Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia)
Not a member yet
150 research outputs found
Sort by
STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS BLENDED LEARNING DI PERGURUAN TINGGI
Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui upaya strategi pembelajaran berbasis blended learning dalam mata kuliah Pengembangan Pembelajaran IPS di SD di STKIP Singkawang. Model blended learning yang dikembangan dalam mata kuliah Pengembangan Pembelajaran IPS di Prodi PGSD STKIP Singkawang dilakukan dengan perpaduan tatap muka yang dapat memfasilitasi mahasiswa dengan kehadiran dosen untuk mengembangan rasa kehadiran dan kenyamanan sosial, dalam tatap muka dilakukan untuk membahas kesulitan- kesulitan mahasiswa dalam proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran menggunakan modul offline mengenai konsep- konsep dasar IPS di SD sehingga mahasiswa diharapkan mampu menggunakan teknologi secara offline. Pembelajaran di kelas juga dilaksanakan dengan model online dengan memanfaatkan edmodo sebagai sarana berinteraksi ketika mahasiswa tidak di kampus. Edmodo dapat digunakan sebagai sarana mahasiswa bertanya, mengirimkan tugas, dan dosen dapat juga mengirimkan bahan dan tugas melalui edmodo. Dalam pengembangan blended learning yaitu pembuatan modul offline menggunakan software Ncesoft Flip Bookstrategi, pembelajaran, blended learnin
ANALISIS NILAI-NILAI KARAKTER ISLAM DALAM PEMBELAJARAN IPS DI MTs MAZRO’ILLAH LUBUKLINGGAU
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai karakter Islam dalam pembelajaran IPS di MTs Mazro’illah Lubuklinggau. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik koesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan nilai-nilai karakter Islam sudah tertanam baik di dalam diri siswa, hal ini dapat dilihat dari hasil analisis menggunakan persentase sederhana, di mana masing-masing nilai-nilai karakter Islam yang dikelompokkan menjadi tiga kategori secara berurutan yaitu nilai akhlak, kemudian disusul dengan nilai aqidah, dan terakhir adalah nilai ibadah
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INSIDE CIRLE TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA OLEH GURU GEOGRAFI SMA NEGERI 6 PONTIANAK TIMUR
Penelitian ini bertujuan untuk mengethaui pengaruh dari penerapan model pembelajaran inside outside circle pada pelajaran Geografi pada siswa kelas X SMA Negeri 6 Pontianak. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X di SMA NEgeri 6 Pontianak yang terdiri dari 5 kelas. Sedangkan sampel pada penelitian ini adalah siswa di kelas XB dan XE. Penelitian ini menggunakan Quasi Experimental Design dengan rancangan penelitian two group post test only. Adapun hasil dari penelitian ini adalah 1) nilai rata-rata siswa pada pelajaran geografi pada kelas control atau kelas yang tidak diterapkan metode inside outside circle adalah sebesar 67,6 dengan kategori “cukup”. 2) nilai rata-rata siswa pada pelajaran geografi pada kelas eksperimenatau kelas yang menerapkan metode inside outside circle adalah sebesar 70,6 dengan kategori “baik”. 3) Terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran Inside Outside Circle terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran geografi kelas X SMA Negeri 6 Pontianak dengan nilai hasil uji u mannwhitneyAsymp Sig. (2-tailed) = 0,027 < 0,050. Kata kunci :inside outside circle, hasil belaja
PEMBENTUKAN KARAKTER TOLERANSI MELALUI HABITUASI SEKOLAH
Abstract. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pembentukan karakter toleransi melalui habituasi di sekolah. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, observasi, dan wawancara. Tempat penelitian adalah SD Bruder Melati, Pontianak, Kalimantan Barat. Berdasarkan penelitian yang peneliti lakukan, habituasi sekolah di SD Bruder Melati dilakukan melalui pembauran tempat duduk siswa dan perayaan dua hari besar agama/etnis mayoritas di sekolah, yaitu Perayaan Natal dan Tahun Baru Imlek. Hal ini cukup unik mengingat SD Bruder Melati berlindung di Yayasan Pendidikan Katolik dengan mayoritas siswa beragama Budha. Adapun perayaan dua hari besar tersebut merupakan upaya pembiasaan sekolah dalam pembentukan karakter toleransi siswa di SD Bruder Melati sehingga siswa dihimbau menggunakan pakaian atau aksesoris St. Claus pada perayaan Natal dan Congsam (Cheongsam) pada perayaan Tahun Baru Imlek. Selain daripada itu, habituasi sekolah lainnya adalah melalui pembiasaan: (1) Mengenakan pakaian nasional (Kebaya) dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional; (2) Mengenakan pakaian tradisional pada Hari Kartini, mewakili berbagai etnis di Kalimantan Barat; (3) Memfasilitasi siswa penyandang disabilitas sebagai bentuk toleransi dan keberpihakan sekolah terhadap kaum miskin, lemah, dan sakit. Habituasi sekolah tersebut merupakan upaya sekolah untuk menjaga iklim keberagaman dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.Keywords: Pembentukan Karakter, Toleransi, Habituasi Sekola
