Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia)
Not a member yet
    150 research outputs found

    MANFAAT DAN TANTANGAN GADGET SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN EFEKTIF PADA MATA PELAJARAN EKONOMI DI SMA

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas penggunaan gadget, mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dan pendukung, serta solusi mengatasi faktor-faktor penghambat pembelajaran ekonomi siswa kelas XI SMA Negeri 3 Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Subjek penelitian ini adalah wakil kepala sekolah bagian kurikulum, guru ekonomi, dan Sembilan peserta didik kelas XI IPS SMA Negeri 3 Sukoharjo. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data yang digunakan adalah teknik triangulasi member ceklis. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data interaktif terdiri dari reduksi data, penyajian data, kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Kebijakan penggunaan gadget dalam pembelajaran di kelas berjalan efektif menurut pihak sekolah, guru ekonomi, dan peserta, hal ini dapat dilihat melalui nilai mata pelajaran ekonomi peserta didik yang melampaui batas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan. Penggunaan gadget membantu peserta didik untuk dapat melengkapi kekurangan materi yang disampaikan guru dan pengerjaan tugas-tugas peserta didik. 2) Faktor-faktor penghambat efektivitas penggunaan gadget seperti ada peserta didik yang tidak memiliki gadget, signal wifi error, paket data tidak cukup, peserta didik membuka media sosial saat pembelajaran, dan munculnya notifikasi di gadget, selain itu faktor pendukung yaitu disediakannya berupa satu wifi untuk dua kelas, 3) Solusi untuk menghadapi hambatan yang muncul seperti pemberian bantuan handphone dari pihak sekolah pada peserta didik yang kurang mampu, memperluas tempat yang terjangkau wifi, pemberian voucher kuota, perlunya sisipan kegiatan hiburan saat pelaksanaan pembelajaran, peningkatan kesadaran peserta didik untuk tidak membuka notifikasi gadget yang kurang penting saat kegiatan pembelajaran berlangsung

    PENGEMBANGAN LMS BERBASIS GOOGLE SITES UNTUK MENGEMBANGKAN HOTS SISWA PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI

    Get PDF
    This research aims to analyze the development of LMS based on Google Sites in Geography subject. The development of this LMS is intended to improve students' higher order thinking skills (HOTS) which can be used for online and offline learning. There are two research methods used i.e. ‘development research’ to develop a valid, practical, and effective Google Sites-based LMS and ‘experimental research’ to prove the effectiveness of Google Sites-based LMS in improving students' HOTS. The development model used is the Plomp which consists of three phases i.e. the Initial investigation phase, the Prototype development phase, and the assessment phase. Then a validity test is carried out involving three lecturers as validators, i.e. validation of media expert, material expert, and language and design expert with "Valid" result. To determine the effectiveness of this LMS, an independent samples test of learning outcomes for the control class and the experimental class is conducted. The control class is class XI IPS 2 with 36 students, consisting of 20 male students and 16 female students who do not use LMS and the experimental class is class XI IPS 3 with 36 students, consisting of 20 female students and 16 male students who use LMS based on Google Sites. The results of the research prove that Google Sites-based LMS is "Valid and Practical" so that it can be used in learning Geography to improve students' HOTS. The results of independent samples test prove that the significance value (2-tailed) is 0.000 < 0.05 significance value, meaning that there is a difference between the experimental class and the control class. A difference in the average score between both classes means that the students who study using this LMS based on Google Sites have better learning outcomes than the students who don’t

