siklusnya, pada siklus I didapat hasil 66,17 % , selanjutnya siklus II 69,59 % dan siklus III didapat hasil 75,78% %. 2)Ditemukan adanya peningkatan hasil belajar peserta didik kelas VIII.1 setelah diterapkan model pembelajaran Exo Olo Task pada setiap siklusnya, pada siklus I ketuntasan hasil belajar ( 74,19 %) selanjutnya pada siklus II meningkat menjadi ( 93,54 % ), dan hasil yang sama diperoleh pada siklus III sebesar ( 93,54 % ). Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Exo Olo task dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada materi Interaksi Keruangan dalam Kehidupan di Negara – negara Asean pada mata pelejaran IP
ANALISIS PEMBELAJARAN ONLINE PADA MASA PANDEMI COVID-19 TERHADAP MINAT BELAJAR MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pembelajaran online pada masa pandemic covid 19 terhadap minat belajar mahasiswa program studi pendidikan Geografi IKIP PGRI Pontianak. Hasil penelitian dijabarkan secara deskriptif dalam metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi berbasis first-hand experiences di mana sumber informasi responden sebagai subjek yang mengalami secara langsung aspek permasalahan proses pembelajaran yang terjadi, Data yang dikaji dan dianalisis dengan teori fenomenologi dan teori proses pembelajaran menunjukkan beberapa hal, yakni persiapan yang dilakukan dosen pada proses pembelajaran sistem daring meliputi penyusunan bahan ajar yang lebih terperinci, teknik mengajar yang lebih menarik, ketersediaan perangkat pembelajaran, dan ketersediaan jaringan internet. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan secara virtual asynchronous dan collaborative synchronous Hasil analisisis penelitian pada mahasiswa semester II prodi geografi ini menitikberatkan kepada permasalahan pembelajaran daring dan rendahnya minat belajar mahasiswa. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa proses pembelajaran online yang dilaksanakan di IKIP PGRI Pontianak sudah tergolong optimal karena dosen pengampu mata kuliah sudah sangat terbiasa dan berkompeten dalam menggunakan aplikasi-aplikasi penunjang pembelajaran online misalnya Zoom Meeting, Google Classroom maupun WhatApp. Selain itu, fasilitas yang menunjang juga menjadi factor utama dalam pembelajaran online misalnya handphone atau laptop dan jaringan internet di Pontianak
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN TIME TOKEN BERBASIS MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH KELAS XI DI SMA NEGERI 6 MANDAU
Penelitian ini menggunakan model pembelajaran time token berbasis media gambar untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran sejarah kelas XI di SMA Negeri 6 Mandau. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) proses pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran time token berbasis media gambar dalam pembelajaran sejarah kelas XI di SMA Negeri 6 Mandau; 2) aktivitas guru dan aktivitas siswa dengan menggunakan model pembelajaran time token berbasis media gambar dalam pembelajaran sejarah kelas XI di SMA Negeri 6 Mandau; 3) keaktifan siswa dengan menggunakan model pembelajaran time token berbasis media gambar dalam pembelajaran sejarah kelas XI di SMA Negeri 6 Mandau. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) proses pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran time token berbasis media gambar dalam pembelajaran sejarah dilakukan sesuai langkah-langkah dari model pembelajaran time token berbasis media gambar; 2) aktivitas guru terjadi peningkatan dari siklus I hingga siklus II, pada siklus I mencapai persentase sebesar 77,7% dengan kriteria “baik” dan meningkat pada siklus II menjadi 94,4% dengan kriteria “sangat baik”. Pada aktivitas siswa terjadi peningkatan dari siklus I hingga siklus II, pada siklus I mencapai presentase sebesar 67,02% dengan kriteria “cukup” dan meningkat pada siklus II menjadi 85,3% dengan kriteria “sangat baik”; 3) keaktifan siswa pada siklus I hanya mencapai persentase 58,8% dengan kriteria “cukup” dan meningkatkan pada siklus II dengan persentase sebesar 85,32% dengan kriteria “sangat baik”
IMPLEMENTASI MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA: SYSTEMATIC REVIEW
