Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery)
Not a member yet
604 research outputs found
Sort by
Hubungan Faktor Perinatal dan Neonatal terhadap Kejadian Ikterus Neonatorum
Ikterus neonatorum adalah penyebab 6,6% bayi baru lahir usia 0-8 hari di Indonesia. Ikterus dapat bersifat fisiologis dan patologis yang dapat menimbulkan gangguan menetap atau kematian Tujuan penelitian yaitu mengetahui hubungan faktor perinatal dan neonatal dengan kejadian ikterus neonatorum di RSUD Kabupaten Kediri. Desain penelitian yaitu korelasi dengan pendekatan kohort retrospektif. Sampel penelitian sebanyak 54 responden menggunakan simple random sampling. Pengumpulan data dengan rekam medik pada bulan Oktober 2017. Analisa data menggunakan uji Chi-Square dan Fisher Exact test. Hasil uji didapatkan terdapat hubungan antara berat lahir (p= 0,018; POR 0,085 95% CI 0,10-0,713), usia gestasi (p= 0,044; POR= 0,202 95% CI 0,049-0,836), komplikasi perinatal (p= 0,031; POR= 4,714 95% CI 1,250-17,784) dengan kejadian ikterus neonatorum dan tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin (p=0,441; POR=0,503 95% CI 0,143-1,767) dengan kejadian ikterus neonatorum di RSUD Kabupaten Kediri. Tidak adanya hubungan jenis kelamin dengan kejadian ikterus neonatorum kemungkinan disebabkan adanya faktor lain yang lebih berpengaruh. Kondisi BBLR, prematuritas, jenis kelamin laki-laki, komplikasi perinatal (asfiksia/sepsis/sefalhematom) mengarah pada terjadinya ikterus patologis pada bayi
Pengaruh Pemberian Zat Besi (FE) terhadap Peningkatan Kadar Hematokrit pada Ibu Hamil yang mengalami Anemia di RSIA X Pekanbaru Tahun 2015
Zat besi adalah mineral yang dibutuhkan untuk membentuk sel darah merah (hemoglobin). Ibu hamil dengan keluhan lemah, pucat, mudah pingsan, dengan tekanan darah dalam batas normal, perlu dicurigai anemia defisiensi besi. Guna memastikan seorang ibu menderita anemia atau tidak, maka dilakukan pemeriksaan kadar hemoglobin dan pemeriksaan hematokrit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian zat besi (Fe) terhadap peningkatan kadar hematokrit pada ibu hamil yang anemia. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain penelitian quansi experiment (eksperimen semu). Penelitian dilakukan di RSIA X Pekanbaru pada bulan Maret 2015. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien ibu hamil yang dating ke RSIA X Pekanbaru. Sampel yang diteliti adalah darah pasien ibu hamil sebelum dan sesudah pemberian tablet zat besi (Fe) yang melakukan pemeriksaan di laboratorium RSIA X Pekanbaru sebanyak 30 responden. Setelah dilakukan uji statistik dengan SPSS 21,0 menggunakan uji t maka didapatkan P = 0.000, dimana P lebih kecil dari 0.05 berarti Ho ditolak Ha diterima, artinya ada perbedaan yang signifikan antara hasil pemeriksaan pengaruh pemberiaan Fe sebelum dan sesudah terhadap peningkatan kadar hematokrit pada ibu hamil di RSIA X Pekanbaru. Diharapkan kepada petugas kesehatan untuk melakukan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya memerik- sakan kehamilan khususnya pemeriksaan hematokrit dan mengkonsumsi suplemen zat besi (Fe) pada ibu hamil yang Anemia
Effectiveness of Yoga Movement Suryanamaskar of Dysmenorrhoea Pain Reduction of Adolescent
In adolescence, a physical phenomenon associated with puberty is in biological processes that lead to the ability to reproduce years marked by menstruation, some women must have experienced pain during menstruation in the form of pain. The purpose of this research was to analyze the effectiveness of yoga suryanamaskar movement to decrease dysmenorrhea pain of adolescent girls. This research used pre-post design, with 20 respondents of the 27 total population. The research was measured by pain scale 0-10 with data analysis using paired sample t-test. The results showed that there was an average increase before and after the intervention of 3.5 points. Test results obtained means there was a significant difference between before and after treatment. Yoga suryanamaskar combines motion, breathing and relaxation techniques, which aimed to feel comfortable. Yoga with body suryanamaskar movement re- quired adequate oxygen intake in order to burn glucose into ATP and burn fat in the body, at that time endorphin hormone appears in order to provide pain relief. So it can be recommended to adolescents as training to reduce dysmenorrhea disk
The Effectiveness of Stimulation to The Toilet Learning Abilities of Toddler
