Jurnal Jaffray
Not a member yet
    265 research outputs found

    Tinjauan Teologis Tentang Iblis Dalam Injil Sinoptik

    No full text
    Adapun tujuan karya ilmiah ini adalah: Pertama, mempelajari pandangan ataukonsep Alkitab tentang iblis/setan dan roh-roh jahat dalam Injil Matius. Kedua,mempelajari pandangan atau konsep Alkitab tentang iblis/setan dan roh-roh jahat dalamInjil Markus. Ketiga, mempelajari pandangan atau konsep Alkitab tentang iblis/setandan roh-roh jahat dalam Injil Lukas.Untuk memperoleh data yang memadai dalam karya ilmiah ini, penulismengadakan penelitian kepustakaan (Library research) dan media internet mengenaiiblis, yang mana penelitian ini akan berpusat pada ungkapan-ungkapan ke tiga InjilSinoptik Matius, Markus, dan Lukas dan cerita-cerita di dalamnya meyangkut kuasajahat itu. Studi kata dan Latar Belakang ke tiga Injil Sinoptik tentang iblis, dan kuasajahat itu akan menjadi fokus penelitian karya ilmiah ini.Berdasarkan penguraian penulis dalam tulisan ini maka dapat ditarik kesimpulansebagai berikut: Pertama, Dalam bagian pemahaman tentang Injil Sinoptik dijelaskansecara latar belakang tentang penulis ke tiga Injil tersebut. Kedua, Dalam bagianpemahaman Injil Sinoptik dijelaskan secara latar belakang masing-masing ketiga Injiltentang maksud dan tujuan penulis. Ketiga, Dalam bahagian pemahaman Injil Sinoptikdijelaskan tentang pengertian Injil dan Injil Sinoptik. Keempat, Dengan tegas InjilSinoptik menjelaskan tentang Iblis. Walupun ada orang Kristen yang tidak menerimakebenaran ini. Namun tidak dapat diragukan lagi bahwa kitab Injil Sinoptik sangat jelasmembicarakan Iblis dan roh-roh jahat. Kelima, Khususnya dalam konsep Injil Sinoptiksangat nyata bagaimana pekerjaan Iblis diuraikan dengan, mencobai, melalui fikiranmanusia, merasuki tubuh manusia, membuat penyakit, menggunakan posisi,menggunakan waktu yang baik, serta menawarkan kemegahan dunia

    Formasi Rohani Seorang Pelayan Anak Dalam Menunjang Efektivitas Pelayanan

    No full text
    Sesuai dengan pokok masalah yang ada, maka yang menjadi tujuan dalampenulisan karya ilmiah ini adalah: Pertama, Para pelayan anak mengerti tentangtantangan dan peperangan yang dihadapinya dalam pelayanan anak. Kedua, Parapelayan anak memiliki formasi kehidupan rohani yang benar agar siap menghadapitantangan dan peperangan dalam pelayanan anak sehingga pelayanannya menjadiefektif. Ketiga, Sebagai salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana Teologi diSekolah Tinggi Theologia Jaffray Makassar.Adapun metode penulisan yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ini untukmendapatkan data yang diperlukan adalah: Pertama, Metode pengambilan danpengumpulan data melalui buku-buku yang berkaitan dengan judul yang dibahas dalamkarya ilmiah ini. Kedua, Dengan mengadakan wawancara dan kuisioner denganbeberappelayan anak dari jenis pelayanan anak yang berbeda.Setelah melihat semua hasil pembahasan dari setiap bab sebelumnya, maka penulismenarik beberapa kesimpulan. Formasi rohani seorang pelayan anak mencakuphubungan yang benar dengan Tuhan, hubungan yang benar dengan sesama danpengalaman perubahan dalam mengatasi dosa dan bertumbuh dalam kekudusan.Hubungan yang benar dengan Tuhan didasarkan pada pertobatan yang sejati danpengalaman perjumpaan secara pribadi dengan Tuhan, yang selanjutnya akan membawapertumbuhan yang benar, melalui waktu teduh, kehidupan doa dan puasa, sertapersekutuan dan ibadah. Hubungan yang benar dengan Allah akan menghasilkanhubungan yang benar pula dengan sesama. Hubungan yang benar dengan Allah juga akanmembuat seorang pelayan anak bersandar penuh pada kuasa Roh Kudus sehinggamengalami perubahan dan bertumbuh dalam kekudusan

