MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah
Not a member yet
    296 research outputs found

    Analisis Pemenuhan TKDN Produk Pada Industri Kreatif Sektor Fesyen, Kuliner, dan Kerajinan DI Yogyakarta

    Full text link
    Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) adalah instrumen kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan penggunaan komponen lokal dalam proses produksi suatu barang atau jasa. Implementasi dan pemenuhan TKDN dalam industri kecil (IK) khususnya di industri kreatif menghadapi tantangan tersendiri. Kajian ini bertujuan untuk mengukur kesiapan pemenuhan TKDN-IK untuk menjadi mitra pemerintah dalam pengadaan barang dan jasa. Penelitian ini mengevaluasi empat variabel: bahan/ material, tenaga kerja, biaya tidak langsung pabrik, dan biaya pengembangan. Responden dalam penelitian adalah pelaku usaha di industri kreatif pada bidang usaha fesyen, kuliner, dan kerajinan di DI Yogyakarta, dengan penarikan sampel secara purposive sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, studi lapangan, observasi, dokumentasi, serta FGD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan TKDN-IK di sektor fesyen, kuliner, dan kerajinan sudah cukup baik pada beberapa aspek, seperti penggunaan bahan baku lokal dan pengelolaan biaya operasional. Namun, aspek-aspek seperti penyediaan bahan lokal, pelatihan tenaga kerja, keselamatan kerja, serta sertifikasi masih menjadi tantangan yang perlu diperbaiki. Kendala utama yang dihadapi adalah kurangnya informasi, proses administrasi yang rumit, serta persepsi. Untuk mendukung pemenuhan TKDN-IK, diperlukan upaya lebih lanjut dari pemerintah dalam hal sosialisasi, pendampingan, serta penyederhanaan prosedur sertifikasi.Tingkat Komponen Dalam Negeri or The Local Content Requirement (TKDN) is a policy instrument aimed at increasing the use of local components in the production process of goods or services. The implementation and fulfillment of TKDN within small industries (IK), particularly in the creative industry sector, face unique challenges. This study aims to assess the readiness of TKDN compliance to become a partner of the government in the procurement of goods and services. The research evaluates four main variables: materials, labor, factory overhead costs, and development costs. Respondents in this study are IKM/ SMEs creative industry sectors of fashion, culinary, and crafts, in Yogyakarta, with samples drawn through purposive sampling. The research method employed is qualitative with a descriptive analysis approach. Data collection techniques include literature review, field study, observation, documentation, and FGD. The results show that the fulfillment of TKDN has been quite good in several aspects, such as the use of local raw materials and operational cost management. However, aspects such as local supply provision, workforce training, occupational safety, and certification remain challenges that need improvement. The main obstacles are the lack of information, complex administrative processes, and the perception. To support the fulfillment of TKDN in small industries, further efforts are needed from the government in terms of socialization, assistance, and simplification of certification procedures

    Strategi Peningkatan Kinerja Bisnis Usaha Mikro Kecil Menengah (Studi Pada UMKM Makanan Dan Minuman Nasabah KUR Bank Syariah Indonesia Area Bandung Kota)

    Full text link
    Bank Syariah Indonesia as one of the state-owned banks has an interest in the success of the people\u27s business credit (KUR) financing program launched by the government. The objectives of this study are: (1) to analyse the effect of financial literacy on the business performance of food and beverage (F&B) SMEs; (2) to analyse the effect of financial inclusion on the business performance of F&B SMEs; (3) to analyse the effect of entrepreneurial orientation on the business performance of F&B SMEs; (4) to analyse the effect of social media marketing capability on the business performance of F&B SMEs: (4) analyse the effect of social media marketing capability on business performance of mamin SMEs; and (5) formulate strategies to improve business performance of F&B SMEs. Data collection using the slovin method, where the sample size was set at 283 respondents. Research with descriptive and inferential statistical methods using multiple linear regression analysis, which consists of validity test, reliability, t test, F test. Strategy formulation using internal-external environmental analysis with IFE and EFE matrix, position mapping and alternative strategies with IE and SWOT matrixs, then determine strategy priorities with QSP matrix. The results of the analysis show that food and beverage SMEs are in quadrant I (grow and build). Based on the results of quantitative analysis on the QSP matrix, the strategy that can be implemented is assistance in preparing financial reports of SMEs to maintain financial stability

