Jurnal Elementer
Not a member yet
185 research outputs found
Sort by
Simulasi dan Perancangan Septum pada Gigahertz Transverse Electromagnetic (GTEM) Cell dalam Pengujian Radiated Emision
Gigahertz Transverse Electromagnetic Chamber (GTEM) cell merupakan suatu solusi dalam pengujian radiated immunity dan emission pada perangkat yang memancarkan sumber emisi (EMI). Septum GTEM cell yang berperan sebagai antena penerima radiasi dirancang menggunakan metode antena microstrip log periodic dipole array (LPDA). Sebelum diimplementasikan dalam perancangannya, karakteristik septum dilihat terlebih dahulu dari parameter return loss, VSWR dan gain yang dihasilkan. Desain dengan metode antena LPDA menggunakan spesifikasi khusus dengan parameter τ = 0.871 dan σ = 0.161 untuk mendapatkan gain = 7 dB. Septum dirancang dengan frekuensi Ultra Wide Band (UWB) dengan range 300 MHz – 1 GHz. Bahan substrat yang digunakan adalah FR4, dengan konstanta dielektrik sebesar 4.6 dan ketebalan 1.6 mm. Septum dirancang menggunakan simulasi CST sebelum diimplementasikan dalam pengujian radiated emision. Parameter yang dihasilkan dari hasil septum ini adalah nilai return loss -10 dB direntang frekuensi 300 MHz – 1 GHz, sementara nilai return loss terendah adalah -60.34 dB pada frekuensi 682.2 MHz dan nilai VSWR >2 pada frekuensi 300 MHz – 1 GHz dengan nilai VSWR terendah adalah 1.104 difrekuensi 552 MHz. Dari hasil pengukuran didapatkan gain sebesar 8.4 dBi dengan tipe polaradiasi directional. Septum yang dirancang berhasil melakukan pengukuran radiasi pada EMI source dan smartphon
Sistem Monitoring Tangki dan Penghitung RunHour Genset Otomatis Berbasis Internet of Things (IoT)
The increasing development of engines in human life to facilitate human work for 24 hours, cannot be denied that the Generator Set or better known as Genset is very important role in keeping the engine alive during the power outages. For this reason, it is necessary to monitor a Ganset fuel tank to make it easier to find out the changing conditions of the Ganset fuel, and the automatic runhours calculation system so that the maintenance of the ganset can be easily determined based on the calculation of the life span of the ganset. Tank monitoring system and automatic calculation of runhours ganset that is designed based on IoT, this system uses an ultrasonic sensor to find out the height of the fuel tank in captivity, the current sensor as a live ganset detector, Nodemcu Esp8266 functions as data receiver from the sensor and sends it to the web application that has been created. From the test results it can be seen that the percentage of errors in the ultrasonic sensor is 5.2%, and testing on the current sensor that detects the current in the load with an error in the manual calculation time with the time on the web display only ranges from 1-2 seconds.
Keywords: Tank Generator sets, NodeMCU Esp8266, Ultrasonic Sensors, Current Sensors, Servo, Server, Web.Semakin berkembangnya mesin-mesin dalam kehidupan manusia guna mempermudah perkerjaan manusia selama 24 jam, tidak dapat dipungkiri bahwa Generator Set atau yang lebih dikenal dengan Genset sangat berperan penting dalam menjaga mesin mesin tetap hidup selama dalam kondisi listrik padam. Untuk itu perlunya sebuah monitoring tangki bahan bakar ganset untuk mempermudah mengetahui volume bahan bakar ganset yang berubah ubah, dan sistem penghitungan otomatis runhours agar pemeliharaan ganset dapat dengan mudah ditentukan berdasarkan penghitungan lamanya ganset hidup. Sistem monitoring tangki dan perhitungan otomatis runhours ganset yang dirancang berbasis IoT. Sistem ini menggunakan sensor ultrasonik untuk mengetahui ketinggian bakan bakar ditangki, sensor arus sebagai pendeteksi ganset hidup, NodeMCU Esp8266 berfungsi sebagai penerima data dari sensor dan mengirimkannya ke aplikasi web yang telah dibuat. Dari hasil pengujian dapat diketahui bahwa persentase error pada sensor ultrasonic sebesar 5,2%, dan pengujian pada sensor arus yang mendeteksi arus pada beban dengan error waktu penghitungan manual dengan waktu pada tampilan web hanya berkisar 1-2 detik.
