AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Not a member yet
382 research outputs found
Sort by
Analisis tingkat kecemasan siswa dalam menyelesaikan soal perbandingan ditinjau dari gaya kognitif
Kecemasan siswa dapat menunjukkan kecepatan respons terhadap situasi masalah dengan ketidakpastian yang lebih tinggi cepat atau lambat. Perbedaan ini dapat terukur dengan gaya kognitif yang berbeda diantaranya yaitu gaya kognitif refleksif dan gaya kognitif impulsif. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan tingkat kecemasan siswa kelas VII A dalam menyelesaikan soal perbandingan ditinjau dari gaya kognitif di SMPN 5 Tulungagung. Pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, terdiri dari 2 siswa refleksif dan 2 siswa impulsif. Metode yang digunakan tes MFFT, tes tulis dan wawancara. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun pengecekan keabsahan data menggunakan peningkatan ketekunan, triangulasi teknik, dan pengecekan teman sejawat melalui diskusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Tingkat kecemasan yang dialami siswa refleksif adalah kecemasan ringan dengan reaksi afektif, tergolong baik dalam memecahkan masalah 2) Tingkat kecemasan yang dialami siswa impulsif adalah kecemasan tinggi dengan reaksi fisiologis, kognitif, dan afektif, kurang baik dalam memecahkan masalah.Kata Kunci: Kecemasan Matematika; Memecahkan Masalah; Gaya Kogniti
Efektivitas Model Pembelajaran Teams Games Tournament(TGT) Berbantuan Kartu Soal terhadap Minat dan Hasil Belajar Siswa
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran TGT berbantuan kartu soal efektif terhadap minat dan hasil belajar siswa. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan Quasi Eksperimental Design berbentuk Posttest Only Control Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 2 Pegandon tahun ajaran 2022/2023. Melalui teknik cluster random sampling terpilih sampel yaitu VIII A sebagai kelas eksperimen dan VIII B sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket dan tes. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah Uji Normalitas Multivariat, Uji Homogenitas Matriks Kovarian, Uji Hotelling T2 dan Uji t. Pada analisis awal, yang diambil dari nilai ulangan harian dan lembar angket minat belajar siswa, menunjukkan bahwa sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan berasal dari populasi yang homogen. Pada analisis data akhir, yang diambil dari nilai posttest dan angket minat belajar siswa, menunjukan hasil bahwa minat belajar dan hasil belajar siswa pada model pembelajaran TGT berbantuan kartu soal lebih baik daripada model pembelajaran konvensional. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran TGT berbantuan kartu soal efektif terhadap minat dan hasil belajar siswa
Efektifitas Media Plastisin Terhadap Pemahaman Konsep Materi Pecahan Kelas II SDIT Makarimal Akhlaq
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman konsep siswa pada pembelajaran matematika, disebabkan karena kurangnya variasi strategi pembelajaran dalam mengajar berupa media pembelajaran. Proses pembelajaran tanpa menggunakan media pembelajaran sehingga kurangnya partisipati siswa dalam belajar, sehingga mengakibatkan pemahaman konsep siswa rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas media plastisin terhadap pemahaman konsep materi pecahan kelas II SDIT Makarimal Akhlaq. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian One Group Pretest-Posttest. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas II SDIT Makarimal Akhlak yang berjumlah 17 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling. Jadi, sampel pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas II SDIT Makarimal Akhlaq yang berjumlah 17 siswa atau diperoleh sejumlah dengan populasi. Teknik analisis data menggunakan uji analisis data yang mencakup uji hipotesis dan uji t. Diperoleh thitung ttabel dengan diperoleh hasil 6,503 1,746, maka menunjukan terdapat perbedaan pemahaman konsep antara sebelum dan sesudah menggunakan media plastisin. Diperoleh hasil sig= 0,000 yang berarti lebih 0,000 0.05, maka dinyatakan Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, maka diperoleh hasil bahwa penggunaan media plastisin efektif terhadap pada pemahaman konsep siswa materi pecahan di kelas II SDIT Makarimal Akhlaq
