Jurnal Elementer
Not a member yet
185 research outputs found
Sort by
Modifikasi Frekuensi Switching pada LED Driver Menggunakan Oscillator Lorenz Analog untuk Mereduksi Conducted EMI
Light emitting diode (LED) are becoming increasingly popular in a variety of applications, due to low power, high efficiency and low maintenance. To achieve high efficiency, switched mode power supply (SMPS) is applied. SMPS is implemented with pulse width modulation (PWM) which operates at a constant frequency. Constant switching frequency produces significant emissions in a number of frequencies, this emission is called electromagnetic interference (EMI). The EMI generated includes the fundamental operation frequency of the power supply and its harmonics through a conducted and radiated mechanism. As a result, SMPS has the potential to be unable to meet the electromagnetic compatibility (EMC) standard. Modification of switching in SMPS using spread spectrum techniques is a cheap and efficient solution in EMI mitigation. In this research, switching modification is done on LED drivers with chaotic Lorenz signals. The Lorenz chaotic signal is applied to the LED evaluation board and then the EMI performance is seen compared to when the LED driver works with a constant frequency. When applied to the Lorenz chaotic signal there was a decrease in the level of emission of the largest EMI which is equal to 16.5 dBµVLampu light emitting diode (LED) menjadi semakin populer digunakan dalam berbagai macam aplikasi, karena penggunaan daya yang rendah, efisiensi yang tinggi dan perawatan yang rendah. Untuk mencapai efisiensi yang tinggi dalam transfer energi pada catu daya LED, diterapkan switched mode power supply (SMPS). SMPS diimplementasikan dengan pulse width modulation (PWM) yang beroperasi pada frekuensi konstan. Frekuensi switching konstan menghasilkan emisi yang signifikan di sejumlah frekuensi, emisi ini dinamakan electromagnetic interference (EMI). EMI yang dihasilkan termasuk di dalamnya frekuensi operasi fundamental catu daya dan harmoniknya melalui mekanisme conducted dan radiated. Sebagai akibatnya, SMPS berpotensi tidak bisa memenuhi standar electromagnetic compatibility (EMC). Modifikasi switching pada SMPS menggunakan teknik spread spectrum merupakan solusi yang murah dan berdaya guna dalam mitigasi EMI. Pada penelitian ini dilakukan modifikasi switching pada LED driver dengan sinyal chaotic Lorenz. Sinyal chaotic Lorenz diterapkan pada LED evaluation board kemudian dilihat kinerja EMI-nya dibandingkan saat LED driver bekerja dengan frekuensi konstan. Ketika diterapkan sinyal chaotic Lorenz terjadi penurunan level emisi EMI terbesar sebesar 16,5 dBµV
COMPARISON OF 3D PRINTER AND WOOD CASTING PATTERN
Cast patterns are replicas of objects used as a reference in the casting process. Making cast patterns is still dominated by conventional processes using wood. This study aims to compare the conventional wood cast patterns with cast patterns made using a 3D printer. This research was conducted by making cast pattern products using conventional methods and 3D printers. Conventional pattern making uses a woodworking process while the 3D printer pattern uses a 3D printer stereolithography (SLA) system. Conventional cast patterns and 3D printer products are then compared in terms of geometric quality and size precision. The results obtained are the cast patterns made with a 3D printer have an advantage in precision the size is better than conventional patterns. As for the quality of the geometry and surface roughness both methods have good results. this opens the opportunity to conduct a more in-depth review of 3D printer applications in the metal casting sectorPola cor merupakan replika dari benda yang digunakan sebagai acuan dalam proses pengecoran. Pembuatan pola cor masih didominasi dengan proses konvensional menggunakan kayu. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perbandingan antara pola cor konvensional kayu dengan pola cor yang dibuat menggunakan 3D printer. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan pembuatan produk pola cor menggunakan metode konvensional dan 3D printer. Pembuatan pola konvensional menggunakan proses pengerjaan kayu sedangakan pola 3D printer menggunkan 3D printer sistem stereolithography (SLA). Produk pola cor konvensional dan 3D printer kemudian dibandingkan dari sisi kualitas geometri dan presisian ukuran. Hasil yang diperoleh adalah pola cor hasil pembuatan dengan 3D printer memiliki keunggulan dalam kepresisian ukuran yang lebih baik dibandingkan dengan pola konvensional. Sedangkan untuk kualitas geometri dan kekasaran permukaan kedua metode sama-sama memiliki hasil yang baik. hal ini membuka peluang untuk melakukan tinjauan lebih mendalam mengenai aplikasi 3D printer dalam sektor pengecoran loga