Toilet learning in children is an attempt to train children to be able to control in defecating and urinating. The aim of this research was to determine the effectiveness of stimulation to the toilet learning ability of toddler. The research usedPre-Experimental One-Group Pre-test-post test design. The sampling technique used purposive sampling. The statistical test used wilcoxon signed rank test. The population was 14 toddler of PosyanduBendowulungKabupatenBlitar. The result showed that there was an effect of stimulation to the ability of toilet learning of 1 to 3 years old toddler. The Statistical test result using Wilcoxon sign rank test obtained p value = 0,000 (<0,05). It is expected to increase knowledge about the implementation of toilet learning stimulation, especially for parents to make their children more indepen- dent
Counterpressure dan Efek terhadap Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif pada Ibu Primigravida
Metode Counterpressure merupakan pijatan atau tekanan pada sacrum atau tulang belakang untuk menekan atau mengurangi nyeri. Counterpressure dapat dilakukan dengan menekan bagian punggung tepatnya pada sacrum seperti tekanan dengan menggunakan tangan, dengan cara telapak tangan melakukan tekanan dalam, kuat pada sacrum dengan tumit tangan dan menggerakkan melingkar kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektifitas nyeri pada ibu inpartu kala I fase aktif pada kelompok intervensi Counterpressure maupum kelompok kontrol. Metode penelitian ini menggunakandesain penelitian pra eksperimentyang dilaksanakan di Rumah Sakit Kanjuruhan Kabupaten Malang selama 4 bulan. Teknik observasi dilakukan untuk melihat intensitas nyeri sebelum dan sesudah dilakukan intervensi yang ditentukan dengan rumus uji-t. Instrument yang digunakan dengan menggunakan skala nyeri Bourbonais dan lembar observasi teknik Counterpressure. Berdasarkan uji analisis t-test dengan tingkat kemaknaan p < 0,05 menggunakan SPSS versi 17 didapatkan nilai p = 0,002 < 0,05 sehingga dapat diartikan bahwa ada perbedaan penurunan nyeri persalinan kala I fase aktif pada Ibu Primigravida sebelum dan sesudah dilakukan teknik Counterpressure. Dari hasil penelitian ini didapatkan kesimpulan bahwa ibu primigravida yang melakukan teknik Counterpressure  secara teratur dapat menurunkan nyeri persalinan secara berkala. Diharapkan metode counterpressure dapat diaplikasikan dalam asuhan keperawatan pada nyeri persalinan kala I fase aktif pada ibu primigravida
Hubungan kadar gula darah dengan tekanan darah pada lansia penderita Diabetes Tipe 2
Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang disebabkan oleh tubuh yang tidak mampu menggunakan insulin secara efektif. Prevalensi diabetes tipe 2 meningkat seiring dengan usia dan pola hidup yang tidak sehat. Kadar gula darah diabetes tipe 2 yang tidak terkontrol dapat memicu berbagai macam komplikasi pada penderita diabetes tipe 2, salah satunya terjadi makroangiopati yaitu komplikasi pada pembuluh darah besar sehingga mempengaruhi perubahan tekanan darah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kadar glukosa darah dengan tekanan darah lansia penderita diabetes tipe 2. Desain dalam penelitian ini adalah korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia penderita diabetes tipe 2 yang berobat di Poli Penyakit Dalam RSUD Mardi Waluyo Blitar sebanyak 300 responden, sampel yang didapatkan sebanyak 75 responden dengan menggunakan teknik accidental sampling. Uji statistik menggunakan Spearman Rank. Hasil dari penelitian menunjukkan kadar gula darah normal sebanyak 41 responden (54,7%) dan tekanan darah normal sebanyak 42 responden (56%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan terdapat korelasi yang signifikan antara kadar gula darah dan tekanan darah pada lansia penderita diabetes tipe 2 ( = 0.017) dengan koefisien nilai korelasi adalah 0.274. Terdapat hubungan antara kadar gula darah dengan tekanan darah. Kadar gula darah yang terkontrol dapat mempertahankan tekanan darah dalam range normal, sehingga mencegah terjadinya hipertensi
The Effectiveness of Health Education to The Womens Attitude in Facing Pre-Menopause
Pre-menopause period is a natural thing for women and cannot be ignored or avoid but some women still havent learned about it, including changes in Physiology as well as psychic will happen after menopause. This research aimed to know the influence of health education on womans attitude towards time of pre-menopause. The research method used pre- experiments with design pre-test and post-test one group design. The sample in this research was 31 mothers aged 40-50 years in Polindes desa Pasirharjo kecamatan Talun kabupaten Blitar, which was determined by sampling total sampling technique. Treat- ment in the form of the granting of health education by lecturing methods lectures. The measurement of the attitude was done before and after the treatment. The instrument used a questionnaire. The data analysis technique used paired sample t-test. The mean value of the results of the study showed the average pre-test of the attitude of average value and 22,8 and flat post-test attitude 24,1. The data analysis showed the value of attitude p score value where p was 0.000 where p 0.046 so Ho was declined. The conclusion of the research was there was an effect of health and education towards womens attitudes about the pre-menopause in Polindes Desa Pasirharjo Kecamatan Talun Kabupaten Blitar. Based on the results of such research, it is suggested to women who experienced a period of pre menopause, can accept changes to physical and sexual abuse that happened to him at that time with the thought that menopause is a reasonable and positive holds events
