Jurnal Elementer
Not a member yet
    185 research outputs found

    Analisis Komparasi Mitigasi Komunikasi dalam Penanganan Bencana Tsunami

    Get PDF
    Mitigation of the tsunami disaster can be done by identifying the form of communication and realizing what will be the challenges and obstacles in overcoming disasters in the future. By identifying the main characteristics that can cause communication during an emergency or disaster to become ineffective or completely fail, future researchers and practitioners will have a frame of reference for addressing communication problems in an emergency. One of them is by creating a communication system. Then form a media tool that operates to combine various mixes of spatial data, visualization assets, and mobile devices. It includes the underlying dimensions, interactions, and situations. In addition to the existing media tools, one way to gain insight or identification in building community resilience is to increase the resilience of the community itself where the community has avoided the worst impacts of natural disasters through its own local wisdom strategy that can be easily recognized.   Keywords: Tsunami, mitigation, communicationMitigasi bencana tsunami dapat dilakukan dengan salah satunya mengidentifikasi bentuk komunikasi dan menyadari hal apa yang akan menjadi tantangan dan hambatan dalam mengatasi bencana dimasa mendatang. Dengan mengidentifikasi karakteristik utama yang dapat menyebabkan komunikasi ketika dalam keadaan darurat atau bencana menjadi tidak efektif atau sepenuhnya gagal, peneliti dan para praktisi di masa mendatang akan memiliki kerangka acuan dalam mengatasi permasalahan komunikasi dalam keadaan darurat. Salah satunya yaitu dengan membuat suatu sistem komunikasi. Kemudian membentuk sebuah alat media yang dioperasikan untuk menggabungkan berbagai campuran data spasial, asset visualisasi, dan perangkat seluler. Hal ini mencakup dimensi, interaksi, dan situasi yang mendasarinya. Selain alat media yang sudah ada salah satu cara untuk mendapatkan wawasan atau identifikasi dalam membangun ketahanan masyarakat adalah dengan meningkatkan ketahanan masyarakat itu sendiri dimana masyarakat telah menghindari dampak terburuk dari bencana alam melalui strategi kearifan lokalnya tersendiri yang dapat dengan mudah dikenali.   Kata kunci: Tsunami, mitigasi, komunikas

    Rancang Bangun Mesin Pemeras Tebu 3 Roll dengan Penyajian Otomatis

    Get PDF
    Sugarcane juice can be taken by squeezing sugarcane stalks using a squeeze machine. The existing squeezing machines are still not efficient and  relatively low production speed.  The main factor of  machine performances was on  rolls quantity and  its arragement.  To overcome this problem, we have designed and fabricated the machine  with 3-rolls by optimally speed and inter-rolls distance setting. The squeezer rolls were driven by 1-phase motor with  fixed speed by the gear ratio setting. The distance and position between the rolls are arranged in such a way that the pressing power is maximized, but it is maintained to avoid stuck. The peeled and cut sugarcane is loaded into the hopper. Then, the sugar cane is drawned and squeezed  by rolls. After that, it filtered and stored in the container. This machine is equipped with an automatic system for dispensing sugarcane juice from the container to the glass. The results show that the efficiency of this machine is around 65.1% with 78.1 ml/s production speed. Sugarcane juice produced is relatively clean without contaminated by it dregsAir tebu dapat diambil dengan cara diperas menggunakan mesin pemeras. Mesin pemeras yang ada saat ini masih belum efisien dengan tingkat kecepatan produksi yang masih relatif rendah. Faktor utama yang menentukan kinerja mesin adalah pada jumlah dan susunan rol pemeras. Untuk mengatasi hal ini, telah dirancang dan dibuat mesin pemeras dengan 3 buah roll yang kecepatannya dan jarak antar rollnya disusun sedemikian rupa agar tebu dapat diperas secara maksimal dengan meminimalisir kemungkinan tebu tersangkut. Roll pemeras digerakkan oleh motor 1 phase dengan menggunakan gear untuk mendapatkan kecepatan yang optimal. Tebu yang sudah dikupas dan dipotong dimasukkan ke dalam hopper. Selanjutnya tebu ditarik dan diperas oleh roll.  Air tebu yang sudah diperas kemudian disaring dan ditampung pada wadah penampung. Mesin ini dilengkapi sistem otomatis pada bagian pengeluaran air tebu dari penampung ke gelas. Hasil pengujian menunjukkan efisiensi mesin ini sekitar 65,1%  dengan kecepatan produksi yang relatif tinggi yaitu 78,1 ml/s. Air tebu yang dihasilkan relatif bersih tanpa tercampur ampas

