Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery)
Not a member yet
604 research outputs found
Sort by
Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Cuci Tangan 6 Langkah Moment Pertama pada Keluarga Pasien di Ruang Anak
Tatanan rumah sakit merupakan tempat yang memiliki resiko tinggi terjadinya Healthcare Associated Infection (HAIs). Perilaku keluarga dan pasien yang menjalani perawatan di RS sangat berpengaruh terhadap timbulnya HAIs, salah satunya dalam menerapkan cuci tangan. Beberapa faktor mempengaruhi kepatuhan cuci tangan 6 langkah momen pertama pada keluarga pasien di Ruang Anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kepatuhan cuci tangan 6 langkah moment pertama pada keluarga pasien di ruang anak. Desain penelitian menggunakan korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga pasien anak yang dirawat di Ruang Anak sebanyak 60 orang, dengan consecutive sampling didapatkan sampel sebanyak 38 orang. Penelitian dilaksanakan 03 – 21 Desember 2018. Analisis data menggunakan Spearman Rho dan Kruskal Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan kepatuhan cuci tangan 6 langkah adalah faktor usia (p=-0,05) sedangkankan faktor jenis kelamin, pendidikan, jenis kelamin, pekerjaan tidak berhubungan dengan kepatuhan cuci tangan 6 langkah pada momen pertama. Hasil penelitian menunjukkan 80% responden memiliki tingkat pengetahuan yang rendah tentang cuci tangan 6 langkah. Sehingga diharapkan petugas kesehatan dapat memberikan edukasi tentang cuci tangan 6 langkah, metode dan media yang digunakan dapat disesuaikan dengan tingkat pendidikan
Effect of Topical Aromatherapy Turmeric Oil to Pruritus Scale on Chronic Kidney Disease Patients
Introduction : A large number of patients with chronic kidney disease suffer from uremic pruritus, which adversely affects the quality of life and comfort of patients with a potential psychological, functional and social impact, which results in increased morbidity. The purpose of this study was to determine the effect of the administration of turmeric essential oil aromatherapy which was applied topically pruritus, comfort and quality of life of CKD patients.Methods : This study used a quasi-experimental design with 2 groups (intervention and control), conducted in CKD patients receiving hemodialysis therapy. A total sample of 72 respondents with the division of each group of 36 people. The intervention was carried out independently by the patient for 2 weeks. Measurement using 5-D pruritus scale questionnaire.Results : This study showed a decrease in pruritus scale in 51 respondents (70.8%) after 2 weeks of therapy. Independent t statistical test obtained a significance value of 0.046 (p <0.05).Conclusion: Topical aromatherapy of turmeric oil affects pruritus scale on patients with chronic kidney disease who experience uremic pruritus
Analisis faktor Penyebab Kejadian Asfiksia Pada Bayi Baru Lahir di RS Aura Syifa Kabupaten Kediri
Neonatal asphyxia is a state in which the baby can not breathe spontaneously and regularly after birth. This is caused by hypoxia fetus in the uterus, and result in high morbidity and mortality in newborns. The incidence of neonatal asphyxia in Indonesia is still around 37% in 2013. The trend improvement happen asphyxia in newborns of 0.5 to 1.3% in 2012 to 2014 in the Aura Syifa Hospital Kediri. The purpose of this study to prove the causes of maternal, umbilical cord factors, infant factors, and other factors related to asphyxia. The study design was cross-sectional. Sample study of 200 newborns asphyxia, taken by systematic random sampling, data was collected from medical record documentation study. Data were analyzed using univariate, bivariate with chi square test and multivariate logistic regression test. Variables influencing the asphyxia in this study are variable placental abruption, winding umbilikal cord, knot umbilikal cord, parity, and low birth weight, abnormalities location variable layout is a dominant factor against asphyxia with OR 1.772. This means that mothers with the disorder lies the risk 1.7 times more likely to give birth asphyxia compared with women who did not experience abnormal location after controlling for variables low birth weight, placental abruption, and knot umbilikal cord
Gambaran Stress Akademik dan Strategi Koping Pada Mahasiswa Keperawatan
