AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Not a member yet
    382 research outputs found

    Kendali LQR pada sistem transmisi data dengan sumber jaringan jamak

    Full text link
    In this study, we discussed about controlling data transmission system with multi-source networks. The control technique used in this research is quadratic linear regulator with discrete time. Quadratic linear regulator is optimal control with objective function in the quadratic form and has linear constraint. The control technique is used to optimize data transmission rate. Assumed, the data will be received  100 %, although the data transmission process has delayed time. From the stability analysis and the properties, the rule of control will make it optimum and asymptotic stable

    Tantangan pembelajaran matematika mobile problem based learning (mpbl) pada flipped classroom untuk membangun kemampuan berpikir kritis siswa

    Full text link
    Siswa yang berpikir kritisnya mumpuni dapat mengambil suatu keputusan secara analitik, membangun kebiasaan yang tidak mudah langsung percaya terhadap suatu informasi yang beredar, dan mampu memecahkan permasalahan sehari-hari dengan berbagai cara yang berbeda. Agar didalam diri siswa terbangun kemampuan berpikir kritis, pembelajaran matematika harus dilaksanakan secara tepat misalnya dengan mengembangkan pembelajaran mPBL pada flipped classroom. Penelitian ini menggunakan metode sistematik literatur review untuk mengkaji tantangan model pembelajaran mPBL pada flipped classroom dalam membangun kemampuan berpikir kritis siswa. Pengumpulan artikel sebanyak 30 artikel pada jurnal nasional maupun internasional yang dicari melalui mesin pencarian google scholar serta scimago jr. Berdasarkan literatur yang dianalisis memberikan simpulan bahwa : (1) implementasi pembelajaran matematika dengan mPBL pada flipped classroom dapat membangun ketrampilan berpikir kritis siswa, dan (2) aspek akses jaringan internet, kepemilikan telepon seluler yang kompatibel, kompetensi guru dalam penguasaan teknologi komputer, inovasi guru dalam menyajikan pembelajaran melalui platform/LMS, pengembangan sumber belajar, alat ukur, dan buku kerja monitoring menjadi tantangan dalam pelaksanaan pembelajaran mPBL pada flipped classroom untuk membangun kemampuan berpikir kritis siswa

    Profil siswa SMP dalam menyelesaikan soal cerita berdasarkan pemahaman konsep matematika

    Full text link
    AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil siswa SMP dalam menyelesaikan soal cerita berdasarkan pemahaman konsep matematika. Profil siswa kelas VIII dapat dilihat dari menyelesaikan sol cerita berdasarkan pemahaman konsep matemtika siswa dengan pemahaman konsep tinggi, pemahaman konsep sedang , dan pemahaman konsep rendah.Ada 4 tahapan penyelesaian soal cerita sesuai dengan tahapan poly, yaitu :memahami soal, merencanakan penyelesaian, menyelesaikan soal sesuai rencana, dan memeriksa kembali hasil yang diperoleh. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII I SMP N 9 Semarang yang selanjutnya dengan menggunakan teknik purpose diperoleh 3 subjek dengan pemahaman konsep matematika tinggi, pemahaman konsep mtematika sedang, dan pemahaman konsep matematika rendah.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Instrumen dalam penelitian ini adalah tes pemahaman konsep, tes soal cerita, dan wawancara. Teknik analisis data meliputi Pengumpulan Data, Reduksi data, Penyajian Data, dan Penarikan Kesimpulan. Hasil analisis data menunjukan bahwa: (1) Siswa dengan pemahaman konsep tinggi dalam menyelesaikan soal cerita memenuhi semua indikator menyelesaikan masalah (pemecahan masalah) yaitu (2) Siswa dengan pemhaman konsep sedang mampu memenuhi tiga dari empat indikator menyelesaikan masalah (3) Siswa dengan pemahaman konsep rendah mampu memenuhi dua dari empat indikator menyelesaikan masalah. Kata kunci: pemahaman konsep; pemecahan masalah; soal cerit

    proses berpikir siswa dalam memecahkan masalah statistik ditinjau dari gaya kognitif

