SOSIO-DIDAKTIKA: Social Science Education Journal
Not a member yet
206 research outputs found
Sort by
Efektivitas Penggunaan Microsoft Teams sebagai Media Pembelajaran pada Mata Pelajaran IPS (Studi Kasus Kelas VIII MTsN 1 Kota Tangerang Selatan
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan Microsoft Teams sebagai media pembelajaran pada mata pelajaran IPS. Penelitian ini dilakukan di MTsN 1 Kota Tangerang Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis data Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan kesimpulan atau verifikasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pedoman observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan Microsoft Teams sebagai media pembelajaran pada mata pelajaran IPS dikategorikan tidak efektif, dapat dilihat berdasarkan pada indikator efektivitas pembelajaran menurut Slavin yaitu mutu pengajaran, tingkat pengajaran yang tepat, insentif dan waktu yang harus saling berkesinambungan antara satu dengan lainnya agar dapat dinyatakan efektif. Semua aspek atau indikator dari efektivitas saling berkesinambungan antara satu dengan lainnya dan telah memenuhi kriteria untuk dinyatakan efektifKata Kunci: Efektivitas, Microsoft Teams, Media Pembelajaran AbstractThis study aims to determine the effectiveness of using Microsoft Teams as a learning medium in social studies subjects. This research was conducted at MTsN 1 South Tangerang City. The research method used is descriptive qualitative with data analysis techniques Miles and Huberman consisting of data reduction, data presentation and conclusions or verification. The instruments used in this research are observation, interview and documentation guidelines. The results of this study indicate that the use of Microsoft Teams as a learning medium in social studies subjects is categorized as ineffective, it can be seen based on the indicators of learning effectiveness according to Slavin, namely the quality of teaching, the right level of teaching, incentives and time that must be mutually sustainable with one another in order to achieve success. declared effective. All aspects or indicators of effectiveness are mutually sustainable with each other and have met the criteria to be declared effectiveKeywords: Effectiveness, Microsoft Teams, Learning Medi
Pengaruh Penggunaan E-LKPD Berbasis Kearifan Lokal Tradisi Nyadran Untuk Meningkatkan Kemampuan Melestarikan Budaya Lokal
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan E-LKPD berbasis kearifan lokal terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran menumbuhkan IPS dan mengembangkan semangatnya serta perbedaan menganalisis hasil belajar antara penggunaan E-LKPD dan LKPD non elektronik dalam pembelajaran IPS. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Desain penelitian menggunakan rancangan Pretest-postest nonequivalent control group design (menggunakan dua kelas) . Subyek penelitian ini peserta didik kelas VIII dari SMP Negeri 2 Sidoarjo. Teknik pengumpulan data menggunakan tiga teknik, yaitu Observasi, Tes, dan Dokumentasi. Analisis data menggunakan uji validitas, uji N-gain, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji independent t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan E-LKPD cukup efektif dari hasil penelitian yang telah diterapkan pada peserta didik di kelas VIII SMP Negeri 2 Sidoarjo dalam meningkatkan kemampuan menghasilkan budaya lokal. Sedangkan di kelas pembanding menunjukkan hasil dari data penelitian yang kurang efektif dari hasil penelitian dalam penggunaan non E-LKPD. Berdasarkan data hasil penelitian nilai post-test kedua kelas menunjukkan adanya perbedaan dengan menggunakan E-LKPD dalam meningkatkan kemampuan mengatasi budaya lokal. Maka
Analisis Efektivitas Pembelajaran Geografi pada Pelaksanaan Tatap Muka Terbatas (TMT) di SMA se-Kecamatan Taman Sari Jakarta Barat