    Rancang Bangun Alat Voltage Loss Detector Pada Transformator Percabangan

    Get PDF
    Branching transformers are transformers located at the branching of the Medium Voltage (TM) network. The output from this transformer will be forwarded to the homes of the public/PLN customers. The loss of voltage in the branching transformer due to a disturbance in the electricity network cannot be known by PLN officers before receiving a report from the public, so the duration of the blackout is very long. This is certainly very detrimental to the community and PLN. Voltage Loss Detector is designed to detect loss/ready voltage on branching transformers. This tool uses a ZMPT101B voltage sensor to detect voltage, an Arduino uno microcontroller and a GSM SIM800L module to send messages. After testing, this tool successfully sends a message when the voltage is ready/loss. The voltage values read by the ZMPT101B sensor on the R, S and T phases are 223.36 volts, 222.02 volts and 220.18 volts, while the voltage using a multimeter measuring instrument is 223 volts, 222 volts and 220 volts. The highest time Delay in receiving messages in the room is 20 seconds. The highest time Delay in receiving messages outdoors is 15 seconds. The signal quality of the GSM SIM800L module will affect the Delay in receiving messages. With this tool, power outages in branching transformers will be immediately noticed by PLN officers for follow-up.Transformator percabangan adalah transformator yang berada pada percabangan jaringan Tegangan Menengah (TM). Keluaran dari transformator ini akan diteruskan ke rumah masyarakat/pelanggan PLN. Hilangnya tegangan pada transformator percabangan akibat gangguan jaringan listrik tidak bisa diketahui oleh petugas PLN sebelum mendapat laporan dari masyarakat, sehingga durasi pemadaman aliran listrik sangat lama. Hal ini tentu sangat merugikan masyarakat dan PLN. Alat Voltage Loss Detector dirancang untuk mendeteksi tegangan loss/ready pada transformator percabangan. Alat ini menggunakan sensor tegangan ZMPT101B untuk mendeteksi tegangan, mikrokontroler Arduino uno dan modul GSM SIM800L untuk mengirim pesan. Setelah dilakukan pengujian, alat ini berhasil mengirim pesan pada saat tegangan ready/loss. Nilai tegangan yang terbaca oleh sensor ZMPT101B pada phasa R, S dan T adalah 223.36 volt, 222.02 volt dan 220.18 volt, sedangkan tegangan menggunakan alat ukur multimeter adalah 223 volt, 222 volt dan 220 volt. Delay waktu terima pesan didalam ruangan yang tertinggi adalah 20 detik. Delay waktu terima pesan diluar ruangan yang tertinggi adalah 15 detik. Kualitas sinyal modul GSM SIM800L akan mempengaruhi Delay waktu terima pesan. Dengan alat ini, pemadaman listrik di transformator percabangan akan langsung diketahui oleh petugas PLN untuk ditindaklanjuti

    Rancang Bangun Robot Pemain Musik Bellyra 2 Oktaf

    Get PDF
    This study aims to develop and improve the capabilities of the Bellyra music player robot version 1.0. The development is carried out on several features including interface between user and robot was replaced using a TFT touchscreen which is proved more practical and the process of updating the library of songs is done by utilizing the service features of Google Sheets so that it becomes more flexible. The ability of the robot in terms of playing the melody of the song is improved by using alphabetical and symbolic codes that represent the melody and tempo of the song. The results showed that the Bellyra robot version 2.0 had been able to play the melody of the song properly for slow and medium rhythm nevertheless for faster melody could not be played properly due to the limited response of servo motor and unstable mechanical design.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memperbaiki kemampuan robot pemain musik Bellyra versi 1.0. Pengembangan dilakukan terhadap beberapa hal antara lain perangkat antarmuka antara user dengan robot diganti menggunakan TFT touchscreen sehingga lebih praktis dan proses pemutakhiran pustaka lagu dilakukan dengan memanfaatkan fitur layanan dari Google Sheets sehingga menjadi lebih fleksibel. Kemampuan robot dalam hal memainkan melodi lagu diperbaiki dengan membuat kode alfabetik dan simbolik yang merepresentasikan tempo permainan melodi lagu . Hasil yang didapat menunjukkan bahwa robot Bellyra versi 2.0 telah dapat memainkan melodi lagu secara natural untuk lagu bertempo pelan dan sedang, sementara untuk lagu bertempo cepat masih belum dapat dimainkan secara baik karena keterbatasan respon motor servo dan rancangan mekanik yang kurang stabil.