    Pemulihan Gambar Diri Bagi Pekerja Seks Komersial Di Pusat Pelayanan Satuan Karya Wanita Mattiro Deceng Makassar

    No full text
    Adapun tujuan penulisan yang hendak dicapai sebagai berikut: Pertama, melaluiupaya pemulihan gambar diri baik lewat penerimaan masa lalu, iman, dan cinta kasihdiharapkan para wanita tuna susila dapat diterima di lingkungan masyarakat. Kedua,melalui upaya pemulihan gambar diri baik lewat penerimaan masa lalu, iman, dan cintakasih diharapkan gereja dapat menerapkannya kepada para wanita tuna susila sehinggalebih menumbuhkan lagi iman mereka.Adapun metode dalam penulisan ini, penulis menguraikan metode penelitian yangdipakai dalam hal penyusunan karya ilmiah. Pertama, mengumpulkan data-data denganmelakukan wawancara langsung dengan pihak-pihak terkait. Kedua, melalui studipustaka dimana penulis akan meneliti buku-buku yang ada kaitannya dengan materiyang dibahas dalam karya ilmiah. Ketiga, mengutip beberapa artikel lewat pemanfaatanmedia internet yang kesemuanya diharapkan dapat saling melengkapi serta berkaitanerat dengan penulisan ini. Keempat, melalui seminar-seminar yang secara langsungmembahas sesuai dengan penulisan. Kelima, menggunakan angket untuk memperolehinfomasi jelas dari PSK.Menerima masa lalu memerlukan waktu yang relatif lama untuk diterapkandalam praktek kehidupan sehari-hari seorang PSK. Dapat disadari karenamenghilangkan bekas mendalam dalam diri seseorang tidak dapat dengan mudah untukdihilangkan. Dalam membentuk gambar diri yang baik bagi seorang PSK diperlukaniman yang berdasarkan pada Kristus. Seorang PSK harus percaya dan menerima bahwaYesus adalah Tuhan dan Juruselamat, Pribadi yang sungguh-sungguh mengasihinya.Dapat dikatakan iman adalah pembentuk karakter dan gambar diri seorang Kristensehingga seseorang dapat menghargai diri dan tubuh serta menganggap bahwa tubuhnyaadalah tempat kediaman Allah itu sendir

    Peranan Gembala Sebagai Pemimpin Dalam Perspektif I Petrus 5:1-4 Dan Relevansinya Pada Masa Kini

    No full text
    Adapun tujuan dalam penulisan karya ilmiah ini adalah sebagai berikut: Pertama,untuk menemukan konsep peranan gembala sebagai pemimpin dalam I Petrus 5:1-4.Kedua, untuk merelevansikan konsep peranan gembala sebagai pemimpin denganpenggembalaan pada masa kini.Adapun metode yang digunakan oleh penulis adalah Library Reseach ataupenelitian perpustakaan, yaitu membaca buku-buku, menyelidiki kitab yang berkaitandengan pokok bahasan karya ilmiah ini.Berdasarkan semua uraian tentang peranan gembala sebagai pemimpin dalamperspektif I Petrus 5:1-4, maka dapat ditarik kesimpulan, konsep I Petrus 5:1-4 Tentangperanan gembala sebagai pemimpin bahwa seorang gembala harus mengerti peranannyasebagai pemimpin, yaitu: (1). Pemimpin yang memberi nasihat (I Petrus 5:1), seoranggembala sebagai pemimpin yang meberi nasihat harus mampu mengajarkan hal-hal yangbaik dan menganjurkan sesuatu yang berguna bagi bawahannya atau orang-orang yangdipimpinnya, (2). Pemimpin yang bertanggung jawab (I Petrus 5:2a), seorang pemimpinsejati adalah orang yang penuh dengan rasa tanggung jawab, pemimpin yang maumemikul, menerima dan mengambil tanggung jawab dengan penuh kesadaran untuktugas dan orang yang telah dipercayakan Tuhan kepadanya dan bukan orang yangmenghindar dari tanggung jawab, (3). Pemimpin yang sukarela (I Petrus 5:2), sebagaipemimpin harus mampu menerima dan menlayani bawahannya dengan hati yang terbuka,senang dan bukan bekerja karena paksaan tetapi dengan kemauannya sendiri, (4).Pemimpin yang memberi teladan (I Petrus 5:3), sebagai pemimpin ada tuntutan sikapteladan dalam seluruh aspek kehidupannya baik kehidupan rohani, hubungan denganorang lain, dalam pekerjaan, dan lewat sikap tegas

