Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia)
Not a member yet
    150 research outputs found

    PENERAPAN METODE DISKUSI BUZZ GROUP PADA KELAS XI IPS2 SMA NEGERI 1 WROSARI TAHUN PELAJARAN 2018/2019 UNTUK MENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PENTINGNYA HUBUNGAN INTERNASIONAL BAGI INDONESIA

    No full text
    Penelitian ini membahas tentang factor yang mempengaruhi kurangnya pencapaian dari kompetensi seperti, minat dan semangat siswa yang selalu kurang memperhatikan dalam proses pembelajaran,kurangnya perhatian dari orangtua, pengaruh lingkungan permainan, penyampaian guru yang monoton dan tidak menyenangkan yang menjadikan siswa minat, semangat  turun drastis, dengan denikian upaya yang harus dilakukan adalah  peran orang tua, pihak sekolah memberikan sosialisasi terhadap siswa mengenai sikap dan perilaku, guru merubah sistem penyampaian dalam pembelajaran. Hal ini harus dilaksanakan bersama baik dari internal dan eksternalnya. Dalam pembelajaran guru tidak cukup terfokus hanya pada satu  model dan metode tertentu saja. Guru perlu mencoba menerapkan berbagai model dan metode yang sesuai dengan tuntutan materi pembelajaran, termasuk dalam penerapan model pembelajaran Cooperative Learning dengan pendekatan Saintifik dan  metode diskusi Buzz Group, karena metode ini dapat meningkatkan kerja sama siswa dalam  memecahkan masalah baik individu maupun kelompok. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2019 di kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Wirosari dengan jumlah siswa laki-laki 15 orang dan perempuan 20  orang. Metode Penelitian adalah Tindakan Kelas dengan dua siklus penelitian yang masing-masing meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan hasil belajar siswa pada prasiklus sebesar 69,28,5%. Dan setelah diterapkan diskusi buzz group pada pembelajaran siklus 1, peningktan mencapai 74,85 % dan di siklus 2 menjadi 85,28%. keaktivan belajar siswa berpengaruh pada hasil belajar siswa dimana pada prasiklus, siswa yang tuntas adalah  17 siswa (50%), pada siklus 1 meningkat menjadi 25 siswa (70%) dan Siklus 2 menjadi 33 siswa (95%)

    PURUN: MERAJUT EKOLOGI DAN TRADISI DI KOTA TIKAR DALAM KONTEKS IPS

    Get PDF
    Purun (eleocharis dulcis) adalah sejenis tumbuhan semak yang tumbuh di daerah rawa. Tumbuhan jenis inioleh masyarakat Menang, Pedamaran, Ogan Komering Ilir (OKI) dikreasi menjadi aneka kerajinan bernilai ekonomis tinggi. Kreasi itu terdiri dari tikar, tas, dan aneka anyaman lainnya sehingga membuat daerah ini mendapat julukan sebagai Kota Tikar. Uniknya proses pembuatan aneka kerajinan tersebut dilakukan tanpa merusak alam. Alambenar-benar dijaga dan dirawat kelestariannya karena mampu memberi dampak sosial, ekonomi, dan budaya pada masyarakat setempat. Tradisi yang mampu menumbuhkan semangat gotong royong, kerjasama, dan kreativitastetap terjaga di tengah citra duta atau bandit sosial yang melekat pada orang OKI. Oleh sebab itu, diperlukan usaha merajut tradisi, melestarikan ekologi, dan merubah citra duta yang salah satunya dapat dilakukan dengan mengoptimalkan peran pendidikan melalui mata pelajaran IPS. IPS dipilih karena kajiannya membahas tentang persoalan sosial masyarakat. Realisasi tersebut dilakukan dengan (1) perencanaan pembelajaran dengan cara mengintegrasikan tradisi purun dan citra duta dengan KI KD IPS, (2) Penerapan pembelajaran melalui pendekatan scientifik disertai model pembelajaran diskusi dan karyawisata untuk mengelaborasi fenomena IPS (3) Penilaian hasil belajar IPS berdasarkan projek.Tiga langkah itu dilakukan untuk membuat pembelajaran IPS lebih menarik, bermakna, serta mampu menumbuhkan kepekaan sosial siswa

    CAP GO MEH SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN RESOLUSI KONFLIK DI TENGAH KERAGAMAN ETNIS KOTA SINGKAWANG

