MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah
Not a member yet
    296 research outputs found

    Strategi Pemasaran UMKM Dalam Meningkatkan Daya Saing di Pasar Ritel Modern Carrefour (Kasus PT MadaniFood, Jakarta)

    Get PDF
    Salah satu permasalahan yang harus dihadapi oleh usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan juga sebagai salah satu peluang untuk mengembangkan usahanya adalah memperluas akses pasar, baik dalam maupun luar negeri. Tujuan penelitian menganalisis kondisi UMKM di Pasar Ritel Modern; menganalisis karakteristik perilaku konsumen produk UMKM di Pasar Ritel Modern; menyusun strategi pemasaran pengembangan usaha UMKM di Pasar Ritel Modern. Penelitian dilaksanakan di PT MadaniFood. Analisis data dalam penelitian ini adalah Importance Performance Analysis (IPA), Analisis Faktor Internal (IFE), Analisis Faktor Eksternal (EFE), Matriks Internal-Eksternal (IE) dan analisis Strength, Weakness, Opportunities and Threats (SWOT). Berdasarkan analisis perilaku konsumen Carrefour terhadap produk PT MadaniFood, ada komponen-komponen yang harus dikembangkan, yaitu keberagaman produk ikan segar, ketersediaan jenis ikan segar yang mengikuti selera pasar, keberagaman ikan bandeng tanpa duri yang dijual, ketersediaan produk ikan bandeng tanpa duri saat dibutuhkan, ketersediaan ukuran ikan bandeng tanpa duri yang mengikuti selera pasar, adanya diskon untuk kuantitas tertentu, kecepatan dalam melayani pelanggan, pengetahuan pelayan took terhadap produk yang tersedia, adanya sistem pembayaran dengan kredit, adanya sistem titip jual, dan ketersediaan nama toko yang jelas. Strategi pemasaran yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan daya saing di pasar ritel modern adalah meningkatkan omzet penjualan dari sisi produk dan pemasaran; mengembangkan kemitraan dengan perusahaan besar; menjalin dan meningkatkan hubungan kerjasama dengan pemasok, ritel modern dan pemerintah; meningkatkan daya saing; memanfaatkan teknologi informasi sebagai sarana promosi dan memperluas jaringan pasar; mempertahankan dan meningkatkan mutu produk yang lebih sehat dalam rangka kompetisi harga; meningkatkan mutu sumber daya manusia dalam hal manajemen dan pemasaran; dan mengelola rantai pasok bahan baku dan produk jadi secara efektif dan efisien

    Strategi Pengembangan untuk UKM Abon Ayam Cap Jago di Purwokerto

    Get PDF
    Perusahaan Abon Cap Jago merupakan Usaha Kecil Menengah di Purwokerto yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Namun seiring waktu, persaingan usaha sejenis semakin ketat. Perusahaan menyadari perlu adanya upaya memenangkan persaingan dengan cara memperbaiki berbagai atribut abon Cap Jago yang masih lemah berdasarkan penilaian kepuasan dan kepentingan konsumen. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menentukan atribut yang menjadi prioritas perbaikan dan mendapatkan strategi perbaikan untuk UKM abon ayam Cap Jago. Penelitian dilakukan dengan observasi dan survey dengan alat bantu kuesioner secara purposive sampling kepada konsumen yang berjumlah 100 orang, dianalisis dengan metode Importance Performance Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukan atribut yang menjadi prioritas perbaikan adalah metode promosi melalui diskon, umur simpan produk, dan tekstur abon ayam. Strategi untuk perbaikan abon ayam Cap Jago meliputi pemberian potongan harga  untuk pembelian dalam jumlah banyak, penggantian kemasan dengan jenis polipropilen (PP), penambahan kalimat berisi saran pada label kemasan tentang penyimpanan dan penggunaan produk setelah kemasan dibuka, penambahan jumlah karyawan yang menangani daging ayam segar, pengurangan waktu perebusan daging ayam, penggunaan alat pengukur suhu dan waktu untuk perebusan dan penggorengan, serta penyusunan SOP (Standard Operation Procedure) yang lengka

    Prospek Usaha Pembuatan Arang Tempurung Kelapa (Studi kasus UD. Beringin Jaya)