    Tinjauan Etika Kristen Terhadap Homoseksualitas

    Get PDF
    Tujuan penulisan merupakan suatu upaya menemukan jawaban atas pokokmasalah penelitan. Oleh karena itu berdasarkan pokok masalah di atas, maka tujuanpenulisan karya ilmiah ini adalah: Pertama, supaya pembaca karya ilmiah dapatmengetahui dan mengerti tentang pandangan iman dan moral kristen tentanghomoseksual. Kedua, supaya pembaca karya ilmiah dapat memperoleh petunjukmengenai sikap yang benar dalam menyikapi masalah homoseksual yang sesuai dengankehendak Allah. Ketiga, supaya pembaca karya ilmiah dapat mengetahui bagaimanaupaya-upaya dalam mengatasi masalah homoseksual.Dalam penulian karya ilmiah ini teknik penelitian mengenai masalah aktual,dengan mengadakan refleksi teologis dengan memberikan dekarya ilmiah yang normatif.metode penelitian yang digunakan adalah penelitian literatur (Library research) yaitukajian biblika dan menggunakan buku-buku sesuai dengan judul karya ilmiah yangdibahas.Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan oleh penulis dalam karya tulis ini,maka penulis menarik beberapa kesimpulan: Pertama, Homoseksualitas merupakanpenyimpangan seksual yang semakin merebak terjadi dewasa ini, termasuk pelakunyaadalah orang Kristen. Kedua, Allah menciptakan seks yang pada dasarnya mulia dansuci dan bukan sebagai sesuatu yang jahat dan hina. Karena itu seks yang adalah kudushanya dipakai di dalam ikatan pernikahan yang dimaksudkan untuk memperkuatkesatuan suami istri, untuk mengungkapkan kasih sayang, untuk melanjutkan keturunandan untuk kenikmatan yang kudus. Ketiga, Secara teologis homoseksual merupakantindakan seksual yang menyimpang dari ketetapan Allah yang kudus. Dengan tegasAlkitab menyatakan bahwa homoseksual adalah hubungan seks yang tidak wajar,pengumbaran hawa nafsu yang memalukan, dan tidak mendapat bagian di dalamkerajaan Allah Keempat, Homoseksual merupakan perbuatan dosa dan kekejian bagiTuhan. Dan akan menimbulkan berbagai hal dalam aspek kehidupan dan akanmengalami penolakan dalam masyarakat dan juga rentan untuk terkena penyakit sepertipenyakit AIDS

    Korelasi Harga Diri Dan Penerimaan Sosial Terhadap Kepribadian Yang Sehat pada Mahasiswa STT Jaffray Makassar

