Jurnal Jaffray
Not a member yet
    265 research outputs found

    Prinsip-Prinsip Kepemimpinan Yusuf Dalam Menghadapi Perubahan Berdasarkan Kitab Kejadian 37-50

    No full text
    Pertama, Prinsip-prinsip kepemimpinan Yusuf dalam menghadapi perubahan adalahsebagai berikut, (1) Berpegang teguh pada visi yang berasal dari Allah yang ditunjangdengan karakter yang baik, (2) Membaca peluang yang ada, (3) Menyadari perubahanyang akan terjadi, (4) Mempersiapkan diri dalam menghadapi perubahan, (5) Tahumemanfaatkan perubahan yang terjadi, (6) Bisa menjadi pengendali perubahan.Kedua, Implementasi prinsip-prinsip kepemimpinan Yusuf dalam kepemimpinangereja masa kini dalam menghadapi perubahan adalah sebagai berikut, (1) Fokus pada visi,(2) Membaca tren perubahan, (3) Mempersiapkan diri, (4) Mengendalikan perubahandengan cara (a) Mencari indikator perubahan, (b) Mencari dampak positif, (c) Mencaridampak negative, (d) mempersiapkan sarana (5) Menciptakan perubahan

    Pengaruh Pemberian Persepuluhan Atas Kerohanian Gereja Sidang Jemaat Allah Jemaat Victorius Worship Family Makassar

    No full text
    Yang menjadi pokok masalah dalam penulisan karya ilmiah ini adalah sejauh mana sikap jemaatdalam hal perpuluhan berpengaruh atas perkembangan rohani, dan sejauh mana sikap jemaat dalamperpuluhan berpengaruh atas perkembangan usaha. Tujuan penulisan ini ialah untuk mencari tahu faktorfaktorapa yang menyebabkan jemaat tidak setia dalam memberi persepuluhan kepada Tuhan, dan untukmencari tahu mengapa jemaat tidak memahami dengan benar tentang persepuluhan. Penelitian akanmengambil sample yang terdiri dari 50 anggota jemaat yang sudah berpenghasilan. Teknik pengumpulandata melalui angket dan teknik analisis data yaitu penggunaan analisis statistic dengan program SPSS 15.Adapu hasiul penelitian bahwa tingkat pendidikan jemaat GSJA Victorious Worship FamilyMakassar sangat berpengaruh terhadap perkembangan rohani jemaat, di mana apabila terjadi peningkatanpada tingkat pendidikan jemaat maka perkembangan rohaninya mengalami penurunan. Kedua, bahwatingkat pendidikan jemaat sangat berpengaruh terhadap keberhasilan usaha jemaat, di mana apabila terjadipeningkatan pada tingkat pendidikan jemaat maka keberhasilan usaha jemaat mengalami peningkatan.Ketiga, bahwa tingkat pendidikan jemaat sangat berpengaruh terhadap sikap memberi persepuluhan kepadaTuhan, di mana apabila terjadi peningkatan pada tingkat pendidikan maka tingkat sikap memberipersepuluhan kepada Tuhan mengalami perkembangan

    Konsep Eirene Berdasarkan Efesus 2:11-22 dan Implementasinya dalam Kekristenan Masa Kini

    No full text
    Pertama, setelah setiap pembaca memahami makna eirene diharapkan akanmenerapkan kata eirene ini, di dalam kehidupan setiap hari sebagai salam sapaan sepertilayaknya kata syalom. Dan juga menghidupinya di dalam kehidupan Kristennya.Kedua, hendaklah setiap pemimpin gereja atau para gembala jemaat memahamibahasa asli Alkitab baik itu bahasa Ibrani untuk Perjanjian Lama maupun bahasa Yunaniuntuk Perjanjian Baru supaya dapat mengajar jemaatnya dengan baik.Ketiga, hendaklah setiap orang percaya mengimplementasikan makna eirene inididalam kehidupannya setiap hari, baik dalam ruang lingkup kelurga, tempat kerja ataudimanapun dia berada, harus menjadi pelaku eirene.Keempat, hendaklah setiap pemimpin gereja dan anggota jemaatnya yang sudahmengalami eirene dapat memberitakan, berita eirene (damai sejahtera) kepada orang lainyang belum mengalaminya, supaya orang lainpun didamaikan dengan Allah dansesamanya.Dan akhirnya, doa penulis semoga Allah sumber damai sejahtera yang sudahmendamaikan manusia lewat Anak-Nya Yesus Kristus, akan melimpahi semua orangpercaya dengan damai sejahtera. Penulis sangat mengharapkan agar karya ilmiah ini dapatmenjadi berkat bagi setiap pembaca dan orang percaya masa kini