    Klasifikasi Suara Paru Normal dan Abnormal Menggunakan Discrete Wavelet Transform dan Jaringan Saraf Tiruan yang Dioptimasi dengan Algoritma Genetika

    No full text
    The human body consists of several vital organs that have an important role in humans life. One of the vital organs of humans is the lungs, which is responsible for the respiratory system to meet the body\u27s oxygen needs. Respiratory system disorders can cause death. One method doctors use to diagnose lung disorders is by listening to breathing sounds using a stethoscope. However, the use of a stethoscope can still be misdiagnosed due to several factors, such as the doctor\u27s ability, doctor\u27s experience, doctor\u27s sensitivity, and similar lung sound patterns. In this study, lung sounds classification using the Discrete Wavelet Transform (DWT) method and Artificial Neural Networks were optimized with Genetic Algorithms. Lung sounds are considered as sounds from the respiratory system, then normalized, and the DWT coefficient is calculated. The lung sound signal characteristics are obtained by calculating the entropy at the DWT coefficient. Furthermore, the classification is solved using Artificial Neural Networks and optimized with Genetic Algorithms. Based on this solution, the classification of lung sounds can be completed with an accuracy of up to 63.71%Tubuh manusia terdiri dari beberapa organ vital yang memiliki peranan penting agar manusia dapat bertahan hidup. Salah satu organ vital manusia adalah paru-paru yang bertugas dalam sistem pernapasan untuk memenuhi kebutuhan oksigen pada tubuh. Gangguan pada sistem pernapasan dapat menyebabkan kematian. Salah satu cara yang digunakan dokter untuk mendiagnosis gangguan pada paru-paru adalah dengan mendengarkan suara pernapasan menggunakan stetoskop. Namun, dalam penggunaan stetoskop masih bisa terjadi kesalahan mendiagnosis karena beberapa faktor, seperti kemampuan, pengalaman, dan kepekaan pendengaran dokter, serta pola suara yang hampir mirip. Pada penelitian ini dilakukan klasifikasi suara paru menggunakan metode Discrete Wavelet Transform (DWT) dan Jaringan Saraf Tiruan yang dioptimasi oleh Algoritma Genetika. Suara paru dianggap sebagai suara dari sistem pernapasan, kemudian dilakukan normalisasi dan perhitungan koefisien DWT. Karakteristik sinyal suara paru diperoleh dengan menghitung entropi pada koefisien DWT. Selanjutnya dilakukan klasifikasi dengan Jaringan Saraf Tiruan dan dioptimasi oleh Algoritma Genetika. Berdasarkan solusi tersebut, klasifikasi suara paru-paru dapat diselesaikan dengan akurasi hingga 63,71%

    Aplikasi Metode Taguchi untuk mengetahui Kualitas Kopi Sangrai Liberika berdasarkan Parameter Peyangraian: Taguchi

