AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Not a member yet
382 research outputs found
Sort by
PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI LINGKARAN BAGI SISWA KELAS VIII C SMP NEGERI 1 KARANGAWEN DEMAK TAHUN PELAJARAN 2008/2009
Sampai saat ini, pendidikan masih memegang peranan yang sangat penting. Dengan adanya pendidikan, sumber daya manusia dapat berkembang menuju ke arah yang lebih baik dan salah satunyanya adalah dapat dilihat dari prestasi belajar yang telah dicapai oleh peserta didik. Dalam perkembangannya, guru harus memiliki keahlian untuk memilih dan menggunakan metode pengajaran yang sesuai dengan mata pelajaran khususnya matematika serta mengetahui kondisi peserta didik disamping penguasaan keterampilan yang lain karena matematika merupakan mata pelajaran yang dianggap sulit oleh sebagian besar peserta didik. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan suatu metode pembelajaran yang berguna untuk meningkatkan minat agar aktivitas dan prestasi belajar peserta didik optimal yaitu dengan menggunakan pendekatan kontekstual. Penelitian ini ditempuh melalui 3 siklus, tiap siklus terdiri atas 4 tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan/tindakan, pengamatan/observasi, dan refleksi. Metode pengambilan data dengan pemanfaatan Lembar Kerja, tes tertulis (evaluasi), lembar pengamatan guru dan lembar pengamatan peserta didik serta angket refleksi peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan persentase ketuntasan belajar mengalami peningkatan yaitu dari 86,55 % pada siklus I menjadi 87,14 % pada siklus II dan meningkat lagi menjadi 90,81 % pada siklus III. Aktivitas peserta didik mengalami peningkatan dari persentase 72,5 % pada siklus I menjadi 88,75 % pada siklus II dan meningkat lagi menjadi 90 % pada siklus III. Aktivitas guru yang diperoleh lembar pengamatan aktivitas guru mengalami peningkatan dari persentase 71,6 % pada siklus I menjadi 87,5 % pada siklus II dan meningkat lagi menjadi 92 % pada siklus III. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan pendekatan kontekstual pada materi lingkaran dapat meningkatkan prestasi belajar dan aktivitas peserta didik kelas VIII?é?á C SMP Negeri 1 Karangawen Demak sesuai dengan indikator yang ditentukan. ?é?á Kata Kunci : Kontekstual, prestasi belajar, lingkara
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DALAM MENENTUKAN NILAI OPTIMUM DENGAN METODE COOPERATIVE LEARNING PADA SISWA PROGRAM KEAHLIAN PEMASARAN SMK N 2 TEMANGGUNG
Hasil belajar matematika siswa kelas XI Pemasaran SMK N 2 Temanggung dengan peserta didik 39 siswa relatif rendah, rata-rata nilai ulangan harian pertama adalah 53,08, nilai terendah 25 dan nilai tertinggi 75 dan frekuensi terbanyak ada pada rentang 40 sampai dengan 75. yang tuntas KKM untuk mata pelajaran Matematika 15 siswa. Untuk standar kompetensi kedua tentang?é?á program linier?é?á rata-rata nilai ulangan harian 49 degan nilai terendah 30 dan tertinggi 80, frekuensi tarbanyak pada rentang 40 sampai dengan 75. Siswa yang tuntas KKM sebanyak 21 siswa. Rata-rata nilai siklus I : 56,91, terendah 25 dan tertinggi 75. Siswa tuntas KKM mata pelajaran matematika?é?á 17 siswa. Untuk siklus II?é?á rata-ratan 61,18, terendah 35 dan tertinggi 80. Dari 39 siswa tuntas KKM?é?á 24 siswa. Dilihat dari rata-rata siklus I dan II di atas, nilai rata- rata siklus I lebih rendah dari siklus II, yaitu rata-rata siklus I adalah 56,91 dibulatkan menjadi 57. Bagi siswa SMK Pemasaran nilai 57 untuk pelajaran matematika termasuk nilai yang rendah. Hasil pengamatan tindakan yang dilaksanakan pada siklus I diperoleh: dari 39 siswa yang tidak aktif sebanyak 11 siswa, maka persentasi tingkat keaktifannya 71,79 % aktif dan 28,20% tidak aktif ?é?á Kata Kunci:?é?á Nilai optimum permasalahan model matematika
PROSES KELAHIRAN DAN KEMATIAN SEBAGAI RANTAI MARKOV WAKTU KONTINU
