AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Not a member yet
382 research outputs found
Sort by
Penggunaan desmos dalam pembelajaran matematika materi program linier sebagai sarana meningkatkan kemampuan siswa
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengenalkan kepada pembaca tentang apa itu Desmos, apa fungsi dari Desmos itu sendiri dan penggunaan Desmos selama pembelajaran matematika. Adapun yang menjadi latar belakang penulisan ini adalah karena di pembelajaran daring ini siswa sangat membutuhkan suatu aplikasi pembelajaran matematika yang dapat membantu belajar mereka dan di jaman teknologi yang semakin canggih ini sudah seharusnya ada aplikasi matematika yang menjadi sarana belajar untuk siswa. Bahkan Desmos ini juga dapat dijadikan sebagai sarana bagi guru dalam mengajarkan berbagai materi matematika kepada siswa. Oleh karena itu penulis ingin memperkenalkan Desmos untuk dapat digunakan dan diaplikasikan selama pembelajaran matematika. Kata Kunci: Desmos, Pembelajaran Matematika, Program Linie
Peningkatan kemampuan komunikasi matematis dan self-confidence siswa melalui model pembelajaran kooperatif Time Token Arends
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan komunikasi matematis dan rasa percaya diri siswa yang dilakukan di SMA di Kota Serang. Diperkuat dari hasil studi lapangan yang menunjukkan rendahnya kemampuan komunikasi matematis siswa dan didukung oleh kepercayaan diri siswa yang sangat kurang. Oleh karena itu, peneliti menerapkan strategi lain dalam pembelajaran, yaitu menerapkan pembelajaran kooperatif Time Token Arends untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis dan rasa percaya diri siswa. Setelah dilakukan penelitian, mulai dari pengambilan sampel sampai dengan pengolahan data, dengan metode yang digunakan yaitu kuasi eksperimen cluster random sampling, yang dihasilkan berdasarkan tujuan penelitian, antara lain: 1) peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang mendapatkan model pembelajaran kooperatif Time Token Arends lebih baik daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional; 2) peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang mendapatkan model pembelajaran kooperatif Time Token Arends pada kelompok siswa berkemampuan tinggi lebih baik daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional; 3) peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang mendapatkan model pembelajaran kooperatif Time Token Arends pada kelompok siswa berkemampuan sedang lebih baik daripada siswa mendapatkan pembelajaran konvensional;4) peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang mendapatkan model pembelajaran kooperatif Time Token Arends pada kelompok siswa berkemampuan rendah tidak lebih baik daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional; 5) peningkatan rasa percaya diri siswa yang memperoleh model pembelajaran kooperatif tipe Time Token Arends lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional.Kata kunci : Kemampuan komunikasi matematis , Percaya diri , Time Token Arends
Perbandingan Metode Branch and Bound dan Enumerasi implisit dalam menyelesaikan masalah Knapsack
Masalah knapsack merupakan masalah program bilangan bulat yang melibatkan satu kendala saja. Masalah knapsack umumnya diilustrasikan dengan suatu tas dan barang. Masalah yang akan kita selesaikan dalam masalah knapsack adalah memaksimumkan harga barang dengan kapasitas tertentu yang dapat dimuat oleh tas dengan kapasitas tertentu juga. Dalam menyelesaikan masalah knapsack, umumnya dapat dikerjakan secara langsung (penerkaan), menggunakan metode branch and bound, dan enumerasi implisit. Pada paper ini, akan dilakukan perbandingan penyelesaian masalah knapsack dengan metode branch and bound dan enumerasi implisit. Kita juga akan dapat melihat metode mana yang paling efektif untuk menyelesaikan suatu masalah knapsack
Pengembangan las berbasis open-ended problem menggunakan soal PISA materi penyebaran data
