AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Not a member yet
382 research outputs found
Sort by
Penalaran Matematis Siswa Ditinjau dari Gaya Berpikir Menurut Gregorc
AbstrakTujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kemampuan bernalar matematika siswa yang dilihat dari karakteristik gaya berpikir yang dikategorikan menurut Anthony Gregorc. Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriptif, dan metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di MTs Negeri Tanjungpinang pada bulan Mei tahun 2023. Teknik tes dan wawancara digunakan sebagai metode pengumpulan data. Instrumen yang dibutuhkan dalam penelitian ini yaitu peneliti dan didukung dengan instrumen tes gaya berpikir, instrumen tes penalaran matematis dan pedoman wawancara. Untuk menganalisis data secara bertahap meliputi pengumpulan data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan akan digunakan metode analisis Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan gaya berpikir sekuensial abstrak memiliki kemampuan penalaran matematis yang lebih baik daripada siswa dengan gaya berpikir sekuensial konkrit, gaya berpikir acak konkrit, dan gaya berpikir acak abstrak.Kata kunci: Kemampuan, Penalaran Matematis, Gaya berpikir
Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Materi Perbandingan Pada Siswa Kelas V
Penelitian ini berawal dari permasalahan yaitu adanya siswa yang kurang bersemangat dalam menyelesaikan soal cerita, ada beberapa siswa yang dalam menyelesaikan soal matematika masih bingung dalam menyelesaikan soal dengan cara/langkah yang berbeda-beda, selain itu siswa cenderung malas untuk menyelesaikan soal secara mandiri dengan langkah yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif dalam kategori tinggi dalam kemampuan matematis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dan dilakukan di SD 1 Peganjaran. Dua orang siswa kelas V dan seorang guru kelas V yang menjadi informan dalam penelitian tersebut. Teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan untuk memperoleh data. Analisis data dengan menggunakan model Miles dan Huberman terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan atau verifikasi
Pengaruh pendekatan pendidikan matematika realistik (PMR) berbasis pembelajaran differensiasi terhadap koneksi matematis SD kelas 1
Penelitian ini dilatar belakangi dengan mata pelajaran matematika yang selalu ditemui mulai dari jenjang SD hingga perguruan tinggi dengan kemampuan-kemampuan yang perlu dikuasai oleh peserta didik diantaranya yakni kemampuan koneksi matematis. Beragamnya kemampuan peserta didik kelas 1 sd Al Islam Pengkol Jepara dan dikung dengan adanya implementasi kurikulum merdeka, perlu adanya pembelajaran yang dilakukan dengan differensiasi. Kemampuan mengoneksikan konsep matematika dan didukung dengan pembelajaran berdiferensiasi menjadi salah satu alternatif dalam penelitian ini unntuk membiasakan dan menanamkan kemampuan koneksi matematis dalam pembeajaran matematika. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui bagaimana implementasi PMR berbasis pembelajaran berdiferensiasi, ada tidaknya perbedaan penggunaan PMR berbasis pembelajaran berdiferensiasi dengan pembelajaran konvensional, ada tidaknya pengaruh serta seberapa besar pengaruh PMR terhadap koneksi matematis. Penelitian dengan jenis eksperimen melalui pendekatan Quasi Experimental Group Design serta menggunakan desain Nonequivalent Control Group Design ini menggunakan populasi seluruh peserta didik kelas 1 dengan mengacu pada teknik nonprobability sampling melalui pendekatan purposive sampling. Sehingga didapatkan jumlah sampel kelas eksperimen (1A) 24 peserta didik dan kelas kontrol (IB) 19 peserta didik. Hasil penelitian yang didapatkan pengimplemenasian PMR Berbasis pembelajaran berdiferensiasi mengacu pada diferensiasi konten dengan adanya data perbedaan hasil antara penggunaan PMR Berbasis pemeblajaran berdiferensiasi dengan pemeblajaran konvensional. Selain itu, PMR Berbasis pembelajaran berdiferensiasi mempunyai pengaruh terhadap koneksi matematis sebesar 21,2%
Pengaruh kemandirian belajar terhadap kemampuan komunikasi dan penyelesaian masalah matematika
Artikel ini membahas bagaimana siswa SMP, dalam usia belajar mandiri, mengkomunikasikan ide-ide matematika dan memecahkan masalah matematika. Pada semester genap tahun ajaran 2022-2023, semua SMP kecamatan Duduksampeyan yang menawarkan kelas VII menjadi populasi. Pengambilan sampel secara acak kelompok proporsional digunakan untuk memilih sampel. Tes dan kuesioner adalah instrumen penelitian. Dengan menggunakan aplikasi AMOS 24, teknik Structural Equation Modeling (SEM) digunakan untuk analisis. Kemandirian belajar memiliki dampak langsung terhadap komunikasi matematis, yang pada gilirannya berdampak pada pemecahan masalah matematika. Selain itu, kemandirian belajar memiliki dampak tidak langsung terhadap kemampuan seseorang dalam memecahkan masalah matematika, sehingga komunikasi matematis menjadi variabel perantara atau intervening