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan korelasi harga diridan penerimaan sosial terhadap kepribadian yang sehat pada mahasiswa Sekolah TinggiTheologia Jaffray Makassar. Harga diri mahasiswa menyangkut penilaian individumahasiswa terhadap dirinya sendiri atau pandangan keseluruhan individu tentangdirinya sendiri. Penerimaan sosial menyangkut penilaian orang lain terhadap individu,partisipasi aktifnya dalam kegiatan sosial,dan memiliki sikap yang bersahabat denganoran lain. Jika harga diri dan penerimaan sosial yang dimiliki individu baik, maka iaakan mampu menilai diri, situasi. Dan prestasi yang dicapainya secara realistik; mampumenerima tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya; mandiri; dapat menguasaiemosi; memiliki pertimbangan yang matang; respek dan empati terhadap orang lain;memiliki filsafat hidup berdasarkan keyakinan agama; dan merasa berbahagia.Metode penelitian adalah survey- kuantitatif yang meneliti para mahasiswa STTJaffray Makassar. Jumlah populasi mahasiswa STT Jaffray Makassar yang ditelitisebanyak 128. Teknik pengambilan sampel secara random sebanyak 91. Data yangterkumpul dianalisa dengan skala tinggi, rendah, sedang, dan rendah dari setiap varibelyang ada.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antaraharga diri dan penerimaan sosial terhadap kepribadian yang sehat pada mahasiswa STTJaffray Makassar dengan nilai korelasi sumbangsih harga diri dan penerimaan sosialterhadap kepribadian yang sehat sebesar 31,5%, sedangkan 68,5% dipengaruhi olehfactor-faktor yang lain

    Tinjauan Etika Kristen Terhadap Operasi Transeksual

    No full text
    Adapun tujuan penulisan dari pokok masalah diatas adalah: Untuk mengetahuipandangan etika Kristen tentang operasi transeksual.Mengingat begitu luasnya pembahasan tentang transeksual secara umum makapenulis membatasi karya ilmiah ini hanya berfokus pada operasi transeksual.Pembahasan operasi disini juga dibatasi hanya operasi alat kelamin ditinjau dari etikaKristen. Etika yang digunakan dalam penulisan ini dibatasi hanya etika yang bersifatdeontologis.Berdasarkan pembahasan yang telah dikemukakan oleh penulis dalam karyailmiah ini maka penulis menyimpulkan. Pertama, tubuh, seks, jenis kelamin, dan kepuasanseksual, pada dasarnya diciptakan Allah sangat baik, mulia dan suci dan dengan tujuanyang baik, dan ini juga merupakan gambar Allah. Akibat kejatuhan manusia pertamakedalam dosa maka gambar Allah menjadi rusak, sehingga Tubuh, seks, jenis kelamin,kepuasan seksual kehilangan peranannya. Banyak penyimpangan seksual yangberkembangan saat ini, dan sudah sangat meresahkan di dalam masyarakat. Kedua,transeksual adalah salah satu bentuk kelainan seksualitas yang abnormal dimanaseorang penderita mengalami ganguan identitas gender, yaitu seseorang merasa terjebakdalam tubuh yang berbeda. Ketiga, secara etika Kristen menjadi seorang transeksualatau waria tidak menjadi masalah. Karena secara Alkitabiah ada orang yang terlahirdengan keadaan abnormal. Perilaku homoseksual bagi seorang transeksual secaraAlkitabiah dilarang karena melanggar prinsip Alkitab. Keempat, segala bentuk tindakanoperasi transeksual yang mementingkan keegoisan dan kenikmatan belaka dari segi etikaKristen adalah salah dan melanggar kaidah Tuhan yang sudah ditetapkan. Seorang yangmelakukan operasi transeksual sudah menghina dan tidak menghargai dan juga tidakmengucap syukur atas apa yang sudah diberikan Tuhan yaitu kodrat sejak lahir sebagailaki-laki maupun perempuan. Seorang yang melakukan operasi transeksual akanmempunyai prilaku homoseksual. Kelima, orang kristiani harus dapat menampung danmenerima mereka sebagai bagian dari tubuh Kristus, mungkin Tuhan punya rencana bagikaum transeksual yang rohani untuk menjadi penginjil kaum transeksual

    Kepemimpinan Gembala: Suatu Kajian Filosofis tentang Proses Integrasi Kepemimpinan Rohani dan Sekuler