    Pembinaan Kerohanian Gereja Bethel Tabernakel dalam Konteks Kebudayaan Toraja

    No full text
    Penulisan ini bertujuan untuk menambah wawasan dan mengembangkan pola pikir para hambaTuhan yang melayani di Tana Toraja mengenai keberadaan dan fungsinya di tengah-tengah masyarakatToraja yang masih terikat pada adat dan kebudayaannya. Manfaat lain dari tulisan ini adalah sebagaisuatu acuan dan tuntunan praktis bagi para hamba Tuhan dalam GBT khususnya yang melayani di TanaToraja, untuk mendiskusikan lebih lanjut tentang cara memanfaatkan kebudayaan suku Toraja, agardapat menemukan suatu cara yang lebih efektif untuk pembinaan rohani GBT pada masa sekarang danyang akan datang.Sejalan dengan permasalahan dan tujuan penulisan ini, penulis mengadakan penelitian yangdifokuskan pada konteks kebudayaan Toraja, untuk mengetahui dan mengkontekstualisasikan elemenelemenyang positif dalam kebudayaan suku Toraja untuk pembinaan kerohanian GBT di Tana Toraja.Pengumpulan data dilakukan dengan dengan metode analisis, yaitu mengadakan observasi dan interviewserta studi literatur pada perpustakaan.Hasil penelitian menggambarkan bahwa ternyata di dalam berbagai kebudayaan suku Torajaterdapat unsur-unsur kebudayaan yang dapat dikontekstualisasikan untuk pembinaan rohani GBTkarena bersifat netral terhadap iman Kristen, tetapi ada pula yang tidak dapat dikontekstualisasikankarena bertolak belakang dengan iman Kristen. Kebudayaan yang dapat dikontekstualisasikan, sepertikonsep penyembahan kepada Puang Matua dan kepada tiga oknum Allah, upacara rambu tuka’ ,upacara rampanan kapa’, pemali-pemali (larangan), tongkonan, sikap gotong-royong, dansaling memberi. Kebudayaan yang tidak dapat dikontekstualisasikan, seperti penyembahan kepadabanyak dewa dan kepada arwah nenek moyang, kurban kepada orang mati, patung sebagai penggantiorang mati (tau-tau), upacara rambu solo’ , ma’badong. Namun, hal ini tidak lepas dari masalahmasalahkarena iman percayanya kepada Yesus Kristus. Tetapi sebagai gereja/orang Kristen yangsungguh-sungguh berpegang teguh pada Firman Allah, tidak akan gentar menghadapi semuanya itu,bahkan semakin memiliki iman Kristiani yang kokoh

    Strategi Komunikasi Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Terhadap Masyarakat Sekitar

    No full text
    Tujuan penulisan ini adalah: (l) Untuk mengetahui sejauh mana STT Jaffray Makassardengan masyarakat setempat; (2) Untuk mengetahui pengaruh positif atau negatifkeberadaan STT Jaffray Makassar.Penelitian ini dilaksanakan di Kampus Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Makassar danmasyarakat sekitarnya di Jalan Gunung Merapi, Jl. S. Preman Lr. 55 Makassar. Adapunpopulasi penelitian ini adalah warga kampus STTJ dan warga sekitarnya. Respondenpenelitian ditentukan secara acak sederhana (Simple Random Sampling). Tipe penelitian iniadalah deskriptif kualitatif.Data primer dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, obsevasi dan wawancara,sedangkan data sekundernya dikumpulkan melalui studi kepustakaan. Dari semua data yangsudah dikumpulkan selanjutnya dianalisis secara kualitatif deskriptif.Hasil penelitian menujukan bahwa hubungan antara Sekolah Tinggi Theologia JaffrayMakassar dengan masyarakat sekitarnya adalah cukup harmonis, masyarakat sekitar merasakehadiran kampus tersebut mempunyai dampak positif pada lingkungannya. Dari penelitianini ditemukan juga bahwa masyarakat dapat menerima dengan baik kehadiran kampustersebut karena warga kampus selalu ada kepedulian dan membangun kerja sama yang baikdengan semuap pihak seperti pemerintahan mulai dari RT, RW, Kelurahan dan seterusnya.Oleh warga setempt merasakan bahwa ada merasa memiliki dan berupaya untuk melindungidari gangguan keamanan dari tindakan-tindakan orang-orang yang tidak bertanggung jawab