    Full text link
    Tujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir siswa dalam memecahkan masalah ditinjau dari gaya kognitif. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek yang diambil adalah 2 siswa kelas XII MIPA 1 SMA Negeri 1 Bantarbolang yang dipilih melalui pengisian angket MFFT (Marching Familiar Figure Test) yang masing-masing memiliki tipe gaya kognitif reflektif (1 siswa) dan tipe gaya kognitif impulsif (1 siswa). Pengumpulan data yang dilakukan yaitu angket MFFT, tes pemecahan masalah statistik, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan 3 tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi waktu.Hasil penelitian ini menunjukan sebagai berikut

    Hubungan keaktifan siswa dalam permainan tabung bintang dengan hasil belajar matematika siswa kelas 3 SD

    Full text link
    Pengintegrasian unsur permainan dalam pembelajaran menjadi salah satu kajian yang menarik saat ini. Bermain yang merupakan aktifitas dari dalam siswa dalam perspektif pembelajaran tentu saja harus berdampak positif dalam hasil belajar siswa. Sehingga tujuan dalam penelitian ini adalah menguji hubungan keaktifan siswa dalam permainan Tabung Bintang dengan hasil belajar matematika pada siswa kelas 3 SD. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasional (Correlational Studies). Sedangkan teknik sampling yang digunakan adalah teknik sampling jenuh yaitu menggunakan seluruh populasi sebagai sampel, dengan sampling sebanyak 29 siswa. Analisis data dilakukan dengan analisis korelasi rank spearman yang tidak membutuhkan asumsi data berdistribusi normal. Berdasarkan uji korelasi Rank Spearman diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 yang dapat diartikan bahwa terdapat hubungan antara keaktifan siswa dalam permainan tabung bintang terhadap hasil belajar matematika siswa

    Implementation of the Self Organized Learning Environment (SOLE) learning model at MTs bilingual sabilil khoir

    No full text
    Along with the development of education in Indonesia, teachers must prepare interesting learning strategies in order to facilitate the learning process and delivery of material to students. Not only teachers but students must also actively participate in the learning provided by the teacher. The SOLE learning model is a learning model created so that students can organize themselves into groups and learn to use smartphones connected to the internet with teacher guidance. The purpose of this study is to see the implementation of SOLE learning in terms of teacher activities, student activities, student learning outcomes, and student response questionnaires. This research is included in a quantitative descriptive study conducted at MTs Bilingual Sabilil Khoir in class VII-C with a total sample of 14 students. In the implementation of the SOLE learning model in this study, the results of teacher activities showed 3.25 "good" categories. The results of student activities can be said to be effective because on average each indicator gets 70% which can be categorized as "Active". In the classical learning outcomes section, 78.6% are said to be "complete". And in the student response section, it is said to be positive because the student response questionnaire is on the "very good" criteria. The application of the Self Organized Learning Environment (SOLE) learning model can be used as a solution to the mathematics learning model so that it is student-centered, so that students can learn independently to understand the subject and can develop their confidence

    Profil beban kognitif siswa SMA selama masa pandemi covid-19

    Full text link
    Students' cognitive load is the biggest threat in the learning process, the purpose of this study is to analyze the cognitive load profile of high school students during the Covid-19 pandemic, the sample in this study were 138 high school students, the instrument used was a questionnaire, the research method was descriptive quantitative. Quantitative data were analyzed using lisrel 8.5. The results showed that (1) students experienced a cognitive load of 83%, (2) The sub-dimension of cognitive load that had the greatest contribution was intrinsic, (3) The intrinsic sub-indicator that caused the student's cognitive load was in the question of the material being taught

    Evaluasi dari metode: trapesium, simpson 1/3, simpson 3/8 dan newton cotes orde 4-10 untuk menghitung integral tertentu secara numerik

