AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Not a member yet
382 research outputs found
Sort by
Pengembangan LKPD berbasis Masalah Kontekstual Untuk Meningkatkan Kemandirian Peserta didik, Bawean
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar berupa LKPD berbasis masalah kontekstual pada mata pelajaran matematika materi perbandingan kelas VII SMP/MTs.sederajat untuk meningkatkan kemandirian belajar peserta didik yang memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian research and development (RD) dengan model ADDIE yang ADDIE terdiri dari 5 tahapan yakni Analisis (Analysis), Desain (Design), Pengembangan (Development), Penerapan (Implementation), Evaluasi (Evaluation). Intrumen kevalidan berupa angket validasi dari ahli materi dan ahli media dengan memperoleh nilai persentase 89,41%. Instrumen kepraktisan berupa angket respon peserta didik dengan memperoleh nilai persentase 81,35%.. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 20 peserta didik MTs. Penaber, Bawean dengan mengisi angket kemandirian dan mengerjakan pretest, kemudian dilakukan pembelajaran menggunakan LKPD dan diberikan posttest, angket kemandirian setelah pembelajaran, angket respon, dan dilakukan wawancara kepada peserta didik sebagai media evaluasi pengembangan LKPD ini.  Instrumen keefektifan berupa dilakukannya pretest dan posttest dengan memperoleh nilai 0,704 yang termasuk kategori tinggi serta angket kemandirian sebelum dan sesudah dilakukannya pembelajaran dengan memperoleh nilai sebesar 0,38 yang termasuk dalam kategori sedang. Berdasarkan analisis tersebut LKPD yang dikembangkan dapat dikatakan valid dan dapat digunakan dalam pembeelajaran di kelas VII SMP/MTs. Sederajat.Kata kunci : LKPD berbasis kontekstual, LKPD perbandingan, ADDI
Kemampuan spasial siswa setelah belajar geometri deskriptif secara daring
Implementasi pembelajaran daring selama pandemic covid 19 telah berdampak pada perkembangan kemampuan spasial siswa dalam mata kuliah geometri deskriptif. Perkembangan kemampuan spasial siswa terganggu karena pelaksanaan pembelajaran yang secara daring sementara kegiatan praktikum seharusnya dilakukan secara luring. Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan spasial mahasiswa program studi pendidikan matematika FKIP UAD pada mata kuliah geometri deskriptif. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan subjek yaitu 24 orang mahasiswa semester 4 peserta mata kuliah geometri deskriptif tahun akademik 2021/2022. Teknik pengumpulan data menggunakan tes kemampuan spasial, serta wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa skor rata-rata kemampuan spasial siswa 67,8 dengan kategori cukup. Hasil ini menunjukkan bahwa kemampuan spasial siswa masih kurang dari yang diharapkan yaitu masuk kategori sangat baik
Analisis kemampuan koneksi matematis siswa smp kelas VIII pada materi pythagoras
Salah Satu proses pembelajaran matematika adalah kemampuan koneksi matematis. Kemampuan menghubungkan konsep-konsep matematika merupakan keterampilan yang sangat penting, siswa akan mempertahankan pemahaman mereka untuk waktu yang lebih lama dan pemahaman yang lebih dalam. Kemampuan siswa SMP dalam koneksi matematis merupakan tujuan dari penelitian ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. 33 siswa dari salah satu SMP di Karawang dijadikan sebagai subjek penelitian. Penelitian ini menggunakan 3 butir soal instrumen kemampuan koneksi matematis. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa siswa SMP memiliki kemampuan koneksi sedang. Siswa sering melakukan kesalahan konseptual dan pemprosesan pada materi Pythagoras saat menyelesaikan soal kemampuan koneksi matematis.Kata kunci: matematika; kemampuan koneksi matematis; Pythagora
Deskripsi kemampuan komunikasi matematis siswa SMP Negeri 1 Kemangkon berdasarkan dominasi otak
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis siswa SMP Negeri 1 Kemangkon berdasarkan dominasi otak. Subjek penelitian yaitu kelas VIII G, subjek dikelompokkan menjadi 2 kategori yaitu : kategori dominasi otak kanan dan otak kiri. Peneliti mengambil 3 sampel pada setiap kategori untuk dijadikan responden dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengambilan data menggunakan observasi, angket, tes tertulis, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles and Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa 1) siswa dominasi otak kiri mampu menyajikan suatu masalah matematika yang diberikan dalam bentuk model matematika kedalam berbagai bentuk representasi dengan tepat, menjabarkan ide/gagasan dari suatu permasalahan kedalam bahasa matematika melalui bahasa sendiri dalam bentuk tertulis, dan menjelaskan konsep matematika secara runtut. 2) siswa dominasi otak kanan sudah menyajikan suatu masalah matematika yang diberikan dalam bentuk model matematika kedalam berbagai bentuk representasi dengan baik, sudah dapat menjabarkan ide/gagasan dari suatu permasalahan kedalam bahasa matematika melalui bahasa sendiri dalam bentuk tertulis dan masih lemah dalam menjelaskan konsep matematika secara runtut.Kata kunci: Kemampuan komunikasi matematis, dominasi ota
