SOSIO-DIDAKTIKA: Social Science Education Journal
Not a member yet
206 research outputs found
Sort by
PENGARUH METODE GUIDED DISCOVERY DAN METODE PROBLEM SOLVING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA (Studi Kuasi Eksperimen Pada Mata Pelajaran Ekonomi Materi Manajemen di SMA Negeri 1 Cikarang Utara)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode guided discovery dan metode problem solving terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Alasan dilakukannya penelitian ini adalah karena rendahnya tingkat kemampuan berpikir kritis siswa. metode pembelajaran guided discovery menekankan pada mengkontruksi pengetahuan melalui penemuan sedangkan metode problem solving menekankan pada mengkontruksi pengetahuan pembelajaran melalui pemecahan masalah. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperiman dengan desain penelitian nonequivalent control group design . Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X IIS SMA Negeri 1 Cikarang Utara dan sampel sebanyak 93 Orang. Analisis data menggunakan SPSS versi 21 dengan pengujian hipotesis melalui statistik parametrik, uji perbedaan rata-tata (paired sample t-test) dan Analysis of variance. Hasil penelitian yang diperoleh pengaruh metode guided discovery berbeda dengan pengaruh metode konvensional terhadap kemampuan berpikir kritis siswa di kelas X IIS 3. Pengaruh metode problem solving berbeda dengan pengaruh metode konvensional terhadap kemampuan berpikir kritis siswa di kelas X IIS 4. pengaruh metode guided discovery berbeda dengan pengaruh metode problem solving terhadap kemampuan berpikir kritis siswa
LEADERSHIP EEFECTIVENESS AND SOCIAL REFORMS IN RISALE-I NUR
This paper aims to cover the philosophy of science or the religious Islamic epistemology through Bediuzzaman Said Nursi’s thought carried out with the fraternization of natural sciences with the religious sciences, to strengthen the truths arranged on modern advanced scientific beliefs and spiritual alignments for development, for guiding and enlightening the modern-day youth. The cautious use of freedom and its protection with clear definition on the liberty limits was narrated by Bediüzzaman Said Nursi’s Risale-i Nur (1910 – 1950), provided the desired the celestial and modern facts to right channelize with the determination to validate the evidences for Islam’s assurance for religious revival. Reasoning the ignorance in individuals and exploitation of supremacy for rigid unsophisticated ideals of moral values, Bediüzzaman Said Nursi’s prospered on the issue of the Islamic world from the oubliettes of inexperience and deficiency; with the spirit and liberal thought, that a superior demand on learning can place the society obsessed for development by protection from the onslaught which could disturb relationships for personal advantage, exclusive treatment and disenchanted extravaganza. Appeals to normalize the leadership character for materialism and the interest in properties have historically been connected to evolution, methodical substantiation of knowledge, and excellent protection for socio-economic expansion. To overcome numerous hindrances and sustained teaching with understandings of Islam, education needed to inspire erudition method towards development across all societies. Bediüzzaman Said Nursi’s solid propagandizing’s laid the foundation to peace and harmony do not use any force and avoid any disruption turned out to be effective, when it shared character and spiritual instruction. Core temperament and consciousness in its truthful real form will exhibit the quality of humankind, therefore and reveal facts about themselves
EFEKTIFITAS MODEL REACT DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN SISWA TENTANG PEMBELAJARAN IPS MATERI MOBILITAS SOSIAL
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas penerapan model RACET dalam meningkatkan hasil belajar pada materi mobilitas sosial. Materi mobilitas sosial memiliki karakter yang kontekstual atau dekat dengan lingkungan siswa sehingga sesuai dengan model ini. Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasi ekperimen dengan desain nonequivalent control group. Subjek dalam penelitian ini ditentukan menggunakan cara uji homogenitas pada seluruh populasi, yaitu kelas VIII di SMPN 9 Malang. Setelah diketahui kelas yang setara maka penentuan subjek (kelas kontrol dan eksperimen) menggunakan teknik random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, ada perbedaan hasil belajar antara kelas yang menggunakan pembelajaran model REACT yaitu 84,02 dengan kelas yang menggunakan pembelajaran konvensional yaitu 78,75. Keuntunggan dari menggunakan model pembelajaran ini ada 9 salah satunya adalah pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata. Hasil penerapan menunjukkan hasil bahwa model ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa sebanyak 30 siswa dari pembelajaran yang biasa digunakan. Peningkatan ini didapatkan dari keunggulannya yang mampu untuk mengaitkan antara materi dengan kehidupan nyata di sekitar siswa. Mengaitkan materi dengan kehidupan nyata merupakan salah satu cara untuk membuat siswa lebih paham dan mengerti pemebelajaran apabila dikaitan dengan kehidupan nyata sehingga siswa dapat menemukan pengetahuan yang baru dengan sendirinya.Kata Kunci: REACT, hasil belajar, mobilitas soisal