    Get PDF
    A coconut plant has a comparatively competitive advantage compared to other estate commodities due to its highly competitive advantage of each part of this plant for human lives. One example is a coconut industry that performs processing of husk, hard shell, coconut meat, and coconut liquid (horizontal diversity) and further processing of other parts into various products, either as raw materials or other supplementary materials for other industries (vertical diversity). One of the products from the hard shell with its vertical diversity, which has high economic value, is the processing of hard shell into charcoal, which is the raw material for industries of active coal for export.  This study aims to evaluate the prospect of the coconut coal production business and identify necessary information required for the business development. All the information regarding the data of this study was analyzed by Strength, Weaknesses, Opportunities and Threats (SWOT) and feasibility aspect by using Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Break Event Point (BEP), Payback Period (PBP) and Benefit Cost Ratio (B/C).  The results of the study show that the operation of 3-6 processing units to produce coconut charcoal was considered prospective and feasible, as it was shown by its NPV of IDR 259,675,377, IRR of 99.3%-105.0%, BEP of 461,01 kg – 651,42, 1 year PBP and B/C Ratio of 3.14 – 3.42. Another aspect is that the availability of coconut charcoal production unit such as the of Beringin Jaya, doing business in this line, although located in an isolated area, can offer job opportunities for the local people

    Prospek Pengolahan Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L.) Dalam Bentuk Tempe Bermutu

    Get PDF
    Kacang merah (Phaseolus vulgaris L) berpotensi untuk diolah menjadi tempe. Mutu tempe dipengaruhi oleh proses pengolahan dan cara pengemasan selama proses fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh ketebalan kacang merah dan persen aerrasi dari kemasan terhadap mutu tempe kacang merah yang dihasilkan. Grits kacang merah 10 mesh yang telah direbus diinokulasi dengan campuran kapang Rhizopus oryzeae dan Rhizopus oligosporus, dikemas plastik dengan perlakuan ketebalan (1, 2, dan 3 cm) dan aerasi (1%, 2,5% dan 4%), dan difermentasi selama 36 jam pada suhu 30 oC untuk menghasilkan tempe. Mutu tempe dievaluasi berdasarkan parameter fisik (kekompakan, rendemen, dan warna), dan kimia (kadar protein, protein terlarut, dan daya cerna protein). Tempe yang dikemas dengan ketebalan satu cm dan aerasi satu persen memberikan mutu paling baik dibandingkan perlakuan lain, yaitu kompak, rendemen tinggi (94,7%), dan warna putih kekuningan (L=61,23; a*=2,33; b*=13,29). Tempe tersebut mengandung protein (23.75%bb), protein terlarut (25.1%), dan daya cerna protein (87,1%) yang tinggi. Namun demikian, penerimaan secara organoleptik terhadap tempe kacang merah grits ini masih belum sebaik tempe kedelai

    Strategi Pengembangan Sapi Potong di Wilayah Pengembangan Sapi Bali Kabupaten Barru

    Get PDF
    Kabupaten Barru merupakan salah satu dari tujuh kawasan pengembangan Sapi Bali di Indonesia.  Pengembangan Sapi Bali yang berkelanjutan ditentukan oleh faktor Internal dan Ekternal. Oleh sebab itu dibutuhkan langkah dan strategi efektif, agar faktor-faktor tersebut dapat dikendalikan. Tujuan penelitian menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pengembangan usaha peternakan Sapi Bali dengan analisis Strengths, Weakness,Opportunities dan Threats (SWOT). Faktor internal dan eksternal  dianalisis dengan  matriks  Internal External (IE)  untuk memperoleh  matriks SWOT dan strategi pengembangannya dirumuskan dengan matriks  Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Populasi penelitian ini seluruh peternak Sapi Bali di Kecamatan Barru (1.250 peternak)  Pada setiap  desa  diambil  acak sederhana 10% dari populasi,  sehingga diperoleh 125  peternak dari  10 desa dengan purposive sampling untuk memilih tujuh orang pedagang Sapi Bali yang mempunyai tempat pemotongan hewan (TPH)  mulai dari Barru, Balusu, Tanete Rilau dan Tanete Riaja sebagai contoh  dan tiga pakar. Hasil analisis matriks Internal Factor Evaluation (IFE) menunjukkan Pengembangan Sapi Potong di Kabupaten Barru memiliki faktor internal di atas rataaan (2,740), sedangkan total nilai matriks External Faktor Evaluation (EFE) adalah 2,519, maka pengembangan Sapi Potong di Kabupaten Barru cukup baik dalam merespon peluang dan meminimalisasi ancaman. Untuk mengetahui posisi usaha pengembangan sapi potong di Kabupaten Barru terhadap faktor internal dan eksternal yang dihadapinya dilakukan dengan analisis matriks IE. Perpaduan skor IFE dan EFE dalam matriks IE menunjukkan bahwa posisi pengembangan usaha sapi potong di Kabupaten Baru berada pada kuadran V (stabilitas dan pertumbuhan). Hal ini mengindikasikan pengembangan sapi potong di kabupaten Barru memiliki peluang dipertahankan dan terus dipelihara dengan strategi pengembangan yang meningkatkan motivasi beternak bagi masyarakat dengan penerapan usaha ekonomis, yang didukung oleh tersedianya pelayanan kesehatan hewan dan Inseminasi Buatan (IB)

