SOSIO-DIDAKTIKA: Social Science Education Journal
Not a member yet
    206 research outputs found

    IDENTIFIKASI PEMBELAJARAN IPS BERBASIS LITERASI GEOGRAFI DALAM MENUMBUHKAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN PESERTA DIDIK

    Get PDF
    Abstract This researchobjectiveis to identify social study based on geoliteracy that have been applied to build student’s eco-friendly characterat junior high school in Bandung. The method that used in this research is descriptive analysis method with quantitative approach. The results showed that the factual condition of social studies learning at junior high school in Bandunghas not been developed to cultivate eco-friendly character. The objective condition of social studies learning is related to buildingstudent’s eco-friendly character, the teacher understands substantially that the social studies material is related to building student’s eco-friendly character. But in reality, the teacher has never done a special development of social studies learning based on geoliteracy to build eco-friendly character, for reasons not yet know how or technical to develop thelearning model. Thissituation, shows the learning process of social studies that have been done by teachers have not been able to build student’s eco-friendly character.   Abstraks Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pembelajaran IPS berbasis literasi geografi yang diterapkan selama ini untuk menumbuhkan karakter peduli lingkungan peserta didik di tingkat SMPN di Kota Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi faktual pembelajaran IPS di SMPN Kota Bandung belum dikembangkan untuk menumbuhkan karakter peduli lingkungan. Kondisi objektif pembelajaran IPS berkaitan dengan menumbuhkan peduli lingkungan peserta didik di SMPN Kota Bandung yaitu guru memahami secara substansi bahwa materi IPS berkaitan dengan menumbuhkan karakter peduli lingkungan. Namun secara kenyataannya, guru belum pernah melakukan pengembangan khusus pembelajaran IPS yang berbasis literasi geografi untuk menumbuhkan karakter peduli lingkungan, dengan alasan belum mengetahui cara atau teknis untuk mengembangkan model pembelajaran tersebut. Keadaan ini, memperlihatkan proses pembelajaran IPS yang selama ini dilakukan oleh guru belum dapat menumbuhkan karakter peduli lingkungan peserta didik.  Pengutipan: Nisa, Jakiatin, dkk. (2017). Identifikasi Pembelajaran IPS Berbasis Literasi Geografi dalam Menumbuhkan Karakter Peduli Lingkungan Peserta Didik. SOSIO DIDAKTIKA: Social Science Education Journal, 4(1), 2017, 1-13. doi:10.15408/sd.v4i1.5915.Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/sd.v4i1.5915

    KOMPOSISI PENDUDUK PELAKU URBANISASI DI DESA KASTURI KECAMATAN KUNINGAN KOTA KUNINGAN

    Get PDF
    Abstract This study aimed to get representation about people’s composition of urbanization’s agent in Kasturi village. The people’s composition have four classification, there are biology, social, economy, and geography. The research method is descriptive with quantitative approach. The technique of analyze data used statistics descriptive with explained data which achievemented and then translation value of percentage. The Insruments that have been used are questionnaire, interview, and documentation. Based on the analyze that have been done, the result show representation people’s composition of urbanization’s agent biology classification comprised age and gender. The age of urbanization’s agent all of them (100%) are productive age to work, meanwhile almost all of them (96%) are men, and only a little part (4%) are woman. Base on social classification comprised level of education and marriage status. Level of education are almost halves (34%) finished Elementary School, (26%) finished Junior High School, and (40%) finished Senior High School. Meanwhile merriage status a big part (74%) are be Married, a little part (22%) are Unmarried, another  a little part (2%) are Widower because divorcee and Widower because  died. Base on economy classification comprised occupation of urbanization’s agent a little part (6%) are factory worker/ construction, another a little part (2%) are employee an nurse. And almost all of them (90%) are entrepreneur which (4%) are power of selling (86%) are power of selling and services instrumen of automotive and sparepart. Base on geography classification, a big part (68%) unchange their demography and place of birth at village, and almost halves (32%) change their demography and place where to stay become city.  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang komposisi penduduk pelaku urbanisasi di desa Kasturi. Komposisi penduduk terdiri dari empat klasifikasi yaitu biologis, sosial, ekonomi, dan geografi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik analisis data dengan menggunakan statistik deskriptif dengan menggambarkan data yang telah diperoleh  kemudian ditafsirkan nilai prosentasenya. Instrumen yang digunakan adalah angket, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan analisis yang dilakukan, didapatkan hasil penelitian gambaran komposisi penduduk pelaku urbanisasi berdasarkan klasifikasi biologis meliputi usia dan jenis kelamin. Usia pelaku urbanisasi seluruhnya (100%) adalah usia produktif kerja, sedangkan jenis kelamin hampir seluruhnya (96%) adalah laki-laki, dan hanya sebagian kecil (4%) adalah perempuan. Berdasarkan klasifikasi sosial yang meliputi tingkat pendidikan dan status perkawinan. Tingkat pendidikan pelaku urbanisasi adalah hampir setengahnya (34%) tamat SD/ Sederajat, (26%) tamat SMP/ Sederajat, dan (40%) tamat SMA/ Sederajat. Sedangkan status perkawinan sebagian besar (74%) Menikah, sebagian kecil (22%) Lajang/Belum kawin, sebagian kecil lainnya (2%) Duda/ Janda cerai, dan Duda/ Janda meninggal. Berdasarkan klasifikasi ekonomi yaitu pekerjaan pelaku urbanisasi sebagian kecil (6%) merupakan Buruh pabrik/ Bangunan, sebagian kecil lainnya (2%) merupakan karyawan swasta dan juga perawat. Dan hampir seluruhnya (90%) merupakan wiraswasta dimana (4%) adalah tenaga penjualan dan (86%) adalah tenaga penjualan dan usaha jasa di bidang otomotif, onderdil dan sparepart. Berdasarkan klasifikasi geografis, sebagian besar (68%) tidak mengubah status kependudukan atau tempat tinggalnya tetap desa, dan hampir setengahnya (32%) mengubah status kependudukan atau tempat tinggalnya menjadi kota. Pengutipan: Ahmal. (2017). Komposisi Penduduk Pelaku Urbanisasi di Desa Kasturi Kecamatan Kuningan Kota Kuningan. SOSIO DIDAKTIKA: Social Science Education Journal, 4(1), 2017, 71-80. doi:10.15408/sd.v4i1.4019.Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/sd.v4i1.401

