Jurnal Jaffray
Not a member yet
    265 research outputs found

    Baptisan Roh Kudus Berdasarkan Perjanjian Baru

    Get PDF
    Karya ilmiah ini ditulis dengan membahas hal-hal berikut: analisis katatentang baptisan Roh Kudus terhadap tujuh ayat dalam Perjanjian Baru yangberkaitan langsung dengan baptisan Roh Kudus, yaitu Matius 3:11; Markus 1:8; Lukas3:16; Yohanes 1:33; Kisah 1:5; 11:26; dan 1 Korintus 12:13, yang menjelaskan bahwabaptisan dalam Roh Kudus ke dalam tubuh Kristus adalah untuk semua orang, yangmeliputi semua orang yang telah percaya kepada Yesus, baik orang Yahudi maupunorang Yunani, baik budak maupun orang merdeka.Baptisan dalam Roh Kudus dalam Perjanjian Baru yang meliputi: 1) BaptisanRoh Kudus bukan suatu pengalaman yang harus dicari dan diusahakan dan bukanpula merupakan berkat kedua sesudah pertobatan. Baptisan Roh Kudus pada hariPentakosta adalah peristiwa bersejarah yang tak pernah diulang, satu kali untukselama-lamanya, dengan mengikutsertakan semua orang percaya, yang terjadi padasaat orang percaya dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat; 2)Baptisan Roh Kudus berlaku bagi orang-orang Samaria yang merupakan musuhturun-temurun bangsa Yahudi. Karena faktor historis, peristiwa itu harus disahkanoleh dua orang rasul Yahudi melalui penumpangan tangan. Kemudian mereka punditerima dan dipersatukan dengan orang-orang percaya dari bangsa Yahudi menjadisatu tubuh Kristus tanpa mengenal perbedaan; 3) Baptisan dalam Roh Kudus jugaberlaku bagi orang-orang bukan Yahudi (kafir) yang dipandang hina dan najis olehbangsa Yahudi; 4) Baptisan Roh Kudus tidak berlaku bagi orang-orang yang belummenjadi Kristen, tetapi hanya untuk mereka yang percaya sungguh-sungguh kepadaKristus, seperti kelompok kedua belas murid Yohanes Pembaptis di Efesus

    Sejarah Pendidikan Sekolah Kristen Gereja Toraja suatu Kajian Historis Kritis Tentang Peran Gereja Toraja Melaksanakan Pendidikan Sekolah Kristen dari Masa Zending Sampai Era Reformasi

    No full text
    Alkitab menyaksikan bahwa mendidik merupakan aktivitas yang takterpisahkan dari pelayanan Tuhan Yesus dan Dia tampil sebagai guru di panggungsejarah. Pendidikan merupakan bagian integral dari perintah agung Tuhan Yesus.Gereja yang sungguh mengasihi Tuhan Yesus dan yang tetap setia melaksanakanamanat agung adalah gereja yang tidak mengabaikan pendidikan dan tetapmelaksanakannya secara konsisten. Gereja di segala abad bertanggung jawab untukmencerdaskan umat manusia melalui pendidikan.Sejarah membuktikan bahwa sekolah-sekolah yang dikelolah oleh gerejaberawal dari masa zending sampai dengan masa Gereja Toraja telah mewujudkanrestoration of the world yang merupakan tugas panggilan gereja terhadap dunia.Sekolah-sekolah Kristen, para pelajar Kristen, dan guru-guru Kristen serta seluruhkomponen pendidikan sekolah kristen telah membuktikan diri sebagai agent changebagi kemajuan Toraja. Kader-kader gereja dan masyarakat yang ditelorkan menjadimotivator dan fasilitator pembangunan bagi kemajuan gereja dan masyarakat Torajapada khususnya, bangsa dan negara pada umumnya. Ada pun faktor-faktorberpengaruh yang mengiringi perkembangan sekolah-sekolah Kristen Gereja Torajadalam sepanjang sejarahnya, yaitu: daya, dana, dan sarana prasarana penunjangproses pendidikan