Perkembangan zaman serta IPTEK yang terjadi pada saat ini memberi berbagai pengaruh dalam kehidupan, tanpa terkecuali dunia pendidikan. Program MBKM merupakan suatu usaha pemerintah untuk mempersiapkan penerus bangsa agar dapat bersaing menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji serta menganalisis keberlangsungan program MBKM yang telah dialoikasikan kepada perguruan tinggi di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penulisan ini yaitu studi kepustakaan dengan systematic review. Systematic review digunakan untuk mengetahui kondisi berbagai riset implementasi MBKM di Indonesia. Metode yang digunakan adalah Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) 2020. Berdasarkan hasil penelitian pada 67 artikel terkait implementasi MBKM, dapat disimpulkan beberapa point. Pada aspek persepsi mahasiswa, mereka menilai beberapa kampus telah melaksanakan program MBKM dengan baik, tetapi masih ada pemahaman mahasiswa tentang MBKM masih rendah. Sosialisasi MBKM baik secara online melalui kanal kemendikbud maupun secara langsung dari masing-masing universitas diperlukan sebagai bentuk pemerataan informasi MBKM. Harapan dari kebijakan ini yaitu terlaksanakannya program secara baik dan menyeluruh. Namun, Beberapa universitas mengimplementasikan MBKM dengan tantangan dan kendala yang dihadapi dalam hal penyesuaian kurikulum, penyesuaian sistem informasi akademik, dan masalah pendanaan bagi mahasiswa
PERSEPEKTIF MASYARAKAT, TERHADAP NILAI KARAKTER RELIGIUS TRADISI NGEMBLOK (STUDI KASUS DESA MENORO KABUPATEN REMBANG)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai karakter Religius tradisi Ngemblok, studi kasus desa menoro Kabupaten Rembang. Penelitian yang dilakukan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif Pendalaman empiris, teknik yang di gunakan untuk pengumpulan data instrument di dapatkan dalam proses wawancara, data lapangan, dokumentasi pribadi gambar, foto, Teknik Analisis data penelitian kualitatif yang di gunakan reduksi data dan verifikasi atau penyajian dan simpulan data. pengumpulan data dan di olah keabsahaanya di bagi menjadi tiga triagulasi teknik, triagulasi waktu dan triagulasi sumber. Hasil penelitian adalah Nilai karakter Religius tradisi ngemblok pertama Bersyukur hanya kepada Allah yang di dalamnya masyarakat ber Do’a hanya kepada Allah. Kedua, cinta damai apabila ada yang dapat ngemblok seserahan di bagikan tetangga dan kerabat terdekat sehingga menjalin silaturahmi dan kerukunan. Ketiga, bentuk harapan dan keinginan terhindar dari perbuatan zina. Keempat bentuk upaya melestarikan leluhur penuh arti yang di dalamnya banyak nilai kearifan lokal. Kelima bentuk ucapan suka cita keluarga mempelai perempuan bisa menikahkan anaknya dengan proses dalam islam.
KERJASAMA PEMERINTAH UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI BAHASA INGGRIS PENGELOLAAN WISATA PANTAI GONDA KABUPATEN POLEWALI MANDAR
Tujuan penulisan untuk mengetahui bagaimana kerjasama pemerintah untuk meningkatkan kompetensi bahasa Inggris dari sumber daya manusia yang bekerja di daerah tujuan wisata dan merekomendasikan konsep kerjasama di Pantai Gonda Kabupaten Polewali Mandar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah pejabat di lingkungan Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan dan Lembaga Kursus Bahasa Inggris di Kabupaten Polewali Mandar. Data dikumpulkan dengan wawancara dan dokumentasi. Analisis data penelitian dengan deskriptif kualitiatif yang mengkaji data penelitian dengan collaborative governance, yaitu: kondisi awal, desain kelembagaan, kepemimpinan fasilitatif, dan proses kolaborasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel kondisi awal, desain kelembagaan, kepemimpinan fasilitatif, dan proses kolaborasi tidak pernah dibentuk atau diputuskan oleh Pemerintah di Kabupaten Polewali Mandar. Tidak ditemukan kerjasama Pemerintah untuk meningkatkan kompetensi Bahasa Inggris Pariwisata di Pantai Gonda Kabupaten Polewali Mandar
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SAVI (SOMATIC, AUDITORY, VISUALIZATION, INTELEGTUALITY) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI KELAS X SMA NEGERI 6 PONTIANAK
Penelitian ini bertujuan untuk mnegetahui pengaruh dari penerapan model pembelajaran SAVI pada siswa kelas X SMA Negeri 6 Pontianak. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 6 Pontianak yang terdiri dari 5 kelas yaitu XA, XB, XC, XD dan XE Sedangkan sampel pada penelitian ini adalah siswa pada kelas XB dan XE Penelitian ini menggunakan Quasi Experimental Design dengan rancangan penelitian two group post test only. Adapun hasil dari penelitian ini adalah adalah 1) nilai rata-rata siswa pada pelajaran geografi pada kelas control atau kelas yang tidak diterapkan metode SAVI adalah sebesar 67,6 dengan kategori “cukup”. 2) nilai rata-rata siswa pada pelajaran geografi pada kelas eksperimen atau kelas yang menerapkan metode SAVI adalah sebesar 70,6 dengan kategori “baik”. 3) Terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran SAVI terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran geografi kelas X SMA Negeri 6 Pontianak dengan nilai hasil uji u mann whitney Asymp Sig. (2-tailed) = 0,027 < 0,050
KONTRUKSI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM "AKU BELAJAR" DALAM MENINGKATKAN LITERASI ANAK PEMULUNG
Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui kontruksi pemberdayaan mayarakat melalui program “Aku Belajar” untuk meningkatkan literasi anak pemulung di Batu Layang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kontruksi pemberdayaan mayarakat melalui program “Aku Belajar” untuk meningkatkan literasi anak pemulung di Batu Layang terlaksana dengan mengadakan kegiatan dimensi (duduk menginspirasi) sebagai kegiatan membangun motivasi anak untuk belajar dan meningkatkan aksara atau literasi anak, kegiatan Charity Day atau pertunjukan pentas seni yang bertujuan agar kreatifitas anak meningkat. Selain kegiatan dimensi dan Charity Day, program “Aku Belajar” membangun perpustakan mini sebagai sarana anak pemulung untuk membaca yang bertujuan agar meningkatkan literasi anak pemulung di Batu Layang. Hasil dari program “Aku Belajar” ini didapatkan bahwa dalam program “Aku Belajar” terdapat perpustakaan belajar yang bertujuan untuk meningkatkan literasi anak pemulung dengan pelaksanaan kegiatan yang berupa penghimpunan buku-buku yang dikagorikan layak untuk dibaca oleh anak-anak secara perlahan dan sudah dirasa cukup maka, dibangunlah perpustakaan mini untuk anak-anak pemulung di Batu Layang, Minat belajar anak pemulung yang dibina meningkat ditunjukkan dengan perhatian anak saat belajar dimana anak-anak binaan fokus berkonsentrasi dan serius saat relawan memberikan arahan mengenai tujuan pembelajaran, menjelaskan materi serta memecahkan kesulitan belajar mereka dengan cara yang unik dan mudah dipahami. Anak-anak binaan juga menyimak arahan relawan untuk memilih dan menemukan sumber belajar. Mengetahui bahwa perhatian anak adalah satu satu hal yang membuat konsentrasi serta aktivitas peserta didik dalam sebuah pengamatan dan pengertian, tanpa tidak mengesampingkan perbedaan
PENDIDIKAN DI MASA PANDEMI COVID-19 DALAM PANDANGAN GURU DAN PESERTA DIDIK SEKOLAH MENENGAH
Pendidikan menjadi salah satu aspek kehidupan yang harus menyesuaikan model pembelajaran tatap muka menjadi online dalam rangka memutus penyebaran COVID-19. Kondisi ekstraordinari yang berlangsung Tidak kurang dari 1 tahun memberikan respon beragam baik dari perspektif guru maupun siswa. Kajian ini mengulas perspektif guru dan siswa sekolah menengah mengenai pendidikan di masa depan pasca pandemi covid-19. Selanjutnya, kajian ini dilakukan dengan membagikan kuesioner online kepada responeden dari 5 provinsi di Indonesia melibatkan 40 guru dan 14 siswa. Hasil dari kajian ini menunjukkan bahwa (1) e-learning secara penuh belum mengakomodir beberapa nilai-nilai pendidikan yang hanya dapat disalurkan dalam proses belajar classical, (2) keterbatasan interaksi langsung menjadi perhatian khusus dalam impelemntasi e-learning, (3) keberlanjutan e-learning tergantung pada kesiapan sumberdaya dan infrastruktur, dan (4) Blended learning menjadi model pembelajaran pilihan dan paling cocok diterapkan untuk pendidikan dimasa depan. Kajian ini mengarahkan diskusi lebih lanjut pada model blended learning yang paling sesuai digunakan untuk keberlanjutan pendidikan dimasa depan
EFEKTIFITAS METODE OUTDOOR STUDY DALAM MENGEMBANGKAN KECERDASAN SPASIAL PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI
Abstract. Schools can represent the use of learning methods in developing students' skills. The process of using learning methods requires evaluation to determine the level of achievement of learning objectives. The purpose of this study was to determine the effectiveness of using outdoor study in developing spatial intelligence at SMA Angkasa Husein Bandung. This research uses the expose facto, with a quantitative approach. Collecting data using a questionnaire with analytical techniques using linear regression test and correlation coefficient test. The variables in this study are the effectiveness of the outdoor study as the independent variable and spatial intelligence as the dependent variable. The sample in this study was 90 students. The results showed that the effectiveness at the planning stage got a score of 4 out of 5. At the implementation stage it got a score of 10.4 out of 12 and the evaluation score showed 90% achieved progress. The effectiveness of the outdoor study correlates with spatial intelligence with an R count of 0.824, meaning that value of the effectiveness of the outdoor study students' spatial intelligence has a very significant effect of 82.4% which shows that the outdoor study method is effective in developing spatial intelligence. The coefficient of determination Rsquare (R2)is 0.515 or 51.5%. This shows that the effectiveness of the outdoor study contributes to the spatial intelligence of students by 51.5%, the remaining 48.5% is influenced by other factors not mentioned in this study. In conclusion, the effectiveness of the outdoor study can develop students' spatial intelligence effectively in this study