    REAKTUALISASI AWIK-AWIK DALAM MELESTARIKAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT DESA LANDAH KECAMATAN PRAYA TIMUR KABUPATEN LOMBOK TENGAH

    Get PDF
    This article aims to explain the results of the re-actualization Awig awig Desa in preserving the social and cultural Desa Landah Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah is done by optimizing the village officials and all elements of society in guarding Awig awig Desa both in the planning process, manufacture, fixing up to supervision. The research method used is descriptive qualitative research subject community leaders, village government and villagers Desa Landah. Data were collected through observation, interviews and documentation. The conclusion drawn by the domain analysis. The results showed that Awik-awik Desa Landah as follows: 1) Do not damage trees turi, 2) Non-destructive beans, 3) Do not take water from the stream before getting a turn, and 4) not infringe customs. Reactualization Awig awig Desa in preserving the social and cultural village Landah conducted by Religious Leaders, Community Leaders, Indigenous Leaders, Youth Leaders, Women Leaders, Head of Hamlet or keliang, Chairman of RT, and philter. Furthermore Awig awig Desa disseminated to the general public through village meetings, village meetings, neighborhood meetings, religious events and announcements through panflet

    MENUMBUHKAN SIKAP MULTIKULTURAL MELALUI INTERNALISASI NILAI-NILAI MULTIKULTURAL DALAM PEMBELAJARAN IPS

    Get PDF
    abstract Internalization of multicultural values ​​is important in MA Al-Mawaddah because the characteristics of MA Al-Mawaddah students are multicultural. This study aims to: (1) find out the multicultural values ​​contained in learners in MA Al-Mawaddah, (2) analyze the way of teachers in internalizing multicultural values ​​to foster multicultural attitude in students, and (3) to know the teacher\u27s constraint in internalizing multicultural values in IPS learning and solutions. This research uses qualitative approach with case study method. The data were collected using observation, interview, and documentation study. The analysis of this research data is based on Miles and Huberman model, which starts with data reduction, data display, followed by factor analysis, explanation, and comprehension. The results of the research indicate that: (1) the multicultural values ​​found in MA Al-Mawaddah students, among others, the values ​​of tolerance, mutual respect and respect, (2) the internalization of the multicultural values ​​by teachers is done by explaining and giving various examples to the students; ) difficulties faced by students in obtaining multicultural values, mostly in understanding and how they understand. So the solution, to solve this problem the teacher continuously explain and discuss this issue until the students understand.  Abstrak Internalisasi nilai-nilai multikultural penting dilakukan di MA Al-Mawaddah karena karakteristik para siswa MA Al-Mawaddah yang multikultural. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui nilai multikultural yang terdapat pada peserta didik di MA Al-Mawaddah, (2) menganalisis cara guru dalam menginternalisasikan nilai multikultural untuk menumbuhkan sikap multikultural pada siswa, dan (3) mengetahui kendala guru dalam menginternalisasikan nilai multikultural dalam pembelajaran IPS berikut solusinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data penelitian ini didasarkan pada model Miles dan Huberman, yakni dimulai dengan reduksi data, display data, yang dilanjutkan dengan analisis faktor, penjelasan, dan pemahaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) nilai multikultural yang terdapat pada siswa MA Al-Mawaddah, yaitu nilai toleransi, saling menghargai dan menghormati, (2) internalisasi nilai multikultural oleh guru dilakukan melalui  menjelaskan dan memberikan berbagai contoh kepada siswa, dan (3) kesulitan yang dihadapi oleh siswa dalam memperoleh nilai multikultural, sebagian besar dalam memahami dan bagaimana mereka mengerti. Sehingga solusi, untuk memecahkan masalah ini guru terus menerus menjelaskan dan membahas masalah ini sampai siswa memahami.  Pengutipan: Rufaida, Hasna. (2017). Menumbuhkan Sikap Multikultural Melalui Internalisasi Nilai-nilai Multikultural dalam Pembelajaran IPS. SOSIO DIDAKTIKA: Social Science Education Journal, 4(1), 2017, 14-24. doi:10.15408/sd.v4i1.4343.Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/sd.v4i1.434

