Universitas Muhammadiyah Ponorogo Scientific Journal
Not a member yet
2985 research outputs found
Sort by
INFORMATION SUPPORT IN INCREASING ELDERLY PARTICIPATION IN POSYANDU AT KARANG BARU HEALTH CENTRE
The activeness of the elderly coming to the posyandu has an important role for the health of the elderly. In this case, the factor that plays an important role in increasing the activeness of the elderly to the posyandu is information support from the family. This study aims to determine the role of information support from the family in increasing the activeness of the elderly to come to the posyandu. Through the use of correlative quantitative design through a cross-sectional approach with a sample of 370 elderly by random sampling, using a family support questionnaire and a list of elderly attendance at posyandu. This study shows that the frequency distribution of good information support (52.2%) and analysis of the significant relationship between information support and the activeness of the elderly in attending posyandu (p<0.05). The important role of information support from the family in supporting the elderly to continue to actively participate in coming to posyandu. Recommendation: Family involvement is needed in providing health information to the elderly to support the elderly to actively attend posyandu as part of health interventions for the elderl
THE RELATIONSHIP BETWEEN ANXIETY LEVELS AND DYSPEPSIA SYNDROME IN STUDENTS
Dyspepsia syndrome, a form of digestive system disorder related to psychological conditions, especially anxiety, which can directly affect an individual's perception of the physical symptoms they experience. The purpose of this study was to identify anxiety levels in students of the Public Health Undergraduate Program at the Muhammadiyah University of East Kalimantan, identify the incidence of dyspepsia syndrome, and analyze the relationship between anxiety levels and the incidence of dyspepsia syndrome. This study used a quantitative approach with a cross-sectional design, involving 208 students selected through stratified random sampling techniques, and analyzed using the Fisher's Exact Test. The results showed that most respondents were 20 years old and mostly female. Most respondents experienced mild anxiety, and as many as 88.9% of respondents experienced dyspepsia syndrome. Bivariate analysis showed a significant relationship between anxiety levels and the incidence of dyspepsia syndrome (p = 0.001). Based on these findings, it is recommended to increase awareness of the importance of mental health, as well as the provision of psychological counseling services on campus to prevent psychological impacts that can affect students' physical health and digestive system
Moderation-Based Multicultural Education Religious: Challenges and Solutions
Islam's view on multicultural education and its response to diversity in society, especially in educational institutions, aims to ensure that every ethnic group has equal rights. This research aims to explain how Islam views multicultural education. Using a qualitative approach through a literature study, various references from books, journals, and related research are analyzed in depth. Multicultural education emphasizes equality amidst cultural differences. In Islam, differences are seen not as a source of conflict or a measure of one's nobility, but as an opportunity for mutual understanding and respect. Multicultural education is an important element in maintaining unity and social integration in diverse societies by educating about equality, justice, and respect for different races, ethnicities, languages, traditions, and religious beliefs. This education is in line with Islamic values reflected in the Qur'an, which emphasizes the importance of respecting diversity. The Prophet Muhammad and his companions have also applied this principle, as seen in the Medina Charter
ANALISIS FAKTOR BEBAN TENAGA LISTRIK DI WILAYAH PT PLN (PERSERO) UP3 GRESIK DENGAN OBJEK PELANGGAN BISNIS GUNA MENGETAHUI EFISIENSI PEMAKAIAN TENAGA LISTRIK