Kata kunci: Tangki Genset, NodeMCU Esp8266, Sensor Ultrasonik, Sensor Arus, Servo, Server, We
Teknik Mitigasi Conducted Emission Pada LED Driver Topologi Buck Dengan Metode Random Up Spreading Switching Frequency
Operasi switching pada komponen semikonduktor LED driver, akan menghasilkan permasalahan berupa EMI yang akan mengganggu perangkat di sekitarnya (sebagai sumber) atau sistem itu sendiri (sebagai korban). Teknik mitigasi EMI pada LED driver dibatasi oleh biaya, ukuran, berat dan kinerja sistem. Berbagai solusi digunakan untuk mengurangi permasalahan EMI pada LED driver, melalui disain converter, disain komponen, disain filter EMI, dan teknik spread spectrum (SS). Dari beberapa solusi tersebut, SS merupakan solusi yang murah dan berdaya guna dalam mitigasi EMI, karena teknik ini dapat diaplikasikan dengan pemrograman pada embedded system dengan penambahan sedikit komponen. Program yang diterapkan dalam penelitian ini adalah mengatur pola pembangkitan sinyal PWM dengan metode random up spreading switching frequency sebagai pengendali konverter. Pendekatan menggunakan embedded system memiliki beberapa keuntungan diantaranya menjaga efisiensi, kehandalan dan kinerja yang tinggi karena minim perubahan rangkaian atau komponen tambahan dan mempunyai kompleksitas disain yang relatif rendah. Hasil dari penerapan metode ini adalah didapatkan penurunan EMI sebesar 20% saat frekuensi switching diacak pada rentang 600 KHz hingga 650 KHz dengan step random minimal 100 Hz dan masing-masing frekuensi diberi waktu melakukan switching selama 1 mikro detik. Nilai tegangan output dari LED driver tetap bisa bertahan pada level 7V ketika metode ini diterapkan
Investigasi Efek Partial Shading Terhadap Daya Keluaran Sel Surya
The electrical energy of solar power plants which integrated into the networks depends on the intensity of solar radiation. However, some solar power plant areas there are still present trees and buildings around it that can partially cover the surface area of ​​the solar panel (partial shading). This study aims to investigate the effects of solar radiation variability due to several partial shading conditions on the 1 Wp solar cell output power. Based on observations from 10:00 to 14:00, the open-circuit voltage and short circuit current in solar cells decreases with increasing intensity of partial shading. The greater the partial shading of the solar cell, the lower the power output will be. The half partial shading effect of the total solar cell area resulted in a power reduction of 88.2%. A quarter of shading causes a decrease in the output power of solar cells by 75.6% compared to the power output under normal conditions. In addition, the increase in the temperature of solar cells resulted in a significant decrease in the open-circuit voltage.Energi listrik pembangkit tenaga surya yang terhubung ke jaringan terpadu bergantung pada intensitas radiasi matahari. Namun, pada beberapa area pembangkit tenaga surya masih terdapat pohon dan gedung disekitar nya yang dapat menutupi sebagian area permukaan panel surya (partial shading). Penelitian ini bertujuan untuk investigasi efek dari variabilitas radiasi matahari akibat partial shading terhadap daya keluaran sel surya 1 Wp. Berdasarkan hasil observasi pada pengujian pukul 10.00 – 14.00, tegangan terbuka dan arus hubung singkat pada sel surya mengalami penurunan seiring kenaikan intensitas partial shading. Semakin besar partial shading pada sel surya maka daya keluaran yang dihasilkan semakin rendah. Efek setengah partial shading dari total area sel surya mengakibatkan penurunan daya sebesar 88.2%. Seperempat shading mengakibatkan penurunan daya keluaran sel surya sebesar 75.6% dibandingkan daya pada kondisi normal. Selain itu Kenaikan suhu sel surya mengakibatkan penurunan tegangan terbuka yang cukup berarti
Sistem Monitoring Nilai FFMC untuk Menentukan Potensi Penyulutan Api Menjadi Kebakaran