This study aims to determine the implementation of geography learning during the pandemic and the effectiveness of geography learning in senior high schools throughout the Taman Sari sub-district, West Jakarta. This research is located in Senior high school in Taman Sari, West Jakarta, which consists of 5 schools namely, SMAN 17 West Jakarta, SMA Sentosa Pagi, SMAN 2 Jakarta, SMA Santo Leo and Ricci School. The data collection techniques used in this study were observation techniques, documentation studies and interview techniques. The analytical technique used in this research is descriptive qualitative analysis, which is to explain the analysis of the effectiveness of geography learning in the implementation of limited face-to-face learning in class X IPS SMA in Taman Sari, West Jakarta. Which will be presented in the form of percentages, tables, graphs, images and others. The results showed that (1) the implementation of learning in high schools throughout the Taman Sari District during the covid-19 pandemic was carried out face-to-face limited and online by using the whatsapp group application, google classroom and zoom meeting. (2) the effectiveness of learning geography in the face-to-face period is limited, judging from the quality of learning that is classified as quite effective with a score of 76.22%, the level of teaching is quite effective with a score of 78.37%, incentives are categorized as quite effective with a score of 68.90% and learning time is in the category of quite effective with a score of 90% Learning geography in face-to-face limited shows quite effective results, which is equal to 78.37%.Keywords: Learning Effectiveness, Limited Face-to-fac
Analisis Kebutuhan Mahasiswa Terhadap Pengembangan E-Modul Praktikum Manajemen UMKM dan Koperasi
Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk memperoleh informasi dan deskripsi secara mendalam terkait kebutuhan pengembangan e-modul praktikum pada mata kuliah Manajemen UMKM dan Koperasi yang sesuai dengan analisis kebutuhan mahasiswa dan analisis kurikulum. Responden pada penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Sriwijaya yang telah mengambil mata kuliah manajemen UMKM dan koperasi berjumlah 60 orang dan tim dosen pengampu mata kuliah yang berjumlah 3 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa, angket, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, Sebagian besar mahasiswa membutuhkan bahan ajar menarik yang dapat memenuhi karakteristik belajar mahasiswa yang beragam. Selain itu, kegiatan pembelajaran perlu diarahkan pada kegiatan pembelajaran bersifat praktik, karena peranan mata kuliah ini untuk mendukung kegiatan kewirausahaan di program studi. Selanjutnya, hasil analisis kebutuhan ini nantinya akan dijadikan pedoman/acuan bagi peneliti dalam mengembangkan e-modul praktikum Manajemen UMKM dan Koperasi berbasis team based project yang layak untuk dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran baik secara offline maupun online.
Implementasi Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Berbasis Kearifan Lokal Dan Moderasi Beragama
To make it easier for students to understand the material, teachers can carry out learning activities by utilizing the surrounding environment. Such as learning based on local wisdom wrapped in the values of religious moderation. The purpose of this study was to determine the implementation of social studies learning based on local wisdom and religious moderation at Madrasah Tsanawiyah, Wirosari District. The research design uses qualitative research methods. Collecting data using interview techniques, observation and documentation. The results of this study are that there is social studies learning based on local wisdom and moderation of religion at MTs Wirosari Subdistrict which is listed in the RPP which contains the integration of local wisdom and religious moderation that takes place during the learning process. The character values contained in the implementation of Social Studies learning based on local wisdom are religious values, mutual cooperation values, historical values, and economic values, while the character values based on Religious Moderation are tasamuh, tahadhdhur, and tawazun attitudes. Then the relevance of social studies learning based on local wisdom can be seen in the lesson plan which contains the integration of local wisdom and the concept of religious moderation in social studies learning materials, namely Basic Competency 3.1 and 4.1 in class VII and class VIII. It is hoped that by implementing local wisdom-based learning and religious moderation in social studies learning, it will be able to provide students with a more comprehensive understanding.Key word : Learning Social Sciences, Local Wisdom, Religious Moderatio
Model Pengukuran Faktor-Faktor Pembentuk Pembelajaran Daring Berdasarkan Teori Ekologi Bronfenbrenner