Upaya peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematik ditinjau dari mathematical resiliency peserta didik kelas VIII melalui pembelajaran problem-based learning
Kemampuan berpikir kreatif matematis dan resiliensi matematik merupakan aspek penting dalam pembelajaran matematika di sekolah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keefektifan dalam pembelajaran problem based learning terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dan mendiskripsikan kemampuan berpikir kreatif ditinjau dari resiliensi matematis pada pembelajara problem based learning. Penelitian ini menggunakan metode mixed methode dengan desain sequential explanatory. Penelitian ini dilaksanakan di MTs NU Demak. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII B dan VIII C. Subjek penelitian ini dipilih 7 siswa berdasarkan kategori resiliensi matematis tingkat tinggi, sedang, dan rendah. Teknik analisis data kuantitatif menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji rata-rata, uji proporsi, uji beda rata-rata, dan uji regresi linier sederhana. Teknik analisis data kualitatif yaitu melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran problem based learning efektif terhadap kemampuan berpikir kreatif matematik siswa, hal ini ditunjukkan dengan hasil (1) Kemampuan berpikir kreatif matematis peserta didik pada pembelajaran problem based learning mencapai ketuntasan individual dengan rata-rata hasil tes kemampuan berpikir kreatif matematik peserta didik dengan Problem Based Learning lebih dari 70; (2) Kemampuan berpikir kreatif matematik peserta didik pada pembelajaran problem based learning mencapai ketuntasan klasikal dengan proporsi peserta didik yang tuntas individual pada pembelajaran Problem Based Learning lebih dari 75%; (3) rata-rata kemampuan berpikir kreatif matematik kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol; dan (4) Terdapat pengaruh resiliensi matematis sebesar 15,8% terhadap kemampuan berpikir kreatif matematik peserta didik pada pembelajaran problem based learning. Kemampuan berpikir kreatif matematis siswa ditinjau dari resiliensi matematis pada pembelajaran problem based learning memiliki penguasaan indikator yang bervariasi. Terdapat 2 siswa dari 7 siswa yang termasuk dalam kategori relesiensi matematis tinggi memiliki penguasaaan indikator KBKM yang berbeda yaitu 1 siswa memenuhi seluruh indikator KBKM dan 1 siswa msmpu memenuhi 3 indikator KBKM. Demikian juga 3 siswa yang termasuk dalam kategori relesiensi matematis yang rendah memiliki variasi indikator KBKM yang berbeda yaitu 1 siswa memenuhi satu indikator yaitu elaboration, 1 siswa memenuhi satu indikator yaitu elaboration, dan 1 siswa memenuhi satu indikator yaitu fluency. Pada 2 siswa yang termasuk dalam kategori relesiensi matematis yang rendah memiliki variasi indikator KBKM yang berbeda yaitu 1 siswa hanya memenuhi indikator originality dan tidak memenuhi satupun indikator KBKM. Kata kunci: Resiliensi Matematik; Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis; Problem Based Learning
Deskripsi Learning Loss pada Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Peserta Didik SMK pasca COVID 19
Setelah pandemi COVID-19 berakhir, hampir semua sekolah sudah mulai melakukan pembelajaran tatap muka kembali pasca pembelajaran jarak jauh sebelumnya. Banyak peserta didik mengalami learning loss yang diakibatkan oleh pembelajaran jarak jauh yang belum sesuai. Salah satu kemampuan akademis dalam menangani masalah matematika dilihat berdasarkan kemampuan peserta yang terganggu saat mengalami learning loss. Penelitian ini menggunakan standar kemampuan matematika berdasarkan pola bilangan dan rubrik dengan 4 indicator yaitu pengenalan masalah, perencanaan solusi, penyelesaian masalah yang berhasil, dan tinjauan retrospektif, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan learning loss yang dialami peserta didik SMK kelas X. Penelitian yang dilakukan menggunakan wawancara dan deskripsi kuantitatif. Kemampuan dalam memecahkan masalah matematika oleh peserta didik dievaluasi dan diurutkan tiga kategori yaitu tinggi, sedang, dan rendah. 