Rantai Markov waktu kontinu yang merupakan bagian dari proses stokastik. Pembahasan diawali dengan pengertian dasar yang dipakai secara umum termasuk teorema dan lemma tentang persamaan differensial Kolmogorof?é?á yang berkaitan dengan rantai Markov waktu kontinu. Aplikasi rantai markov waktu kontinu dibahas dalam paper ini untuk proses kelahiran dan kematian yaitu?é?á pada sistem M/M/s ( M/M/1) sebagai gambaran dari secara nyata. Kata kunci : Rantai Markov waktu kontinu, Persamaan Differensial Kolmogorov
MENINGKATKAN KOMPETENSI DAN PROFESIONALISME DOSEN MELALUI LESSON STUDY
Lesson Study merupakan model pembinaan pendidik berbasis sekolah dan berkelanjutan melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan kolegialitas untuk membangun komunitas belajar. Melalui komunitas belajar, guru/dosen saling belajar, berbagi pengalaman dan ide inovatif serta saling koreksi yang bermuara pada peningkatan mutu pendidikan secara terus menerus. Tujuan utama Lesson Study yaitu untuk: 1) memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang pembelajaran di kelas 2) memperoleh hasil-hasil tertentu yang bermanfaat bagi para dosen lainnya dalam melaksanakan pembelajaran, 3) meningkatkan pembelajaran secara sistematis, 4) membangun sebuah pengetahuan pedagogis dimana para dosen dapat menimba pengetahuan dari dosen yang lain.Ada 8 peluang yang dapat diperoleh oleh dosen, apabila dia melaksanakan LS berkesinambungan, yaitu: 1) memikirkan dengan cermat mengenai tujuan pembelajaran, materi pokok, dan bidang studi, 2) mengkaji dan mengembangkan pembelajaran yang terbaik yang dapat dikembangkan, 3) memperdalam materi pokok yang diajarkan, 4) memikirkan secara mendalam tujuan jangka panjang yang akan dicapai mahasiswa, 5) merancang pembelajaran secara kolaboratif, 5) mengkaji secara cermat cara dan proses belajar serta tingkah laku mahasiswa, 4) mengembangkan pengetahuan pedagogis yang kuat penuh daya, 8) melihat hasil pembelajaran sendiri melalui mahasiswa dan kolega.. Lesson study dilakukan berdasarkan 4 tahapan yaitu: 1) perencanaan (plan), 2) pelaksanaan (do), 3) refleksi (check), 4) tindak lanjut (act) Kata kunci: Lesson study, kolaboratif, kolegialitas, plan, do, check, act
PENGEMBANGAN MODEL REFLECTIVE MICROTEACHING UNTUK PEMBENTUKAN CALON GURU PROFESIONAL
Refleksi adalah motor penggerak belajar dan landasan pacu bagi pengembangan pribadi dan profesi. Refleksi menjadi sedemikian penting karena dengan kesadaran akan kekuatan dan kelemahan metode maupun area pedagogis lainnya, refleksi akan menghasilkan pemikiran-pemikiran baru demi perbaikan pengajaran. Pre-service training hendaknya mulai menerapkan unsur reflektif dalam program microteaching-nya. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan menghasilkan model dan panduan model Reflective Microteaching bagi pembentukan calon guru yang profesional agar mahasiswa calon guru memiliki kemampuan merefleksi yang bermakna serta mengkaitkannya dengan pengembangan profesionalitas guru melalui tiga langkah yaitu studi pendahuluan, perencanaan dan pengembangan, serta validasi model pembelajaran. Uji coba model dan instrument penelitian dilakukan melalui tinjauan teman sejawat (Focus Group Discussion). Validasi dilakukan oleh expert judgment. Hasil dituangkan dalam bentuk panduan model reflective microteaching. Dari hasil uji coba model dapat disimpulkan bahwa, penelitian ini telah menghasilkan model dan panduan model Reflective Microteaching bagi pembentukan calon guru yang profesional yang memiliki kemampuan merefleksi yang bermakna serta mengkaitkannya dengan pengembangan profesionalitas guru. Dari hasil analisis juga diperoleh kelebihan dan kelemahan model reflective microteaching. Kelebihan model ini adalah menawarkan desain yang ideal, sedangkan kelemahannya membutuhkan waktu yang relatif lama. Walaupun model reflective microteaching memiliki kelemahan, namun mempertimbangkan kelebihan yang dimiliki yaitu meletakkan refleksi sebagai inti utamanya dan refleksi merupakan ruh pengembangan profesi, maka model ini sangat potensial untuk dikembangkan. Berdasarkan hasil penelitian ini pula dapat disarankan?é?á bahwa model Reflective Microteaching sebaiknya digunakan sebagai acuan untuk mengembangkan keterampilan mengajar mahasiswa, dan kemampuan melakukan refleksi, serta membangun metateaching awareness calon guru. Kata kunci: microteaching, reflektif, calon guru, profesiona