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Lembar Aktivitas Siswa (LAS) berbasis open-ended problem yang valid serta untuk mengetahui efeknya terhadap hasil pembelajaran peserta didik pada materi ukuran penyebaran data kelompok. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Research and Development (RD) atau bisa juga disebut dengan metode Pengembangan. Subjek penelitiannnya adalah peserta didik kelas 11 SMA N 2 Rejang Lebong, sebanyak 3 orang dalam small group dan 1 orang siswi SMA N 1 Talang Kelapa dalam one to one. Menggunakan teknik pengambilan data walkthrough, wawancara, dokumentasi, dan tes soal evaluasi. Hasil penelitian yang diharapkan yaitu: (1) Penelitian ini menghasilkan LAS berbasis open-ended problem pada materi ukuran penyebaran data kelompok. (2) LAS yang telah dikembangkan diharapkan memiliki efek dalam pemahaman belajar peserta didik
Implementasi kurikulum merdeka ditinjau dari pembelajaran matematika dan pelaksanaan P5 (studi di SMA Negeri 12 Kabupaten Tangerang)
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tentang implementasi kurikulum merdeka di SMA Negeri 12 Kabupaten Tangerang, ditinjau dari pembelajaran matematika dan pelaksanaan projek penguatan profil pelajar pancasila (P5). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Adapun data hasil penelitian diperoleh dari wawancara kepada kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, serta perwakilan guru matematika sebagai fasilitator. Hasil wawancara menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran matematika pada kurikulum merdeka di desain lebih menyenangkan dan dilaksanakan sesuai dengan fase perkembangan peserta didik serta gaya belajarnya, tujuannya adalah agar peserta didik tidak merasa terbebani dalam mengikuti pembelajaran. Selain itu, peserta didik tidak diharuskan menguasai matematika, karena minat dan bakat setiap individu berbeda-beda. Laporan hasil belajar disesuaikan dengan pencapainnya masing-masing. Proses pembelajaran lebih di tekankan kepada keaktifan peserta didik melalui model problem based learning (PBL) dan project based learning (PjBL) untuk menguatkan karakter peserta didik. Sedangkan untuk kegiatan projek penguatan profil pelajar pancasila (P5) sebagai bagian dari implementasi kurikulum merdeka telah dilaksanakan dengan baik sesuai dengan tujuan yang ditetapkan, yaitu menguatkan profil pelajar pancasila. Hasil dari projek peserta didik dalam kegiatan P5 berupa poster dan ecobrick sebagai bentuk pengolahan sampah plastik menjadi barang yang bisa dimanfaatkan kembali, dan film pendek tentang gaya hidup berkelanjutan. Adapun raport kegiatan P5 akan diberikan kepada orang tua sebagai laporan hasil kegiatan pada setiap akhir tahun pelajaran
Efektivitas permainan tradisional congklak untuk meningkatkan kemampuan matematika siswa: literature review
Matematika adalah disiplin ilmu yang dibutuhkan dalam berbagai lini kehidupan, namun faktanya matematika menjadi momok menakutkan bagi kebanyakan siswa sehingga tak jarang mereka merasa takut, bosan, dan enggan untuk belajar sehingga mereka kesulitan dalam mengerjakan tugas, maka tugas guru sebagai Pembina dalam kemampuan siswa harus berinovasi dan aktif, melibatkan siswa, mendesain agar belajar matematika menjadi lebih menyenangkan. Congklak dianggap sebagai salah satu sarana efektif dalam meningkatkan kemampuan matematika siswa, sehingga permainan ini bisa di jadikan refrensi metode ajar dalam matematika. Cogklak adalah salah satu permainan tradisional yang melibatkan kemampuan matematis pemainnya baik dalam penjumlahan, pengurangan maupun perkalian. Dengan bermain suasana belajar terasa lebih menyenangkan. Selain itu juga dengan permainan congklak ini juga mengajarkan dan mengenalkan budaya Indonesia kepada siswa mengingat permianan tradisonal sekarang mulai tersingkirkan dengan game online. Penelitian ini menggunakan metode literature review
Keefektifan pembelajaran berbantuan aplikasi WhatsApp terhadap prestasi belajar peserta didik
