SOSIO-DIDAKTIKA: Social Science Education Journal
Not a member yet
206 research outputs found
Sort by
NILAI PENDIDIKAN PADA KESENIAN TRADISIONAL IRING-IRING DAMAR KURUNG DALAM PERSPEKTIF HERMENEUTIKA PAUL RICOEUR (SUATU TINJAUAN BUDAYA PADA MASYARAKAT KECAMATAN ASTANAJAPURA KABUPATEN CIREBON)
This study aims to explore and describe the educational value from the traditional art of Iring-iring Damar Kurung in Astanajapura sub-district, Cirebon Regency under Paul Ricoeur\u27s hermeneutic theory. This research is a qualitative method employing a phenomenological approach. The results findings and conclusions of this study revealed that the educational values in the art of the procession of Iring-iring Damar Kurung in Astanajapura are in accordance with Education Ministry Act Number 20 of 2018 regarding strengthening of Educational Character (Penguatan Pendidikan Karakter/PPK) as described in Presidential Decree Number 87 of 2017. Thus, in procession of the traditional art, Damar Kurung showed some educational values such as (1) religious values, (2) independence, (3) nationalism, (4) mutual cooperation, and (5) integrity. In addition to that, the symbols and meanings of this art are (1) nine decorative lights, symbolizing Wali Songo as a symbol of the spread of Islam in Indonesia, especially in the Java Island, (2) the umbrella is a symbol of protection, (3) Pedicab Stage is a symbol of honor, (4) genjring has a symbol of preaching the spread of Islam in Cirebon, (5) nine children carrying decorative lights are symbols of mutual cooperation, (6) night means dark or a symbol of ignorance, and (7) reading sholawat is a symbol of blessing and savior.Keywords: The educational values, traditional arts, Iring-iring Damar Kurung, Paul Ricoeur’s hermeneutics theor
Dampak Teknologi Modern Terhadap Kearifan Lokal Sebagai Kelestarian Lingkungan Alam Dan Ketahanan Pangan Di Indonesia Studi Kasus Kampung Adat Cireundeu Jawa Barat
Indonesia terdiri dari ribuan suku bangsa, masing masing mempunyai kearifan lokal. kearifan lokal merupakan suatu budaya yang diciptakan oleh aktor-aktor lokal melalui proses yang berulang ulang, melalui internalisasi dan interpretasi melalui ajaran agama dan budaya yang disosialisasikan dalam bentuk norma-norma dan dijadikan pedoman dalam kehidupan masyarakat. Khususnya di Kampung adat Cirendeu yang tidak memakan nasi tetapi dengan makan singkong. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualititatif dengan menggunakan pedoman wawancara, terhadap para informan, dan menggunakan pedoman pengamatan untuk pengamatan terlibat. Dampak teknologi modern berpengaruh pada masyarakat di kampung Cirendeu dikarenakan jenis teknologi pertanian yang masuk. Hal ini juga disebabkan oleh memudarnya kearifan lokal di kampung Cirendeu terutama pada generasi muda yang lebih terbuka terhadap hadirnya teknolog
PENGETAHUAN MAHASISWA TERHADAP PROGRAM GREEN CAMPUS DAN KORELASI TERHADAP PERILAKU PEDULI LINGKUNGAN (GREEN KNOWLEDGE AND GREEN ATTITUDE) STUDI PERBANDINGAN MAHASISWA FST DENGAN FITK UIN WALISONGO SEMARANG
Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang merupakan kampus yang menerapkan konsep green campus. Tujuan green campus tidak hanya pembejaran yang lebih baik dan maju namun ikut berpartisipasi serta bertanggung jawab dalam menciptakan kampus yang berkelanjutan dalam rangka mencipakan kampus peduli lingkungan. Menyadari pentingnya perencanaan kampus berkelanjutan Universitas Islam Negeri Walisongo, mencanangkan program green campus sehingga dapat menjadikan lingkungan kampus menjadi bersih, sehat, asri dan ramah lingkungan serta bebas polusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pengetahuan mahasiswa terkait lingkungan khususnya green campus berbanding lurus dengan perilaku ramah lingkungan di dalam dan diluar kampus. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan instrument pengumpulan data berupa kuesioner. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dari 35 sampel yang diperoleh terdiri dari 24 mahasiswa FST dan 11 mahasiswa FITK dapat disimpulkan bahwa pengetahuan lingkungan khususnya green campus berbanding lurus dengan perilaku ramah lingkungan di dalam dan diluar kampus. Hal tersebut dibuktikan dengan pengetahuan mahasiswa tentang program green campus, langkah untuk mensukseskan program green campus, dan sikap peduli lingkungan baik di dalam kampus maupun luar kampus. Kata kunci: kesadaran; sikap terhadap lingkungan; pengetahuan lingkungan; kampus hijau; ramah lingkunga