PENGEMBANGAN MEDIA WEBSITE PADA MATA KULIAH KOMPUTASI II DI PERGURUAN TINGGI
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh media pembelajaran e-learning yang valid untuk belajar mandiri mahasiswa pada mata kuliah komputasi II. Populasi dalam dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester IV pendidikan matematika IKIP PGRI Semarang. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Dalam penelitian pengembangan media e-learning ini dilakukan dengan 4 (empat) tahap yaitu (a) Analisis pendahuluan, (b) Perancangan, (c) Evaluasi, (d) Revisi. Pengolahan data dengan menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif. Sesuai hasil angket tentang pengembangan media e-learning di peroleh nilai sig = 0.00 dan R= 0.541, yang artinya motivasi mempengaruhi sebesar 54.1% terhadap hasil belajar mahasiswa. Diperoleh rata-rata hasil belajar yang lebih baik antara kelas eksperimen sebesar 84.27 dibandingkan dengan kelas kontrol sebesar 80.05. Dari hasil tersebut diperoleh media pembelajaran e-learning yang valid untuk belajar mandiri mahasiswa pada mata kuliah komputasi II sesuai teori perkembangan Akker . Kata kunci: media pembelajaran e-learning, komputasi matemati
PREMIUM PRICING IN HEALTH INSURANCE BY NELSON- AALEN ESTIMATOR
In this paper the using of Nelson Aalen estimators are presented to estimate transition probabilities of multistate model. Based on discrete time Markov, we will get transition matrices?é?á which the elements are transition probabilities from Nelson Aalen estimator. Because of the data that used in the construction of transition matrices are person?óÔé¼Ôäós health histories, then it can be seen as a morbidity value, which can be used to premium pricing.?é?á Key words: Markov process, multistate model, Nelson Aalen, transition probability
PENINGKATAN HASIL BELAJAR TRIGONOMETRI MELALUI IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI BERBANTU LKS PADA SISWA KWLAS X PRODUKSI GRAFIKA
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran apakah Pembelajaran melalui Implementasi Model Kooperatif Tipe TAI Berbantu LKS dapat meningkatkan hasil belajar Trigonometri Pada Siswa Kelas X Produksi Grafika. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun 2010-2011. Fokus pembicaraan adalah kinerja guru, kinerja siswa, aktivitas siswa dalam diskusi kelompok melalui implementasi model pembelajaran kooperatif tipe TAI berbantu LKS dan hasil belajar siswa. Skenario dirancang dengan penelitian tindakan kelas 2 siklus. Pada setiap siklus dilakukan empat tahap (perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi). Pada pengamatan akan dilihat kinerja guru, kinerja siswa, aktivitas siswa dalam diskusi kelompok, selanjutnya dilakukan refleksi untuk memperbaiki kegiatan pada siklus berikutnya. Data diperoleh melalui tes, angket, dan lembar observasi. Hasil penelitian diperoleh ada peningkatan rata-rata kinerja guru 2,65 (kriteria Baik) menjadi rata-rata kinerja guru 3,25 (kriteria Baik), skor rata-rata kinerja siswa 2,1 (Cukup Baik) menjadi skor rata-rata 3,3 (Sangat Baik), dan adanya peningkatan hasil belajar dari KKM 75 tuntas 33,39% dengan nilai rata-rata 65,3 menjadi KKM 75 tuntas 78,79% dengan nilai rata-rata 80,61. Simpulan dalam penelitian ini adalah ada Peningkatan Hasil Belajar Trigonometri Melalui Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI Berbantu LKS Pada Siswa Kelas X Produksi Grafika.Kata Kunci : Kooperatif, TAI, Trigonometr