Regresi Data Panel Pada Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Asli Daerah Di Provinsi Jambi
Tingkat kemandirian daerah sangat bergantung pada potensi pendapatan yang ada di daerah. Salah satu sumber pendapatan daerah adalah pendapatan asli daerah. Rasio pendapatan asli daerah di Provinsi Jambi terhadap pendapatan daerah hanya sebesar 10,34% sementara sebesar 71,74% berasal dari dana perimbangan. Situasi ini menunjukkan bahwa pemerintah di Provinsi Jambi belum mandiri dan masih sangat bergantung kepada pemerintah pusat melalui dana perimbangan. Tahapan analisis yang dilakukan yaitu melakukan estimasi parameter dengan common effect model, fixed effect model dan random effect model. Selanjutnya, uji model regresi dengan menggunakan uji Chow dan uji Hausman. Setelah terpilih model regresinya kemudian lakukan uji asumsi. Apabila asumsi telah terpenuhi maka dilanjutkan dengan uji Goodness of fit yaitu uji kelayakan model dengan uji rasio likelihood dan uji parsial dengan uji t. Hasilnya diperoleh regresi data panel untuk Fixed Effect Model dengan tiga variabel yaitu pengeluaran pemerintah, jumlah wisatawan dan sektor petanian. Nilai koefisien determinasi sebesar 93,45% menunjukkan bahwa pengeluaran pemerintah, jumlah wisatawan dan sektor pertanian mampu menjelaskan pendapatan asli daerah sebesar 93,45% dan sisanya dijelaskan oleh faktor lain di luar model. Nilai koefisien variabel pengeluaran pemerintah bernilai positif sebesar , koefisien dari variabel jumlah wisatawan bernilai negatif yaitu sebesar  dan koefisien variabel sektor pertanian bernilai positif sebesar
Etnomatematika dalam merangkai teratai manik-manik khas suku Dayak Seberuang Kabupaten Kapuas Hulu
Perkembangan ilmu pengetahuan dan perkembangan budaya masyarakat tidak terlepas dari unsur-unsur matematika Matematika dan budaya merupakan dua komponen yang berkaitan erat dengan kehidupan manusia. Budaya masyarakat lokal (tradisional) masih terabaikan dalam pembelajaran. Sedangkan pengetahuan awal siswa dibentuk oleh lingkungan sebelum mereka kesekolah. Guru harus mengenal budaya lokal sebagai pengetahuan informal siswa sebelum menerapkannya dalam pembelajaran disekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas fundamental matematis dalam merangkai Teratai manik-manik khas suku Dayak Seberuang Kabupaten Kapuas Hulu dan mengetahui konsep matematika yang terdapat didalamnya. Jenis penelitian yaitu kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi. Subjek dalam penelitian ini adalah dua orang pengrajin Teratai manik-manik suku Dayak Seberuang Kabupaten Kapuas Hulu. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat aktivitas fundamental matematis dan konsep matematika dalam merangkai Teratai manik-manik khas suku Dayak Seberuang Kabupaten Kapuas Hulu. Aktivitas fundamental matematis yang terdapat dalam aktivitas merangkai Teratai manik-manik yaitu menghitung-membilang (counting), mengukur (measuring), menempatkan (locating), mendesain (designing), bermain (playing), dan menjelaskan (explaining). Sedangkan konsep matematika yang termuat dalam aktivitas merangkai Teratai manik-manik khas suku Dayak Seberuang yaitu konsep peluang materi kombinasi dan permutasi, bilangan asli, aritmatika sosial, pengukuran panjang, himpunan, geometri bangun datar lingkaran, segitiga, dan belah ketupat.Kata kunci: Etnomatematika, Teratai Manik, Dayak Seberuan
Pengaruh model tutor sebaya terhadap motivasi belajar dan kemampuan pemecahan masalah matematika sekolah dasar
Pemecahan masalah adalah proses daya pikir seseorang dengan adanya perlakuan melalui beberapa proses untuk menyelesaikan. masalah Penelitian ini memiliki tujuan agar dapat mengetahui apakah ada pengaruh dari model tutor sebaya terhadap motivasi yang memicu keinginan belajar serta kemampuan pola pikir pemecahan masalah pada jenjang siswa Sekolah Dasar tepatnya mengacu pada kelas IV. Penelitian ini terlaksana menggunakan komponen desain post-test only control group design yang mana termasuk kategori quasi experiment sebagai jenisnya. Sampel penelitian adalah siswa kelas IV SDN MUSTIKA JAYA V BEKASI yang dipilih melalui teknik stratified random sampling dengan jumlah siswa sebanyak 50 orang. Tes instrumen dan angket menjadi alat yang digunakan sebagai teknik pengumpulan data. Analisis data diujikan secara deskriptif melalui uji independent sample t-test. Adapun dengan adanya penelitian ini disarankan tenaga pendidik untuk mengaplikasikan model tutor sebaya pada pembelajaran matematika