Penelitian ini menganalisis faktor beban pada pelanggan bisnis di PT PLN (Persero) UP3 Gresik untuk mengetahui efisiensi pemakaian tenaga listrik. Data sampel yang digunakan adalah pelanggan bisnis dengan tarif B1/ 450 VA, B1/900 VA, B1/1.300 VA, B1/2.200 VA s/d 5.500 VA, B2/6.600 VA s/d 200k, dan B3/ > 200 kVA selama Januari hingga Desember 2023. Uji statistik ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan antara faktor beban pada kelompok tarif bisnis yang berbeda, dengan nilai signifikansi 0,000. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor beban pada tarif B1/450 VA dan B1/900 VA lebih tinggi dibandingkan tarif lainnya, sedangkan tarif B1/2.200 VA s/d 5.500 VA memiliki faktor beban lebih rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa pelanggan dengan kapasitas daya listrik lebih rendah memiliki kebutuhan listrik yang lebih besar dan harus mengatur penggunaan daya secara hati-hati. Selain itu, rendahnya faktor beban dapat menandakan transformator tidak digunakan pada kapasitas penuhnya, menyebabkan kondisi operasi yang tidak efisien dan pemborosan energi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa perbedaan faktor beban antar kelompok tarif bisnis di PT PLN (Persero) UP3 Gresik signifikan secara statistik, dan penting untuk memastikan transformator beroperasi pada efisiensi tinggi untuk menghindari pemborosan energi dan biaya
PENERAPAN MODEL RAPID APPLICATION DEVELOPMENT DALAM PERANCANGAN APLIKASI MONITORING BAHAN BAKU PRODUKSI
Kualitas produk ini sangat bergantung pada kualitas bahan baku yang digunakan dalam proses produksi. Bahwa UMKM bidang usaha kuliner catering perlu memperhatikan dengan serius aspek ini untuk tetap bersaing di pasar yang semakin ketat. Dalam pengembangan sistem pengelolaan dan monitoring bahan baku makanan, model Rapid Application Development (RAD) dapat menjadi pendekatan yang efektif. RAD adalah suatu metodologi pengembangan perangkat lunak yang memungkinkan pengembang untuk menciptakan prototipe aplikasi/sistem dengan cepat dan iteratif, dengan melibatkan pengguna secara aktif. Model RAD dapat menjadi pendekatan yang efektif dalam mempercepat pengembangan dan implementasi sistem pengelolaan dan monitoring bahan baku makanan di UMKM. Hasil penelitian sebuah aplikasi menggunakan menerapkan model Rapid Application Development menghasilkan sistem monitoring persediaan bahan baku produksi untuk UMKM bidang usaha catering. Tahapan-tahapan metode yang diselesaikan telah berhasil membuat dan di implementasikan menggunakan data contoh (dummy) untuk sementara naum tetap berdasarkan hasil metode pengumpulan data dari sebuah perusahaan UMKM yang bergerak di bidang catering. Sehingga pengujian fitur dan proses bisnis dari aplikasi yakni monitoring pada UMKM tersebut tidak jauh berbeda atau yang bersifat data umum dari usaha tersebut, diantaranya user proses monitoring, proses Pre-0rder (PO) dari costumer dan pegawai gudang dapat mengetahui stok bahan baku berdasarkan laporan hasil stok bahan baku produksi di UMKM bidang usaha catering
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournaments Untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Kelas VIII-A SMPN 1 Keruak Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
This study aims to determine the application of the Teams Games Tournaments cooperative learning model to increase the learning activity of students in class VIII-A of SMPN 1 Keruak in Pancasila Education. The type of research used was Classroom Action Research (CAR) based on the Kemmis and Mc Taggart model. The stages of classroom action research consisted of four stages, namely 1 planning, 2 implementation, 3 observation, and 4 reflection. The research subjects were 30 students in class 8A at SMPN 1 Keruak in the 2024/2025 academic year. The data collection techniques used were observation and interviews. The research instruments were observation sheets of student learning activities and observation sheets of teacher teaching activities. The data analysis techniques used were quantitative and qualitative data analysis. The indicator of successful action was marked when student learning activity increased to the active category with the number of students reaching 75% learning activity. The results showed that there was an increase in Pancasila education learning activity among 8A students at SMPN 1 Keruak after implementing the Teams Games Tournaments cooperative learning model, both in cycle I and cycle 2. In cycle 1, the level of student learning activity was in the less active category, meaning that students were not yet able to achieve the success indicator, with a percentage of 50. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournaments untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa kelas VIII-A SMPN 1 Keruak pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan Mc Taggart. Tahapan penelitian tindakan kelas terdiri dari 4 tahapan yaitu 1 perencanaan, 2 pelaksanaan, 3 pengamatan dan 4 refleksi. Subjek penelitian yang digunakan adalah siswa kelas 8A yang berjumlah 30 siswa di SMPN 1 Keruak tahun pelajaran 2024/2025. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Instrumen penelitian berupa lembar observasi aktivitas belajar siswa dan lembar observasi aktivitas mengajar guru. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kuantitatif dan kualitatif. Adapun indikator keberhasilan tindakan ditandai apabila keaktifan belajar siswa meningkat pada kategori aktif dengan jumlah siswa yang mencapai keaktifan belajar 75. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan keaktifan belajar Pendidikan Pancasila pada siswa kelas 8A di SMPN 1 Keruak setelah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournaments, baik pada siklus I maupun siklus 2. Pada siklus 1 tingkat keaktifan belajar siswa berada pada kategori kurang aktif atau dikatakan siswa belum mampu mencapai indikator keberhasilan dengan persentase 50. Selanjutnya terdapat peningkatan dari siklus sebelumnya. Pada siklus II persentase keaktifan belajar siswa sudah mencapai 83,33 atau dikatakan siswa berada pada kategori aktif dengan bukti mampu mencapai indikator keberhasilan yang telah ditentukan yaitu 75. Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournaments direkomendasikan sebagai strategi pembelajaran untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa
STUDI GENDER DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH MENENGAH: APAKAH ADA KETIMPANGAN?
Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan antara gender dan berbagai aspek pembelajaran matematika, mencakup keikutsertaan dalam les tambahan, keterlibatan diskusi, kegemaran terhadap matematika, pemahaman materi, math-anxiety, self-efficacy, kebiasaan belajar, dan minat terhadap matematika; di tingkat sekolah menengah di Kota Yogyakarta. Penelitian dilakukan dengan metode survei dan pendekatan deskriptif-analitik. Populasi penelitian adalah siswa SMP kelas VII negeri dan swasta, dengan sampel 1.328 siswa yang dipilih menggunakan stratified random sampling untuk menjamin keterwakilan sekolah. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis Pearson’s chi-squared menunjukkan bahwa gender tidak berhubungan signifikan dengan keikutsertaan dalam les tambahan, diskusi, kegemaran terhadap matematika, pemahaman materi, math-anxiety, maupun self-efficacy. Sebaliknya, gender memiliki hubungan signifikan dengan kebiasaan bertanya, preferensi terhadap penyajian materi berbasis aplikasi, kebiasaan menuliskan kesimpulan dan informasi pada penyelesaian soal, serta minat terhadap matematika. Secara umum, siswa perempuan lebih aktif bertanya dan lebih terorganisir, sedangkan siswa laki-laki lebih menyukai penyajian berbasis aplikasi serta menunjukkan minat yang lebih tinggi terhadap matematika.Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan pendekatan pembelajaran inklusif yang mempertimbangkan perbedaan gender guna meningkatkan keterlibatan dan efektivitas pembelajaran matematika di tingkat sekolah menengah
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN PENDEKATAN CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SD
Siswa saat ini mengalami penurunan keterlibatan aktif dalam pembelajaran. Hal ini dipicu karena kurangnya penggunaan model pembelajaran yang inovatif dan mengintegrasikan budaya lokal ke dalam proses pembelajaran. Sehingga siswa sulit untuk memahami dan mengaplikasikan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari, dan menyebabkan hasil belajar menjadi rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Problem Based Learning dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas IV SD. Jenis penelitian ini adalah true experiment dengan posttest-only control group design. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Gununggangsir 1 Kabupaten Pasuruan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes. Instrumen pengumpulan data meliputi pedoman observasi dan tes hasil belajar. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan independent sample t-test. Hasil rata-rata nilai post-test kelompok kontrol sebesar 53.63, sedangkan kelompok eksperimen sebesar 83.5. Analisis data dengan independent sample t test menunjukkan bahwa nilai t hitung lebih besar dari t tabel (10,246 > 1,671) dan nilai Sig. 2-tailed 0,000 < 0,05, maka dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol, sehingga hipotesis nol (Ho) ditolak, dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan model Problem Based Learning dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa sekaligus menghargai keberagaman budaya mereka. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji efektivitas model Problem Based Learning dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching di berbagai jenjang pendidikan dan konteks budaya yang lebih beragam
EDUKASI PEMANFAATAN SAMPAH ANORGANIK KEPADA MASYARAKAT BR.BUUNGAN, DESA TIGA, KEC.SUSUT, KAB.BANGLI
Kegiatan pengabdian masyarakat pada periode ini dilakukan di Desa Tiga, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali sejak 16 Januari 2023 hingga 11 Februari 2023. Salah satu program yang kerja yang dilaksanakan adalah “Sosialisasi Pemanfaatan Sampah Anorganik kepada masyarakat Br. Buungan, Desa Tiga, Kecamatan Susut, Kabutapen Bangliâ€. Kegiatan sosialisasi diawali dengan memberikan materi terkait dengan penggunaan sampah anorganik dari rumah warga Desa Tiga, karena desa Tiga sedang mengalami masalah limbah. Masalah limbah yang terjadi disebabkan oleh sampah anorganik. Sampah anorganik memiliki sifat berlawanan dari sampah bahan organic. Sampah ini berasal dari bahan yang tidak bersumber dari alam (bahan hayati), melainkan dibuat oleh manusia atau berbahan sintetis (non-alami). Tujuan dari pelaksanaan program ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan publik tentang penggunaan sampah anorganik. Metode yang digunakan untuk melaksanakannya adalah dengan mengunjungi rumah-rumah warga untuk memberikan sosialisasi dengan media poster dan memberikan karung dan juga memberikan nomor khusus ke rumah warga sebagai tanda rumah tersebut dijadikan sampel sosialisasi dalam penggunaan sampah anorganik kepada warga
PELATIHAN PENERAPAN CARA PRODUKSI PANGAN OLAHAN YANG BAIK (CPPOB) DAN SISTEM JAMINAN PRODUK HALAL BAGI SISWA SMKN 8 JEMBER
Sistem jaminan penanganan produk pangan dan sertifikasi halal telah diterima sebagai standar kualitas dan kepercayaan yang diaplikasikan pada proses produksi suatu produk. Sistem jaminan halal mencakup produk makanan, minuman, kosmetik, farmasi dan medis. Bagi konsumen muslim, membeli produk yang bersertifikat halal dapat menjamin kesehatan, kebersihan dan higienisitas, dimana konsep tersebut paralel dengan keinginan untuk memenuhi kesadaran hidup sehat. SMKN 8 Jember mempunyai jurusan Agribisnis Tanaman yang nantinya akan menghasilkan produk olahan pangan sebagai produk unggulan. Untuk meningkatkan upaya peningkatan mutu dan kualitas produk, dibutuhkan pengetahuan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) dan sertifikasi halal pada produk tersebut. Standardisasi sertifikasi halal harus ditinjau dari hulu hingga hilir. Suatu produk siap saji diolah dengan cara yang halal bisa menjadi tidak halal apabila terlacak menggunakan bahan baku yang tidak memiliki sertifikasi halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Sehingga diperlukan sosialisasi dan edukasi yang lebih intensif untuk meningkatkan pengetahuan bagi siswa siswi SMKN 8 Jember untuk melakukan sertifikasi halal. Program pengabdian ini akan melakukan sosialisasi sesuai dengan UU no.33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal dan ketentuan teknis penerapannya. Selanjutnya dilakukan pelatihan pengelolaan dan persiapan sistem jaminan halal dalam produk olahan sekolah. Program ini akan diikuti dengan kegiatan sosialisasi proses sertifikasi halal dan beberapa peserta akan mendapatkan pendampingan untuk melakukan persiapan proses sistem jaminan halal produk maupun jenis usahanya. Dengan sertifikasi halal yang terbangun di lingkungan SMKN 8 Jemberdiharapkan dapat menjadi embrio bagi terbentuknya Pangan Halal di kawasan Sekolah