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) Prestasi belajar peserta didik yang diajar menggunakan pembelajaran berbantuan aplikasi WhatsApp dapat melampaui KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) lebih dari 50%. (2) Keefektifan pembelajaran berbantuan aplikasi WhatsApp terhadap prestasi belajar peserta didik. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII Full Day School MTs N 2 Tegal tahun pelajaran 2020/2021 yang terdiri dari 5 kelas yang berjumlah 148 peserta didik. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Sampel yang diambil sebanyak satu kelas sebagai kelas eksperimen yaitu kelas VIII Full Day School 2 dengan jumlah 29 peserta didik. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan tes. Data dianalisis dengan uji proporsi satu pihak kanan, uji Paired Sample t test dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Prestasi belajar peserta didik kelas VIII MTs N 2 Tegal Tahun Pelajaran 2020/2021 yang diajar menggunakan pembelajaran berbantuan aplikasi WhatsApp, nilainya dapat melampaui KKM 75 lebih dari 50%. Karena data yang digunakan dari soal tes yang sama yaitu menggunakan pretest dan posttest. Pretest (peserta didik belum diajar menggunakan pembelajaran berbantuan aplikasi WhatsApp), sedangkan posttest (peserta didik sudah diajar menggunakan pembelajaran berbantuan aplikasi WhatsApp). Karena hal tersebut maka nilainya dapat melampaui KKM 75 lebih dari 50% (2) Pembelajaran berbantuan aplikasi WhatsApp cukup efektif terhadap prestasi belajar peserta didik. Ada beberapa hal yang membuat pembelajaran ini cukup efektif, yaitu pendidik dan peserta didik dapat bertanya jawab maupun berdiskusi tanpa harus berpusat pada pendidik seperti pembelajaran di kelas, yang menimbulkan rasa takut, salah, dan malu pada peserta didik. Selain itu, peserta didik lebih mudah untuk mengirimkan atau mengumpulkan hasil pekerjaannya
Analisis strategi siswa sekolah dasar dalam memecahkan masalah generalisasi pola ditinjau dari gaya kognitif
Penelitian ini berfokus kepada Analisis strategi siswa Sekolah dasar dalam menyelesaikan masalah generalisasi pola. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan deskripsi mengenai Analisis strategi siswa Sekolah dasar yang memiliki kemampuan menyampaikan ide dalam bentuk tulisan dan lisan dalam menyelesaikan masalah generalisasi pola ditinjau dari tipe kognitif. Dengan mengetahui strategi siswa dalam menggeneralisasikan pola, guru dapat menggunakannya sebagai pedoman untuk mempersiapkan bahan pembelajaran dan mempersiapkan tugas yang mendukung pembelajaran dengan materi tentang pola yang lebih luas. Kerangka kerja strategi yang dipakai dalam penelitian ini adalah kerangka strategi generalisasi pola Barbosa (2007). Penelitian ini dilakukan terhadap siswa kelas IV-VI SDS Hidayatul Mubtadi’in Mojokerto. Subjek didapatkan berdasarkan hasil tes GEFT. Subjek dipilih berdasarkan kesamaan kemampuan matematika dan bai komunikasinya. Tes pemecahan masalah generalisasi pola melibatkan pola bilangan, gambar, dan masalah kontekstual. Data penelitian diperoleh dari jawaban tertulis siswa saat mengerjakan tes penyelesaiaan masalah pola, serta hasil wawancara secara mendalam untuk memperkuat hasil analisis. Triangulasi waktu digunakan untuk menguji keabsahan data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua subjek berhasil menyelesaikan tes dengan baik, namun berbeda dalam pemilihan strategi. Siswa dengan gaya kognitif field independent cenderung lebih analitis dalam memahami informasi dan menyelesaikan masalah. Siswa dengan tipe ini juga tidak mudah terpengaruhi oleh lingkungan dan stimulus sehingga cenderung lebih stabil dalam pilihan strategi yang diambil untuk menyelesaikan masalah. Strategi yang dominan digunakan oleh Siswa dengan gaya kognitif field independent adalah counting difference rate adjustmen, visual adjustment. Siswa dengan gaya kognitif field dependent cenderung kurang analitis dalam memahami informasi dan menyelesaikan masalah. Siswa dengan tipe ini mudah terpengaruhi oleh lingkungan dan stimulus sehingga dapat berubah pilihan strategi yang diambil untuk menyelesaikan masalah. Strategi yang dominan digunakan oleh Siswa dengan gaya kognitif field dependent adalah counting, numeric rate adjustment, dan visual adjustment Penelitian ini berfokus kepada Analisis strategi siswa Sekolah dasar dalam menyelesaikan masalah generalisasi pola. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan deskripsi mengenai Analisis strategi siswa Sekolah dasar yang memiliki kemampuan menyampaikan ide dalam bentuk tulisan dan lisan dalam menyelesaikan masalah generalisasi pola ditinjau dari tipe kognitif. Dengan mengetahui strategi siswa dalam menggeneralisasikan pola, guru dapat menggunakannya sebagai pedoman untuk mempersiapkan bahan pembelajaran dan mempersiapkan tugas yang mendukung pembelajaran dengan materi tentang pola yang lebih luas. Kerangka kerja strategi yang dipakai dalam penelitian ini adalah kerangka strategi generalisasi pola Barbosa (2007). Penelitian ini dilakukan terhadap siswa kelas IV-VI SDS Hidayatul Mubtadi’in Mojokerto. Subjek didapatkan berdasarkan hasil tes GEFT. Subjek dipilih berdasarkan kesamaan kemampuan matematika dan bai komunikasinya. Tes pemecahan masalah generalisasi pola melibatkan pola bilangan, gambar, dan masalah kontekstual. Data penelitian diperoleh dari jawaban tertulis siswa saat mengerjakan tes penyelesaiaan masalah pola, serta hasil wawancara secara mendalam untuk memperkuat hasil analisis. Triangulasi waktu digunakan untuk menguji keabsahan data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua subjek berhasil menyelesaikan tes dengan baik, namun berbeda dalam pemilihan strategi. Siswa dengan gaya kognitif field independent cenderung lebih analitis dalam memahami informasi dan menyelesaikan masalah. Siswa dengan tipe ini juga tidak mudah terpengaruhi oleh lingkungan dan stimulus sehingga cenderung lebih stabil dalam pilihan strategi yang diambil untuk menyelesaikan masalah. Strategi yang dominan digunakan oleh Siswa dengan gaya kognitif field independent adalah counting difference rate adjustmen, visual adjustment. Siswa dengan gaya kognitif field dependent cenderung kurang analitis dalam memahami informasi dan menyelesaikan masalah. Siswa dengan tipe ini mudah terpengaruhi oleh lingkungan dan stimulus sehingga dapat berubah pilihan strategi yang diambil untuk menyelesaikan masalah. Strategi yang dominan digunakan oleh Siswa dengan gaya kognitif field dependent adalah counting, numeric rate adjustment, dan visual adjustmentÂ
Kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika pada siswa berkepribadian ekstrovert dan introvert
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika pada siswa berkepribadian ekstrovert dan introvert pada materi program linier. Subjek penelitian adalah siswa ekstrovert dan siswa introvert dari kelas XI MIPA 8 SMA Negeri 10 Samarinda yang memiliki kemampuan tinggi. Adapun instrumen penelitian berupa angket, tes tertulis, dan pedoman wawancara. Teknik pengumpulan data yaitu angket, tes tertulis dan wawancara. Teknik analisis data yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa ekstrovert dan introvert pada penelitian ini melakukan kesalahan yang sama, yaitu salah dalam menentukan symbol yang digunakan dalam model matematika terutama pada symbol pertidaksamaan yang digunakan, dan pada penelitian ini siswa ekstrovert cenderung lebih runtut dan detail dalam menyelesaikan soal daripada siswa introver
Analisis butir soal penilaian akhir tahun mata pelajaran matematika menggunakan software anates
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan tingkat kesukaran, daya pembeda, dan keefektifan pengecoh butir soal Penilaian Akhir Tahun mata pelajaran matematika menggunakan software Anates di SMK Nurul Islam, (2) mendeskripsikan persentase kualitas tingkat kesukaran, daya pembeda, dan keefektifan pengecoh butir soal Penilaian Akhir Tahun mata pelajaran matematika menggunakan software Anates di SMK Nurul Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi. Data penelitian kemudian dianalisis dengan menggunakan software anates. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Butir soal penilaian akhir tahun mata pelajaran matematika menggunakan Software Anates untuk tingkat kesukaran cenderung dalam kategori sukar, daya pembeda cenderung dalam kategori sangat buruk, dan untuk keefektifan pengecoh cenderung ke dalam kategori baik. (2) Dari total 40 butir soal penilaian akhir tahun dari segi tingkat kesukaran bahwa 6 butir soal (15%) dalam kategori sukar, 22 butir soal (55%) dalam kategori sedang, dan 12 butir soal (30%) masuk dalam kategori sangat sukar. Dari segi daya pembeda, 14 butir soal (35%) kategori sangat buruk, 5 butir soal (12%) kategori buruk, 2 butir soal (5%) kategori cukup, 11 butir soal (28) kategori baik, dan 8 butir soal (20%) kategori sangat baik. Serta dari segi keefektifan pengecoh bahwa 8 butir soal (20%) dalam kategori kurang baik, 12 butir soal (30%) dalam kategori cukup baik, 17 butir soal (42%) dalam kategori baik, dan terdapat 3 butir soal (8%) dalam kategori sangat baik