    IPS DAN PENDIDIKAN LINGKUNGAN: URGENSI PENGEMBANGAN SIKAP KESADARAN LINGKUNGAN PESERTA DIDIK

    Get PDF
    ABSTRACT The ecological crisis is becoming a critical discourse between society not only nationally but also internationally. The challenge to make the student as responsible citizens demanding social studies teachers to have the skills for conducting effective learning. Strategies for achieving the quality of learning is influenced by various factors that often appear interrelated and together with the dynamic changes in the development of society itself. The aim of writing articles is expected to describe an understanding of how the urgency of the discourse of environmental awareness around us. Environmentally conscious attitude can be inculcated early. This is certainly in accordance with the practice of education in schools. Every teacher in particular in the field of Social Studies can integrate environmental material as part of a discussion. Obviously, such materials could be focus discourses critical for us to preserve the environment.   Abstrak Krisis ekologi menjadi wacana kritis bagi masyarakat tidak hanya dalam lingkup nasional tetapi juga internasional. Tantangan untuk menjadikan peserta didik sebagai warga negara yang bertanggungjawab menuntut guru IPS untuk memiliki kecakapan dalam meramu pembelajaran yang efektif. Strategi pencapaian mutu pembelajaran sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor yang kerap muncul saling berkaitan dan bersamaan dengan perubahan dinamisasi perkembangan masyarakat itu sendiri. Penulisan artikel ini diharapkan dapat membuat pemahaman bagaimana urgensi wacana kesadaran lingkungan di sekitar kita. Sikap sadar lingkungan dapat ditanamkan sejak dini. Hal ini tentunya sesuai dengan praktik pendidikan di sekolah. Setiap guru khususnya di bidang IPS dapat mengintegrasikan materi lingkungan sebagai bagian dari bahasan IPS. Tentunya materi yang demikian bisa menjadi pemicu wacana-wacana kritis bagi kita untuk melestarikan lingkungan.  Pengutipan: Mutiani. (2017). IPS dan Pendidikan Lingkungan: Urgensi Pengembangan Sikap Kesadaran Lingkungan Peserta Didik. SOSIO DIDAKTIKA: Social Science Education Journal, 4(1), 2017, 45-53. doi:10.15408/sd.v4i1.5718.Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/sd.v4i1.571

    PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF TIPE PEER LESSONS TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA

    Get PDF
    Background of this research was critical thinking ability of students who have not developed maximally in the learning process. During this time, the implementation of learning is dominated by the use of lecture methods that are more teacher-centered activities. This research used quantitative approach, quasi experimental method with design Nonequivalent Control Group. The population in this study was all students of class X with the number of 68 students. The data collection tools used was test questions, observation sheets, questionnaires, and documentation. Based on the data analysis, the following research results are obtained: (1) learning implementation in the experimental class and control class showed excellent results, need good preparation, and was supported by good interaction between teachers and students. Testing the hypothesis proves that there is a significant difference of critical thinking ability of experimental class and control class on the final measurement (posttest) is indicated by z count> z table or 2,30> 1,96 which means Ho refused and Ha accepted. (2) Result of student’s questionnaire response after done data processing, obtained average value 90,66% with very strong category, so it can be concluded that active learning strategy of peer lesson type can be applied as one of strategy in economic learning

