Universitas Muhammadiyah Ponorogo Scientific Journal
Not a member yet
2985 research outputs found
Sort by
Transformation of Character Education Based on THK for Elementary School Students in the Digital Era
This study aims to determine the meaning of Character Education, Tri Hita Karana, Digitalization, and the transformation of character education based on Tri Hita Karana in elementary schools in the digital era. The meaning of Education. Education "is a conscious and planned effort to create a learning atmosphere and learning process so that students actively develop their potential to have spiritual religious strength, self-control, personality, intelligence, noble morals and skills needed by themselves, society, nation and state" (Law No. 20 of 2003) ". This study uses a descriptive qualitative method. This study applies secondary data, where this data is obtained from various sources in the form of books and journals that are still related to the title of the study, because this type of research is a literature study. The researcher will describe and explain in detail the meaning of Character Education, Tri Hita Karana, Digitalization, and the transformation of character education based on Tri Hita Karana in elementary schools in the digital era. Character education based on Tri Hita Karana is a relevant approach and is very much needed in forming good student personalities in the digital era. By utilizing technology wisely and integrating spiritual, social, and environmental values, students can be taught to live in harmony with God, others, and the environment. Therefore, it is important for educators to create a learning environment that prioritizes a balance between character values and the use of technology in order to form a generation that is intelligent, well-mannered, and cares about others and the environment
ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA MULTIPLEXING LEVEL RF DENGAN LEVEL OPTIK PADA SISTEM ROF YANG MENGGUNAKAN TEKNIK MODULASI OPTIK EXTERNAL
Radio over Fiber (RoF) adalah generasi berikutnya dari teknologi akses internet broadband nirkabel. Ada radio dimodulasi menjadi cahaya oleh sinyal radio yang dihasilkan di stasiun pusat melalui sistem serat optic. Dan ditransmisikan ke setiap base station melalui kabel optik. Stasiun pangkalan harus diganti. Sinyal optik diubah menjadi sinyal listrik, diperkuat dan ditransmisikan. Sinyal RF dimodulasi ke Cahaya adalah fungsi utama dari sistem. Modulasi langsung dan eksternal yang digunakan dalam RoF sistem. Modulator eksternal adalah pilihan pertama untuk sistem RoF berkinerja tinggi karena ada banyak laba. Modulator Mach-Zehnder (MZM) adalah modulator eksternal serbaguna yang memungkinkan menarik untuk sistem radio serat optik. Dengan menggunakan kombinasi medan listrik yang berbeda, Modulator Mach-Zehnder dapat digunakan untuk menghasilkan modulasi fase, modulasi amplitudo atau banyak format modulasi lainnya. Berikut ini adalah simulasi dan studi eksperimental Radio over Fiber (RoF) menggunakan modulator MachZehnder (MZM) sebagai modulator eksternal dilakukan. Jurnal ini menganalisis kinerja modulator dalam berbagai konfigurasi
Perancangan Generator AFPM untuk Turbin Angin Sumbu Vertikal Tipe Ugrinsky
Turbin angin sumbu vertikal (TASV) mempunyai kelebihan antara lain konstruksi yang tidak rumit, dapat menerima angin dari segala arah dan mempunyai perawatan yang mudah namun juga mempunyai kekurangan yaitu self starting dan performa yang sangat rendah. Agar mendapatkan performa yang baik diperlukan inovasi dalam mengembangkan proses konversi energi kinetik angin menjadi energi listrik. Salah satu Upaya yang dapat dilakukan adalah merancang generator listrik. Penelitian ini bertujuan untuk merancang generator tipe Axial Flux Permanent Magnet (AFPM) yang digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik pada turbin angin sumbu vertikal tipe Ugrinsky. AFPMG didesain untuk daya turbin sebesar 0,227 Watt dimana turbin angin Ugrinsky tersebut mempunyai luas 0.16 m2 dengan kecepatan angin yang digunakan adalah 2 m/s. Berdasarkan desain turbin angin tersebut menghasilkan nilai indikator perancangan AFPMG yaitu 270 jumlah lilitan, 9 kumparan, jumlah magnet 12 buah dan merupakan generator 3 phasa
Pengaruh Komunikasi Efektif Guru dan Apresiasi Terhadap Kepercayaan Diri Anak
