Jurnal Elementer
Not a member yet
185 research outputs found
Sort by
Rancang Bangun Sensor Node untuk Monitoring Parameter Cuaca dan PM2.5 Menggunakan Arduino WiFi
The node sensor for monitoring weather parameters and PM2.5 consists of weather parameter sensors, such as temperature, humidity, sun radiation intensity, rainfall, wind speed and wind direction. In addition, there are air quality parameters contains, namely pm2.5 sensors. Data processing and delivery is carried out by Arduino Uno WiFi which is a microcontroller device that has been integrated with ESP8226 which is a module to connect with WiFi networks. Sensor data is sent from Arduino to the data base server to be displayed on the website. The test results of each sensor compared to BMKG data showed small measurement error results for temperature and rainfall parameters with error percentages of 4.61% and 9.95% respectively. The results of measuring wind speed parameters have a considerable error of 30.03% caused by wind speed measurements carried out at different altitudes to BMKG sensors. Measurements of wind direction show different wind direction frequencies because they do not set the same reference point as the BMKG sensor at the time of the sensor laying. The PM2.5 measurement also showed a considerable measurement error result of 14.7% because the laying of the sensor was not conditioned with standards as in the BMKG sensor so that the particulate sample measured was not the same as the BMKG sensor. For measurement of sun radiation intensity and humidity each has shown a trend that is in accordance with environmental conditions. Data delivery testing also works well because all data stored on the server database is in the correct column on the data base and shows the same results compared to the sample data that the sensor reads manually.Sensor node untuk monitoring parameter cuaca dan PM2.5 terdiri dari sensor parameter cuaca berupa suhu, kelembaban, intensitas cahaya, curah hujan, kecepatan angin dan arah angin. Selain itu terdapat parameter kualitas udara yaitu sensor PM2.5. Pengolahan dan pengiriman data dilakukan oleh Arduino Uno WiFi yang merupakan perangkat mikrokontroller yang sudah terintegrasi dengan ESP8226 yang merupakan modul untuk mengkoneksikan dengan jaringan WiFi. Data sensor dikirimkan dari Arduino ke data base server untuk selanjutnya ditampilkan pada website. Hasil pengujian masing-masing sensor dibandingkan data BMKG menunjukkan hasil kesalahan pengukuran yang kecil untuk parameter suhu dan curah hujan dengan masing-masing prosentase kesalahan sebesar 4.61% dan 9.95%. Hasil pengukuran parameter kecepatan angin memiliki kesalahan cukup besar yaitu 30.03% disebabkan oleh pengukuran kecepatan angin dilakukan pada ketinggian yang berbeda dengan sensor BMKG. Pengukuran arah angin menunjukkan frekuensi arah angin yang berbeda karena tidak dilakukan setting titik referensi yang sama dengan sensor BMKG pada saat peletakan sensor. Pengukuran PM2.5 juga menunjukkan hasil kesalahan pengukuran cukup besar yaitu 14.7% karena peletakan sensor tidak dikondisikan dengan standar seperti pada sensor BMKG sehingga sampel partikulat yang diukur tidak sama dengan sensor BMKG. Untuk pengukuran intensitas cahaya dan kelembaban masing-masing telah menunjukkan trend yang sesuai dengan kodisi lingkungan. Pengujian pengiriman data juga berjalan dengan baik karena semua data yang tersimpan di database server berada pada kolom yang benar pada data base serta menunjukkan hasil yang sama dibandingkan dengan sampel data yang dibaca sensor secara manual
Pengaruh Ketebalan Material Terhadap Shielding Effectiveness pada Frekuensi Rendah
