Jurnal Jaffray
Not a member yet
265 research outputs found
Sort by
Kerajaan Allah Menurut Injil-Injil Sinoptik
Sesuai dengan pokok masalah yang ada, maka yang menjadi tujuan dalampenulisan karya ilmiah ini adalah: Pertama, untuk menemukan atau mengetahuiapakah terdapat perbedaan dan persamaan gagasan tentang Kerajaan Allah dalamInjil-injil Sinoptik.Kedua, untuk mengetahui apa saja yang termasuk dalam aspeksoteriologi, ekklesiologi, dan moral-etis tentang Kerajaan Allah. Ketiga, untukmengetahui apa peran Yesus dalam Kerajaan Allah tersebut.Adapun kesimpulan karya tulis “Kerajaan Allah Menurut Injil-Injil Sinoptik”adalah: Pertama, Kerajaan Allah merupakan pemerintahan Allah yang telahmemasuki zaman ini melalui kehadiran Yesus dan akan menjadi sempurna pada saatkedatangan-Nya untuk kedua kalinya. Kedua, Ungkapan Kerajaan Allah danKerajaan Sorga memiliki makna yang sama, tanpa ada maksud untuk membedakankedua objek dari ungkapan tersebut. Ketiga, Sinoptik menegaskan bahwa KerajaanAllah yang akan datang merupakan sesuatu yang rahasia dan tidak diketahuikepastian waktunya. Keempat, Ketiga Injil memiliki pandangan yang sama tentangdimensi waktu sekarang dan futuris tentang Kerajaan. Kelima, Kerajaan Allah yangdibicarakan dalam Injil-injil Sinoptik, tidak terlepas kaitannya dengan misisoteriologi Allah untuk menyelamatkan umat-Nya dari perbudakan dosa. Keenam,Kerajaan Allah bekerja melalui gereja sekarang ini untuk mengabarkan kabar baiktentang tindakan Allah dalam sejarah, meskipun gereja bukanlah Kerajaan Allah itusendiri. Ketujuh, Kerajaan Allah mengharuskan pertobatan untuk menyambutnya,dimana pertobatan itu akan menghasilkan sebuah kehidupan berbeda darisebelumnya, oleh karena adanya prinsip-prinsip etis dari Kerajaan Allah yang perludihidupi oleh warga Kerajaan tersebut. Kedelapan, Yesus adalah inti pembicaraanInjil, sedangkan inti pemberitaan Yesus adalah Kerajaan Allah
Analisis Pengaruh Nyanyian Jemaat Terhadap Kualitas Ibadah Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Jemaat Bukit Zaitun Makassar
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, sejauh mana nyanyian jemaatmemengaruhi kualitas penyembahan umat dalam ibadah Gereja Protestan diIndonesia bagian Barat (GPIB) Jemaat Bukit Zaitun Makassar. Bagaimana umatmenyikapi nyanyian jemaat sebagai suatu liturgi, erat hubungannya untukmeningkatkan kualitas ibadah penyembahan umat di gereja protestan tradisionalseperti GPIB.Metode penelitian kualitatif dengan studi kasus. Data dikumpulkan secarainduktif melalui observasi kepada jemaat yang terdiri dari para pelayan musik(organis, kantoria, paduan suara), jemaat awam secara random untuk kemudiandianalisis..Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa jemaat tidak sepenuhnya tahu,kenal, dan sadar akan hakikat nyanyian dalam ibadah. Jemaat banyak tidakmemahami hubungan nyanyian dengan liturgi berlandaskan muatan teologia Alkitab,dan tradisi, sehingga jemaat cenderung bersikap acuh tak acuh dalam meresponnyanyian, begitupun pada saat menyanyikannya. Perbedaan pendapat di antarajemaat tentang penggunaan istilah penyembahan yang kurang dikenal dan tidak biasadi kalangan protestan tradisional – kata penyembahan sering dimaknai sebagaisebuah ritual khusus dalam liturgi ibadah kaum kharismatik – sehingga menjadipenghambat dalam memahami nyanyian sebagai sarana penyembahan dalam liturgi