This study aims to explore how effective teacher communication and appreciation can increase children's self-confidence at TKIT Nur Sa'adah Depok. Using an associative method and a quantitative approach, this study explores the relationship between independent variables (effective teacher communication and appreciation) and dependent variables (children's self-confidence). Data were collected through questionnaires filled out by teachers and parents. The results show that there is a significant relationship between effective teacher communication and appreciation and children's self-confidence at TKIT Nur Sa'adah Depok. Teachers who are able to communicate effectively and give appreciation appropriately and at the right time can increase children's self-confidence. Teacher effective communication and appreciation have a significant effect on children's self-confidence at TKIT Nur Sa'adah Depok. Therefore, it is important for educational institutions to implement communication training for teachers and use appreciation as part of an educational strategy to increase children's self-confidence.Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana komunikasi efektif guru dan apresiasi dapat meningkatkan kepercayaan diri anak di TKIT Nur Sa’adah Depok Dengan menggunakan metode asosiatif dan pendekatan kuantitatif, penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara variabel bebas (komunikasi efektif guru dan apresiasi) dan variabel terikat (kepercayaan diri anak). Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi oleh guru dan orang tua anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara komunikasi efektif guru dan apresiasi terhadap kepercayaan diri anak di TKIT Nur Sa’adah Depok Guru yang mampu berkomunikasi dengan efektif dan memberikan apresiasi secara tepat dan pada waktu yang tepat dapat meningkatkan kepercayaan diri anak. Komunikasi efektif guru dan apresiasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepercayaan diri anak di TKIT Nur Sa’adah Depok Oleh karena itu, penting bagi lembaga pendidikan untuk mengimplementasikan pelatihan komunikasi bagi guru dan menggunakan apresiasi sebagai bagian dari strategi pendidikan untuk meningkatkan kepercayaan diri anak
Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam membentuk Kedisiplinan Siswa SMP Negeri 1 Karanglewas
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam membentuk kedisiplinan Siswa di SMP Negeri 1 Karanglewas, dan menganalisa faktor pendorong dan penghambat implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam membentuk kedisiplinan siswa di SMP Negeri 1 Karanglewas. Pendekatan penelitian menggunakan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data penelitian melalui empat tahap yakni collecting data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan verifikasi data yang dilakukan secara interaktif hingga kegiatan analisis data selesai. Anisis data menggunakan bantuan software Nvivo 12 Plus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dapat membentuk kedisiplinan siswa di SMP Negeri 1 Karanglewas melalui pelaksanaan seluruh tema. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SMP Negeri 1 Karanglewas telah dirancang dengan baik sehingga menjadi program yang tersistem. Program P5 dalam pelaksanaanya terdapat pembinaan, pembiasaan, pengawasan, manajemen tim dan waktu, serta program yang dikemas menarik sehingga mendukung pembentukan karakter disiplin pada siswa, Faktor pendorong impelmentasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SMP Negeri 1 Karanglewas yaitu keterlibatan aktif warga sekolah yang diantaranya adalah guru, tim fasilitator P5, kepala sekolah, dan siswa, kesadaran siswa akan pentingnya kedisiplinan, nilai-nilai Pancasila yang tertanam dalam diri siswa, fasilitas dan layanan yang memadai. Kemudian faktor yang menjadi penghambat adalah hal yang berasal dari siswa antara lain kebiasaan buruk yang dibawa dari luar sekolah, pengaruh lingkungan di luar sekolah, keterbatasan sosial dan emosional siswa, dan kecenderungan tidak menganggap penting. Hal tersebut yang menghambat terbentuknya kedisiplinan siswa. akan tetapi antara faktor-faktor yang mendorong dan menghambat, faktor pendorong yang lebih signifikan mempengaruhi pelaksanaan P5 di SMP Negeri 1 Karanglewas
Peran Pembelajaran Pendidikan Pancasila Dalam Membentuk Karakter Mandiri Siswa (Studi Kualitatif Deskriptif di SMP Pu Hua)