    Full text link
    Certain integrals are integrals that handle integral computations between predetermined integral boundaries. This study aims to evaluate and compare several methods to calculate certain integrals numerically, especially for quite complex and tabulated functions, namely the function f(x), which is not explicitly known. The methods in question include the Trapezoidal method, the Simpson 1/3 method, the Simpson 3/8 method, and the Newton-Cotes method of orders 4 to 10. The main factor in comparing the methods mentioned above is the accuracy of the numerical solution. This study shows that for integral problems that can be calculated analytically, the results of calculations using the Newton-Cotes method of order 6 and with many partitions of 12 ( n = 12), the error is 0.0000026%. In contrast, with the Newton-Cotes method of order 6 and with n = 30, the error is 0.000000002 %, while with the Newton-Cotes method of order 10 and using n = 30, the error is 0.00000000 %

    Analisis kemampuan representasi matematis siswa SMP dalam penyelesaian soal segiempat ditinjau dari gaya kognitif

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan representasi matematis iswa SMP dalam penyelesaian soal segiempat ditinjau dari gaya kognitif field dependent dan field independent. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian ini yaitu 3 siswa dengan gaya kognitif field dependent dan 2 siswa dengan gaya kognitif field independent dari  kelas VII B SMP PGRI 3 Kepil. Teknik pengambilan subjek menggunakan purposive sampling. Instrumen yang peneliti gunakan yaitu tes GEFT (Group Embassed Figure Test), tes kemampuan representasi matematis, dan wawancara. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, wawancara, dan catatan lapangan. Teknik analisis yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa siswa gaya kognitif field dependent mampu memenuhi indikator visual dari soal nomor 1, Pada soal nomor 2 siswa gaya kognitif field dependent mampu memenuhi semua indikator namun kurang sempurna untuk S1, siswa gaya kognitif field dependent hanya memenuhi indikator ekspresi matematis untuk S2, siswa gaya kognitif field dependent tidak mampu memenuhi indikator ekspresi matematis ataupun persamaan matematis untuk S3.. Sedangkan siswa dengan gaya kognitif field dependent mampu memenuhi indikator visual pada soal nomor 1. Pada soal nomor 2, siswa dengan gaya kognitif field independent mampu memenuhi indikator ekspresi matematis untuk S4, siswa gaya kognitif field independent mampu memenuhi indicator ekspresi matematis dan persamaan matematis kurang sempurna karena hasil akhir kurang tepat.Kata Kunci: Representasi, field dependent, field independen

    Analisis kemampuan berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah kontekstual berdasarkan minat belajar matematik

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah kontekstual berdasarkan minat belajar matematik materi kubus dan balok siswa kelas IX MTs Asholihuddin Dampit. Penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah 12 peserta didik kelas IX di MTs Asholihuddin Dampit tahun ajaran 2020-2021. Penelitian ini diambil secara purposive sampling. Subjek wawancara dalam penelitian ini terdiri dari 3 siswa yang dipilih dengan kategori yang telah ditentukan yaitu 1 siswa dengan kategori berpikir kritis rendah, 1 siswa dengan kategori berpikir kritis sedang dan 1 siswa dengan kategori berpikir kritis tinggi, dan 1 pendidik. Pada penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data sesuai dengan intrumen yang dibentuk seperti angket minat belajar, tes uraian kemampuan berpikir kritis, wawancara terkait kemampuan penyelesaian masalah kontekstual dan terkait minat belajar matematika yang dimiliki siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman siswa mengenai materi kubus dan balok memiliki kaitan dengan minat siswa dalam pembelajaran matematika, dari hasil pengumpulan data siswa yang kurang berminat dengan pembelajaran matematika khususnya materi kubus dan balok sehingga kebanyakan memiliki nilai tes kurang dari rata-rata. Begitu pula siswa yang memiliki minat belajar matematika yang tinggi kebanyakan nilai tes di atas rata-rata. Hal ini dapat disimpulkan bahwa minat belajar mempengaruhi kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah kontekstual

    364

    full texts

    382

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