MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah
Not a member yet
296 research outputs found
Sort by
Analisis Adopsi dan Penggunaan Aplikasi Pertanian Digital oleh Petani Skala Kecil di Kabupaten Tuban dengan Model UTAUT
The agricultural sector, as the cornerstone of food security in Indonesia, is predominantly managed by smallholder farmers who are still accustomed to conventional methods. The challenges of climate change will affect the upstream agricultural industry, necessitating farmers to digitally transform their operations to enhance productivity. Digital-based agricultural applications have been introduced by several technology service developers to farmers, but their adoption rates are still relatively low. One common model used to study the acceptance and use of technology is the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT). The UTAUT model has not been widely applied in Indonesia, specifically among smallholder farmers with specific characteristics. This research aims to analyze the factors influencing the intention and behavior of smallholder farmers to adopt and use digital agricultural application technology using the UTAUT model. The research was conducted from March to April 2024 in the agricultural hub region of Tuban Regency, with 124 smallholder farmers as respondents, using purposive sampling technique. This research utilized a descriptive data analysis method based on cross-tabulation with an SEM-PLS approach. The findings indicate that performance expectations, effort expectations, and facilitation conditions collectively influence the behavior of using digital agricultural applications through farmers\u27 behavioral intentions. Differences in age levels were found to moderate the relationship among variables. Younger farmers need to be fully engaged in utilizing the dissemination of digital agricultural application technology through training practices supported by improved facilitiesSektor pertanian sebagai penopang ketahanan pangan di Indonesia sebagian besar dikelola oleh petani skala kecil yang masih terbiasa dengan metode konvensional. Tantangan perubahan iklim yang terjadi akan berdampak industri hulu pertanian, sehingga petani perlu bertransformasi secara digital dalam mengelola usahanya untuk meningkatkan produktivitasnya. Aplikasi pertanian berbasis digital telah diperkenalkan oleh beberapa perusahaan pengembang layanan teknologi kepada para petani, namun tingkat penggunaannya masih tergolong rendah. Salah satu model yang umum digunakan untuk mempelajari penerimaan dan penggunaan teknologi adalah Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT). Model UTAUT belum banyak diterapkan di Indonesia secara spesifik pada kelompok petani skala kecil dengan karakteristik tertentu. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi niat dan perilaku petani skala kecil untuk mengadopsi dan menggunakan teknologi aplikasi pertanian digital dengan model UTAUT. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-April 2024 di wilayah sentra pertanian Kabupaten Tuban dengan responden sebanyak 124 orang petani skala kecil melalui teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan metode analisis data deskriptif berbasis tabulasi silang dengan pendekatan SEM-PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, dan kondisi fasilitasi secara bersama-sama memengaruhi perilaku penggunaan aplikasi pertanian digital melalui niat perilaku petani. Karakteristik perbedaan tingkat usia dalam faktor individu ditemukan memberikan efek moderasi terhadap hubungan antar variabel. Petani yang berusia muda perlu dilibatkan secara penuh untuk memanfaatkan penyebaran teknologi aplikasi pertanian digital melalui praktik pelatihan yang didukung peningkatan fasilitas memadai
Pengaruh Audit Internal dan GCG terhadap Penyaluran Pembiayaan Kredit Usaha Rakyat melalui Penerapan Manajemen Risiko
