Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery)
Not a member yet
    604 research outputs found

    Overview of Ankle Brachial Index (ABI) Values on Diabetes Mellitus Type 2 in Blitar

    Get PDF
    Examination of foot vascularization often used for patients with DM who have Perypheral Arterial Disease (PAD) is to measure the value of Ankle Brachial Index (ABI). ABI examination is a non-invasive gold standard measurement to detect vascular disorders of the peripheral arteries and is recommended as part of the assessment process to help formulate the diagnosis in at-risk individuals. The purpose of this study is to provide an overview of the value of ABI in people with diabetes mellitus type 2 in Village ofKepanjenKidul and Village KarangsariBlitar City. The method in this research is descriptive with respondent of type 2 diabetes mellitus which counted 32 respondents. Methods of data collection with check list and ABI score. The results of this study indicate that the value of ABI in people with type 2 diabetes with ABI value right and left extremities borderline and abnormal categories at most are female gender, abnormal value many in diabetics who do not routinely consume anti diabetic drugs, abnormal ABI value many in patients who do not exercise regularly, abnormally abnormal ABI values in patients who have never performed foot therapy, and abnormal ABI values are many in patients who do not implement the diet. Therefore, foot examination is very important to be done regularly to reduce the risk of foot ulcers in patients with diabetes mellitus

    Pengaruh Aplikasi Telehomecare terhadap Pengetahuan Penderita Tuberculosis Paru tentang Penularan Penyakit Tuberculosis

    Get PDF
    Tuberculosis (TB) disease is transmitted through a "droplet infection". Currently it is still very difficult to cut the chain chain of transmission of tuberculosis disease, this is due to lack of knowledge of patients about the prevention of transmission of tuberculosis. Forms of health services to patients with tuberculosis currently focuses on treatment. Education is actually also given but still less than the maximum due to limited time to have a health officer reach too broad. Therefore the use of technology in providing nursing care to tuberculosis patients at home. The technique used is telehomecare, where officers will provide education and followup to tuberculosis patients through cellular telepone. The purpose of this study was to identify the effect of telehomecare application on the knowledge of pulmonary tuberculosis patients about Tuberculosis disease transmission. Method: The design of this study was one group pretest posttest design, conducted from 18 April to 30 June 2012 with a sample of 14 pulmonary tuberculosis patients in the work area of Puskesmas Kanigoro Blitar district taken from the entire population. The data obtained will be analyzed with Wilcoxon Signed Rank test. The results of this study there are differences in knowledge before and after being given education via telehomecare with a value of P = 0.02. Discussion: Telehomecare program can be applied in Puskesmas, clinic or hospital to improve nursing care servic

    Konsep Diri Keluarga yang Memiliki Anggota Keluarga Orang dengan Gangguan Jiwa Riwayat Pasung di Kota Blitar

    Get PDF
    In Indonesia, there are 20.000 to 30.000 people with psychic disruption which restrained. There are 14,3% family or about 237 from 1655 families had a member with heavy psychic disruption restrained. The purpose of the research is to identify self concept of family member with psychological disorder restrained history. Population in this research are 30 families which had member with psychological disorder restrained history in Blitar town. The sample size in this research is 30 people using total sampling method. Data collected was conducted by questionnaire. Data collected was done on 28 march - 10 may 2016. Result of the research showed that 73,1% (19 families) have positive self concept, then 26,9% (7 families) have negative self concept. Recommendation from this research is may get specific attention from health worker to give motivation, direction, and give health education to family which have member with psychological disorder and restrained history to keep or increase positive self concept and change the negative self concept be positive especially in role component and personal identity

    Pelaksanaan Stimulasi Perkembangan Bahasa dan Bicara Anak Usia 0-3 Tahun dalam Keluarga di Posyandu Seruni Kelurahan Bendogerit Kecamatan Sananwetan Kota Blitar

    Get PDF
    Stimulasi merupakan kegiatan merangsang kemampuan dasar anak agar anak tumbuh dan berkembang secara optimal khusunya dalam perkembangan bahasa dan bicara karena merupakan indikator dari seluruh perkembangan anak. Tujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan stimulasi perkembangan bahasa dan bicara anak dalam keluarga. Metode penelitian deskriptif. Sebagai Populasi keluarga yang mempunyai anak usia 0-3 tahun terdaftar di posyandu Seruni Kelurahan Bendogerit Kota Blitar berjumlah 35 keluarga, sampelnya adalah salah satu orang tua (ayah atau ibu) yang dominan dalam mengasuh anak setiap hari sebanyak 35 dengan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan stimulasi perkembangan bahasa dan bicara dalam keluarga 20% pelaksanaan tepat dipengaruhi oleh ibu yang dominan dalam mengasuh anak, 57,1% pelaksanaan cukup tepat karena semua keluarga memiliki APE dan 22,9% pelaksanaan kurang tepat karena faktor informasi yang kurang. Rekomendasi untuk Dinas kesehatan memberikan pelatihan pada kader Posyandu tentang stimulasi dan Deteksi dini Tumbuh Kembang Anak, yang akan diterapkan  pada balita saat posyandu dengan melibatkan orang tua Balita agar bisa memberikan stimulasi pada anak balitanya dalam kehidupan sehari-hari dengan benar