    Strategi Peningkatan Konsumsi Ikan pada Masyarakat Berpendapatan Rendah Di Provinsi Jawa Tengah

    Get PDF
    Masalah gizi pada anak usia balita masih menjadi masalah serius di beberapa kabupaten/kota di Jawa Tengah. Tujuan penelitian (1) mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi konsumsi ikan masyarakat berpenghasilan rendah di Provinsi Jawa Tengah, (2) merumuskan strategi peningkatan konsumsi ikan masyarakat berpenghasilan rendah di Provinsi Jawa Tengah, (3) tersusunnya rencana aksi dan program peningkatan konsumsi ikan masyarakat berpenghasilan rendah di Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan alat analisis strengths, weaknesses, opportunities, dan threats (SWOT) dan analytical hierarchy process (AHP). Berdasarkan analisis SWOT, terdapat beberapa alternatif strategi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman untuk meningkatkan konsumsi ikan masyarakat berpenghasilan rendah di kabupaten Boyolali dan Demak, yaitu (1) Pelatihan dan Pendidikan Nelayan, Pembudidaya dan UKM, (2) Sosialisasi Promosi dan Sosialisasi melalui Media Cetak, Sosial, dan Elektronik, (3) Alternatif bank benih ikan untuk menjaga keberlanjutan produksi ikan dan permintaan konsumen, (4) Meningkatkan sistem distribusi dan mata rantai pengelolaan ikan dari produsen hingga konsumen akhir, (5) adanya kebijakan penetapan standar harga ikan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, serta (6) Menciptakan persaingan usaha yang sehat antara pihak swasta dan UKM. Hasil analisis AHP menemukan bahwa alternatif strategi yang menjadi prioritas utama peningkatan konsumsi ikan pada masyarakat berpenghasilan rendah adalah promosi dan sosialisasi gerakan memasyarakatkan makan ikan (Gemarikan) melalui media cetak, sosial, dan elektroni

    Strategi Pengembangan Pasar Usahatani Pembesaran Ternak Babi di Kabupaten Tolikara, Papua

    Get PDF
    Usaha peternakan babi sudah berjalan lama di Indonesia, tetapi pada umumnya masih dalam bentuk usaha sampingan yang bersifat tradisional. Peternak yang memelihara ternak babi secara tradisional (semi intensif) memanfaatkan ternaknya sebagai penampung sisa-sisa dapur atau sisa makanan dari restoran, yang sewaktu-waktu dapat dipasarkan menurut umur dan keperluan (tabungan). Tujuan penelitian adalah (1) mengidentifikasi faktor internal dan eksternal usahatani ternak babi; (2) menganalisis kondisi pemasaran ternak babi; dan (3) menyusun alternatif strategi pengembangan pasar usahatani ternak Babi di Kabupaten Tolikara Papua. Penentuan responden dilakukan dengan metode purposive sampling, dimana pakar yang dipilih lima orang dan lima usaha tani. Pengolahan dan analisis data menggunakan analisis deskriptif; analisis matriks EFE (External Factor Evaluation) dan IFE (Internal Factor Evaluation), matriks IE (Internal External); analisis SWOT (strengths, weaknesses, opportunities and threats), dan analisis QSPM (quantitative strategic planning matrix). Berdasarkan hasil penjumlahan skor total pada matriks IFE 2,69, terlihat posisi strategi usahatani berada pada tingkat rataan yang mampu merespon iklim internal dan eksternal yang dimiliki. Matriks EFE 2,70, mengindikasikan posisi strategi usahatani pembesaran ternak Babi stabil dalam merespon situasi eksternal yang dihadapi. Perumusan strategi dengan matriks SWOT menghasilkan alternatif strategi yang diterapkan. Pemilihan strategi yang paling tepat untuk diimplementasikan dengan matriks QSP adalah (a) memperluas jaringan pemasaran; (b) meningkatkan pelayanan dan loyalitas konsumen; dan (c) memperkuat permodalan agar dapat bersaing dengan pesain