Program Pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan salah satu inisiatif pemerintah untuk meningkatkan akses pembiayaan bagi UMKM. Peningkatan penyaluran KUR berpotensi meningkatkan risiko pembiayaan bermasalah, sehingga penting untuk dimitigasi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis pengaruh audit internal terhadap GCG, (2) pengaruh GCG terhadap manajemen risiko, (3) pengaruh audit internal terhadap manajemen risiko, (4) pengaruh GCG terhadap penyaluran KUR, (5) pengaruh audit internal terhadap penyaluran KUR dan (6) pengaruh manajemen risiko terhadap penyaluran KUR. Sampel penelitian ini sebanyak 121 responden yang bekerja di PT. BSI Wilayah Jawa Tengah, yang diambil dengan menggunakan teknik multistage-random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner secara online, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan SEM-PLS menggunakan aplikasi SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) audit internal mempunyai pengaruh signifikan terhadap Good Corporate Governance (GCG); (2) GCG mempunyai pengaruh signifikan terhadap manajemen risiko; (3) audit internal juga berpengaruh signifikan terhadap manajemen risiko; (4) GCG juga berpengaruh signifikan terhadap penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR); (5) audit internal tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap penyaluran KUR; (6) manajemen risiko berpengaruh signifikan terhadap penyaluran KUR.The People\u27s Business Credit Financing Program (KUR) is one of the government\u27s initiatives to increase access to financing for MSMEs. Increasing KUR distribution has the potential to increase the risk of financing problems, so it is important to mitigate this. This research aims to (1) analyze the influence of internal audit on GCG, (2) the influence of GCG on risk management, (3) the influence of internal audit on risk management, (4) the influence of GCG on KUR distribution, (5) the influence of internal audit on distribution KUR and (6) the influence of risk management on KUR distribution. The sample for this research was 121 respondents who worked at PT. BSI Central Java Region, taken using a multistage-random sampling technique. Data collection was carried out by distributing questionnaires online, then analyzed using descriptive analysis and SEM-PLS using the SmartPLS application. The research results show that (1) internal audit has a significant influence on Good Corporate Governance (GCG); (2) GCG has a significant influence on risk management; (3) internal audit also has a significant effect on risk management; (4) GCG also has a significant effect on the distribution of People\u27s Business Credit (KUR); (5) internal audit does not have a significant influence on KUR distribution; (6) risk management has a significant effect on KUR distributio
Strategi Pengembangan dan Analisis Kelayakan Usaha Pada PT XYZ (Studi Kasus : Tenant Badan Riset Inovasi Nasional)
PT XYZ is a company engaged in footwear/shoes, innovative products in the form of aromatherapy shoes equipped with essential oil extracts from orange peel waste which are useful to suppress the growth of bacteria that cause foot odor. Currently PT XYZ is receiving support from the government through a business incubatror institution, in the form of coaching to increase sales value supported by facilities and access to technology. The objectives of this study are (1) to identify internal and external factors that affect business development; (2) to analyze the business feasibility of PT XYZ; (3) to determine priority strategies for business development. The methods used in this research are SWOT analysis and Analytical Hierarchy Process. While business feasibility uses the calculation method of Payback Period, Net Present Value, Internal Rate of Return, Break Even Points. Internal factors that become strengths are always innovative to new products that are in demand by the market, while weaknesses are complicated recording of expenses and income. The external factor that becomes an opportunity is that as a tenant BRIN can use the lab and the threat is the theft of aromatherapy ideas. The business feasibility analysis is considered feasible and the results of the Determination of strategic priorities with AHP produce four strategic prioritiesPT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang alas kaki/sepatu, produk inovatif berupa sepatu aromaterapi yang dilengkapi dengan ekstrak minyak atsiri dari limbah kulit jeruk yang bermanfaat menekan pertumbuhan bakteri penyebab bau kaki. Saat ini PT XYZ sedang mendapat dukungan dari pemerintah lewat lembaga inkubatror bisnis, berupa pembinaan untuk meningkatkan nilai penjualan yang didukung dengan fasilitas dan akses teknologi. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan usaha; (2) menganalisis kelayakan usaha PT XYZ; (3) menentukan strategi prioritas untuk pegembangan usaha. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis SWOT dan Analytical Hierarchy Process. Sedangkan Kelayakan usaha menggunakan metode perhitungan Payback Period, Net Present Value, Internal Rate of Return, Break Even Points. Faktor internal yang menjadi kekuatan adalah selalu inovatif terhadap produk baru yang diminati oleh pasar, sedangkan kelemahan adalah pencatatan biaya pengeluaran dan pemasukan yang rumit. Faktor eksternal yang menjadi peluang adalah sebagai tenant BRIN dapat menggunakan lab dan yang menjadi ancaman penurian ide aromaterapi. Analisis kelayakan bisnis dinilai layak dan hasil Penentuan prioritas strategi dengan AHP menghasilkan empat prioritas strategi
Strategi Peningkatan Pemasaran Produk Ayam Organik Berkah Chicken
Berkah Chicken merupakan produsen ayam organik yang berpusat di Kuningan, Jawa Barat. Adanya persaingan produk sejenis dan kurangnya promosi pemasaran menyebabkan penjualan masih belum maksimal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman bagi Berkah Chicken, (2) Merumuskan strategi alternatif berdasarkan matriks IE gambaran posisi perusahaan, dan (3) Merekomendasikan strategi alternatif yang tepat untuk meningkatkan pemasaran Berkah Chicken. Data penelitian diperoleh dari data primer dan sekunder. Penelitian menggunakan matriks IE dan SWOT untuk merumuskan strategi alternatif, serta QSPM untuk menentukan urutan prioritas strategi alternatif. Didapatkan faktor kekuatan utamanya produk bersertifikasi halal dan organik dengan memiliki peluang memperluas kerjasama dan produk ayam banyak diminati masyarakat. Hasil dari matriks IE menunjukkan ayam organik Berkah Chicken berada pada sel 4 dengan strategi Grow and Build, yaitu berada di posisi yang cukup baik dengan memanfaatkan kekuatan produk dan peluang yang ada. Analisis SWOT menghasilkan sembilan strategi alternatif dan strategi alternatif prioritas utamanya adalah memperluas kerja sama dengan restoran dan supermarket dari skor TAS sebesar 6,512
Tingkat Kepuasan Konsumen Terhadap Coffee Shop Di Bandar Lampung
Indonesia merupakan salah satu produsen kopi terbesar didunia. Salah satunya Provinsi Lampung yang terkenal dengan produksi kopinya, Provinsi Lampung mampu menghasilkan 294.440 ribu ton kopi. Produksi kopi yang melimpah ini diikuti dengan semakin meningkatnya minat masyarakat untuk menikmati kopi. Perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan yang cenderung mengikuti zaman atau tren. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) menganalisis karakteristik konsumen coffee shop di Bandar Lampung, (2) menganalisis Tingkat Kepuasan Konsumen Terhadap Atribut produk coffee shop di Bandar Lampung (3) Menganalisis Tingkat Kepentingan Coffee Shop di Bandar Lampung. Tekhnik pengambilan sampel dengan metode penarikan sample yang dipilih yaitu Purpossive Sampling, yaitu sampel yang dipilih untuk penelitian ini, ada tiga usaha Coffee Shop di Kota Bandar Lampung. Hasil dari penelitian ini Hasil analisis karakteristik responden Coffee Shop Bandar Lampung didapatkan bahwa konsumen yang paling banyak berkunjung yaitu responden yang berdomisili di Bandar Lampung, berjenis kelamin laki-laki, dengan rata-rata umur 17-25 tahun. Kebanyakan responden memiliki status pendidikan dan pekerjaan sebagai mahasiswa dengan pendapatan rata-rata per bulan yaitu Rp1.000.000-Rp3.000.000. Berdasarkan hasil analisis CSI menunjukkan nilai tingkat kepuasan konsumen di Coffee Shop adalah sebesar 89,32% masuk kedalam kategori sangat puas. Berdasarkan hasil analisis Importance Perfomnace Analysis (IPA) atribut yang harus di perbaiki yaitu atribut pada kuadran I (harga, aroma, desain) dikarenakan konsumen merasa penting akan tetapi tidak mendapatkan sesuai yang diinginkan. Atribut yang harus dipertahankan, yaitu atribut pada kuadran II (harga, rasa, kemasan dan suasana) agar konsumen tidak berpindah Coffe atau perusahaanIndonesia merupakan salah satu produsen kopi terbesar didunia. Salah satunya Provinsi Lampung yang terkenal dengan produksi kopinya, Provinsi Lampung mampu menghasilkan 294.440 ribu ton kopi. Produksi kopi yang melimpah ini diikuti dengan semakin meningkatnya minat masyarakat untuk menikmati kopi. Perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan yang cenderung mengikuti zaman atau tren. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) menganalisis karakteristik konsumen coffee shop di Bandar Lampung, (2) menganalisis Tingkat Kepuasan Konsumen Terhadap Atribut produk coffee shop di Bandar Lampung (3) Menganalisis Tingkat Kepentingan Coffee Shop di Bandar Lampung. Tekhnik pengambilan sampel dengan metode penarikan sample yang dipilih yaitu Purpossive Sampling, yaitu sampel yang dipilih untuk penelitian ini, ada tiga usaha Coffee Shop di Kota Bandar Lampung. Hasil dari penelitian ini Hasil analisis karakteristik responden Coffee Shop Bandar Lampung didapatkan bahwa konsumen yang paling banyak berkunjung yaitu responden yang berdomisili di Bandar Lampung, berjenis kelamin laki-laki, dengan rata-rata umur 17-25 tahun. Kebanyakan responden memiliki status pendidikan dan pekerjaan sebagai mahasiswa dengan pendapatan rata-rata per bulan yaitu Rp1.000.000-Rp3.000.000. Berdasarkan hasil analisis CSI menunjukkan nilai tingkat kepuasan konsumen di Coffee Shop adalah sebesar 89,32% masuk kedalam kategori sangat puas. Berdasarkan hasil analisis Importance Perfomnace Analysis (IPA) atribut yang harus di perbaiki yaitu atribut pada kuadran I (harga, aroma, desain) dikarenakan konsumen merasa penting akan tetapi tidak mendapatkan sesuai yang diinginkan. Atribut yang harus dipertahankan, yaitu atribut pada kuadran II (harga, rasa, kemasan dan suasana) agar konsumen tidak berpindah Coffe atau perusahaa
Platform Manajemen Bisnis dengan Memanfaatkan Chatbot sebagai Virtual Business Assistant Berbasis Omnichannel di Desa Wisata Cimindi: Business Management Platform Utilizing Chatbot as an Omnichannel-Based Virtual Business Assistant in Cimindi Tourism Village
Desa Wisata Cimindi adalah salah satu destinasi pariwisata yang terus berkembang saat ini. Namun, pengelolaan usaha di desa tersebut masih menghadapi berbagai tantangan terutama dalam layanan yang efisien kepada wisatawan. Dalam rangka meningkatkan pengalaman wisatawan dan efisiensi operasional, penelitian ini mengusulkan penerapan Virtual Business Assistant (VBA) melalui aplikasi chatbot berbasis omnichannel. Studi ini mengeksplorasi potensi aplikasi chatbot untuk meningkatkan interaksi dan pelayanan kepada wisatawan yang mengunjungi Desa Wisata Cimindi. Aplikasi chatbot ini didesain untuk operasi di berbagai kanal komunikasi (Whatsapp, Telegram, dan Instagram), mencakup pesan teks secara otomatis dan obrolan langsung. VBA ini akan dapat memberikan informasi seputar tempat wisata, rekomendasi makanan, jadwal acara, dan bantuan lainnya kepada pengunjung. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dan metode pengembangan system yang digunakan adalah Extreme Programming serta sebagai narasumber yaitu ketua BUMDesa Alkaustar Cimindi. Pengujian yang dilakukan pada penelitian ini adalah pengujian Blackbox. Hasil penelitian ini menunjukkan aplikasi dapat berfungsi dengan baik dan diharapkan dapat memberikan wawasan yang berharga bagi pengelola pariwisata, pelaku usaha dan peneliti di bidang teknologi informasi yang tertarik untuk mengintegrasikan teknologi chatbot daalam konteks pariwisata pedesaan.Desa Wisata Cimindi is one of the continuously growing tourist destinations in the current digital era. However, the management of businesses in the village still faces various challenges, particularly in providing efficient services to tourists. In order to enhance the tourists\u27 experience and operational efficiency, this research proposes the implementation of a Virtual Business Assistant (VBA) through an omnichannel-based chatbot application. This study explores the potential of chatbot applications to improve interactions and services for tourists visiting Cimindi Tourist Village. The chatbot application is designed to operate across various communication channels (WhatsApp, Telegram, Instagram), including automated text messaging and live chat. The VBA will be capable of providing information about tourist attractions, food recommendations, event schedules, and assistance to visitors. The research methods used in this study include qualitative methods, and the system development method utilized is Extreme Programming. The source of information is the head of BUMDesa Alkautsar Cimindi. Testing conducted in this research is of the Blackbox type. The results of this research demonstrate that the application functions effectively and is expected to provide valuable insights for tourism managers, entrepreneurs, and information technology researchers interested in integrating chatbot technology in the context of rural tourism