Stress akademik pada mahasiswa keperawatan merupakan hal yang biasa terjadi karena mahasiswa keperawatan harus memenuhi kompetensinya dari perkuliahan dan praktek di rumah sakit. Untuk mengatasi stress akademik mahasiswa bisa menggunakan strategi koping. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mnegetahui gambaran stress akademik dan strategi koping pada mahasiswa keperawatan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa keperawatan (DIII Keperawatan dan S1 Keperawatan) yang memenuhi kriteria penelitian dengan pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 18 – 20 April 2018. Pengumpulan data tentang stress akademik dan strategi koping menggunakan kuesioner Student Nursing Stress Index (SNSI) dan kuesioner Way Of Coping. Data hasil penelitian dianalisa secara deskriptif dan ditampilkan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan narasi. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan data bahwa sebagian besar mahasiswa mengalami stress tingkat sedang yaitu 24 orang (47,06%). Sedangkan untuk strategi koping didapatkan data bahwa seluruh mahasiswa dalam menghadapi stress akademik menggunakan strategi koping yaitu problem focused coping dan emotion focused coping. Pemilihan strategi koping yang tepat oleh mahasiswa dalam menghadapi stress akademik akan mempengaruhi keberhasilan akademik. Oleh karena itu diperlukan peran dari pembimbing akademik, orang tua / keluarga, teman, dan motivasi dari dalam diri mahasiswa sendiri serta pentingnya peran lembaga bimbingan konseling yang ada di perguruan tinggi
The Family Role in Fulfilling the Activities of Daily Living (ADLs) among Children with Autism Spectrum Disorder
Children with autism spectrum disorder (ASD) have difficulty of activity and readability so that dependently to a parent or others. The study purpose to describe the family role in fulfilling of the Activities of Daily Living (ADLs) for children with ASD who gets service at Autism Center of Blitar City (Bahasa: Pusat Layanan Autis Kota Blitar). The study used descriptive-survey as a design to determine family roles among ASD children, the researcher purposively selected 34 families to be part of the study. Questionnaires were developed inspired by the theory of basic human needs and self-care and underwent validity and reliability tests. This study result showed that the family role in fulfilling the ADLs for children with ASD in the good category as many as 67.6% (23 families), in enough category as many as 29.4% (10 families), and in less category as many as 3.0% (1 family). Fulfillment of ADLs for children with ASD who need attention is the fulfillment of nutrition because parents must ensure that food that has entered into the mouth should be swallowed. Results also found out that inadequate nutrition affects child’s with ASD growth and development. The study strongly recommends the roles of parents as vital in meeting the needs of the children and stimulates development
Hubungan Kejadian Flour Albus dengan Tingkat Kecemasan terhadap Infeksi Maternal pada WUS
Kecemasan adalah perasaan tidak nyaman atau ketakutan besar yang tidak pasti, yang terjadi sebagai reaksi terhadap sesuatu yang dialami oleh seseorang, seperti masalah kesehatan. Salah satu masalah kesehatan yang penting bagi wanita adalah fluor albus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kejadian fluor albus dan kecemasan terhadap kejadian infeksi maternal pada wanita di Desa Campurejo, Kabupaten Kediri. Desain penelitian adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wanita di Kecamatan Campurejo sebanyak 227 wanita, sedangkan sampel diambil dengan menggunakan purposive sampling. Pengukuran variabel dilakukan melalui kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil analisis adalah x2 = 10,996>9,488, menunjukkan bahwa ada hubungan antara prevalensi fluor albus dan kecemasan terhadap terjadinya infeksi maternal pada wanita di Desa Campurejo, Kabupaten Kediri. Wanita yang memasuki usia subur diharapkan menjaga kebersihan organ reproduksi
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan dalam Menjalani Terapi pada Pasien Osteoartritis di Wilayah Pedesaan
Osteoartritis merupakan jenis radang sendi atau osteoartritis pada orang dewasa. Keberhasilan terapi pada ostoartritis salah satunya dipengaruhi oleh kepatuhan pasien dalam menjalani program terapi yang telah disarankan oleh petugas kesehatan. Indonesia sebagai negara dengan daerah pegunungan memiliki ciri khas masyarakat dengan beban kerja berat yang merupakan risiko terjadinya osteoartritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kepatuhan dalam menjalani terapi pada pasien osteoartritis diwilayah pegunungan. Metode penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, desain dalam penelitian ini adalah tipe analitik deskriptif dengan pendekatan cross sectional, dengan non probability sampling yaitu consecutive sam- pling sesuai kriteria penelitian inklusi dan melibatkan 71 responden, dan alat pengumpulan data menggu- nakan pengetahuan, motivasi, dukungan keluarga, akses pelayanan kesehatan, dan tingkat pengetahuan responden. Hasil penelitian menunjukkan faktor yang memiliki hubungan dengan kepatuhan pasien untuk menjalani program terapi adalah tingkat pendidikan (p = 0.043) dan dukungan keluarga (p = 0.001). Faktor yang paling berhubungan dengan kepatuhan adalah dukungan keluarga dengan nilai (OR = 11.407). Berdasarkan hasil penelitian diharapkan dapat mengevaluasi pelayanan keperawatan serta bahan masukan untuk perencanaan strategi meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani terapi
Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Perilaku Pencegahan Kekambuhan Luka Diabetik