    Strategi Meningkatkan Pertumbuhan Pembiayaan Konsumer Griya Di Bank Syariah Indonesia Area Jakarta Fatmawati

    Full text link
    Bank syariah berkontribusi pada sektor properti dengan memberikan pembiayaan kepemilikan rumah syariah (KPR Syariah). Produk pembiayaan kepemilikan rumah di bank syariah disebut Pembiayaan Griya. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengidentifikasi profile nasabah yang memilih pembiayaan konsumer Griya Bank Syariah Indonesia; (2) Menganalisa hubungan antara karakteristik pribadi dengan faktor-faktor yang dipentingkan; (3) Menganalisis faktor-faktor lingkungan eksternal dan internal yang memiliki implikasi terhadap pertumbuhan pembiayaan konsumer Bank Syariah Indonesia; (4) Memformulasikan strategi bisnis yang sesuai dengan faktor lingkungan  eksternal dan internal Bank Syariah Indonesia; dan (5) Menentukan prioritas strategi bagi pertumbuhan pembiayaan konsumer yang dapat diimplementasikan oleh Bank Syariah Indonesia. Bank Syariah yang dipilih untuk studi kasus ini adalah PT Bank Syariah Indonesia Tbk., karena merupakan bank syariah terbesar di Indonesia dengan aset Rp371 triliun per September 2024. Lokasi sampel yang diambil adalah Kawasan Fatmawati Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah tabulasi silang, matriks SWOT, dan QSPM. Metode tabulasi silang digunakan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik pribadi dengan faktor-faktor penting, dilanjutkan dengan analisis deskriptif dan kuantitatif yang terdiri dari matriks internal factor evaluation (IFE), matriks external factor evaluation (EFE), matriks internal-external (IE),  matriks strengths, weaknesses, opportunities, dan threaths (SWOT). Hasil Matriks IE Bank Syariah Indonesia Area Fatmawati Jakarta berada pada kuadran IV dengan matriks IFE sebesar 3,077 dan matriks EFE sebesar 2,961. Hasil ini menempatkan strategi pemasaran pada sel IV yang disebut strategi pertumbuhan dan pembangunan, sel kuat untuk matriks IFE dan sel tinggi untuk matriks EFE. Dalam posisi ini, perusahaan dimungkinkan untuk melakukan strategi intensif dan strategi integratif

    Strategi Pemasaran Produk Mitraguna Di PT Bank Syariah Indonesia (Studi Kasus Di Region IV Jakarta)

    Full text link
    Bank Syariah Indonesia (BSI) Region IV Jakarta adalah salah satu wilayah dari BSI yang memfokuskan pertumbuhan pembiayaan mitraguna kepada instansi pemerintah maupun BUMN di Jakarta. Penelitian bertujuan untuk: (1) Mengidentifikasi profil nasabah yang memilih pembiayaan consumer Mitraguna di BSI; (2) Menganalisis faktor lingkungan eksternal dan internal yang memiliki dampak terhadap pertumbuhan pembiayaan consumer Mitraguna BSI; dan (3) Menyusun strategi bisnis yang tepat sesuai dengan faktor lingkungan eksternal dan internal BSI. Penelitian dilakukan di BSI Region IV Jakarta, pemilihan lokasi kajian dilakukan secara purposive, dengan pertimbangan kesediaan pihak manajemen bank untuk dijadikan lokasi kajian dan tersedianya data yang diperlukan. Waktu penelitian dilakukan bulan Juni-September 2024. Penelitian bersifat studi kasus yang dilakukan dengan cara menelusuri data dan informasi berupa faktor-faktor lingkungan, yaitu internal dan eksternal yang berpengaruh terhadap kinerja bank yang digambarkan dengan matriks Internal Factor Evaluation (IFE) dan External Factor Evaluation (EFE). Hasil skor total matriks IFE dan EFE selanjutnya dilakukan pemetaan dengan matriks Internal-External (IE) dan perumusan strategi untuk merumuskan alternatif strategi utama dengan matriks strengths, weaknesses, opportunities and threaths (SWOT). Penentuan prioritas strategi dengan quantitative strategic planning matrix (QSPM). Hasil identifikasi faktor lingkungan internal sebagai dasar penentuan posisi perusahaan dengan matriks IE menunjukkan PT BSI Region IV Jakarta terletak pada sel V, yaitu jaga dan pertahankan. Berdasarkan hasil analisis SWOT, diperoleh alternatif strategi yang dapat diterapkan dan berdasarkan perhitungan dalam matriks QSP, diperoleh hasil strategi yang diprioritaskan untuk diimplementasikan, yaitu membangun kemitraan atau kolaborasi untuk menciptakan keunggulan kompetitif dalam menghadapi tantangan dan memenuhi harapan nasaba