PENGARUH TAMBANG BATU BARA TERHADAP KEGIATAN PEMBELAJARAN DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI (SMA N) 2 LOA JANAN KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA, KALIMANTAN TIMUR
Sekolah Menengah Atas Negeri (SMA N) 2 Loa Janan meruapakan salah satu sekolah yang dekat dengan penambangan batu bara dengan jaraknya kurang dari 500 meter. Tujuan penelitian ini adalah 1). Untuk mengetahui bagaimana dampak penambangan batu bara terhadap kegiatan pembelajaran di SMA N 2 Loa Janan, 2). Untuk mengetahui strategi pengurangan dampak penambangan batu bara terhadap kegiatan pembelajaran di SMA N 2 Loa Janan. Guna mengumpulkan data damapak tersebut dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada siswa dan juga wawancara kepada pihak sekolah. Berdasarkan hasil kuesioner dan wawancara, penambangan batu bara ini, mengakibatkan lingkungan sekolah kurang kondusif untuk proses kegiatan belajar mengajar, karena banyaknya debu dari penambangan batu bara yang sampai disekolah, dan juga bau menyengat batu bara yang masih tercium sampai disekolah saat hembusan angin mengarah ke sekolah serta suara bising dari alat – alat tambang yang beroperasi. Kondisi ini membuat pihak sekolah harus ekstra melakukan membersihkan debu – debu dari penambangan batu bara baik dengan menambah petugas kebersihan serta mengaktifkan piket dan kegitan gotong royong kerja bakti pada setiap jumat untuk membersihkan lingkungan sekolah dari debu – debu tambang. Sedangkan untuk mengendalikan bau dan suara bising pihak sekolah hanya bias pasrah saja, karena belum bias mengatasi hal tersebut. Sehingga seringkali kegiatan proses belajar – mengajar kurang kondusif karena masih terganggu dengan bau batu bara yang cukup menyengat maupun suara bising dari peralatan penambangan batu bara
MOTIVASI BELAJAR DAN TINGKAT BELAJAR MANDIRI DALAM KAITANNYA DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi dan keterampilan belajar mandiri mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura Pontianak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian adalah mahasiswa program studi geografi semester dua dan empat yang memiliki IPK ≤ 3,00. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan wawancara dengan alat pengumpulan data lembar angket dan pedoman wawancara. Hasil penelitian mahasiswa semester II berdasarkan perhitungan diperoleh R_ (y.x_1 x_2) sebesar 0,216. Setelah dilakukan pengujian signifikansi koefisien korelasi berganda dengan uji F diperoleh harga Fh sebesar 0,493. Jika dibandingkan dengan harga Ftabel dengan dk pembilang = k = 2 dan dk penyebut = 13 dengan tingkat kesalahan 5% maka nilai Ftabel adalah 3,80. Ternyata harga Fhitung lebih kecil dari Ftabel (0,493 <3,80), sehingga Ha ditolak dan Ho diterima. Kesimpulannya adalah tidak ada hubungan yang positif antara motivasi belajar dan kemandirian belajar dengan prestasi belajar siswa. Hasil penelitian mahasiswa semester IV berdasarkan perhitungan diperoleh R_ (y.x_1 x_2) sebesar 4,709. Setelah dilakukan pengujian signifikansi koefisien korelasi berganda dengan uji F diperoleh harga Fh sebesar 10,479. Jika dibandingkan dengan harga Ftabel dengan dk pembilang = 2 dan dk penyebut = 20 dengan taraf kesalahan 5% maka didapatkan harga Ftabel = 3,49 Ternyata harga Fhitung lebih besar dari Ftabel (10,479> 3.49) maka Ha diterima dan Ho ditolak. Kesimpulannya adalah ada hubungan positif antara motivasi belajar dan kemandirian belajar secara bersama-sama dengan prestasi belajar mahasiswa semester IV
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF MIND MAPPING BERBANTU AUDIO VISUAL DALAM MENINGKATKAN MINAT, MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPS
Penelitian Tindakan Kelas ini mempunyai tujuan menganalisis penggunaan model pembelajarn Mind Mapping untuk meningkatkan motivasi, minat, dan hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial siswa Kelas IV Sekolah Dasar Tugu Ibu I Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok dengan jumlah peserta didik 22 orang terdiri dari 10 laki – laki dan 12 perempuan. Pada kegiatan Prasiklus diperoleh hasil nilai rata-rata 42,27 siklus 1 adalah 64,55 dan siklus 2 adalah 85,77, 3) Ketuntasan belajar pada Prasiklus adalah 9,10%, siklus 1 adalah 36,36% dan siklus 2 adalah 77,27%. Kemampuan menjawab benar pada Prasiklus adalah 31,82%, siklus 1 adalah 45,45% dan siklus 2 adalah 81,82%. 2). Penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe mind mapping dapat meningkatkan minat, motivasi dan hasil belajar peserta didik pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial materi kegiatan Ekspor dan Impor