Peran Pembelajaran Pendidikan Pancasila Dalam Membentuk Karakter Mandiri Siswa (Studi Kualitatif Deskriptif di SMP Pu Hua) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pembelajaran pendidikan Pancasila dalam membentuk karakter mandiri siswa di SMP Pu Hua Purwokerto, untuk mengetahui faktor penghambat dan faktor pendorong dalam membentuk karakter mandiri di SMP Pu Hua Purwokerto Tahun ajaran 2024/2025. Pendekatan penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, menggunakan teknik pengumpulan data wawancara semi terstruktur, observasi dan studi dokumentasi. Analisis data dengan empat tahapan yaitu collecting data, reduksi data penyajian data, dan kesimpulan. Analisis data serta pengolahan data menggunakan software NVivo 12 Plus untuk melakukan koding. Hasil penelitian menunjukan bahwa, bahan ajar berupa ATP, modul ajar, model pembelajaran berupa problem based learning dan project based learning, melalui metode pembelajaran presentasi, diskusi, studi kasus dan berbasis proyek. Evaluasi yang digunakan pada Pembelajaran pendidikan Pancasila berupa study case yang bertujuan untuk meningkatkan HOTS yang dapat membentuk karakter mandiri siswa SMP Pu Hua. Terdapat faktor pendorong dan penghambat dalam membentuk karakter mandiri. Melalui pembelajaran pendidikan pancasila, seperti dukungan dari stakeholders, program kegiatan sekolah yang mengarah pada karakter mandiri, visi misi sekolah, motto sekolah, orang tua membantu dalam membentuk karakter mandiri siswa. Sedangkan faktor yang menghambat seperti pola asuh yang kurang tepat, usia, lingkungan, globalisasi. Pembelajaran pendidikan pancasila dalam pelaksanaannya dikemas menarik dengan penggunaan komponen yang sesuai sehingga menarik minat siswa untuk mengikuti pembelajaran pendidikan pancasila dan membentuk kerakter mandiri siswa
Civic Value dalam Pendidikan Multikultural:Upaya Membangun Toleransi dan Kohesi Sosial Siswa
This research seeks to examine how incorporating civic values into multicultural education can promote tolerance and enhance social unity among students at SMPN 4 Ponorogo. Employing a descriptive qualitative method, data were gathered via in-depth interviews, participatory observations, and document analyses concerning civics educational practices and school policies that promote citizenship values. The results indicate that the integration of civic values is achieved through three key strategies: (1) the incorporation of citizenship values in teaching that highlights respect for diversity, equal communication, and conflict resolution; (2) the enhancement of an inclusive school environment via collaborative activities among diverse backgrounds that foster empathy and social consciousness; and (3) the establishment of positive social interactions that cultivate solidarity and enhance relationship networks among students. These approaches effectively cultivate accepting mindsets, collaborative abilities, and receptiveness to diversity as vital components of democratic citizenship. The incorporation of multicultural education and civic values greatly enhances the development of a harmonious, democratic, and socially united school atmosphere. The research suggests reinforcing dialogic learning initiatives, improving intercultural partnerships, and creating more structured school policies to guarantee the ongoing internalization of citizenship values.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengintegrasian nilai-nilai kewarganegaraan dalam pendidikan multikultural dapat membangun toleransi dan memperkuat kohesi sosial di kalangan siswa di SMPN 4 Ponorogo. Dengan menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif, data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen yang berkaitan dengan praktik pembelajaran PPKn serta kebijakan sekolah yang mendukung nilai-nilai kewarganegaraan. Hasil studi menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai kewarganegaraan dilakukan melalui tiga strategi utama: (1) penanaman nilai-nilai kewarganegaraan dalam proses pembelajaran yang mengedepankan penghargaan terhadap keragaman, dialog setara, dan penyelesaian konflik; (2) penguatan budaya sekolah inklusif melalui kegiatan kolaboratif lintas latar belakang yang mendorong empati dan kesadaran sosial; serta (3) pembiasaan interaksi sosial yang memperkuat solidaritas dan jejaring hubungan antar siswa. Tiga strategi itu terbukti berhasil dalam membangun sikap toleransi, kemampuan kolaborasi, serta keterbukaan terhadap perbedaan sebagai elemen identitas kewarganegaraan. Integrasi pendidikan multikultural serta nilai-nilai kewargaan memberikan kontribusi penting dalam membangun suasana sekolah yang harmonis, demokratis, dan berfokus pada nilai-nilai kehidupan bersama. Studi ini menyarankan perlunya penguatan program pembelajaran yang berfokus pada dialog dan kolaborasi antar budaya, serta pengembangan kebijakan sekolah yang lebih terstruktur untuk menjamin internalisasi nilai berlangsung secara terus-menerus