PENGARUH METODE ROLE PLAYING TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA PADA MATERI PERKOPERASIAN
Masalah penelitian ini adalah terdapat beberapa siswa yang cenderung pasif dalam pembelajaran ditambah dengan hasil belajar masih di bawah KKM sehingga peneliti ingin mencobakan metode Role Playing. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh metode role playing terhadap hasil belajar kognitif siswa. Bentuk penelitian quasi eksperimental design. Instrumen penelitian adalah lembar observasi, soal tes dan dokumen. Berdasarkan uji hipotesis data pretest dan posttest kelas eksperimen diperoleh hasil yaitu thitung= 34,072> ttabel=2,048. Dapat ditarik kesimpulan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat perbedaan hasil belajar siswa pada pengukuran awal (pre test) dan pada pengukuran akhir (post test) jadi metode role playing dapat diterapkan. Kata Kunci: Metode Role Playing dan Hasil Belaja
ANALISIS PEMANFAATAN OBJEK WISATA GUNUNG PADANG SEBAGAI SUMBER BELAJAR GEOGRAFI
Pemanfaatan objek wisata sebagai sumber belajar sangat diperlukan, karena dalam mencapai langkah pembelajaran geografi salah satunya adalah dengan memanfaatkan lingkungan alam sebagai sumber belajar. Objek wisata alam dalam penelitian ini sama halnya dengan memanfaatkan alam sekitar dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pemanfaatan objek wisata Gunung Padang sebagai sumber belajar geografi.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengambilan sampel yaitu Cluster Random Sampling. Sampel yang dipilih berdasarkan kelas yang memiliki nilai rata-rata paling tinggi dibandingkan kelas lainnya, yaitu kelas X-IPS 1 dengan jumlah siswa sebanyak 33 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu observasi partisipan, wawancara terbuka, dan dokumentasi. Untuk mengetahui manfaat objek wisata sebagai sumber belajar, peneliti mewawancara siswa sebelum dan setelah melakukan objek wisata Gunung Padang sebagai sumber belajar.Hasil analisis menunjukkan, setelah melakukan pembelajaran di objek wisata Gunung Padang siswa kelas X-IPS 1 merasa senang karena belajar di alam, siswa dapat lebih memahami materi lithosfer (batuan) dan pedosfer (tanah), serta dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan. Selain itu, siswa dapat mengetahui jenis batuan dan karakterististik tanah di objek wisata Gunung Padang, serta pembelajaran menjadi lebih bermakna karena dapat melihat dan meneliti objek secara langsung
KONSTRUKSI SOSIAL ATAS METODE BELAJAR BARENG (JARENG) DALAM MENINGKATKAN KEMAUAN BERSEKOLAH PADA ANAK JALANAN DI KOTA MALANG (STUDI KASUS SAVE STREET CHILD MALANG (SSCM))
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) konstruksi sosial atas sejarah Save Street Child; (2) konstruksi sosial atas sejarah belajar bareng (jareng); (3) konstruksi sosial atas bentuk pembelajaran pada metode jareng; dan (4) konstruksi sosial atas kelebihan dan kekurangan metode jareng. Penelitian dilakukan di kantor SSC dan rumah singgah belajar SSC. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian ini adalah (1) sejarah SSC dimulai pada tahun 2011 di Jl.Saxophone No 5 Tunggulwulung, Malang; (2) sejarah terbentuknya jareng berawal dari mahasiswa Universitas Brawijaya yang mengajak pengurus untuk membuat belajar bareng di Muharto; (3) bentuk pembelajaran jareng yaitu bermain sambil belajar dan kelas hebat, bermain sambil belajar menggunakan metode, yaitu menyambung kata, menghafalkan materi dijadikan lagu, dan tebak gambar. Kelas hebat tidak menggunakan metode, namun matapelajaran yang dipelajari bukan materi pelajaran di sekolah; dan (4) kelebihan dan kekurangan jareng disampaikan pada saat evaluasi di setiap ahir kegiatan. Evaluasi ini dikonstruksikan secara terus menerus. Kata kunci: Konstruksi sosial, Belajar bareng (jareng), dan Save Street Child (SSC