Penguatan Ekonomi Baitul Mal Tanwil (BMT) Sebagai Balai Usaha Mandiri Rakyat Terpadu (BUMRT)
Abstract:Baitul Mal Tanwil (BMT) as an economic populist movement play a role in improving social welfare BMT Khaifa Gedang Kebon Bandung was founded by the initiative of individuals or groups to assist micro and medium entrepreneurs, especially in the area of Kebon Gedang Bandung. The purpose of this study are: (1) obtaining evidence about the practices and products empirus mobilization and financing carried out by BMT Khaifa around Kebon Gedang Bandung. (2) analyzing the practices and products for mobilization and financing carried out by BMT Khaifa around Kebon Gedang Bandung to contribute usefulness by the surrounding community. The results of this study that most of the activity BMT Khalifa Kebon Gedang Bandung dominated by products raising funds in the form of savings and financing murabahan, mudharobah, Musharaka and Ijara financing most of the services sector. Based on interviews with the beneficiaries of financing where BMT Khaifa Kebon Bandung Gedang significant in helping their efforts are largely informal sector businesses.Abstrak:Baitul Mal Tanwil (BMT) sebagai gerakan ekonomi kerakyatan berperan dalam meningkatkan kesejahteraan sosial BMT Khaifa Kebon Gedang Bandung didirikan oleh inisiatif individu atau kelompok untuk membantu pengusaha mikro dan menengah, terutama di daerah Kebon Gedang Bandung. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) memperoleh bukti empirus mengenai praktek dan produk penghimpunan dan pembiayaan yang dilakukan oleh BMT Khaifa di sekitar Kebon Gedang Bandung. (2) melakukan analisa terhadap praktek dan produk penghimpunan dan pembiayaan yang dilakukan oleh BMT Khaifa di sekitar Kebon Gedang Bandung terhadap kontribusi kebermanfaatan oleh masyarakat sekitar. Hasil penelitian ini menjunjukan bahwa sebagian besar aktivitas BMT Khalifa Kebon Gadang Bandung di dominasi oleh produk penghimpunan dana berupa tabungan dan pembiayaan murabahan, mudharobah, musyarakah dan ijarah sebagian besar pembiayaan disalurkan kepada sektor jasa. Berdasarkan wawancara yang dilakukan terhadap penerima manfaat pembiayaan keberadaan BMT Khaifa Kebon Gedang Bandung cukup signifikan dalam membantu usaha mereka yang sebagian besar sektor usaha informal.Pengutipan: Sagara, Y., Pratama, M. A. (2016). Penguatan Ekonomi Baitul Mal Tanwil (BMT) Sebagai Balai Usaha Mandiri Rakyat Terpadu (BUMRT).SOSIO DIDAKTIKA: Social Science Education Journal, 3(1), 2016, 81-91. doi:10.15408/sd.v3i1.4178.Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/sd.v3i1.417
PROFIL KOMITMEN RELIGIUS DAN IMPLIKASINYA BAGI PENDIDIKAN
AbstractThis study aims to determine differences in religious commitment and Teaching Faculty of SMA and MA (Pesantren) background, and its implications for learning. This research approach is quantitative descriptive and comparative techniques using questionnaires, the study documentation, and observation. The research data were analyzed using descriptive statistical analysis techniques and inferential. Research hypothesis testing using the comparative analysis is the t-score. The results showed that: there were significant differences of religious commitment among students of Faculty of SMA and MA (Pesantren) backgrounds. Obtained value t = -6.588 with df = 66 and p-value (2 sides / 2-tailed) = 0,000 so it can be concluded that the average score in the student questionnaire with SMA background, is smaller than MA (Pesantren) background. The results showed that there were differences in the profile dimensions religus commitment. First, the lack of communal dimension in the educational backgrounds of students MA (Pesantren). Second, high communal dimension in the educational backgrounds of students in SMA. Third, the dimensions of the experience both equally lacking. Fourth, the dimensions of both beliefs are equally high.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan komitmen religius mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan yang berlatar belakang pendidikan SMA dan MA (Pesantren), serta implikasinya dalam pembelajaran. Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode deskriptif dan teknik komparatif dengan menggunakan instrumen angket, studi dokumentasi, dan observasi. Data penelitian yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan inferensial. Pengujian hipotesis penelitian menggunakan analisis komparasi yaitu t-score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: ada perbedaan yang signifikan tentang komitmen religius antara mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan yang berlatar belakang pendidikan SMA dan MA (Pesantren). Didapat nilai t=-6,588 dengan dk=66 dan p-value (2 sisi/2-tailed)=0,000 sehingga dapat disimpulkan bahwa rata-rata skor angket di mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan yang berlatar belakang pendidikan SMA lebih kecil daripada MA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan profil dalam dimensi-dimensi komitmen religus. Pertama, kurangnya dimensi komunal pada mahasiswa yang berlatar belakang pendidikan MA (Pesantren). Kedua, tingginya dimensi komunal pada mahasiswa yang berlatar belakang pendidikan SMA. Ketiga, pada dimensi pengalaman keduanya sama-sama kurang. Keempat, pada dimensi keyakinan keduanya sama-sama tinggi. Pengutipan: Aisyah, A., Rohaniawati, D., Gustini, N. (2016). Profil Komitmen Religius dan Implikasinya Bagi Pendidikan. SOSIO DIDAKTIKA: Social Science Education Journal, 3(2), 2016, 175-183. doi:10.15408/sd.v3i2.4392.Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/sd.v3i2.439
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN BAHAN AJAR DIGITAL INTERAKTIF BERBASIS BLOG DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MAHASISWA
Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui seberapa besar efektivitas penggunaan bahan ajar digital interaktif berbasis blog dalam meningkatkan hasil belajar mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Sriwijaya pada mata kuliah Teori Ekonomi Mikro. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian eksperimen semu (Quasi Experimental Design) dengan desain penelitian one group pretest-posttest. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Sriwijaya tahun 2020 kelas Indralaya yang mengambil mata kuliah Teori Ekonomi Mikro. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni test dan observasi untuk mengamati aktivitas pembelajaran daring yang dilaksanakan mahasiswa selama menggunakan bahan ajar digital interaktif. Berdasarkan hasil analisis deskriptif diperoleh data bahwa terdapat peningkatan hasil belajar mahasiswa sebesar 22,16, dan hasil pengujian paired sample t test diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan yang dignifikan antara hasil belajar mahasiswa sebelum dan setelah menggunakan bahan ajar digital interaktif pada mata kuliah Teori Ekonomi Mikro. Pada uji efektivitas penggunaan bahan ajar digital diperoleh nilai N-Gain sebesar 0,54 termasuk dalam kategori sedang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan bahan ajar digital interaktif efektif untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Teori Ekonomi Mikro.Kata kunci: Bahan ajar digital, blog, hasil belaja
Media Pembelajaran Interaktif Berbasis TIK dalam Menunjang Kinerja Guru Ekonomi SMA Se-Kota Sintang
Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia adalah melalui pendidikan. Baik pembelajaran dilakukan secara offline maupun online, media pembelajaran merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembelajaran. Media pembelajaran dapat membantu menyampaikan materi pelajaran dalam proses belajar mengajar. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis TIK dalam pembelajaran ekonomi untuk menunjang kinerja guru SMA se-Kota Sintang. Metode yang digunakan adalah penelitian pengembangan dan menggunakan model pengembangan ADDIE dengan tahapan analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Penelitian ini dilakukan di SMA se-Kota Sintang, Kalimantan Barat. Subjek penelitian ini adalah seorang guru ekonomi pada sebuah SMA di kota Sintang. Teknik pengumpulan data menggunakan, observasi, studi pustaka, angket, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, tahapan perancangan meliputi Pemilihan Media, Penyusunan Instrumen Penilaian dan Perancangan Awal; Perencanaan Media Pembelajaran meliputi observasi, pembuatan desain, dan pembuatan media; Pengoperasian Media Pembelajaran dilaksanakan pada siswa kelas XI IPS semester gasal tahun 2021/2022; Evaluasi Media Pembelajaran diperoleh dari hasil validasi ahli media dan ahli materi untuk mengetahui kelayakan media pembelajaran.Secara keseluruhan media pembelajaran masuk kategori baik, Guru terbantu dengan terdapatnya media pembajaran tersebut, siswa mudah mengoperasikan mediauntuk belajar apalagi dalam belajar darin
