AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Not a member yet
    382 research outputs found

    Stabilitas metode runge-kutta dengan interpolasi cubic-spline untuk menyelesaikan delay differential equations (dde)

    Full text link
    Menentukan kestabilan dari suatu metode penyelesaian merupakan suatu hal yang penting agar tidak mempengaruhi solusi yang diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan sifat kestabilan dari metode Runge-Kutta dengan Interpolasi Cubic-Spline dalam menentukan solusi dari Delay Differential Equation. Metode penelitian ini merupakan kajian literatur dengan menemukan bentuk P-stability dari metode tersebut. Kestabilan dari metode yang diajukan dapat dilihat dari P-stability dan A- Stability metode tersebut

    Pengembangan LKPD Augmented Reality dengan model Discovery Learning sebagai media pembelajaran interaktif

    Full text link
    School digitization, which is currently being intensified by the government, provides an opportunity for teachers to develop creativity and learning innovations that suit the needs of students. Along with the implementation of the 2013 curriculum which aims to challenge the education system in Indonesia so that students have 21st century skills. This indirectly also requires the education system, especially in schools, to be carefully prepared, although the learning process currently applied still tends to focus on teacher. This condition is in stark contrast to the 2013 curriculum education system, where the learning process prioritizes the active participation of students. Starting from these problems, the authors try to provide solutions by developing learning media with Augmented Reality-based multimedia. The learning media that will be developed is modeling of cube nets. This study aims to develop Augmented Reality-based multimedia to support the development of learning media. The research method used in this research is research and development. Data collection techniques were carried out by interviews, questionnaires, and literature studies. Then, the data was then analyzed using qualitative descriptive analysis. The results of this study are the modeling product of cube nets and the results of the analysis of student responses to the product. The results of the questionnaire show the level of attention, relevance, confidence, and satisfaction of 80%, 76%, 75%, and 77%. These results classify for the use of learning media with an average score of 77%. These results are categorized as good for the use of learning media. The development of this media is expected to be the basis for developing Augmented Reality-based learning media designs as interactive learning media

    Hubungan antara kemampuan matematika dan tingkat penalaran spasial sekolah dasar pada materi geometri

    Full text link
    Penelitian ini berawal dari pentingnya kemampuan matematika dan penalaran spasial. Dimana kemampuan matematika itu penting untuk melihat ketercapaian tujuan pembelajaran matematika, sedangkan penalaran spasial berperan penting dalam memahami materi matematika khususnya salah satunya geometri. Oleh karena itu,tujuan penelitihan ini yaitu meneliti ada atau tidaknya hubungan antara kemampuan matematika dan penalaran spasial siswa SD pada materi Geometri. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi terdiri dari dua kelas yaitu kelas VA dan VB. Sampel dari siswa kelas VA. Metode yang digunakan adalah metode tes. Instrumen penelitian ini adalah lembar tes penalaran spasial dan dokumen kemampuan matematika siswa. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada korelasi antara kemampuan matematika dengan tingkat penalaran  spasial siswa sekolah dasar

    Analisis proses berpikir reflektif matematis peserta didik ditinjau dari tipe kepribadian guardian, artisan, rational, dan idealist

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan proses berpikir reflektif matematis peserta didik ditinjau dari tipe kepribadian guardian, artisan, rational dan idealist. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode eksploratif. Instrumen utama penelitian yaitu peneliti sendiri, dengan intrumen pendukung angket the keirsey temperament sorter, soal tes berpikir reflektif, dan pedoman wawancara. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 1 Sukahening. Subjek dalam penelitian ini yaitu 4 peserta didik kelas VII yang terdiri dari 1 subjek tipe kepribadian guardian, 1 subjek kepribadian artisan, 1 subjek kepribadian rational, dan 1 subjek kepribadian idealist. Teknik analisis data yang digunkaan dalam penelitian ini meliputi data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Penelitian dianalisis berdasarkan tahapan reacting, elaborating, dan contemplating. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Peserta didik tipe kepribadian guardian dapat memenuhi indikator proses berpikir reflektif matematis pada tahap reacting, elaborating, dan contemplating. 2) Peserta didik tipe kepribadian artisan hanya memenuhi tahap reacting dan elaborating, pada tahap contemplating subjek tidak dapat memenuhi indikator memeriksa kembali jawaban, tidak dapat memperbaiki dan menjelaskan kesalahan dari jawaban yang telah dibuat, serta tidak membuat kesimpulan dengan benar. 3) Peserta didik tipe kepribadian rational dapat memenuhi indikator proses berpikir reflektif matematis pada tahap reacting, elaborating, dan contemplating. 4) Peserta didik tipe kepribadian idealist dapat memenuhi indikator proses berpikir reflektif yaitu reacting, elaborating, dan contemplating. Pada tahap contemplating subjek tidak memenuhi indikator memeriksa kembali jawaban yang telah diperoleh dengan cara yang berbeda.Kata kunci: proses berpikir reflektif matematis; tipe kepribadia