Terapi Swedish Massage menurunkan Tingkat Kecemasan Lansia di Balai Pelayanan Sosial Tresna Wredha (BPSTW) Unit Budi Luhur Yogyakarta
Berbagai macam perubahan akan dialami oleh lansia seperti perubahan fisik, psikologi, maupun psikososial akan menimbulkan masalah baru pada lansia salah satunya adalah kecemasan. Tehnik alternatif yang dapat digunakan untuk menurunkan kecemasan seseorang yaitu seperti yoga, meditasi, aromaterapi, dan relaksasi melalui pijat (massage). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh Swedish mas- sage terhadap tingkat kecemasan lansia. Metodologi: Desain penelitian ini adalah quasy experiment dengan one group pretest-post test design. Responden pada penelitian ini adalah lansia yang mengalami kecemasan dengan menggunakan teknik total sampling yaitu sebanyak 15 lansia di Balai Pelayanan Sosial tresna Wredha (BPSTW) Unit Budi Luhur Bantul Yogyakarta. Instrumen penelitian adalah instrument HARS. Responden diukur tingkat kecemasannya sebelum dan setelah dilakukan Swedish massage selama 1 minggu. Hasil penelitian dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil : Tingkat kecemasan pada lansia di BPSTW Budi Luhur Bantul Yogyakarta sebelum diberikan Swedish massage kategori sedang sebanyak 8 orang (53,3%). Tingkat kecemasan sesudah diberikan Swedish massage kategori ringan sebanyak 8 orang (53,3%). Perubahan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah diberikan Swedish massage menunjukkan perbedaan sebesar 2,00. Hasil uji Wilcoxon diperoleh dengan nilai p-value 0,008 < 0,05. Diskusi : Swedish massage berpengaruh terhadap tingkat kecemasan pada lansia di BPSTW Budi Luhur Bantul Yogyakarta
Pengaruh caregiving pada pasien kanker terhadap tingkat caregiver burden
Kompleksitas perawatan pasien kanker menyebabkan tingginya tingkat ketergantungan pasien kepada caregiver baik ketergantungan fisik maupun psikologis, yang berdampak terhadap timbulnya caregiver burden. Tujuan penelitian membuktikan adanya pengaruh caregiving pada pasien kanker terhadap tingkat caregiver burden. Desain yang digunakan cross sectional. Populasinya adalah caregiver pasien kanker di wilayah kerja puskesmas Kedungdoro dan Pacarkeling Surabaya yang jumlah 60 orang, yang diambil dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner caregiving dan caregiver burden scale yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Uji statistik dengan regresi ordinal didapatkan p = 0.000, dengan nilai R = 0.699 yang berarti ada pengaruh caregiving terhadap terhadap tingkat caregiver burden dengan besarnya pengaruh adalah 69.9%. Semakin kompleks keluhan pasien kanker, menyebabkan semakin lamanya durasi perawatan yang diberikan caregiver kepada pasien, hal ini berdampak terhadap ketidaseimbangan waktu kerja pribadi dengan waktu luang yang dimiliki caregiver untuk berelaksasi, hal ini menjadi stresor yang memicu stres, dan dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan caregiver burden
Pengaruh Family Psikoedukasi terhadap Peningkatan Self Care dalam Merawat Anak Thalasemia
Thalasemia adalah penyakit kronis yang mengarah pada beberapa masalah, yang melibatkan aspek biologis, psikologis, sosial dan spiritual. Pengasuh memainkan peran penting untuk mengadvokasi keluarga. Sementara itu, keluarga bertindak sebagai pengambil keputusan untuk menjaga kesehatan anggota keluarga. Selain itu, mereka harus mempertahankan anggota mereka, dalam hal perawatan diri. Selanjutnya mengenai peran keluarga dalam menjaga kesehatan para anggota. Penelitian ini menggunakan desain pre- eksperimental dan desain one group pretest-posttest. Populasinya adalah keluarga dengan anak thalas- semic di RSUD Daerah Jombang. Jumlah total sampling adalah 14 keluarga. Intervensi keluarga psiko- pendidikan diberikan dalam lima sesi. Sesi pertama adalah pertemuan dengan keluarga yang anaknya menderita thalassemia. Sementara itu, sesi keempat dan kelima digunakan untuk mengunjungi keluarga. Selanjutnya, intervensi diberikan dalam satu atau dua minggu setelah kunjungan. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh signifikan perawatan diri keluarga yang diukur oleh keluarga APGAR. Oleh karena itu, dapat direkomendasikan bahwa intervensi keluarga Psiko-pendidikan adalah salah satu intervensi yang digunakan untuk mencari anak-anak dengan thalasemia kronis