Implementasi Strategi Pembinaan Menuju Pertumbuhan Rohani Pemuda Gkii Jemaat Sidu’ung Muara Berau
Tujuan karya ilmiah ini adalah Pertama, menemukan faktor-faktor penyebabserta masalah pemuda Jemaat Sidu’ung tidak mengalami pertumbuhan rohani. Kedua,memberikan strategi yang efektif untuk meningkatkan pembinaan terhadap pemudasehingga mengalami pertumbuhan rohani.Metode yang digunakan dalam penyusuanan karya ilmiah ini adalah: Pertama,penelitian kepustakaan yaitu mengumpulkan data dari kamus, Alkitab, buku-buku,majalah, koran, diktat. Kedua, melalui wawancara responden, kuisioner untukmemperoleh informasi sebagai data lapangan.Kesimpulan karya ilmiah ini adalah: Pertama, penghambat pertumbuhanrohani pemuda GKII Sidu’ung Muara adalah karena belum terjadi pertobatan yangsesungguhnya di kalangan pemuda. Kedua, fakta di lapangan menunjukkan adanyakendala-kendala yang menghambat dalam pertumbuhan rohani pemuda GKIISidu’ung Muara yaitu: 1) kurangnya dedikasi seorang Pembina pemuda terhadappelayanan pemuda. 2) Kurangnya persekutuan. 3) Lingkungan sosial yang kurangmendukung pertumbuhan rohani pemuda. 4) Program pelayanan pemuda kurangmenarik. Ketiga, beberapa upaya atau strategi pembinaan yang efektif dalammeningkatkan kualitas kerohanian pemuda adalah dengan melakukan perkunjungansecara teratur, melalui pemahaman Alkitab, mengadakan retret, menyelenggarakanKKR, Penginjilan Pribadi dan menata persekutuan dengan kreatif
Tinjauan Teologis: Allah Menyesal Berdasarkan Perspektif Kitab Kejadian Pasal 6:6-7
Tujuan penelitian ini adalah Pertama, untuk menjelaskan makna Allahmenyesal melalui pemaparan eksposisi nas di dalam kitab Kejadian 6:6-7, supayadapat menghasilkan kerangka pemahaman yang benar tentang Allah sebagaiPencipta. Kedua, untuk mendapatkan pemahaman yang benar mengenai Allahmenyesal berdasarkan penjelasan implikasi teologis. Ketiga, supaya orang percayadapat mengerti makna mengenai Allah menyesal dalam kitab Kejadian 6:6-7 yangdijabarkan dalam implikasi praktis.Penulisan karya ilmiah ini menggunakan metodologi eksposisi, denganmenggunakan prinsip-prinsip hermeneutika, yaitu dengan kajian eksegesis Alkitabmengenai Allah menyesal berdasarkan Kejadian 6:6-7 dan melalui penelitiankualitatif, yaitu dengan penggunaan buku-buku di perpustakaan yang berkaitandengan konsep judul karya ilmiah.Kesimpulan karya ilmiah ini adalah: Pertama, Allah yang menyesal adalahAllah yang konsisten terhadap sifat dan karakter-Nya. Kedua, Allah yang menyesaladalah Allah yang harus dipahami melalui konteks firman Tuhan. Berdasarkankonteks Kejadian 6:6-7 Allah menyesal adalah Allah yang menyatakan pengakuan-Nya sebagai pencipta (6:6). Dan Mengungkapkan keputusan Allah (6:7). Ketiga,Allah menyesal adalah Allah yang tidak dapat menyangkal diri-Nya sebagai Allahyang ingin menyatakan bahwa Ia sangat berduka, tetapi harus menyatakankeadilannya sebagai Allah dan harus menghukum kejahatan manusia. Keempat,Allah menyesal adalah Allah yang menghendaki supaya manusia hidup dalamperaturan dan hukum-hukum yang Allah tetapkan dalam kehidupannya