    Analisis model Realistic Mathematics Education dalam mata pelajaran matematika secara pembelajaran daring via aplikasi video conference Zoom Cloud Meetings

    Full text link
    Penelitian pada penulisan ini bertujuan untuk menganalisis model Realistic Mathematics Education dalam pembelajaran Materatika secara daring menggunakan Zoom di kelas III Sekolah Dasar. Analisis bertujuan untuk mengetahui implementasi, faktor-faktor dan upaya guru dalam menerapkan atau merealisasikan model Realistic Mathematics Education pada pembelajaran Matematika secara daring menggunakan Zoom. Penelitian ini menggunakan metode kualitatis deskriptif dengan teknik analisis data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek pada penelitian ini adalah siswa dan guru Matematika kelas IIIC SDS Yasporbi III Pasar Minggu. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam menerapkan atau merealisasikan model Realistic Mathematics Education dalam pembelajaran Matematika secara daring menggunakan Zoomini terdapat beberapa faktor penting di dalamnya. Faktor-faktor tersebut adalah (1) faktor peran orang tua sebagai pendamping siswa; (2) faktor tanggung jawa siswa; (3) faktor jaringan internet; dan (4) faktor peran guru sebagai stimulan siswa. Berdasarkan temuan faktor tersebut, penelitian ini mengindikasikan bahwa guru mampu bersinergi dengan elemen penting yaitu siswa dan guru

    Kemampuan berpikir kreatif pada Model Learning Cycle 5E ditinjau dari metakognisi siswa

    Full text link
    Salah satu tujuan dalam pembelajaran merupakan mengembangkan keterampilan berpikir kreatif pada siswa. Berpikir kreatif merupakan kemampuan yang sangat penting untuk dimiliki siswa karena berpikir kreatif sebagai kunci dari proses berpikir baik dari merancang, memecahkan masalah, melakukan perubahan maupun melakukan perbaikan serta  memperoleh gagasan baru. Anak yang kreatif ditandai dengan selalu ada rasa ingin tahu, memiliki minat yang luas atau besar, cukup mandiri dan  anak tersebut memiliki rasa percaya diri. Sifat tersebut juga dimiliki oleh seseorang yang memiliki metakognisi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif ditinjau dari metakognisi siswa pada model pembelajaran learning cycle 5E. Metode yang digunakan adalah metode campuran. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah pretest-postest only. Hasil peneltian adalah model pembelajaran learning cycle 5E meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Siswa yang memiliki kemampuan berpikir kreatif relatif tinggi, ia akan menemukan beberapa cara atau alternatif untuk menyelesaikan jawaban dari masalah yang di cari dan berbeda dengan siswa lain. Jika siswa yang memiliki kemampuan berpikir kreatif relatif sedang, siswa akan menemukan cara mirip dengan apa yang sudah dijelaskan oleh guru atau teman sebayanya. Berbeda halnya jika siswa yang memiliki kemampuan berpikir relatif kurang, siswa akan mengikuti cara yang telah dijelaskan atau alternatif yang telah ada atau tersedia dalam buku

    Analisis kebutuhan siswa terhadap media video animasi dalam pembelajaran matematika

    Full text link
    AbstrakSuasana pembelajaran yang menarik dan tidak membosankan adalah hal yang diharapkan oleh siswa dalam pembelajaran. Guru dapat menggunakan bantuan teknologi untuk membuat media pembelajaran yang menarik. Media pembelajaran inovatif salah satunya yaitu video animasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kebutuhan siswa terhadap media video animasi pembelajaran matematika. Analisis kebutuhan merupakan tahapan awal dalam model pengembangan ADDIE. Instrumen yang digunakan yaitu angket menggunakan google form dan wawancara. Subjek penelitian yaitu guru matematika dan siswa kelas IX di SMP IT Bina Insan Cendikia Muntok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 73,9% siswa lebih mudah memahami materi matematika dengan animasi dan 87% siswa menyatakan bahwa media video animasi dibutuhkan dalam pembelajaran matematika. Dari hasil wawancara diperoleh bahwa video animasi yang diinginkan siswa yaitu (1) video dengan durasi 3-15 menit karena jika video tersebut terlalu lama akan membosankan, (2) tampilan gambar yang menarik dan bergerak seperti gambar kartun, gambar hewan yang berbicara, dan karakter manusia yang bergerak, (3) berisi penjelasan inti materi yang singkat dan jelas, (4) materi yang dapat dibuat seperti pada materi bangun datar, bangun ruang, dan transformasi, dan (5) di akhir video terdapat contoh soal dari tingkat yang mudah hingga sulit 1-5 soal. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa siswa membutuhkan media video animasi pada pembelajaran matematika.Kata kunci: analisis kebutuhan, media pembelajaran, video animasiAbstractAn interesting and not boring learning atmosphere is what students expect in learning. Teachers can use the help of technology to create interesting learning media. One of the innovative learning media is an animated video. The purpose of study is to analyze the students' needs for animation video media for mathematics learning. Needs analysis is the initial stage in the development of the ADDIE model. The instrument used is a questionnaire using a google form and interviews. The research subjects were mathematics teachers and grade IX students at SMP IT Bina Insan Cendikia Muntok. The results showed that 73.9% of students found it easier to understand mathematics with animation and 87% of students stated that animated video media was needed in learning mathematics. From the interviews, it was found that the animated videos that students wanted were (1) videos with a duration of 3-15 minutes because if the video was too long it would be boring, (2) the display of interesting and moving images such as cartoon images, talking animal images, and human characters who moves, (3) contains a brief and clear explanation of the core material, (4) material that can be made, such as the material on flat shapes, building spaces, and transformations, and (5) at the end of the video there are examples of questions from easy level to 1-5 questions. Based on the results of Key's research that students need animated video media in learning mathematics.Keywords: needs analysis, learning media, animated vide