Rancang Bangun Alat Pengecat Dinding Semi Otomatis Berbasis Mikrokotrolel ATMega8535
The painting process is a necessity to beautify a room, where automatic wall painting tools can be used as a solution to lighten human work that can help routine tasks in the process of painting walls in a room. The system used in the design of the automatic wall painting tool is to use the ATMega8535 microcontroller control system. The test is carried out by making the initial settings on the painting tool that has been determined, after which the controller button is activated, and then the tool will immediately paint the wall semi automatically, where the movement of the tool arm uses a DC motor power window, and the paint brush uses a rolers that is usually used to paint wall in a room. The movement of the design and construction of this wall painting tool is carried out automatically, where the command from the push button will be processed in the microcontroller, namely ATMega8535 before being forwarded to the actuator, namely the DC motor which is regulated by the motor driver. The results of this study are this wall painting tool has a painting range of 2 m x 2 m with a time of 27.3 minutes, and to get an even result, it must be done 3 times. The maximum motor capacity required to operate the wall painters for the power window motor is a maximum of 18.13 VA, and for a DC motor the maximum is 18.32 VA.Proses pengecatan menjadi suatu kebutuhan untuk memperindah sebuah ruangan, dimana alat pengecat dinding otomatis dapat dijadikan solusi untuk meringankan pekerjaan manusia yaitu dapat membantu tugas rutinitas dalam proses pengecatan dinding pada sebuah ruangan. Sistem yang digunakan pada rancang bangun alat pengecat dinding otomatis adalah menggunakan sistem kontrol mikrokontroler ATMega8535. Pengujian dilakukan dengan cara membuat settingan awal pada alat pengecatan sudah ditentukan, setelah itu tombol kontroler di aktifkan, dan selanjutnya alat akan langsung mengecat dinding secara semi otomatis, dimana pergerakan lengan alat menggunakan motor DC power window, dan kuas cat menggunakan roler yang biasa dipakai untuk mengecat dinding pada suatu ruangan. Pergerakan rancang bangun alat pengecat dinding ini dilakukan secara otomatis, dimana perintah dari push button akan diproses di mikrokontroler yaitu ATMega8535 sebelum diteruskan ke aktuator yaitu motor DC yang diatur oleh driver motor. Hasil dari penelitian ini adalah Alat pengecat dinding ini mempunyai jangkauan pengecatan 2 m x 2 m dengan waktu 27,3 menit, dan untuk mendapatkan hasil merata harus dilakukan sebanyak 3 kali pengulangan. Kapasitas maksimum motor yang dibutuhkan untuk mengoperasikan alat pengecat dinding untuk motor power window maksimum sebesar 18,13 VA, dan untuk motor DC maksimum sebesar 18,32 VA
Perancangan Filter EMI Pasif dalam Rangka Mitigasi Conducted emission pada Lampu LED
Light-emitting diode (LED) lamps become popular in a variety of applications, due to low power usage, high efficiency, and low maintenance. Another advantage of LEDs is that they are durable and environmentally friendly because they contain less toxic substance composition compared to other types of lamps. To achieve high efficiency in energy transfer to the LED power supply, a switching mode power supply (SMPS) is applied. SMPS was implemented with pulse width modulation (PWM) which operates at a constant frequency, producing significant emissions in several frequencies through conducted and radiated mechanisms. These emissions are called electromagnetic interference (EMI). As a result, many LED lamps have the potential to fail to meet the electromagnetic compatibility (EMC) standard. In this research, the design and implementation of passive EMI filters were carried out to reduce the conducted emission of LED lights on the market. Passive EMI filters are LC low pass filters (LPF). Before the LED lights were applied to the EMI passive filter, conducted emissions were measured to exceed CISPR 22 class B regulatory standards, which reached 82.5 dBµV. When the passive EMI filter was implemented, the LED lights occur conducted emission reduction in the frequency range 150kHz - 1.5MHz with an average value of 36.96 dBµV and a maximum reduction value of 34.7 dBµV.Lampu light emitting diode (LED) populer