Kajian sifat ekor tebal distribusi mode-centered burr
Distribusi ekor tebal adalah salah satu kajian penting dalam pemodelan statistik. Suatu distribusi dikatakan memiliki sifat ekor tebal jika memenuhi kriteria yang telah dirumuskan berdasarkan teori distribusi ekor tebal. Dalam artikel ini, penulis melakukan kajian sifat-sifat ekor tebal dari distribusi Mode-Centered Burr (MCB) berdasarkan teori distribusi ekor tebal yang sudah dipublikasikan. Berdasarkan hasil kajian dapat diketahui bahwa distribusi MCB memiliki sifat ekor tebal. Akibatnya, dapat disimpulkan bahwa distribusi MCB berekor tebal.   The heavy-tailed distribution is one of the important studies in statistical modeling. A distribution is said to have heavy-tailed properties if it meets the conditions formulated based on the theory of the heavy-tailed distribution. In this article, the author studies the heavy-tailed properties of the Mode-Centered Burr (MCB) distributions based on published theories of heavy-tailed distribution. Based on the study's results, it can be known that the MCB distributions have a heavy-tailed property. As a result, it can be concluded that the MCB distribution is heavy-tailed.Â
Efektifitas penggunaan video tutorial dalam pembelajaran daring ditinjau dari tanggung jawab siswa
AbstrakMelalui video tutorial, guru matematika tetap dapat memberikan penjelasan meskipun pembelajaran dilakukan secara daring. Salah satu faktor internal yang dapat menentukan keberhasilan pembelajaran daring adalah rasa tanggung jawab siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas penggunaan video tutorial dalam pembelajaran daring pada materi trigonometri ditinjau dari tingkat tanggung jawab siswa (tinggi, sedang, atau rendah). Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 1 Ambarawa tahun ajaran 2020/2021dengan sampel 36 siswa. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain one groups pretest-posttest design. Metode pengumpulan data menggunakan tes dan angket. Teknik analisis data menggunakan uji non-parametik yaitu uji Wilcoxon dalam taraf signifikan  5%. Uji hipotesis menyimpulkan bahwa penggunaan video tutorial efektif dalam meningkatkan hasil belajar untuk siswa dengan tingkat tanggung jawab tinggi dan sedang, namun tidak pada siswa dengan tingkat tanggung jawab rendah. Hasil ini menunjukkan bahwa untuk mencapai hasil belajar yang baik tidak cukup hanya dengan penerapan media pembelajaran, namun juga dibutuhkan adanya rasa tanggung jawab siswa dalam mengikuti pembelajaran.  Kata Kunci : pembelajaran daring, video tutorial, hasil belajar, trigonometri, tanggung jawab AbstractThrough video tutorials, a teacher of mathematics still be able to provide an explanation although learning to do it online. One of the internal factors that can determine the success of online learning is the student's sense of responsibility. The purpose of this study was to determine the effectiveness of using video tutorials in online learning on the material trigonometry in terms of the level of student responsibility ( high, medium, or low ). The study population was all students of class XI SMA Negeri 1 Ambarawa in the academic year 2020/2021 with a sample of 36 students. This type of research is quasi experimental with design one groups pretest-posttest design. Methods of data collection using tests and questionnaires . Mechanical analysis of the data that is used a non- parametric test, namely the Wilcoxon test at a significant level of 5%. Hypothesis test concluded that the use of video tutorials effective in improving outcomes of learning for students with a degree of responsibility in charge of high and moderate , but not at the students with the level of responsibility in charge low . The results have demonstrated that to achieve the result of learning that good is not enough only with the application of media learning , but also takes their sense of responsibility in charge of students in follow learning . Keywords : learning online, video tutorials, results, trigonometry, responsibilit
Apakah pembelajaran berbasis proyek dapat dilakukan secara daring menggunakan video?