Analisis Pengaruh Gaya Kepemimpinan Dosen Terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Makassar
Penelitian bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh antara gayakepemimpinan dosen terhadap motivasi belajar mahasiswa Sekolah Tinggi TheologiaJaffray Makassar.Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 50 responden dari 391mahasiswa. Teknik pengumpulan data ialah melalui angket. Metode analisis datayang digunakan adalah analisis regresi linier berganda.Adapun hasil penelitian ini ialah Pada tingkat kematangan mahasiswa yangmampu dan mau (M4), tidak ada hubungan yang signifikan antara gayakepemimpinan delegasi (G4) dosen terhadap motivasi belajar mahasiswa. Padatingkat kematangan mahasiswa yang mampu tetapi tidak mau (M3), terdapathubungan yang signifikan antara gaya kepemimpinan partisipasi (G3) dosen terhadapmotivasi belajar mahasiswa. Pada tingkat kematangan mahasiswa (M2) yang tidakmampu tetapi mau, tidak ada hubungan yang signifikan antara gaya kepemimpinankonsultasi (G2) dosen terhadap motivasi belajar mahasiswa. Pada tingkatkematangan mahasiswa yang tidak mampu dan tidak mau (M1), terdapat hubunganyang signifikan antara gaya kepemimpinan instruksi (G1) dosen terhadap motivasibelajar mahasiswa
Okultisme Dalam Pelayanan Pastoral
Tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah: Pertama, memberikan pemahamantentang strategi dan pengaruh okultisme dalam pelayanan. Kedua, menunjukkanbagaimana cara melayani orang-orang yang dikuasai oleh okultisme.Metode yang digunakan dalam penyusuanan karya ilmiah ini adalah:memakai metode penelitian studi kepustakaan yakni penulis mengambil data-datadari buku-buku perpustakaan dan tulisan-tulisan lainnya yang memiliki hubungandengan karya ilmiah ini, juga pengalaman penulis dalam pelayanan okultismemerupakan dukungan dalam penulisan karya ilmiah ini.Adapun kesimpulan karya ilmiah “Okultisme dalam Pelayanan Pastoral”adalah: Pertama, okultisme dalam pelayanan pastoral merupakan bagian yang kaitmengait dengan pemberitaan Injil. Manusia harus diinjili supaya menerima Yesussebagai Tuhan dan Juruselamatnya dan orang yang telah diselamatkan harus jugadilepaskan dari kuasa gelap atau kuasa setan. Kedua, okultisme dalam pelayananpastoral menjadi sangat penting bagi pelayanan pastoral karena iblis adalah musuhkita. Oleh karena itu, hamba-hamba Tuhan harus yakin bahwa iblis ada dan tetapbekerja memengaruhi umat Tuhan dan hamba-hamba Tuhan harus siap membelaumat Tuhan dengan melawan iblis dengan iman yang teguh. Ketiga, penguraianokultisme dalam pelayanan pastoral adalah merupakan acuan yang dapat dijadikanpedoman oleh hamba-hamba Tuhan dalam mengadakan pelepasan umat Tuhan darikuasa-kuasa gelap, sehingga umat Tuhan menjadi umat pemenang dari kuasa dosadan iblis
Makna Kebangkitan Kristus Berdasarkan I Korintus 15:12-28 Dan Implikasinya Bagi Orang Percaya