digunakan dalam berbagai macam aplikasi, karena penggunaan daya yang rendah, efisiensi yang tinggi dan perawatan yang rendah. Keuntungan LED lainnya adalah awet dan ramah lingkungan karena lebih sedikit mengandung komposisi zat beracun jika dibandingkan dengan jenis lampu lain. Untuk mencapai efisiensi yang tinggi dalam transfer energi pada catu daya LED, diterapkan topologi switched mode power supply (SMPS). SMPS diimplementasikan dengan pulse width modulation (PWM) yang beroperasi pada frekuensi konstan, menghasilkan emisi yang signifikan disejumlah frekuensi melalui mekanisme conducted dan radiated, emisi ini dinamakan electromagnetic interference (EMI). Sebagai akibatnya, banyak lampu LED berpotensi tidak bisa memenuhi standar electromagnetic compatibility (EMC). Pada penelitian ini dilakukan perancangan dan implementasi filter EMI pasif untuk meredam conducted emission pada lampu LED yang ada dipasaran. Filter EMI pasif berupa low pass filter (LPF). Sebelum lampu LED diterapkan filter pasif EMI, conducted emission yang terukur melebihi standar regulasi CISPR 22 class B, nilai emisi tertinggi mencapai 82,5 dBµV pada frekuensi 299,25 kHz atau melebihi standar CISPR sebesar 30,9 dBµV. Saat filter pasif EMI dipasang lampu LED terjadi reduksi conducted emission pada rentang frekuensi 150kHz – 1,65MHz dengan nilai rata–rata sebesar 23,3 dBµV dan nilai reduksi maksimal sebesar 34,7 dBµV
Pengembangan Mesin Pelontar dan Pengumpul Bola Basket Otomatis
Mesin ini merupakan alat bantu bagi pemain bola basket untuk latihan menembak bola ke keranjang. Dengan alat ini maka latihan menembak bola ke keranjang dapat dilakukan secara mandiri. Alat ini memiliki dua fungsi utama, yakni sebagai pelontar bola basket ke pemain dan sekaligus menampung bola yang sudah ditembakan ke keranjang. Mesin ini menggunakan 3 motor utama, yakni motor power window, motor DC dan actuator linier. Motor power window digunakan sebagai penggerak tiang pelontar, dimana motor ini akan menggerakkan tiang menuju ke 5 sudut pelontaran. Motor DC digunakan untuk melontarkan bola, dimana motor ini akan bergerak kearah yang berbeda untuk melontarkan bola. Aktuator linier digunakan untuk pendorong bola dimana motor ini akan mendorong bola menuju ke arah roda yang sudah berputar. Dari pengujian diperoleh data bahwa mesin ini mampu melontarkan bola hingga jarak 190 cm dan bergerak hingga sudut maksimal mencapai 160 derajat. Tingkat keberhasilan mengumpulkan bola yang jatuh dari keranjang dan mengirimkannya ke posisi lontar mencapai 80%. Keberhasilan mesin ini memberi informasi terkait jumlah bola yang dilontarkan mencapai 95%. Secara umum dapat disimpulkan bahwa mesin ini mampu melakukan fungsi sebagaimana yang diharapkan
Prototype Robot Transformer (Laba-Laba Delapan Kaki menjadi Silinder): Robotic
Perkembangan teknologi dalam bidang robotika tumbuh semakin pesat hingga tahun 2017. Di Indonesia sendiri pembuatan robot dengan tujuan ekplorasi terus dikembangkan demi mencapai tujuan penelitian. Terbatasnya bentuk dan fungsi robot-robot berkaki yang sudah dibuat untuk melakukan eksplorasi ruang, maka penulis mengeluarkan ide untuk membuat sebuah bentuk robot yang dapat bergerak lebih maksimal untuk melakukan eksplorasi. Oleh karena itu dibuatlah robot laba-laba berkaki delapan yang dapat berubah bentuk menjadi silinder atau dapat disebut robot transformer dimana prototype robot tersebut dilengkapi fitur kamera wireless yang dapat terkoneksi dengan telepon seluler dengan penyangga kamera yang dapat mempertahankan posisi vertical kamera tersebut. Robot tersebut dibuat dengan ukuran panjang x lebar x tinggi adalah 55cm x 40cm x 35cm. Robot tersebut dapat bergerak pada mode laba - laba dengan kecepatan maksimum ±3,51cm/s dan dapat menggelinding pada mode silinder dengan kecepatan maksimum ±12,8 cm/s. Saat melakukan proses transformasi dari laba-laba ke silinder, robot tersebut memerlukan waktu ±3,8s dan sebaliknya waktu yang diperlukan untuk transformasi dari silinder ke laba-laba ±11,6s
Sistem Keamanan Loker Berbasis GSM Module, Bluetooth Module dan Reed Sensor