    Pandangan Alkitab Tentang Praktik Bisnis di Kalangan Hamba Tuhan Penuh Waktu

    No full text
    Pertama, bisnis merupakan suatu kegiatan menyalurkan jasa dari produsen kepadakonsumen untuk menghasilkan keuntungan yang dipakai untuk kemuliaan Allah. Dimana dalam bisnis seorang hamba Tuhan penuh waktu haruslah memperhatikan tujuanbisnis, fungsi bisnis, etika bisnis, sasaran bisnis sesuai dengan ajaran ke-Kristenan karenabisnis adalah milik Allah.Kedua, bisnis bukan hal yang kotor dan tidak ada larangan dalam Alkitab bahwaseorang hamba Tuhan penuh waktu boleh berbisnis sebaliknya firman Tuhan banyakmengajarkan bagaimana seharusnya melakukan bisnis dengan benar. Walaupun tidak adalarangan tetapi seorang hamba Tuhan harus memiliki prinsip yaitu jika jemaatnya mampuuntuk mencukupi kebutuhan hidupnya maka ia harus fokus untuk pelayanan saja sepertihalnya pelayanan yang dilakukan oleh kaum Lewi pada masa Perjanjian Lama tetapi jikajemaat tidak mampu untuk mencukupi kebutuhan hamba Tuhan maka tidak salah jikamereka melakukan bisnis.. Ketiga, walaupun tidak ada salahnya hamba Tuhan untuk berbisnis namun tidaksemua aliran gerja menyetujui hamba Tuhan untuk berbisnis. Ini semua tergantung aturantata gereja masing-masing, jika tata gereja mengizinkan hamba Tuhan boleh berbisnismaka itu boleh dilakukan asalkan tidak menjadi batu sandungan bagi jemaatnya

    Analisis Faktor Penyebab Utama Kecenderungan Bunuh Diri di Kalangan Remaja yang Berusia 15-17 Tahun di Makassar

    No full text
    Pokok masalah penelitian ini ialah apa yang menjadi penyebab utama terjadinya kasus bunuh diri dikalangan remaja yang berusia 15 sampai 17 tahun? Adapun tujuan penulisan ini adalah sebagi berikut:memberitahukan kepada pembaca bahwa yang menjadi penyebab utama terjadinya kasus bunuh diri adalahmasalah yang dihadapi oleh remaja yang berusai 15-17 tahun dengan keluarga mereka. Penyebab lainnya adalahdepresi dan konsep diri yang keliru. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah siswa berusia 15 sampai16 tahun (kelas X) di SMU Kristen Diakui Makassar, dan siswa berusia 15-17 tahun (kelas X dan XI) di SMAGamaliel Makassar. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X di SMU Kristen Diakui Makassar, dansiswa kelas XI PIA 2 dan kelas XI PIS, kelas X-5 di SMU Gamaliel Makassar. Dalam penelitian ini, penulismenggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara , angket, dan observasi. Teknik analisis data ialahanalisis statitik dengan program SPSS 15. Hasil penelitian ini ialah ada tiga masalah yang dihadapi oleh remajayang berniat melakukan bunuh diri, yaitu: Depresi. Depresi yang mereka alami adalah puncak dari semuaperasaan bersalah, marah, tidak berarti dan tidak diinginkan. Depresi yang berat menjadi salah satu penyebabterjadinya bunuh diri. Konsep diri. Masalah konsep diri banyak dialami oleh remaja. Konsep diri yang kelirumembuat mereka merasa tidak diinginkan, tidak berharga dan tidak seorang pun mengasihi mereka. Konsep diriyang salah ini juga dipengaruhi oleh teman sebaya mereka. Remaja berusaha untuk menjadi eperti yangdiinginkan oleh teman sebaya agar mereka bias diterima dan diakui oleh kelompok teman sebaya mereka.Hubungan dalam keluarga. Hubungan dalam keluarga menyangkut perceraian orang tua mereka danpenerimaan dari orang tua. Perceraian orang tua melukai anak remaja dan membuat mereka merasa tidakdikasihi dan menyalahkan diri atas perceraian itu. Orang tua yang tidak menerima anak remajanya sebagai dirimereka sendiri memuat remaja berusaha untuk menjadi orang lain dan merasa orang tua mereka baru akanmengasihi mereka saat mereka menjadi remaja yang orang tua mereka inginkan bukannya menjadi merekasendiri