Canadian Forest Fire Danger Rating System (CFFDRS) merupakan sistem yang digunakan saat ini untuk menentukan peringkat bahaya kebakaran suatu wilayah. Sistem tersebut terdiri dari beberapa subsistem, salah satunya adalah Fire Weather Index (FWI) yang berguna untuk memberikan informasi langsung tentang aspek-aspek tertentu dari bahaya kebakaran berdasarkan pengamatan cuaca semata. Pada penelitian ini akan dibahas mengenai salah satu kode dalam sub sistem FWI yaitu Fine Fuel Moisture Code (FFMC). FFMC ini merupakan kode yang digunakan untuk indikator potensi penyulutan api menjadi kebakaran. Nilai FFMC ditentukan dengan menggunakan hasil pengukuran parameter cuaca yaitu suhu udara, kelembaban udara, kecepatan angin, dan curah hujan. Dengan memanfaatkan sensor – sensor yang dapat mengukur parameter tersebut, maka dalam penelitian ini dirancang sebuah system pemantauan parameter cuaca untuk menentukan potensi penyulutan api menjadi kebakaran dan menggunakan SMS gateway sebagai media transmisi data. Perhitungan FFMC (Fine Fuel Moisture Code) ini akan dihitung dan ditampilkan menggunakan visual basic. Tampilan pada visual basic berupa tampilan FFMC harian, tampilan peta wilayah berdasarkan nilai FFMC dan tampilan uji perhitungan FFMC secara manual
Aplikasi Sensor Jarak Jauh pada Penerapan Gigabit Passive Optical Network (GPON) Berbasis Optisystem
Teknologi serat optik telah dapat digunakan sebagai aplikasi sensor jarak jauh. Selain kemampuannya dalam hal kecepatan dan kapasitas dalam trasnfer data, penggunaan serat optik pada aplikasi sensor jarak jauh adalah karena ukurannya yang kecil serta tidak membutuhkan sumber energi listrik. GPON (Gigabit Passive Optical Network) merupakan standar komunikasi optik yang dikembangkan oleh ITU-T via G.984. GPON memiliki memiliki beberapa keunggulan dibanding standar lain, yaitu: memiliki bandwidth yang besar dan efisiensi yang tinggi. Pada penelitian ini penulis merancang penggunaan serat optik pada aplikasi sensor jarak jauh menggunakan standar GPON pada salah satu client yang terhubung dengan STO BKR, STO PBR, STO RBI dan STO ARK Pekanbaru. Aplikasi sensor ini disimulasikan menggunakan software Optisystem dengan parameter pengujian yaitu power link budget dan Bit Error Rate (BER). Dari hasil pengukuran menggunakan Optical Power Meter (OPM) yang ada di Optosystem, diperoleh nilai level daya penerimaan lebih besar dari -28 dBm dan BER lebih kecil dari 10-9.Optical fiber technology can be used as a remote sensor application. In addition to its ability in terms of speed and capacity in data transfer, the use of optical fiber in remote sensor applications is due to its small size and does not require an electrical energy source. GPON (Gigabit Passive Optical Network) is an optical communication standard developed by ITU-T via G.984. GPON has several advantages over other standards, namely: having large bandwidth and high efficiency. In this study the authors designed the use of optical fibers in remote sensor applications using the GPON standard on one client connected to STO BKR, STO PBR, STO RBI and STO ARK Pekanbaru. This sensor application is simulated using Optisystem software with parameters namely power link budget and Bit Error Rate (BER). From the results of measurements using Optical Power Meter (OPM) in the Optosystem, the value of the reception power level is greater than -28 dBm and BER is smaller than 10-9
Analisis Perbandingan Machine Learning SVM Dan Adaboost Face Detection Dengan Metode Viola Jones: Analisis Perbandingan Machine Learning SVM Dan Adaboost Face Detection Dengan Metode Viola Jones
Teknologi pengenalan wajah sudah banyak diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mendeteksi wajah pada suatu citra dibutuhkan kecepatan dan keakurasian yang cepat dan tepat. Salah satu metode pendeteksian wajah yang bisa digunakan adalah metode Viola Jones. Machine learning yang bisa diimplementasikan untuk metode ini adalah Adaboost dan SVM. Tujuan Penelitian ini adalah membandingkan kelebihan dan kekurangan dari 2 jenis machine learning tersebut. Hasil akurasi metode viola jones dengan machine learning Adaboost yaitu 90%. Total gambar yang digunakan adalah 50 dengan 30 sampel terdapat wajah dan 20 sampel yang tidak memiliki wajah. Sedangkan pada machine learning SVM tingkat keakurasian yang didapat yaitu sebesar 50%. Rata-rata waktu komputasi yang didapat pada metode AdaBoost sebesar 1,9s dan SVM sebesar 31,19s. Persentase nilai Sensitivitas metode AdaBoost didapat sebesar 86,66% dan SVM sebesar 80%. Nilai Spesifisitas untuk AdaBoost 95% dan untuk SVM yaitu 4,76% . Hal ini karena SVM menempatkan banyak sampel dalam kelompok yang ada wajah meskipun sampel tidak memiliki wajah. Sehingga penelitian ini menyimpulkan bahwa metode machine learning yang lebih efisien adalah dengan menggunakan metode AdaBoost.
