SOSIO-DIDAKTIKA: Social Science Education Journal
Not a member yet
206 research outputs found
Sort by
Pengaruh Lingkungan Sekolah Terhadap Modal Sosial Peserta Didik
Adanya kemunduran terhadap nilai-nilai, norma didalam kehidupan masyarakat hingga pada generasi muda seperti mabuk-mabukan, perkelahian ketika ada acara music, mabuk-mabukan, pencurian, begal dan kejahatan lain di masyarakat. Dalam generasi muda khususnya dikalangan siswa di sekolah seperti tawuran, nakoba, bully, pergaulan bebas, tidak menghormati guru, tidak disiplin, dan lain-lain. Tujuan penelitian adalah mengethaui konstribusi lingkungan sekolah terhadap perkembangan modal sosial peserta didik. Pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode survey. Instrumen yang digunakan adalah angket kepada responden. Adanya pengaruh lingkungan sekolah terhadap modal sosial siswa SMPN di kabupaten Pandeglang. Pengaruh lingkungan sekolah terhadap modal sosial adalah 0,05 %. Dengan tingkat signifikansinya dilihat dari table lebih kecil dari 0,05 sehingga lingkungan sekolah signifikan terhadap modal sosial
Analisis Faktor-Faktor Penghambat Siswa dalam Pembelajaran Online Mata Pelajaran IPS di Masa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus: Siswa Kelas IX SMP Paramarta)
Dalam setiap proses belajar baik melalui sistem pembelajaran offline maupun online seperti di masa pandemi covid-19 saat ini terdapat berbagai faktor yang memengaruhi proses belajar yang dapat menjadi penghambat proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembelajaran dan untuk mengetahui faktor-faktor yang menghambat siswa kelas IX SMP Paramarta dalam menjalani pembelajaran online di mata pelajaran IPS selama pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian studi kasus. Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah siswa kelas IX A. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian bahwa proses pembelajaran online mata pelajaran IPS dilaksanakan sesuai dengan prosedur pembelajaran yang telah ditetapkan sekolah. Adapun faktor-faktor yang menghambat siswa dalam belajar mata pelajaran IPS berasal dari faktor eksternal dan faktor internal. Hambatan utama berasal dari faktor eksternal, yaitu faktor sekolah, factor keluarga, serta sarana dan prasarana terutama jaringan internet yang sering kali tidak stabil atau buruk. Kemudian, selain hambatan utama yang berasal dari faktor eksternal, siswa juga merasakan hambatan yang berasal dari faktor internal, yaitu kurangnya rasa keinginan dari dalam diri siswa untuk belajar. Oleh karena itu, siswa jadi mudah merasa jenuh dan lelah
Pengaruh Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Terhadap Materi Pelajaran Geografi Kelas X IPS2 (Studi Kasus Madrasah Aliyah Nur As-Sholihat)
Rizkia Nur Hidayah (11160150000016), Pengaruh Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Terhadap Materi Pelajaran Geografi Kelas X IPS2 (Studi Kasus Madrasah Aliyah Nur As-Sholihat). Skripsi Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh metode pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) terhadap pemahaman belajar geografi siswa kelas X IPS2 Madrasah Aliyah Nur As-Sholihat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Eksperimen Semu (Quasi Eksperimen). Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X IPS. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling, yaitu berdasarkan atas pertimbangan tertentu sesuai dengan keinginan peneliti dan hasil diskusi dengan guru mata pelajaran Geografi. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan soal tes dan angket, tes terdiri dari pretest dan posttest sebanyak 10 (sepuluh) soal yang mengukur pemahaman, tes sudah tervalidasi dan telah diuji konstruk oleh ahli menggunakan SPSS Versi 24.0. Data penelitian dianalisis menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa perolehan rata-rata N-gain skor kelas eksperimen sebesar 95,02% dan untuk rata-rata N-gain skor kelas kontrol sebesar 56,05%. Selain itu hasil uji hipotesis menggunakan uji-t pada posttest diperoleh nilai thitung adalah 4.975 dan nilai ttabel adalah 2.003, maka Ho di tolak dan Ha diterima. Dengan demikian metode Teams Games Tournament dapat direkomendasikan untuk diterapkan pada pembelajaran Geografi, karena dapat meningkatkan pemahaman siswa
Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Berbasis Nilai Karakter Sebagai Upaya Membangun Ketrampilan Sosial Mahasiswa
Abstrak Dalam penelitian ini mempunyai tujuan yaitu agar mahasiswa mempunyai kecerdasan sosial lebih baik, dan meningkatkan pemahaman, berpengaruh positif dalam berinteraksi serta dapat mengembangkan hubungan ketika berinteraksi dengan mahasiswa yang lain. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif studi kasus. Subyek yang digunakan dalam penelitian ini ialah Mahasiswa dan Dosen pembelajaran IPS. Analisis data yang digunakan adalah analisis Interaktif.. Hasil dari pelaksanaan pembelajaran IPS berbasis nilai karakter ini bisa dikatakan berjalan dengan baik, baik mengenai respon dari Dosen pembelajaran IPS maupun dari Mahasiswa sendiri yang mampu membangun ketrampilan bersosialisasi dengan mahasiswa lain
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROYEK BASED LEARNING PADA KEWIRAUSAHAAN, MOTIVASI, NILAI BUDAYA TERHADAP MINAT USAHA BAGI MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UIN RADEN FATAH
Salah satu penggerak perekonomian dan perusahaan adalah kaum muda. Kaum muda atau bahasa lain generasi muda memiliki peranan penting bagi perekonomian yang dapat bersinergi dengan kesejahteraan. Argume yang mendasari hal ini karena jumlah kaum muda terus meningkat dan realitas dari perkembangan teknologi memberikan keleluasaan bagi kaum muda disemua bidang tanpa terkecuali. Penanaman jiwa kewirausahaan mahasiswa dapat melalui model pembelajaran. Melaui model pembelajaran para mahasiswa diharapkan memiliki bekal entreprenueship atau jiwa entrpreneurial. Para mahasiswa yang nanti akan menjadi alumni atau lulusan diharapkan menjadi sumber daya manusia yang mampu (survive) dan memiliki daya saing dalam lingkungan global yang kompetitif dan turbulen di era ekonomi pengetahua. Bagaimana Pengaruh Model Pembelajaran, Motivasi dan Budaya terhadap Minat wirausaha mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis IslamHasil penelitian menunjukan Model Pembelajaran Berpengaruh Terhadap Minat mahasiswa FEBI UIN Raden Fatah Palembang menjadi pengusaha . Nilai Budaya berpengaruh tidak signifikan terhadap minat mahasiswa FEBI UIN Raden Fatah Palembang menjadi pengusaha, motivasi (PPL/ Magang) berpengaruh terhadap Minat mahasiswa FEBI UIN Raden Fatah Berkarir menjadi pengusah
KOMPARASI TEMA-TEMA POKOK SOCIAL STUDIES DI NEGARA ASIA DAN AMERIKA SERIKAT
Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan perbandingan tema-tema pokok Social Studies yang berkembang dan diajarkan di Asia dan Amerika Serikat karena setiap negara memiliki masalah dan cara pemecahan masalah sosial yang berbeda-beda sesuai dengan kondisi dan budaya masing-masing negara. Dengan demikian disinilah Social Studies sebagai ilmu yang interdisipliner penting untuk dipelajari, dipahami dan dipraktikkan pada masyarakat yang merupakan laboratorium besarnya. Penelitian ini menggunakan metode meta analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tema pokok Social Studies di Asia yaitu tentang nilai-nilai yang hidup dimasyarakat; nilai kejujuran. Hubugan sosial baik secara individu maupun social dan peserta didik yang demokratis, dengan kata lain mempersiapkan peserta didik yang lebih humanis dalam kehidupan bermasyarakat. Sedangkan pembahasan lain juga pada Kurikulum 2013 IPS disebut dengan IPS Terpadu di Indonesia karena adanya penyatuan empat bidang studi dalam studi sosial seperti Geografi, Sejarah, Ekonomi, dan Sosiologi. Sedangkan tema pokok Social Studies di Amerika Serikat yaitu tentang sejarah bersatunya Amerika dalam membuat bangsa baru, kontinuitas dan perubahan dalam abad 20, prinsip demokrasi dan ekonomi Amerika, bahkan membahas kemajuan sains, teknologi. Namun demikian, tema-tema pokok kedua benua tersebut tetap mengacu kepada 10 tema pokok Social Studies yang dikeluarkan oleh NCSS
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR HISTORIS