Analisis Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Peran Orang Tua dalam Proses Pembelajaran (Studi Kasus: SMP Negeri 3 Kota Tangerang Selatan)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran orang tua dalam proses pembelajaran pada program belajar dari rumah dimasa pandemi Covid-19 berdasarkan latar belakang sosial ekonomi orang tua, terutama dalam pemenuhan kebutuhan media pembelajaran e-learning peserta didik, pendampingan orang tua selama proses pembelajaran dan pembagian waktu orang tua dalam membantu proses belajar peserta didik, mencari pendapatan dan partisipasinya dalam masyarakat. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodologi penelitian kualitatif dengan strategi penelitian naratif. Unit analisis dalam penelitian ini adalah Guru, Peserta Didik, dan Orang Tua SMP Negeri 3 Kota Tangerang Selatan, dimana jumlah naramsumber dalam penelitian ini ada 36 narasumber yang terdiri atas 5 Ayah, 9 Ibu, 20 Peserta Didik dan 2 Guru Wali Kelas. Teknik analisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan teknik keabsahan data triangulasi.Peran Orang Tua dalam proses pembelajaran selama pandemi Covid-19 berdasarkan latar belakang sosial ekonominya adalah mencari nafkah sebagai upaya dalam pemenuhan kebutuhan Peserta Didik seperti fasilitas pembelajaran dan kuota, membimbing serta mengawasinya. Orang Tua dengan pendapatan dan pendidikan tinggi lebih mudah dalam memenuhi fasilitas belajar Peserta Didik dan mudah dalam menyesuaikan materi pelajaran. Partisipasi Orang Tua dalam masyarakat tidak mengganggu peran Orang Tua selama pembelajaran dimasa pandemi Covid-19
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN JURISPRUDENTIAL INQUIRY TERHADAP KEMAMPUAN BERARGUMENTASI PESERTA DIDIK
AbstractThis study aims to examine the effect of the application of the Jurisprudential Inquiry learning model to students\u27 ability to argue. The research approach uses a quantitative approach with the Quasi Experiment method with The Pretest-Posttest Control Group Design. The study population was all grade X students in SMA Dua May. The sample was students of class X IPS 1 and X IPS 2, each of which numbered 32, the samples were taken by purposive sampling. The data collected was analyzed using descriptive analysis and inferential statistics using the independent sample t-test. Based on the results of data analysis, there are significant differences in the ability to argue between groups of students who learn to use the Jurisprudential Inquiry Learning Model and groups of students who learn by using the Conventional Learning Model. Where is t-count> t-table (10,639> 1,697). Jurisprudential Inquiry learning model influences 23.14% in the experimental class on the ability to argue students. Thus the Jurisprudential Inquiry learning model has a positive effect on students\u27 ability to argue. Keywords: Learning Model, Jurisprudential Inquiry, Ability to Argue. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penerapan model pembelajaran yuriprudensi inquiry terhadap kemampuan berargumentasi peserta didik. Metode metode yang digunakan dalam penelitian ini. menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Quasi Eksperimen. Desain quasi eksperimen adalah The Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas X di SMA Dua Mei. Sampelnya adalah peserta didik kelas X IPS 1 dan X IPS 2 yang masing-masing berjumlah 32, sampel diambil dengan cara purposive sampling. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan statistic inferensial menggunakan uji-t independent sample test. Berdasarkan hasil analisis data, terdapat perbedaan kemampuan berargumentasi yang signifikan antara kelompok peserta didik yang belajar menggunakan model pembelajaran yurisprudensi inquiry dengan kelompok peserta didik yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Dimana thitung > t-tabel (10.639 > 1,697). Model pembelajaran yurisprudensi inquiry berpengaruh sebesar 23,14 % pada kelas eksperimen terhadap kemampuan berargumentasi peserta didik. Dengan demikian maka model pembelaran yurisprudensi inquiry berpengaruh positif terhadap kemampuan berargumentasi peserta didik