Kata kunci: deteksi wajah, viola jones, AdaBoost, svm, akuras
Alat Bantu Terapi Pasca Stroke untuk Tangan
Alat Bantu Terapi Pasca Stroke untuk Tangan adalah sebuah alat yang dirancang untuk memberikan kemudahkan kepada pasien penderita stroke dalam melakukan terapi mandiri, sehingga dapat mengurangi tingkat disabilitas pasca stroke. Dengan ketersediaan waktu yang tidak memadai untuk melakukan terapi di rumah sakit, pasien penderita stroke maupun keluarga pasien, kesulitan untuk menemukan jadwal terapi yang tersedia. Hal ini membuat keluarga sulit untuk menemukan jadwal untuk melakukan terapi dirumah sakit. Dengan alasan itulah dibuat sebuah Alat Bantu Terapi Pasca Stroke untuk Tangan yang dapat digunakan sebagai salah satu alat bantu dalam proses pemulihan pasca stroke yang dapat digunakan saat berada dirumah. Alat Bantu Pasca Stroke untuk Tangan ini dikontrol menggunakan mikrokontroler berbasis Mikrokontroler Arduino UNO dengan menggunakan motor DC sebagai penggeraknya untuk menahan beban tangan pasien. Alat ini dapat melakukan 4 (empat) mode pergerakan rehabilitasi, yaitu mode satu; gerakan siku kekiri dan kekanan, mode dua; gerakan siku keatas dan kebawah, mode tiga; lengan keatas dan kebawah, dan mode empat; gabungan dari semua mode dengan kecepatan yang aman bagi pasien pasca stroke. Tersedia mode pengaturan kecepatan pada alat, agar pengguna dapat mengatur kecepatan alat sesuai dengan kapasitasnya. Serta, pergerakan pada alat ini dapat memberikan kemudahan dan mengurangi resiko disabilitas
Perbandingan Teknik Reduksi Derau Speckle Pada Citra Ultrasonograpi Payudara
Breast cancer is the most commonly diagnosed cancer with the highest prevalence, incidence, and mortality rate for females in Indonesia and worldwide. Ultrasonography is a recommended modality for breast cancer, because it is comfortable, radiation free and it can be widely used. However, ultrasound images often occur in quality degradation caused by speckle noise that appears during image acquisition. It causes difficulty for radiologists or Computer Aided Diagnosis (CAD) systems to diagnose these images. Some techniques are proposed for reducing the speckle noise. This journal aims to compare the performance of 14 noise reduction techniques in breast ultrasound images. Quantitative testing was carried out on 58 breast ultrasound images and 3 artificial breast ultrasound image. The quantitative parameters are used include texture analysis (Mean, Variant, skewness, kurtosis, contrast and entropy) and evaluation of image quality (MSE, RMSE, SNR, SSIM, Structural content and Maximum Difference). The qualitative testing was also carried out with the assessment of 3 radiology specialists on 3 samples of each reduction technique. Based on test results, the 3 best performance filters are DsFsrad, DsFamedian dan DsFhmedian.
Keywords: Ultrasound, speckle noise, filterKanker payudara merupakan kanker dengan angka kejadian, jumlah kasus baru dan tingkat kematian tertinggi bagi perempuan di Indonesia dan dunia. Pemeriksaan ultrasonografi (USG) direkomendasikan untuk kanker payudara, karena nyaman, tanpa radiasi dan dapat digunakan secara luas. Namun citra USG sering mengalami degradasi atau penurunan kualitas yang disebabkan oleh derau spekcle yang sering terjadi pada saat akuisisi citra. Hal ini menyulitkan ahli radiologis ataupun sistem Computer Aided Diagnosis (CAD) dalam mendiagnosis citra tersebut. Beberapa teknik reduksi derau spekcle telah diusulkan. Jurnal ini bertujuan untuk membandingkan kinerja 14 teknik reduksi derau spekcle pada citra USG payudara. Pengujian dilakukan secara kuantitatif terhadap 58 citra USG payudara dan 3 citra artificial USG payudara. Parameter kuantitatif yang digunakan meliputi analisis tekstur (Mean, Varian, skewness, kurtosis, kontras dan entropi) dan evaluasi kualitas citra (MSE, RMSE, SNR, SSIM, Structural content dan Maximum Difference). Pengujian secara kualitatif juga dilakukan berupa penilaian dari 3 orang dokter spesialis radiologi terhadap 3 sampel hasil setiap teknik reduksi. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, 3 filter dengan kinerja terbaik adalah DsFsrad, DsFamedian dan DsFhmedian.