AbstractThis study aims to describe the effect of using the Problem Based Learning (PBL) learning model on students\u27 historical thinking skills. The research method used was a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest design. The research subjects were class X students with a total population of 407 students, while the sample was class X IPA 2, totaling 40 students for the control class and X IPA 7, totaling 39 students for the experimental class. The sampling technique in this study was using the proportionate stratified random sampling technique. The data analysis technique used the t-test independent sample t-test to see the effect of the model. The results showed that there was a significant effect of the use of the PBL model on the historical thinking skills of students of SMA Negeri 1 Sungai Penuh which was confirmed with a significance value (Sig.) Less than 0.05. The average score of historical thinking skills in the experimental class is higher than the control class. So it can be concluded that the Problem Based Learning (PBL) learning model has a significant influence on the improvement of historical thinking skills of students of SMA Negeri 1 Sungai Penuh. Keywords: Problem Based Learning (PBL), Historical Learning, Historical Thinking SkillsAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap keterampilan berpikir historis siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimental dengan desain one group pretest-posttest design. Subjek Penelitian adalah siswa kelas X dengan jumlah populasi yang berjumlah 407 orang siswa sedangkan sampel adalah kelas X IPA 2 yang berjumlah 40 siswa untuk kelas control dan X IPA 7 yang berjumlah 39 siswa untuk kelas eksperimen. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Teknik analisis data menggunakan uji t t-test independent sample untuk melihat pengaruh model. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh yang signifikan penggunaan model PBL terhadap keterampilan berpikir historis siswa SMA Negeri 1 Sungai Penuh yang dikonfirmasi dengan nilai signifikansi (Sig.) lebih kecil dari 0,05. Nilai rata-rata keterampilan berpikir historis kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas control. Sehingga disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan keterampilan berpikir historis siswa SMA Negeri 1 Sungai Penuh. Kata Kunci: Problem Based Learning (PBL), Pembelajaran Sejarah, Keterampilan Berpikir Histori
Strategi Labeling, Packaging dan Marketing Produk Hasil Industri Rumah Tangga
Abstract:This research is focused to see the implementation of the strategy of labeling, packaging, and marketing of industrial products in the village of Karang Bajo, Bayan District, North Lombok, West Nusa Tenggara. The research method used is a qualitative research, with data sources 10 businesses in the village of Karang Bajo, Bayan District, North Lombok, West Nusa Tenggara. Data collected through observation, interviews, and documentation, while mnggunakan data analysis data analysis domain. The results showed that the strategy of labeling, packaging, and marketing industrial products household in the village of Karang Bajo Bayan District, North Lombok, West Nusa Tenggara, can be performed well although still traditional but from time to time to change direction better.Abstrak: Penelitian ini difokuskan untuk melihat penerapan strategi labeling, packaging, dan marketing produk hasil industri di Desa Karang Bajo, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Metode Penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif, dengan sumber data 10 orang pelaku usaha di Desa Karang Bajo, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data mnggunakan analisis data domain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi labeling, packaging, dan marketing produk hasil industri rumah tangga di Desa Karang, Bajo Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, dapat dilaksanakan dengan baik meskipun masih bersifat tradisional akan tetapi dari waktu ke waktu mengalami perubahan ke arah yang lebih baik. Pengutipan: Irrubai, M. L. (2016). Strategi Labeling, Packagingdan MarketingProduk Hasil Industri Rumah Tangga. SOSIO DIDAKTIKA: Social Science Education Journal, 3(1), 2016, 17-26. doi:10.15408/sd.v3i1.3794.Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/sd.v3i1.379