    Apakah Hanya Ada Satu Jalan Keselamatan?

    No full text
    Ketika Kekristenan hendak mempercakapkan keberbedaan di atas makapercakapan itu akan didasarkan pada apa yang dipandang sebagai hakikat dari imanKristen. Dan menurut Paul F, Knitter, jika hendak menggunakan hakikat Kekristenanmaka pengungkapan itu senantiasa berkaitan dengan, dan mempunyai dasar sertaberpusat pada Yesus Kristus. Ini berarti bahrva bagaimana percakapan tentangkeberbedaan di atas bergantung pada Kristologi yang ada di balik percakapan tersebut.Persoalannya hingga saat ini ada begitu banyak pemahaman tentang YesusKristus dalam komunitas Kristen. Bahkan dari awal mulainya sejarah Kekrisrenantercatat bahwa pengikut-Nya telah merumuskan beragam pemahaman tentangdiri-Nya. Bakan pada penulis Injil pun menggambarkan Yesus Kristus denganberagam pemahaman. Kenyataan ini menunjukkan bahwa konteks sangatberpengaruh dalam merumuskan Kristus yang diimani oleh pada pengikut-Nya.Hal inilah yang mendorong penulis mencoba unruk memberikan gambaran ringkas(sketsa) satu tema dalam kristologis yang seringkali menjadi persoalan dalam kontekskemajemukan agama

    Teori Individuasi Carl Gustav Jung

    No full text
    Masyarakat pada masa kini adalah masyarakat yang telah beralih dari masyarakat tradisional menjadi masyarakat modern. Masyarakat modern punya ciri khas tersendiri begitu pula dengan masyarakat pasca modern. C. G. Jung membahas tentang masyarakat yang berindividuasi. Apakah masyarakat yang berindividuasi itu adalah termasuk dalam salah satu ciri dari masyarakat modern.Individu yang mampu mengatasi persoalan masyarakat moderen ialah individu yang mencapai tahap-tahap proses individuasi ini atau yang disebut pula sebagai individu yang berindividuasi

    Peranan Kaum Awam dalam Pertumbuhan Gereja KIBAID Jemaat Latimojong

    No full text
    Dalam menindaklanjuti amanat Agung Yesus Kristus yang yang rerdapatdalam Matius 28 :1, 20 Yaitu menjadikan sekalian bangsa murid-Nya maka kaumawam harus diberi pelatihan dan peran agar terlibat dalam berbagai bentukkehidupannya menjadi saksi Kristus sehingga Gereja dapat bertumbuh. GerejaKIBAID Latimojong berkembang dengan berdirinya beberapaJemaat di Makassar,karena kaum Awam diberi pelatihan dan peran dalam bersaksi. Dalam tulisan iniakan dipaparkan tentang dasar Alkitab mengenai peran atau keterlibatan kaumAwam dan strategi Pertumbuhan Gereja.Bagian ini merupakan rinjauan pustaka yang dianggap sangat penting sebagailandasan untuk melangkah pada pembahasan inti yairu peranan kaum awam sebagaistrategi pertumbuhan gereja KIBAIDJemaat Latimojong. Landasan tersebut adalahpemahaman dasar tentang peranan kaum awam dalam pertumbuhan gereja

    21

    full texts

    265

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Jaffray
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