Luka pada pasien diabetes mellitus yang sudah membusuk dan bisa melebar, ditandai dengan jaringan yang mati berwarna kehitaman dan berbau busuk, dan bila tidak tertangani dapat menyebabkan kematian jaringan dan bisa mengakibatkan kematian.Dalam keadan lanjut, amputasi menjadi terapi akhir untuk mencegah pelebaran luka. Penanganan luka pasca operasi dan pengetahuan tentang pencegahan terjadinya luka menjadi hal penting untuk mencegah kekambuhan ulang. Tanpa pengetahuan yang baik tentang perawatan , luka diabetik akan muncul berulang dan mengakibatkan hilangnya bagian tubuh karena kematian jaringan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan kekambuhan luka diabetik di Di Ruang Penyakit Dalam RSUD Gambiran Kediri.Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasional. Populasinya pasien Diabed di ruang penyakit Dalam RSUD Gambiran . Sampel diambil dengan teknik consecutive samping sejumlah 29 responden.Variabel independennya adalah tingkat pengetahuan pasien tentang pencegahan luka diabetik dan variable dependennya adalah perilaku pencegahan kekambuhan luka diabetik. Data diambil dengan questioner dan dianalisis dengan Uji Spearman Rank.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan pasien tentang pencegahan luka diabetik adalah baik sebanyak 24 responden (82,75 %). Perilaku pencegahan luka diabetik sebagian besar adalah cukup 15 orng (51,726 %). Uji Spearman Rank menunjukkan Ada hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan luka diabetik di Di Ruang RSUD Gambiran Kota Kediri (spearman rank dengan p = 0,003 < 0,05, artinya H0 ditolak dan H1diterima). Coefficient correlation = 0,404, menunjukkan adanya hubungan ke arah positif artinya semakin baik tingkat pengetahuan maka perilaku pencegahan luka diabetik juga semakin baik. Sebagai tindak lanjut dalam meningkatkan perilaku pencegahan kekambuhan luka dibetik pada pasien yang pernah menderita luka diabetik maupun yang belum pernah, perlu upaya untuk meningkatkan pengetahuan pasien dan kelarga tentang cara perawatan pasien Diabet terutama dalam menjaga kestabilan gula darah dalam batas normal,melalui pola diet dan cara pemeliharaan integritas kulit agar tidak terjadi luka dibetik
Pemerahan dan Penundaan Penjepitan Tali Pusat terhadap Kadar Hemoglobin Bayi Baru Lahir
The incidence of iron deficiency anemia in term infants from 0-6 months is 40.8%. Efforts to reduce anemia in infants and toddlers is by ensuring the baby gets blood from the placenta through the umbilical cord. Labor occurs when oxygen shifts from the heart to the lungs 8-10% of the fetal period to 50% in neonates. Immediate cord clamping vascular resistance from the disconnected placenta which results in the increased of resistance of the baby's vascular system and eliminates about 1/4 of the volume of blood and iron in the neonate. The time of cutting the umbilical cord is a determining factor for placental transfusion to the baby. Delay cord clamping and umbilical cord milking are expected to provide iron reserves in infant. The aim of this study was to determine the differences in umbilical cord milking and delayed cord clamping. The design used experimental study with posttest-Only Control Group. The sampling technique used simple random sampling differs into treatment group and control group. The treatment group was umbilical cord milking and the control group was delayed cord clamping. The highest average of Hb levels in the umbilical cord milking group was 17.3mmHg and the delayed cord clamping group was 15.75 mmHg. Difference test on umbilical cord milking group and delayed cord clamping group used independent T-test obtained P <0.05 (p = 0,001). It is recommended that midwives used umbilical cord milking as an alternative action in providing midwifery care to newborns when clamping and cutting the umbilical cord. It was proven that there were differences in the haemoglobin levels of newborns between the umbilical cord milking group and delayed cord clamping group
Extra Virgin Olive Oil meningkatkan Ekpresi Reseptor Estrogen α Dan Ketebalan Endometrium Rattus Norvegicus yang Dipapar Rhodamin B
Rhodamin B is harmful to the body because it is proven can increase the oxidative stress on various reproductive chain. Rhodamin B contains compounds of chlorine (Cl), is dangerous and halogen compounds are reactive. Damage to the hypothalamus will interfere with the secretion of FSH and LH cause the follicle ripening so distracted that result in a decrease in the hormone estrogen. The hormone estrogen plays an important role in the menstrual cycle and proliferation of the endometrium. This research aimed to prove the effect of Extra Virgin Olive Oil (EVOO) with the expression of estrogen receptors α and endometrial thickness of Rattus norvegicus exposed by rhodamin B. The design used true experimental with an approach of post test only control group design. The research used white rat (Rattus norvegicus wistar strain) as the sample. The results showed that EVOO could become an alternative to prevent oxidative stress due to exposure of rhodamin B