    Strategi Pengembangan Perdagangan Beras Melalui Pembiayaan Akad Murabahah (Studi Kasus Bank Syariah Indonesia Cabang Tambun 1 Bekasi)

    Full text link
    Meningkatnya UMKM di Kota Bekasi menggambarkan perkembangan UMKM mengalami peningkatan yang signifikan setiap tahunnya. Permasalahan yang terus terjadi seiring dengan meningkatnya jumlah UMKM di kota ini adalah kesiapan sumber daya manusia dan sumber pembiayaan bagi pelaku UMKM. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengetahui sistem pembiayaan murabahah pada perdagangan beras di BSI Cabang Tambun 1 Bekasi; (2) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perdagangan beras di Kota Bekasi; dan (3) Mengetahui posisi dan kondisi usaha perdagangan beras, serta alternatif strategi pengembangan usaha perdagangan beras di Kota Bekas. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus yang dilakukan dengan menelusuri data dan informasi yang diperoleh dari PT BSI, baik di pusat maupun Cabang Tambun 1 Bekasi. Responden ditentukan secara purposive, yang terdiri dari tiga orang internal bank dan empat pelaku usaha. Analisis kelayakan pembiayaan menggunakan pendekatan prinsip 5C. Analisis lingkungan dan penentuan strategi menggunakan matriks IFE, EFE, IE, SWOT dan QSPM. Hasil analisis kelayakan pembiayaan menunjukkan bahwa BSI Cabang Tambun 1 Bekasi sudah melaksanakannya dengan baik, sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. Hasil analisis lingkungan dengan matriks IFE diperoleh total skor 2,65, menunjukkan usaha ini memiliki kekuatan internal yang cukup baik untuk dikembangkan. Total skor matriks EFE sebesar 2,59, menunjukkan perdagangan beras berada pada level rataan dalam memanfaatkan peluang dan menghadapi ancaman eksternal. Kombinasi total skor matriks IFE dan EFE pada matriks IE menempatkan usaha pada Kuadran V yaitu posisi tengah, baik secara internal maupun eksternal. Hasil analisis strategi diperoleh prioritas strategi yang dapat diimplementasikan, yaitu peningkatan daya saing melalui diversifikasi produk dan pemasaran digital.Meningkatnya UMKM di Kota Bekasi menggambarkan perkembangan UMKM mengalami peningkatan yang signifikan setiap tahunnya. Permasalahan yang terus terjadi seiring dengan meningkatnya jumlah UMKM di kota ini adalah kesiapan sumber daya manusia dan sumber pembiayaan bagi pelaku UMKM. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui sistem pembiayaan murabahah pada perdagangan beras di BSI Cabang Tambun 1 Bekasi; (2) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perdagangan beras di Kota Bekasi; dan (3) Mengetahui posisi dan kondisi usaha perdagangan beras, serta alternatif strategi pengembangan usaha perdagangan beras di Kota Bekas. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus yang dilakukan dengan menelusuri data dan informasi yang diperoleh dari PT BSI, baik di pusat maupun Cabang Tambun 1 Bekasi. Responden ditentukan secara purposive, yang terdiri dari tiga orang intern bank dan empat pelaku usaha. Analisis kelayakan pembiayaan menggunakan pendekatan prinsip 5C. Analisis lingkungan dan penentuan strategi menggunakan matriks IFE, EFE, IE, SWOT dan QSPM. Hasil analisis kelayakan pembiayaan menunjukkan bahwa BSI Cabang Tambun 1 Bekasi sudah melaksanakannya dengan baik, sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Hasil analisis lingkungan dengan matriks IFE diperoleh total skor 2,65 dan total skor matriks EFE sebesar 2,59. Kombinasi total skor matriks IFE dan EFE pada matriks IE menempatkan usaha pada Kuadran V yaitu posisi tengah, baik secara internal maupun eksternal. Hasil analisis strategi diperoleh prioritas strategi yang dapat diimplementasikan, yaitu peningkatan daya saing melalui diversifikasi produk dan pemasaran digital