Today, the need for electronic devices with smaller and more compact dimensions integrating many functions is increasing. At the same time, the need for ubiquitous processor speed, clock, data rate, and wireless connectivity is also increasing. This increase in demand also results in an increase in electromagnetic interference (EMI) in the environment. Although rare, High-Impact, Low-Frequency (HILF) events have the potential to have a deleterious impact on the electric power system. In this study, an analysis of shielding effectiveness (SE) was carried out at low frequencies when the thickness of the shielding material was varied. The materials used in this research are aluminum sheet and aluminum foil, and they combine their thickness through a single layer or double layer scheme. The thickness of the shielding material affects the value of shielding effectiveness; as evidenced when the thickness of the material is increased to 2 times, an increase in the value of shielding effectiveness reaches 207%. The use of double layers shows an increase in shielding effectiveness which is better than increasing the thickness of the material.Sekarang ini, kebutuhan akan perangkat elektronik dengan dimensi yang lebih kecil dan lebih ringkas, mengintegrasikan banyak fungsi semakin meningkat. Pada saat yang sama, kebutuhan akan kecepatan prosesor, clock, kecepatan data dan konektivitas nirkabel yang ada di mana-mana juga semakin meningkat. Peningkatan kebutuhan ini juga mengakibatkan peningkatan electromagnetic interference (EMI) dilingkungan. Walaupun jarang terjadi,peristiwa High-Impact, Low-Frequency (HILF) yang berpotensi menimbulkan dampak yang merusak pada sistem tenaga listrik. Pada penelitian ini dilakukan analisis shielding effectiveness (SE) pada frekuensi rendah saat ketebalan dari material shielding divariasi. Material yang digunakan pada penelitian ini adalah aluminium sheet dan aluminium foil, dan mengkombinasikan ketebalannya melalui skema single layer maupun double layer. Ketebalan material shielding mempengaruhi nilai shielding effectiveness, terbukti saat ketebalan material ditingkatkan menjadi 2 kali, didapatkan kenaikan nilai shielding effectiveness mencapai 207%. Penggunaan double layer menunjukkan peningkatan shielding effectiveness yang lebih baik daripada meningkatkan ketebalan material
Peningkatan Akurasi Pengukuran Kadar Gas CO pada Node Sensor Sistem Monitoring Kualitas Udara Menggunakan Kompensasi Kesalahan
Increasing the accuracy of the MQ-7 sensor node in the air quality monitoring system is a process to get better results from measuring carbon monoxide (CO) gas levels. The stage of increasing this accuracy begins with testing the comparison of data between the measuring instruments designed and the standard operational equipment of the BMKG Meteorological Station Class I Pekanbaru which is used as a benchmark. The purpose of this process is to get the correction value from the sensor output, which will be used as a value in compensating. In this study, there was an increase in the accuracy of measuring instruments by 79.86% from the previous study, from 19.74% to 99.60%. Thus, the increase in the accuracy of the measurement of carbon monoxide (CO) gas levels in the air quality monitoring system has shown better results than previous research.Peningkatan akurasi node sensor MQ-7 pada sistem monitoring kualitas udara merupakan proses untuk medapatkan hasil dari pangukuran kadar gas Karbon Monoksida (CO) yang lebih baik. Tahapan peningkatan akurasi ini dimulai dengan melakukan pengujian komparasi data, antara alat ukur yang dirancang dengan alat standar operasional BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Pekanbaru yang digunakan sebagai tolak ukur. Tujuan dari proses ini untuk mendapatkan nilai koreksi dari hasil keluaran sensor alat, yang nantinya digunakan sebagai nilai dalam melakukan kompensasi. Pada penelitian ini terjadi peningkatan akurasi alat ukur sebesar 79,86% dari penelitian sebelumnya, yaitu dari 19,74% menjadi 99,60%. Dengan demikian peningkatan akurasi pengukuran kadar gas Karbon Monoksida (CO) pada sistem monitoring kualitas udara telah menunujukkan hasil yang lebih baik dari penelitian sebelumnya
Akuisisi Sinyal Electrocardiography (ECG) Berbasis Arduino