Deskripsi kemampuan representasi matematis siswa kelas VIII ditinjau dari gaya kognitif reflektif-impulsif
Kemampuan representasi matematis dibutuhkan siswa guna memperoleh gagasan matematis dari sesuatu yang abstrak ke konkret. Kemampuan representasi matematis memiliki hubungan yang erat dengan gaya kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendeskripsikan kemampuan representasi matematis siswa kelas VIII yang ditinjau dari gaya kognitif reflektif-impulsif. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII G SMP N 1 Buayan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Siswa dikelompokkan ke dalam empat gaya kognitif yaitu reflektif, impulsif, cepat akurat, dan lambat tidak akurat, kemudian dipilih 3 siswa dengan gaya kognitif reflektif dan 3 siswa dengan gaya kognitif impulsif. Pengumpulan data menggunakan angket, tes tertulis, dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan model Miles and Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Siswa bergaya kognitif reflektif sudah mampu menguasai indikator kemampuan representasi visual dan simbolik dengan baik, juga telah mampu menggunakan teks tertulis atau kata-kata untuk menjawab soal, namun belum mampu menuliskan urutan langkah-langkah menemukan solusi dari permasalahan dengan kata-kata dengan baik; (2) Siswa bergaya kognitif impulsif sudah mampu menguasai indikator kemampuan representasi visual dan verbal dengan baik, juga telah mampu memanfaatkan simbol, namun belum mampu menyusun suatu model matematis dalam proses penyelesaian masalah dengan baik.Kata kunci: Kemampuan Representasi Matematis; Gaya Kognitif Reflektif-Impulsi
Analisis kebutuhan pengembangan lembar kerja mahasiswa berbasis model pembelajaran IDEA
The purpose of this study was to determine the level of student needs for worksheets based on the IDEA learning model (Issue, Discussion, Establish, and Apply). This research method uses quantitative research with a survey approach. The survey was conducted on 60 students of the mathematics education study program at the Islamic University of Malang who have implemented the IDEA learning model with the help of worksheets based on the IDEA learning model. The survey data collected in this study were the results of filling out a questionnaire about the need for worksheets based on the IDEA learning model and student opinions about the development of these worksheets. The results showed that the percentage of scores from the results of filling out the questionnaire on the development of worksheets based on the IDEA learning model was 70.93% which was in the high category. The results of filling out the questionnaire also showed that 76% of students agreed that the student worksheets based on the IDEA learning model were developed. Data in the form of respondents' opinions show that 28% of respondents said student worksheets were very helpful in increasing understanding of the material and 20% of respondents said it made it easier for students to learn the material. Therefore, it is necessary to develop student worksheets based on the IDEA learning model
Analisis motivasi belajar siswa SMP pada pembelajaran matematika
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motivasi mengenai pembelajaran siswa SMP dalam pembelajaran matematika. Motivasi belajar memiliki fungsi untuk mendorong siswa melakukan suatu usaha yang terarah sehingga dapat mencapai tujuan tertentu. Metode penelitian ini yaitu metode survei dengan pengumpulan data berupa angket dan menggunakan teknik analisis data kuantitatif yang kemudian dianalisis secara deskriptif. Subjek dari penelitian ini adalah siswa SMP kelas IX dengan jumlah 36 orang. Angket yang disebarkan berisi 15 butir pernyataan dimana setiap pernyataan mempunyai 5 pilihan jawaban. Hasil yang diperoleh dalam motivasi belajar siswa SMP dalam pembelajaran matematika memiliki presentase rata-rata sebesar 57,7%.Untuk indikator kehilangan dan keinginan untuk berhasil mendapatkan hasil 61,1%, dorongan dan kebutuhan dalam belajar sebesar 49,6%, cita-cita dan harapan di masa depan sebesar 47,5%, penghargaan dalam belajar sebesar 62,3%, kegiatan yang menarik perhatian dalam belajar sebesar 57,3%, dan lingkungan belajar yang kondusif sebesar 68,4%. Motivasi belajar siswa SMP dalam pembelajar matematika masuk dalam kategori motivasi cukup