    Pengetahuan Remaja tentang Program Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP)

    Get PDF
    Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) adalah bagian dari program Keluarga Berencana Nasional untuk meningkatkan usia perkawinan pertama minimal usia 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki. Progam Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) akan memberikan dampak pada peningkatan usia kawin pertama yang pada gilirannya akan menurunkan Total Fertility Rate (TFR). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja tentang program Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) di SMKN 3 Kota Blitar. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif eksploratif dengan populasi sebanyak 571 siswa dan sampel sebanyak 235 siswa dengan teknik proporsional ran- dom sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan pembagian kuesioner. Hasil menunjukkan 83% pengetahuan baik, 15,3% pengetahuan cukup, dan 1,7% pengetahuan kurang. Pengetahuan remaja sudah baik, namun perlu ditingkatkan dalam hal yang berkaitan dengan pengaruh aspek kesehatan terhadap Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP). Saran untuk pihak sekolah sebaiknya informasi tentang Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) disampaikan secara menarik melalui media bergambar

    Efektifitas Pendidikan Kesehatan terhadap Pengetahuan tentang Hidup Bersih dan Sehat dalam Pencegahan Skabies di Pondok Pesantren Mukhtariyah Syafi'iyah 1 Beji Tuban

    Get PDF
    Scabies dikenal di Indonesia sebagai penyakit kulit. Lebih sering dikenal dengan penyakit gudik yaitu penyakit kulit yang disebabkan oleh infestasi dan sensitisasi terhadap saccoptes scabiei. Skabies juga dikenal sebagai penyakit menular yang mendunia dengan estimasi 300 juta kasus setiap tahunnya. Prevalensi ini bervariasi dan fluktuatif setiap waktunya. Prevalensi penyakit skabies di Indonesia adalah sekitar 6-27% dari populasi umum. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perubahan pengetahuan tentang hidup bersih dan sehat santri  setelah diberikan pendidikan kesehatan. Desain penelitian menggunakan Pre Experimental design. Populasinya adalah seluruh santri yang   di pondok pesantren Mukhtariyah Syafi’iyah 1 di Desa Beji, Kec. Jenu Kab. Tuban. Sample ditentukan secara random sampling yaitu 80 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang selanjutnya dianalisis dengan uji statistik Spearman dan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan Pengetahuan Santri pondok pesantren tentang hidup bersih dan sehat dalam mencegah penyakit skabies sebelum diberikan pendidikan kesehatan dan setelah diberikan pendidikan kesehatan mengalami peningkatan. Sesuai hasil uji Analisis menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank Test pada data pretest dan post-test menghasilkan nilai p=0,000 (<0,05), yang berarti sangat signifikan. Pendidikan kesehatan sangat efektif dalam merubah pengetahuan santri, sehingga sangat disarankan untuk lebih meningkatkan pelaksanaan pendidikan kesehatan di pondok-pondok yang ada di wilayah Kabupaten Tuban

    Hubungan Tingkat Pengetahuan Bidan tentang BLS (Basic Life Support) dengan Waktu Tanggap Pelayanan Gawat Darurat pada Pasien di IRD Obgyn RSUD Dr. Soetomo Surabaya

    Get PDF
    Prinsip pelayanan gawat darurat adalah Time Saving is Life Saving, terutama pada pasien Prioritas 1 di RSUD Dr soetomo Surabaya . Kurangnya tingkat pengetahuan bidan tentang BLS merupakan salah satu faktor yang dapat memperlambat waktu tanggap bidan dalam menangani pasien Prioritas 1 sehingga resiko terjadinya kecacatan dan kematian akan semakin tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan tingkat pengetahuan perawat tentang BLS dengan waktu tanggap pelayanan gawat darurat pada pasien Prioritas 1 di RSUD Dr soetomo Surabaya. Metodologi: Desain penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan Time Series. Populasi yang digunakan yaitu bidan Kamar Terima IGD OBGYN RSUD Dr soetomo Surabaya, pada bulan Mei 2017. Sampel diambil sebesar 21 responden dengan teknik Total Sampling. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Setelah data ditabulasi, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik Spearmans Rho Corre- lation dengan 0,05. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa hampir sebagian (42,9%) responden memiliki tingkat pengetahuan baik dan sebagian besar (61,9%) responden memiliki waktu tanggap cepat. Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh hasil ada hubungan tingkat pengetahuan bidan tentang BLS dengan waktu tanggap pelayanan gawat darurat dengan = 0,000. Melihat hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa semakin baik tingkat pengetahuan bidan tentang BLS maka semakin cepat waktu tanggap pelayanan gawat daruratnya. Perlu adanya usaha peningkatan pengetahuan bidan tentang BLS melalui pelatihan dan workshop agar waktu tanggap Bidan semakin cepat