    No full text
    Tugas gembala jemaat untuk memelihara umat Allah, merupakan tugas yang sangat strategis. Pada satu sisimanusia diperhadapkan kepada kompleksitas permasalahan yang semakin lama semakin rumit. Gereja melalui fungsipenggembalaannya bisa menjadi tempat bagi orang-orang untuk mendapatkan jawaban dan pertolongan dalamhidupnya. Pada sisi yang lain dengan tingkat perkembangan sumber daya manusia dan ilmu pengetahuan yang semakinmaju, gereja sebenarnya bisa memanfaatkannya untuk pelayanan secara maksimal. Realitanya, sekarang orang lebihmencari jawaban melalui apa yang ditawarkan para pofesional dunia. Gereja dianggap ketinggalan jaman dalamupaya menjalankan tugas dan fungsinya. Melalui berbagai pandangan dan survei yang ada, diperoleh kesimpulanbahwa salah satu penyebab kemunduran gereja adalah tidakberfungsinya kepemimpinan gembala dengan baik.Mengingat kondisi seperti ini kepemimpinan gembala mesti digali, dikaji , dan dikembangkan, salah satu diantaranyamelalui pendekatan dengan bidang lain, dalam hal ini integrasi kepemimpinan rohani dan sekuler. Melalui tehnikpengumpulan data literatur (Library Research), yaitu melakukan penyelidikan terhadap buku-buku dan tulisantulisanyang berkaitan dengan karya ilmiah, berdasarkan pendekatan : hermeneutik, komparatif, evaluasi dan induksidan diduksi. Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh pengertian kepemimpinan gembala sebagai proses integrasikepemimpinan rohani dan sekuler serta kontribusinya bagi pelayanan gereja, sehingga gembala dan gereja dapatmenjalankan pelayanannya dengan baik

    Tinjauan Teologis Terhadap Budaya Pemanggilan Arwah Orang Mati Pada Suku Pamona

    No full text
    Bagi orang Pamona menghargai orang yang telah mati adalah sebuah kewajibanmutlak yang harus dilakukan, karena bagi suku Pamona orang mati dapat memberi berkat,memelihara serta memberi umur panjang. Namun sebaliknya, orang-orang Pamona meyakinibahwa orang mati juga dapat mendatangkan malapetaka dan kutukan bagi mereka yangtidak menghargai arwah orang mati itu.menurut Firman Tuhan, berhubungan dengan dengan orang mati adalah dosa.Itulah sebabnya dapat disimpulkan pula bahwa budaya pemanggilan arwah pada sukuPamona adalah dosa dihadapan Tuhan. Untuk itu, budaya itu tidak boleh dipelihara tetapiharus ditinggalkan agar orang-orang Pamona yang telah menjadi orang-orang percaya dapatbertunbuh dalam iman dan hidup sesuai dengan Firman Tuhan

    Peran Orang Tua Terhadapa Perkembangan Pribadi Remaja Atas Pemanfaatan Internet di Kalangan Remaja di SMU Advent Makassar

    No full text
    Pokok masalah dalam penulisan ini adalah sejauh mana peran orang tua dalam perkembanganpribadi remaja atas pemanfaatan internet dikalangan remaja. Adapun tujuan yang ingin dicapai ialahuntuk membahas peran orang tua dalam perkembangan pribadi remaja atas pemanfaatan internetdikalangan remaja. Penelitian ini mengambil sampel yang terdiri dari 40 orang tua atau 40 keluarga dan40 siswa remaja. Sampel siswa remaja diambil dari siswa SMU Advent dan sampel orang tua dari orangtua siswa. Penulis menggunakan kuesioner dan wawancara sebagai teknik pengumpul data. Teknikanalisis data ialah analisis statistic dengan program SPSS 15. Hasil penelitian ini ialah pengaruh peranorang tua kepada kualitas pribadi anak masih kurang, sehingga hanya memberikan pengaruh negatifkepada kualitas pribadi anak, sehingga anak kurang memakai internet untuk hal positif

    21

    full texts

    265

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Jaffray
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