Forecasting Tingkat Kesehatan dan Ketahanan Perbankan di Indonesia
The number of commercial banks in Indonesia after the 2008 global crisis declined. The decrease in this number was caused by mergers, consolidations, acquisitions, integrations and conversions in the context of forming a resilient national banking industry structure. To ensure a stable banking sector, these banks must be evaluated through a Risk-based Bank Rating. When the 2008 global crisis economic shock and the COVID-19 pandemic occurred, the banking intermediary function was disrupted. In these conditions, the financial performance of banks also experienced a decline. This study aimed to assess the bank rating and resilience of banks in 2008-2020, forecast the bank rating and resilience of banks in Indonesia in 2021-2030 and analyze the effect of bank rating on bank resilience. This study used secondary data, that is a annual financial reports published by the Financial Services Authority. The data was analysed by ARIMA and panel data regression. The results showed that the bank rating and resilience of commercial banks declined during the economic shocks of the 2008 global crisis and the 2020 Covid pandemic. It is predicted that the resilience of commercial banks will increase in 2021-2030. Earnings as measured by ROA had a positive effect on bank resilience. Credit risk (NPL) had a negative effect on resilience, while liquidity risk (LDR) showed a positive effect on the resilience of commercial banks in Indonesia. GCG and Capital had no effect on bank resilienc
Strategi Pemulihan Usaha Kecil Dan Menengah Pasca Pandemi Covid-19 Pada Nasabah PT Bank Syariah Indonesia, Tbk. Regional Jakarta 1
Pandemi COVID-19 menyebabkan ketidakstabilan ekonomi, yang mempengaruhi usaha kecil dan menengah (UKM). Tujuan penelitian ini adalah (1) analisis kondisi nasabah UKM PT Bank Syariah Indonesia, Tbk (BSI) saat dan setelah pandemi Covid-19; (2) menentukan strategi pemulihan UKM setelah pandemi Covid-19 bagi nasabah BSI; dan (3) merumuskan strategi pemulihan UKM setelah pandemi Covid-19 bagi nasabah BSI. Penelitian dilakukan pada nasabah BSI Regional Jakarta 1 dan dilakukan Juli hingga Desember 2023. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, Analisis Dampak Bisnis (BIA), analisis SWOT, dan analisis AHP. Hasil menunjukkan pergerakan risiko dari tahun 2020 hingga 2023, dengan sektor pertanian berisiko rendah dan sektor transportasi berisiko tinggi. Alternatif strategi dari hasil SWOT yaitu (1) peningkatan layanan pembiayaan digital; (2) pelatihan bisnis berbasis teknologi dan program pendampingan; (3) peningkatan literasi keuangan melalui pendidikan berbasis teknologi; dan (4) Program Relaksasi Pembiayaan yang inklusif. Hasil analisis AHP adalah alternatif strategi relaksasi pembiayaan sebagai strategi utama untuk pemulihan UKM pasca-COVID-19 dengan bobot skor sebesar 0,565.The COVID-19 pandemic caused economic instability, affecting small and medium-sized businesses (SMEs). The aims of the study were (1) to analyze the real conditions of SMEs customers of PT Bank Syariah Indonesia, Tbk (BSI) during and after the Covid-19 pandemic; (2) to determine the SMEs recovery strategy after the Covid-19 pandemic for customers of BSI; and (3) to formulate the SMEs recovery strategy after the Covid-19 pandemic for customers of BSI. The study was conducted on customers of BSI Regional Jakarta 1. The research period from July to December 2023. The analysis methods used descriptive analysis, Business Impact Analysis, SWOT analysis, and Analytical Hierarchy Process (AHP). Results showed shifts in risk among SMEs from 2020 to 2023, with agriculture being low-risk and transportation high-risk. SWOT analysis provided alternative strategies namely (1) enhancing digital financing financing services; (2) offering technology-based business training and mentoring programs; (3) enhancing financial literacy through tech-based education; and (4) providing inclusive Financing Relaxation Programs. The AHP analysis emphasized the importance of targeted financing relaxation, assigning it a high weight score of 0,565 as the primary strategy for SMEs recovery post-COVID-19