Sesuai dengan pokok masalah yang ada, maka yang menjadi tujuan dalampenulisan karya ilmiah ini adalah: Pertama, untuk menjelaskan makna kebangkitanKristus berdasarkan I Korintus 15:12-28. Kedua, untuk menjelaskan implikasi darimakna kebangkitan Kristus bagi orang percaya.Adapun metode penulisan yang digunakan adalah: menggunakan hermeneutikametode eksegesis Alkitab, yang sumbernya berkaitan langsung dari literatur (LibraryResearch) dengan menggunakan buku-buku pendukung yang relevan dengan judulyang dibahas oleh penulis dan disertai bantuan media elektronik.Adapun kesimpulan karya ilmiah “Makna Kebangkitan Kristus Berdasarkan IKorintus 15:12-28 Dan Implikasinya Bagi Orang Percaya” adalah Pertama, Kristusadalah Allah yang menjadi manusia sejati. Sebagai manusia Kristus mengalamikematian tubuh. Tetapi di dalam Dia, Allah hadir dan bertindak membangkitkan-Nya dari kematian itu. Kedua, kebangkitan Kristus adalah bagian dari Injil yangutuh yang diberitakan sekaligus meneguhkan pemberitaan Injil. Sebab, pemberitaanInjil yang lengkap tidak terpisahkan dari peristiwa dan pemberitaan kebangkitanKristus. Ketiga, kebangkitan Kristus menjadi penentu dari seluruh ajaran Kristensehingga tegak atau runtuhnya iman Kristen didasarkan kepada realitas kebangkitanKristus. Keempat, kebangkitan Kristus adalah salah satu penentu tentang jaminankarya penebusan Allah yang sempurna melalui Anak-Nya yaitu Yesus Kristus.Kelima, kebangkitan Kristus adalah dasar kebangkitan orang-orang percaya padasaat kedatangan Kristus yang kedua kalinya (parousia
Optimalisasi Hubungan Antargereja Di Doyo Sentani Sebagai Upaya Menunjang Keesaan Gereja
Tujuan penulisan adalah untuk mengetahui pengaruh kerjasama dalampersekutuan bersama antargereja dapat mengoptimalkan sesuatu yang berguna untukmambawa perubahan dalam gereja-gereja lokal di Doyo SentaniMetode penelitian yang digunakan adalah: Pertama, studi kepustakaan yangmendukung pembahasan tulisan ilmiah ini. Kedua, melalui angket yang disebarkan keseratus responden, guna mendapat masukan dan sekaligus menjadi dasar yangmenguatkan penelitian serta memiliki bobot ilmiah. Ketiga, wawancara, yaitumelakukan percakapan langsung atau wawancara melalui beberapa pertanyaan lisankepada responden atau anggota jemaat juga kepada pemimpin dalam jemaat (pendeta,penatua, syamas, majelis) yang dituakan dan sebagai panutan dalam jemaat di tujuhdenominasi gereja yang ada di Doyo Sentani.Kesimpulan penelitian ini adalah: Pertama, Kesatuan dalam hubungankerjasama pelayanan antargereja di Doyo Sentani dapat tercipta apabila semuaorang percaya sungguh-sungguh memahami arti persekutuan yang dimaksudkan olehTuhan Yesus Kristus. Kedua, Hubungan antargereja sebagai upaya dan sarana untukmengkomunikasikan Injil Yesus Kristus bagi anggota jemaat yang tidak aktif, sertameningkatkan mutu rohani jemaat secara menyeluruh. Ketiga, Optimalisasihubungan kerjasama pelayanan melalui persekutuan bersama antargereja lokal diDoyo Sentani dapat dicapai karena hal itu merupakan kebutuhan. Pemimpin gerejadan anggota jemaat yang memahami kepentingan dari persekutuan bersama dapatmewujudkannya melalui pengoptimalisasian hubungan kerjasama antargereja lokaldi Doyo
Analisis Ciri Kepemimpinan Hamba Serta Relevansinya Pada Masa Kini Berdasarkan Injil Matius 20:26-28