    Diutus Untuk Menghasilkan umat yang Kudus:Eksposisi Yesaya 6:1-13

    Get PDF
    Pengutusan Yesaya sebagai nabi dimulai dengan perjumpaannya denganTuhan. Dalam perjumpaannya dengan Tuhan, Yesaya mengakui kenajisan dirinya,dan ia pun dikuduskan oleh TUHAN melalui pelayanan para seraf. Setelahdikuduskan, ia siap menerima pengutusan yang dinyatakan kepadanya.Pengutusan nabi Yesaya bukan untuk menghasilkan pertobatan seluruhbangsa, tetapi menghasilkan umat yang mengeraskan hati dan tertutup terhadap halhalrohani, kemerosotan rohaninya semakin meningkat, dan bahkan sebagian besarumat Yehuda dibinasakan. Ia yang diutus oleh TUHAN balatentara yang kudus,tetapi dalam pelayanannya, ia tidak disenangi oleh umat dan para pemimpin Yehuda.Ini menunjukkan bahwa pengutusan Yesaya bukan untuk menghasilkan banyakpetobat baru, tetapi sekelompok kecil orang kudus.Bercermin kepada panggilan nabi Yesaya, mungkin ada di antara para hambaTuhan yang dipanggil oleh Allah dengan memiliki karakter pelayanan seperti yangdimiliki oleh Yesaya. Hal yang harus dipercaya adalah ia dipanggil dengan jaminanpenyertaan. Pembelanya adalah TUHAN balatentara. Penjaminnya adalah Rajayang bertakhta. Penyedianya adalah Tuhan yang memiliki segalanya.Keberhasilan pelayanan dalam konteks pengutusan Yesaya bukan dilihat dariberapa banyak jumlah umat yang dihasilkan dan bukan pula pada besarnyapenghasilan yang diterima, tetapi menghasilkan umat yang kudus. Untuk itu, yangterpenting untuk diperlihara adalah hidup dalam kekudusan dan melayani untukmenghasilkan umat yang kudus, sehingga walaupun sedikit jumlah umat yangdilayani, tetapi mereka adalah umat yang berkenan kepada Allah. Allah yangmenyatakan diri kepada hamba-Nya dan umat-Nya adalah Allah yang maha kudus.Sebagai Allah yang kudus, maka segala sifat dan apa pun yang dimiliki-Nya adalahkudus, termasuk hamba-Nya dan umat-Nya. Bersekutu dengan Tuhan yang kudusadalah prioritas utama dalam penyembahan, kekudusan harus menjadi prioritas diri,dan menghasilkan umat yang kudus harus menjadi prioritas dalam pelayanan

    Makna Bait Allah dalam 1 Korintus 3:16-17 dan Implikasinya bagi orang Percaya Masa Kini

    No full text
    Sesuai dengan pokok masalah yang ada, maka yang menjadi tujuan dalampenulisan karya ilmiah adalah: Pertama, untuk mengetahui pengertian yang benartentang konsep orang percaya adalah bait Allah seperti yang dijelaskan dalam 1Korintus 3:16-17. Kedua, untuk memberikan gambaran implikasi makna Bait Allahdalam kehidupan orang percaya masa kini.Kesimpulan karya ilmiah ini adalah: Pertama, Bait Allah berarti kumpulanorang percaya. Sebagai kumpulan orang percaya, maka Bait Allah terdiri dari orangorangyang percaya kepada Kristus. Kedua, Bait Allah adalah tempat kediamanAllah. Dalam surat Korintus ini, kehadiran Allah ditengah-tengah umat-Nyadiungkapkan dalam kehadiran Roh-Nya. Ketiga, Bait Allah itu harus dipelihara. BaitAllah sebagai bangunan milik Allah tidak boleh dibinasakan atau dihancurkandengan cara apapun. Bait Allah harus dijaga kemurniannya dan keberadaannyasebagai tempat yang menyatakan kebenaran Allah. Keempat, Bait Allah itu kudus.Bait Allah sebagai orang percaya dikatakan kudus karena mereka adalah milik Allahdan Allah berdiam di dalam mereka.Implikasi makna Bait Allah tersebut bagi orang percaya masa kini adalah:Pertama, Orang percaya masa kini patut hidup dalam kesatuan. Kedua, hidup dalampenyembahan. Ketiga, hidup dalam kekudusan. Sebagai Bait Allah rohani, orangpercaya masa kini patut hidup dalam kekudusan yang sejati. Keempat, hidup dalampelayanan. Pelayanan adalah anugerah yang diberikan Tuhan kepada setiap orangpercaya sesuai dengan karunia yang dimilikinya

    The Implementation of Incarnational Mission Among The Bugis Using Cultural Approach

    No full text
    Culture as a medium to develop the cultural and ethnic identity of the Bugis wasmostly denied at the early encounter of Christianity with the indigenous people inSouth Sulawesi. The people who were baptized had been given a new identity to identifytheir Christianity. But on the other hand, it brought them out from their own culturalidentity that had shaped them. In several areas, Western elements influenced them verystrongly, like the dress code, name, and some customary practices in society.The history of Christian mission covers a long period and cannot be separatedfrom the situation that prevailed in it, which can be analyzed through observing thepractices, habits, and concerns of a representative sample of Christians. The diversityand coherence that appeared in every century from the first to the twenty-first of thehistory of Christianity should not be an obstacle in interaction between Christianityand the context. But it will be a media for observing and evaluating the totality ofChristian mission in communicating the Gospel. During this process one can see howthe gospel [Christ] is translated into the local forms and has been absorbed by thebelievers as well as transforming and discipline the believers themselves.The Bugis Christians, in relation with these cultural-religious forms, will beable to bear witness to Christ and present him in the midst of religions and cultures.Thus, Christ can be revealed in every religion and culture as the only Savior – usingthe form and the meaning – but he is not the monopoly of Christians. This emphasizesthe uniqueness and universality of Jesus Christ that God sent his only son to redeemand save human beings who believe in him from all religions and cultures (cf. John 3:16)