Loker merupakan tempat penyimpanan yang dibutuhkan bagi perusahaan dengan jumlah pekerja yang besar. Mengambil contoh kasus pada hotel xyz di Batam yang masih menggunakan kunci loker manual dan menemui beberapa kendala karena menjalankan regulasi khusus terkait akses loker. Sebuah sistem keamanan loker berbasis GSM module, bluetooth module dan reed sensor menjadi salah satu solusi yang dapat diimplementasikan di hotel tersebut. Seorang manajer dapat memberi akses loker melalui SMS walaupun tidak berada di dekat loker, selain itu penggunaan smartphone juga mempermudah serta meminimalisir kunci yang hilang atau tertinggal. Hasil pengujian fungsi alat menunjukkan bahwa purwarupa dari sistem loker yang dibuat bekerja secara baik. Pengujian saat sistem menggunakan GSM module, SMS perintah diterima dengan waktu maksimal 8,52 detik pada urban area dan 10,7 detik pada rural area. Sedangkan pengujian menggunakan bluetooth module, dapat terkoneksi dengan smartphone pada jarak maksimal hingga 14,5 meter tanpa halangan, dan 12 meter jika diberi penghalang
Pengembangan Robot Pemanjat Tiang Otomatis
Robot merupakan salah satu alternatif terbaik untuk mengatasi berbagai permasalahan manusia, diantaranya adalah untuk menggantikan peran manusia dalam melakukan pekerjaan yang berbahaya. Dalam penelitian ini dikembangkan robot pemanjat tiang otomatis. Robot yang dikembangkan tidak hanya sekedar mampu memanjat tiang, namun juga mampu berjalan di lantai menggunakan roda. Robot ini memiliki dua buah roda penggerak dan satu buah roda bebas. Selain itu robot juga dilengkapi dengan fitur image processing dengan menggunakan sensor kamera sehinga robot dapat mendeteksi posisi tiang. Prinsip kerja robot adalah robot mendeteksi keberadaan tiang yang telah diberi tanda warna merah. Selanjutnya jika posisi tiang terdeteksi maka robot berjalan menuju ke arah tiang. Setelah robot sampai ke depan tiang maka gripper robot akan bekerja untuk melakukan fungsi memanjat. Robot ini memilki dua buah gripper yang berfungsi untuk mencekam tiang pada saat memanjat. Gripper akan digerakan oleh motor DC yang bergerak secara bergantian sehingga robot dapat memanjat. Dari hasil pengujian diperoleh data bahwa kecepatan rata-rata robot robot berjalan di lantai adalah 13,17 cm/s. Sedangkan kecepatan rata-rata robot memanjat tiang adalah 0,835 cm/s. Sehingga dapat disimpulkan bahwa secara umum robot mampu melakukan tugasnya dengan sangat baik
Miniatur Smart Home Berbasis SMS dan Arduino
Saat ini perkembangan teknologi berkembang dengan sangat cepat dan pesat. Salah satu contohnya adalah otomatisasi sistem keamanan rumah.Salah satu yang saat ini sedang berkembang adalah proses otomatisasi di dalam rumah yaitu Miniatur Smart Home Berbasis SMS dan Arduino.Sistem ini berfungsi sebagai sistem untuk menghidupkan dan mematikan lampu berbasis Short Message Service (SMS) dan juga menggunakan beberapa sensor untuk keamanan rumah dengan mengoptimalkan board Arduino sebagai pengontrol dan pengumpul data. GSM shield 900 sebagai penghubung informasi ke handphone dan Arduino sebagai pusat pengendali dan pengolahan data yang nantinya akan memberikan perintah kepada relay untuk menyalakan dan mematikan lampu. Sistem ini terdiri dari tiga buah sensor yaitu sensor gerakan (PIR) untuk mendeteksi adanya motion atau pergerakan dalam setiap ruangan, sensor MQ-02 untuk mendeteksi adanya gas kemudian pesan akan dikirim ke seluler dan sekaligus akan menghidupkan kipas maupun buzzer, dan flame sensor untuk mendeteksi adanya api kemudian pesan akan dikirim ke seluler dan sekaligus akan mematikan api kompor.Dalam sistem ini juga ada sistem miniatur buka tutup pagar.
Kata kunci : Arduino Uno, GSM shield 900, PIR, Buzzer, Rela
Perancangan Dan Implementasi Passive Emi Filter Pada Switching Mode Power Supply (SMPS)
Kebutuhan akan perangkat elektronik dengan frekuensi yang tinggi menyebabkan meningkatnya jumlah Electromagnetic Interference (EMI) yang memiliki dua jenis yaitu Conducted Emission dan Radiated Emission. Solusi dari mitigasi EMI tersebut adalah dengan menggunakan filter EMI. Switching Mode Power Supply (SMPS) merupakan sumber daya bagi hampir seluruh perangkat elektronik, namun SMPS ini juga sumber EMI untuk perangkat lain atau bahkan perangkat itu sendiri. Banyak perangkat elektronik yang beredar dipasaran namun belum memenuhi standar EMC. Dalam hal ini mitigasi EMI yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan filter EMI eksternal pasif. Dengan filter pasif ini EMI dari SMPS dapat diredam tanpa memerlukan energi tambahan untuk filter itu sendiri. Penelitian ini akan melakukan perancangan filter EMI untuk meredam noise conducted emission menggunakan sebuah passive EMI filter (PEF) pada SMPS. Filter PEF yang telah dirancang dan diujikan dapat digunakan pada SMPS 1 dan SMPS 2 dengan noise conducted emission sebelum filter sebesar 97,86 dBµV yang diredam menjadi 33 dBµV dan menghasilkan redaman noise conducted emission yang sangat baik (hingga 64,86 dBµV) dan memenuhi standar yang ditetapkan (CISPR22 Class B)