    Strategi UMKM Dalam Mendorong Masyarakat Untuk Menggunakan Qris Sebagai Alat Pembayaran Digital Di Kota Bogor

    Full text link
    The development of the financial technology industry in the world of fast and secure electronic, for the beginning of digital financial transaction services in various models. The research aims to provide strategic advice and recommendations to MSMEs in the food and beverage sector to encourage people to use QRIS as a digital payment tool. The research was conducted in the city of Bogor, the location was chosen purposively based on considerations of the city of Bogor as a culinary destination. Data analysis techniques are qualitative and quantitative, another analysis process is carried out on the internal and external environment using SWOT analysis, and to support the use of quantitative analysis in the IFE matrix, EFE, IE, and QSPM. Characteristics of MSMEs include the type of marketing used by gender, age, education, income, means of payment owned, length of business, reasons for using QRIS as a means of payment, price, target customers. The results of the IE matrix analysis show that food and beverage MSME business actors in Bogor City are in cell IV position with a grow and build strategy. The results of the SWOT and QSP analysis can be concluded with the main priority being to ask for support from the government (Bank Indonesia), Payment Service System Operators (PJSP) and banking in the form of promotional media support, system improvements and fee reduction support for merchants. This support motivates and encourages MSMEs to direct and advise the public and consumers to use QRIS as their first choice for transactions

    A Evaluasi Pengadaan Laptop Ber-TKDN dalam Meningkatkan Value for Money dan Pengembangan Produk Dalam Negeri

    No full text
    The government’s procurement of laptops is now required to use domestically manufactured products. For process efficiency, procurement consolidation is achieved using an electronic catalog. The research aims to evaluate the effectiveness and efficiency of the TKDN laptops procurement through the national consolidation program, identify factors influencing the effectiveness and efficiency, and analyze user perceptions of the quality and performance of the products. The study employs perception analysis, which is processed and presented using descriptive statistics. The findings indicate that the consolidated procurement of domestically produced laptops is relatively effective, as it meets most organizational needs, although some laptop specifications (e.g., processor, RAM, and HDD) remain inadequate. Consolidation is also more efficient than individual procurement, because it determines the upper price limit, and allows it to be negotiated during the transaction. Best value for money has been obtained in terms of supply quantity, delivery time and location, price and service provider. But there are still complaints about quality. Factors that influence procurement effectiveness include identifying needs, determining specifications and negotiating prices, as well as monitoring and reporting deviations during implementation.Pengadaan laptop oleh pemerintah sudah dituntut menggunakan produk dalam negeri karena sudah terdapat produk laptop dengan nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan Bobot Manfaat Perusahaan (BMP) paling sedikit 40%.  Dalam rangka efisiensi proses pengadaan, mekanisme ditempuh melalui konsolidasi pengadaan dengan menggunakan katalog elektronik.  Penelitian ini menjadi sangat penting mengingat kebutuhan pemerintah terhadap produk laptop tinggi dan menggunakan anggaran yang besar. Penelitian ditujukan untuk mengevaluasi efektivitas dan efisiensi pengadaan laptop ber-TKDN yang dibeli oleh pemerintah melalui program konsolidasi nasional, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas dan efisiensi pengadaan tersebut serta menganalisis persepsi pengguna terhadap kualitas dan kinerja laptop ber-TKDN. Metode menggunakan analisis persepsi dan diolah serta disajikan dengan statistik deskriptif. Hasil kajian menunjukan bahwa konsolidasi pengadaan laptop Produk Dalam Negeri (PDN) dapat dikatakan sudah cukup efektif dengan terpenuhinya sebagian besar kebutuhan organisasi meski masih terdapat aspek spesifikasi laptop (processor, RAM dan HDD) yang masih kurang memenuhi.  Konsolidasi juga lebih efisien jika dibanding pengadaan satuan oleh masing-masing institusi karena harga sudah ditentukan batas atasnya dan masih memungkinkan dilakukannya negosiasi pada pembelian e-purchasing. Pemerintah telah mendapatkan value for money yang baik dari aspek kuantitas pasokan, waktu dan tempat penyerahan, harga/biaya serta penyedia dan layanannya.  Namun, dari aspek kualitas masih ditemui berbagai keluhan. Faktor yang mempengaruhi efektivitas pengadaan laptop produk dalam negeri diantaranya identifikasi kebutuhan dan penetapan spesifikasi serta negosiasi harga produk Laptop PDN yang akan dikonsolidasikan, juga pengawasan dan pelaporan atas pelaksanaan dan penyimpangan saat implementasi