    Profil kemampuan berpikir kreatif siswa dalam pemecahan masalah matematika ditinjau dari gaya kognitif

    Full text link
    AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif siswa dalam pemecahan masalah matematika ditinjau dari gaya kognitif. Berpikir kreatif merupakan suatu hal yang penting yang harus dikembangkan dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII A SMP Institut Indonesia tahun ajaran 2020/2021 yang terdiri dari 4 siswa, dua siswa dengan gaya kognitif field dependent dan dua siswa dengan gaya kognitif field independent. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi metode dan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan gaya kognitif field independent memiliki kemampuan berpikir kreatif lebih baik daripada siswa dengan gaya kognitif field dependent. Hal ini dikarenakan siswa dengan gaya kognitif dield independent mampu memenuhi semua komponen dalam berpikir kreatif yaitu kefasihan, fleksibilitas, dan kebaruan, sedangkan siswa dengan gaya kognitif field dependent hanya mampu memenuhi 1 dari 3 komponens berpikir kreatif yaitu kefasihan. Kata kunci: berpikir kreatif; gaya kognitif; pemecahan masala

    Analisis kemampuan literasi numerasi peserta didik smp ditinjau dari pola pikir matematis

    Full text link
    Kemampuan literasi numerasi peserta didik merupakan salah satu kemampuan yang perlu ditingkatkan dalam menghadapi tantangan pendidikan abad 21. Salah satu faktor yang mempengaruhi literasi numerasi peserta didik adalah pola pikir matematis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi numerasi peserta didik dengan pola pikir matematis dalam menyelesaikan soal kontekstual. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif desktiptif yang dilaksanakan di UPT SMPN 18 Gresik pada semester gasal tahun ajaran 2022/2023. Teknik pengambilan subjek menggunakan teknik purposive sampling. Subjek pada penelitian ini adalah 2 peserta didik kelas VIII-I dengan jenis pola pikir matematis yang berbeda. Pengambilan data melalui angket, tes dan wawancara dan dianalisis menggunakan model Milles dan Hubberman meliputi reduksi data, penyajian data, verifikasi dan pengambilan keputusan. Teknik uji keabsahan data yang diperoleh berupa triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik yang memiliki growth mindset berada pada level 1,2,3,4,5, sedangkan peserta didik yang memiliki fixed mindset berada pada level 1,2,3

    Pengaruh penggunaan e-modul SI DATAR berbasis pendekatan saintifik terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa

    Full text link
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Hal ini berdasarkan hasil tes studi pendahuluan ke siswa di dapatkan bahwa nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis matematis siswa dengan presentase memberikan penjelasan sederhana 3,03%, membangun keterampilan dasar 3,2%, membuat simpulan 0,6%, penjelasan lebih lanjut 1,4%, strategi dan taktik 0,6%. Tujuan penelitian ini yaitu (1) Untuk menguji rata-rata kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang diajarkan dengan e-modul berbasis pendekatan saintifik lebih baik daripada rata-rata kelas siswa yang memperoleh pembelajaran secara kovensional. (2) Untuk mengetahui apakah kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang diajarkan menggunakan e-modul SI DATAR berbasis pendekatan saintifik mencapai kriteria ketuntasan minimal belajar. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen, bentuk penelitian Quasi Experimental Design bentuk desain nya Nonequivalent Pretest-Posttest Control Group Design. Analisis data yang digunakan antara lain uji normalitas, uji homogenitas, independent sample t test, uji one sampel t-test, uji proporsi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan (1) rata-rata kemampuan berpikir kritis matematis siswa materi bangun ruang sisi datar kubus dan balok yang memperoleh pembelajaran e-modul SI DATAR berbasis pendekatan saintifik lebih baik daripada rata-rata kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran langsung. (2)  rata-rata  kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang mengikuti pembelajaran matematika dengan e-modul berbasis pendekatan saintifik lebih dari 75. (3) proporsi siswa yang tuntas KKM setelah mengikuti pembelajaran matematika dengan e-modul SI DATAR berbasis pendekatan saintifik lebih dari 75%

    364

    full texts

    382

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