Jurnal Jaffray
Not a member yet
265 research outputs found
Sort by
Simbolisme Menurut Mircea Eliade
Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita memiliki simbol yaituPancasila; sedangkan dalam kehidupan beragama kita memiliki simbolyaitu Wahyu atau Kitab Suci. Pancasila dan Kitab Suci sebagai simbolmemberi dasar dinamika dan vitalitas dalam kehidupan berbangsa, bemegara,dan beragama; berfungsi sebagai ungkapan dan jawaban yang berdiridi tengah-tengah antara manusia Indonesia dengan Yang Kudus; tidakhanya mengundang untuk berpikir atau menjadi dasar berpikir tetapijuga mendorong dalam tindakan dan pengambilan keputusan; bahkanPancasila dan Kitab Suci sebagai simbol bagi masyarakat Indonesiayang religius menuntut untuk diperiakukan sebagai partner dialog dalammembangun manusia Indonesia yang seutuhnya. Sebagai partner dialogyang selalu hadir di samping manusia Indonesia yang religius; ia mengajar,menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan, dan mendidik dalam kebenaran
Hubungan Antar Manusia dan Penanganan Konflik
Konflik sudah ada sejak dahulu kala, sebagaimana antara iaindisaksikan oleh Alkitab, Perjanjian Lama.Pada saat yang sama, kemiskinan dan penanggulangan kemiskinankini juga ditampilkan sebagai gejala global. Kedua topik ini, konflikdan kemiskinan, rnenampilkan diri sebagai dua sisi dari satu mata uang.Pertanvaan yang mengemuka ialah: pola hubungan antar manusiayang bagaimanakah yang dapat diandalkan untuk menanggulangikonflik, khususnva konflik antar anggota dan kelompok yang berbeda agama di Indonesia sekarang ini
Integritas Diri Sebagai Karakter Pelayan Tuhan
Seorang pelayan tdeal adalah seorang pelayan yang memiliki karakter-karakter luhur dan mulia, sehingga ia berwibawa dan menjadi saluran berkat Allah bagi orang lain. Gereja sedang merindukan pelayan-pelayan yang mempunyai integritas diri untuk menjadi teladan dalam pengabdian dan ketaatan kepada Tuhan.Integritas adalah wujud dan kualitas kehidupan yang sangat pentingdan menentukan jatuh bangunnya seseorang. Segala karya dan prestasiditentukan olehnya sehingga perlu dipelihara dan dibina dengan sebaikbaiknya.Seorang pelayan ideal adalah seorang pelayan yang memiliki karakterkarakterluhur dan mulia, sehingga ia berwibawa dan menjadi saluran berkatAllah bagi orang lain. Gereja sedang merindukan pelayan-pelayan yangmempunyai integritas diri untuk menjadi teladan dalam pengabdian dan ketaatan kepada Tuhan
Apologetika tentang Kristologi
Apologetika termasuk teologi sistematik yang intinya mengenai dogmatika dan etika. Mengingat ruang lingkup teologi sistematik sangat luas, maka pada kesempatan ini yang akan dibahas hanya beberapa hal penting, seperti pengertian apologetika, tugas apologetika, dan apologetika tentang Kristologi yang dianggap paling mendasar untuk diketahui agar kita mampu memberikan argumentasi terhadap pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul tentang Kristologi
Memasuki Millenium III Dengan Gaya Kepemimpinan Yesus (Gaya Kepemimpinan 2000 Tahun Lalu)
Rahasia kepemimpinan Yesus ini kita akan mencoba mengaplikasikannya melaluitantangan kepemimpinan di millenium ke III. Dengan memahami kondisi millenium ke III sebagai millenium akhir zarnan yang ditandai sebagai masa yang sukar sulit maka dengan berpedoman kepada kepemimpinan Yesus berikut ini akan dikemukakan bentuk atau corak kepemimpinan yang diharapkan dapat menjawab tantangan kepemimpinan gereja masa kini
Mengajar Secara Kreatif