Heart attack is still one of the leading causes of death worldwide. Much research has been done to make a portable and accurate ECG signal acquisition module as a solution to heart disease problems. This portable and easy-to-use module can be used by patients independently to find out as early as possible any disturbances in the heart\u27s function. This ECG signal acquisition tool will generate ECG signals that will be utilized to record the patient\u27s heart signal data. The tool consists of a biopotential circuit as a signal amplifier from the electrode sensor, then LPF filters and non-inverting amplifiers are added to eliminate noise and amplify the signal before entering a later stage. The testing was conducted on 3 subjects with 3 conditions: sitting, climbing stairs, and running. Test results showed the tool was able to display ECG signals at a fairly good PQRST interval, although noise still appeared to affect the signal. Meanwhile, Beat Per Minute (BPM) testing of each subject compared to the BPM calculation results manually resulted in a fairly low error rate of 3.52% for sitting conditions, 2.47% after climbing the stairs, and 3.73% after running.Serangan jantung masih menjadi salah satu penyakit penyebab kematian di seluruh dunia. Banyak penelitian yang dilakukan untuk membuat modul akuisisi sinyal EKG yang portable dan akurat sebagai salah satu solusi bagi permasalahan penyakit jantung. Modul yang portable dan mudah digunakan dapat dimanfaatkan oleh pasien secara mandiri untuk mengetahui sedini mungkin adanya gangguan pada kerja jantung. Alat akuisisi sinyal EKG yang dibuat ini akan menghasilkan sinyal ekg yang dapat dimanfaatkan untuk merekam data sinyal jantung pasien. Alat ini terdiri dari rangkaian biopotensial sebagai penguat sinyal dari sensor elektroda, lalu filter LPF dan penguat non inverting ditambahkan untuk menghilangkan noise dan menguatkan sinyal sebelum masuk pada tahap selanjutnya. Pengujian dilakukan pada 3 subjek dengan 3 kondisi yakni duduk, naik tangga dan berlari. Hasil pengujian menunjukkan alat ini mampu menampilkan sinyal EKG dengan interval PQRST yang cukup baik, meskipun masih terlihat noise mempengaruhi sinyal tersebut. Sementara itu, pengujian Beat Per Minute (BPM) dari setiap subjek yang dibandingkan dengan hasil perhitungan BPM secara manual menghasilkan tingkat kesalahan yang cukup rendah, yakni 3.52% untuk kondisi duduk, 2.47% setelah naik tangga dan 3.73% setelah berlar
Penerapan Voltage Level Detector (VLD)With Hysteresis Untuk Kontrol Level Air
Control and monitoring problems of water levels in a tank is always an issue. As a solution, methods and case studies are always evolving. However, there are similarities in each case study, namely determining the threshold level value according to the desired level. The voltage level detector with hysteresis method offers a simpler method in determining the threshold value than other methods that use logic 0 and 1 or on and off. The on-off method in general will fail if the input signal to the system is unstable due to various causes of interference. This hysteresis function makes it flexible in setting the desired voltage level as the upper and lower threshold values. In implementation, this threshold value is used to monitor the water level or volume of water in a tank. The test results of this method have a success rate of 100%. The water pump will stop at 80% tank level and the pump will start at 20% tank level.
Keywords: voltage level detector, hysteresis, threshold voltagePermasalahan kontrol dan monitoring level air dalam suatu wadah merupakan isu yang selalu ada. Baik dari segi metode sebagai solusi permasalahan maupun dari segi studi kasusnya selalu berkembang. Namun ada kesamaan dalam setiap studi kasusnya yaitu menentukan nilai level threshold sebagai ambang batas yang diinginkan. Metode voltage level detector with hysteresis menawarkan metode yang lebih sederhana dalam menentukan nilai ambang batas yang secara umum dari pada metode yang lain menggunakan logika 0 dan 1 atau on dan off. Metode on-off secara umum akan mengalami kesulitan jika sinyal masukan ke sistem tidak stabil dikarenakan berbagai sebab gangguan atau noise. Fungsi hysteresis ini menjadikan fleksibel dalam pengaturan level tegangan yang diinginkan sebagai nilai ambang batas atas dan bawah. Dalam implementasinya nilai ambang batas ini digunakan untuk memantau level ketinggian air atau volume air dalam suatu wadah. Hasil pengujian dari rangkaian ini memiliki tingkat kesuksesan sebesar 100%. Mesin pompa akan nonaktif pada level wadah 80% dan pompa akan aktif pada level wadah 20%.