Analisis Faktor Integrasi Sosio-Kultural-Historis pada Masyarakat Multikultural
AbstractPost-1998 reform of the Indonesian nation was shocked by the social conflict that was previously unimaginable. The social conflict immediately arouse awareness to build a positive attitude through the effort to explore the factors of integration in a society. This article aims to explore the factors of integration in a multicultural society. For qualitative descriptive study was carried out, by doing participant observation, in-depth interviews, and documentation. The result was found three factors of integration as follows. First, the historical factors concerning the friendly relations between the Mataram kingdom and the kingdom of Buleleng, which boiled down to the relationship of brotherhood and kinship, between the Muslims and the Hindus that took place since the 17th century. Secondly, the occurrence of inter-ethnic marriages (amalgamation) among the Javanese and Balinese thus eliminating the psychological distance and distance sociological, reinforced with Menyama Braya conception and Ukhuwah Basyariah conception. Third, assimilation and acculturation between Islamic culture and the culture of Bali that still survive today.AbstrakPasca reformasi 1998 bangsa Indonesia dikejutkan oleh konflik sosial yang tak terbayangkan sebelumnya. Konflik sosial tersebut segera menggugah kesadaran untuk membangun sikap positif melalui upaya menggali factor-faktor integrasi dalam suatu masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk menggali faktor-faktor integrasi dalam masyarakat Pegayaman yang multikultural. Untuk itu dilakukan penelitian deskriptif kualitatif, dengan melakukan observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasilnya adalah ditemukan adanya tiga faktor integrasi sebagai berikut. Pertama, faktor historis menyangkut hubungan persahabatan antara kerajaan Mataram dan kerajaan Buleleng, yang mengerucut pada hubungan persaudaraan dan kekeluargaan, antara orang-orang Islam dan orang-orang Hindu yang berlangsung sejak abad ke-17. Kedua, terjadinya perkawinan antaretnik (amalgamasi) antara orang-orang Jawa dengan orang-orang Bali sehingga menghilangkan jarak psikologis dan jarak sosiologis, yang diperkuat dengan konsepsi menyama braya dan konsepsi ukhuwah basyariah. Ketiga, terjadinya asimilasi dan akulturasi antara budaya Islam dan budaya Bali yang masih bertahan hingga saat ini.Pengutipan: Arif, M. (2016). Analisis Faktor Integrasi Sosio-Kultural-Historis pada Masyarakat Multikultural. SOSIO DIDAKTIKA: Social Science Education Journal, 3(2), 2016, 126-134. doi:10.15408/sd.v3i2.4374.Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/sd.v3i2.437
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY DENGAN CONCEPT MAP DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI SISWA DI SMAN 1 BARRU
This research aims to reveal the ability of interpersonal communication among students after the implemention of the learning model of concept map, two stay two stray, and two stay two stray with concept map. This research was experiment type designing the factorial pre test – post test involving two variables – two stay two stray and concept map. The object of this research was two senior high schools at Barru, South Sulawesi. The respondents in this research were 122 students. The result disclosed that the instrument of the ability of interpersonal communication among students has valid and reliable of Cronbach Alpha 0.822. The change of communication as independent variable revealed that the learning model of concept map, two stay two stray, and two stay two stray with concept map provides positive effects on the ability of interpersonal communication among students. The learning model of two stay two stray provided the greatest effect with the value of 32.4%. The effect of concept map using the same size only provided the value of 7.8% and the combination of both only provided the value of 4.4%. The further result revealed that the response of teachers on the the given treatment has positive and students have positive response and assess that the given treatment supports their learning in the classroom