    Pengaruh Fitur Live Streaming E-Commerce terhadap Niat Beli Konsumen Pada UMKM Di Indonesia : Tinjauan Literatur Sistematis

    Full text link
    As online shopping trends and competition in the e-commerce sector continue to grow, live streaming has emerged as a promising interactive marketing strategy. This study examines the influence of e-commerce live streaming features on consumer purchase intention through a systematic literature review, analyzing 30 articles published between 2022 and 2024. The objectives of this research are to summarize existing data on the impact of live streaming features on purchase intention, identify the factors influencing the relationship between live streaming and purchase intention, and provide recommendations for Indonesian MSMEs to optimize the use of live streaming. Findings show that China is the dominant research location, with agricultural products being the most frequently studied category. Most studies employed a quantitative approach, particularly using Structural Equation Modeling (SEM). The analysis identified 130 factors affecting consumer purchase intention, which were categorized into ten main themes. Based on these findings, this study recommends that Indonesian MSMEs optimize live streaming by strengthening emotional aspects such as affective trust and psychological distance, as well as leveraging influencer credibility to attract more consumers. In addition, service quality, information quality, and social presence during live streaming sessions play a crucial role in enhancing consumer satisfaction and purchase intention. This study is expected to serve as a strategic reference for MSMEs in maximizing the potential of live streaming as an effective digital marketing tool.Penelitian ini mengkaji pengaruh fitur live streaming e-commerce terhadap niat beli konsumen melalui metode tinjauan literatur sistematis, menganalisis 30 artikel terbitan 2022–2024. Dengan meningkatnya tren online shopping dan persaingan e-commerce, live streaming menjadi strategi pemasaran interaktif yang menjanjikan. Temuan menunjukkan China sebagai wilayah penelitian utama dan produk agrikultural sebagai kategori yang banyak diteliti. Kemudian Metode yang dominan adalah pendekatan kuantitatif dengan Structural Equation Modelling (SEM). Hasil dari penelitian ini menemukan 130 faktor yang memengaruhi minat beli, yang dikelompokkan dalam 10 tema utama: influencer, design of live streaming, trust on live streaming, consumer feels, product fit, pro social behavior, attitudes, pricing, branding, dan consumer behavior. Penelitian ini memberikan saran kepada pelaku UMKM di Indonesia untuk mengoptimalkan live streaming dengan memperkuat aspek emosional, seperti affective trust dan psychological distance, serta memanfaatkan kredibilitas influencer dalam menarik lebih banyak konsumen. Service quality, information quality, dan social preence selama live streaming juga berperan penting dalam meningkatkan kepuasan dan niat beli konsumen

    The Impact of Risk-Based ESG Scores, Return on Asset (ROA) and Return on Equity (ROE) on Firm Value