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
ABSTRACTNowadays, education is required to grow in accordance with the increasingly sophisticated era. Changes in the composition of high-level thinking skills in 21st Century skills as a consequence of changing demands for educational standards that require graduates who are critical, creative, communicative, and collaborative. The learning process that occurs in schools at the moment emphasizes more on Hard Skills and less emphasis on Soft Skills. This is due to the fact that in practice learning done in schools there are still many that run as is where the learning is still transferring knowledge from teachers to students, so to overcome these problems the Models of Cooperative Learning Type Student Teams Achievement Division (STAD) is applied in the learning process carried out by the teacher with the aim of developing aspects of Soft Skills especially in the communication skills of students. This study uses qualitative and quantitative approaches with classroom action research methods. The purpose of using classroom action research methods is to improve and improve the quality of the process and learning outcomes (students\u27 communication skills). The stages in this study include the stages of planning, implementing actions, observations, and reflections. Data obtained in this study includes activity observation sheets the teacher, and the observation sheet of students \u27activities.The results of observations of students\u27 communication abilities in the first cycle of actions obtained enough categories (65.72%) and in the second cycle of actions experienced an increase that is obtained a good category (81.71%). It was concluded that by applying the models of Cooperative Learning Type STAD in Social Sciences learning can improve students\u27 communication skills.Keywords: Cooperative Learning Type STAD, Soft Skills, Communication ABSTRAKDewasa ini pendidikan dituntut untuk terus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman yang semakin canggih. Perubahan komposisi kemampuan berpikir tingkat tinggi pada keterampilan Abad 21 sebagai konsekuensi perubahan tuntutan-tuntutan standar-standar pendidikan yang menghendaki lulusan yang kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif. Proses pembelajaran yang terjadi di sekolah saat ini lebih menekankan kepada Hard Skills dan kurang menekankan kepada Soft Skills. Hal ini disebabkan karena dalam praktiknya pembelajaran yang dilakukan di sekolah masih banyak yang berjalan apa adanya yang mana pembelajarannya masih transfer pengetahuan dari guru kepada siswa, maka untuk mengatasi permasalahan tersebut diterapkan model Cooperative Learning Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dalam proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru dengan tujuan untuk mengembangkan aspek Soft Skills khususnya dalam kemampuan komunikasi peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan metode penelitian tindakan kelas. Tujuan dari penggunaan metode penelitian tindakan kelas yaitu untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran (kemampuan komunikasi peserta didik). Adapun tahapan dalam penelitian ini meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini meliputi lembar observasi aktivitas guru, dan lembar observasi aktivitas peserta didik. Hasil observasi kemampuan komunikasi peserta didik pada tindakan siklus I diperoleh katagori cukup (65,72%) dan pada tindakan siklus II mengalami peningkatan yaitu diperoleh katagori baik (81,71%). Berdasarkan hasil observasi dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan model Cooperative Learning Tipe STAD pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dapat meningkatkan kemampuan komunikasi peserta didik.Kata Kunci: Cooperative Learning Tipe STAD, Soft Skills, Komunikasi