PENGEMBANGAN SIKAP ECOPRENEURSHIP PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN IPS MELALUI PROJECT-BASED LEARNING (Penelitian Eksperimen Semu di Kelas VII SMPN 2 Wado Kabupaten Sumedang)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan rata-rata peningkatan sikap ecopreneurship peserta didik dalam pembelajaran IPS melalui project-based learning. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen semu, dengan pretest-postest nonequivalent control group design. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 2 Wado Kabupaten Sumedang pada Kelas VII-A sebagai kelas eksperimen dan kelas VII-B sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian pada kelas eksperimen menunjukkan tidak terdapat perbedaan sikap ecopreneurship peserta didik yang signifikan dalam pembelajaran IPS setelah menerapkan project-based learning dan pada kelas kontrol menunjukkan tidak terdapat perbedaan sikap ecopreneurship peserta didik yang signifikan dalam pembelajaran IPS yang menerapkan metode ceramah, serta tidak terdapat perbedaan sikap ecopreneurship peserta didik yang signifikan dalam pembelajaran IPS antara kelas eksperimen setelah menerapkan project-based learning dengan kelas kontrol yang menerapkan metode ceramah. Dengan demikian, maka dapat dikemukakan kesimpulan bahwa penerapan project-based learning dan metode ceramah tidak efektif untuk mengembangkan sikap ecopreneurship peserta didik dalam pembelajaran IPS
PERAN PEMBELAJARAN GEOGRAFI DALAM PEMBENTUKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PELESATARIAN LINGKUNGAN HIDUP PADA SISWA SMA
AbstractGeography learning about environmental preservation contains material about the understanding of environmental preservation, the importance of environmental preservation to the attitudes and efforts that are included in environmental conservation. The purpose of this study is to identify the knowledge and attitudes of environmental preservation to students and test how much the role of geography learning in shaping knowledge and attitudes towards environmental preservation in students. The study used the method of multiple regression analysis. The results showed that geography learning in school policy variables, teacher creativity, and learning material had a significant influence on the formation of knowledge about environmental preservation while the principal leadership variable did not have a significant influence on the formation of knowledge about environmental preservation. On the aspect of attitude, only the variable of teacher creativity has a significant influence on the formation of environmental preservation attitudes in students. Keywords: high school students, knowledge and attitude, role of geography learning
SEMIOTIKA BENCANA DAN PETUNJUK KESELAMATAN MASYARAKAT (Studi Semiotika Komunikasi terhadap Makna Tanda-tanda Alam dalam Pengetahuan Lokal Masyarakat Luwu)
Artikel ini membahas tentang bagaimana pengetahuan lokal dalam sebuah masyarakat tradisional ternyata mampu menjadi benteng pertahanan dari ancaman bencana alam. Pengetahuan lokal ini mencakup mitos, hikayat, hingga arsitektur bangunan. Modal kebudayaan ini diyakini juga ada dalam masyarakat tradisional Luwu. Dengan menggunakan metode semiotika komunikasi, penelitian ini akan mencari dua hal mendasar berikut ini. Pertama, mengidentifikasi pengetahuan lokal yang ada pada sejumlah wilayah rawan bencana di Tana Luwu. Kedua, menemukan relevansi antara pengetahuan lokal dalam menafsir tanda-tanda alam (natural signs) yang berfungsi sebagai peringatan dini terhadap kemungkinan datangnya bencana alam (natural desasster). Hasilnya, penelitian ini menemukan pengetahuan lokal yang begitu kaya dalam masyarakat Luwu, baik dalam bentuk mitos, perilaku hewan, jenis tumbuh-tumbuhan tertentu, pembacaan iklim, hingga arsitektur bangunan. Namun sayangnya, pengetahuan lokal ini tidak lagi lestari dalam kehidupan masyarakat, hanya segelintir orang tua kampung yang mampu membaca dan meyakini hal tersebut. Penelitian ini merekomendasikan perlunya upaya serius dari para pihak pemangku kepentingan untuk merancang sebuah sistem komunikasi anti bencana berbasis pengetahuan lokal.Keyword: Semiotika Bencana, Pengetahuan Lokal, Masyarakat Luw
EKSISTENSI PELA GANDONG SEBAGAI CIVIC CULTURE DALAM MENJAGA HARMONISASI MASYARAKAT DI MALUKU
Current new globalisation cause mindset and more modern Maluku community personalities and individualists, so as though pela gandong as cultures that executed it is no longer meaningful. Its negative impact on the next generation of Maluku, most did not know the deeper culture pela gandong. Whereas, pela gandong is cultural heritage treasure even for the younger generation of Maluku. The legacy of cultural citizenship as pela gandong has been evenly distributed across all of the cultural community of Maluku and very urgent because it is not found in the community or other areas in Indonesia. Pela gandong as civic culture is a main pillar to keep the harmonization within the community of Maluku, given the potential conflict in the Maluku, as occurred in 1999-2000, then it becomes an obligation for the holder to give all stace full attention to culture pela gandong