    IDENTIFIKASI KESADARAN MASYARAKAT TERHADAP KONSERVASI DAN REHABILITASI BURUNG

    Get PDF
    Abstract This study aims to determine public awareness of the conservation and rehabilitation of birds on bird traders in Pasundan Market, Sukabumi. The research method used is descriptive method with qualitative approach. Data collection techniques used observation, interviews, questionnaires, documentation, and field notes. The results found in this study is the level of public awareness of bird conservation and rehabilitation on the bird traders is very important to maintain the sustainability of birds that exist in their natural habitat. But in reality there are still many bird traders who sell protected birds obtained from consumers who entrust directly to the traders for resale. The occurrence of such phenomena is due to less supervision by the government. The lack of public awareness of bird conservation and rehabilitation is largely due to the lack of awareness of traders on the understanding of conservation and rehabilitation rules, and the lack of supervision to traders by the government. In addition, the role of the general public to assist oversight also needs to be improved to assist government oversight.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesadaran masyarakat terhadap konservasi dan rehabilitasi burung pada pedagang burung di Pasar Pasundan, Sukabumi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, kuisioner, dokumentasi, dan catatan lapangan. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah tingkat kesadaran masyarakat terhadap konservasi dan rehabilitasi burung pada para pedagang burung sangat penting untuk menjaga kelestarian burung yang ada di habitat aslinya. Namun pada kenyataannya masih banyak pedagang burung yang menjual burung yang dilindungi yang didapatkan dari para konsumen yang menitipkan langsung kepada para pedagang untuk dijual kembali. Terjadinya fenomena tersebut disebabkan karena pengawasan yang kurang oleh pemerintah. Kurangnya tingkat kesadaran masyarakat terhadap konservasi dan rehabilitasi burung sangat disebabkan karena kurangnya kesadaran para pedagang terhadap pemahaman peraturan konservasi dan rehabilitasi, serta kurangnya pengawasan kepada para pedagang yang dilakukan oleh pemerintah. Selain itu, peran masyarakat umum untuk membantu pengawasan juga perlu ditingkatkan untuk membantu pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah.  Pengutipan: Arsyad, Ardi Muhamad. (2017). Identifikasi Kesadaran Masyarakat terhadap Konservasi dan Rehabilitasi Burung. SOSIO DIDAKTIKA: Social Science Education Journal, 4(1), 2017, 81-91. doi:10.15408/sd.v4i1.4393.Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/sd.v4i1.439

    PERANAN KOPERASI MAHASISWA DALAM MEMBENTUK MENTAL ENTERPRENEURSHIP MAHASISWA

    Get PDF
    This study aimed at determining the role of student’s cooperatives in building the entrepreneurial mentality on the students of Economics Education STKIP Persada Khatulistiwa Sintang. The method of the research used was qualitative approach. The data of the research were obtained from two sources namely: Primary data and Secondary data. Data collection techniques used in this study was interviews, observation and documentation. The data collecting instruments used was interview guidelines, field notes and researchers themselves. Data analysis was done through data reduction, data presentation, and conclusion. Based on the results of the research, obtained that: 1) The role of the student’s cooperatives seen from 2 approaches, that are Student’s Cooperative as entrepreneurial education unit trains and educates students in cooperative management as well as train and educate students in developing entrepreneurial potential. 2) The role of student cooperative in building students\u27 entrepreneurial mentality at Kopma on Economics Education of STKIP Persada Khatulistiwa Sintang has been appropriate for indicators of entrepreneurial mentality in terms of leadership, task and result oriented, future orientation, creativity, risk-taking and self-confidence