    Implikasi Konsep Dan Desain Kurikulum Dalam Tugas Pembinaan Warga Jemaat

    No full text
    Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan pentingnya para pendidik Kristen memahami konsep dan desain kurikulum dalam kaitannya dengan tugas pembinaan jemaat dan memaknainya sebagai tugas yang mendesak. Memakai metode deskriptif-analitis, penulis memaparkan konsep pembinaan warga jemaat, konsep dan desain kurikulum dalam pembinaan warga gereja. Hasil studi ini menunjukkan 1) Secara umum konsep pembinaan warga gereja di mana tujuan-tujuan pendidikan Kristen harus dimulai dari penegasan tentang Allah yang diperkenalkan melalui Kristus dalam Alkitab; 2) Konsep dan desain kurikulum dalam pembinaan warga gereja, dengan menyimak begitu banyak segi dari peran kurikulum, maka gereja tidak mungkin lagi mengabaikan tugas ini. Maka guru PAK di sekolah dan perguruan tinggi juga harus memikirkan pengembangan kurikulum. Salah satu aspek penting dari guru berkompetensi ialah kemampuannya dalam memahami, mengelola kurikulum dan pembelajaran. Di gereja, para pengerja dan pemimpinnya harus belajar merencanakan dan mengembangkan kurikulum pelayanan berbagai kategori dan kelompok warga gereja.Kata-kata kunci: konsep, desain, kurikulum, tugas, pembinaan, gereja, warga jemaatThis article aims to explain the importance for Christian educators to understand the concept and design of curriculum in relationship to the task of teaching a congregation and understand it as an urgent task.  Using the descriptive-analytic method, the writer explains the concept of teaching a congregation, and the concept and design of curriculum in teaching a congregation.  The results of this study show 1) Generally, concerning the concept of teaching a congregation, the goals of Christian education must begin with the statement about God, who is known through Christ in the Bible; 2) Concerning the concept and design of curriculum in teaching a congregation, including understanding the many-faceted role of curriculum, the church can no longer neglect this task. Accordingly, Christian education teachers both in schools and universities must think about curriculum development. One of the important aspects of a competent teacher is the capability to comprehend, organize curriculum, and teach.  In the church, the staff and leaders must learn how to plan and develop curriculum to minister to the various categories and groups in the congregation.

    Studi Biblika Dan Teologis Surat 2 Petrus Pasal 3

    No full text
    Pengajaran yang benar tentang Kedatangan Kristus yang kedua kali sangat penting agar umat Allah tetap setia menanti kedatangan Kristus yang kedua kali. Kemunculan guru-guru palsu yang memberikan pengajaran yang tidak benar yang dialami oleh gereja mula-mula, menjadi pembelajaran bagi gereja masa kini. Ajaran guru-guru palsu berkaitan dengan adanya penolakan terhadap firman Allah, penolakan terhadap keilahian Kristus, dan penolakan terhadap kedatangan Kristus yang kedua kalinya. Secara biblika, Surat 2 Petrus 3 mengajarkan tentang penciptaan dan peristiwa air bah. Secara teologis surat ini menekankan tentang Kedatangan Kristus yang kedua kali, langit baru dan bumi baru, keselamatan untuk hidup yang kekal dan Alkitab sebagai firman Allah yang berotoritas.Kata-kata kunci: guru-guru palsu, Kedatangan Kristus kedua kali, penciptaan, pengajaran KristenCorrect teaching concerning the Second Coming of Christ is essential so that the Church is faithful in waiting for Jesus Christ’s return. The emergence of false teachers which was experienced by the early church serves as a lesson for the contemporary church. The teaching of the false teachers is related to rejection of the Word of God, the rejection of the divinity of Christ, and the rejection of theteaching about the Second Coming of Christ. From a biblical point of view, 2 Peter 3 teaches about creation and the flood. Theologically, this letter emphasizes the Second Coming of Christ, a new heaven and earth, salvation that leads to eternal life, and the Bible as the authoritative Word of God. Keywords: false teachers, the Second Coming of Christ, creation, Christian teachin

    Etika dalam Pendidikan: Kajian Etis tentang Krisis Moral Berdampak Pada Pendidikan