    INTERNALISASI PENDIDIKAN KARAKTER DISIPLIN DI SMP PADA MASA PANDEMI COVID–19

    Get PDF
    Kajian ini berfokus pada disiplin karakter. Fokus penelitian adalah bagaimana internalisasi karakter disiplin pada siswa SMP Bruder Singkawang di masa pandemi covid-19? Ini adalah penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan analisis data dilakukan dengan tiga cara yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi data. Untuk menjamin keabsahan data yang telah diperoleh, maka dilakukan triangulasi. Hasil penelitian ini adalah internalisasi kedisiplinan selama pandemi Covid-19 dapat berjalan dengan baik. Penerapan pembentukan karakter disiplin dalam pelaksanaan pembelajaran online dipantau dari proses pembelajaran. Pihak sekolah juga mengadakan kunjungan rumah bagi siswa yang tidak aktif selama pembelajaran online. Pembelajaran online saat ini lebih menitikberatkan pada ranah kognitif, kurang memperhatikan ranah afektif, sehingga hasil yang dibebankan oleh sistem pembelajaran online adalah siswa mendapatkan pengetahuan dalam bentuk konsep dan kemudian menerapkannya dalam bentuk psikomotorik. Untuk memperoleh ranah afektif, guru perlu menanamkan karakter yang baik kepada siswanya di setiap mata pelajaran. Internalisasi karakter disiplin dapat dilakukan dengan pembiasaan dalam kehidupan. Kajian ini berfokus pada disiplin karakter. Fokus penelitian adalah bagaimana internalisasi karakter disiplin pada siswa SMP Brother Singkawang di masa pandemi covid-19? Ini adalah penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan analisis data INTERNALISASI PENDIDIKAN KARAKTER DISIPLIN DI SMP PADA MASA PANDEMI COVID–19 Kandidus Lajim Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tanjungpura dengan tiga cara yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi data. Untuk menjamin keabsahan data yang telah diperoleh, maka dilakukan triangulasi. Hasil penelitian ini adalah internalisasi kedisiplinan selama pandemi Covid-19 dapat berjalan dengan baik. Penerapan pembentukan karakter disiplin dalam pelaksanaan pembelajaran online dipantau dari proses pembelajaran. Pihak sekolah juga mengadakan kunjungan rumah bagi siswa yang tidak aktif selama pembelajaran online. Pembelajaran online saat ini lebih menitikberatkan pada ranah kognitif, kurang memperhatikan ranah afektif, sehingga hasil yang dibebankan oleh sistem pembelajaran online adalah siswa mendapatkan pengetahuan dalam bentuk konsep dan kemudian menerapkannya dalam bentuk psikomotorik. Untuk memperoleh ranah afektif, guru perlu menanamkan karakter yang baik kepada siswanya di setiap mata pelajaran. Internalisasi karakter disiplin dapat dilakukan dengan pembiasaan dalam kehidupan

    AKTUALISASI PENDIDIKAN KARAKTER DI PONDOK PESANTREN TEBUIRENG DALAM PERSPEKTIF KH. A WACHID HASYIM

    Get PDF
    Abstract. Kajian ini berfokus pada disiplin karakter. Fokus penelitian ini adalah bagaimana aktualisasi delapan nilai karakter menurut perspektif KH. A Wachid Hasyim di Pesantren Tebuireng. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara,observasi, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data dilakukan dengan tig acara yaitu, data collection, data reduction, conclusion. Untuk menjamin keabsahan data yang diperoleh, maka dilakukan triangulasi. Hasil penelitian ini adalah aktualisasi dari nilai-nilai karakter yang meliputi (1) Religius, (2) Toleransi, (3) Mandiri, (4) Demokratis, (5) Semangat Kebangsaan, (6) Cinta Tanah Air/Nasionalisme, (7) Bersahabat/Komunikatif, (8) Gemar Membaca/Literasi. Semua nilai tersebut sudah terlaksana dengan baik oleh para santri di Pesantren Tebuireng melalui sholat jama’ah di masjid lima waktu, kemudian praktik saling menghargai antar teman hingga terwujud ukhuwah Islamiyah yang kuat meskipun mereka berasal dari banyak daerah dan suku, pembiasaan hidup mandiri dengan mengatur waktu untuk setiap kegiatan yang padat, memiliki sikap demokratis yang terwujud dalam pemilihin ketua komplek ataupun ketua pengurus kamar, semangat kebangsaan yang terwujud melalui kegiatan-kegiatan kebangsaan dan didukung dengan istilah hubbul wathon minal iman, dan dengan fasilitas perpustakaan yang memadai sehingga meningkatkan minat baca para santri. Sehingga kesimpulan dari penelitian ini adalah terwujudnya delapan nilai karakter dengan dukungan dari para kiai maupun ustadz yang memegang teguh ajaran dalam al-qu’an dan hadits, meskipun dalam pelaksanaanya masih ada beberapa santri yang membutuhkan waktu adaptasi sedikit lebih lama.Keywords: KH. A Wachid Hasyim, Karakter Santri, Pesantren Tebuiren

    UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI INTRINSIK SISWA IPS SEKOLAH DASAR DENGAN MEDIA PEMBELAJARAN DANGER SPIN

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses pembelajaran menggunakan media dan peningkatan motivasi intrinsik belajar siswa melalui indikator kebutuhan berprestasi aspek mandiri dan kebutuhan aktualisasi diri aspek inisiatif berbantuan Danger Spin yaitu media berbasis permainan yang melibatkan siswa kelas VI SDN Cibaregbeg Sagaranten Kabupaten Sukabumi yang termasuk kawasan 3T dengan jumlah 22 siswa. Penelitian tindakan kelas (PTK) sebagai pendekatan penelitian dengan model Kemmis dan Mc Taggart. Wawancara, observasi dan penyebaran angket sebagai teknik pengumpulan data yang kemudian dianalisis menggunaan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan nilai rata-rata motivasi intrinsik siswa pra siklus memperoleh 57,1 kategori cukup, siklus I 66,2 berkategori baik dan siklus II 84,8 masuk kategori sangat baik. Berdasarkan temuan tersebut motivasi intrinsik siswa mulai siklus I hingga siklus II memperoleh peningkatan sebesar 18,6 dengan begitu pembelajaran yang dilakukan berbantuan media Danger Spin dapat meningkatkan motivasi intrisik siswa

    ENKULTURASI PETATAH PETITIH MINANGKABAU SEBAGAI UPAYA PENANAMAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER GENERASI MUDA

    Get PDF
    Petatah-petitih adalah sastra lisan Minangkabau yang di dalamnya terdapat kalimat atau ungkapan yang mengandung makna yang dalam, luas, halus dan terdapat kalimat kiasan atau perumpamaan yang memuat makna atau maksud tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses enkulturasi, mendeskripsikan eksistensi nilai-nilai pendidikan karakter, menganalisis faktor pendorong dan penghambat dalam proses enkulturasi, dan dampak enkulturasi petatah petitih Minangkabau terhadap karakter generasi muda di kelurahan Sungai Durian, Kota Payakumbuh. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan tipe deskriptif di mana penelitian dilakukan dengan mengambarkan dan mengungkapkan semua fenomena, gejala, kejadian secara apa adanya dalam bentuk keterangan-keterangan yang terjadi pada tempat yang diteliti. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai-nilai karakter dominan yang terkandung dalam petatah petitih tersebut adalah nilai karakter Kreativitas dengan jumlah temuan sebanyak 6 (enam)  dari buah temuan dari total 24 buah petatah petitih yang diteliti. Berikutnya nilai karakter yang ada pada urutan ke-dua adalah nilai disiplin dan peduli sosial yang ditemukan sebanyak masing-masing 5 temuan, nilai Tanggung Jawab dan Kejujuran (4 temuan), nilai Toleransi dan Mandiri (3 temuan), nilai Religious, Ingin Tahu, Cinta Tanah Air, dan Komunikatif (2 temuan), sedangkan nilai Demokratis, Semangat Kebangsaan, menghargai Prestasi, Cinta Damai, Gemar Membaca, dan Peduli Lingkungan hanya ditemukan masing-masing 1 (satu) temuan.

    PENDIDIKAN PERDAMAIAN TERINTEGRASI DALAM ILMU PENGETAHUAN SOSIAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL PELA GANDONG

    Get PDF
    The post-conflict recovery effort in Ambon, Maluku, which was the largest civil conflict after the collapse of the New Order, was not only needed by the survivors of the conflict. But also by the generation that did not experience the bloody conflict. Like students in SMPN 9 Ambon City and SMPN 4 Salahutu Liang Central Maluku who are the next generation of Maluku and of course who will maintain Ambon peace in the future. The purpose of this study is to describe how social science education integrated the value of peace education based on local wisdom pela gandong. The research method uses a descriptive qualitative case study approach. Data collection was carried out by means of literature study, interviews, participatory observation, and document analysis. The results showed, the existence of social conflict material in social science education which was then integrated with Ambon conflict material and peace education based on pela gandong. Thus, students have improved both in terms of knowledge, skills and attitudes in understanding conflict and peace education through social science education. At the same time cut off the trauma, mutual suspicion and hatred experienced by students so far.