4 peserta didik ditempatkan dalam kelompok tinggi, 28 peserta didik ditempatkan dalam kategori sedang, serta 2 peserta didik ditempatkan dalam kategori rendah. Ketidakberhasilan dalam belajar bukan hanya masalah bagi mereka yang berada dalam kelompok sosial ekonomi rendah, tetapi juga juga mempengaruhi peserta didik kelas menengah, dan bahkan dapat mempengaruhi mereka yang berada di tinggi. Peserta didik SMK menunjukkan kinerja yang hampir sama dengan yang diharapkan dalam hal kemampuan mereka dalam menangani masalah matematika, dan diharapkan para tenaga pendidik dapat mengatasi learning loss yang akan diderita oleh peserta didik mereka sebagai akibat dari mulainya kelas offline setelah COVID-19
Respon Penggunaan E-LKPD Berbasis STEM Kearifan Lokal Bernuansa Pendidikan Karakter Materi Lingkaran Kelas VIII
Salah satu pengaruh keberhasilan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang menyenangkan adalah media pembelajaran yang digunakan oleh pendidik. Penggunaan media pembelajaran yang sesuai dengan karakter siswa dapat membantu dalam mempelajari konsep matematika yang disajikan. Oleh karena itu sangat penting untuk mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran yang sesuai dengan kondisi siswa yang bisa dipelajari secara mandiri maupun praktis digunakan saat pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif di MTS Muhammadiyah 03 Ngargosari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepraktisan E-LKPD berbasis STEM tema kearifan lokal bernuansa pendidikan karakter materi lingkaran kelas VIII. Pengumpulan data didapatkan dari lembar respon guru dan lembar respon siswa yang bernilai interval 1-4 kemudian diakumulasikan sesuai analisis kepraktisan dan diintepretasikan ke data deskriptif. Berdasarkan analisis uji kepraktisan, uji coba kelompok kecil dilaksanakan oleh 10 siswa kelas IX mendapatkan rerata 87% dengan kategori praktis. Hasil uji lapangan berdasarkan penilaian 19 siswa kelas VIII mendapatkan rerata 85% dengan kategori praktis, sedangkan berdasarkan penilaian 2 guru pengampu matematika mendapatkan rerata 90% dengan kategori sangat praktis. Rerata uji lapangan secara keseluruhan mendapatkan nilai 87% dengan kategori praktis. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa E-LKPD berbasis STEM tema kearifan lokal bernuansa pendidikan karakter materi lingkaran kelas VIII praktis dan dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar
Perbandingan Regresi Logistik dan Random Forest pada Klasifikasi Cuaca Wilayah Jawa Tengah
Cuaca merupakan salah satu aspek penting yang berpengaruh terhadap aktivitas manusia. Adanya perubahan cuaca yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti suhu, kelembapan udara, kecepatan angin, arah angin, waktu, dan lokasi, menjadikan pentingnya untuk mengetahui kemungkinan cuaca yang akan terjadi guna menghindari dan mempersiapkan solusi dari dampak yang ditimbulkan. Kemungkinan cuaca yang akan terjadi dapat ditentukan dengan lebih akurat menggunakan metode klasifikasi cuaca yang baik. Pada penelitian ini metode klasifikasi yang digunakan adalah regresi logistik dan random forest. Peneliti membandingkan kedua metode tersebut menggunakan data cuaca di wilayah Jawa Tengah yang dibagi dalam tiga proporsi data latih yang berbeda, yaitu 60%, 70% dan 80%, dan evaluasi modelnya menggunakan nilai area under curve (AUC). Rata-rata AUC dari metode regresi logistik dan random forest berturut-turut adalah 0,6923 dan 0,7419. Berdasarkan hasil analisis kedua metode tersebut, nilai AUC tertinggi didapatkan dari hasil klasifikasi menggunakan metode random forest.Kata kunci: klasifikasi cuaca; regresi logistik; random forest; AU
Keefektifan modul pembelajaran materi segiempat ditinjau dari pemahaman konsep dan kemampuan literasi peserta didik