Kata kunci: voltage level detector, hysteresis, tegangan threshol
Implementasi Hybrid Algorithm Untuk Optimalisasi Konsumsi Energi Pada Job Shop Scheduling
Pencemaran udara menjadi salah satu hal yang sedang banyak dibicarakan akhir-akhir ini. Salah satu cara untuk mengurangi pencemaran udara adalah dengan melakukan efisiensi terhadap konsumsi energi. Penelitian ini akan berfokus pada penyelesaian job shop yang tidak hanya meminimumkan waktu penyelesaian pekerjaan akan tetapi juga konsumsi energi. Permasalahan tersebut akan diselesaikan dengan menggunakan Algoritma Hybrid yaitu gabungan metode Hybrid Genetika dan Simulated Annealing. Algoritma Simulated Annealing digunakan untuk mengembangkan pencarian lokal pada solusi yang sudah diproleh pada algoritma genetika
Evaluasi Indeks Konsumsi Energi Listrik Di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Pekanbaru
The Energy Consumption Index (ECI) is the ratio between energy consumption and the building area. In this study, the calculation of used power, energy consumption, and the ECI value for each room was carried out. Based on the results of calculations carried out, the consumption of electrical energy at the Islamic Hospital Ibnu Sina (IHIS) Pekanbaru are 180,718,628 kWh/month, which is quite efficient with a value of 15.1 kWh /m2/ month. Energy Saving Opportunities (ESO) that are carried out are energy management, namely in lighting, air conditioners, and other equipment. After the ESO was carried out, the electrical energy consumption down to 158,902,555 kWh/month (saving 11.68%), electricity consumption for lighting was 16,570,158 kWh/month (12.11%), the electrical energy consumption of air conditioners amounted to 114,162.557 kWh/month (11.193%), and the electrical energy consumption of other equipment amounted to 28,169.84 kWh/month (13.066%). Energy consumption IHIS, Pekanbaru after ESO, is categorized into efficient value ECI of 13.4 kWh / m2/ month (11.258%).Indeks Konsumsi Energi (IKE) merupakan perbandingan antara konsumsi energi dengan satuan luas bangunan gedung. Pada penelitian ini dilakukan perhitungan daya yang terpakai, konsumsi energi, serta perhitungan nilai IKE setiap ruangan. Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan, konsumsi energi listrik di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina (RSI-IS) Pekanbaru adalah 180.718,628 kWh/bulan yang dikategorikan cukup efisien dengan nilai sebesar 15,1 kWh/m2/bulan. Peluang Hemat Energi (PHE) yang dilakukan adalah tata kelola energi, yaitu pada penerangan, pendingin udara, dan peralatan lainnya. Setelah dilakukan PHE, maka konsumsi energi listrik menjadi 158.902,555 kWh/bulan (hemat 11,68%), konsumsi energi listrik penerangan berjumlah 16.570,158 kWh/bulan (12,11%), konsumsi energi listrik pendingin udara berjumlah 114.162,557 kWh/bulan (11,193%) dan konsumsi energi listrik peralatan lainnya berjumlah 28.169,84 kWh/bulan (13,066%). Konsumsi energi RSI-IS Pekanbaru setelah dilakukan PHE dikategorikan menjadi efisien dengan nilai IKE sebesar 13,4 kWh/m2/bulan (11,258%)
Rancang Bangun Robot Observasi Bawah Air - ROV (Remotely Operated Vihicle) Menggunakan Arduino UNO
Abstract
This study describes the design of an underwater robot-Remotely Underwater Vehicle (ROV) which is controlled using a computer. The robot is controlled remotely using a GUI application built using VB. The microcontroller used as the processor is Arduino Uno R3 with a web camera as an eye to determine the next robot movement. This robot uses three motors as the driving force, and Bilge Pumps as the driving motor. The robot skeleton is made of acrylic by adding a float so that the robot can float on water. All electronic devices are controlled using cables. The robot can maneuver up to a depth of 2.25m, with the robot\u27s response to movement commands, which is 61.935ms – 232.752 msPenelitian ini menjelaskan tentang rancang bangun robot underwater-Remotely Underwater Vehicle (ROV) yang dikontrol menggunakan komputer. Robot dikendalikan jarak jauh menggunakan aplikasi GUI yang di bangun menggunakan VB. Mikrokontroller yang digunakan sebagai prosesor adalah Arduino Uno R3 dengan kamera web sebagai mata untuk menentukan gerakan robot selanjutnya. Robot ini menggunakan tiga buah motor sebagai penggerak, dan Bilge Pumps sebagai motor pendorong. Kerangka robot dibuat dari accrylic dengan menambahkan pelampung agar robot bisa mengambang di atas air. Semua perangkat elektronik dikendalikan menggunakan kabel. Robot dapat bermanuver hingga kedalaman 2,25m, dengan respon robot terhadap perintah pergerakan yaitu 61.935ms – 232.752m