Menghasilkan cara mengajar yang kreatif meliputi banyak hal:sifat pribadi seorang guru dan pengenalan akan Tuhan dan firman-Nya,masa persiapan pelajaran, caranya ia merencanakan isi pelajaran,keterampilan-keterampilan dalam memakai beraneka macam metodemengajar dan hubungan pribadi dengan setiap murid. Seorang guruyang tidak berani berpikir secara kreatif at4upun belum pernah diajarsecara kreatif akan menghadapi lebih banyak tantangan tatkala ia inginmengubah cara mengajar nya. Namun, dengan kemauan yang sungsUttkeberanian untuk mencoba sesuatu yang baru dan dengan pengarahanyang jelas danbermutu, ia dapat juga menjadi seorang guru yang kreatif
Prospek Teologi sebagai Ilmu
Teologi adalah Ilmu yang bersifat multi dimensi. Karena itu, ilmu teologi harus bekerjasama dengan ilmu-ilmu lainnya sebagai pendukung bagi ilmu teologiTeologi sejak abad pertengahan sudah dikenal sebagai “queen of the science”. Teologisebagai ilmu yang dipelajari mendapat tempat utama dalam kehidupan masyarakat padawaktu itu. Maksudnya adalah bahwa semua jawaban dapat diperoleh dari teologi (baca: gereja). Ada juga ilmu-ilmu lain yang ditemukan, namun umumnya mereka adalah rohaniawan juga seperti Pascal, Newton, Keppler, dsb. Namun sejalan dengan perkembangan zaman, terutama sejak masa pencerahan di Eropa pada abad pertengahan, kedudukan ilmu teologi merosot dan digantikan oleh ilmu lainnya. Bahkan secara singkat dapat dikatakan di sini bahwa teologi telah berganti dengan sistem filsafat. Teologi yang bercirikan liberalisme mulai muncul akibat pemujaan terhadap akal yang berlebihan,sehingga para teolog berpikir untuk menghilangkan semua bentuk mitos di dalam Alkitab, dan diganti dengan konsep proyeksi iman kepercayaan
Menangani Konflik Antara Golongan Kuat dan Golongan Lemah
Pada masa pelayanan rasul Paulus, jemaat Korintus adalah salahsatu jemaat di mana Paulus begitu banyak memberikan tanggapanapologetis terhadap persoalan multi dimensi yang muncul dalam jemaattersebut. Dapat dikatakan bahwa di antara jemaat-jemaat yang dilayanioleh Paulus, jemaat Korintus menempati peringkat tertinggi mengenaibanyaknya persoalan yang harus diselesaikan.Salah satu persoalan yang membutuhkan jawaban apologetisPaulus adalah soal membeli dan makan makanan (daging) yang telahdipersembahkan kepada berhala, yang pada akhirnya menjadi masalahdilematis antara orang-orang yang merasa bebas untuk segala makanandan bagi mereka yang terikat pada peraturan hukum makanan (I Kor.8:1-13 dan 10:14-33)
Tantangan Dan Kesempatan Dalam Tugas Penggembalaan Gereja Di Era Post Modernisme
Gereja ditantang untuk ambil bagian dalam mengobarkan panggilannya melalui koinonia, diakonia, dan marturia. Panggilan ini tidak pernah berubah sepanjang zaman. Ini pula yang harus mewarnai penggembalaan gereja. Namun, setiap zaman memiliki konsep, pandangan, nilai-nilai, dan sistem yang berbeda. Sering kali Gereja mulai terbawa oleh arus zaman sehingga dogma gereja menjadiporak poranda oleh pikiran zamen. Agar gereja mampun menghadapi tantangan zaman maka ketungguhan dan konsistensi teologi yang benar yang berpusat pada Allah melaluifirman Allahyang hidup dan kekal harus menjadi dasar bagi pelayanan penegembalan di era pos modernisme ini. tergoncangkan
Bahasa Roh: Apa dan Bagaimana?
Apakah itu glossalalia? Glossalalia adalah adalah kata 1.ang dibangun daridtra kata Cerika, yaitu " glossa" yang berarti bahasa atau lidah dan "lalia"artinva pembicaraan, perkataan. Sehingga "glossalalia" adalah suatu pembicaraan dengan lidah, atau perkataan denganlidah. Dari istilah inilah maka orang biasa menyebutnya dengan bahasa roh dan bahasa lidah, di mana bahasa roh, atau bahasa lidah adalah semacam bahasa yang dengan kemampuan Roh Kudus orang dapat mengucapkannya. Baik dalam Korintus maupun dalam Kisah Para Rasul, sama-sama disebutbahasa roh karena keduanya semacam bahasa yang diucapkan dengan kemampuan dari Roh yang sama yaitu Roh Kudus