Strategi Pengembangan Karyawan Untuk Peningkatan Layanan Dalam Menyongsong Bank 4.0 Pada Bank Syariah Indonesia (Studi Kasus Area Jakarta Thamrin)
In readiness to implement banking strategies in the face of challenges and opportunities in the era of banking 4.0, infrastructure development is needed, one of which is the role of human resources, which is an asset in realizing the continuity of performance and improving the banking business that is expected to continue to progress and develop. This research is a case study conducted using a qualitative descriptive approach through in-depth interview methods to 7 experts who are experts in the field of banking experts and using questionnaires to 25 employees of Bank Syariah Indonesia in the Jakarta Thamrin Area in the DKI Jakarta Capital Region. The results of the IFE analysis obtained a total score of 2.78 with the strength factor is Bank Syariah Indonesia as a market leader in the Islamic banking industry and the weakness factor is that Islamic banking literacy for employees is still low and the results of the EFE analysis, a total score of 3.22 with the highest opportunity focus is the improvement of e-learning platforms that can improve employee training and the biggest threat is rapid technological changes that require new skills. The total score of internal and external strategic factors falls in the growth and development growth and build quadrant, quadrant I and the results of priority strategies are strategies for identifying employee needs and competencies, strategies for increasing literacy in Islamic banking and digital knowledge and strategies for using digital technology and innovatio
Strategi Diversifikasi dan Pengembangan Portofolio Bisnis Pada Perusahaan Milik Negara PT. Hutama Karya : Diversification Strategy And Business Portfolio State Ownership Entreprise Pt. Hutama Karya
This research aims to analyse the business diversification strategy of PT Hutama Karya (Persero) and its subsidiaries, explain their business operations, and explore growth potential. This research tries to identify the company\u27s internal and external environmental factors after business diversification, conduct an analysis of the corporate position and portfolio of business units and subsidiaries, and formulate a new business diversification strategy concept. This research method is descriptive qualitative with the data used in the research including primary data collected through interviews and questionnaires, as well as secondary data such as company financial reports, industry performance reports, and industry attractiveness. PT Hutama Karya\u27s business diversification includes expansion into various business divisions, including Toll Road Business Entity (BUJT), Non-Toll Road Business Entity (Non-BUJT), and the establishment of subsidiaries such as Hutama Karya Infrastruktur (HKI), HAKAAston, HK Realtindo, Hutama Marga Waskita (HAMAWAS), and EPC Energy Singapore Ltd. The main supporting factors for this diversification are the continued economic growth and government support in infrastructure development. The company\u27s internal strengths are the application of technology and adaptation to changes in the construction industry, they also face challenges such as cashflow issues, global economic uncertainty, and changes in political direction. The SWOT analysis shows that the company is in the "Grow and Build" quadrant and needs to pursue aggressive business diversification. The results of the GE Nine Cell Matrix analysis show a diverse position for the company\u27s business units, with some as "Leaders" and others needing to be managed carefully or even divested.The managerial implications of this study are the need for business ecosystem development and business portfolio diversification, technology development across businesses to support competitive advantage, and the creation of new opportunities after the completion of the Trans-Sumatra Toll Road project