Analisis Semikonduktor zno:cu Terhadap Efisiensi Dye Sensitized Solar Cell Menggunakan Ekstrak Alami
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana efisiensi Sel Surya dengan adanya penambahan doping Tembaga (Cu) dengan menggunakan ekstrak kulit buah naga yang berperan sebagai dye atau sebagai adsorbsi cahaya. Penelitian ini tentu dilakukan dengan proses fisika dan kimia. Adapun metode yang digunakan yaitu Liquid Phase Depositon (LPD) untuk pembuatan bahan dasar, sehingga dihasilkan Semikonduktor ZnO doping Tembaga yang kemudian dideposisikan pada suatu kaca konduktif menggunakan metode doctor blade kemudian di rendam pada ekstrak kulit buah naga, selanjutnya dilakukan pengukuran tegangan dan arus listrik agar dapat diperoleh hasil efisiensi sel surya. penambahan doping tembaga pada penelitian ini dapat meningkatkan nilai efisiensi DSSC yang diukur dengan menggunakan cahaya matahari dan lampu, pada kondisi 0% efisiensi sebesar 0.27%, sementara pada kondisi doping 11% meningkat menjadi 0.67% demikian pula dengan pemberian cahaya lamp
Sistem Pengontrolan dan Monitoring Budidaya Sarang Burung Walet Berbasis Android
In the cultivation of swallow nests, swallow breeders experience problems, especially in maintaining the temperature and humidity of the room in the wallet bird house. Swallow breeders must be able to maintain a stable temperature and humidity and maintain the safety of the swallow from owl pests. When the temperature is hot, the swallow room will become dry so that the nest becomes damaged and the swallow feels uncomfortable living in the nest. Based on this, a control and monitoring system for swallow nest cultivation based on Android was created. This system can help reduce the temperature and humidity in the swallow nest room using a dew machine that works automatically and the swallow room door can open/close automatically using an application on a smartphone. This system can work well if given a supply voltage of AC220V and DC12V. The dew machine will work (ON) if the temperature is above 29°C or the humidity is less than 70%. The sensor read data will be sent by the NodeMCU to the blynk server and displayed on the smartphone. The swallow room door can be opened or closed based on the light intensity value measured on the LDR sensor which is then sent to the NodeMCU to drive the motor driver and stepper motor. With this system, farmers are expected to be able to monitor and control the condition of swallow’s nests using the blynk application on smartphones in real time.
Key words: Swallow\u27s nest, temperature, humidity, swallow room door, dew machine, blynk applicationPada pembudidayaan sarang walet, peternak walet mengalami kendala terutama dalam menjaga temperatur suhu dan kelembaban ruangan pada rumah burung walet. Peternak walet harus dapat menjaga kestabilan suhu dan kelembaban serta menjaga keamanan burung walet dari hama burung hantu. Saat suhu panas, ruangan walet akan menjadi kering sehingga sarang menjadi rusak dan burung walet merasa tidak nyaman tinggal pada sarangnya. Berdasarkan hal tersebut, maka dibuat sistem pengontrolan dan monitoring budidaya sarang burung walet berbasis android. Sistem ini dapat membantu menurunkan temperatur suhu dan kelembaban pada ruangan sarang walet menggunakan mesin embun yang bekerja secara otomatis serta pintu ruang walet dapat terbuka/tertutup secara otomatis menggunakan aplikasi pada smartphone. Sistem ini dapat bekerja dengan baik jika diberi tegangan supply AC220V dan DC12V. Mesin embun akan bekerja (ON) jika suhu diatas 29°C atau kelembaban kurang dari 70%. Data hasil pembacaan sensor akan dikirimkan oleh NodeMCU ke server blynk dan ditampilkan pada smartphone. Pintu ruang walet dapat terbuka atau tertutup berdasarkan nilai intensitas cahaya yang terukur pada sensor LDR yang kemudian dikirim ke NodeMCU untuk menggerakkan motor driver dan motor stepper. Dengan adanya sistem ini diharapkan petani dapat memonitoring dan mengontrol kondisi sarang burung walet menggunakan aplikasi blynk pada smartphone secara realtime.
Kata kunci: Sarang Walet, Suhu, Kelembaban, Pintu Ruang Walet, Mesin Embun, Aplikasi blynk