Selama pandemi Covid-19, kegiatan akademik pada semua jenjang pendidikan dialihkan dari sistem pembelajaran tatap muka menjadi sistem pembelajaran daring, sehingga terjadinya Learning Loss. Posisi pebelajar yang jauh dari pengawasan membutuhkan kemandirian belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. Kemandirian menggambarkan keterampilan seseorang untuk mengatur dirinya sendiri dan memutuskan sesuatu tanpa tergantung kepada orang lain. Menggunakan kerangka teoritis Bronfenbrenner, riset ini mengungkap faktor lingkungan yang mempengaruhi kemandirian belajar. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan profil dan mengkaji faktor pembentuk kemandirian belajar selama pembelajaran daring berdasarkan Teori Ekologi Bronfenbrenner. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan menggunakan analisis Structural Equation Modelling (SEM). Penelitian dilakukan melalui enam tahapan yaitu penyusunan instrumen, pengumpulan data, tabulasi data, analisis data, interpretasi hasil dan penulisan laporan. Subjek penelitian adalah 425 mahasiswa Universitas Negeri Surabaya yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Variabel dalam penelitian yaitu mikrosistem, eksosistem, dan makrosistem sebagai variabel independen, dan Self Regulated Learning (SRL) sebagai variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecenderungan tingkat kemandirian belajar mahasiswa Unesa selama pembelajaran daring berada pada tingkat kategori sedang. Variabel eksosistem dan makrosistem berpengaruh positif dalam membentuk kemandirian belajar mahasiswa. Sementara itu, variabel mikrosistem berpengaruh negatif terhadap pembentukan kemandirian belajar mahasiswa. Hal ini terjadi karena terdapat sistem yang rusak, sehingga dapat direkomendasikan untuk melakukan perbaikan pada mikrosistem.Kata Kunci: Pembelajaran Daring, Self Regulated Learning, Teori Ekologi Bronfenbrenne
Pengembangan Desain Pembelajaran Kewirausahaan di Perguruan Tinggi Berbasis OBE (Outcome Based Education) Dalam Rangka Meningkatkan Jiwa Entrepreneur Mahasiswa
Penelitian ini tentang pengembangan desain perkuliahan kewirausahaan dengan pendekatan OBE dalam rangka menumbuhkan jiwa Entrepreneur mahasiswa. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana Desain Perkuliahan Kewirausahaan Berbasis OBE (Outcome Best Education), bagaimana Implementasi dari penerapan Desain tersebut, dan bagaimana evaluasi dari penerapan desain tersebut dalam rangka meningkatkan Jiwa Entrepreneur Mahasiswa. Metode yang digunakan menggunakan Model ADDIE, dimana terdiri dari lima langkah yaitu analyze, design, deveop, implementation, dan evaluation. Populasinya Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan sampel penelitiannya Jurusan PGMI dan Jurusan Pendidikan Matematika. Teknik pengumpulan dan pengolahan data disesuaikan dengan tahapan dalam ADDIE yaitu studi literatur, studi lapangan, pengamatan dikelas, telaah ahli (judge expert), uji coba, angket terbuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desain Perkuliahan Kewirausahaan Berbasis OBE yaitu Tahap awal analisys menganalisis Deskripsi Mata Kuliah, Capaian Pembelajaran Program Studi (CPPS), menganalisis karakteristik mahasiswa berkenaan dengan pengetahuan, sikap jiwa entrepeuner, dan keterampilan dalam Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPM) Kewirausahaan, menganalisis materi, mengembangkan dan menemukan pengalaman siswa yang berhubungan dengan materi. Tahap kedua merancang design, data yang diperoleh dimanifestasikan ke dalam rancangan bahan ajar. Tahap ke tiga melakukan Pengembangan, menyusun bahan materi kemudian dinilai kelayakan draft bahan ajarnya oleh JUDGE EXPERT. Tahap keempat mengimplementasikan pembelajaran selama 1 semester. Tahap kelima Evaluasi, dengan menggunakan angket terbuka. Implementasi desain pembelajarannya dilakukan dengan tahap persiapan meliputi penyusunan RPS, Persiapan Modul Ajar, Pelaksanaan Perkuliahan Kewirausahaan Berbasis OBE dengan mengikuti langkah-langkah sesuai dengan RPS, dan Evaluasi dengan melakukan UTS dengan Praktek pelaksanaan bisnis dalam berupa Pelatihan dan UAS dalam bentuk Praktek Bisnis di BAZAR. Dan Evaluasi, secara keseluruhan desain perkuliahan kewirausahaan berbasis OBE bisa meningkatkan jiwa entrepreneur mahasiswa, hal ini dibuktikan dari score angket terbuka sebesar 100% setuju dengan rincian menguasai materi sebesar 90,9%, metode mengajar yang digunakan sebesar 95,85%, Sumber belajar sebesar 70% dan teknik penggunaan evaluasi sebesar 93,4%