    Peningkatan Mutu Sensori Bakso di IKM X Melalui Reformulasi Bumbu

    Get PDF
    IKM X merupakan industri yang memproduksi tiga jenis bakso, yaitu Bakso Super Polos (BSP), Unyil, dan sari baso (SB) yang memiliki mutu di bawah kompetitor. Perbaikan mutu sensori dapat dilakukan untuk meningkatkan mutu dan daya saing produknya. Penelitian ini dilakukan melalui reformulasi bahan pada ketiga jenis bakso dengan acuan produk benchmark. Reformulasi terfokus pada komponen bumbu (garam, beef flavor, dan bawang putih) dan tidak mengubah proporsi daging, pati, dan bahan lainnya. Analisis yang dilakukan adalah uji organoleptik (uji ranking hedonik, dan uji beda dari kontrol) dan analisis proksimat. Hasil penelitian menunjukkan, formula terpilih bakso BSP adalah kadar garam, beef flavor, dan bawang putih berturut-turut 2.5%; 0.5%; 5% dari total bobot daging dan pati, Bakso Unyil 3.0%; 1.5%; 5% dan Bakso SB 2.5%; 0.5%; 3.5%. Bakso BSP dan SB belum dapat menyamai mutu sensori produk benchmark, sedangkan Bakso Unyil telah menyamai mutu sensori produk benchmark (rasa dan aroma). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Bakso Unyil dapat lebih bersaing dengan produk pesaing dan telah memenuhi persyaratan SN

    Pengembangan Perancangan Model Kawasan/Sentra IKM Halal Dalam Rangka Meningkatkan Daya Saing IKM Indonesia

    Get PDF
    Industri Kecil Menengah (IKM) sebagai salah satu penggerak perekonomian Indonesia harus memiliki daya saing yang kuat. Salah satu cara untuk meningkatkan daya saing UMKM adalah dengan mengembangkan kawasan/sentra Halal UMKM, dimana terdapat komponen-komponen yang ada untuk mendukung UMKM dalam memproduksi produk halal secara konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi kendala dan menentukan strategi pendukung UKM agar memiliki sertifikat halal; (2) menganalisis regulasi kawasan/pusat UKM Halal di Indonesia dibandingkan Malaysia; (3) meng-identifikasi kendala dan menentukan strategi yang diperlukan untuk memperkuat sentra UKM yang telah ditetapkan di Indonesia; (4) membuat model alternatif Kawasan/Pusat UKM Halal yang dapat diterapkan di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan wawancara tenaga ahli dari LP POM MUI, survey kepada UKM secara purposive sampling, analisis regulasi tentang UKM kawasan halal/sentra di Indonesia dan Malaysia, serta wawancara koordinator sentra UKM. Analisis data dilakukan dengan menggunakan matriks IFE, EFE, SWOT dan QSPM. Hasil penelitian ini: (1) Faktor internal dan eksternal UKM masih lemah dan telah diperoleh beberapa strategi dengan menggunakan analisis SWOT dan QSPM; (2) Saat ini Indonesia masih belum memiliki regulasi terkait UKM Halal center dan beberapa regulasi tentang Halal Park di Malaysia dapat dijadikan acuan; (3) Berdasarkan hasil wawancara dengan pengelola Halal Park dan analisis SWOT ditemukan strategi penguatan sentra UKM eksisting; (4) Model alternatif zona/sentra UKM Halal diperoleh dengan mempertimbangkan kondisi UKM dan sentra UKM yang ada di Indonesia

    Strategi Pemasaran Online UMKM Makanan (Studi Kasus di Kecamatan Cibinong)

    Get PDF
    Online marketing is a method of marketing using online (OL) and electronic media. This study aims to, (1) Assess the effectiveness of (OL) marketing in increasing corporate income, (2) Describe products that have OL marketing potential, ( 3) Identify influential factors in developing OL marketing strategies, and (4) Providing recommendations for alternative OL marketing strategies to be applied in MSMEs. This research was conducted on 10 MSMEs in Cibinong Sub-district, Bogor Regency, West Java Province, from April to August 2018. The method of analysis consists of descriptive analysis, content analysis, Strength, Weaknesses, Opportunity, and Threat (SWOT) analysis and Analytic Hierarchy Process (AHP). Based on the analysis of research data it is known that OL marketing successfully increases income for respondents by 10% to 32%. The results of content analysis found that the respondents\u27 MSMEs already knew the importance of attracting product visualization by displaying descriptions and images that could invite consumers to buy, but not fully optimized yet through the Google Review Knowledge Panel facility. Based on the SWOT analysis, strategies were obtained: (a) Business Development with support of available Human Resource (HR) & Marketing Media Support, (b) Business Development System (OL), (c) Business Scale Up by Utilizing Capital, (d) Skill Improvement and OL System Knowledge, (e) Increased Business Capital and Product Promotion Display in order increasing turnover,( f) Business Development through Product Variants, Taste and Promotions (g) Increasing business capacity and services (Delivery), (h) Increasing cooperation in OL product promotion, (i) Increasing innovation and new product variants. The alternative method of OL marketing of food MSMEs in Cibinong Sub district chosen based on AHP respectively is Grab-food media. The second priority is to use social media (Facebook, Instagram, Youtube etc.). The third priority is to use Google SEO media. The fourth priority is to use a website and the fifth priority is direct contact

    278

    full texts

    296

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