    Get PDF
    Artikel ini sendiri bertujuan untuk mengkaji tiga hal yaitu (1) Bagaimanakah rekam jejak Etnis Tionghoa di Indonesia, (2)Bagaimanakah pelaksaan tradisi Cap Go Meh di Singkawang? (3) Bagaimanakah peran dari tradisi Cap Go Meh untuk menanamkanpendidikan resolusi konflik pada masyarakat?. Artikel ini dikaji dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkanbahwa (1)Kehidupan sosial masyarakat tionghoa di Indonesia telah mengalami pasang surut dari mulai dibatasi sejak keluarnya InpresNo 14 tahun 1967 yang melarang penyelenggaraan ibadah agama atau kepercayaan serta adat istiadat orang Tionghoa. Namun, padaera Presiden Abdurahman Wahid Inpres ini dihapus dan diganti dengan Keppres No 6 Tahun 2000 untuk memutihkan hak mereka.Era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bahkan dikeluarkan Undang-Undang No 40 Tahun 2008 yang melarang adanyadeskriminasi ras dan etnis. (2) Pelaksaan Tradisi Cap Go Meh di Singkawang dilakukan dilakukan melalui tiga acara besar yaitukegiatan Ritual Bersih Jalan di hari ke-14, Pawai Lampion di mala hari ke-15, dan Parade Tatung di hari ke-15. Kegiatan ini diikutioleh hampir semua etnis di Kota Singkawang baik sebagai pelaku parade maupun penonton acara. (3) Pelaksaan tradisi Cap Go Mehternyata dapat dijadikan sebagai media pendidikan resolusi konflik di masyarakat. Model pendidikan resolusi konflik tersebut dapatdikaji dari tiga pendekatan baik peace keeping, peace building, dan peace making. Peace keeping terlihat dari keberadaan oknum TNI,Polisi, dan tokoh lintas etnis maupun agama. Peace building terlihat dari adanya keikutsertaan dari Etnis Dayak dalam kegiatan CapGo Meh meskipun kedua etnis pernah terlibat konflik tahun 1967. Peace making terlihat dari berakhirnya kegiatan Cap Go Mehsebelum Adzan Dzuhur berkumandang. Hal ini dilakukan sebagai upaya menjaga keharmonisan antar etnis di Singkawan

    FENOMENA BULLYING ANTAR SISWA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk bullying, faktor penyebab bullying dan upaya SMA Panca Bhakti Pontianak dalam menanggulangi masalah bullying antar siswa. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk bullying yang terjadi adalah bullying fisik berbentuk pukulan, menghilangkan pulpen teman lain dan pemalakan, selain itu bullying verbal berbentuk sorakan dan pemanggilan nama khusus untuk siswa lain. Faktor penyebabnya adalah faktor keluarga, teman sebaya dan lingkungan sosial. Dan usaha SMA Panca Bhakti Pontianak dalam menanggulangi bullying antar siswa adalah menerapkan pengendalian sosial berupa preventif, dengan mengadakan kegiatan pengembangan diri siswa dan sosialisasi tata tertib. Sedangkan pengendalian sosial represif dengan memberikan peneguran secara lisan dan membuat pernyataan untuk memperbaiki diri. Selain itu pengendalian sosial kuratif dilakukan teguran secara tertulis berupa pemanggilan orang tua, apabila si bully masih saja melakukan bullying maka akan di skors 3 hari, 7 hari dan bahkan bisa di kembalikan kepada orang tua atau keluarkan dari SMA Panca Bhakti Pontianak, dengan terlebih dahulu memperhatikan pertimbangan-pertimbangan yang memberatkan dan meringankan

    PENINGKATAN HASIL BELAJAR MELALUI IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DENGAN TEHNIK CONCEPT MAPPING BAGI SISWA SMA NEGERI 1

    No full text
    Permasalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah peningkatan hasil belajar siswa terhadap materi Ancaman Terhadap Integrasi Nasional dan berapa besar peningkatan hasil belajar siswa pada aspek  pengetahuan yang berbentuk tes tertulis dan aspek ketrampilan.Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi,  dan tes tertulis. Validitas data dilakukan oleh Expert Judgment dalam penelitian ini adalah teman sejawat yang lebih senior. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) nilai rata-rata ulangan harian siswa yang tuntas pada prasiklus adalah 77,07(36%),  (2) nilai rata-rata pada siklus I adalah 77,23 (47 %), dan (3) nilai rata-rata pada siklus 2 adalah 84,07 (78%) pada siklus II. Hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa implementasi pembelajaran Discovery Learning dengan tehnik Concept Mapping  dapat meningkatkan hasil belajar materi Ancaman Terhadap Integrasi Nasional di kelas X MIPA 2 SMA Negeri 1 Wirosari Semester Genap Tahun Pelajaran 2018/2019 secara signifikan

    IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PADA LABORATORIUM GEOGRAFI BERBANTUAN MEDIA PETA PEMANFAATAN LAHAN GAMBUT DI SMA NEGERI 3 PONTIANAK