Pemberlajaran berbasis proyek menuntut siswa untuk bekerja secara aktif untuk menyelesaikan suatu proyek dan menghasilakn suatu karya. Namun, pandemi Covid-19 membuat pelaksanaan model pembelajaran ini menjadi sulit karena harus dilakukan secara daring. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah mengembangkan video suatu kegiatan untuk membantu pelaksanaan pembelajaran berbasi proyek secara daring. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan empat langkah yaitu: Define, Design, Develop, dan Disseminate. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Ahmad Dahlan semester 4 pada mata kuliah Geometri Deskriptif. Data diperoleh dari penilaian ahli media dan ahli materi serta respon mahasiswa. Hasil dari penelitian ini yaitu bahwa video dapat diimplementasikan pada pembelajaran berbasis proyek secara daring dengan nilai respon mahasiswa yaitu 4,67 termasuk kategori sangat baik. Selain itu, penilaian dari ahli menunjukkan skor 4,57 termasuk kategori sangat baik
Adversity Quotient siswa dan guru pada pembelajaran matematika: systematic literature review
Adversity quotient merupakan salah satu hal penting yang harus diperhatikan guru ataupun siswa dalam pembelajaran. Seseorang dengan ketahanan yang baik akan memperoleh prestasi yang tinggi. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memberikan informasi terkait adversity quotient yang berpengaruh terhadap pembelajaran matematika. Metode yang digunakan adalah literature review atau systematic literature review. Tahapan yang digunakan yaitu planning, conducting dan reporting. Peneliti mencari, mengkaji, dan menggabungkan beberapa penelitian yang sesuai dengan topik yang akan dianalisis. Peneliti mendapatkan sebanyak 484 artikel dari jurnal terakreditasi nasional maupun internasional melalui Google Scholar dengan bantuan aplikasi Publish or Perish. Hasil yang didapat yaitu adversity quotient siswa dan guru matematika prajabatan berpengaruh positif terhadap pembelajaran matematika. Inovasi pembelajaran perlu diperhatikan sehingga pada era sekarang dibutuhkan guru kreatif dan juga inovatif dalam mengembangkan strategi, media dan model pembelajaran yang harapannya dapat meningkatkan adversity quotient siswa pada pembelajaran matematika.Â
Analisis kemampuan berpikir kreatif calon guru sekolah dasar dalam menyelesaikan soal pecahan
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif matematis pada aspek fluency, flexibility dan originality dalam menyelesaikan soal pecahan. Subyek penelitian adalah mahasiswa semester V pada Prodi PGMI IAIN Manado, Sulawesi Utara, Indonesia. Pengumpulan data dilakukan dengan tes, wawancara, dan dokumentasi. Metode validasi data menggunakan triangulasi, yaitu teknik dan sumber. Teknik analisis data menggunakan metode interaktif yang terdiri dari reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek fluency dicapai mahasiswa berkemampuan tinggi dan sedang karena dapat menggambarkan beragam persegi panjang yang diminta soal dengan benar. Kemudian, aspek flexibility hanya dapat ditunjukkan oleh mahasiswa berkemampuan tinggi karena dapat menentukan alternatif lain untuk menentukan potongan kue mana yang lebih besar. Aspek originality tidak dapat ditunjukkan oleh mahasiswa karena jawaban yang dihasilkan cenderung sama. Dengan demikian, mahasiswa dengan kemampuan berbeda-beda memiliki pemikiran kreatif yang berbeda pula
Analisis self-efficacy dalam pembelajaran matematika pada siswa smp
Self-efficacy merupakan suatu keyakinan dasar dalam pembelajaran terutama pembelajaran matematika, dikarenakan self- efficacy dapat berpengaruh kuat yang dapat menunjukkan rasa percaya diri siswa, ketika siswa memiliki kategori self-efficacay yang tinggi, siswa dapat menyelesaikan permasalahan soal pada pembelajaran matematika dengan baik. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis keyakinan diri siswa atau percaya diri siswa terhadap kemampuan yang dimiliki siswa. Metode dalam penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, dengan subjek kelas VII SMP. Analisis dilakukan menggunakan teori bandura, terdapat 3 dimensi , yaitu : a. Level/magnitude,dimensi ini mengacu pada tingkat kesulitan tugas pada individu dalam menyelesaikan permaslahan pada soal. b. Strength, berkaitan terhadap kekuatan dalam penilaian kecapakan seseorang dan kemampuan individu dalam berusaha menyelesaikan masalah yang ditemui oleh siswa. dan c. Generallity, seseorang yang memiliki self-efficacy seseorang tidak terbatas pada keadaan tertentu saja. Hasil dari analisis dalam penelitian ini dibagi menjadi beberapa kategori yang diperoleh : 1. Siswa yang mendapatkan kategori tinggi pada skala self-efficacy, 2. Siswa yang memiliki self-efficacy kategori sedang, 3. Siswa yang memiliki kategori rendah pada skala self-efficacy. Dapat diperoleh kesimpulan bahwa self-efficacy siswa dalam pembelajaran matematika dapat dikategotikan sudah termasuk dalam kategori sedang, tetapi masih terdapat beberapa siswa yang memiliki self-efficacy dibawah rata-rata sehingga self-efficacy siswa harus diperbaiki kembali.Kata kunci : Self-efficacy, Pembelajaran Matematika, Teori BanduraÂ