    ANALISIS KESULITAN GURU DALAM KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR SISWA MTS HAFIZUL IKHSAN PADA ERA NEW NORMAL

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesulitan guru dalam Kegiatan Belajar Mengajar di Era New Normal setelah melewati masa pandemi di MTs  Hafizul Ikhsan Aek Paing, Kab. Labuhanbatu, Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif  kualitatif  dengan responden penelitan seluruh guru di MTS. Hafizul Ikhsan yang berjumlah 18 guru & Informan kunci penelitian ini adalah kepala sekolah. Instrumen pengumpulan data menggunakan Observasi dan wawancara. Teknis Analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif yang mengacu pada konsep miles dan huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Secara garis besar prosedur penelitian terdiri atas tiga langkah yakni persiapan, pelaksanaan dan analisis data. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mengalami kesulitan dalam kegiatan belajar mengajar di Era New Normal, kesulitan kesulitan yang dihadapi guru yaitu : (1)Kesulitan dalam tahap perencanaan persiapan pembelajaran, yang meliputi persiapan perangkat mengajar di tahun pelajaran baru terkait RPP, silabus, media dan persiapan bahan ajar bahan ajar. (2) Kesulitan dalam tahap pelaksanaan pembelajaran, yang meliputi motivasi, keaktifan kelas pada saat pembelajaran, dan penyampaian materi. 3) Kesulitan dalam tahap evaluasi pembelajaran, yang meliputi pengamatan terhadap siswa, penilaian sikap, dan penilaian hasil belajar siswa

    MANAJEMEN PEMBELAJARAN DARING SISWA SEKOLAH DASAR DI MASA PANDEMI

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berlakunya manajemen pembelajaran daring siswa di masa pandemic Covid-19. Karena dalam setiap pembelajaran adanya sebuah manajemen pembelajaran sangatlah penting. Meskipun pada saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia, eksistensi manajemen pembelajaran tetaplah harus ada. Pada saat pandemic melanda, manajemen pembelajaran di Indonesia memerlukan banyak penyesuaian dengan kondisi pandemi. Pelaksanaan pembelajaran pun menjadi berbasis teknologi atau biasa disebut dengan pembelajaran dalam jaringan (daring). Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka. Penelitian kualitatif ini menggunakan teknik pengumpulan data StudiLiteratur. Dimana kesimpulan dari penelitian ini adalah pelaksanaan manajemen pembelajaran di masa pandemic ini masih kurang optimal. Masih banyak kendala yang ditemui dalam pelaksanaannya.  alah satunya kendala yang dijumpai saat  pembelajaran daring. Solusi dari permasalahan yang ditemui adalah diperlukan adanya sosialisasi dan penyesuaian manajemen pembelajaran di masa pandemi in

    IMPELMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN MELALUI EKSTRAKURIKULER PRAMUKA SISWA DI SMA NEGERI 02 KOTA PONTIANAK

    No full text
    The purpose of this research is to describe the implementation of environmental care character education through scout extracurricular and the obstacles faced by the coaches in environmental care character education activities through scout extracurricular at SMA Negeri 02 Pontianak City. The method in this research is a qualitative method. Data sources include informants, places/events, and documents. Technical data collection was obtained through in-depth interviews, observation, and document analysis. The sampling technique used was snowball sampling and purposive sampling. Data analysis in this study used an interactive model. The results of the research that the character education process is carried out through three stages, namely Moral Knowing, Moral Feeling, and Moral Action and applying the Scouting Method. The obstacles faced by the coaches in environmental care character education activities through scout extracurriculars at SMA Negeri 02 Pontianak City are that the material is a lot moreover with character education but the hours are few, the lack of awareness of the students to implement the character values of caring for the environment. Just touched on the level of recognition of norms or values. Lack of participation of parents and the community in supporting the cultivation of character education

    131

    full texts

    150

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