Jurnal Jaffray
Not a member yet
265 research outputs found
Sort by
Perang dalam Perspektif Agama
Tulisan di majalah TIME 24 Februari 2003 oleh Joe Klein, "TheBlinding Glare of His Certainty" mempertanyakan antara imankepercayaan Bush dengan keinginannya yang menggebu-gebu untukmenyerang Irak, walaupun mendapat tantangan dari masyarakat duniamaupun masyarakatnya sendiri. Apalagi kemudian ia menjadikan ayatayatKitab Suci sebagai alat untuk mengesahkan opininya tentangperlunya menghancurkan terorisme. Tulisan Klein juga mencobamemahami mengapa terjadi perubahan sikap keyakinan di manasewaktu menjadi Gubernur Texas yang banyak memakai kata kasih danhati nurani, dan saat ini berbalik sekali waktu akan menyerang Irak.sekarang bahasa Bush saat ini adalah bahasa arogan dan balas dendamatas serangan. terorisme. Dia menuduh dan berkata, ,,The terroristsbrought this war to us- and now we're takin'back to them.,, Dia jugaberkata kepada para tentara, "We're on the trail, we,re smokin, themout we've got'em on the run." Walaupun demikian, kesimpulan yangdibuat Klein terhadap Bush bahwa sikapnya terhadap perang dan 6alaidendam bukan karena faktor keyakinan imannya ying konservatif.Tetapi agamanya seharusnya bukan hanya membuat seseorangmendapat penghiburan (comfort) dan kekuatan (strength), teta1seharusnya dalam pengambilan keputusan perang, seorang pemimpinharus melihat agama sebagai sumber untuk mendapatkin hikmat(wisdom) sebeium memutuskan menyerang suatu negari
Iman Kristen dan Akal Budi
Apakah iman bertentangan dengan rasio atau akal budi, ataukah rasio adalahsesuatu yang tidak bersangkut paut dengan iman? Pertanyaan ini pertanyaan klasik di dalam kekristenan, oleh karena pertanyaan ini telah mempengaruhi agama Kristen selama berabad-abad lamanya. Dari pertanyaan di atas muncul dua macam ekstrim yang berbeda, di nurna ada yang memandang bahwa orang Kristen harus menekankan iman sebagai satu-satunya pokokyang harus menjadi landasan dalam kehidupan orang Kristen sehingga tidak menekankan rasio. Di lain pihak, ada yang menjadikan rasio sebagai satu-satunya standar segala sesuatu, kalau tidak masuk akal maka itu bukan kebenaran, seperti yang diungkapakan Immanuel Kant "gunakanlah rasiomu setinggi mungkin", bahkan Rene Descartes berkata, "Cogito ergo sum,I think therefore I am. I am am thinking being", sehingga segala sesuatu menjadi objek pikiran termasuk Allah, inilah pikiran era Rasionalisme
Menangani Masalah Konflik Agama
Tidak terasa sudah lima tahun usia era reformasi di tanah air. padamasa ini, rakyat Indonesia berjuang keras dalam melaksanakan agendaagendareformasi. Pemerintah, tokoh masyarakat dan tokoh agamabersama umat masing-masing berperan secara aktif guna memperbaikidan meningkatkan kwalitas hidup masyarakat indonesia
Visi Seorang Hamba Tuhan
Ada orang berkata: "Orang Kristen yang paling rugi adalah orang Kristenyang hidup dan melayani tanpa Visi. Tetapi yang lebih rugi lagi ialah seorangpemimpin Kristen yang melayani tanpa memiliki Visi Ilahi y angjelas". Hal ini penting sekali, sebab seorang pemimpin Kristen yang melayani tanpa Visi yang jelas, akan banyak menghabiskan waktu dan energi tanpa hasil yang maksimal. Dan yang paling berbahaya, adalah sang pemimpin akan sangat merugikan semua yang dipimpinnya. Pelayanan dan kegiatan mereka tanpa tujuan, tanpa sasaran, tidak ada pencapaian maksimal, sebal-r tujuan dan sasaran yang jelas mengalir dari Visi yang jelas. Inspirasi dan kinerjayang konsisten memang mengalir dari Visi
Providensia Allah dan Kehendak Bebas Manusia
Ketika Allah menciptakan seluruh ciptaan-Nya, Ia menciptakan seturut kehendakdan rencana-Nya. Tidak ada satupun ciptaan yang berada di luar dari penguasaantangan-Nya; Ia berkuasa dan berdaulat penuh terhadap ciptaan-Nya. Khusus dalam bagian ini, penulis lebih banyak menyinggung tentang manusia sebagai ciptaan Allah. Allah mengatur seluruh alam semesta dan yang hidup di dalamnya; Allah mengatur planet-planet sesuai dengan rencana dan kehendak-Nya, dan Allah mengatur semuanya itu untuk mencapai tujuan-Nya yang kekal