Modul pembelajaran salah satu sumber belajar matematika yang dapat membantu peserta didik untuk memahami suatu konsep dan melatih kemampuan literasi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan penggunaan modul pembelajaran materi segiempat ditinjau dari pemahaman konsep dan kemampuan literasi dari peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode eksperimen berbentuk posttest only control design. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VII SMP Negeri 2 Yogyakarta, dengan sampel kelas VII G sebagai kelas ekperimen dan kelas VII E sebagai kelas kontrol. Data dikumpulkan dengan cara berupa wawancara, observasi, dan tes. Teknik analisis data yang utama menggunakan uji hipotesis dengan statistik uji mann whitney yang diawali dengan uji prasyarat. Hasil prayarat diperoleh data tidak normal namun homogen. Berdasarkan hal tersebut kemudian data diolah menggunakan teknik analisis non-parametrik. Hasil analisis uji Mann Whitney diperoleh Uhitung = 383,5 untuk pemahaman konsep dan Uhitung = 387,0 untuk kemampuan literasi. Hasil tersebut lebih besar dari Utabel yaitu 177. Dengan demikian, kesimpulan hasil dari penelitian ini adalah tidak ada keefektifan penggunaan modul pembelajaran berbasis kontekstual materi segiempat dan bangun gabungan ditinjau dari pemahaman konsep dan kemampuan literasi peserta didik SMP Negeri 2 Yogyakarta. Hasil ini diduga disebabkan faktor lingkungan belajar peserta didik yang kurang mendukung dalam belajar. Peserta didik kurang maksimal dalam bekerja kelompok dan kurang memperhatikan saat presentasi
Elementary School Students' Strategies for Solving Area Measurement Problems
This study aims to identify the strategies used by elementary school students in solving area measurement problems. The research method used was a descriptive qualitative approach. The data collection techniques used in this research are task, interview, observation, and documentation. The data presentation techniques used were data reduction, data presentation, and conclusion drawing/verification. The research subjects used were elementary school students in grades 3, 4, 5, and 6. In this study, it was found that there were six strategies used by students in solving area measurement problems, namely 1) counting the number of square units, 2) decomposing the shape, 3) applying length reasoning, 4) counting all units, 5) multiplying length and width, 6) dividing the whole by the number of divisions. Counting all units is the most widely used strategy by elementary school students. Solving area measurement problems is influenced by students' experience obtaining area measurement material. The results of this study suggest that students prioritize strategies in problem solving. If the strategy students use is correct, then the arrangement structure regarding the solution will be appropriate
Pengembangan Suplemen Bahan Ajar Trigonometri Berilustrasi STEM untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengetahui kevalidan, kepraktisan, keefektifan suplemen bahan ajar trigonometri berilustrasi STEM yang diarahkan untuk dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. Pengembangan dilakukan dengan prosedur ADDIE. Indikator pemecahan masalah mengacu pada empat indikator pemecahan masalah Polya. Validasi serta uji kelayakan melibatkan dosen sebagai validator ahli serta guru sebagai validator praktisi. Penelitian melibatkan 30 siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Temanggung pada mata pelajaran matematika peminatan . 5 siswa dilibatkan dalam uji keterbacaan dan respon. Berdasarkan analisis, suplemen bahan ajar tergolong valid dan layak dengan skor 4,60, terbaca baik dengan nilai keterbacaan sebesar 4,48, respon baik dengan nilai 4,46 sehingga dapat digolongkan kedala kategori praktis. Melalui uji gain, suplemen bahan ajar yang dikembangkan dapat dikatakan efektif. Hasil uji menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pemecahan masalah. Melalui analisis terhadap hasil pretest dan posttest pada masing-masing indikator kemampuan pemecahan masalah, indikator memahami masalah meningkat tinggi dengan nilai gain sebesar 0,76, indikator merencanakan meningkat rendah dengan nilai gain sebesar 0,24, indikator melaksanakan pemecahan meningkat rendah dengan gain sebesar 0,17, dan indikator memeriksa penyelesaian meningkat rendah dengan nilai gain sebesar 0,12