    KEARIFAN LOKAL DAN PENDIDIKAN IPS: STUDI PEDULI LINGKUNGAN DALAM HUTAN LARANGAN MASYARAKAT ADAT KAMPAR

    Get PDF
    Abstract This paper explains environmental attitudes taken from the local wisdom of the Forest Prohibition of Kampar indigenous peoples through social science education approaches. The data is collected through literature studies in the form of newspapers, journals, papers, written texts, and others related to local wisdom and social science education. The results obtained that the local wisdom values ​​of Kampar indigenous forest prohibition can be developed in social science learning. The values ​​of customs and customs indicated through tambo (history and indigenous petitih) indicate a clear attitude about Kampar indigenous peoples consciousness in preserving its environment. In addition to the regulations made in the form of Forest Prohibition Act No. 1 of 2007, the values ​​of other local wisdom is a belief in the myth that develops in society so that environmental awareness is higher. These values ​​can be developed in social science education by conducting curriculum development based on local wisdom Forest Prohibition thick with spiritual value.  Abstrak Tulisan ini menjelaskan sikap peduli lingkungan yang diambil dari kearifan lokal Hutan Larangan masyarakat adat Kampar melalui pendekatan pendidikan IPS. Data dihimpun melalui studi pustaka berupa surat kabar, jurnal, makalah, teks-teks tertulis, dan lain-lainnya yang terkait dengan kearifan lokal dan pendidikan IPS. Hasil yang didapatkan bahwa Hutan Larangan masyarakat adat Kampar memiliki nilai-nilai yang dapat dikembangkan dalam pembelajaran IPS. Nilai adat dan norma adat yang ditunjukkan melalui tambo (sejarah dan petatah-petitih adat) menunjukan adanya sikap yang jelas tentang kesadaran masyarakat adat Kampar dalam melestarikan lingkungannya. Di samping peraturan yang dibuat dalam bentuk Undang-Undang Hutan Larangan No 1 Tahun 2007, nilai-nilai kearifan lokal lainnya adalah adanya kepercayaan terhadap mitos yang berkembang dalam masyarakat sehingga kesadaran lingkungan semakin tinggi. Nilai-nilai tersebut dapat dikembangkan dalam pendidikan IPS dengan melakukan pengembangan kurikulum berbasis kearifan lokal Hutan Larangan yang kental dengan nilai spiritual.  Pengutipan: Ahmal. (2017). Kearifan Lokal dan Pendidikan IPS: Studi Peduli Lingkungan dalam Hutan Larangan Masyarakat Adat Kampar di Provinsi Riau. SOSIO DIDAKTIKA: Social Science Education Journal, 4(1), 2017, 61-70. doi:10.15408/sd.v4i1.5918.Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/sd.v4i1.591

    MENGGAGAS ULANG TRANSFORMASI PENDIDIKAN YANG BERKESADARAN HUMANIS, DIALOGIS, KRITIS, LIBERATIF DAN EKOLOGIS

    Get PDF
    ABSTRACT The development of today\u27s world is a challenge for education. Obviously, the development of emerging from and in education. However, developments on the other side could have an impact on the disorientation of the meaning and practice of education. Education should ideally be a vehicle for the establishment of a human into a more humane, just disoriented meaning and praxis. The existence of facts and experience degradation, disparity, discrepancy, dehumanization, and the ecological damage suggests that the failure of education, in terms of both concept and practice. To be able to restore the sense and understanding of education as a human being human activity make the necessary efforts to restore the concept and praxis of real education. The initial step is an effort to re-define and re-orientation of transformative education. Today, initiated the re-education of character transformative become very urgent and relevant in order to reposition the image of humanity that is eroded by the effects of negative developments.  ABSTRAK Perkembangan dunia dewasa ini menjadi tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan. Sudah jelas, perkembangan muncul dari dan dalam pendidikan. Namun perkembangan pada sisi lain bisa berdampak pada disorientasi terhadap makna dan praksis pendidikan. Pendidikan yang idealnya menjadi wahana pembentukan manusia menjadi lebih manusiawi, justru mengalami disorientasi makna dan praksisnya. Adanya fakta dan pengalaman degradasi, disparitas, diskrepansi, dehumanisasi, dan kerusakan ekologis memberi kesimpulan bahwa pendidikan  mengalami kegagalan, baik dari segi konsep maupun prakteknya. Untuk bisa mengembalikan pengertian dan pemahaman pendidikan sebagai aktivitas membuat manusia menjadi manusiawi maka perlu berbagai upaya mengembalikan konsep dan praksis pendidikan yang sebenarnya. Langkah awal adalah upaya definisi ulang dan orientasi kembali pendidikan yang transformatif. Dewasa ini, menggagas ulang pendidikan yang berkarakter transformatif menjadi sangat penting dan relevan demi memposisikan kembali citra kemanusiaan yang tergerus akibat berbagai dampak perkembangan yang negatif.  Pengutipan: Arsyad, Ardi Muhamad. (2017). Identifikasi Kesadaran Masyarakat terhadap Konservasi dan Rehabilitasi Burung. SOSIO DIDAKTIKA: Social Science Education Journal, 4(1), 2017, 92-100. doi:10.15408/sd.v4i1.5920.Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/sd.v4i1.592

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SOSIO-DIDAKTIKA: Social Science Education Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