    No full text
    AbstrakEtika pendidikan berdasarkan pada sebuah kajian nyata bahwa manusia harusmelakukan sesuatu dalam tindakan yang beretika, termasuk di dalamnyaproses belajar mengajar dalam dunia pendidikan. Ada kesenjangan yang terjadisekarang bahwa antara penanaman nilai-nilai yang baik dan benar di sekolahpada proses pendidikan, namun di masyarakat sebagai lapangan pendidikantempat mempraktikkan pendidikan tidak memberikan nilai-nilai etika yangbenar sebagai dasar yang mendidik. Kondisi ini akan terus terjadi dari generasike generasi dan pengaruhnya terus berlangsung dan menghasilkan kerusakanmoral bagi generasi selanjutnya, termasuk juga di dalamnya pendidik. Karenaitu, untuk mengatasi krisis moral dalam dunia pendidikan, maka secara internalharus diterapkan model pendidikan berkarakter yang berbasis padafirmanTuhan.Kata-kata kunci: etika, pendidikan, karakterEducational ethics is founded upon the observation that when a person doessomething it must be done in an ethical manner, including that which is donethrough the educational process in the educational context. There is adiscrepancy which now occurs between the schools, where good and rightvalues are plantedthrough the educational process, and the community, as aneducational context, a place that teaches,which does not give ethical valuesthat are correct as a foundation which teaches. This condition will continue tohappen from generation to generation and its influence will be direct and willresult in moral breakdown for the succeeding generations, including theeducator. Because of this, in order to overcome the moral crisis in theeducational world, a model of character education which is based upon God’sword needs to be implemented internally.Keywords: ethics, education, characte

    The Relationship Between Old And New Testament: A Study On Contemporary Debate Of Methodology Of The Old Testament Theology

    No full text
    From the beginning of the discipline, biblical theologians have differed in theirunderstandings of an accredited basis, task, and method for doing biblical theology.In accordance with the existing problems, the purpose of writing this paper are:In accordance with the existingproblems, the main motive and purposes of writing thisresearch are: First of all, to show the continuity of the relation between the OldTestament and New Testament. Secondly, to explain methodology in doing OldTestament Theology through the investigation of historical and biblicalunderstanding. Finally, to call and challenge every leader and church congregationtogether to analyze methodology of biblical theology in order to develop the propermethodology in doing Old Testament Theology.The conclutions are: The relationship between the Old Covenant and the Newcan be presented as follows: God has only one covenant of grace, and only one eternalpeople - in which a person obtains a share through faith in Christ alone, the CovenantHead and the Adam of the new humanity. Herein lies the unity of God's eternal plan ofsalvation, and of the Word as His special revelation to man. It must be put in mind thatthe God of the Old Testament is also the God of the New Testament. It should be clearthat the God and Father of the Lord Jesus Christ is the same God who created man andwoman, who established marriage, and who redeemed Israel through the Exodus,foreshadowing the redemption of believers through Christ. The Lord Jesus’ concept ofGod as Father contained a truth not characteristic of the Old Testament, but yet notnegating any Old Testament teaching about God

    Konsep Manusia Baru Berdasarkan Perspektif Paulus Dalam Efesus 4:17-32 Dan Implementasinya Dalam Kehidupan Orang Percaya

    No full text
    Tujuan dalam penulisan karya ilmiah ini adalah: Pertama, menjelaskan konsepbiblika mengenai manusia baru dalam perspektif Efesus pasal 4:17-32. Kedua,menjelaskan implementasi manusia baru dalam kehidupan orang percaya.Penulisan karya ilmiah ini menggunakan hermeneutika metode eksegesisAlkitab dan penelitian literatur, dan teknik pengumpulan data yang digunakan olehpenulis ialah mengadakan penelitian atau observasi terhadap Alkitab, dan sebagaisumber pendukung yaitu buku-buku, majalah, naskah, program bible study, daneksplorasi internet yang ada hubungannya dengan konsep manusia baru.Adapun kesimpulan karya ilmiah “Konsep Manusia Baru BerdasarkanPerspektif Paulus Dalam Efesus 4:17-32 Dan Implementasinya Dalam KehidupanOrang Percaya” adalah: Pertama, manusia lama adalah manusia yang berjalanberdasarkan pengertiannya sendiri, tidak mengenal Allah, memiliki pikiran yang siasia,pengertiannya digelapkan, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, memilikihati yang degil, hati tumpul, sehingga menyerahkan dirinya kepada hawa nafsu danmengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran. Kedua, manusia baru adalahmanusia yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dankekudusan, di mana orang-orang yang percaya kepada Kristus memiliki kedudukanbaru yaitu dari kebinasaan dipindahkan kepada hidup yang kekal dan manusia yangterus diperbaharui serta dipersatukan dengan Kristus. Ketiga, sebagai manusia barudi dalam Kristus, orang percaya tidak lagi menjadi senjata-senjata kelaliman tetapisebaliknya menjadi senjata-senjata kebenaran dan hidup memuliakan Allah

    21

    full texts

    265

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Jaffray
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