The Effect of the Use of Gadgets on PAI Learning Outcomes at SDN 2 Dwijaya, Musi Rawas Regency
This study aims to analyze the effect of the use of gadgets on the learning outcomes of Islamic Religious Education (PAI) in elementary school students. In the growing digital era, gadgets have become an almost inseparable tool in everyday life, including in learning activities. The use of gadgets can have both positive and negative impacts on students' learning process. The positive impacts include wider access to learning materials, interactive educational applications, and ease of communication and collaboration. However, uncontrolled use of devices also has the potential to reduce students' concentration and focus, thus affecting their understanding of PAI materials. This study uses a quantitative approach by taking a sample of all students in grades IV and V of SDN 2 Dwijaya Musi Rawas to objectively measure the relationship between the variables of device use and PAI learning outcomes, data analysis is carried out through reliability and validity tests so that accountable data is obtained. As well as descriptive analysis to measure the extent to which the use of gadgets affects PAI learning outcomes. T test was also conducted which aims to measure whether or not there is an influence of the use of gadgets on PAI learning outcomes. The results showed that the proper use of gadgets can increase students' motivation and understanding of PAI materials, but excessive and undirected use actually reduces learning outcomes. Therefore, an effective strategy is needed in utilizing devices as a learning medium that supports optimal learning outcome
KOLABORASI MUSUEM GEOLOGI DAN SEKOLAH VOKASI ULBI DALAM MODELING DIGITAL PENGELOLAAN DATA KOLEKSI
The Geological Museum plays a vital role in preserving and disseminating geological knowledge to the public. Collaboration with the ULBI Vocational School in developing digital modeling for geological collection data management provides significant benefits, such as increased collection management efficiency, more systematic data organization, and safer preservation of collections. This digitization process minimizes physical contact with the collections, helping to preserve valuable geological artifacts. Challenges in this collaboration include rapid technological advancements and differences in perception between the museum and the vocational school. Through effective communication and regular staff training, this collaboration is expected to strengthen information management and improve public services at the Geological Museum. Museum Geologi memiliki peran vital dalam melestarikan dan menyebarluaskan pengetahuan geologi kepada masyarakat. Kerja sama dengan Sekolah Vokasi ULBI dalam mengembangkan pemodelan digital pengelolaan data koleksi geologi memberikan banyak manfaat signifikan, seperti peningkatan efisiensi manajemen koleksi, penyusunan data yang lebih sistematis, dan pemeliharaan koleksi dengan lebih aman. Proses digitalisasi ini meminimalkan kontak fisik terhadap koleksi, sehingga membantu melestarikan artefak geologi yang berharga. Tantangan yang dihadapi dalam kerja sama ini meliputi perkembangan teknologi yang cepat dan perbedaan persepsi antara pihak museum dan pihak sekolah vokasi. Melalui komunikasi yang baik dan pelatihan rutin bagi staf museum, kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat pengelolaan informasi dan meningkatkan pelayanan publik di Museum Geologi
PENGELOLAAN AKUN INSTAGRAM SEBAGAI DISEMINASI INFORMASI DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
Penelitian ini membahas pengelolaan akun Instagram Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta untuk diseminasi informasi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan tiga konten value dalam pengelolaan konten: informative, educative, dan  entertainment yang dimanfaatkan melalui fitur Feed, Stories, dan Reels. Strategi ini meningkatkan keterlibatan pengguna, meskipun terdapat kendala seperti respons rendah dan keterbatasan waktu pengelola. Kesimpulannya, Instagram adalah media strategis untuk meningkatkan visibilitas dan peran perpustakaan di era digital