    Get PDF
    Abstract Currently there are still several processes in coffee roasting that still use the traditional way of using a pan made of iron, so it took a long time to roast it and is also less efficient because of the uneven heat generated. One of the processes carried out to simplify the roasting process is by making a coffee roaster using a heater and an electric motor. This heater serves to heat the roasting room so that the heat obtained is evenly distributed throughout the roasting room. Also added is the setting in temperature and motor speed so that the taste of the coffee is more delicious. In this roasting process using the taguchi method so that data retrieval is more efficient with 9 variable experiments where the roasting temperature is 240 ℃, 250 ℃ and 260 ℃. Roasting time used is 30, 40 and 50 minutes. Roasting speed at 20 RPM, 40 RPM and 60 RPM.  The power electricity used in the process of roasting is 296,96 watt, the calorocity rate of the calor 288,96 J/s. heat (Q) 494,016 and energy 475.200 joule. Where based on the variable SN ratio value of 260 ℃, the frying time of 60 minutes and the roasting speed of 60 RPM occupy the best roasting at reducing water content and acidity (pH) Keywords: Roasting Coffee, heater, DC Motor, Taguchi, SN RatioSekarang masih terdapat beberapa proses dalam penyangraian kopi yang masih menggunakan cara tradisional menggunakan wajan terbuat dari besi, jadi butuh waktu lama dalam menyangraianya dan juga kurang efisien karena panas yang dihasilkan kurang merata. Salah satu proses yang dilakukan untuk mempermudah proses penyangraian ini yaitu dengan membuat mesin penyangrai kopi menggunakan heater dan motor bertenaga listrik. Heater ini berfungsi untuk memanaskan ruang penyangraian sehingga panas yang didapat merata diseluruh ruang penyangraian. Juga ditambah pengaturan dalam suhu dan kecepatan motor sehingga cita rasa pada kopi lebih nikmat. Dalam proses penyangraian ini menggunakan metode taguchi agar pengambilan data lebih efisien dengan 9 kali percobaan bervariabel dimana suhu penyangraian sebesar 240℃, 250℃ dan 260℃. Waktu sangrai menggunakan 30 , 40 dan 50 menit. Kecepatan penyangraian di 20 RPM, 40 RPM dan 60 RPM.  Daya listrik yang digunakan dalam proses penyangraian sebesar 296,96 watt, laju perpindahan kalor sebesar 288,96 J/s. Kalor (Q) sebesar 494,016 dan energi 475.200 Joule. Dimana berdasarkan nilai SN ratio variabel 260℃, waktu penyangrain 60 menit dan kecepatan penyangraian 60 RPM menempati penyangraian terbaik pada pengurangan kadar air dan tingkat keasaman (pH). Kata kunci: Penyangraian kopi, heater, motor DC, Taguchi, SN Rati

    Simulasi Cakupan Area Sinyal Wireless Local Area Network (WLAN) 2,4 GHz Menggunakan Aplikasi Matlab (Studi Kasus di Jurusan Teknik Elektronika Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang)

    Get PDF
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh masalah terdapatnya daerah yang lemah dari sinyal Wireless Local Area Network (WLAN) 2,4 GHz di Jurusan Teknik Elektronika Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang. Adanya daerah yang lemah oleh sinyal WLAN disebabkan karena penempatan Access Point (AP) yang kurang tepat dan pengaruh dari faktor lingkungan seperti bentuk bangunan, ukuran, serta material pembangunnya. Penelitian ini membahas tentang luas daerah jangakauan dari AP yang ada di Jurusan Teknik Elektronika, dari AP yang ada belum sepenuhnya menjangkau seluruh daerah yang ada di Jurusan Teknik Elektronika, masih ada daerah yang lemah dari sinyal WLAN dari hasil simulasi yang dilakukan menggunakan aplikasi Matlab . Hasil pengukuran dengan aplikasi Vistumbler, kualitas sinyal cakupan area dari 3 AP yang ada di Jurusan Elektronika cenderung melemah lalu disimulasikan menggunakan aplikasi Matlab didapatkan adanya daerah yang lemah dari sinyal WLAN. Setelah dilakukan simulasi menggunakan 4 AP pada aplikasi Matlab, dari posisi 4 AP tersebut telah mampu menjangkau seluruh daerah yang ada di Jurusan Teknik Elektronika.Penelitian ini dilatar belakangi oleh masalah terdapatnya daerah yang lemah dari sinyal Wireless Local Area Network (WLAN) 2,4 GHz di Jurusan Teknik Elektronika Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang. Adanya daerah yang lemah oleh sinyal WLAN disebabkan karena penempatan Access Point (AP) yang kurang tepat dan pengaruh dari faktor lingkungan seperti bentuk bangunan, ukuran, serta material pembangunnya. Penelitian ini membahas tentang luas daerah jangakauan dari AP yang ada di Jurusan Teknik Elektronika, dari AP yang ada belum sepenuhnya menjangkau seluruh daerah yang ada di Jurusan Teknik Elektronika, masih ada daerah yang lemah dari sinyal WLAN dari hasil simulasi yang dilakukan menggunakan aplikasi Matlab . Hasil pengukuran dengan aplikasi Vistumbler, kualitas sinyal cakupan area dari 3 AP yang ada di Jurusan Elektronika cenderung melemah lalu disimulasikan menggunakan aplikasi Matlab didapatkan adanya daerah yang lemah dari sinyal WLAN. Setelah dilakukan simulasi menggunakan 4 AP pada aplikasi Matlab, dari posisi 4 AP tersebut telah mampu menjangkau seluruh daerah yang ada di Jurusan Teknik Elektronika