    Full text link
    The urgency to understand the impact of risk-based Environmental, Social, and Governance (ESG) and financial factors on firm value remains high, especially for listed companies in Indonesia. Indonesia is a disaster-prone country. World Risk Report in 2021 shows that Indonesia ranks 38th out of 181 countries in the "High" disaster risk category, with an index score of 10.67, and in the "Very High" Risk Exposure category, with an index score of 21.30. This study examines the impact of risk-based ESG scores, ROA, and ROE on firm value. Using a quantitative and purposive sampling method, the research applies a panel data regression analysis of 300 observations from companies listed on the Indonesian Stock Exchange (2019–2023) with Sustainalytics ESG Risk Ratings. While the combined effect of ESG risk scores, ROA, and ROE significantly influenced firm value, partial analysis revealed no individual significance. The results underscore the need for Indonesian firms to integrate ESG practices holistically to enhance stakeholder trust and financial outcomes, while regulators should refine policies to incentivize ESG risk mitigation, particularly in high-risk sectors

    Analisis Strategi Optimalisasi Wakaf Produktif Pada Laznas Bangun Sejahtera Indonesia Maslahat (Laznas BSI Maslahat) Jakarta)

    Full text link
    Nazhir wakaf LAZNAS BSI (Bangun Sejahtera Indonesia) Maslahat telah menghimpun dan mengelola dana wakaf sejak tahun 2020. Program wakaf yang saat ini sudah berjalan adalah wakaf sosial dan wakaf produktif. Tujuan penelitian adalah (1) Mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi prioritas pertimbangan dan memengaruhi keputusan wakif dalam menyalurkan wakaf melalui LAZNAS BSI Maslahat; (2) Menganalisis optimalisasi wakaf produktif; dan (3) Menyusun alternatif strategi optimalisasi wakaf produktif. Penelitian dilakukan di Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) BSI Maslahat Jakarta dengan waktu pelaksanaan bulan Januari-Juni 2024. Penentuan lokasi kajian dengan metode purposive sampling dengan informan pakar yang berjumlah lima orang. Metode analisis data dengan matriks Internal Factor Evaluation (IFE) dan External Factor Evaluation (EFE) untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal, dan matriks internal-external (IE) untuk mengetahui posisi BSI Maslahat dalam rangka strategi optimalisasi, serta matriks strengtghs, weaknesses, opportunities and threats (SWOT) dan quantitative strategic planning matrix (QSPM) untuk penentuan prioritas strategi yang dapat diimplementasikan. Hasil analisis diperoleh strategi utama yang dapat diterapkan adalah penguatan dan harmonisasi regulasi wakaf dalam mendukung pembangunan ekosistem digital wakaf yang solid. Implikasi manajerial mencakup penguatan struktur organisasi, pengembangan kebijakan, peningkatan kompetensi SDM, pengembangan kemitraan, pemanfaatan teknologi, transparansi, monitoring, dan edukasi masyarakat. Dengan implementasi strategi ini, diharapkan pengelolaan wakaf produktif di BSI Maslahat menjadi lebih efektif, berkelanjutan, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.Nazhir waqf LAZNAS BSI (Bangun Sejahtera Indonesia) Maslahat has been collecting and managing waqf funds since 2020. The waqf programs currently running are social waqf and productive waqf. The purpose of this study was: (1) Identify factors that are priority considerations and influence the wakif\u27s decision in distributing waqf through LAZNAS BSI Maslahat; (2) Analyzing the optimization of productive waqf; and (3) Develop alternative strategies for optimizing productive waqf. The research was conducted at the National Amil Zakat Institute (LAZNAS) BSI Maslahat Jakarta with an implementation time of January-June 2024. Determining the location of the study using a purposive sampling method with five expert informants. Data analysis method with the Internal Factor Evaluation matrix (IFE) and External Factor Evaluation matrix (EFE) matrices to identify internal and external factors, and the internal-external (IE) matrix to determine the position of BSI Maslahat in the context of optimization strategies, as well as the strengtghs, weaknesses, opportunities and threats (SWOT) and quantitative strategic planning matrix (QSPM) matrix for determining strategic priorities that can be implemented. The results of the analysis show that the main strategy that can be implemented is strengthening and harmonizing waqf regulations to support the development of a solid digital waqf ecosystem. Managerial implications include strengthening organizational structures, developing policies, increasing HR competency, developing partnerships, utilizing technology, transparency, monitoring and public education. By implementing this strategy, it is hoped that productive waqf management at BSI Maslahat will be more effective, sustainable and have a positive impact on the wider community

    278

    full texts

    296

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