    Motivasi Wanita Pasangan Usia Subur (PUS) dalam Menggunakan Alat Kontrasepsi Intrauterine Device (IUD) di Kecamatan Sukorejo Kota Blitar

    Get PDF
    The fertile age couples (FAC) motivation in controling pregnancy, which one using IUD contraception. The largest acceptors of 27.1% FAC women of the total FAC women in district Sukorejo 2014 using the IUD. The purpose of the study was to describe the motivation of women in Fertile Age Couples (FAC) in using IUD in district Sukorejo Blitar. The researcher using descriptive method. The data will be taken from FAC women who use IUD in district Sukorejo, Blitar, total sample as much as 44 FAC women using Purposive Sampling technique. Data collection will be done by giving questionnaires. Time data retrieval from March to April 2016. The research results obtained by the motivation that is high motivation 72.7% and is enough motivation 27,3%. Intrinsic motivation is high especially at desire from her self and the target to get effectiveness usage of IUD. Extrinsic motivation also high especially support of environment. And distressed motivation is enough especially at body weight that affects FAC women to use IUD contraception. From this research, the researcher recommended to maintain high motivation in PUS women to use IUD contraceptives method

    Upaya Antisipasi Perilaku Sex Bebas di Kalangan Mahasiswi Kebidanan (Studi Peranan Pendidik dalam Mengantisipasi Sex Bebas di Kalangan Mahasiswi Akademi Kebidanan Medika Wiyata Kediri)

    Get PDF
    Penyimpangan pada remaja banyak terjadi dipicu karena adanya pergaulan bebas. Salah satu pergaulan bebas yang mempunyai pengaruh dominan terhadap para remaja, terutama para mahasiswi di lingkungan kampus adalah sex bebas. Sex sebagai kebutuhan manusia yang alamiah tersebut dalam upaya pemenuhannya cenderung didominasi oleh dorongan naluri sex secara subyektif. Akibatnya sering terjadi penyimpangan dan pelanggaran perilaku sex di luar batas hak-hak kehormatan dan tata susila kemanusiaan. Mahasiswi kebidanan secara penguasaan ilmu seharusnya mereka lebih memahami akibat dari sex secara bebas di luar pernikahan, karena dari ilmu yang mereka pelajari juga diajarkan banyak hal tentang penyakit yang diakibatkan dari sex bebas dan juga bahaya kehamilan di usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan Pendidik Akademi Kebidanan Medika Wiyata dalam melakukan kontrol sosial dan upaya apa saja yang dilakukan dalam menghadapi penyimpangan perilaku mahasiswinya guna meng-antisipasi terjadinya sex bebas, dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi yang dikumpulkan, kemudian dianalisa secara diskriptif kualitatif. Kontrol sosial yang dilakukan para pendidik di Akademi Kebidanan Medika Wiyata dilakukan melalui pengendalian sosial preventiv melalui tindakan pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya pelanggaran-pelanggaran terhadap peraturan, atau merupakan suatu usaha yang dilakukan sebelum terjadinya suatu pelanggaran dan pengendalian sosial secara represif melaui pemberian sanksi bagi mahasiswi yang melakukan pelanggaran, sesuai dengan peraturan yang berlaku di Akademi Kebidanan Medika Wiyata Kediri

    Peran Keluarga dan Masyarakat dalam Perawatan Pasien Gangguan Jiwa

    Get PDF
    Mental health is an integral part of health, and a condition that affects the physical, mental, and  social  development  of  the  individual  optimally.  Mental  disorder  is  disturbances  in:  cognitive, volition, emotion (affective), and actions (psychomotor). Mental disorder is a collection of abnormal circumstances, whether physically related, or mentally. It is divided into two groups, namely: mental disorder  (neurosis)  and  mental  illness  (psychosis).  Mental  disorder  is  caused  by  some  of  the  above causes affected simultaneously or coincidence occurs. The purpose of this study was to increase the role of family and society in the treatment of mental disorder patients which was consequently could reduce the number of mental disorders patients This research used obsevational design with descriptive analy- sis. The subjects were family members who treat mental disorder patients as much as 16 respondents. The data collection was done in October 2012. The family role data grouped into appropriate and inappro- priate  category.  The  research  found  that  11  people  (68.75%)  in  the  category  of  inappropriate,  and appropriate by 5 people (31.25%), with average family role of 63.19%. The higher of inappropriate category was because 9 respondents (56.25%) in the age of elderly (> 50 years). This condition caused a decrease in the ability to perform daily activities, including health treatment. There were 4 patients who have been treated for 7-14 years, so the family feels accustomed to the condition of the patient. There were 8 people (50%) in productive age treated the patients, so it could not be done continuously. Based on these conditions, there should be efforts to increase knowledge and willingness of the patients and families, in caring for patients with mental disorders. The examples of such activities were to consult with the nearest health employees, and report to the health worker if there is a risky condition immedi- ately

    571

    full texts

    604

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