PERAN YAYASAN NANDA DIAN NUSANTARA DALAM MEMENUHI PENDIDIKAN ANAK KORBAN PELECEHAN SEKSUAL DI KALIMANTAN BARAT
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Yayasan Nanda Dian Nusantara (YNDN) dalam memenuhi pendidikan anak korban pelecehan seksual di Kalimantan Barat. Dari hasil penelitian didapatkan jumlah kasus pelecehan seksual terhadap anak yang sudah ditangani YNDN dalam 3 tahun terakhir sebanyak 239 kasus, terhitung dari Januari 2017 hingga April 2019. Dari 239 kasus, anak yang menjadi korban pelecehan seksual adalah anak-anak yang masih sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data wawancara dan dokumentasi. Dalam wawancara, peneliti melakukan wawancara mendalam terhadap informan yaitu pengurus YNDN dan anak-anak korban pelecehan seksual. Teknik dokumentasi yang digunakan peneliti berupa data-data kasus pelecehan seksual, profil Yayasan Nanda Dian Nusantara serta cacatan lapangan yang didapat selama penelitian. Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan reduksi data, display data, dan kesimpulan/verifikasi untuk menjawab rumusan masalah yang telah dirumuskan sejak awal. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa berdasarkan data-data yang diperoleh membuktikan di Kalimantan Barat kasus pelecehan seksual terhadap anak cukup tinggi, korbanya adalah anak yang masih bersekolah.Salah satu peran YNDN yang lebih utama adalah memenuhi pendidikan anak dengan mengembalikan anak ke sekolah sehingga anak yang menjadi korban pelecehan seksual tidak putus sekolah. Terdapat sekitar 60 anak yang dibiayai sekolah oleh YNDN dan tersebar diseluruh wilayah Kalimantan Barat, dengan dana yang bersumber dari sumbangan relawan, partisipasi masyarakat, tokoh masyarakat dan keringanan dari pihak sekolah
PENGARUH SELF-EFFICACY TERHADAP HASIL BELAJAR EKONOMI SISWA SMA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui self-efficacy siswa dan hasil belajar siswa kelas XI IIS SMA Negeri 1 Sekadau. Dari hasil penelitian didapatkan hasil self-efficacy siswa sebesar 52,77% responden memilih kategori baik dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi sebesar 70,95 termasuk dalam kategori baik dengan persamaan Y = 55,691 + 0,653 X. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan bentuk penelitian studi hubungan. Kemudian populasi dalam penelitian ini siswa kelas XI IIS SMA Negeri 1 Sekadau berjumlah 123 siswa dengan sampel berjumlah 55 sampel. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik langsung, teknik tidak langsung dan teknik studi dokumenter. Sedangkan untuk menganalisis data peneliti menggunakan program statistik SPSS versi 18.0 dengan hasil analisis data menyatakan bahwa terdapat pengaruh antara self-efficacy terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI IIS SMA Negeri 1 Sekadau sebesar 61,4% dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,784 (R) dengan R square 0,614 dan tingkat interpretasi hubungan kuat.
PENGGUNAAN AWIK-AWIK SEBAGAI MODEL “ECOPEDAGOGY” DALAM PEMBELAJARAN IPS
Abstrak. Awig-awig pada dasarnya adalah peraturan yang harus di patuhi oleh masyarakat sebagai mana aturan ini disebut sebagai aturan adat dan aturan lokal. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengetahui prinsip-prinsip implementasi Awik-awik sebagai model “ecopedagogy” dalam pendidikn IPS dan plikasi Awik-awik sebagai model “ecopedagogy” ke dalam Pembelajaran IPS. Tulisan ini diharapkan dapat bermanfaat untuk menjelaskan (to explain), tentang Penggunaan Awik-Awik Sebagai Model “Ecopedagogy” dalam Pembelajaran IPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui awik-awik sebagai model “ecopedagogy” dalam pembelajaran IPS yang dilaksanakan di sekolah, program lingkungan hidup dapat diimplementasikan dalam kurikulum sekolah. Implementasi program lingkungan hidup dalam kurikulum diharapkan dapat menciptakan perubahan, baik perubahan sikap maupun pengetahuan serta mampu membentuk kepribadian peserta didik untuk menjadi lebih baik. Upaya yang dilakukan sekolah untuk mewujudkan kepedulian peserta didik terhadap lingkungan hidup yakni, sekolah berupaya untuk memasukkan program lingkungan hidup ke dalam kurikulum