    Get PDF
    Artikel ini merupakan penelitian yang dilaksanakan pada tahun pelajaran 2018/2019. Peneliitian ini bertujuan untuk mengetahui pembelajaran geografi pada laboratorium geografi dan untuk mengetahui penggunaan peta pemanfaatan lahan gambut di SMA Negeri 3 Pontianak. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi  data, penyajian data, dan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan trianguasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Pembelajaran pada laboratorium geografi berlangsung selama kurang lebih 2x45menit atau 2 jam pelajaran dengan pendekatan yang digunakan adalah project based learning. Pembelajaran berbasis proyek menekankan pada proses dan hasil yang telah dicapai proses tersebut meliputi perencanaan, pelaksanaan dan presentasi hasil praktikum serta tata tertib terhadap kaidah-kaidah penggunaan laboratorium. 2) Pesertadidik menggunakan dua peta tersebut untuk membedakan daerah yang berpotensi sebagai area konservasidan area yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai kawasan pertanian dan peternakan

    THE CONTRIBUTION OF GROUP GUIDANCE SERVICES ON THE STUDENTS RISKY BEHAVIOR PREVENTION PROGRAM

    Get PDF
    Nowadays, student’s life was very close to the risky behaviors that can lead to mental health disorders such as smoking, alcohol consumption, drug addiction and premarital sex. Risky behaviors that can interfere students should be prevented so that they could avoid negative things in their life. This study will attempt to show the contribution of group guidance services in providing risky behavior prevention program on the students. This research was used Ex Post Facto Research combined with correlational research and involved the subject of 65 students. The results of the study showed that group guidance services showed contribution in prevent risky behavior to their students by 35% to conclude that group guidance services can used as prevention strategy for risky behavior and give positive sentiment for students about the negative impact of risky behavior. The implication of this research is giving an overview of the importance of guidance and counseling service as the prevention step and as for students to be aware and integrate and avoiding risky behaviors for the sake of their better future

    Upaya Peningkatan Citra Pembelajaran IPS Bermakna di Indonesia

    Get PDF
    Konsep pendidikan IPS di Indonesia secara historis epistemologis terasa sangat sukar karena dua alasan yaitu diIndonesia belum ada lembaga profesional bidang IPS sekuat pengaruh NCSS atau SSEC dan pembelajaran IPS sangattergantung pada pemikiran individual atau kelompok pakar. Pembelajaran IPS yang bermakna diperlukan agar siswadapat berkomunikasi dengan terampil. Selain itu , mengajar dengan diskusi memungkinkan siswa untuk mengembangkanpemahaman tentang isu tertentu, meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan untuk meningkatkan keterampilaninterpersonal. Pentingnya diskusi dalam pelajaran IPS mempertahankan argumen yang meliputi fakta dan konsep yangmendukung gagasan bahwa siswa yang mengalami keterlibatan pada kegiatan, interaksi kelompok kecil dan pembelajarankooperatif lebih sukses dalam pembelajaran IP

    BUILDING PARTNERSHIP AND GOOD GOVERNANCE IN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY

    Get PDF
    Corporate Social Responsibility (CSR) practice in local area involved three governance components that are local government, private sector and society, so productive and strong partnership among those three components need to be built in order to create good governance in CSR. Partnership and good governance in CSR will create synergy and optimal CSR results, so it supports local government programs to create society prosperity. Some area success in building partnership and good governance in CSR, but there are many areas are failed and involved in corruption case of CSR fund. Building partnership and good governance in CSR is not an easy thing because it faced many obstacles related to basic foundation of partnership and good governance itself

    METODE ROLE PLAYING BERBANTU MEDIA AUDIO VISUAL PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN BELAJAR IPS

    Get PDF
    Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK)  yang  dilaksanakan pada peserta didik SD Negeri Beji 5 yang berjumlah 40, terdiri dari 20 orang perempuan dan 20 orang laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPS Kelas 3 SD Negeri Beji 5 dengan metode pembelajaran Role Playing dan media audio visual. Dari hasil pada pembelajaran prasiklus dengan KKM 75 di peroleh rerata kelas 58,25. Peserta didik yang tuntas hanya 7 (17,5%) dan dapat menjawab 10 (25%) sedangkan  yang tidak menjawab ada 30  peserta didik atau 75 %. Pada siklus 1 hasil Rata-rata adalah 70,8. yang tuntas sebanyak 23 orang (57,5%) dan hasil pengamatan hanya 25 (62,5%) dapat menjawab. Pada siklus 2 nilai rata-rata kelas sebesar 81,88. Peserta didik yang tuntas dalam pelajaran sebanyak 40 (100%) dan sedangkan hasil pengamatan yang dapat menjawab 40 (40%), sedangkan hasil pengamatan yang dapat menjawab dan tidak dapat menjawab diperoleh 40 orang peserta didik dapat menjawab atau 100 %. Dengan demikian pembelajaran menggunakan metode Role Playing dengan media audio visual dapat meningkatkan hasil belajar, keaktipan  serta motivasi, materi yang disampaikan oleh guru dapat dimengerti, tanggung jawab peserta didik terhadap tugas cukup tinggi,  dan membantu peserta didik untuk terlibat aktif di dalam kegiatan pembelajaran

    131

    full texts

    150

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