KEEFEKTIVAN PENGGUNAAN AUTOGRAPH, CABRI 3D DAN MAPLE SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Belajar geometri mencakup latihan berpikir logis, kerja yang sistematis, menghidupkan kreativitas. serta dapat mengembangkan kemampuan berinovasi. Masih banyak siswa SMA yang belum memahami konsep-konsep geometri. Untuk itu perlu dicari suatu alternatif pembelajaran yang dapat meningkatkan kreativitas belajar, dan memberikan kesempatan pada siswa untuk mengungkapkan ide/gagasan matematik secara optimal sehingga siswa menjadi lebih kreatif. Model pembelajaran Audio visual dengan menggunakan software Autograph, Cabri 3D dan Maple merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan kreativitas dan hasil belajar matematika. Kata kunci : keefektivan, software matematika, ruang dimensi tig
PENERAPAN METODE BELAJAR KOOPERATIF JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XII TEKNIK KENDARAAN RINGAN-2 SMK NEGERI 5 SEMARANG DALAM MENYELESAIKAN TURUNAN FUNGSI
Secara umum penelitian ini bertujuan untuk memberikan solusi bagaimana cara memecahkan ?é?ákesulitan yang dihadapi siswa kelas XII TKR-2 (Teknik Kendaraan Ringan-2)?é?á SMK Negeri 5 Semarang dalam menyelesaikan soal-soal matematika yang berkaitan dengan Turunan Fungsi dengan metode belajar kooperatif Jigsaw. Sementara ini pembelajaran matematika di SMK yang sudah berjalan pada saat ini adalah dengan pendekatan pembelajaran berbasis kompetensi (competency?óÔé¼ÔÇ£based training) yang dikemas secara moduler, ?é?ádengan harapan bahwa siswa dapat mengembangkan potensi dirinya masing-masing?é?á secara mandiri sehingga dapat menyelesaikan materi pembelajaran sampai tuntas (mastery). Kegiatan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari tiga ?é?ásiklus. Langkah-langkah setiap siklus terdiri dari ?é?áempat kegiatan?é?á yaitu: Perencanaan (Planning), Pelaksanaan Tindakan (Acting), Pengamatan (Observing), dan Refleksi (Reflecting). Data hasil penelitian ini diperoleh dari tes?é?á hasil belajar dan hasil pengamatan aktivitas siswa dalam?é?á proses pembelajaran selama dilaksanakan penelitian. Sebelum dilakukan penelitian ini, pembelajaran menggunakan metode belajar diskusi kelompok model Student Teams-Achievement Divisions (STAD), hasil belajar yang diperoleh oleh siswa kelas XII TKR-2 ?é?ábelum menunjukkan hasil?é?á sesuai harapan. Hal?é?á ini?é?á ditunjukkan dari hasil tes formatif pertama siswa ?é?áyang tuntas?é?á ?é?á12 siswa?é?á atau?é?á 35,29% ?é?ádari 34 siswa dan nilai rata-rata kelasnya 62,76. Setelah dilakukan PTK hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut: (1) hasil penelitian pada siklus 1, ?é?áhasil belajar siswa meningkat, hal ini ditunjukkan oleh banyaknya siswa yang tuntas pada tes formatif kedua?é?á ada 17 siswa ?é?ádari 34 siswa atau 50,00% dan nilai rata-rata kelasnya 71,76. Dari hasil pengamatan rata-rata presentasi aktivitas siswa 70% dan rata-rata persentase aktivitas guru 82,78%. (2) pada siklus 2, hasil belajar siswa juga meningkat jika dibanding dengan hasil belajar ?é?ásiklus 1, hal ?é?áini ditunjukkan oleh hasil belajar?é?á siswa pada tes formatif ketiga yang tuntas ada?é?á 20?é?á siswa dari 34 siswa?é?á atau?é?á 58,82% dan nilai rata-rata kelasnya 74,76. Dari hasil pengamatan persentase ?é?áaktivitas siswa ?é?á75,83% ?é?ádan rata-rata persentase aktivitas guru 88,78% meningkat disbanding siklus1. (3) pada siklus 3, hasil belajar siswa menunjukkan peningkatan yang signifikan jika dibandingkan dengan hasil belajar pada siklus 1 dan siklus 2, hal ?é?áini ditunjukkan oleh hasil tes formatif keempat siswa?é?á yang tuntas ada ?é?á29 siswa dari 34 siswa ?é?á?é?áatau?é?á 85,29% dan nilai rata-rata kelasnya 84,41. Dari hasil pengamatan rata-rata persentase aktivitas siswa 80,83% dan rata-rata persentase aktivitas guru 90% meningkat jika dibanding pada siklus 1 dan siklus 2. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa ?é?ápenerapan?é?á metode belajar kooperatif Jigsaw ?é?ádapat meningkatkan hasil ?é?ábelajar siswa kelas XII TKR-2 SMK Negeri 5 ?é?áSemarang dalam menyelesaikan turunan fungsi. ?é?á Kata kunci: metode belajar kooperatif Jigsaw, hasil belajar matematika