Adapun yang menjadi tujuan penulisan dari penulisan penulisan ini adalah:Pertama, untuk memberikan penjelasan tentang ciri-ciri kepemimpinan hambaberdasarkan Injil Matius 20:26-28. Kedua, untuk membuktikan bahwa kepemimpinanhamba sangat relevan bagi kepemimpinan pada masa kini.Metode penelitian yang penulis gunakan dalam menulis penulisan ini adabeberapa di antaranya adalah: Pertama, metode teknik analisis teks, dalam hal inipenulis menggunakan metode hermeneutik/eksegesis langsung dari Alkitab. Kedua,berdasarkan teori ilmiah, dalam hal ini penulis menggunakan buku-buku yangberkaitan langsung dengan pembahasan penulisan ini. Ketiga, penulis juga menelitidengan metode penelitian lewat perpustakaan yaitu buku-buku dan penulisan sertadiktat-diktat perkuliahan.Berdasarkan seluruh pembahasan penulisan pada bab-bab sebelumnya, makadapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut: Pertama, kepemimpinan hambamempunyai beberapa ciri-ciri khusus; pertama, harus menjadi pelayan. Artinyabahwa seorang pemimpin bukan saja hanya memimpin, tetapi juga harusmembuktikan dirinya sebagai seorang pelayan. Kedua, harus menjadi hamba. Artinyabahwa seorang pemimpin bukan saja hanya memimpin orang dan memerintah saja,tetapi juga harus membuktikan dirinya sebagai seorang hamba yang merelakan dirisepenuhnya bagi kebutuhan bawahannya. Ketiga, ada harga yang harus dibayar,yaitu penyangkalan diri, bukan hanya menerima pelayan dari bawahan, tetapi jugamerelakan diri dan hidupnya untuk melayani orang lain. Kedua, kepemimpinanhamba masih dan sangat relevan bagi kepemimpinan saat ini, baik di duniakepemimpinan sekuler, secara khusus dalam dunia kepemimpinan Kristen saat ini.Kepemimpinan Yesus sangat relevan dalam kepemimpinan gereja dankepemimpinan pada lembaga-lembaga Kristen
Aplikasi Ajaran Solidaritas Kristen Berdasarkan Alkitab Pada Gereja Kemah Injil Indonesia Kota Kupang Nusa Tenggara Timur
Sesuai dengan permasalahan yang ada, maka tujuan penulisan karya ilmiah iniadalah: Pertama, untuk menjelaskan pemahaman konsep ajaran solidaritas kristensecara teologis. Kedua, untuk mengetahui sejauh mana pemahaman konsep ajaranteologi solidaritas Kristen diaplikasikan pada Gereja Kemah Injil Indonesia KotaKupang.Dalam penulisan karya ilmiah ini, penulis menggunakan metode penelitianyaitu: Penulis memperoleh data melalui penelitian kepustakaan, dan penelitianlapangan. Dalam penelitian lapangan data diperoleh melalui teknik observasilangsung, wawancara, questioner dan data dari dokumen-dokumen gereja yangdiperoleh selama kegiatan penelitian.Berdasarkan hasil uraian penulis dalam karya ilmiah mengenai aplikasiajaran solidaritas kristen berdasarkan alkitab pada Gereja Kemah Injil Indonesiakota Kupang Nusa Tenggara Timur, maka penulis dapat menarik kesimpulan sebagaiberikut: Pertama, dalam pelaksanaan solidaritasnya, gereja harus melaksanakandalam konsepsi alkitabiah yang benar, yakni: didasarkan atas sifat Allah sendiri,yang adalah kasih dan berlas kasihan terhadap penderitaan umat manusia. Kedua,dalam pelaksanaan solidaritasnya, gereja perlu melihat kepada wujud solidaritasnya,gereja perlu melihat kepada wujud solidaritas Kristen yang telah diberikan olehKristus, jemaat mula-mula dan rasul Paulus. Ketiga, dalam merefleksikan konsepsolidaritas Kristen bagi pelayanan masa kini dalam konteks Indonesia secara umumdan GKII Kota Kupang secara khusus dapat dilaksanakan dalam bentuk solidaritastrasformatif, misiologis, inkarnatif dan solidaritas holistik