Kata kunci: USG, derau speckle, filter
Kanker payudara merupakan kanker dengan angka kejadian, jumlah kasus baru dan tingkat kematian tertinggi bagi perempuan di Indonesia dan dunia. Pemeriksaan ultrasonografi (USG) direkomendasikan untuk kanker payudara, karena nyaman, tanpa radiasi dan dapat digunakan secara luas. Namun citra USG sering mengalami degradasi atau penurunan kualitas yang disebabkan oleh derau spekcle yang sering terjadi pada saat akuisisi citra. Hal ini menyulitkan ahli radiologis ataupun sistem Computer Aided Diagnosis (CAD) dalam mendiagnosis citra tersebut. Beberapa teknik reduksi derau spekcle telah diusulkan. Jurnal ini bertujuan untuk membandingkan kinerja 14 teknik reduksi derau spekcle pada citra USG payudara. Pengujian dilakukan secara kuantitatif terhadap 58 citra USG payudara dan 3 citra artificial USG payudara. Parameter kuantitatif yang digunakan meliputi analisis tekstur (Mean, Varian, skewness, kurtosis, kontras dan entropi) dan evaluasi kualitas citra (MSE, RMSE, SNR, SSIM, Structural content dan Maximum Difference). Pengujian secara kualitatif juga dilakukan berupa penilaian dari 3 orang dokter spesialis radiologi terhadap 3 sampel hasil setiap teknik reduksi. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, 3 filter dengan kinerja terbaik adalah DsFsrad, DsFamedian dan DsFhmedian.
Kata kunci: USG, derau speckle, filte
Akuisisi Dan Klasifikasi Sinyal EEG Untuk Lima Arah Pergerakan Berbasis Labview
A human brain emits five brainwaves. Those are gamma, beta, alpha, theta, and delta waves. Beta and alpha wave are emitted based of consciousness and concentration level. A software for brain signals’ acquisition is built in this research. It also classifies the acquired data into five motion directions of which are forward, right, left, backward, and stop. Neurosky Mindwave sensor and LabVIEW are used in this project. The data from sensor readings are processed by LabVIEW by using filter function and FFT. Before classifying the data, the program will do training to save the data to Microsoft Excel. When it is about to classify the data, the saved data are called and the mean data are compared to the real-time brainwave readings. The closest data to the training data is used as reference to decide the movements that is being thought by the user. From the running test, we found 100% match for ‘forward’ motion, 83,3% match for ‘right’ motion, 93% match for’ backward motion’, 100% match for ‘left’ motion and 90% match for ‘stop’ motion with training to test subject. 100% match for ‘forward’ motion, 37% match for ‘right’ motion, 100% match for ‘backward’ motion, 100% match for ‘left’ motion and 100% match for ‘stop’ motion without training to test subject.Pada dasarnya otak manusia menghasilkan lima gelombang otak diantaranya gelombang gamma, beta, alpha, tetha, dan delta. Gelombang otak yang dihasilkan berdasarkan tingkat kesadaran dan konsentrasi manusia adalah gelombang beta dan alpha. Pada penelitian kali ini dirancang sebuah software yang mampu mengakuisisi sinyal otak dan mengklasifikasikannya berdasarkan sinyal beta dan alpha untuk lima arah pergerakan yaitu maju, belok kanan, mundur, belok kiri, dan berhenti. Sensor yang digunakan adalah NeuroSky dan aplikasi yang digunakan untuk mengolahnya adalah LabVIEW. Data pembacaan sensor diolah menggunakan LabVIEW dengan fungsi filter dan FFT. Sebelum melakukan klasifikasi dilakukan training dengan menyimpan data-data sinyal otak kedalam Microsoft Excel. Saat melakukan klasifikasi data yang tersimpan dipanggil dan dihitung rata-ratanya, kemudian membandingkan hasil tersebut dengan hasil pembacaan sinyal otak secara real time. Data real time yang paling banyak mendekati data training dijadikan referensi untuk memutuskan pergerakan yang dipikirkan oleh user. Dari hasil pengujian diperoleh kecocokan untuk gerakan maju 100%, belok kanan 83,3%, mundur 93%, belok kiri 100%, dan berhenti 90% dengan training subyek uji, dan gerakan maju 100%, belok kanan 37%, mundur 100%, belok kiri 100%, dan berhenti 100% tanpa training subyek uj