    KINERJA TEKNIK PREDISTORSI PADA SISTEM KOMUNIKASI KOOPERATIF DUAL-HOP KANAL TAK SIMETRIS

    Get PDF
    Pada makalah ini akan dilakukan evaluasi penerapan teknik predistorsi baik di sumber dan di relay pada sistem transmisi kooperatif dengan protokol amplify and forward (AF). Model predistorster dan penguat daya tinggi (HPA) di sumber adalah kaskade Wiener-Hammerstein, sedang model predistorter dan HPA di relay adalah inverse Rapp dan model Rapp. Penerapan teknik predistorsi tersebut diterapkan pada kondisi kanal tak simteris, model Ricean fading dan Rayleigh fading. Evaluasi terhadap kinerja teknik predistorsi ditunjukkan dengan nilai bit error rate (BER) di tujuan. Dari hasil simulasi dapat ditunjukkan bahwa penerapan teknik predistorsi di sumber dan di relay menghasilkan kinerja paling baik. Dan penerapan pada kanal  tak simteris hasil simulasi menunjukkan bahwa kondisi kanal jalur relay-tujuan (R-D) dan sumber-tujuan (S-D) memiliki pengaruh besar terhadap sinyal yang diterima di tujuan, memberikan kinerja paling baik bila model kanal-kanal tersebut bersifat Ricean fading

    Computer Aided Diagnosis (CAD) untuk Phonocardiogram (PCG) Berbasis Fast Fourier Tranform

    Get PDF
    Data from WHO 2015 shows that 70% of deaths in the world are caused by non-infection diseases, 45% are caused by heart and blood vessel disease, namely 17.7 million from 39.5 million deaths.  Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) reported that in 2018, there were 15 of 1000 people, or 2,784,064 individuals in Indonesia suffering from heart disease. Symptoms of heart abnormalities often come suddenly. Therefore, early recognition can help to avoid heart attacks. Doctors currently use a heart sound / phonocardiogram (PCG) to assess the performance of the heart using a stethoscope. The PCG’s diagnosis is very influenced by the subjectivity of doctors because of its relatively weak and physical limitations. So that the possibility of a False Positive Result happening is quite high. To minimize this risk, a Computer Aided Diagnosis (CAD) PCG signal was developed. Several studies have proposed a PCG diagnostic method using the wavelet or Welch method and based on Neural Network are more complex. In this study, a simple diagnosis method is proposed so that the computation is easier and faster with good accuracy. The PCG signal is amplified twice, then the Fast Fourier Transform (FFT) process is carried out to obtain the characteristics of the fundamental frequency and max amplitude. The classification stage uses the Multi Layer Perceptron (MLP). From testing of 55 data PCG, the results obtained accuracy of 90%, sensitivity of 80%, PPV of 100% and NPV of 83.33%. Keywords: PCG, CAD, FFT, frekuensi fundamental, classificatio

    Penggunaan Kernel SVM untuk Klasifikasi Pergerakan Jari Mengunakan Sinyal EMG

    Get PDF
    Biomekanik merupakan sebuah bidang ilmu yang mempelajari pergerakkan makhluk hidup, khususnya manusia. Pada ilmu tersebut dikenal adanya suatu sinyal yang dinamakan electromyography (EMG). EMG adalah suatu sinyal listrik yang berasal dari otot manusia. Sinyal ini banyak digunakan sebagai media pengendali, salah satunya adalah robot tangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikaikan pola pergerakkan jari manusia. Sebuah sensor Myo Armband digunakan untuk mendeteksi sinyal EMG. Sensor ini diletakkan pada lengan bawah tangan kanan subjek untuk mendapatkan sinyal EMG. Sebagian data digunakan untuk pelatihan sedangkan sisanya digunakan untuk klasifikasi. Data kemudian melalui proses PCA kemudian dicoba dengan kernel-kernel SVM. Hasil yang didapat bahwa kernel SVM Polinomial mampu mengklasifikasi lebih baik dari kedua kernel yg lain. Dimana Polinomial mampu mengenali pola sebesar 92%, sedangkan Gausian 80% dan linear hanya 53%

    150

    full texts

    185

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Elementer
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