Pendidikan Nilai dari Karakter Sutan Syahrir
Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya penggalian karakter tokoh bangsa yang diperuntukan untuk generasi muda yang sedang dalam proses mencari jati diri. Mereka memerlukan “contoh” yang akan dijadikan model dalam membangun kepribadiannya. Pendidikan Nilai dari tokoh tokoh bangsa tersebut memberi bantuan terhadap peserta didik agar menyadari dan mengalami nilai-nilai serta menempatkannya secara integral dalam keseluruhan hidupnya. Batasan utama masalah penelitian ini adalah “nilai-nilai apa saja yang dapat digali dari kehidupan Sutan Syahrir untuk dapat dikembangkan dalam pembelajaran sejarah[”?. Penelitian ini menggunakan pendekatan historis dan analisis isi untuk mendapatkan gambaran mengenai karakter Sutan Syahrir. Terdapat delapan buku yang ditelaah yang menulis biografi Syahrir, antara lain karya Anwar (2011), Firdaus (2015), Indro (2009), Legge (2003), Masyhudi (1997), Mrazek (1996), Romandhon (2018), dan Santoso (2014). Analisis kajian sejarah Sutan Syahrir memberikan gambaran mengenai pendidikan, idealisme dan kepemimpinan, sikap pemalu dan pendiam, diplomat ulung, percintaan dan hubungan sosial, perilaku kebarat-baratan dan kecintaan pada seni, konflik dengan Seokarno, serta keaktifan di organisasi
Eksperimen Snowball Throwing Pada Materi Usaha Makro dan Mikro Mata Pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan
Guru perlu mengembangkan metode pembelajaran yang dapat mendorong siswa untuk aktif, terampil, kreatif dan inovatif. Salah satu metode pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran tersebut yakni metode kooperatif tipe snowball throwing karena metode pembelajaran ini berpusat pada siswa. Snowball throwing sebagai salah satu tipe metode pembelajaran kooperatif merupakan pembelajaran yang diadopsi pertama kali dengan menggabungkan permainan fisik dengan diskusi. Snowball throwing melatih siswa untuk lebih tanggap menerima pesan dari siswa lain dalam bentuk bola salju yang terbuat dari kertas. Dalam prakteknya, siswa dapat mengajukan pertanyaan dan mengemukakan pendapat dalam sebuah pemikiran dengan kreativitas yang dimilikinya maupun kelompok. Tujuan penelitian untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar produk kreatif dan kewirausahaan dengan menggunakan snowball throwing dan konvensional. Penelitian dilakukan pada siswa kelas XI SMK dengan menggunakan eksperimen, yakni adanya pemberian treatment berupa penggunaan snowball throwing pada pembelajaran. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan pemberian tes pada kelas kontrol dan eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata hasil belajar kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol
Implementasi Kearifan Lokal Smong dalam Pembelajaran Jenjang SMP-SMA di Kabupaten Simeulue
Kearifan lokal smong merupakan tradisi lisan masyarakat Kabupaten Simeulue yang digunakan dalam mengantisipasi apabila terjadi bencana tsunami (smong). Kearifan lokal smong perlu dijaga dan disosialisasikan kepada generasi muda salah satu caranya melaluilembaga pendidikan. Pemerintah Kabupaten Simeulue mengadakan sebuah upaya kebijakan dalam mengimplementasi materi kearifan lokal smong pada jenjang SMP-SMA untuk menerapkan dan mengintegrasikan nilai-nilai budaya kearifan lokal smong dalam pembelajaran. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kearifan lokal smong dalam pembelajaran jenjang SMP-SMA di Kabupaten Simeulue. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan jenis pendekatan deskriptif kualitatif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 10 sekolah. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, dan penanggung jawab program di dinas pendidikan Kabupaten Simeulue. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh diolah dengan tahapan analisis data kualitatif yaitu reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kearifan lokal smong dalam pembelajaran yang diterapkan di sekolah jenjang SMP-SMA di Kabupaten Simeulue belum terlaksana dengan baik karena bersifat pengintegrasian materi juga tidak terdapat kegiatan yang tidak dilakukan dalam budaya sekolah terkait kearifan lokal smong dalam pembelajaran